Volume 31

Ekspresi Maut di Kapal Hantu

Mengungkap Fakta Kapal Hantu Medan

Liputan6.com 2021-06-25 02:30:29
Ilustrasi SS Ourang Medan (toptenfamous.com)

Sebuah kapal bernama bertuliskan Ourang Medan pernah menjadi perhatian dunia. Bahkan, berbagai sumber menyebut kapal tersebut merupakan kapal hantu.

Pada Juni tahun 1947, dua buah kapal Amerika yang sedang berada di Selat Malaka -- City of Baltimore dan Silver Star menerima pesan darurat dari kapal dagang milik Belanda, yakni SS Ourang Medan atau disebut Orang Medan.

Kisah tersebut terjadi di Selat Malaka. Melibatkan kapal dari Indonesia yang kala itu bernama Hindia Belanda. Seorang operator di kapal Ourang Medan mengirimkan kode Morse.

Isinya: "Semua awak kapal, termasuk kapten terbaring sekarat di ruang peta (chartroom) dan anjungan. Mungkin semuanya telah meninggal dunia."

Kemudian kalimat terakhir diterima. "Aku mati," seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (4/12/2015). Setelah itu pesan radio terputus. Pesan mengerikan tersebut juga didengar pos pemantauan milik Belanda dan Inggris yang ada di sekitar Selat Malaka.

Para operator radio penerima berusaha melacak sumber sinyal dan menentukan bahwa pesan tersebut datang dari SS Ourang Medan, yang juga ada di Selat Malaka.

Kapal Silver Star adalah yang terdekat. Nakhodanya lalu memutar haluan mendekati lokasi Ourang Medan. Mereka menemukan kapal itu terapung-apung di lautan.

Yang mengerikan, jasad-jasad para krunya bertebaran di dek. Semuanya dalam kondisi mengerikan: mata terbelalak. Ekspresi ketakutan dan horor terlihat jelas dalam wajah-wajah beku. Pun dengan anjing kapal yang ditemukan mati.

Para awak kapal tewas dalam posisinya masing-masing. Ada yang di anjungan, ruang mesin, dan lain-lain. Dari kondisi jenazah, apa pun penyebab kematian mereka, maut datang secara tiba-tiba dan seketika.

Awak kapal AS, Silver Star yang melakukan pengecekan tak menemukan tanda-tanda kekerasan, tak ada darah yang merembes, tiada tanda-tanda perlawanan dalam kapal SS Ourang Medan.


Mitos Atau Fakta

Kapten Silver Star memerintahkan agar tali pengeret dipasangkan ke Ourang Medan, agar kapal tersebut bisa ditarik ke pelabuhan terdekat, supaya aparat bisa menyelidiki apa gerangan penebar maut di bahtera tersebut.

Sebelum niatan itu terlaksana, asap tebal mengepul dari bagian kapal. Kemudian, ledakan terjadi. Ourang Medan pun tenggelam. Semua bukti-bukti karam ke dasar laut.

Legenda Ourang Medan menyebar dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain. Dijadikan artikel majalah-majalah spesialisasi kisah misteri. Sebuah laporan resmi terkait kapal itu bahkan muncul dalam Proceedings of the Merchant Marine Council" US Coast Guard edisi Mei 1952.

Muncul beragam spekulasi soal kejadian aneh yang menimpa Ourang Medan. Dari keracunan karbon monoksida, kargo berbahaya, sampai fenomena paranormal yang melibatkan UFO hingga makhluk halus bahkan hanya legenda.

Pencarian dokumen tentang kejadian tersebut tak membuahkan hasil. Insiden Ourang Medan tak tercatat dalam Lloyd's Shipping Register. Juga tak ada registrasi kapal bernama Ourang Medan di sejumlah negara, termasuk Belanda.

Sementara, memang ada kapal kargo bernama Silver Star pada tahun 1947 yang sebelumnya bernama Santa Cecilia. Ahli sejarah kelautan, Roy Bainton sempat melakukan penelitian soal itu.

Berdasarkan data dari Lloyd's Shipping registers, catatan pelayaran Belanda, juga Maritime Authority Singapura. Dia menyimpulkan Ourang Medan tak lebih dari rumor 'kapal hantu' di kalangan para kelasi dari masa itu.

Lalu, Bainton menemukan buklet 32 halaman dari Jerman berjudul, Das Totenschiff in der Sdsee (Death Ship in the South Sea) yang ditulis Otto Mielke, yang menawarkan detik soal Ourang Medan, rute, karno, tanse, bahkan nama kaptennya.

Diduga kapal nahas itu menyelundupkan muatan beracun, 'Zyankali' (potasium sianida) dan nitrogliserin sebuah gas pelumpuh syaraf yang masuk kategori senjata biologis.

Sebutan 'Ourang Medan' mungkin hanya kedok, menyembunyikan nama kapal yang asli.

"Untuk memahami mengapa Ourang Medan hilang lenyap dalam sejarah, kita harus memahami pergolakan politik di Indonesia pada masa itu," tulis Bainton, dalam situs arsip internet, web.archive.org.


Saksikan video pilihan berikut ini

Aura Kematian di Aokigahara

Keindahan Hutan Aokigahara dan Legenda Hantu Mitologi Jepang

Liputan6.com 2021-06-24 10:32:47
Hutan Aokigahara, Jepang. (Sumber: Instagram/zakusuzaku)

Sejumlah jasad manusia tinggal tulang belulang tergeletak di sebuah hutan yang populer dengan mitologi dan terkenal sebagai lokasi bunuh diri di Jepang. Hutan itu bernama Aokigahara.

Hutan yang berada di kaki Gunung Fuji tersebut, luasnya mencapai 32 kilometer persegi. Saking lebatnya, hutan itu dijuluki 'lautan pohon'.

Dari data yang didapat sekitar 100 orang ditemukan bunuh diri di Hutan Aokigahara tiap tahunnya. Hutan Aokigahara memiliki bebatuan yang indah dan gua-gua es yang beberapa di antaranya jadi destinasi wisata populer.

Meski demikian, fakta Hutan Aokigahara adalah tempat populer untuk bunuh diri. Aura kematian sudah lama terasa dari hutan tersebut.

Ritual ubasute -- menyepi hingga ajal-- dilakukan di hutan itu sejak abad ke-19. Popularitas Hutan Aokigahara menjadi tempat bunuh diri diperkuat sebuah novel top 'Koroi Jukai' karya Seicho Matsumoto yang terbit tahun 1960.

Novel tersebut menceritakan tentang dua orang yang dimabuk cinta berkomitmen mengakhiri nyawa demi cinta di hutan tersebut. Hasil penelusuran data yang dihimpun, di Hutan Aokigahara terdapat banyak pita terkait di antara pepohonan.

Pita tersebutsebagai petunjuk arah pulang. Jika sewaktu-waktu mereka mengurungkan niat untuk bunuh diri, bisa kembali.

Tak hanya pita, di dalam hutan tersebut banyak tergeletak barang pribadi. Barang tersebut diyakini berkaitan dengan mereka yang bunuh diri di Hutan Aokigahara ini.


Upaya Pemerintah Setempat

Aokigahara bahkan disebut-sebut punya kaitan historis dengan setan atau hantu dalam mitologi Jepang. Bahkan, ada legenda kuat bahwa hantu yang mati di sana mendorong orang untuk bunuh diri.

Hantu bernama Yurei itu diyakini mampu mengirim amarahnya kepada orang yang sedang berada di lokasi hutan atau dekat dengan Hutan Aokigahari.

Upaya pemerintah Jepang untuk menekan angka bunuh diri terus dilakukan. Di Hutan Aokigahara, jalur pendakian penuh dengan papan peringatan yang mendesak orang-orang yang memiliki pemikiran bunuh diri untuk mempertimbangkan nasib keluarga mereka.

Mereka juga dianjurkan untuk menghubungi kelompok pencegahan bunuh diri untuk mendapatkan pendampingan. Suasana seram di Hutan Aokigahara tersebut sempat diabadikan dalam video perjalanan vlogger asal Amerika Serikat Logan Paul.

Namun kemudian, ia jadi sasaran kritik tajam gara-gara mengunggah rekaman yang menunjukkan jasad korban bunuh diri di Hutan Aokigahara Jepang.

Rekaman yang diunggah Minggu 31 Desember 2017 itu telah ditonton jutaan orang sebelum akhirnya ditarik. Logan Paul, yang punya 15 juta subscribers di situs berbagi video kemudian mengunggah permintaan maaf di akun Twitter pribadinya.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.


Saksikan video pilihan berikut ini

Misteri Tjipetir yang Hebohkan Eropa

Cerita Misteri di Indonesia yang Mendunia

Liputan6.com 2021-06-25 01:30:24
Misteri Tjipetir (BBC)

Sejumlah ceritamisteri tentang Indonesia belum banyak terpecahkan. Bahkan, misteri yang belum terpecahkan tersebut menarik perhatian warga dunia.

Mulai dari balok misterius bertuliskan Tjipetir, atlanis, piramida tertua di muka bumi hingga darah orang Indonesia yang ada di Madagaskar.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut misteri tentang Indonesia yang menjadi perhatian dunia:

Balok Misterius

Sebuah benda berbentuk persegi hitam, mirip talenan, terbawa ombak di seantero Eropa. Tak ada yang tahu, dari mana benda itu berasal. Hanya ada petunjuk kata 'Tjipetir' yang tercetak di permukaan kenyal itu.

Salah satu orang yang menemukannya, Tracey Williams, warga Newquay, Cornwall, Inggris berusaha memecahkan misterinya.

Ia melacaknya dari kata 'Tjipetir'. Hasil riset menemukan kata tersebut bersesuaian dengan nama sebuah kebun karet di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.

Kebun tersebut yang beroperasi sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ketika Nusantara masih bernama Hindia Belanda. Hasil penelitian menyebutkan benda persegi itu sejatinya bukan karet, tetapi mirip gutta-percha atau getah perca: lateks koagulasi dari cairan getah murni yang dapat mengeras dan berasal dari pohon jenis Sapotaceae yang dapat dipadatkan, umumnya terdapat di Semenanjung Malaysia.

Pada abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, bahan itu digunakan sebagai insulasi kabel telegraf yang melintang di dasar laut. Williams lantas menyebarkan temuannya itu di laman Facebook-nya. Orang-orang pun makin ramai merespons dan berbagi kisah 'Tjipetir' temuannya.

Benda persegi tersebut ditemukan tak hanya di Inggris dan Wales, tapi sampai di Shetland, Channel Islands, Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark. Sejumlah orang juga melaporkan temuan karung dan gulungan karet.

Diduga balok Tjipetir itu adalah tumpahan kargo kapal Jepang Miyazaki Maru yang tenggelam pada Mei 1917, di tengah Perang Dunia I.


Misteri Perempuan Nusantara

Darah Indonesia

Madagaskar merupakan salah satu daerah yang menjadi daya tarik antropolog untuk meneliti. Diketahui, selama ribuan tahun tidak ada manusia.

Bahkan, pulau keempat terbesar dunia itu sebelumnya hanya dihuni hewan lemur. Namun, hasil penelitian menyebutkan penduduk Madagaskar memiliki nenek moyang dari Indonesia.

Seperti dimuat situs sains, Physorg.com, penelitian genetika yang dipimpin Murray Cox dari Massey University Selandia Baru mengungkap hal mengejutkan: bahwa nenek moyang penduduk Madagaskar adalah 30 perempuan -- 28 di antaranya yang berasal dari Indonesia.

Petunjuk didapatkan dari uji DNA 266 orang dari tiga etnis Malagasy -- orang asli Madagaskar dan analisis mitokondria atau baterai sel yang gennya diwariskan dari ibu.

"Hal yang tak biasa tentang pulau ini adalah, Madagaskar terletak sangat jauh dari Indonesia. Ia juga dihuni belakangan, ketika sebagian besar dunia telah berpenghuni," kata peneliti dari Massey University Selandia Baru, Murray Cox, kepada situs sains LiveScience.

Para perempuan Nusantara itu datang ke pulau di pesisir Benua Afrika itu pada 1.200 tahun. Diduga, kapal mereka tenggelam kala itu.

Simulasi komputer juga menunjukkan, permukiman pertama di Madagaskar ada pada tahun 830 Masehi, saat yang bersamaan dengan berkembangnya perdagangan nusantara di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya, yang berpusat di Sumatera.

Ada faktor lain yang menunjukkan kontribusi Nusantara, yakni bahasa. Dari segi linguistik, penduduk Madagaskar bicara dalam bahasa, yang asal-usulnya bisa dilacak sampai Indonesia. Sebagian besar dari leksikon Ma'anyan, bahasa yang dipraktekkan sehari-hari di masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Barito, di wilayah pedalaman.

Juga ditemukan segelintir bahasa yang akarnya dari Jawa, Melayu, atau Sansekerta.

Bukti lain pengaruh Nusantara di Madagaskar adalah penemuan perahu cadik, peralatan besi, instrumen musik seperti gambang. Juga peralatan makan yang sangat 'tropis', sistem tanam padi, pisang, ubi jalar di sela-sela hutan.

Bagaimana para perempuan ini sampai di Madagaskar, hingga kini masih jadi misteri besar?


Atlantis di Indonesia

Atlantis di Indonesia

Dari catatan filsuf Yunani Plato dalam dialog 'Timaeus dan Critias', yang ditulis sekitar tahun 330 Sebelum Masehi menjadi petunjuk yang memicu pencarian besar-besaran terhadap sebuah peradaban yang hilang: Atlantis.

Menurut, Plato, Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules". Pulau berberadaban maju itu konon memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudera. "Hanya dalam waktu satu hari satu malam".

Sejumlah ilmuwan dan petualang berusaha "menyibak" lautan, untuk mencari tahu di mana posisi Atlantis.

Konon, lokasinya ada di Spanyol, Kepulauan Mediterania, Gurun Sahara, Amerika Tengah, Antartika, Afrika, atau Samudera Atlantik -- yang namanya mirip.

Namun, kata penulis Brasil Arysio Santos, Atlantis tak kunjung ditemukan karena mereka mencarinya di tempat yang salah.

"Atlantis berada di Samudera Hindia, di belahan lain Bumi," kata dia. Pria berlatar belakang fisika nuklir itu menunjuk Indonesia sebagai lokasi persisnya.

Dalam bukunya, "Atlantis the Lost Continents Finally Found", Santos menggambarkan Atlantis berada di "the most volcanic region in the world" alias daerah paling banyak gunung berapinya.

Dan, seperti dikutip laman Atlan.org, faktanya Indonesia terdiri dari ribuan gunung berapi yang berubah menjadi pulau-pulau.

Indonesia juga pernah mengalami bencana letusan gunung Krakatau dan Tambora. Bahkan, Danau Toba di Sumatera adalah bekas salah satu kawah gunung berapi.

Letusan beberapa gunung berapi secara bersamaan, kata Santos, menyelimuti permukaan bumi mencairkan es dan memicu ombak raksasa yang menenggelamkan Atlantis. Namun atlantis hingga kini masih menjadi cerita misteri.


Manusia Hobbit

Manusia Hobbit

Gabungan peneliti dari Indonesia dan Australia melakukan ekskavasi di gua batu kapur Liang Bua. Mereka menemukan fosil tengkorak kecil dan bagian rahang bawah.

Meski mungil, namun, ia memiliki susunan gigi dewasa. Tulang yang membatu itu diperkirakan berusia 180 ribu tahun.

"Ini bukan tengkorak anak kecil, tapi sosok dewasa mini -- salah satu hominid atau makhluk mirip manusia dewasa terkecil yang pernah ditemukan," kata Mike Morwood dari University of Wollongong, Australia saat mengumumkan temuannya.

Sejumlah fosil belulang lain kemudian diekskavasi dan diidentifikasikan sebagai spesies hominid yang disebut sebagai Homo floresiensis.

Sejak penemuan tersebut, para peneliti berusaha menguak misteri asal usulnya.

Pada 2010, para ilmuwan mengungkap bahwa peralatan batu yang ditemukan di Flores menunjukkan bahwa nenek moyang manusia hobbit tinggal di wilayah itu pada 1 juta tahun lalu.

Kemudian, muncul dugaan bahwa nenek moyang hobbit adalah Homo erectus -- yang menuai perdebatan sengit soal peranannya dalam rantai evolusi manusia.

Fosil Homo erectus yang ditemukan di Sangiran, wilayah tepi Bengawan Solo di Jawa Tengah pada Abad ke-19 diduga berusia 1,5 juta tahun.

Belakangan, seperti dikutip dari situs LiveScience, para ahli menemukan peralatan dari batu yang diperkirakan berasal dari masa 118 ribu - 194 ribu tahun lalu.

Peralatan itu diperkirakan milik kerabat misterius manusia. Namun, bukan Homo erectus atau Homo floresiensis. Mereka sama sekali berbeda, mungkin nenek moyang manusia hobbit.

"Mungkin ada spesies hominid yang sama sekali berbeda di Sulawesi sebelum manusia modern datang menggunakan perahu sekitar 50 ribu tahun lalu," kata pemimpin studi, Gerrit van den Bergh, dari University of Wollongong, Australia, seperti dimuat LiveScience 13 Januari 2016.

Para peneliti masih menguak misteri apa gerangan manusia purba yang membuat alat batu tersebut.


Piramida Tertua di Bumi

Piramida Tertua di Bumi

Sejarawan Belanda, NJ Krom terpukau saat melihat situs megalitikum di permukaan sebuah bukit di Cianjur, Jawa Barat pada tahun 1914. Sang ilmuwan menduganya sebagai kuburan.

Namun, warga lokal mengira itu istana Prabu Siliwangi yang gagal dibangun dalam waktu semalam. Kemudian, tahun 2011, Gunung Padang kembali jadi pusat perhatian.

Saat itu, temuan tim peneliti katastrofi purba yang dibentuk kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana mengungkapkan, apa yang dilihat N.J Krom baru sekedar permukaan.

Hal menarik, kata mereka sejatinya ada di Perut Gunung Padang. Diduga, situs tersebut bukanlah bukit alami, melainkan sebuah bangunan buatan manusia masa lalu yang berperadaban maju, yang bentuknya pundek berundak -- mirip piramida.

Jika terbukti, bisa jadi Gunung Padang adalah punden berundak terbesar di dunia. Bahkan yang tertua.


Kapal Hantu di Medan

Kapal Hantu Medan

Suatu hari pada bulan Juni 1947, dua kapal Amerika yang sedang berada di Selat Malaka -- City of Baltimore dan Silver Star -- menerima pesan darurat dari kapal dagang milik Belanda, SSOurang Medan. Atau 'Orang Medan'

Seorang operator di kapal Ourang Medan mengirimkan kode Morse. Isinya: "Semua awak kapal, termasuk kapten terbaring sekarat di ruang peta (chartroom) dan anjungan. Mungkin semuanya telah meninggal dunia."

Kemudian kalimat terakhir diterima. "Aku (akan) mati," seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (4/12/2015). Setelah itu pesan radio terputus.

Pesan mengerikan tersebut juga didengar pos pemantauan milik Belanda dan Inggris yang ada di sekitar Selat Malaka.

Kemudian, para operator radio penerima berusaha melacak sumber sinyal dan menentukan bahwa pesan tersebut datang dari SS Ourang Medan, yang juga ada di Selat Malaka.

Kapal Silver Star adalah yang terdekat. Nakhodanya lalu memutar haluan mendekati lokasi Ourang Medan. Mereka menemukan kapal itu terapung di lautan.

Yang mengerikan, jasad-jasad para krunya bertebaran di dek. Semuanya dalam kondisi mengerikan: mata terbelalak.

Ekspresi ketakutan dan horor terlihat jelas dalam wajah-wajah beku. Pun dengan anjing kapal yang ditemukan mati.

Awak kapal AS, Silver Star yang melakukan pengecekan tak menemukan tanda-tanda kekerasan, tak ada darah yang merembes, tiada tanda-tanda perlawanan.

Kapten Silver Star memerintahkan agar tali pengeret dipasangkan ke Ourang Medan, agar kapal tersebut bisa ditarik ke pelabuhan terdekat, supaya aparat bisa menyelidiki apa gerangan penebar maut di bahtera tersebut.

Namun, sebelum niatan itu terlaksana, asap tebal mengepul dari bagian kapal. Kemudian, ledakan terjadi. Ourang Medan pun tenggelam. Semua bukti-bukti karam ke dasar laut.

Legenda Ourang Medan menyebar dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain. Dijadikan artikel majalah-majalah spesialisasi kisah misteri.

Sebuah laporan resmi terkait kapal itu bahkan muncul dalam Proceedings of the Merchant Marine Council US Coast Guard edisi Mei 1952. Hingga kini belum diketahui, apakah Ourang Medan kisah nyata atau bohong belaka.


Simak video pilihan berikut ini:

Atlantis, Nyata atau Mistis

Atlantis dan Catatan Seorang Filsuf Yunani Kuno

Liputan6.com 2021-06-25 18:00:33
Fakta Unik Kota Atlantis. (Sumber: Instagram.com/ brainberries)

Keberadaan Atlantis masih menjadi perhatian para peneliti antropolog. Beragam spekulasi muncul yang mengklaim tentang keberadaan Atlantis yang belum terungkap ini.

Atlantis disebut sebagai sebuah kota yang sudah menerapkan teknologi sangat canggih. Bahkan, Atlantis disebut-sebut sebagai kota yang hilang.

Dari berbagai data yang dihimpun, kota tersebut pertama kali disebutkan oleh seorang filsuf Yunani Kono Plato lebih dari 2.300 tahun yang lalu.

Atlantis juga dikenal sebagai salah satu misteri tertua dan terbesar di dunia. Belakangan, sejumlah ilmuan dikabarkan menemukan bukti-bukti yang mengarah kepada keberadaan Atlantis.

Beberapa spekulasi menyebutkan atlantis tenggelam di Kepulauan Mediterania, Gurun Sahara, Amerika Tengah, Antartika, Spanyol, bahkan Indonesia.

Dalam sebuah cerita, Plato menggambarkan atlantis sebagai kota raksasa. Namun, belum ada informasi spesifik tentang ukuran kota tersebut.

Dari cerita legenda, Atlantis dibangun oleh Dewa Laut, Poseidon. Bahkan, rumah baru yang dibangun oleh Poseidon atas cintanya di Kota Atlantis dikelilingi oleh cincin air dan tanah.

Beberapa hasil penelitian lain juga menyebutkan bahwa atlantis terletak di pulau Yunani kuno, Thera. Daerah tersebut saat ini menjadi Santorini. Ahli geologi mengatakan bahwa topografi Santorini sesuai dengan apa yang digambarkan oleh Plato.

Indikasi lain temuan atlantis adanya temuan Antikythera, yaitu alat misterius yang ditemukan di dalam kapal karam 1.000 tahun sebelum Masehi.


Laut Jawa

Ahli komputer Jerman, Michael Hubner mengaku punya hipotesis lain soal Atlantis. Menurut dia, bisa jadi Atlantis hanya tenggelam sementara oleh tsunami dahsyat.

Kota kuno yang porak poranda itu lalu kembali muncul setelah ombak surut dan kembali ke laut. Hubner yakin, reruntuhan Atlantis tidak berada di dalam lautan melainkan berupa daratan yang berada di pesisir Maroko.

Hipotesis Hubner dicatat dalam buku anyar berjudul, 'Meet Me in Atlantis' karya penulis Mark Adams -- yang bahkan menyebutnya sebagai teori yang paling masuk akal.

Tak seperti para 'Atlantologists' -- para ahli Atlantis -- yang mengarahkan Adams ke Malta, Pulau Santorini di Yunani dan Andalusia di Spanyol, Teori Hubner mendukung keyakinan sang penulis.

Hubner, yang berasal dari Bonn, Jerman, mengkompilasikan sejumlah ciri geografis Atlantis yang diambil dari dialog Plato, 'Timaeus' dan 'Critias' -- dua tulisan di mana sang filsuf besar mendeskripsikan kota yang ajaib dan teramat canggih di masanya itu.

Hubner lalu menggunakan atribut-atribut tersebut, yang jumlah totalnya 51 buah, untuk analisis statistik dalam program pemetaan.

Sementara itu, penelitian Ahli Teknik Hidrologi Dhani Irwanto memperkirakan lokasi Atlantis berada di laut Jawa, di lepas pantai Kalimantan.

Ibu kota Atlantis identik dengan terumbu karang Gosong Gia atau Annie Florence Reef. Gosong Gia terletak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Sebagaimana catatan Plato yakni ibukota Atlantis ada di laut yang dikelilingi benua tak terbatas, yang lainnya adalah samudera yang sebenarnya. Bekas kotanya sekarang berada di bawah laut. Tak dapat dilayari dan ditembus karena tertutup terumbu karang.

Bahkan, menurut catatan Plato yang lain menyebutkan, ciri-ciri atlantasi terdapat mata air panas dan dingin. Batu berwarna putih, hitam dan merah. Bebatuannya dilubangi untuk atap galangan (kapal) ganda.

Menurut Dhani, catatan plato tersebut mirip dengan Pulau Bawean, Gresik. Ada mata air panas dan dingin, hingga bebatuan beku berwarna merah, putih dan hitam.

Di bawah bebatuan tersebut bisa dijadikan tempat penyimpanan kapal-kapal.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Segitiga Bermuda Kembali Makan Korban

Misteri Pelaut Perempuan Jatuh dari Kapal Lalu Lenyap di Segitiga Bermuda

Liputan6.com 2021-06-24 08:00:00
Segitiga Bermuda (Foto: Noaa National Ocean Service).

Segitiga Bermuda menjadi lokasi pelayaran terakhir Britt Taylor dan kali ini mungkin ia tak akan pulang. Pelaut profesional itu lenyap ditelan lautan.

Taylor terjatuh dari kapal layar Small World IV pada Rabu 2 Juni 2021. Kejadiannya malam hari. Kapten kapal, yang tak disebut namanya, mengaku tidak tahu apa-apa. Dia sedang tidur kala itu.

Insiden terjadi saat kapal menempuh pelayaran dari Puerto Rico ke Maryland, di titik sekitar 273 kilometer sebelah timur Eleuthera, sebuah pulau di Bahama. Lokasinya ada di area yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda.

Salah satu rekan korban mengungkapkan bahwa setiap berlayar Taylor selalu mengenakan jaket pelampung tiup, lengkap dengan suar radio yang otomatis aktif saat kontak dengan air. Namun, tak ada sinyal yang terkirim.

Satuan Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) segera menerjunkan tim pencari. Lautan seluas 18 ribu mil persegi disisir. Hasilnya nihil. Keberadaan perempuan 52 tahun itu tak diketahui.

Operasi pencarian besar-besaran akhirnya dihentikan setelah 63 jam.

Kejadian tragis yang menimpa Britt Taylor membuat banyak orang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi. Apalagi bukan kali itu saja korban angkat sauh dan menyeberangi lautan luas.

"Dia jatuh di tengah lautan, entah di mana. Itu sangat mengerikan," kata sesama pelaut, Barbara Marcoz, seperti dalam artikel yang dimuat situs turnto10.com pada 7 Juni 2021.

Insiden Britt Taylor menambah daftar panjang kecelakaan yang terjadi di Segitiga Bermuda. Kawasan laut di wilayah imajiner yang menghubungkan Bermuda, Florida, dan Puerto Rico itu punya reputasi menakutkan.


Lautan Terkutuk

Selama beberapa dekade, Segitiga Bermuda identik dengan julukan 'lautan terkutuk'.

Ia jadi lokasi hilangnya banyak pesawat dan kapal, beserta manusia-manusia yang ada di dalamnya. Kisah misteri hingga horor membuat Segitiga Bermuda punya reputasi mengerikan.

Para ilmuwan memiliki teori baru tentang misteri Segitiga Bermuda. (iStock)

Perairan itu dikaitkan dengan banyak spekulasi dari markas alien, black hole atau lubang hitam yang menyedot benda dan membawanya ke dimensi lain, piramida misterius, wilayah Atlantis Yang Hilang, sampai rumah iblis.

Christopher Columbus, di masa awal penjelajahannya ke Dunia Baru pada 1492, adalah yang pertama mencatat soal anomali di sekitar segitiga imajiner itu.

Saat kapal-kapal armadanya, Nina, Pinta, dan Santa Maria melintas Laut Sargasso, Columbus mengaku kompasnya menjadi tak menentu. Ia juga melihat cahaya aneh di cakrawala pada 11 Oktober 1492, yang hingga kini belum bisa dijelaskan.

Christopher Columbus. (Public Domain)

Namun, istilah 'Segitiga Bermuda' baru tenar setelah Vincent H. Gaddis menuliskannya dalam artikel yang terbit Februari 1964 di Majalah Argosy, yang berjudul "The Deadly Bermuda Triangle" -- Segitiga Bermuda yang Mematikan.

Disusul tulisan Ivan T. Sanderson, "Invisible Residents" [1970] yang menyebut spekulasi bahwa Segitiga Bermuda adalah bukti adanya peradaban bawah laut yang cerdas dan berteknologi tinggi yang bertanggung jawab atas berbagai fenomena misterius. Makin banyak buku soal itu yang ditulis, dipakai inspirasi sejumlah film. Spekulasi pun makin liar.

Tulisan yang relatif masuk akal baru terbit pada 1975 oleh Larry Kusche, pustakawan Arizona State University. Ia membongkar mitos yang ia sebut sebagai "misteri yang diproduksi" dalam buku "The Bermuda Triangle Mystery-Solved".

Ia menggali bukti arsip seperti rekaman data cuaca, laporan resmi penyelidik, laporan media masa, dan dokumen lain -- fakta yang kerap diabaikan oleh para penulis sebelumnya.


Kecelakaan Paling Misterius

Predikat horor kian menguat setelah insiden yang terjadi pada 5 Desember 1945 pukul 14.10 waktu setempat. Kala itu, lima pesawat yang dipiloti para pilot terlatih dari kesatuan Penerbangan 19 tiba-tiba hilang. Padahal cuaca sedang cerah.

Awalnya, saat jarum jam menunjuk pukul 14.10 waktu setempat, di bawah komando Letnan Charles Taylor, lima jet pengebom torpedo TBM Avenger bermesin tunggal keluar dari pangkalan udara Fort Lauderdale.

Sekitar 90 menit setelah lepas landas, Letnan Taylor lewat radio melaporkan, tim tersesat dan kompas tidak berfungsi. "Kami tak tahu, ini di mana," kata dia, seperti dikutip dari Sun Sentinel.

Torpedo Bomber #28, pesawat utama Flight 19, yang lenyap pada Desember 1945 di lepas pantai Florida. (AP)

Selama dua jam kemudian, Letnan Taylor mengarahkan pesawat, yang ia kira menuju Miami, namun nyatanya justru mengarah ke Samudera Atlantik.

Pangkalan angkatan laut di Miami sempat mendapatkan sinyal samar-samar dari skuadron tersebut di sekitar 150 mil dari lepas pantai New Smyrna Beach.

Panggilan terakhir yang dilakukan skuadron terjadi pada pukul 19.27. Setelah itu lenyap.

Setelah armada dinyatakan hilang, tim penyelamat pun diberangkatkan. Pesawat amfibi berbadan besar dengan mesin ganda dikirim dari pangkalan Banana River di Central Florida. Namun, pesawat itu justru jatuh ke laut ganas. Sebanyak 13 orang penumpangnya tewas seketika.

Ada lagi peristiwa hilangnya kapal induk USS Cyclops pada 1918, yang hingga saat ini jadi misteri terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal USS Cyclops hilang misterius di Segitiga Bermuda (Public Domain)

USS Cyclops (AC-4) hilang pada 4 Maret 1918 dalam perjalanan dari Barbados menuju Baltimore. Tak ada jejak yang tertinggal. Kapal dan kru serta penumpang yang berjumlah 306 orang raib.


Mitos Belaka

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badan ilmiah di bawah Departemen Perdagangan AS beberapa kali berupaya meluruskan mitos Segitiga Bermuda.

NOAA menegaskan, faktor cuaca dan buruknya navigasi menjadi segala penyebab hilangnya banyak alat transportasi di sana.

Gelombang besar di Segitiga Bermuda bisa mematahkan sebuah kapal menjadi dua, kata ahli. (iStock)

"Tidak ada bukti bahwa kehilangan misterius yang terjadi di Segitiga Bermuda terjadi dengan frekuensi yang lebih besar dibandingkan wilayah laut lainnya," demikian pernyataan lembaga itu dalam situsnya, seperti dimuat Daily Mail, 9 Februari 2014.

Ben Sherman, juru bicara NOAA kepada Sun Sentinel mengatakan, lembaganya menulis kisah Segitiga Bermuda sebagai bagian dari program pembelajaran masyarakat dan menjawab pertanyaan dari banyak orang.

NOAA juga berpegangan pada bukti ilmiah dari Angkatan Laut AS atau US Navy dan US Coast Guard yang tak mengakui eksistensi Segitiga Bermuda, sebagai wilayah geografis yang memiliki ancaman khusus untuk kapal atau pesawat.

"Berdasarkan kajian, kecelakaan pesawat dan kapal di daerah tersebut selama bertahun-tahun, tidak ditemukan bukti yang mengindikasikan bahwa itu disebabkan apa pun selain penyebab fisik."

Pertanyaan soal Segitiga Bermuda juga pernah ditujukan ke Badan Survei Geologi AS (USGS). Meski mengakui keberadaan gas hidrat di sedimen dalam laut di tenggara AS atau wilayah barat Segitiga Bermuda, dan bahwa gas bisa berkaitan dengan fenomena tenggelamnya kapal, geolog USGS, Bill Dillon membantah hipotesa itu sebagai penyebab tenggelamnya kapal di Segitiga Bermuda.

Sebab, pelepasan gas hidrat hanya terjadi di akhir zaman es, sekitar 15.000 tahun lalu atau lebih. Di mana saat itu, kapal yang tercanggih yang bisa dibuat tak lebih dari kayu berongga. Apalagi, terbukti lebih banyak kapal yang tenggelam di lokasi lain. "Misteri Segitiga Bermuda tak lebih dari dongeng," kata Dillon, di laman USGS.

Badan Antariksa AS, NASA pun berpendapat demikian. "Tidak ada lubang hitam di Segitiga Bermuda. Pada kenyataannya, bahkan tak ada yang namanya Segitiga Bermuda. Banyaknya kasus kehilangan di wilayah itu konsisten dengan yang terjadi wilayah lainnya," jelas Ilmuwan NASA, Dr Eric Christian.

(Ein)

Ribuan Boneka Penghibur Arwah

Kisah Pulau Boneka Meksiko Diangkat dari Cerita Legenda

Liputan6.com 2021-06-25 03:30:33
Pulau Boneka, Meksiko. (Sumber: Instagram/jessicarankenmayer)

Berwisata menjadi salah satu pilihan penting di tengah aktivitas masyarakat. Seperti wisata kuliner, sejarah, mendaki gunung dan lain sebagainya.

Namun, ada yang unik dari banyaknya pilihan wisata yang disajikan untuk dinikmati, yakni wisata horor di Negara Meksiko.

Wisata tersebut berada di 28 km arah Selatan dari Mexico City, Isle de las Munecas merupakan bagian dari kota Aztec, yang merupakan sebuah kanal dan pulau buatan.

Di sepanjang pohon yang ada di dalam Isle de las Mucenas banyak tergantung boneka. Boneka-boneka tua yang "membusuk" dan dipenuhi kotaran menjadi pemandangan yang menyeramkan.

Bahkan, lokasi wisata horor tersebut melekat sebuah legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut mengisahkan jenazah seorang gadis kecil ditemukan mengambang di tepi sungai yang keruh.

Don Julian Santana Barrera, seorang penjaga pulau menemukan jenazah gadis kecil nahas itu tertelungkup. Sementara, di samping jenazah ditemukan boneka kesayangannya mengambang.

Untuk mengenang gadis kecil itu, Barrera menggantungkan boneka di pohon dekat jenazah ditemukan. Pohon-pohon dengan ranting menjuntai, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota, dan penuh dengan boneka berumur tua yang tak lepas dari cerita legenda "mayat gadis kecil" akan melengkapi petualangan Anda di Meksiko.

Sumur Neraka Penjara para Jin

Misteri Sumur Neraka yang Dijuluki Penjara Para Jin di Yaman

Liputan6.com 2021-06-22 19:43:55
Pemandangan udara yang diambil pada 6 Juni 2021 menunjukkan Sumur Barhout yang dikenal sebagai Sumur Neraka di gurun Provinsi Al-Mahra Yaman. Sumur Neraka didukung oleh bau busuk yang naik da

Sebuah lubang besar menganga di tengah gurun di Provinsi Al-Mahra, Yaman. Dari kejauhan, liang itu terlihat gelap, kontras dengan lanskap kecokelatan di sekelilingnya.

Lebarnya diketahui 30 meter, tapi seberapa dalam, belum bisa dipastikan. Kisarannya antara 100 hingga 250 meter.

Nama asli lubang itu adalah Well of Barhout. Namun, orang lebih mengenalnya sebagai 'Well of Hell' atau Sumur Neraka.

Cerita rakyat setempat menyebut, lubang itu diciptakan sebagai penjara untuk membelenggu para jin. Entah ada atau tidak makhluk halus sungguhan di sana. Yang jelas, reputasi Sumur Neraka yang mengerikan ikut dipicu bau busuk yang menguar dari dalamnya.

Pemandangan udara yang diambil pada 6 Juni 2021 menunjukkan Sumur Barhout yang dikenal sebagai Sumur Neraka di gurun Provinsi Al-Mahra Yaman. Sumur Neraka lebih dekat ke perbatasan dengan Oman daripada ke Ibu Kota Sanaa yang berjarak 1.300 kilometer (800 mil). (AFP)

Bau menyengat itu juga bikin orang tak sanggup menjelajah lebih dalam. Direktur Jenderal Badan Geologi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Mahra, Salah Babhair mengaku, pihaknya tak tahu apa gerangan yang ada di dasar Sumur Barhout.

"Sangat dalam. Kami tak pernah mencapai dasar sumur itu. Hanya ada sedikit oksigen dan tak ada ventilasi," kata dia, seperti dikutip dari News.com.au, Selasa 22 Juni 2021.


Ada Sesuatu yang Tak wajar

Bukan berarti upaya untuk menguak misteri Sumur Neraka tak pernah dilakukan. Pihak badan geologi beberapa kali mengunjunginya. Mereka bahkan nekat masuk ke dalamnya. Tapi baru sampai kedalaman 50-60 meter, petugas balik kanan. Menyerah.

"Kami menjumpai hal-hal aneh di dalamnya. Kami mencium sesuatu yang tak wajar. Situasinya misterius," tambah Babhair.

Pemandangan udara yang diambil pada 6 Juni 2021 menunjukkan gurun Provinsi Al-Mahra Yaman di mana Sumur Barhout yang dikenal sebagai Sumur Neraka berada. Lubang raksasa di gurun Provinsi Al-Mahra ini memiliki lebar 30 meter dan diperkirakan memiliki kedalaman antara 100-250 meter. (AFP)

Tidak ada yang tahu sejak kapan Sumur Neraka ada. Tiada saksi mata yang menyaksikan kemunculannya. Menurut Babhair, bisa jadi usianya berjuta-juta tahun.

"Dibutuhkan lebih banyak studi, penelitian, dan penyelidikan di lokasi-lokasi seperti itu," tambah dia.


Mitos Tempat Tinggal Jin

Saking dalamnya, sinar matahari tak mampu menjangkau dasar Sumur Neraka. Hanya sedikit yang bisa diintip dari tepiannya. Yang kasat mata hanyalah burung-burung yang terbang, keluar masuk lubang.

Citranya yang misterius mengundang para pembuat konten video atau videografer datang ke sana. Mereka berniat mengabadikan penampakan close up dasar lubang. Namun, secanggih apapun kamera yang digunakan, hasilnya gagal. Nyaris tak ada apapun yang bisa direkam.

Beda dengan para ahli dan videografer, penduduk lokal takut mendekati Sumur Neraka. Bicara soal itu saja tak sudi.

Pemandangan udara yang diambil pada 6 Juni 2021 menunjukkan Sumur Barhout yang dikenal sebagai Sumur Neraka di gurun Provinsi Al-Mahra Yaman. Lubang raksasa di gurun Provinsi Al-Mahra ini memiliki lebar 30 meter dan diperkirakan memiliki kedalaman antara 100-250 meter. (AFP)

Selama berabad-abad, desas-desus menyebar soal makhluk gaib atau jin yang tinggal di Sumur Neraka. Kabar burung lain menyebut, lubang itu bisa menyedot apapun yang ada di dekatnya.

Barang siapa nekat dekat-dekat atau membicarakannya konon bakal sial. Nasibnya bakal buruk. Bahkan, katanya, kehidupan di muka Bumi bisa terancam.


Pembawa Nasib Buruk?

Ini mungkin tak ada hubungannya. Tapi, Yaman, di mana Sumur Neraka berada, memang bernasib buruk.

Negara itu kini dilanda perang saudara sejak 2014. Kubu pemerintah berhadapan dengan pemberontak Houthi. Pertempuran berlangsung sengit. Keterlibatan pihak luar bikin konflik makin pelik.

Seorang pejuang Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi menembakkan senjatanya selama bentrokan dengan pemberontak Houthi di garis depan Kassara dekat Marib, Yaman, 20 Juni 2021. (AP Photo/Nariman El-Mofty)

Malapetaka pun menimpa rakyat Yaman. Puluhan ribu orang tewas, jutaan lainnya dipaksa mengungsi. Menurut PBB, dua pertiga dari populasi negara itu, yang berjumlah 30 juta jiwa, bergantung nyawa pada bantuan dan belas kasih.

Yamansedang menderita krisis kemanusiaan yang terburuk di dunia.

(Ein)

Awas Horor, hanya untuk yang Bernyali

Wisata Horor Dunia Diangkat dari Legenda hingga Kisah Nyata

Liputan6.com 2021-06-25 00:30:32
Pulau Iblis, Guyana Prancis (Wikimedia Commons)

Wisata uji nyali belakangan banyak diminati pengunjung yang tengah menikmati liburan. Seperti berkunjung ke rumah tua, makam peninggalan, dan sebagainya.

Masing-masing lokasi wisata tentu menyimpan cerita tersendiri. Ada hal yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Sebut saja kasus penyiksaan, bunuh diri, atau bahkan tempat pembunuhan.

Beberapa lokasi wisata di dunia sudah cukup banyak dikenal bahkan kerap dikunjungi oleh wisatawan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa tempat wisata horor di dunia:

Pulau Ular (Brasil)

Ilha de Queimada Grande adalah sebuah pulau di lepas pantai Sao Paulo, Brasil. Pulau ini menjadi sarang bagi salah satu ular paling mematikan di muka bumi, tetapi belakangan menjadi salah satu tempat wisata uji nyali populer.

Sejumlah orang meyakini, ada seekor ular berjenis golden lancehead viper (Bothrops insularis) di tiap meter persegi lahan di pulau itu. Atau total berjumlah 4.000 ekor. Demikian menurut laporan Smithsonian. Sementara, seperti dikabarkan Wall Street Journal, ada 5 ekor hewan melata itu di tiap meter persegi.

Hidup nyaman tanpa predator, tetapi mangsa darat yang sulit didapat, 2 hal ini yang lantas terjadi: ledakan jumlah mereka tak terkendali, dan ular-ular itu menjadikan burung-burung yang bermigrasi sebagai sumber makanan.

Agar burung yang menjadi mangsa tak lepas dari jangkauan, golden lancehead viper berevolusi untuk menghasilkan bisa yang 5 kali lebih kuat dari ular daratan. Dengan racunnya itu mereka bisa menjatuhkan burung dengan segera.

"Saking kuatnya bisa tersebut, ia bisa melelehkan daging manusia, dan membunuh orang dalam 1 jam," demikian Liputan6.com kutip dari FoxNews.


Pulau Iblis

Pulau Iblis (French Guyana)

Terletak di French Guyana, pulau tersebut adalah salah satu lokasi yang digunakan oleh pemerintah Prancis untuk mengasingkan dan menghukum lawan-lawan politik atau oknum yang dianggap sebagai paling mengancam.

Selama beberapa dekade, pulau ini dikenal sebagai penjara paling brutal di dunia. sebab, ribuan orang tewas saat tinggal di pulau ini.

Banyak di antaranya yang meninggal karena penyakit tropis endemik, sementara sisanya meninggal karena kebrutalan pemerintah itu sendiri.

Hingga kini akses menuju pulau iblis telah ditutup. Selain banyak jasad dan tulang belulang yang berserakan, ancaman penyakit endemik masih menjadi ancaman di wilayah itu.

Guanajuato (Meksiko)

Membiarkan sesosok jenazah begitu saja sampai membusuk dan mengering adalah hal yang menyeramkan. Namun, kebiasaan melestarikan jenazah dan membiarkannya mengering begitu saja adalah hal lumrah bagi masyarakat Guanajuato, Meksiko.

Kebiasaan semacam ini memang kerap dilakukan warga Guanajuato untuk menghormati jasad manusia.

Masyarakat lokal menyebutnya dengan sebutan 'perayaan hari kematian'. Sebelum dibiarkan begitu saja, jenazah akan dibalsem terlebih dahulu dan dimumikan. Setelah itu mayat dimasukkan ke dalam tempat berbentuk tempurung siput.

Namun, ada pula yang dibiarkan begitu saja seperti posisi terakhir ketika meninggal. Mulut menganga atau bahkan mata terbuka.


Pulau Boneka

Pulau Boneka Xochimilco (Meksiko)

Apa jadinya jika sejumlah boneka tergantung di pepohonan dengan mata terbelalak dan menatap dengan pandangan kosong dan dalam kondisi rusak sebagian.

Legenda setempat menuturkan, di hutan Meksiko ditemukan seorang jenazah gadis kecil yang mengambang di tepi sungai. Penjaga pulau tersebut kemudian membawa jasad sang gadis kecil ke tepi sungai yang kala itu tengah memegang sebuah boneka.

Untuk mengenang mendiang sang gadis, pria tersebut menggantungkan boneka si gadis di dekat pohon tempat mayatnya ditemukan. Namun anehnya, pria itu setiap hari membawa boneka ke hutan untuk sang gadis perempuan. Boneka itu digantung di setiap pohon.

Aktivitas ini terus ia lakukan hingga seluruh pohon di hutan itu digantungi boneka. Hingga akhirnya kegiatan itu terhenti karena sang pria meninggal dunia.

Penduduk setempat mengatakan boneka-boneka itu kerap bergerak dan mengeluarkan jeritan setiap tengah malam. Saksi lainnya mengklaim mendengar boneka itu saling berbisik dan mengganggu pengunjung yang datang.


Hutan Bunuh Diri

Hutan Aokigahara (Jepang)

Hutan Aokigaharan adalah tempat terfavorit bagi masyarakat Jepang. Tempat tersebut menjadi favofit warga Jepang untuk bunuh diri.

Diketahui, sejak abad ke-18, hutan Aokigahara diyakini menjadi lokasi paling pas bagi warga yang ingin mengakhiri hidup. Banyak warga Jepang yang konon sengaja membawa kerabat mereka yang sudah berusia lanjut agar dapat mengakhiri hidup.

Gantung diri merupakan salah satu metode bunuh diri yang paling terkenal di Aokigahara. Ketika ditemukan, jasad mereka telah terurai maupun hanya menyisakan tulang.

hutan tersebut juga disebut dihantui oleh sejumlah roh laki-laki tua dan perempuan yang ditinggal hingga tewas di hutan tersebut saat bencana kelaparan mendera Jepang.

Sejak 1970, patroli dikerahkan untuk menjelajahi Aokigahara untuk menemukan orang-orang yang hilang.

Pemerintah Jepang memperkirakan, lebih dari 100 mayat ditemukan di Aokigahara setiap tahun. Hutan ini memang dikenal lebat dan rimbun, sekali masuk susah untuk keluar.

Hal itulah yang membuat Aokigahara semakin menyeramkan. Jika sudah tersesat, konon Anda akan mendengar jeritan-jeritan manusia yang diduga suara dari manusia yang pernah mengakhiri hidupnya.


Terowongan Mayat

Katakombe (Paris)

Kotakombe adalah sesuatu hal yang dikaitkan dengan ketakutan akan kematian dan kekuatan supranatural. Konon di dalam terowongan tersebut terdapat 6 juta jasad manusia yang dibuang selama berabad- abad.

Banyak yang mengatakan, banyak orang yang tersesat dan tak bisa keluar ketika mengunjungi lokasi ini. Pasalnya, terowongan bawah tanah yang sempit itu membentang luas dan berbentuk seperti labirin.

Konon, jika salah belokan, maka Anda akan tersesat untuk selamanya dan tubuh Anda akan menjadi tulang belulang bersama tumpukan 6 juta jasad manusia lainnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Api Biru yang Mempesona Dunia

Menguak Misteri Api Biru di Kawah Ijen Banyuwangi

Liputan6.com 2021-06-24 18:00:35
Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Dari ketinggian 2.000 mdpl, aroma belerang mulai tercium. Makin mendekat, fenomena menakjubkan segera hadir di depan mata, dia lah 'Si Api Biru'. Sebuah api misterius yang muncul dari dalam Kawah Ijen.

Kawah Ijen mengandung asam pekat. Kawah ini berbentuk danau dengan luas 5.466 hektare. Danau yang terletak di atas ketinggian gunung berapi itu masih aktif dengan kedalaman 200 meter.

Fenomena api biru, danau luas, dan dalam ini berada di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Gunung ini merupakan salah satu yang masih aktif di Indonesia. Pengelola tempat wisata memaparkan, gunung ini pernah meletus sebanyak empat kali, yakni pada 1796, 1817, 1913, dan 1936.

Menyaksikan fenomena api biru di atas ketinggian merupakan pengalaman yang sulit dilupakan sekaligus menyisakan pertanyaan besar. Bagaimana kawah ini mampu menyemburkan api berwarna biru, di mana hal itu sulit ditemukan di manapun?

Pendaran warna biru dari api misterius itu berasal dari gas sulfur. Banyak yang menganggap, warna biru itu berasal dari lava, melainkan dari gas belerang yang kontak dengan udara pada suhu di atas 360 derajat Celsius.

Fenomena munculnya api di Kawah Ijen tak berbeda dengan lava di gunung lain. Hanya, di gunung-gunung lain kebanyakan memancarkan warna merah atau oranye. Namun, fenomena api pada Kawah Ijen ini berwarna biru. Nah, itu tergantung pada komposisi mineral yang terkandung di dalamnya.

Penjelasan selanjutnya, pada Kawah Ijen itu gas belerang dengan kuantitas besar bertekanan tinggi dipadu suhu luar yang terkadang bisa mencapai 600 derajat Celsius yang keluar bersama lava yang menyembur.

Nah, saat terjadi kontak dengan oksigen di udara yang dipicu lava, maka sulfur terbakar dan memicu keluarnya api yang berwarna biru cerah.

Warna biru pada api di Kawah Ijen itu, bakal amat memesona bila dilihat pada malam hari. Pengunjung akan disuguhkan pemandangan yang seolah di planet lain.

Berkunjung ke Jawa Timur, tak lengkap rasanya bila tak mengunjungi dataran tinggi yang ada di ujung Pulau Jawa itu. Kawah Ijen berada di antara Bondowoso dan Banyuwangi. Meski untuk mencapai Kawah Ijen tak mudah, tetapi keindahan yang didapat amat megah.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Rahasia UFO di Lemari CIA

Rahasia UFO Roswell Disimpan Rapat di Lemari Besi CIA

Liputan6.com 2021-06-26 06:00:26
Ilustrasi UFO (iStock)

Bayangkan sebuah benda misterius berbentuk bulat mendarat di kebun Anda. Benda itu berukuran besar, sekitar 15 meter. Ketika Anda mendekat ke benda itu, lalu membukanya, ternyata di dalamnya terdapat jasad mirip manusia, dengan tinggi kurang dari semeter.

Jasad tersebut dibungkus dengan kain metalik dengan tekstur halus. Persis seperti seragam pilot pesawat bumi. Mungkin Anda mengira kejadian itu hanya ada di film Hollywood. Nyatanya tidak. Fenomena itu ada. Salah satu agen badan intelijen Amerika Serikat CIA membeberkan informasi itu.

Chase Brandon, nama agen yang telah 35 tahun mengabdi di CIA menyebut, informasi soal Roswell tersembunyi di lemari besi rahasia di kantor pusat CIA di Langley.

Cerita piring terbang itu bermula saat koran Roswell Daily Record membuat headline berjudul "RAAF Captures Flying Saucer On Ranch In Roswell Region" (RAAF Menangkap Piring Terbang di Peternakan di Wilayah Roswell) pada 8 Juli 1947.

Headline itu menceritakan seorang peternak yang mengaku menemukan piring terbang di lahannya. Pengakuan itu ia ceritakan kepada pihak militer setempat. Mayor Angkatan Darat Jesse Marcel bersama para dinas intelijen disebut mengangkut benda asing itu ke markas pusat.

Usai itu, tak terdengar kabar berikutnya. Pihak militer pun mengarang cerita baru untuk menutupi, bahwa benda yang disebut piring terbang itu sebenarnya merupakan balon udara. Cerita itu disampaikan lewat rilis yang diluncurkan tak lama setelah kejadian itu.


Kesaksian Anak Sang Mayor

Beberapa tahun berselang, anak sang mayor, Jesse Marcel Jr mengaku pernah diperlihatkan potongan "UFO" dari insiden itu oleh ayahnya.

Berupa balok sepanjang 12 sampai 18 inchi. Yang paling tak biasa adalah simbol yang yang tertulis dalam permukaan bagian dalamnya.

"Kupikir awalnya seperti huruf hieroglyph Mesir, tapi saat aku melihat lebih dekat, lebih mirip simbol geometris atau semacamnya -- ini sangat aneh," kata dia seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (9/7/2013).

Sebelumnya, dalam peringatan 65 tahun insiden Roswell, seorang agen Central Intelligence Agency (CIA) buka mulut terkait itu, sekaligus menguak laporan rahasia CIA.

Chase Brandon, nama agen yang telah 35 tahun mengabdi di CIA menyebut, informasi soal Roswell tersembunyi di lemari besi rahasia di kantor pusat CIA di Langley.

Namun, ia tak mau mengungkapkan secara rinci apa yang ada dalam kotak itu. "Itu bukan balon udara, yang benar adalah laporan pertama (soal UFO)," kata Brandon.

"Itu adalah pesawat yang bukan berasal dari planet ini. Juga jasad-jasad yang ada di dalamnya, benar sesuai dugaan," dia menegaskan.

Laporan Pemerintah Amerika Serikat tentang UFO yang telah lama ditunggu-tunggu dirilis pada Jumat 25 Juni 2021. Ditengah kesimpang-siuran informasi perihal pesawat alien dan benda terbang tak dikenal, laporan itu membuat setidaknya satu hal yang jelas: kebenaran masih di luar sana.

Itu artinya, tak diketahui apakah penampakan UFO yang dilaporkan terkait dengan makhluk luar Bumi.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Legenda Naga dari Kalimantan

Misteri Naga Kalimantan, Sebesar Piton Selincah Kobra

Liputan6.com 2021-06-25 17:00:15
Patung kepala naga di Pantai Kamali yang jadi ikon Kota Baubau. (dok. Instagram @uncle_syaf / https://www.instagram.com/p/B8U_hINH62V/?utm_medium=copy_link / Dinda Rizky)

Ada naga di Kalimantan. Naga-naga itu memangsa manusia. Ular sebesar piton, dengan bisa semematikan ular berkepala merah, dan selincah kobra. Ketiga jenis ular itu memadu pada tubuh naga yang diyakini warga setempat telah jinak atas perjanjian.

Mundur ke belakang. Sekelompok warga sepakat untuk meninggalkan kampung dan mencoba peruntungan di hutan demi menghindari penjajahan Belanda. Bukan untung yang didapat, malah naga menunggu di sana.

Kisahnya bermula saat anak-anak warga menghilang secara misterius, satu demi satu. Kloter pertama, 8 anak hilang tanpa jejak. Warga pun bertanya, apa gerangan yang menghabisi mereka.

Demi titik terang, mereka sepakat memasang perangkap. Namun, bukan perangkap sembarangan. Salah satu anak disiapkan untuk dijadikan tumbal demi menghentikan kematian selanjutnya.

Para orangtua menanti dengan waswas dari kejauhan. Tumbal sudah disiapkan. Selang sesaat, tiba-tiba muncul makhluk dari dalam air, membuat riak air sungai. Makhluk itu melata, tanpa tangan, tanpa kaki. Ular besar. Tumbal itu pun ditelan tanpa sisa.

Warga yang mengintai dari kejauhan kesulitan menamai makhluk itu. Disebut ular namun terlalu besar, disebut naga, tapi tak berkaki.

Demi mencegah korban selanjutnya, warga pun memberanikan diri untuk mengikuti arah pulang naga tak berkaki tersebut. Sesampainya di sarang, ular itu rupanya tak sendirian. Ada dua ekor naga dewasa sebesar drum minyak tanah, sedangkan satunya seukuran batang kelapa.


Teluk Naga

Dengan senjata lengkap, warga pun menyerang naga tersebut. Dua ekor seukuran drum itu pun dipotong warga sampai mati. Sedangkan yang berukuran lebih kecil dibiarkan hidup dengan perjanjian.

Mulai saat itu, pihak naga dan manusia sepakat untuk tidak saling membunuh satu sama lain. Warga pun kembali ke permukiman dengan perasaan lega. Namun, dalam hati mereka masih meyakini, naga-naga lain masih ada di sekitar mereka.

Saat ini, daerah di mana naga diyakini muncul disebut Teluk Naga. Seorang penduduk desa, Suri mengatakan, mereka masih menyimpan peralatan yang konon diyakini mematikan 2 naga dewasa. Namun, ia mengatakan pulau di mana naga tinggal terbelah dua oleh sungai.

Pak Rusni dan warga lainnya mengaku masih melihat naga di dekat air. Makhluk itu berwarna hitam dan mengkilap, ukurannya besar, mirip diameter drum minyak. Namun penampakan mereka tak bertahan lama, muncul dan menghilang sesuka hati.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Gunung Padang, Piramida atau Bukan

Situs Gunung Padang, Menguak Misteri Kejayaan Prabu Siliwangi

Liputan6.com 2021-06-25 12:00:19
Wisatawan berkunjung ke Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019). Libur Idul Adha 2019 dimanfaatkan warga sekitar Jabotabek dan Bandung untuk mengunj

Gunung Padang disebut sebagai situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. Tempat ini terus menjadi PR bagi para pakar arkeologi maupun geologi. Penemuan terus terjadi, tetapi misteri yang terkandung jauh lebih banyak lagi.

Situs Gunung Padang berada di Desa Campaka, Cianjur, Jawa Barat. Tempat ini bak magnet bagi para peneliti yang haus akan ilmu pengetahuan baru. Misteri-misterinya belum terkuak seutuhnya. Masih banyak tanda tanya yang harus dijawab.

Pada masa Kolonial Belanda, situs Gunung Padang pertama kali ditemukan. Dalam catatan Buletin Dinas Kepurbakalaan masa itu, mengungkap keberadaan situs punden berundak itu tepat 1 abad silam.

Situs ini sempat diabaikan, tetapi pada awal dekade 80-an, Pusat Arkeologi Nasional kembali menguak misteri pada tumpukan batu dengan ketinggian 900 meter di atas permukaan laut itu.

Tak hanya arkeolog dan geolog yang tertarik pada situs ini, sejumlah kelompok masyarakat pun turut memberi pendapat. Mereka percaya, bahwa Gunung Padang merupakan situs pemujaan yang merupakan petilasan Prabu Siliwangi.

Situs itu disebut sebagai bukti nyata tingginya peradaban Sunda Kuno pada era kejayaan Kerajaan Pajajaran.

Baru-baru ini arkeolog mengungkap bahwa situs Gunung Padang merupakan piramida yang terkubur. Dengan uji karbon dating disebutkan bahwa situs ini sudah ada sejak 8.000 tahun sebelum masehi.

Fakta tersebut tentu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Piramida Giza di Mesir, yang disebut paling tua saja, usianya 2500 tahun sebelum masehi. Keterpautan waktu yang cukup jauh itu tentu menyedot banyak perhatian dunia.

Situs Gunung Padang tak hanya berfungsi sebagai "sekolah" bagi para ilmuwan. Ia juga merupakan kekayaan Nusantara yang tak ternilai harganya. Yang pasti, situs ini merupakan warisan nenek moyang yang harus dijaga.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Temuan Baru, Usai 75.000 Tahun

Sejarah Kelam Danau Toba 75.000 Tahun Lalu, Ada Temuan Baru

Liputan6.com 2021-06-23 06:30:00
Foto udara yang diambil 4 April 2019 ini menunjukkan Danau Toba dari kawasan Sigapitan, Sumatera Utara. Danau terbesar di Asia Tenggara yang dikelilingi tujuh kabupaten di Sumatera Utara ters

Danau Toba tidak selamanya berupa badan air yang luas, dalam, indah, dengan Pulau Samosir yang muncul di tengah.

Dahulu kala, ia adalah gunung purba super (supervolcano). Apa yang kita saksikan hari ini hanyalah kaldera, yang tersisa dari erupsi besar yang terjadi sekitar 75.000 tahun lalu.

Tak diketahui ukuran persis Gunung Super Toba. Yang jelas, lubang peninggalannya menjelma menjadi Danau Toba yang panjangnya 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dan kedalaman mencapai 505 meter. Saking besarnya bahkan bisa dilihat dari angkasa luar.

Letusan Toba adalah peristiwa kolosal. Gunung itu memuntahkan sekitar 3.000 kilometer kubik batu dan abu vulkanik yang menyebar ke seluruh penjuru Bumi.

Seperti dimuat situs NASA, aliran piroklastik atau awan yang merupakan campuran gas panas, serpihan batu, dan abu, mengubur wilayah sekitar 20.000 kilometer persegi di sekitar kaldera.

Di Pulau Samosir, tebal lapisan abu bahkan mencapai 600 meter. Abu Toba juga menyebar ke seluruh dunia. Di India misalnya, ketebalan abu diperkirakan sampai 6 meter.

Kaldera Toba (NASA)

Abu dan gas vulkanik Gunung Toba yang menyembur dan meledak di atmosfer, menghalangi masuknya sinar matahari. Hanya sebagian, memang. Tapi efeknya mampu menurunkan suhu global hingga 3,5 derajat. Memicu musim dingin vulkanik yang berlangsung 6 hingga 10 tahun. Dunia kacau balau. Tanaman mati, kelaparan merajalela.

Tak hanya menyebabkan kematian dalam jumlah besar, erupsi Toba juga diyakini memicu penyumbatan pertumbuhan populasi manusia. Populasi penduduk Bumi pun anjlok, diperkirakan hanya 10 ribu hingga 30 ribu orang yang mampu bertahan hidup.

Awalnya, para ahli belum menemukan bukti nyata dari anggapan tersebut, yang dikaitkan dengan variabel iklim seperti suhu dan curah hujan. Belakangan, studi teranyar yang dipublikasikan di jurnal Communications Earth & Environment telah menemukan benang merah antara erupsi Gunung Toba dan faktor penghambat pertumbuhan populasi manusia itu.

"Toba telah lama dianggap sebagai pemicu bottleneck, kata penulis hasil riset sekaligus ahli kimia atmosfer, Sergey Osipov dari Max Planck Institute for Chemistry seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa 22 Juni 2021.

Jadi, apa pemicunya? Tim peneliti menemukan, letusan Gunung Toba menipiskan lapisan ozon dalam jumlah luar biasa. Skalanya mencapai 20 hingga 50 persen dalam kurun waktu setahun setelah erupsi. Itu pemicu masalah.


Mirip Kondisi Setelah Perang Nuklir

Seperti dikutip dari situs natureworldnews.com, analisis emisi menunjukkan, erupsi Toba miskin sulfur atau belerang. Tapi sebaliknya, justru kaya halogen.

Temuan itu memicu kontroversi. Ada yang berpendapat, karena itu emisi gas vulkanik Gunung Super Toba bersifat non-katastropik. Namun, kehadiran halogen dalam magma sebelum erupsi terjadi, juga jumlah belerang yang terkandung di dalamnya, memicu hal sebaliknya: malapetaka.

Ilustrasi erupsi Gunung Super Toba dari ketinggian sekitar 42 kilometer di atas Sumatera (Wikipedia CC BY-SA 4.0)

Tim peneliti dari Max Planck Institute for Chemistry, Jerman, menggarisbawahi, halogen vulkanik dalam emisi Toba memicu hilangnya ozon dalam jumlah besar.

Padahal, fungsi ozon adalah menyerap paparan sinar ultraviolet (UV) dari Matahari ke permukaan Bumi.

Penipisan ekstrem pada lapisan ozon memicu radiasi ultraviolet yang tak terkendali (ultraviolet stress). Efeknya membahayakan kesehatan manusia dan secara negatif mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup.

Kala itu, mereka yang hidup di wilayah tropis paling terdampak. "Efeknya bisa jadi serupa dengan kondisi setelah perang nuklir," kata Osipov.

Meningkatnya radiasi berbahaya di permukaan Bumi, yang dipicu menipisnya lapisan ozon, telah diamati selama bertahun-tahun. Para ahli meyakini, radiasi UV ekstrem selama periode sekitar satu tahun bisa memicu konsekuensi serius terhadap lingkungan, ekologis. Juga berbahaya bagi kesehatan fisik dan sosial manusia.

Misalnya, hasil panen dan produk hasil laut anjlok drastis karena efek sterilisasi ultraviolet. Keluar rumah tanpa pelindung UV akan memicu kerusakan pada mata dan kulit terbakar dalam waktu kurang dari 15 menit.

"Seiring waktu, kanker kulit dan kerusakan DNA secara umum akan memicu penurunan populasi," tambah Osipov.

Aerosol vulkanik yang disemburkan Toba memang menghalangi sinar matahari dan mendinginkan Bumi. Namun, efeknya juga memperlambat pembentukan ozon.


Bukti dari Afrika

Bukti DNA dari Afrika tengah menunjukkan bahwa populasi manusia tiba-tiba menurun di sana sekitar 75 ribu tahun lalu. Untuk menghindari risiko bahaya, orang Afrika kala itu terpaksa meninggalkan wilayah mereka yang tak lagi layak huni.

Penampakan Danau Toba yang diambil Satelit Landsat milik NASA (Public Domain)

Mereka bergerak lebih jauh, ke utara dan selatan, di mana radiasinya tidak terlalu parah.

Namun, tak semua pergi. Hasil penelitian di Afrika Selatan yang diterbitkan di jurnal Nature pada Maret 2021 menyebut, manusia di sana tak hanya bertahan hidup di tengah bencana, mereka juga berkembang setelah melalui masa-masa sulit.

Ekskavasi di dua titik di pantai di Afrika Selatan menemukan bukti aktivitas manusia sebelum dan sesudah Erupsi Toba.

Para ahli menemukan pecahan kecil kaca vulkanik di sedimen yang ada di kedua lokasi. Analisis kimia menemukan, temuan itu cocok dengan Gunung Toba, yang jauhnya 9.000 kilometer.

Di tempat yang sama juga ditemukan bekas cangkang makanan dan serpihan alat dari batu.

"Setelah erupsi Toba, intensitas populasi meningkat di sana. Orang-orang berkumpul dalam kelompok yang lebih besar atau tinggal dalam waktu yang lebih lama," kata Dr Marean, salah satu ilmuwan, seperti dikutip dari BBC.

(Ein)