Volume 37

Akhir Petualangan Babi Ngepet

Top 3 News: Geger Babi Ngepet di Depok, Bisa Berubah Wujud?

Liputan6.com 2021-04-29 09:12:52
Diduga babi ngepet diamankan warga RT 2/RW 4, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. (Sumber: Merdeka)

Seekor babi ngepet gegerkan warga Depok, Jawa Barat. Bagaimana tidak, dikatakan babi tersebut adalah manusia yang berubah wujud menjadi babi ngepet setelah melakukan ritual. Berita ini terpopuler pertama di top 3 news, Rabu, 28 April 2021.

Untuk menangkap babi ngepet tersebut, warga melakukannya dengan cara berbeda. Penangkapan dilakukan saat bulan purnama oleh delapan orang yang telanjang, sementara tujuh lainnya berpakain lengkap.

Selasa dini hari, 27 April, babi ngepet tersebut berhasil ditangkap. Kandang pun dibuat khusus dari bambu kuning. Agar tidak lagi meresahkan warga, babi tersebut dipotong lalu dikubur dengan kondisi kepala dan badannya terpisah.

Berita reshuffle di dalam kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin juga tak kalah menyita perhatian. Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia telah diangkat Joowi menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dikbud-Ristek) dan Menteri Investasi.

Sementara, dua lainnya adalah Indriyanto Seno Adji sebagau anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Laksana Tri Handoko yang dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN).

Dari kasus dugaan terorisme, Tim Densus 88 Antiteror Polri belum lama ini telah mengamankan Munarman, pengacara Rizieq Shihab dari kediamannya di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Munarman diduga terlibat dalam sejumlah aksi terorisme di Tanah Air, salah satunya kasus baiat di Makassar. Saat ditangkap, dia hanya mengenakan baju koko dan sarung karena setelah menunaikan salat asar.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Rabu, 28 April 2021:


1. 4 Fakta Babi Ngepet di Depok, Berubah Wujud hingga Dipotong 2 Bagian

Warga di RT2/4, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok digegerkan dengan keberadaan babi ngepet di lingkungan mereka. Warga yang resah secara kompak menangkap babi ngepet yang dipercaya telah mengambil uang milik warga setempat.

Penangkapan dimulai sejak Senin 26 April 2021 malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Martalih bersama 14 orang lainnya yang dikomandoi Ustaz Adam Ibrahim berusaha melakukan penangkapan babi ngepet dengan cara yang berbeda.

Di bawah sinar bulan purnama, sebanyak delapan orang yang telanjang dan tujuh orang yang menggunakan pakaian lengkap telah bersiaga di lokasi persembunyiannya.

Setelah ditunggu sekian lama dan sempat memupuskan harapan warga, terlihat tiga orang pria yang menggunakan sepeda motor matic merah memasuki lingkungannya. Ketiga orang itu merupakan bukan warga sekitar.

"Dari tiga orang, satu orang yang menggunakan jubah memasuki pekarangan milik ustaz, setelah itu melakukan ritual," terang Matalih.

Matalih mengungkapkan, orang yang menggunakan jubah menjadi perhatian puluhan mata warga yang menyaksikan proses perubahan wujud manusia menjadi babi ngepet.

Selengkapnya...


2. Jokowi Lantik Nadiem, Bahlil, Laksana Tri, dan Indriyanto Hari Ini Rabu 28 April

Presiden Jokowi dikabarkan akan melantik 4 tokoh untuk menduduki pos kementerian dan lembaga. Pelantikan tersebut akan berlangsung hari ini, Rabu (28/4/2021).

Sosok yang akan dilantik Jokowi yaitu Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko. Dia disebut akan mengisi jabatan sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain Kepala BRIN, sumber itu juga menyebut Jokowi akan melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dikbud-Ristek). Mantan CEO Gojek tersebut kini menjabat Mendikbud.

Kemudian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan dilantik menjadi Menteri Investasi.

Nama lain yang dikabarkan akan dilantik Jokowi adalah Indriyanto Seno Adji yang akan menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Selengkapnya...


3. Munarman Ditangkap Polisi Mengenakan Baju Koko dan Sarung, Ini Alasannya

Sebelum digiring ke Polda Metro Jaya oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri, pengacara Rizieq Shihab, Munarman, sempat menunaikan salat Ashar terlebih dulu. Karena itu saat dibawa petugas, Munarwan masih mengenakan baju koko putih dan sarung.

Hal tersebut diungkapkan Kikid, Ketua RT kediaman Munarman di Perumahan Modern Hills, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (27/4/2021).

"Sempat (salat asar). Dia salat di musala rumah, jadi salat Ashar dulu baru dibawa," ungkapnya.

"Habis itu sekitar jam 3 sore, datang lagi petugas Polda yang lain. Lalu selepas azan asar dari rumah saya langsung bergerak ke rumah Pak M ini, untuk melakukan proses penangkapan," tutur Kikid.

Barulah sekitar pukul 15.30 atau 15.35 WIB, Munarman langsung digiring polisi ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan kediamannya.

Kikid pun menyaksikan dari awal sampai akhirnya Munarman dibawa pergi oleh petugas dan Tim Densus 88. Dia menuturkan tidak ada perlawanan atau perdebatan berarti dari Munarman ketika digiring polisi.

Selengkapnya...


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Khayalan yang Membunuh

Kompetisi Ilegal di Dunia Maya yang Memicu Manusia Menjadi Pembunuh

Liputan6.com 2021-07-16 10:48:51
Slenderman (Wikia)

Berawal dari sebuah kompetisi tidak resmi yang ada di dunia maya pada tahun 2009 silam. Para pesertanya diminta membuat gambar seram dengan Photoshop.

Pria bernama Eric Knudsen alias 'Victor Surge' mengirim dua gambar dalam kontes foto hitam putih yang menampilkan sejumlah anak. Salah satu di antaranya menampilkan sosok Slenderman di latar belakang.

"Kami tidak ingin pergi, kami tidak ingin membunuh mereka, tapi sosok diam dengan tangan terentang membuat ngeri sekaligus membuat kita nyaman....," kalimat itu tertera dalam salah satu foto yang diaku berasal dari tahun 1984.

Sehari kemudian, menurut Know Your Meme, Knudsen menambahkan foto ketiga dan pengakuan fiktif seorang dokter tentang pembunuhan massal. Dan berawal dari itu, aksi gila Slenderman di internet dimulai.

Pengguna internet mulai menciptakan versi Slenderman mereka sendiri.

Dalam 5 tahun terakhir sosok monster itu muncul di fan art, cerita pendek, video, gim, dan media lain. Pencarian Google untuk Slenderman pada Selasa 23 Januari 2017 malam menghasilkan lebih dari 8,2 juta hasil.

Padahal, faktanya, Slenderman bukan hantu atau monster yang berakar dari legenda atau cerita rakyat. Ia murni produk modern yang tercipta dari sebuah kompetisi tak resmi di dunia maya.

Slenderman menjadi subjek 'creepypasta' bentuk fiksi pendek yang populer di internet. Plesetan dari istilah 'copypasta' yang sendiri berasal dari 'copy-paste'.

Creepypasta adalah fiksi horor yang ditulis di internet. Kadang dalam gaya mirip seperti berita atau kriminal yang benar-benar terjadi.

Awalnya, Slenderman hanya sekadar keisengan belaka. Hingga suatu hari pada tahun 2014, dua gadis belia berusia 12 tahun menikam temannya 19 kali dan meninggalkan korban di hutan.

Para pelaku mengklaim melakukan tindakan keji untuk memuaskan karakter fiksi Slenderman. Kota kecil di Wisconsin, tempat insiden itu terjadi, pun geger. Dunia ikut kaget dibuatnya.


Film Dokumenter

Seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (24/1/2017) kisah mengerikan tersebut diangkat kembali dalam dokumenter terbaru HBO yang berjudul, Beware The Slenderman.

Nominator Academy Award Irene Taylor Brodsky ada di belakang proyek dokumenter. Kamera mengikuti Anissa Weier and Morgan Geyser selama 18 bulan, diawali penangkapan mereka pada Mei 2014.

Keduanya dibekuk atas kasus percobaan pembunuhan terhadap Payton Leutner. Meski ditusuk 19 kali, ajaibnya Payton selamat. Pisau yang ditusukkan ke tubuhnya tak mengenai organ vital.

Ia yang kepayahan merangkak ke luar dari hutan ditemukan dan diselamatkan seorang pengendara sepeda. Para pembuat dokumenter ingin menunjukkan kekuatan dan pengaruh fenomena internet.

Seperti meme Slenderman menyelami sudut gelap dunia maya di mana mereka yang berpikiran rapuh bisa tersesat di dalamnya. Kepada polisi, para pelaku mengaku monster itu yang menyuruh mereka membunuh.

Mereka merencanakan serangan itu selama berbulan-bulan, untuk memuaskan Slenderman. Pada Sabtu nahas itu, dua pelaku tersebut berpesta stroberi dan donat bersama korban.

Setelah itu mereka menuju taman, lalu ke hutan. Di antara pepohonan, Anissa berseru pada Morgan, "Kitty sekarang! Mengamuklah, jadilah gila!"

"Kami tak pernah menyangka ia bisa meyakini hal itu (Slenderman) nyata," kata ibu Morgan Geyser, Angie.

Menurut dua pelaku, Slenderman adalah pelindung dan predator dan mereka ingin membunuh teman mereka untuk menenangkan monster itu.

Setelah membunuh, mereka berpikir bisa kabur ke istana milik Slenderman.

Ayah Morgan Geyser, yang menderita gangguan skizofrenia yang juga dialami putrinya menceritakan perjuangannya berurusan dengan gangguan mental.

"Meskipun Anda tahu tak ada iblis di kursi belakang, (rasanya seperti) ada iblis di kursi belakang," kata dia.

Sementara, orangtua korban Payton Leutner tak berpartisipasi dalam film dokumenter itu. Mereka mengatakan, butuh waktu seumur hidup bagi putri mereka untuk pulih secara emosional.

Hakim dalam kasus tersebut telah memutuskan bahwa kedua tersangka akan diadili secara terpisah, sebagai orang dewasa.


Saksikan video pilihan berikut ini

Teror Hantu Janda

Kisah 'Hantu Janda' yang Takluk dengan Kaus Merah

Liputan6.com 2021-07-16 11:20:43
Pee Mae Mai atau hantu janda adalah kisah dari Thailand yang hingga saat ini masih menggemparkan warga karena kerap mengambil nyawa seseorang (Instahram/@yujieiawtailandia)

Warga Desa Tambon Tha Sawang, Surin, Thailand dilanda peristiwa horor yang mencekam: "Hantu Janda" disebut telah merenggut 10 nyawa pria sehat sejak bulan lalu.

Atas kejadian itu, di depan rumah-rumah warga penuh dengan baju merah yang menggantung. Mereka mengharapkan keajaiban dari pakaian merah yang digantung itu: mengusir kutukan roh halus.

Bangkok Post, Kamis (17/1/2013) memberitakan bahwa dari 10 pria sehat yang tewas misterius itu, beberapa di antaranya meninggal saat sedang tidur, lainnya tiba-tiba jatuh dan kehilangan nyawa saat berjalan.

Berbeda dengan anggapan warga, para dokter menyimpulkan bahwa semua korban tersebut meninggal karena masalah pernafasan.

Namun, warga desa yang ketakutan lantas memanggil perantara arwah. Kepada penduduk desa, dukun itu berkata, "hantu janda" atau pee mae mai dalam Bahasa Thailand -- atau oleh penduduk lokal disebut thai lai (sindrom kematian mendadak) sebagai biang keladi.

Untuk mengusir roh jahat tersebut, perantara itu menyuruh warga menggantungkan baju berwarna merah di luar rumah.

Ia juga mengingatkan, keluarga yang punya anak tunggal berjenis kelamin pria punya kesempatan lebih besar didatangi hantu itu. Harus lebih siap-siap.

Rumor "hantu janda" pun menyebar ke wilayah lain, seperti Chom Phra dan Tha Tum.

"Alasan menggantungkan kaus merah tak menunjukkan pandangan politik, tapi karena aku mengkhawatirkan keselamatan keponakan saya. Jujur aku tak terlalu percaya dengan cerita itu, tapi apa salahnya jaga-jaga," kata seorang warga desa, yang berusia 61 tahun.

Misteri tewasnya pria-pria bugar itu juga menuai tanggapan dari desa lain. Seorang pria berusia 42 tahun mengatakan, "Pria-pria yang tewas tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, mereka sehat dan bugar. Saat mendengar rumor tersebut, aku menghormati kepercayaan orang-orang dan ikut memajang kaus merah di depan pintu rumahku."

Kepercayaan warga, khususnya terkait hal mistis, memang sulit diabaikan keberadaannya. Meski dipercaya sebagian masyarakat, kisah "hantu janda" itu belum bisa diputuskan kebenarannya.

Di luar persoalan itu, di Thailand mengenal istilah kelompok kaus merah, atau secara resmi disebut nited Front for Democracy Against Dictatorship (UDD). Kelompok ini merupakan penentang kelompok kaus kuning atau People's Alliance for Democracy (PAD).

Kaus merah dikenal sebagai pihak yang mendukung kudeta militer 19 September 2006, juga gerakan di balik protes anti-pemerintah selama berminggu-minggu tahun 2010.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Roh yang Menyusup dalam Mimpi

Korban Pembunuhan Beri Petunjuk Lewat Mimpi Siapa Pelakunya

Liputan6.com 2021-07-16 11:35:25
Ilustrasi Bunuh Diri (iStockphoto)

Keadilan yang lama terkubur bisa datang dengan cara yang tak disangka-sangka, bahkan terkadang melalui dunia lain. Kisah itu pernah terjadi di negeri tetangga, Malaysia.

Polisi tak kunjung menemukan pelaku kasus pembunuhan tiga bersaudara yang terjadi di Kampung Alor, Alor Setar pada 29 November 2012.

Nyaris semua petunjuk sudah diraba polisi, tetapi titik terang tak kunjung tiba. Sejumlah orang telah diperiksa, bukti telah ditelaah, namun kasus itu buntu belaka.

Kasus tersebut belakangan terkuak. Polisi menahan dua pemuda berusia 19 tahun asal Kampung Gelam, yang hanya berjarak kurang dari 2 kilometer dari rumah para korban.

Tak ada yang curiga dari kedua tersangka itu. Keduanya bahkan turut serta dalam proses pemakaman. Keduanya juga sempat menawarkan bantuan untuk menemukan sang pembunuh.

Apa yang menguak para tersangka yang diduga membunuh tiga korban -- Noor Syafikah Nadia Rusdi (14), Nur Izzati Husna (12), dan Puteri Nurul Akma (3), salah satunya, mirip cerita film thriller supranatural: dari mimpi.

Adalah Rusdi Rani (39), ayah dari 3 korban pembunuhan yang tengah larut dalam kesedihan itu bertemu almarhum Syafika dalam mimpi yang terjadi Selasa malam lalu.

Syafika menyuruh sang ayah agar memberi tahu polisi agar menemukan seorang bernama "Ehsan".

Mimpi itu disampaikan kepada istrinya, Siti Aisya Arifin (40). "Nama itu bisa jadi petunjuk," kata Aisyah. Pasangan itu pun langsung melapor ke polisi.

Keajaiban terjadi. Rupanya, salah satu nama panggilan tersangka tak meleset dari petunjuk dalam tidur, "Ehsan".


Gagal Diperkosa

Dari ponsel Noor Syafikah, polisi juga telah mengantongi petunjuk pada malam nahas itu.

Kepala departemen investigasi kepolisian setempat, Asisten Komisioner Senior Mohd Nashir Ya mengatakan, para tersangka ditahan Rabu 15 Januari 2014. Keduanya dijemput polisi dari rumah mereka di Kampung Gelam pada pukul 15.00 dan 17.00 waktu setempat.

Polisi sudah mendapatkan izin penahanan seminggu, untuk kepentingan pemeriksaan, dari pengadilan.

Hasilnya, pada malam pembunuhan itu, ketiga korban diajak berkeliling oleh 2 tersangka. Itu mengapa ketiga korban meninggalkan motor milik ayah mereka di pemberhentian bus di depan SK Kampung Gelam.

Penuturan polisi menunjukkan bahwa Noor Syafikah membonceng motor tersangka utama, sedangkan dua adiknya membonceng motor tersangka kedua. Mereka mengarah ke sebuah rumah tak berpenghuni.

Di rumah itu, tersangka utama mencoba memerkosa Noor, sementara tersangka lain diminta menjaga dua adik korban.

"Karena gagal memerkosa, para tersangka membawa 3 korban ke sawah terlantar di Alor Senibong, di mana tersangka utama diyakini membunuh Noor Syafikah".

"Sementara dua tersangka membawa 2 adik korban ke saluran irigasi dekat Padang Petani yang jauhnya sekitar 2,5 meter," ungkap sumber.

Tersangka utama lalu mendorong Nur Izzati dan Puteri Nurul yang kemudian tenggelam.

Mayat Noor ditemukan pejalan kaki keesokan harinya dalam kondisi nyaris tanpa busana. Sedangkan, kedua adiknya, ditemukan dengan busana lengkap terapung di kanal irigasi sehari kemudian, berjarak 100 meter dari lokasi pertama.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Geger Kuntilanak di Pinggir Ciliwung

Metro Sepekan: Viral Video Penampakan Kuntilanak Dibonceng Motor di Depok

Liputan6.com 2020-12-21 08:05:28
Potret jembatan biru yang berada di Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Kamis (17/12/2020).Di lokasi ini, viral sosok diduga kuntilanak membonceng sepeda mo

Viral di media sosial sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan sosok diduga kuntilanak membonceng sepeda motor.

Kejadian video viral itu terekam di kawasan jembatan biru Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

Salah seorang warga Kelurahan Pondok Jaya, Fathur (35) mengaku sudah melihat video diduga penampakan kuntilanak tersebut. Menurut dia, hal itu bisa saja terjadi kepada pemotor yang melintas di jembatan biru saat malam hari.

Pihak Kelurahan Pondok Jaya pun merespons viralnya penampakan kuntilanak yang terjadi di wilayahnya tersebut.

Kasi Pemerintahan dan Trantib Kelurahan Pondok Jaya, Wendy Noor mengaku baru mengetahui viralnya video CCTV penampakan kuntilanak di jembatan biru. Dia pun menyerahkan kepada masyarakat bagaimana menilainya.

Selain itu, pembaca kanal News Liputan6.com juga ingin tahu soal kabar Sekjen Habib Rizieq Shihab Center Haikal Hassan yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran mengaku mimpi bertemu dengan Rasulullah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Pelapornya adalah Ketua Umum Forum Pejuang Islam Gus Rofi'i. Menurut dia, ceramah Haikal Hassan berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Sementara itu, sebanyak 1.164 orang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test atau tes usap massal yang diikuti 10.000 warga Kota Bekasi, Jawa Barat.

Berikut ulasan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com selama sepekan lalu:


Viral Penampakan Kuntilanak Bonceng Sepeda Motor di Depok

Sebuah video rekaman CCTV viral di media sosial (medsos) lantaran memperlihatkan sosok diduga kuntilanak membonceng sepeda motor. Penampakan sosok diduga kuntilanak itu terjadi di jembatan biru Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Salah seorang warga Kelurahan Pondok Jaya, Fathur (35) mengaku sudah melihat video diduga penampakan kuntilanak tersebut. Menurut dia, hal itu bisa saja terjadi kepada pemotor yang melintas di jembatan biru saat malam hari.

"Sudah lihat videonya, bisa saja karena tempat tersebut kalau malam seram, karena melintas Kali Ciliwung dan terdapat pohon bambu," ujar Fathur, Kamis, 17 Desember 2020.

Fathur mengaku, dirinya hampir setiap hari melintas di jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Cipayung dengan Cilodong itu. Suasana mistis pernah dia rasakan saat melintas sekitar pukul 23.00 WIB.

Selengkapnya...


Ceramah Mengaku Mimpi Bertemu Rasulullah, Haikal Hassan Dilaporkan ke Polisi

Sekjen Habib Rizieq Shihab Center, Haikal Hassan dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pelapornya adalah Ketua Umum Forum Pejuang Islam Gus Rofi'i yang mempersoalkan isi ceramah saat prosesi pemakaman lima anggota Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI).

"Saya laporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin kemarin (14 Desember 2020)," kata dia saat dihubungi, Rabu, 16 Desember 2020.

Gus Rofi'i menyebutkan, saat itu Haikal Hassan mengaku mimpi bertemu dengan Rasulullah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Menurut dia, ceramahnya berpotensi menimbulkan kegaduhan.

"Kita itu tidak ngerti wajahnya Rasulullah, suaranya Rasulullah, dia bilang Rasulullah datang membisiki. Nah ini dusta itu, nah tolong lah untuk yang begini janganlah disampaikan kepada umat apalagi itu disiarkan secara nasional," papar dia.

Selengkapnya...


Hasil Swab Tes Massal, 1.164 Warga Bekasi Positif Covid-19

Sebanyak 1.164 orang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tes massal yang diikuti 10.000 warga Kota Bekasi, Jawa Barat. Tes usap yang dimulai sejak 26 Oktober 2020 itu dilakukan secara berkala selama 3-4 pekan di berbagai wilayah, utamanya yang memiliki kasus Covid-19 tinggi.

"Ditemukan 1.164 yang positif. Artinya ada 10 persennya dari jumlah 10.000. Ada juga yang invalid atau tidak terbaca," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen, Jumat, 18 Desember 2020.

Menurutnya, pengambilan 10.000 samplel swab tes berasal dari 1.017 RW di Kota Bekasi. Sebaran hasil positif dikatakan merata di hampir seluruh kelurahan.

Tes usap massal ini gencar dilakukan Pemkot Bekasi demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Upaya tracking yang dilakukan secara periodik, terus membuat jumlah kumulatif Covid-19 bertambah.

Selengkapnya...


Cara Mudah Pahami Penyebaran Corona Covid-19

 


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Roh Penyelamat di Tengah Pembantaian

12-12-1948: Kisah Roh Penyelamat di Tengah Horor Pembantaian di Batang Kali Malaysia

Liputan6.com 2018-12-12 06:00:00
Kondisi darurat di Malaya 1948-1960: Konvoi Malayan Armoured Corps menembus hutan Malaysia (Wikimedia Commons/Public Domain)

Batang Kali terletak di Hulu Selangor, Malaysia. Kota kecil itu kini terkenal karena sungainya yang jernih dan keberadaan air terjun yang tersembunyi di tengah hutan. Para wisatawan kerap melewatinya dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Genting Highlands.

Namun, pada masa lalu, kota tersebut menyimpan kisah mengerikan. Sebuah pembantaian.

Pada tahun 1948, Malaya ditetapkan dalam situasi darurat. Cikal bakal Malaysia itu baru lepas dari empat tahun pendudukan Jepang yang kejam selama Perang Dunia II.

Namun, dominasi Partai Komunis Malaya (CPM) pasca-perang, bertentangan dengan keinginan Inggris untuk merebut kembali wilayah koloninya yang kaya bahan baku, yang bisa membantu membangun kembali Britania Raya dari puing-puing perang.

Dengan latar belakang itulah, pada hari itu, 12 Desember 1948, anggota pasukan Scots Guards dari Angkatan Darat Inggris yang dipimpin Sersan Charles Douglas mendatangi sebuah permukiman di tengah perkebunan karet di Batang Kali.

"Mereka datang diangkut sejumlah truk," kata Tham Yong, saksi mata, seperti dikutip dari artikel yang dimuat BBC News, tahun 2004 lalu.

Jumlah para serdadu hanya 16 orang. Namun bedil yang disandang bikin mereka unggul dari warga yang jumlahnya lebih banyak.

Dengan wajah garang, tentara-tentara itu menuding warga membantu para pemberontak komunis. Interogasi dilakukan. Para pria dipisahkan dari perempuan dan anak-anak.

Salah satu warga yang kedapatan mengantongi tanda terima pembelian buah dipisahkan dari kumpulan.

"Mereka menuduhnya menyuplai pemberontak komunis dengan makanan," kata perempuan yang saat diwawancara menderita kanker tenggorokan itu.

"Mereka menembaknya di sini," kata Tham Yong, menunjuk punggungnya dengan tangan yang gemetar.

Pagi harinya, para perempuan diangkut dengan truk. Dibawa pergi dari lokasi itu.

Tham Yong sempat bertanya pada tentara yang membawa rombongan tersebut, ke mana gerangan para pria. Kata serdadu itu, mereka terpaksa dibunuh. "Saat itu aku ingin tetap tinggal dan mati bersama mereka."

Perempuan itu kemudian ingat adegan mengerikan saat para pria dipaksa berbaris, dalam kelompok empat atau lima orang. Mereka diminta membalikkan badan dan ditembak dari belakang.

Dua hari kemudian, ia kembali ke dusun. Untuk mencari tunangannya. Tham Yong yang kala itu berusia 16 tahun menyaksikan pemandangan mengerikan. Kampung mereka hancur dan gosong. Di sana-sini ada jasad-jasad yang termutilasi, kepala-kepala yang terpisah dari raga, dengan alat kelamin yang hancur.

Pasukan Inggris menghabisi nyaris menghabisi seluruh pria dewasa, jumlahnya 24 orang. Hanya ada satu yang selamat. Namanya Chong Hong, tunangan Tham Yong.

Chong Hong, yang berusia 20 tahun pada saat itu jadi satu-satunya korban pembantaian yang selamat. Dia pingsan dan dianggap tewas.

Namun, pria itu merasa, ada 'kekuatan' lain yang membantunya. "Aku tak ingat apa yang terjadi. Aku pingsan. Roh-roh mendorongku. Mereka (tentara) menembaki kami," kata Chong Hong, dalam wawancara yang dimuat BBC tahun 2004 lalu.

Pria yang kala itu berusia 70-an tahun itu mengisahkan, roh-roh itu menyelamatkannya dari tembakan peluru yang menewaskan 24 rekan sekerjanya.

Sehari setelah pembantaian terjadi, The Straits Times memuat artikel yang menyebut, Scots Guards dan polisi telah menembak mati 25 dari 26 bandit selama operasi skala besar di Selangor Utara.

Dilaporkan, itu adalah keberhasilan terbesar yang pernah dicapai dalam operasi di Malaya sejak kondisi darurat ditetapkan. Laporan itu dusta besar.

Tham Yong meninggal dunia pada 2010 lalu. Ia adalah orang dewasa terakhir, saat kejadian, yang bisa memberikan kesaksian tentang hari berdarah itu.

"Aku masih marah karena para korban adalah orang-orang tak bersalah yang dilabeli sebagai bandit dan komunis. Padahal apa yang mereka lakukan hanya mengumpulkan durian, bukan menyediakan makanan bagi para komunis," kata dia, seperti dikutip The Star Online.

"Kanker stadium lanjut yang kuderita berarti aku tak akan berumur panjang. Namun, aku berharap orang-orang mengingat apa yang terjadi, agar mereka yang tewas tak akan terlupakan," kata saksi mata pembantaian Batang Kali di Malaysia itu.


Kasus Ditutup

Banyak orang menyamakan insiden Batang Kali dengan My Lai, pembantaian yang dilakukan tentara Amerika Serikat di Vietnam.

Namun, meski ada banyak saksi mata, para pelaku tak pernah dihukum. Niat para keluarga korban untuk memperkarakan kejadian tersebut dipatahkan pengadilan HAM di Eropa pada Oktober 2008.

Seperti dikutip dari The Conversation, pihak keluarga yang dipimpin Nyok Keyu Chong menuntut Inggris menyelidiki pembantaian Batang Kali. Alasannya, pada saat kejadian, tahun 1948, wilayah itu berada di bawah kekuasaan Britania raya.

Memang pernah ada penyelidikan di masa lalu, tetapi Chong menganggap, prosesnya tak cukup baik. Informasi baru dari Kepolisian Kerajaan Malaysia dan sebuah buku tahun 2009 diangkat sebagai bukti penguat.

Namun, pemerintah Inggris menolak penyelidikan baru, dan banding ke Mahkamah Agung Inggris tidak berhasil.

Putus asa, keluarga beralih ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, yang kini telah memutuskan bahwa Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia tidak dapat membantu mereka mendapatkan keadilan bagi para korban.

Pengadilan menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki yurisdiksi karena kematian para korban terjadi lebih dari 10 tahun sebelum Inggris mengizinkan individu untuk membawa perkara langsung ke pengadilan Eropa.

Tak hanya pembantaian Batang Kali di Malaysia. Sejumlah kejadian bersejarah juga terjadi pada 12 Desember.

Pada 1991, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Nasional Komodo, dan Taman Nasional Ujung Kulon, terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada Sidang Konferensi Warisan Dunia yang ke-15 di Carthage, Tunisia.

Sementara, pada 12 Desember 1992,t sunami melanda pulau Flores, menewaskan kurang lebih 3.000 orang.

Penampakan Sosok Putih di Kantor Polisi

4 Temuan dalam Peristiwa Minibus Bergerak Sendiri di Parkiran Polres Pinrang

Liputan6.com 2021-07-16 11:25:51
Tangkapan layar video viral mobil bergerak sendiri di Polres Pinrang (Liputan6.com/Fauzan)

Kejadian atau peristiwa horor di Indonesia banyak dialami sejumlah kalangan masyarakat. Seperti yang terjadi di Mapolres Pinrang Sulawesi Selatan.

Sejumlah kendaraan mengalami kerusakan setelah kejadian horor di parkiran Polres Pinrang Sulawesi Selatan. Dari rekaman CCTV berdurasi 1 menit 5 detik, sebuah minibus bergerak sendiri dan menabrak beberapa mobil yang berada di depannya.

Berikut fakta yang dirangkum Liputan6.com tentang minibus yang berjalan sendiri:

Viral di Media Sosial

Kejadian horor yang terjadi di parkiran Mapolres Pinrang tersebut viral di media sosial. Video rekaman cctv berdurasi 1 menit 5 detik tersebut banyak ditonton oleh pengguna sosial media dari berbagai platform.

Bayangan Putih

Sebuah video rekaman CCTV berdurasi 1 menit 5 detik viral di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Video itu menunjukkan kejadian horor sebuah mobil minibus yang bergerak sendiri di parkiran Markas Polres Pinrang Sulawesi Selatan.

Namun, sesaat sebelum mobil minibus berwarna hitam itu bergerak sendiri dan menabrak mobil lainnya, terlihat bayangan putih di atas mobil merah yang terparkir tepat di depan mobil yang bergerak sendiri tersebut.

Paur Humas Polres Pinrang, Iptu Nasir membenarkan ihwal kejadian tersebut. Dia menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Selasa (11/5/2021) malam.

"Benar kejadiannya pada Selasa malam sekitar jam 19.30 Wita , mobil parkir di depan penjagaan tiba-tiba mobil itu bergerak tanpa awak di atas sedangkan mobil dalam keadaan parkir," ucap Nasir saat dikonfirmasi Selasa (18/5/2021).


Kondisi Mobil

Kondisi Mobil Baik

Sejumlah kalangan sempat mengira mobil yang bergerak sendiri tersebut karena ada kerusakan pada bagian rem tangan. Bahkan, petugas di Mapolres Pinrang mengira rem tangan mobil itu tidak dalam keadaan berfungsi atau blong.

Namun setelah dicek rem tangan mobil tersebut dalam keadaan aktif dan tidak rusak sama sekali.

"Rem tangan aktif dan tidak rusak," Nasir.

Akibat kejadian tersebut sejumlah kendaraan lainnya mengalami kerusakan ringan. Pasalnya, saat bergerak sendiri, mobil tersebut melaju cukup kencang bak ada seseorang yang menginjak pedal gasnya.

"Benar itu dilihat di CCTV mobil melaju kencang dan menabrak mobil didepannya dan sampai mobil di depan itu menabrak pohon," dia menuturkan.

Sosok Putih Menyerupai Kuntilanak

Sesaat sebelum mobil minibus berwarna hitam itu bergerak sendiri, terlihat bayangan putih diatas mobil merah yang terparkir tepat di depan mobil yang bergerak sendiri tersebut.

Nasir enggan berkomentar lebih jauh terkait penampakan sosok putih menyerupai kuntilanak yang berada di atas mobil berwarna merah yang terparkir di depan mobil yang bergerak sendiri tersebut.

"Sementara penyelidikan tidak tahu bagaimana kejadiannya, karena mobil parkir lari sendiri," dia memungkasi.


Saksikan video pilihan berikut ini

Heboh Bus Hantu Arah Bandung

Viral Kisah 'Bus Hantu' Bekasi-Bandung, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Liputan6.com 2019-06-25 10:35:36
Pengalaman Mistis naik Bus Hantu Bekasi-Bandung, Serem Banget (sumber: Instagram/ hebosto)

Beberapa waktu yang lalu, netizen dihebohkan dengan kisah 'bus hantu' yang dibagikan oleh salah satu pengguna Instagram. Dari akun milik Hebbie Agus Kurnia @hebosto, ia membagikan kisahnya melalui Insta story miliknya yang kemudian dirangkum di sebuah platform blog.

Cerita bus berhantu jurusan Bekasi-Bandung ini pun ditanggapi ramai oleh para netizen. Kisahnya berawal dari bus yang ditumpanginya tampak memiliki banyak kejanggalan. Mulai dari penumpang yang duduk tegap dengan muka pucat dan terdiam, hingga bau anyir yang tercium. Cerita tersebut dibagikan lengkap dengan foto dan video singkat.

Cerita yang awalnya ia bagikan di Insta story pun akhirnya ramai diperbincangkan dan sudah melebar ke media sosial lainnya. Walaupun banyak netizen yang turut percaya, secara ilmiah ilmu pengetahuan menolak adanya hantu dan deretan hantu yang selalu ditabrakkan dengan berbagai teori ilmiah yang menjelaskan bahwa hantu itu tidak ada.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, penjelasan ilmiah tentang bus hantu Bekasi-Bandung.


Efek Gelombang Elektromagnetik

Keberadaan hantu biasanya dilihat dari adanya gelombang elektromagnetik yang terpancar. Elektromagnetik sangat dikaitkan dengan adanya keberadaan sosok hantu. Tak heran jika elektromagnetik selalu jadi teori yagn dikaitkan dengan makhluk tak kasat mata ini. Hal inilah yang mempengaruhi persepsi manusia tentang adanya hantu.

Gelombang eletromagnetik pada tubuh manusia secara langsung mempengaruhi otak. Menurut penelitian, adanya pola aktivitas aneh di otak yang disebabkan adanya elektromagnetik tersebut membuat seseorang merasa ada hantu di dekatnya.

Terlebih lagi seperti yang diceritakan bahwa kondisi bus yang memang sudah tua. Kemungkinan terdapat sumber gelombang elektromagnetik di dalam bus tersebut yang membuat persepsi penumpang menjadi halusinatif. Hal ini bisa menjadi bukti bahwa hantu sebenarnya hanyalah persepsi otak yang agak 'kacau' karena faktor luar.


Adanya Infrasound di Bus

Teori infrasound juga bisa dikaitkan dengan viralnya kisah bus hantu yang ramai di media sosial ini. Infrasound adalah suara dengan frekuensi yang sangat rendah, hingga manusia tak akan bisa mendengarnya. Biasanya hanya berfrekuensi 19 Hz. Suara semacam ini ternyata mampu dibuktikan secara ilmiah dapat membuat seseorang tak nyaman secara fisiologis.

Infrasound sangat masuk akal jika terjadi di dalam kendaraan. Sebuah studi ilmiah pernah meneliti tentang dampak suara turbin angin serta suara lalu lintas di sebuah pemukiman. Suara dengan frekuensi yang sangat rendah ini ternyata dapat menyebabkan disorientasi, perasaan panik, perubahan denyut jantung dan tekanan darah, serta perasaan ditakuti oleh hantu.

Jika melihat dari kisah bus hantu tersebut, ada banyak faktor yang bisa mengakibatkan timbulnya infrasound seperti kecepatan, jendela mana yang terbuka, serta kondisi permukaan jalan.


Bau Anyir dari Jamur

Bau anyir yang disertakan oleh pemilik akun @hebosto bisa jadi berasal dari jamur. Hal ini mungkin terjadi karena kondisi bus yang sudah tua yang memungkinkan tumbuhnya jamur.

Pertumbuhan jamur sangat mudah terjadi di tempat-tempat yang lembap. Bus tua tentu bisa jadi tempat yang cukup lembap sehingga bisa ditumbuhi jamur. Wwalaupun jamur sering dikaitkan dengan tempat angker, secara sederhana ternyata jamur mengeluarkan gas-gas tertentu yang jika terhirup bisa langsung berdampak pada otak. Sehingga seseorang bisa saja seolah 'berebut' oksigen dengan jamur yang mengakibatkan oksigen ke otak terganggu dan terjadi proses halusinasi.

Bau gas yang tercium bisa pula berasal dari gas-gas jamur yang dikeluarkan ditambah lagi dengan kondisi bus yang sudah tua dan tak terawat yang berakibat tercium bau anyir.


Adanya Karbon Monoksida

Menurut sebuah jurnal medis yang dipublikasikan di American Journal of Ophtalmology, salah satu penyebab suatu area jadi berhantu adalah karbon monoksida. Gas satu ini bisa membuat seseorang menjadi halusinasi secara liar.

Jika dikaitkan dengan soal bus hantu yang viral tersbeut, bisa jadi mesin bus tersebut kurang terawat sehingga tingkat karbon monoksida yang dihasilkan mesin lebih tinggi dari pada kendaraan-kendaraan lainnya. Terlebih lagi kondisi bus sering dipakai, kosong, dan melaju dengan kencang.


Sudah Percaya Adanya Hantu

Dalam sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh tim psikolog dari Universitas London, seseorang akan merasa hal-hal mistis sesederhana apapun kerap dikaitkan dengan hantu dan percaya hal tersebut ada.

Menurut penulis studi ini, Christopher French, jika seseorang secara percaya diri menyatakan bahwa dia melihat hantu, secara psikologis otak pendengarnya akan merasionalkan informasi tersebut, dan pada akhirnya akan percaya bahwa mereka juga melihat hantu.

Hal ini hampir sama dengan kisah bus hantu tersebut. Sang korban percaya bahwa dirinya melihat hantu dan berusaha melogiskan semua kondisinya bahwa ia memang melihatnya. Selain itu, dilihat dari berbagai faktor seperti elektomagnetik, suara infra, jamur dan karbon monoksida, tentu hal tersebut terasa semakin nyata.

Terlebih lagi viralnya kisah tersebut dan banyak netizen yang turut mempercayainya sehingga semua terasa nyata dan masuk akal.

Hilang Misterius di Tengah Mangrove

Penampakan 'Kapal Hantu' di Selat Bangka Viral di Medsos

Liputan6.com 2021-06-07 23:30:00
Potongan video penampakan 'kapal hantu' yang sempat menghilang di Selat Bangka (Dok. Instagram @palembangwikwikwik / Nefri Inge)

Media sosial (medsos) sedang ramai dengan video penampakan 'kapal hantu', di perairan Selat Bangka di dekat Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan (Sumsel).

Viralnya video tersebut, merekam penampakan kapal yang diduga berasal dari Bangka Belitung, yang tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi dan menghilang di tengah hutan mangrove di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Diungkapkan Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes YS Widodo, terjadi aksi kejar-kejaran tersebut, pada hari Minggu (6/6/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Kapal itu diduga membawa barang terlarang. Anggota kita yang sedang berpatroli menggunakan helikopter, merasa curiga dengan keberadaan kapal tersebut," katanya, Senin (7/6/2021).

Untuk memastikan 'kapal hantu' tersebut, anggota Polairud Sumsel menggunakan kapal patroli, untuk mengejar kendaraan sungai itu.

Dibantu anggota Polairud Polda Bangka Belitung, petugas kepolisian berusaha mengejar 'kapal hantu' itu, pada Minggu sore, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapal beserta pemiliknya, sudah diamankan oleh Polairud Polda Bangka Belitung. Polairud Polda Sumsel hanya bertugas membantu saja.


Lokasi di Selat Bangka

"Kita hanya back up saja. Karena jarak tempuh ke sini sekitar 12 jam. Sedangkan ke Bangka Belitung hanya 1 jam, karena lokasinya di Selat Bangka," katanya.

Dia juga belum bisa menjelaskan secara rinci, mengenai kapal tersebut dan barang apa yang dibawa.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Misteri Rumah Kontrakan di Seturan

Hantu Perempuan Meneror Penghuni Kontrakan di Seturan Yogyakarta

Liputan6.com 2021-07-16 10:52:37
Para pejalan kaki mengamati "Rumah Hantu" (Ghost Manor) di New Orleans, Louisiana, 26 Oktober 2020. Untuk menyambut perayaan Halloween, sebuah rumah khusus di New Orleans disulap menjadi ruma

Ada yang kurang beres dengan rumah kontrakan yang berjarak 1 meter dari tempat pemakaman. Rumah tinggal yang berada di antara Jalan Seturan dan Jalan Perumnas, Sleman, Yogyakarta ini kerap melahirkan cerita horor.

Mengambil sumber dari Instagram @ceritahorrorjogja, bahwa di kontrakan tersebut kerap terjadi hal-hal aneh. Seperti suara gerbang yang bergeser sendiri, hingga suara orang yang sedang berjalan.

Rumah kontrakan itu tampak tak terurus. Semula, para penghuni kontrakan tersebut tak menjumpai keanehan. Namun, seiring waktu, hal-hal aneh satu per satu bermunculan.

Penghuni rumah itu mengaku interaksi makhluk astral itu tidak begitu kuat. Namun, nyaris setiap penghuni merakan keanehan. Bahkan, teman-teman para penghuni yang sempat mampir pun sering mendapat gangguan.

Seorang penghuni, sebut saja Putra, menceritakan bahwa dirinya pernah mendengar suara air di kamar mandi. Dia menyangka ada yang sedang mandi.

Sambil menghabiskan dua batang rokok, suara kamar mandi menjadi sunyi, tetapi tak ada orang keluar. Dia pun memberanikan diri membuka pintu kamar mandi.

Tak ada seorang pun di dalam. Bahkan, air yang tadinya terdengar, tidak menyisakan bekas alias kering. Dirinya pun lalu tidak mau lagi menggunakan kamar mandi itu.

Disebutkan bahwa ada sosok gaib yang menunggu toilet tersebut. Sesosok wanita yang hanya berdiri menatap sekeliling. Tidak ada hentinya kejahilan makhluk astral dirasakan penghuni kontrakan di Yogyakarta itu.

Sering kali, pintu kamar diketuk saat kontrakan dalam keadaan sunyi. Biasanya ketukan tersebut terdengar pukul 18.30 hingga 19.30 WIB.


Anak Kecil

Kejadian lain menimpa Rusdi, bukan nama asli. Pintu kamarnya sering diketuk pada waktu-waktu tersebut. Suara ketukannya pun khas "dok dok dok".

Tiga kali ketukan, tetapi pintu tidak bergetar sama sekali. Bahkan, dia pernah mendengar suara orang menyapu di halaman depan kontrakan pada pukul dua pagi.

Padahal, mahasiswa kontrakan pun jarang menyapu. Begitu juga para penghuni rumah samping kontrakan. Mereka hanya beraktivitas pada pagi dan sore hari.

Lantas siapa yang menyapu pada waktu dini hari tersebut? Sebuah misteri bagi para penghuni yang belum terpecahkan hingga saat ini. Semakin hari gangguan makhluk astral dirasa semakin kuat energinya.

Pernah seorang penghuni kontrakan ditarik sprei dan selimutnya dari jendela. Padahal, orang yang ada di sana masih dalam keadaan tersadar dan tidak sedang tidur.

Ternyata pengganggunya adalah sosok anak kecil. Hal tersebut diketahui penulis saat berbincang dengan penjual warung bubur kacang ijo (burjo). Konon ada banyak sosok anak kecil yang mengganggu di sebuah jalan. Jalan yang juga menghubungkan ke kontrakan ini. Seringkali terdengar seperti sandal diseret. Suara yang mirip seperti orang menyapu yang didengar Rudi.

Terdapat cerita lain yang cukup membuat geger seisi kontrakan. Saat itu, sedang diadakan pesta bakar-bakaran. Mereka mengobrol, bercanda, dan tertawa hingga terbahak- bahak. Namun, kemudian terdapat lengkingan suara perempuan. "Suara opo yo? (suara apa ya?)," kata salah satu penghuni.

Seperti mengabaikan, mereka lanjut bercanda dan tertawa dengan lantang. Kemudian suara lengkingan perempuan itu terdengar lagi. Akhirnya, salah satu penghuni yang indigo mencoba menetralisasi keadaan. Para penghuni pun akhirnya menghentikan kegiatan pesta mereka.

Hal tersebut dilakukan agar tidak ada gesekan energi. Sebab, pernah terjadi gesekan energi yang mengakibatkan salah satu penghuni rumah kontrakan tidak bisa bergerak sama sekali.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Kisah Mistis Desa Penari

Kisah Mistis KKN Desa Penari, Menegangkan Sejak dalam Perjalanan

Liputan6.com 2021-07-16 11:15:07
Poster KKN di Desa Penari

Teka-teki dalam kisah KKN Desa Penari belum sepenuhnya terpecahkan. Kisah yang dibagikan lewat cuitan di Twitter itu makin memancing penasaran warganet.

Lewat Akun @SimpleM1378523 kisah KKN Desa Penari dikisahkan dalam cuitan berseri sejak 24 Juni hingga 25 Juli 2019. Peristiwa yang disebut terjadi pada 2009 itu langsung menyita perhatian warganet.

Menambah penasaran pembaca, kisah ini dibumbui dengan tewasnya 2 nyawa mahasiswa yang terlibat dalam KKN tersebut. Namun, cerita yang ditulis tidak lugas. Bahkan, lokasi kejadian pun disamarkan oleh penulis.

Dalam kisah itu, misalnya disebutkan nama kota S, hutan D, dan desa W yang tak menunjukkan lokasi manapun di Indonesia. Namun, kisah menegangkan sudah dimulai sejak para mahasiswa ini berangkat menuju lokasi, Desa Penari.

Dari kota S, mereka sampai di persinggahan menuju lokasi KKN. Namun, dalam suasana yang hampir gelap disertai gerimis itu, mereka harus menunggu kendaraan untuk menuju lokasi.

Mereka harus menembus hutan. Dalam keadaan gerimis itu, tiba-tiba muncul 6 pemotor yang bakal mengantarkan mereka ke tujuan yang ternyata harus melewati hutan dengan kontur jalan yang naik turun.

Makin jauh perjalanan, suasana makin sepi. Tiba-tiba salah satu dari peserta mendengar suara kendang dan gong yang diikuti suara kenong dan kompyang. Alunan itu jelas suara gamelan. Meski tak wajar ada di tengah hutan yang tadinya begitu sunyi.

Tujuan mulai dekat, suara gamelan itu pun menghilang. Sesampainya di lokasi, mereka disambut oleh kepala desa, Pak Prabu yang berkumis tebal.

Pak Prabu menyambut hangat kedatangan mereka. Salah satu peserta KKN bertanya mengapa ada desa yang begitu jauh dari keramaian alias pelosok.

"Pelosok bagaimana maksudnya, bukankah jarak ke jalan besar hanya 30 menit?" timpal Pak Prabu.

Mendengar jawaban itu, para peserta KKN yang berjumlah 6 orang itu saling menatap satu sama lain. Memendam tanya dalam hati masing-masing. Pasalnya, perjalanan mereka ke Desa Penari itu ditempuh lebih dari satu jam.

Banyak yang berspekulasi bahwa kisah ini terjadi di kabupaten paling ujung Jawa Timur, Banyuwangi. Daerah yang terkenal mistis ini memang menyimpan lokasi-lokasi horor, salah satu yang paling terkenal adalah Alas Purwo.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada fakta valid yang mengungkap di mana sebenarnya Desa Penari berada. Namun, kisahnya sudah terlanjur masuk ke benak warganet Indonesia.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Rumah Angker yang Hebohkan Dunia

Kisah Horor Amityville dan Awal Film The Conjuring 2

Liputan6.com 2021-07-16 10:41:42
Film the Conjuring 2 mendapatkan pujian karena lebih menakutkan dibandingkan kejadian supranatural aslinya,

Film The Conjuring 2 menjadi salah satu film horor yang banyak ditonton. Para pecinta film horor dengan setia menanti kelanjutan dari film the conjuring berikutnya.

Namun demikian, rentetan peristiwa pernah terjadi sebelum film The Conjuring 2 ini tayang dan banyak digemari para pecinta film horor. Cerita digambarkan pada tahun 1976 atau setahun sebelum kejadian aneh di Enfield yang menjadi fokus utama The Conjuring 2, Lorraine dan Ed menuju Amityville.

Mereka berniat membongkar motif Ronald J DeFeo Jr tega menghabisi keluarganya sendiri. Apakah dia ingin mendapatkan harta keluarga, seperti disangka polisi, atau karena bisikan 'iblis'.

Peristiwa menyeramkan di Amityville tersebut terkuak pada 13 November 1974 sekitar pukul 18.30. Kala itu, Ronald DeFeo Jr menyeruak masuk ke Henry's Bar dan membawa kabar buruk.

"Seseorang menembak ibu dan ayahku," teriaknya, panik, seperti dikutip dari situs New York Daily News.

Orang-orang sontak menghambur dari tempat nongkrong itu, menuju lokasi. Pemuda yang kala itu berusia 23 tahun juga melapor ke aparat. Ia mengaku menemukan jasad ayah dan ibunya di kamar lantai dua.

Petugas Kepolisian Suffolk County menerima laporannya pada pukul 18.35 waktu setempat. Saat polisi tiba di lokasi kejadian, Ronald Jr juga mengaku menemukan jasad adik-adiknya di kamar lainnya.

Total korban berjumlah enam orang di antaranya, Ronald J. DeFeo (43), istrinya Louise (42), dua anak laki-laki: John (9) dan Mark (12), serta dua putri mereka: Allison (13) dan Dawn (18). Semua dengan luka tembak.

Aparat yang menyisir rumah tak menemukan tanda-tanda perlawanan. Korban diduga dihabisi dalam kondisi terlelap. Senjata si pembunuh juga raib.

Setelah pengujian post-mortem dilakukan, para korban dinyatakan telah meninggal dunia setidaknya sejak pukul 07.00. Ronald DeFeo Jr adalah satu-satunya anggota keluarga yang selamat.

Simpati pun mengalir bagi pemuda yang kehilangan seluruh anggota keluarganya sekaligus. Namun, dua hari kemudian ia digiring polisi dalam kondisi tangan terborgol.

Setelah diinterogasi selama 20 jam, Ronald Jr akhirnya mengakui bahwa dia yang menembak ayah, ibu, dan adik-adiknya.

Kala itu motif pembunuhan belum diketahui. Menurut penyelidik pemuda emosional itu ingin mendapatkan harta keluarga di Amityville.

Namun, pelaku bersikukuh, "Suara di dalam rumah itu yang membuatku melakukannya."

Kasus tersebut memang diwarnai sejumlah keanehan. Meski pelaku tak menggunakan senapan yang dilengkapi peredam, para tetangga tak mendengar bunyi letusan senjata.

Apa pun, dalih penyakit jiwa ditepis hakim. Ronald 'Butch' DeFeo Jr dinyatakan bersalah atas enam dakwaan pembunuhan tingkat dua, yang masing-masing dijatuhi hukuman selama 25 tahun hingga penjara seumur hidup.

Selama penyelidikan dan persidangan, rumah Amityville dibiarkan kosong. 13 bulan kemudian, kepemilikannya berpindah tangan ke George Lutz -- yang pindah bersama istri dan tiga anaknya pada Desember 1975.

Harga rumah besar yang jadi lokasi pembunuhan itu jatuh, 'hanya' US$ 80 ribu. "Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan," kata George Lutz soal kediaman barunya yang megah.


Horor Versus Hoaks

Pada hari pindah, mereka mengundang seorang pemuka agama untuk memberkati rumah itu. Kata Lutz, tamunya itu mengaku tangan tak terlihat memukulnya di ruang menjahit.

Pemuka agama itu, tambah Lutz, juga mendengar suara tanpa raga. "Pergi dari sini!" entah dari siapa kalimat itu terucap. Juga mengalami perasaan aneh mirip gejala flu dan tangannya tiba-tiba mengeluarkan darah.

Meski demikian, keluarga itu akhirnya menetap di rumah itu dan mengaku menemui sejumlah hal mistis.

"Ada aroma asing yang tercium lalu hilang," kata Lutz, seperti dikutip dari ABC News. "Juga terdengar suara-suara aneh. Pintu depan terbanting tengah malam...selama berhari-hari tak ada hawa hangat di dalam rumah."

Lutz mengaku membiarkan perapian tetap menyala, agar rumah tak dingin menggigit. Namun, alih-alih nyaman, ia justru mengaku menemukan zat misterius mirip lendir yang berjatuhan di karpet saat terbangun pada pagi hari.

Suatu ketika, kata dia, istrinya tiba-tiba berubah rupa menjadi perempuan sepuh, yang wajah, rambut, dan kerutannya mirip nenek 90 tahun.

Dan segala keanehan terjadi mulai pukul 03.15. Hampir tiap hari -- bertepatan dengan waktu diperkirakannya terjadi pembunuhan.

Suatu malam Lutz mengaku melihat tempat tidur anak-anak terangkat naik dan turun, namun ia tak berdaya melakukan apa pun. Sang istri pun terlihat melayang di atas ranjang.

Pagi harinya, setelah 28 hari tinggal di rumah Amityville, Lutz dan keluarganya ngacir. Meninggalkan pakaian di lemari, dan kulkas penuh makanan.

Pria itu yakin, hal buruk akan terjadi jika ia tak buru-buru pergi. "Aku tak sanggup membayangkannya," kata Lutz.

Pengalaman keluarga Lutz menarik perhatian banyak orang. Dua bulan setelah kepindahan tiba-tiba mereka, reporter Laura Didio mengumpulkan sekelompok pemerhati supranatural untuk membuktikan klaim tersebut.

Mereka menghabiskan malam di rumah itu, menyisir kamar demi kamar. Mencari jejak keberadaan makhluk tak kasat mata.

Salah satu dari mereka, Lorraine Warren -- yang asli -- mengaku mengalami sensasi 'ledakan' perasaan depresi yang luar biasa. Sejumlah foto pun diambil. Tak ada apa pun yang tertangkap kamera, kecuali satu, yang dideskripsikan Didio sebagai 'penampakan' bocah laki-laki mengintip dari salah satu kamar.

Sementara itu, George Lutz menghubungi pengacara Ronald Jr, William Weber -- yang telah mengantongi proposal untuk menerbitkan buku tentang kliennya.

Bagi Weber, kisah seram Lutz bisa menambah gereget buku tersebut.

Pertemuan berlangsung menyenangkan. Setelah menghabiskan empat botol anggur, sisa malam itu menjadi sesi menulis kreatif tentang apa saja yang menarik untuk dimuat dalam sebuah buku horor. Keduanya saling berkhayal soal alur kisah seram.

Namun, kerja sama tak terjalin antar keduanya. Lutz yang tak mau berbagi untung dengan Ronald DeFeo Jr, menggandeng seorang penulis bernama Jay Anson.

Hasilnya adalah buku berjudul 'The Amityville Horror: A True Story' yang dirilis pada 1976. Yang dicetak ulang 13 kali, enam juta buku laku dijual. Versi film yang diluncurkan tiga tahun kemudian juga sukses besar.

Lutz mengakui, tak semua adegan dalam buku dan film adalah nyata -- seperti halnya yang digambarkan The Conjuring 2. Salah satunya soal lendir hijau. Namun, sisanya, ia klaim berdasarkan pengalaman sesungguhnya, bukan dusta atau hoaks, seperti yang ditudingkan banyak orang.

"Aku tak bisa mengatur apa yang dipikirkan orang. Aku hanya mengatakan apa yang kami alami," kata Lutz.

Kini, rumah tiga lantai bergaya kolonial Belanda yang jadi lokasi pembunuhan sadis ditawarkan seharga US$ 850 ribu atau 11,3 miliar. Ada 11 ruangan, fasilitas kolam renang, dua garasi mobil, dan tempat untuk mengandangkan kapal.

Alamatnya baru saja berganti, dari 112 Ocean Avenue menjadi 108 Ocean Avenue, New York. Namun, orang awam mengenalnya sebagai 'rumah horor' Amityville.

"Ada empat pemilik sejak pembunuhan terjadi. Tak ada satu pun dari mereka yang keluar rumah sambil berteriak. Tak ada kejadian aneh apa pun termasuk pembunuhan," kata pihak broker, seperti dikutip dari Curbed.

Lilin-lilin dinyalakan, tirai ditutup rapat, kemudian hening. Raga Lorraine Warren masih duduk menghadap meja bersama sang suami, Ed dan dua orang lainnya.

Namun, sukmanya melayang ke tahun 1974, pada hari ketika Ronald J DeFeo Jr membantai seluruh keluarganya.

Tak hanya menyaksikan, Lorraine menirukan gerakan bagaimana pelaku mengokang senjata, menembakkan peluru ke ayah, ibu, dan empat adiknya. Para korban diduga meninggal dalam kondisi tertidur.

Setelah itu, hal-hal aneh ia temui. Ada penampakan anak kecil yang mengintip dari tangga. Makhluk yang konon tak kasat mata itu kemudian membawanya bertemu dengan sosok mengerikan, iblis jahat yang menyaru sebagai biarawati: Valak.

"Seakan mendekat ke neraka yang sama sekali tak ingin kualami," kata Lorraine, menangis dan tersengal, seperti yang digambarkan dalam adegan awal film The Conjuring 2.

Digambarkan, pada 1976 -- setahun sebelum kejadian aneh di Enfield yang menjadi fokus utama Conjuring 2, Lorraine dan Ed menuju Amityville.


Saksikan video pilihan berikut ini