Volume 16

Hijrah karena Air Bah

Pemkot Bandung Relokasi 37 Makam Terdampak Longsor di TPU Cikutra

Liputan6.com 2020-05-03 23:40:27
Petugas mengevakuasi puluhan makam di TPU Cikutra yang terkikis longsor, Jumat (1/5/2020) malam. (Humas Kota Bandung)

Pemerintah Kota Bandung memindahkan 37 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wilayah III Cikutra. Relokasi tersebut dilakukan karena tanah di lokasi pemakaman mengalami longsor pada Jumat (1/5/2020) lalu.

"Karena memang lokasi ini rawan (longsor), jadi diamankan dulu lalu nanti dipindahkan," kata Wali Kota Bandung Oded M. Danial usai meninjau lokasi TPU Cikutra, Minggu (3/5/2020).

Untuk itu, pihaknya melalui pengurus makam berkoordinasi dengan ahli waris makam untuk permohonan relokasi.

Menurut Oded, sedimentasi tanah di lokasi longsor sudah sering terjadi terutama saat terjadi hujan deras. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memperbaiki titik longsor.

"Kita sudah koordinasi dalam hal ini dengan dinas terkait yaitu BBWS yang biasa bertanggung jawab atas sungai. Kita minta bikin tanggul sementara karena pada prinsipnya anggaran perbaikan sungai ada di BBWS," ucap Oded.

Petugas mengevakuasi puluhan makam di TPU Cikutra yang terkikis longsor, Jumat  (1/5/2020) malam. (Humas Kota Bandung)

Jenazah hanyut

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Agus Hidayat mengatakan, puluhan makam yang terdampak longsor telah dipindahkan ke blok G. Adapun sejumlah jenazah yang sempat dikabarkan hanyut ke sungai, telah dievakuasi dan dimakamkan di blok G.

"Kami sudah berkoordinasi dengan para pihak keluarga, karena keterbatasan waktu dan jarak, maka kami putuskan untuk pindahkan terlebih dulu makam terdampak longsor ke blok G," ujarnya.

Sebanyak 37 makam di TPU Cikutra tergerus longsor akibat hujan lebat. Petugas sudah mengevakuasi sebagian besar makam dan jenazah pada Sabtu (2/5/2020) pagi.

Camat Cibeunying Kaler Suardi menuturkan, makam yang longsor terjadi di tiga wilayah. Yaitu blok E, blok F, dan di tanah wakaf seberang blok F. Ketiga lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Sungai Cidurian yang sebelumnya pernah mengalami longsor.

"Di blok E ada 12 makam yang longsor, dan sudah bisa dievakuasi dan dimakamkan kembali. Di blok itu ada 15 makam lagi yang rawan tergerus juga. Itu juga akan diperbaiki," kata Suardi.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Teriakan dari Liang Lahat

Kejadian Nyata di Area Kuburan Ini Buat Merinding Pendengarnya

Liputan6.com 2015-11-10 21:06:12
Seramnya suasana makam. Fotografer: Ahmad Samsudin

Sebagai tempat peristirahatan terakhir, area kuburan selalu menyajikan kengerian tersendiri. Baik kisah-kisah misteri yang dihembuskan seseorang untuk menakut-nakuti, maupun kejadian nyata yang tidak masuk di akal. Seperti kisah-kisah nyata yang terjadi di area kuburan berikut ini dilansir dari listverse:

1. Menghentikan Upacara Pemakamannya Sendiri

Di Brazil, terjadi kejadian aneh yang membuat orang geleng-geleng kepala. Seorang pria bernama Gilberto dinyatakan tewas di tempat kerja saat terjadi penembakan. Mayat yang rusak di bagian mukanya tersebut dibawa pulang oleh keluarga Gilberto.

Anehnya, saat hendak dimakamkan, seorang pria dan meminta untuk menghentikan upacara pemakaman tersebut. Tak disangka, pria tersebut adalah Gilberto yang asli. Sedangkan yang tewas ternyata rekan kerjanya sendiri.

2. Teriakan dari Liang Lahat

Seorang wanita yang dinyatakan telah meninggal dan dikuburkan, mendadak terdengar teriakan dari liang lahatnya. Menurut penjaga makam yang mendengar teriakan tersebut, awalnya ia sangat ketakutan. Namun ia tetap melaporkan hal tersebut pada keluarga almarhumah. Sayang, sebelum berhasil dikeluarkan dari peti matinya, ia telah meninggal kehabisan napas.

Berdoa di Kuburan Massal Srebrenica. (Guardian)

Badut Aneh

3. Badut Aneh di Pemakaman

Warga New York digemparkan dengan penampakan seseorang dengan pakaian badut yang berkeliaran di sekitar makam. Tak hanya itu, sang badut juga membawa balon. Anehnya, badut tersebut menghilang setelah berjalan ke arah barat menuju ujung pemakaman.

4. Wanita Misterius Bergaun Putih

Seorang wanita misterius bergaun putih tertangkap kamrea berjalan seorang diri di sebuah pemakaman yang lengang. Setelah berputar-putar, ia tampak menunduk di dua buah nisan. Wanita tersebut kemudian kembali berjalan hingga ke ujung pemakaman lalu menghilang.

Tenggelam dalam Kengerian

Curhat Tukang Gali Kubur Jenazah Covid-19, Tenggelam dalam Malam dan Kengerian

Liputan6.com 2020-04-30 05:00:38
Seorang pekerja beristirahat saat menggali kuburan di pemakaman San Vicente di Cordoba, Argentina, 14 April 2020. Pemerintah kota di provinsi Argentina tengah, Cordoba telah menggali sekitar

Wabah Corona Covid-19 membuat Subhan bersama rekan-rekannya yang bekerja sebagai penggali kubur harus selalu siaga dengan alat pelindung diri berupa setelan hazmat warna putih dan masker medis di Tempat Permakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud Palas, Kecamatan Rumbai.

Sang penggali kubur juga harus mengerahkan upaya ekstra untuk menghindarkan diri dari risiko tertular virus sekaligus menanggulangi wabah dan dampaknya.

Permakaman di pinggiran Kota Pekanbaru itu dikelilingi kebun kelapa sawit dan letaknya jauh dari permukiman penduduk.

Lahan seluas 10 hektare tersebut separuhnya digunakan sebagai tempat pemindahan makam dari pusat kota dan sisanya ditanami singkong dan pisang oleh warga sekitar.

Sejak awal bulan April 2020, pemerintah kota menyiapkan area seluas dua hektare di bagian ujung TPU Tengku Mahmud Palas untuk memakamkan pasien yang terinfeksi atau diduga terinfeksi virus corona.

Seorang pekerja beristirahat saat menggali kuburan di pemakaman San Vicente di Cordoba, Argentina, 14 April 2020. Pemerintah kota di provinsi Argentina tengah, Cordoba telah menggali sekitar 250 kuburan untuk mengantisipasi peningkatan korban jiwa dari pandemi Covid-19. (AP/Nicolas Aguilera)

Jalan Tanah

Tidak seperti permakaman lama yang jalannya sudah beraspal, jalan menuju permakaman yang baru masih jalan tanah yang susah dilalui kendaraan saat hujan turun.

"Semuanya serba mendadak. Tanggal 9 April saya dihubungi kantor untuk siapkan lahan untuk pemakaman khusus Corona. Waktu itu malam Jumat, jenazah pertama dimakamkan, belum ada persiapan sama sekali," kata Subhan kepada ANTARA.

Ia mengatakan, bahwa para penggali kubur tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan lahan permakaman tersebut. Bekas tanaman singkong masih berserakan di sana sampai sekarang.

Subhan, yang sejak 1996 bekerja di bagian pemakaman di Kota Pekanbaru, ditunjuk menjadi koordinator penggali kuburan di TPU Tengku Mahmud Palas. Ia membawahi empat pekerja.


Menggali Kubur Sendirian

Menurut Subhan, penggali kubur sekarang harus siaga 24 jam karena mereka bisa kapan saja menerima panggilan untuk mengurus pemakaman jenazah pasien COVID-19 atau pasien yang diduga terserang penyakit tersebut.

Subhan pernah terpaksa terjaga selama dua hari karena ada jenazah harus dimakamkan pada dini hari.

"Saya menggali sendirian karena kawan-kawan lainnya saya telepon enggak ada yang bangun. Pakai pacul dan lampu motor untuk penerangan, saya gali lubang kuburan jam 03.00," katanya.

Pasien yang sudah positif COVID-19 atau diduga terserang penyakit itu sesuai protokol kesehatan harus dimakamkan dalam waktu maksimal empat jam setelah jenazah keluar dari rumah sakit guna meminimalkan risiko penularan virus corona.

Pemakaman pasien dilangsungkan tanpa persiapan dari pihak keluarga pasien, sehingga semua makam baru tidak ada nisannya.

Kini sudah ada beberapa puluh makam baru di TPU Tengku Mahmud Palas. Semuanya makam pasien dalam pengawasan (PDP) terkait penularan COVID-19 yang meninggal dunia di Pekanbaru.

Sejak 9 April hingga 28 April sudah ada 44 makam baru di sana, yang artinya dalam sehari Subhan dan kawan-kawannya rata-rata harus menggali dua sampai tiga liang lahat.

"Pernah dalam satu hari tujuh jenazah dimakamkan. Itu kita kerja sampai subuh," kata Subhan, yang baru kali ini menyaksikan wabah begitu cepat merenggut nyawa orang.

Ia merasakan kengerian saat pertama kali menangani pemakaman pasien COVID-19 namun rasa ngeri itu menghilang bersama peningkatan ritme kegiatan pemakaman.

Setiap hari para penggali kubur harus menyiapkan hingga tujuh liang lahat untuk berjaga-jaga mengingat kasus infeksi virus corona diperkirakan masih akan mengalami peningkatan.

Mereka secara sukarela menandai setiap makam baru agar ahli waris dan pelayat tidak kebingungan mencari makam anggota keluarga atau kerabat mereka.

"Perasaan ngeri ada, tapi namanya juga sudah wabah. Saya mau lari juga mau kemana, karena tugasnya memang gali kuburan," kata Subhan, lalu tersenyum.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Misteri Kain Kafan yang Hilang

Misteri Kain Kafan Hilang di Sebuah Makam Jombang

Liputan6.com 2020-09-24 23:30:06
Ilustrasi makam. (dok. pexels.com/Brett Sayles)

Orang tak dikenal membongkar sebuah makam di area pemakaman umum Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur.

Kain pembungkus jasad, atau kain kafan Anis Purwaningsih, ibu asal Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro yang bersebelahan dengan makam bayinya hilang.

Anis meninggal dunia dan dimakamkan pada Sabtu sore yang bersebelahan dengan makam bayinya yang meninggal satu hari sebelumnya.

Namun, pada Minggu petang, makam Anis diketahui peziarah dalam kondisi terbongkar, dan dilaporkan ke petugas makam. Diduga pelaku membongkar makam Anis pada Minggu dini hari. Terbongkarnya makam, sontak membuat heboh warga. Karena kasus seperti ini, baru pertama kali terjadi di Dusun Sumberbeji.

Senin siang, kain kafan yang dinyatakan hilang, berhasil ditemukan di kebun salah satu warga. Diduga kain kafan tersebut dibuang oleh pencuri, usai aksinya mencuri kain kafan dengan cara menggali makam.

"Habis itu mau saya bakar di tempat sampahnya langgar, habis nyapu saya tadi, mau saya buang ke sana, terus saya buka, kok bau wangi," ujar warga, Lilik Kustia seperti dikutip dari Liputan6, ditulis Kamis, (24/9/2020).


Polisi Menyelidiki

Polisi kini masih menyelidiki dan memburu pelaku yang mencuri kain kafan, dengan cara membongkar makam, yang sempat menghebohkan warga desa setempat. Usai ditemukan petugas Kepolisian mengamankan barang bukti tersebut, untuk penyidikan lebih lanjut.


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lenyapnya Puluhan Makam

Puluhan Makam di TPU Cikutra Bandung Hilang Diterjang Longsor

Liputan6.com 2020-05-02 15:08:53
Ilustrasi Foto Pemakaman (iStockphoto)

Puluhan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra Kota Bandung rusak dan hilang karena bantaran sungai yang longsor akibat hujan deras.

Ketua RW 2 Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, Entus mengatakan, kejadian longsor itu diduga terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, Jumat 1 Mei 2020.

"Longsornya terjadi di dua titik, di Blok E sama Blok F (TPU Cikutra)," kata Entus di lokasi, Sabtu (2/5/2020).

Bantar sungai dengan tinggi sekitar 20 meter itu longsor bersama dengan sejumlah batu nisan yang ikut longsor. Material longsoran tersebut jatuh ke Sungai Cidurian, dilansir Antara.

Ilustrasi Foto Pemakaman (iStockphoto)

Masyarakat Antusias Menonton

Sejumlah warga sekitar pun antusias melihat makam yang longsor tersebut. Bahkan berdasarkan kabar yang beredar, beberapa jenazah dari pemakaman itu ada yang ikut hanyut ke sungai.

Sementara itu, Kepala UPT wilayah 3 Dinas Penataan Ruang Kota Bandung, Sumpena mengatakan hingga kini tercatat ada 29 makam yang rusak dan 14 di antaranya mengalami rusak berat.

"Ada yang masih dicari (jenazahnya). Yang sudah ditemukan ada tiga. Sementara yang harus segera dipindahkan ada 15 makam, karena kondisinya sudah mengkhawatirkan, harus segera kita antisipasi," kata dia.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Indah tapi Mengerikan

Tak Disangka, 5 Lokasi Indah Ini Ternyata Kuburan Manusia

Liputan6.com 2019-07-17 20:40:00
Pemandangan Gunung Himalaya, Gunung Kangtega (ketinggian 6782 meter) dari desa Khumjung di wilayah Everest, sekitar 140km timur laut Kathmandu (16/4). (AFP Photo/Prakash Mathema)

Sejumlah lokasi indah ini dikenal akan keindahan alam yang disajikan. Mulai dari pegunungan, danau hingga hamparan hutan.

Tak heran jika beberapa di antaranya berstatus taman nasional yang sangat dilindungi. Namun, keindahan itu tak menjanjikan rasa aman.


Keindahan itu tak menjamin rasa aman

Sebab, lokasi indah ini dikenal dengan kuburan manusia. Banyak yang meninggal dan jasadnya dibiarkan di sana lantaran ganasnya suhu dan kondisi alam.

Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Rabu (17/7/2019), berikut 5 lokasi indah yang ternyata kuburan manusia:


1. Roopkund Lake, Nandi Devi National Park

Tidak semua wilayah India itu tropis. Bagian utara negara tersebut memiliki dataran tinggi dengan suhu yang sangat dingin.

Termasuk wilayah Nanda Devi -- gunung tertinggi kedua di India yang terletak di negara bagian Uttarakhand dan membentuk bagian dari Himalaya Garhwal.

Ketinggian wilayah itu diprediksi mencapai 25,633 kaki. Di atasnya terdapat pula Danau Roopkund yang misterius dan menakutkan.

Air di danau ini hanya mencair di musim panas. Seorang penjaga hutan Inggris yang berpatroli pada tahun 1942 membuat penemuan aneh.

Penemuan itu adalah sisa-sisa tubuh manusia yang sudah menjadi kerangka. Pada musim panas, jumlah kerangka akan jauh lebih tinggi. Beberapa kerangka mengambang, sementara lebih banyak tersapu di pinggir danau.

Namun yang lebih meresahkan adalah temuan itu. Dimana, beberapa kerangka masih mengandung daging. Diyakini kerangka itu bukan milik mereka yang baru saja meninggal. Diduga puluhan jasad itu adalah mereka yang tidak bisa bertahan pada suhu dingin.


2. The US-Mexico Border Bodies

Banyak pembicaraan soal wilayah imigrasi ilegal antara Amerika Serikat dan Meksiko yang banyak memakan korban.

Sebab, ada banyak jenazah yang ditemukan di wilayah tersebut. Kebanyakan mereka adalah masyarakat Latin yang ingin masuk Amerika Serikat.

Upaya yang dilakukan oleh para imigran didasari oleh rasa nekat untuk mendapat kehidupan yang lebih baik.

Brooks County, Texas adalah salah satu spot terburuk sebagai lokasi penemuan tubuh manusia paling banyak, seringkali orang-orang yang meninggal karena paparan. Daerah yang satu ini bertanggung jawab untuk sekitar 33 persen dari semua mayat yang ditemukan di Texas sejak 2009.


3. Joshua Tree National

Joshua Tree berada di dalam kawasan Gurun Mohave dan terletak di California Selatan. Dikenal karena pohon-pohon kuno yang tahan terhadap kekeringan.

Meski dikenal akan keindahan pemandangannya, lokasi ini juga merupakan tempat di mana mayat-mayat ditemukan dengan jumlah luar biasa.

Berbagai alasan mengapa selalu ada penemuan mayat di gurun tersebut secara terus-menerus karena kecelakaan dan juga akibat dari tindak kriminal.


4. Antartika

Anatartika adalah lokasi menyeramkan yang banyak menelan korban. Di balik ketenangan dan kesunyiannya, suhu di kawasan ini sangat-sangat gila.

Antartika telah merenggut banyak nyawa, tidak hanya dari paparan dingin tetapi juga dari jebakan, kelaparan, dan risiko jatuh ke celah-celah es.

Seperti di banyak lingkungan ekstrem lainnya, sebagian besar mayat yang meninggal di Antartika ditinggalkan begitu saja.


5. Mount Everest

Kebanyakan dari mereka yang meninggal adalah para pendaki yang takluk pada kejamnya suhu dingin di Everest.

Sekitar 5.000 orang telah mendaki gunung itu, dengan sejumlah besar penjelajah, berjumlah sekitar 300 gagal kembali.

Banyak tubuh manusia telah ditinggalkan di gunung, dimakamkan dalam kondisi keras yang menyebabkan es menumpuk di lereng.

Namun, perubahan iklim mempercepat laju pencairan es dalam proses de-glasiasi. Dengan demikian, penemuan yang sangat mengerikan sekarang terungkap oleh resesi es.

Kuburan Tua di Tengah Hutan

Misteri Kuburan Tua di Tengah Hutan Gorontalo yang Senantiasa Bersih

Liputan6.com 2019-01-21 01:02:34
Ilustrasi Foto Makam (iStockphoto)

Siapa sangka di tengah hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo terdapat satu makam tua yang terlihat bersih tanpa ada sehelai daun pun yang menutupi makam.

Tempat itu sering disebut orang-orang sekitar bernama Hibata, atau tempat beristirahat. Meski di bawah pepohonan rindang, namun kuburan tua itu sangat bersih. Padahal tak ada yang membersihkanya. Dahulunya makam tersebut ditemukan sekelompok orang yang mencari rotan.

Awalnya sekelompok orang yang mencari rotan tersebut hendak beristirahat, tiba-tiba tanpa mereka sadar bahwa tempat mereka beristirahat itu ada gundukan kecil dan di atas gundukan tahan itu terdapat batu nisan.


Tak ada satupun rumput di atasnya

Setelah melihat secara saksama bahwa di sekitar gundukan tersebut bersih tanpa ada satu pun tangkai atau dahan pohon, selain itu tidak ada satu pun rerumputan yang tumbuh hingga jarak dua meter dari tempat tersebut.

"Kami memutuskan beristirahat di tanah yang kami sebut hibata. Beberapa menit beristirahat, teman memberitahu bahwa tempat beristirahat ini sangat bersih dan menyerupai kuburan, lantas saya kaget ketika melihat sekitarnya bersih sekali," kata Trisman Ahmad salah satu pencari rotan.

Ia menambahkan, bahkan di atas tanah tersebut tidak ada satupun rerumputan yang tumbuh. Kendati di sekitarnya banyak pepohonan rindang dan juga rumput yang tumbuh subur.

Tidak percaya dengan hal tersebut, salah satu dari mereka pun mengotori tempat yang bersih tersebut. "Teman saya tidak percaya, ia kemudian mengotori tempat itu dengan dahan dan dedaunan," kata Ahmad.

Setelah itu, perjalanan mencari rotan pun dilanjutkan. Beberapa jam kemudian mereka pun kembali. Namun kuburan yang tadi dikotori kembali terlihat bersih. "Terlihat bersih tanpa ada satu pun dedaunan tadi," lanjut Trisman.

Akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing dan keesokan harinya kembali lagi mencari rotan dan menyusuri jalan dan melewati tempat tersebut. Seperti biasa, mereka mendapati kuburan itu masih tetap bersih.

"Kali ini teman saya yang jahil, ia mencabut batu nisan yang tertancap di atas tanah dan membuangnya, setelah itu kami melanjutkan perjalanan lagi," tambahnya.

Namun dalam perjalanan tiba-tiba cuaca yang cerah langsung berubah mendung dan gelap disusul dengan angin kencang.

"Saat itu masih pagi dan angin kencang seperti badai datang disusul dengan hujan deras, saat itu kami tidak bisa melanjutkan perjalanan dan dalam benak saya mungkin ini ulah dari teman saya tadi yang mencabut batu kuburan itu," beber dia.

Kemudian mereka kompak untuk kembali dan mecari batu yang mereka buang tadi. Meskipun gelap dan hujan mereka kembali ke kuburan dan mencari batu yang dibuang tadi.

"Setelah ditancapkan kembali seketika hujan langsung reda dan cuaca mulai kembali terang. Kami tidak berani lagi lewat makam dan berbuat macam-macam," tandasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tak Seperti Makam yang Kamu Bayangkan

Hilangkan Kesan Seram, Kuburan di Depok Dibangun Taman Bermain

Liputan6.com 2021-03-22 23:53:40
Sejumlah anak sedang beramain di taman Tempat Pemakaman Umum Islam Muara Benda, Kampung Mampangan RW9, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Sejumlah anak terihat sedang asik bermain di tengah kuburan yang berada di Tempat Pemakaman Umum Islam Muara Benda, Kampung Mampangan RW9, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. Canda tawa anak yang sedang bermain seakan menghilangkan kesan angker di pemakaman tersebut.

Ketua RW9, Andri Yudisprana mengatakan, gagasan untuk menghilangkan kesan angker pada pemakaman sudah dilakukan sejak 2020. Dirinya bersama pengurus makam dan masyarakat sekitar mencetuskan untuk menghilangkan kesan angker di pemakaman tersebut.

"Kami berniat membuat taman di tengah lokasi pemakaman Muara Benda," ujar Andri, Senin (22/3/2021).

Niat baik Andri mendapatkan dukungan dari semua pihak sehingga sejak awal 2020 pemakaman Muara Benda dilakukan perbaikan secara perlahan dengan menggunakan swadaya masyarakat. Di tiap sisi lokasi pemakaman disediakan taman maupun tempat duduk, sehingga para peziarah yang datang merasa nyaman.

"Kami ingin yang berziarah nyaman saat berada di pemakaman dengan menghilangkan kesan angker atau seram," terang Andri.

Sejumlah anak sedang beramain di taman Tempat Pemakaman Umum Islam Muara Benda, Kampung Mampangan RW9, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Area bermain

Andri mengungkapkan, pembuatan taman terus di lakukan di area pemakaman yang memiliki luas mencapai 2.800 meter. Andri bersama warga membangun tempat duduk yang kini sudah dimanfaatkan warga maupun anak kecil untuk bermain.

"Bahkan kalau pagi anak di sini mengikuti PJJ di area taman kuburan karena lokasinya terbuka dan tidak mengganggu jaringan internet," ucap Andri.

Andri berencana akan menambah fasilitas lainnya sehingga dapat dijadikan tepat interaksi antar warga maupun kegiatan lainnya, seperti olahraga. Untuk mendukung hal tersebut, telah dibuatkan joging track untuk warga berolahraga di area makam. Pembangunan tempat wudhu dan pemasangan CCTV dan jaringan internet telah direncanakan.

"Ditengah pandemi sekarang ini dibutuhkan ruang terbuka untuk warga berjemur maupun olahraga guna terhindar dari COVID-19," ucap Andri.

Andri berkelakar, keberadaan taman di tengah pemakaman tidak membuat takut anak-anak di lingkungannya saat melintas pada malam hari. Bahkan taman tersebut menjadi lokasi anak bermain hingga warga berkumpul dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Bahkan warga kami yang bertugas ronda hingga jam tiga pagi masih berjaga di taman pemakaman," kata Andri.


Habiskan Anggaran Rp 170 Juta

Andri melihat, antusiasnya anak belajar mengikuti PJJ berencana pemasangan jaringan internet. Namun, mengingat anggaran yang terbatas, pihaknya membuka partisipasi kepada elemen masyarakat maupun stake holder yang ingin membantu mewujudkan Taman Pemakaman yang ramah dan bermanfaat untuk warga.

"Untuk pembangunan tamannya kami sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 170 juta, kalau wifi kami sudah niat apalagi apabila mendapat bantuan dari pihak luar, kami akan sangat senang sekali," kata Andi.

Untuk penerangan, sambung Andri, TPUI Muara Benda sudah memiliki 18 titik lampu dan tiga tower lampu yang menggunakan tenaga surya. Sehingga pada malam hari TPUI Muara Benda akan terlihat terang.

"Kalau malam terang tidak gelap seperti pemakaman pada umumnya di Kota Depok," ucap Andri sambil tersenyum.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Makam yang Terlupakan

Pagi Merinding di Situs Kuburan Belanda Kupang

Liputan6.com 2019-10-25 06:00:28
Ilustrasi Foto Pemakaman (iStockphoto)

Nafas kemerdekaan bangsa Indonesia yang kini terhirup segar di seantero Tanah Air tidak serta merta diperoleh dengan cara yang mudah. Jalan menuju kemerdekaan membutuhkan sebuah perjuangan yang panjang yang kemudian resmi diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945.

Sejarah penjajahan di Indonesia dimulai sejak kedatangan bangsa Portugis di Selat Malaka yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque pada 1511, disusul pasukan Belanda yang mendarat di Banten dengan Cornelis de Houtman sebagai pemimpinnya pada tahun 1596 dan menduduki Indonesia selama sekitar 350 tahun, hingga pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 1949.

Dilansir Antara,selain Portugis dan Belanda, sejumlah negara lain juga pernah mencicipi kekuasaan di nusantara, yakni Spanyol, Inggris, Perancis, dan Jepang, tetapi di antara semua negara tersebut, kekuasaan Belanda dinilai yang paling lama bertengger di negeri ini.

Lamanya penjajahan Belanda di Indonesia menyisakan berbagai peninggalan fisik yang beberapa di antaranya masih kokoh berdiri, seperti gereja, gedung kantor, museum, tugu, monumen, hingga permakaman.


Kini jadi asrama

Hegemoni kekuasaan Belanda di Indonesia sangat tampak dalam sejumlah jejak sejarah kolonial yang dapat ditemukan di berbagai wilayah Nusantara, seperti juga di kawasan Kota Lama yang terletak di area terminal Kupang, Bonipoi, Merdeka, dan Kampung Solor, hingga Nunhila, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu sisa peninggalan Belanda di Kota Kupang adalah Situs Kuburan Belanda yang terletak di wilayah Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, tak jauh dari Benteng Fort Concordia yang kini menjadi asrama bagi para prajurit TNI Angkatan Darat dari Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha (PSY).

Puluhan makam kolonial yang dominan berbentuk tugu dengan prasasti berbahasa Belanda itu tegak berdiri di antara permakaman umum modern lainnya.

Karel Nara Lulu, seorang tokoh masyarakat di Nunhila mengatakan bahwa pemakaman tersebut sudah ada sejak tahun 1800-an , dengan jumlah makam berkisar antara 60-70-an, karena tak ada data pasti yang tertera di arsip kelurahan setempat.

"Semuanya orang Belanda. Ada yang campuran juga, hasil kawin-mawin orang Belanda dengan orang Ambon, yang kemudian datang ke Kupang. Sayangnya tidak ada keturunan keluarga yang mengklaim bahwa itu adalah makam keluarga atau leluhur mereka," ujar Nara Lulu.


Nasib yang Tak Jelas

Kondisi pemakaman tersebut boleh dibilang tidak terawat yang tampak dari terus memudarnya warna kuburan, kontras dengan puluhan makam baru lainnya yang terletak di lahan yang sama.

Ada lagi sejumlah prasasti yang malah tidak bisa terbaca lagi, hanya tampak deretan angka yang juga hampir hilang.

"Ada marmer prasasti makam yang dicuri orang. Entah siapa. Maklum, marmer zaman dulu kan harganya jauh lebih mahal," tambah Nara Lulu.

Tepat di depan kompleks permakaman, terdapat sebuah papan nama dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kupang yang memberi kesan bahwa instansi pemerintah itulah sebagai pihak pengelola atau penanggung jawab atas situs tersebut.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kota Kupang, Jefry Adoe angkat bicara soal tata kelola situs permakaman Belanda yang nyaris tidak terawat tersebut.

Menurut Jefry, salah satu kendala yang menghambat perawatan situs tersebut karena kuburan Belanda itu letaknya sudah berbaur dengan pekuburan umum milik masyarakat Nunhila.

"Mau dibuat pagar juga sulit, karena lokasinya berdesakan dengan pekuburan warga lokal lainnya di Kota Kupang, terutama dari Nunhila. Kondisi inilah yang membuat kami tidak bisa melakukan apa-apa untuk merawat situs tersebut," katanya.

Bukan hanya letaknya, Dinas Pariwisata juga tidak bisa seenaknya memugar puluhan makam tua itu tanpa sepengetahuan keluarga yang saat ini berada di negeri Belanda.

Meskipun demikian, pihak Kelurahan Nunhila juga meyayangkan sikap Dinas Pariwisata Kota Kupang yang terksesan acuh tak acuh terhadap area pemakaman kolonial yang ditengarai memiliki berpotensi wisata yang tinggi itu.

"Tahun 2010, mantan Lurah Nunhila, Pak Yuven Beribe pernah bersurat ke pihak Pemerintah Belanda menyangkut situs pemakaman Belanda tersebut," kata Lurah Nunhila Konstantin AGR Adam.

"Ada (perwakilan Belanda) yang sempat datang waktu itu. Mereka lihat-lihat dan foto-foto di sana, tapi kami tidak tahu langkah apa yang akan diambil selanjutnya," tambah Lurah yang baru dilantik pada 14 Desember 2018.


Potensi Objek Wisata

Sebagai lurah yang belum lama dilantik, Konstantin mengaku tak banyak tahu soal sistem pengelolaan situs pemakaman Belanda di wilayah kerjanya itu, selain adanya aktivitas bersih-bersih bersama yang kerap dilakukan oleh kelompok pemuda dan masyarakat sekitar di area pemakaman.

"Tahun 2010 juga ada orang Korea Selatan yang ingin membeli pohon kamboja besar di kuburan itu. Sebagai gantinya, mereka akan memagari area pekuburan Belanda. Tapi masyarakat Nunhila tidak mau pada saat itu," ujarnya.

Pihak Kelurahan Nunhila berharap, situs pekuburan tua Belanda itu bisa segera tertata dengan rapi dan asri, karena memiliki nilai wisata yang bisa dijual kepada para wisatawan.

Konstantin mengatakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Nunhila bisa mengelola situs kuburan Belanda itu menjadi objek wisata jika pemerintah Kota Kupang mengizinkan.

"Sayang, situs kuburan yang sarat makna itu jika tidak dikelola menjadi sebuah objek wisata. LPM Kelurahan Nunhila bisa mengatur dan mengawasi situs tersebut agar bisa menjadi objek penghasilan bagi kas kelurahan," katanya.

Sekarang nomenklatur di Kementerian Pariwisata sudah berubah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tidak lagi menjadi satu sejak tahun 2017.

Dengan mengacu pada nomenklatur tersebut maka situs pekuburan Belanda itu tidak lagi berada di bawah tanggung jawab Dinas Pariwisata, melainkan Bidang Kebudayaan yang langsung diatur dari Denpasar, Bali.

Banyak situs sejarah peninggalan kolonial tersimpan di Kota Kupang, namun pemerintah hampir tidak pernah berpikir untuk mengelolanya menjadi objek wisata yang bisa mendatangkan penghasilan untuk mempertebal pundi kas daerah.

Simak video pilihan berikut ini:

Berkunjung ke Rumah Keabadian

Tata Cara Ziarah Kubur Jelang Ramadan yang Perlu Diketahui

Liputan6.com 2021-04-03 19:03:00
Para peziarah di TPU Kandang Kawat Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Salah satu tradisi yang biasa dilakukan muslim di Indonesia jelang Ramadan adalah ziarah kubur. Mereka juga membersihkan makam keluarga atau leluhur mereka.

Ziarah kubur bertujuan untuk mengingatkan kita kepada kematian. Selain itu, dengan berziarah kubur sebagai bukti bakti seseorang kepada orantuanya atau keluarganya yang telah tiada.

Selain untuk mengingat kepada kematian, ziarah kubur juga untuk mendoakan kebaikan ahli kubur. Rasulullah SAW ajarkan kepada umatnya, dan ziarah kubur adalah salah satu dari sekian banyak amalan sunnah yang mudah untuk dilakukan bahkan dipercaya mampu memberi keberkahan bagi kedua belah pihak, baik yang berziarah atau kepada mayit yang diziarahi.


Tentang menyapa ahli kubur

Dalam buku A-Z Ziarah Kubur dalam Islam karya Firman Arifandi, hadis tentang menyapa ahli kubur dan cara mendoakannya, sebagaimana dalam riwayat Aisyah RA bahwa ia berkata:

"Bagaimana yang harus aku ucapkan wahai Rasulullah, yaitu dalam ziarah kubur?" Beliaumenjawab: "Ucapkanlah, salam sejahtera pada penduduk makam ini dari kaum beriman danmuslimin. Semoga Allah mengasihi orang-orangyang terdahulu dari kalian dan kami serta orangorang yang terkemudian. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul bersama kalian." (HR.Muslim)

Para peziarah di TPU Kandang Kawat Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)


Cara Ziarah Kubur

Berikut cara ziarah kubur sederhana yang disampaikan Firman Arifandi Lc, MA. dari Rumah Fiqih Indonesia. Urusan baca tahlil, zikir, atau baca Quran di atas kubur sebelum mendoakan yang dikubur itu pelengkap saja. "Hukumnya mubah," kata Firman.

1 Sebelum masuk ke arah kubur, lebih dahulu mengucapkan salam. "Assalamualaikum ya ahlal qubur antum salafuna wa nahnu mulaaqiikum"

2. Membaca tahlil, yaitu "Laailaaha Illallah,"

3. Zikir atau membaca Alquran, membaca surat Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas.

4. Mendoakan ahli kubur

"Allahummaghfrlahu war hamhu wa 'aafh wa'fu anhu, wa akrm nuzuulahu wawass' madholahu, waghslhu bl maa' watssalj walbarad, wa naqqh, mnaddzzunub wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mnad danas."

"Wabdlhu daaran kharan mn daarh wa zaujan kharan mn zaujh. Wa adkhlhul jannata wa adzhu mn adzabl qabr wa mn adzabnnaar wafsah lahu f qabrh wa nawwr lahu fh."

Artinya : "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran."

"Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR. Muslim).


Pesan Damai Ramadan

 


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Penyesalan Tanpa Akhir

Viral Wanita Ini Bangun Rumah Depan Kuburan Sang Nenek, Alasannya Bikin Haru

Liputan6.com 2021-01-20 13:00:08
Bangun Rumah Depan Kuburan. (Sumber: TikTok/ @lla_ella1)

Saat kehilangan orang yang dicinta, tentunya akan meninggalkan luka mendalam di hati seseorang. Bahkan tak jarang penyesalan itu datang belakangan saat seorang yang dicintai ini telah pergi untuk selamanya. Penyesalan kerap menghampiri seseorang yang belum melakukan banyak hal untuk seorang yang dicinta.

Setiap orang tentunya berbeda. Ada seseorang yang membutuhkan waktu lama untuk ikhlas setelah kepergian orang yang dicinta. Bahkan tak jarang melakukan hal aneh untuk mengenang dan merasa dekat dengan sosok dicintainya.


Tak Ingin Jauh dari Nenek

Belum lama ini viral di TikTok seorang wanita yang membangun rumah didepan kuburan sang nenek lantaran tak ingin jauh dari sang nenek. Membangun rumah didepan kuburan membuat keluarga dan kerabatnya bahkan tak ingin datang berkunjung kerumahnya.

Dalam video yang diunggahnya ia menjelakan alasannya mengapa ia sampai akhirnya membangun rumah didepan kuburan sang nenek dan tak ingin jauh dari almarhumah.

Video tentang wanita yang membangun rumah didepan kuburan sang nenek ini dilansir Liputan6.com dari laman TikTok @lla_ella1 pada Rabu (20/1/2021).


Bangun Rumah di Depan Kuburan Nenek

Saat ditinggal orang tersayang untuk selamanya tentunya meninggalkan duka mendalam di hati seseorang. Butuh waktu lama untuk berusaha ikhlas dan menerima bahwa seorang yang dicinta sudah meninggal dunia. Mengukir banyak kenangan bersama orang yang dicinta tentunya membuat seseorang akan sulit untuk melupakan kenangan tersebut.

Bahkan agar selalu merasa dekat, seseorang akan melakukan segala hal agar tetap merasa sosok tersebut tetap ada disampingnya. Kehilangan seseorang akan meninggalkan duka mendalam, namun kesedihan berlarut-larut juga tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental.

Selain itu, saat kehilangan biasanya seseorang baru merasa tersadar bahwa belum banyak melakukan hal yang membut seorang yang dicinta bangga. Seperti yang belum lama ini viral di TikTok seorang wanita membangun rumah didepan kuburan sang nenek lantaran tidak ingin jauh dari sang nenek dan merasa belum bisa membahagiakan sang nenek selama beliau hidup.

@lla_ella1

fypdongg #fyp

original sound - LLa ElLa Al-Ghifarii - LLa ElLa Al-Ghifarii

Dalam video tersebut, sang pemilik akun membagikan cerita dan alasan mengapa ia membangun rumah didepan kuburan sang nenek. Sang pemilik akun @lla_ella1 menjelaskan bahwa ia membangun rumah didepan kuburan nenek lantaran ia sayang dengan sang nenek dan tidak ingin jauh dari almarhumah nenek tercintanya.

Pada video tersebut ia juga menjelaskan bahwa ia menyesal lantaran tidak mengurus sang nenek dengan baik selama neneknya masih hidup. Sang pemilik akun juga menambahkan bahwa kerabat dan keluarganya tidak mau datang ke rumah yang ia bangun didepan kuburan sang nenek.

Bahkan banyak warganet yang berkomentar juga merasa takut jika ada rumah yang berhadapan dengan kuburan. Namun sepertinya rasa sayang sang pemilik akun @lla_ella1 kepada sang nenek lebih besar dari rasa takutnya lantaran rumahnya dibangun didepan kuburan sang nenek.


Komentar Warganet

Sehari diunggah, video tersebut sudah ditonton lebih dari 1 juta kali. Video tersebut diunggah pad 19 Januari 2021 ini sudah dibagikan beberapa kali dan mendapatkan 41 ribu likes dari para pengguna TikTok. Hampir seribu komentar dibubuhkan warganet pada kolom komentar video tersebut. Mayoritas warganet berkomentar bahwa banyak dari mereka yang rumahnya berdekatan ataupun berhadapan dengan kuburan.

"Takut, walau suatu saat akan mati." tulis Lu Lu.

"Depan rumahku malah kuburan kak buka pintu udah keliatan kuburannya." komentar Vina Naili Rosana.

"Kita sama kk sayang sama nenek, aku kehilangan nenekku bulan 12-2020 hampir separuh jiwa ku hilang, aku sayang nenekku beliau yang selalu ada untukku." imbuh Nay.

"Bagi orang lain menakutkan, beda dengan keluarga sendiri yang meninggal, ngga ada rasa takut senang kalau ketemu masuk mimpi." timpal Bluemoon.

"Tapi rumah kakak ini beda saya liat, ga horor malah suasananya hangat menurut saya." tambah Riffa Azzahra.

Kuburan Ayah Terendam, Pertanda Apa?

Kota Medan Dilanda Banjir, Wanita Ini Bagikan Pengalaman Ziarah ke Makam Ayahnya yang Terendam

Liputan6.com 2020-12-10 16:01:11
(@ngalaybarengicayuk/titkok.com)

Beberapa waktu lalu pada Kamis (3/12/2020), kota Medan, Sumatera Utara sempat dilanda banjir yang mencapai 5 meter. Beruntung, kini kondisinya telah berangsur surut.


Bencana banjir

Bencana banjir yang melanda daerahnya, membuat seorang netizen teringat almarhum ayahnya. Dibalut rasa khawatir, wanita itu langsung berziarah ke makam sekaligus mengecek kondisi TPU tempat ayahnya disemayamkan.

Melalui unggahan akun Tiktok-nya @ngalaybarengcayuk dia memperlihatkan situasi pemakaman yang area depannya telah digenangi air.


Berziarah ke makam ayah

Dia pun masuk ke area pemakaman yang telah digenangi air yang tingginya semata kaki. Melihat kondisi itu, wanita itu pun ingin segera mengecek kuburan sang ayah dan memastikan tempat peristirahatannya baik-baik saja.

Dengan langkah kaki yang cukup berat karena genangan air, dia senang karena kuburan ayahnya tidak terkena banjir. Hanya saja, kuburan almarhum ayah nyaris tertimpa pohon tumbang.

"Alhamdulilah kuburan ayah enggak kena banjir," ungkapnya.


Kondisi makam ayahnya

@ngalaybarengicayuk

Jangan banjir lagi dong medan

Bertaut - Nadin Amizah


Respon Warganet

Unggahan seorang putri yang mekhawatirkan makam sang ayah di tengah bencana banjir mengundang simpati warganet. Sebagian dari mereka menyemangati sang anak dan turut mendoakan ayahnya yang telah tiada.

"Semangat kak semoga ayah Kaka masuk surga," tulis akun @Zabyer Valentino.

"Semoga cepet surut yaa kakak aku bantu doa dari sinii, intinya semangattt,"ucap akun @meikaaneska.

"Dari vidio ini gw menayadari pengorbanan ayah gw dari gw sakit dan lain nyaa," balas akun @kartikachf.

"Semangat kak Aku akan doain orang tua kk masuk surga Amin...... ," tambah akun @LELEMON .

"Semangat ya kaksemoga ayah kakak tenang di sana amin," ujar akun @Rahmadini Habibah.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: