Volume 47

Yes, Emas!

Breaking News : Greysia / Apriyani Rebut Medali Emas Badminton Olimpiade Tokyo 2020

Liputan6.com 2021-08-02 13:01:28
Penampilan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, pada laga grup Olimpiade Tokyo 2020, Selasa (26/7/2021). (NOC Indonesia)

Indonesia akhirnya mendapatkan medali emas pertama di Olimpiade Tokyo 2020. Ganda putri Greysia Polii / Apriyani Rahayu mempersembahkan emas usai menang dua set langsung atas pasangan China Cheng Qingchen/Jia Yi Fan di final ganda putri Olimpiade 2020, Senin (2/8/2021) siang WIB.

Bertanding di Musashino Forest Sports Plaza, Greysia dan Apriyani memulai pertandingan final badminton Olimpiade 2020 dengan baik. Mereka mampu unggul 4-1. Meski pasangan Tiongkok mencoba bangkit, Greysia/Apriyani mampu memimpin 11-8 sampai interval set pertama.

Chen/Jia bangkit usai interval. Mereka merebut tiga poin beruntun sehingga skor imbang 11-11. Namun setelah itu Greysia dan Apriyani mampu kembali unggul. Banyaknya kesalahan China membuat Greysia/Apriyani melesat 19-14.

Pasangan China pantang menyerah dan bisa memangkas jarak menjadi 19-18. Beruntung di poin genting, Greysia/Apriyani tetap tenang dan akhirnya bisa menutup set 1 dengan 21-19.


Set Kedua

Di set kedua, Gresyia/Apriyani semakin percaya diri. Defense ketat dan ketenangan Greysia/Apriyani membuat mereka bisa unggul cepat 7-2.

Cheng/Jia sempat bangkit merebut tiga poin beruntun. Untungnya Greysia/Apriyani bisa segera memegang kendali dan unggul 11-7 saat interval set kedua.

Ketatnya defense pasangan Indonesia membuat Cheng/Jia mulai frustrasi. Indonesia terus memperlebar keunggulan hingga 19-10.

Greysia/Apriyani sempat kecolongan empat poin beruntun. Untungnya pasangan China kembali banyak membuat kesalahan sehingga set kedua dikunci 21-15.


Cium Medali Emas

 


Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Keringat dan Air Mata demi Kejayaan

Keringat dan Air Mata demi Kejayaan

Liputan6.com 2021-08-01 23:45:27
ilustrasi Gebrak Tokyo {Liputan6.com/Abdillah)

Eko Yuli Irawan duduk tenang, menunggu giliran. Matanya fokus. Targetnya cuma satu, medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Baginya itu harga mati!

Begitu dipanggil, dengan mantap Eko naik ke atas panggung Tokyo International Forum, Minggu (25/7/2021), tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke-32. Langkahnya tegap, lalu dia mengambil ancang-ancang.

Sambil mengatur napas, Eko berusaha menyelesaikan kesempatan ketiga dengan angkatan clean & jerk seberat 177kg. Ini strategi Eko demi mengalahkan selisih margin dengan rivalnya, Li Fabin, lifter China yang sudah unggul. Sayang, Eko tak berhasil.

Selepas lomba, Eko melakukan sesi wawancara virtual dengan Erick Thohir selaku anggota International Olympic Committee (IOC). Disiarkan Indosiar, Eko membuka percakapannya dengan kata "Maaf" yang merujuk dirinya gagal memberikan medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

"Saya mohon maaf pak, masih ini (perak)," ujar Eko, sambil merapatkan kedua telapak tangannya di dada, tanda hormat.

Erick langsung memotong. Rasa-rasanya, memang tidak pantas seorang juara mengucapkan kata maaf. "Enggak (jangan minta maaf), yang penting kamu konsisten dan men-challenge diri kamu. Saya apresiasi dan salut sama kamu, kamu oke dari (Olimpiade 2012) London dulu terus Asian Games dan sekarang," kata Erick Tohir.

"Tahun depan masih ada Asian Games, tetap semangat ya. Eko ini legenda, dia hebat, dia meraih empat medali di seluruh olimpiade-nya," Erick memuji.

Ya, Eko memang mesti rela membawa pulang medali perak angkat besi kelas 61kg Olimpiade Tokyo, dengan total angkatan 302kg dengan snatch 137kg dan clean & jerk 165kg. Medali emas melayang ke tangan Li Fabin yang punya total angkatan 313kg.

Padahal, barangkali kalau ada atlet yang paling mengidamkan medali emas Olimpiade, ya Eko Yuli orangnya. Ini keikutsertaan keempatnya di pesta olahraga sejagat, di mana tiga edisi Olimpiade sebelumnya ia selalu naik podium tanpa sekalipun merebut emas.

Eko Yuli meraih perunggu di Beijing 2008 dan London 2021. Di Olimpiade Rio 2016, Eko Yuli mampu menyabet perak. Mimpinya di Tokyo 2020 jelas emas, mengingat usianya yang kini telah menginjak 32 tahun, tapi mimpi tinggal mimpi.

Berulangkali Eko meminta maaf karena kembali menyumbang perak. Permintaan yang mungkin tak seharusnya dilakukan, setelah apa yang sudah ia berikan demi berkibarnya sang Merah Putih di pentas dunia. Bahkan, sebutan legenda hidup angkat besi Indonesia pantas disematkan kepada Eko Yuli.

Kucuran Keringat dan Air Mata

Atlet angkat besi, Eko Yuli Irawan, saat sesi latihan di Pelatnas angkat besi, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Eko Yuli Irawan bertekad ingin memecahkan rekor pribadi di Asian Games 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tak banyak yang tahu beratnya perjuangan Eko merebut kejayaan di Olimpiade 2020. Tak hanya kucuran keringat yang terperas karena kejar kerasnya, airmata pun tumpah karena Eko sempat menderita sakit dua bulan sebelum berangkat. Meski begitu, tekad Eko sudah bulat. Ia harus tampil di Tokyo.

Dengan jam terbang tinggi, Eko tahu apa yang harus dilakukan. Ia juga punya strategi khusus mengatur porsi latihan.

Eko menjelaskan, jika untuk event besar seperti Olimpiade, dia berlatih dengan durasi satu hari, satu sesi. Dari H-7, setiap hari satu sesi, dan dibatasi 2 jam. "Satu hari sebelum tanding, saya baru istirahat total. Kalau untuk latihan angkat bebannya, semakin mendekati hari pertandingan, semakin menurun. Ini supaya lebih banyak istirahat, simpan tenaga dan jaga kondisi badan pas hari pertandingan," kata Eko kepada Liputan6.com.

Tak hanya sakit, Eko juga sempat kelebihan berat badan sekitar 9kg sebelum Olimpiade. Jadi, ia harus mengatur dietnya, sambil mempertahankan pola latihan menuju Hari-H.

"Makan sebenarnya normal, cuma sebulan sebelum pertandingan mulai diatur. Dikurangi atau diganti karbohidratnya. Lebih banyak protein dan sayuran. Kurangi santan dan yang berminyak. Boleh sih, tapi jangan terlalu sering," ujarnya.

Eko menuturkan, kalau soal latihan, dia tidak pernah putus. "Seperti dari Olimpiade pulang ini, langsung persiapan PON. Jadi menyambung terus sebenarnya. Saya tidak pernah istrahat total atau lima bulan sebelum event baru latihan, enggak boleh gitu," ujarnya, lagi.


Kehilangan Masa Remaja

Pengorbanan Eko menuju sukses memang begitu besar. Ia harus kehilangan masa remajanya lantaran hari-harinya dihabiskan dengan berlatih. Ketika anak-anak muda lainnya asyik nongkrong, jalan-jalan atau main ke mal, Eko justru berada di gym dan berlatih.

Menurut Eko, jalan menuju sukses tak pernah mudah, tapi ia percaya tekad kuat dan konsistensi, pasti akan membuahkan hasil. "Semuanya saya korbankan demi tujuan di depan," ucap dia.

Melalui angkat besi, Eko ingin mengangkat derajat keluarga. Bapaknya, Saman, seorang tukang becak. Sementara ibunya, Wastiah, jualan sayur.

Eko menyebut, mungkin orang hanya melihat hasilnya saja. Mereka tidak merasakan, betapa beratnya dia memperjuangkan impian. "Orang-orang di luar tahunya saya sekarang enak, dapat medali. Bagi orang yang tahu perjuangannya mendapatkan hasil, pasti pahamlah kerja kerasnya gimana," ujarnya.

Perjalanan Eko menjadi atlet angkat besi berawal saat ia menyaksikan sekelompok orang berlatih di sebuah klub di daerahnya. Lama kelamaan Eko tertarik. Pelatih klub tersebut pun akhirnya mengajak Eko ikut berlatih.

Berbekal izin orang tua, Eko mulai mengakrabkan diri dengan angkat besi. Eko merintis prestasinya saat tampil sebagai lifter terbaik di Kejuaraan Dunia Yunior 2007, di mana saat itu ia meraih medali emas. Sejak itu ia melanjutkan kariernya dengan gemilang.

"Sepertinya sederhana, tidak nongkrong seperti orang lain, tidak main dan hanya fokus latihan, istirahat, latihan, istirahat. Tapi, setiap hari memang itu kesibukannya. Untuk prestasi tinggi, harus konsisten bertahun-tahun. Pengorbanannya di situ," Eko menuturkan.

Dia menambahkan, "Belum lagi pengorbanan harus jauh dari keluarga kalau sudah pelatnas. Itu berat sekali."

Lifter Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 (Liputan6.com/Abdillah)

Eko Sempat Dihantam Cedera Serius

Layaknya atlet normal, Eko juga pernah mengalami cedera serius. Setidaknya empat cedera berat dialami pria asal Metro Lampung itu.

Yang paling parah ketika tulang keringnya retak jelang Olimpiade London 2012. Tapi, Eko berhasil menaklukkan rintangan tersebut.

"Saat itu (2012), kalau dipaksakan, bisa patah kaki saya. Butuh waktu 4 sampai 5 bulan untuk recovery dan istirahat total, sampai akhirnya bangkit lagi," ucap dia.

Meski kondisinya tak ideal, Eko sembuh tepat waktu. Ia kemudian berangkat dan sukses menyabet medali perak Olimpiade London 2012.

Jelang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Eko lagi-lagi dibekap cedera. Kali ini lututnya yang bermasalah. Tapi, Eko tetap ngotot pergi dan berhasil meraih medali perak.

"Kalau cedera, apalagi parah, ya pasti psikis kena. Tapi ini bagaimana menjaga mental kita dan tetap fokus pada tujuan," ucap dia.


Masa Depan Cerah Angkat Besi

Sebelum Eko Yuli merebut perak, bendera merah putih lebih dulu dikibarkan atlet angkat besi lainnya, Windy Cantika Aisah di Olimpiade Tokyo 2020. Windy menyabet perunggu saat turun di kelas 49 kg putri dengan total angkatan 194kg di babak final yakni snatch 84 kg serta clean and jerk 110 kg.

Itu artinya, dari total lima lifter Indonesia yang tampil di Olimpiade, tiga di antaranya sukses meraih medali. Selain Eko dan Windy, Rahmat Erwin Abdullah juga meraih perunggu di kelas 73kg putra.

Sedangkan dua lifter lainnya, Deni dan Nurul Akmal tak berhasil meraih medali. Deni hanya bertengger di posisi kesembilan kelas 67kg. Sementara Nurul Akmal masuk lima besar kelas +87kg putri.

Windy adalah lifter yang menyumbang medali pertama untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Usia Windy baru menginjak 19 tahun. Ia adalah masa depan angkat besi Indonesia.

Keberhasilan Windy meraih medali Olimpiade Tokyo sebenarnya sudah diprediksi pelatih berdasarkan hasil dalam turnamen kualifikasi pada April dan Mei lalu. Tapi, Windy sempat demam panggung dan kurang optimal saat dua kali gagal melakukan angkatan snatch, akibat kurangnya waktu pemanasan saat pertandingan.

Windy Cantika merupakan anak dari Siti Aisyah, atlet angkat besi putri Indonesia era 1980-an. Sang ibu yang kerap menceritakan pengalamannya menjadi atlet angkat besi nasional membuat Windy terinspirasi.

Gadis kelahiran 11 Juni 2002 itu pun bergabung dengan klub angkat besi ketika masih duduk di kelas 5 SD. Sejak itu, perkembangannya pesat dan prestasinya melesat. Windy juga dikenal pekerja keras, bahkan sampai sering ditegur pelatih karena tetap berlatih pada hari libur.

"Sampai sekarang masih (latihan ekstra), sampai sering dikasih tahu, karena katanya untuk umur Windy sekarang butuh istirahat, bukan pembentukan otot lagi," ujar Windy.

"Biasa latihan hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu, jadi saat Kamis dan Minggu Windy suka minta tambahan," katanya.

Lifter asal Jawa Barat ini sebelumnya juga telah berprestasi di event bergengsi internasional seperti saat merebut medali emas Kejuaraan Asia Junior 2020 dan Kejuaraan Dunia Junior 2021 yang semuanya berlangsung di Taskent, Uzbekistan.

Kejutan Rahmat

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah (NOC Indonesia)

Tanda-tanda bahwa masa depan cerah angkat besi tanah air cerah adalah keberhasilan Rahmat Erwin Abdullah, lifter asal Makassar yang baru berusia 20 tahun itu meraih medali perunggu di kelas 73kg setelah tampil mengejutkan lewat total angkatan 342 kg.

Angkatan snatch Rahmat seberat 152 kg, lalu dia mencatatkan angkatan 190 kg ketika clean & jerk. Rahmat sanggup melampaui prediksi, di mana awalnya PB PABSI hanya menargetkannya bisa masuk posisi 8 besar.

Darah lifter mengalir deras di tubuh Rahmat. Sang ayah, Erwin Abdullah, mantan lifter nasional, demikian pula ibunya, Ami Asun Budiono, yang juga atlet angkat besi peraih medali emas SEA Games 1995 di Chiang Mai. Sementara Erwin Abdullah sempat lolos ke Olimpiade Athena 2004, tapi dilarang bertanding oleh dokter tim karena cedera punggung. Sukses Rahmat adalah angin segar sekaligus perwujudan mimpi sang ayah.

"Saya masih ingat terus kata-kata bapak. 'Mat, kamu mau rasain yang pernah bapak rasain di Olimpiade. Soalnya, bapak belum sempat bertanding.' Itu selalu diulang terus sama bapak akhir-akhir ini," kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, "Saat itu, aku bilang gini. Aku mau rasain yang enggak pernah bapak alami, yakni bertanding di Olimpiade. Kini, aku tak cuma melakukannya di Olimpiade 2020 Tokyo, tetapi juga pulang membawa medali."

Ketika Eko Yuli telah berusia 32 tahun dan mungkin mulai memasuki penghujung karier, di sisi lain lifter-lifter muda mulai terus memperlihatkan geliat, kemunculan suksesor sang peraih 4 medali Olimpiade itu sangat terbuka. Boleh jadi, memang sudah saatnya angkat besi Indonesia membawa pulang emas di Olimpiade berikutnya.


Sport Science Menentukan

Angkat besi jelas bukan cabang olahraga yang populer. Padahal, ini adalah salah satu dari sedikit olahraga yang konsisten meraih medali untuk Indonesia di ajang Olimpiade. Rasanya, kita perlu mencetak seorang superstar dari cabor ini. Angkat besi juga pantas memperoleh perhatian dan sorotan lebih, mengingat pencapaian mereka selama ini yang tidak main-main di level internasional. Suksesor Eko Yuli mesti dilahirkan.

Namun, landasan cabor angkat besi berprestasi internasional bukan cuma perkara atletnya saja. Di era seperti sekarang, pelibatan sport science melalui teknologi dan ilmu kedokteran menjadi elemen penting yang dapat memengaruhi raihan atlet di panggung sebesar Olimpiade. Dari ahli gizi, dokter spesialis kedokteran olahraga, fisioterapis, sampai measure bisa berkolaborasi dengan tim pelatih demi memaksimalkan potensi terbaik para atlet.

Hal ini pula yang membuat sport science diputuskan masuk ke Grand Design Keolahragaan Nasional yang disusun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun ini. Menpora Zainudin Amali menekankan perlunya sport science untuk menghasilkan prestasi. Dia berpendapat sport science sangat berguna untuk mengetahui kekuatan dan kelebihan seorang atlet.

"Tidak bisa menciptakan atlet secara instan, tidak bisa by accident, melainkan harus dengan kerja keras dan waktu yang panjang," katanya dalam uji publik grand design keolahragaan nasional, 12 November 2020.

Butuh Dana Besar

Atlet angkat besi, Deni, saat latihan di Pelatnas angkat besi, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Latihan tersebut untuk persiapan Asian Games 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pelatih tim angkat besi Indonesia, Dirja Wihardja, mengungkapkan, sesungguhnya penerapan sport science di tanah air perlu ditingkatkan lagi. Untuk bisa melakukan itu, dia mengakui perlu biaya sangat besar, konsistensi, serta kontinuitas.

Menurut Dirja, salah satu yang perlu ditingkatkan dari sport science di angkat besi yakni mengenai pendampingan. Dia ingin di masa depan, elemen-elemen dalam sport science ini lebih melekat ke atlet dan pelatih.

"Kita ibaratnya masih semi (penerapan sport science) ya. Kita menerapkan sport science-nya belum total. Tapi, setidaknya kita sudah melakukan. Seperti ahli gizi ada dokternya, measure-nya, kita sudah ada. Kemudian untuk pelatihan conditioning sudah ada. Cuma memang mungkin belum maksimal ya," beber Dirja ketika dihubungi Liputan6.com.

Untuk menjalankan program berkualitas kepada atlet seperti sport science, dana besar memang harus disiapkan. Sayangnya, anggaran untuk olahraga masih tergolong kecil. Selama ini pemerintah hanya mengalokasikan anggaran untuk pembinaan olahraga sekitar 0,03 persen dari APBN. Padahal, negara tetangga kita, Singapura, mau menyisihkan 4 persen dari anggaran negara mereka untuk olahraga.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besa Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Hadi Wihardja, mengatakan, pihaknya sudah menggunakan sport science, terutama untuk nutrisi para atlet dengan melibatkan ahli gizi yakni dr. Louise Kartika, MGizi, SpGK.

"Di nutrisi, sangat dibantu oleh dokter Tika. Dokter Tika membantu dari segi asupan makanan. Mesti makan apa anak-anak (atlet), diukur body mass-nya, otot, dan segala macam. Dan itu di-report kepada PB PABSI dan kepada para pelatih. Cuma memang untuk dibedah habisnya, belum maksimal mungkin. Itu yang akan kita kembangkan lagi," tutur Hadi kepada Liputan6.com.

Hadi menambahkan, penerapan sport science mesti komplet. Untuk alasan itu, PB PABSI meminta bantuan dokter spesialis kedokteran olahraga yaitu dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, yang memiliki keahlian khusus dalam melayani pemulihan serta pencegahan cedera maupun penyakit yang berkaitan dengan olahraga.

Andi Kurniawan membantu recovery para atlet angkat besi dan memiliki tim untuk melatih conditioning. Dokter spesialis kedokteran olahraga juga memberi masukan mengenai latihan apa yang diperlukan untuk mengetahui otot yang lemah dar para atlet. "Jadi memang peranannya penting dan murni saya tidak bilang, tidak bisa berdiri sendiri, harus berkolaborasi dengan tim kepelatihan," ucap Hadi.


Atlet Angkat Besi Makannya Apa Sih?

Tak sedikit yang bertanya-tanya, agar bisa mengangkat beban ratusan kilogram seperti para atlet angkat besi, apa yang biasa mereka konsumsi? Lalu, bagaimana pula latihan dan pola hidup lifter sehari-hari?

Untuk atlet pelatnas seperti Windy Cantika, hari-harinya diisi dengan berlatih, makan, dan istirahat cukup. Selain itu, dia juga mengonsumsi suplemen setiap hari. Dalam sepekan, gadis berusia 19 tahun ini wajib mengikuti sesi latihan setiap Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu, sedangkan setiap Kamis dan Minggu ia libur.

"Pagi hari, Windy biasanya minum vitamin C dan saripati ayam. Siang hari, Windy minum minyak ikan dan CDR (suplemen) untuk tulang. Lalu malamnya, Windy minum obat tulang, vitamin B dan madu," ungkap Windy.

Sementara itu, menurut ahli gizi tim pelatnas angkat besi Indonesia, dr Louise Kartika, MGizi, SpGK, menu makanan para lifter memang diatur, termasuk bagaimana pengolahannya. Wanita yang akrab disapa Dokter Tika mengatakan, kebutuhan protein atlet angkat besi lumayan banyak, sehingga kualitas makanan menjadi penting.

Tika mengaku hanya mengajarkan cara makan dan cara mengontrol berat badan para lifter, serta makanan apa yang mesti dikurangi. Dia menjelaskan kepada para atlet angkat besi tidak boleh mengonsumsi makan tertentu yang bisa menyebabkan otot tidak tubuh dan lemak bertambah. Sebab, lemak yang banyak bisa mengurangi power sehingga tidak bisa mengangkat terlalu berat.

"Makanan-makanannya kaya protein kan ada daging, telur, ada ikan, ada ayam. Kemudian mereka pakai suplemen juga seperti protein shake. Cuma kalau sampai dijatahkan atau diberi per berapa gram, sebenarnya tidak," kata Dokter Tika saat dihubungi Liputan6.com.

Body Competition Analyzer

Atlet angkat besi, Nurul Akmal, saat latihan di Pelatnas angkat besi, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Latihan tersebut untuk persiapan Asian Games 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dalam memantau secara berkala para lifter nasional, Tika menggunakan alat bernama Body Competition Analyzer. Dari Body Competition itu, dia bisa tahu apakah sang atlet terlalu banyak jajan, sehingga ototnya tidak besar dan malah lemaknya yang banyak. "Jadi saya bisa atur nih tiap-tiap anak," ucapnya.

Tidak cuma banyak protein, konsumsi karbohidrat, lemak, dan vitamin mineralnya para lifter juga mesti cukup. Masa recovery adalah yang terpenting bagi atlet angkat besi, terutama setelah latihan berat atau bertanding.

"Kalau habis latihan biasanya bentuknya (protein) liquid. Kemudian sebelum tidur, mereka ada yang dikonsumsi lagi nih untuk recovery panjangnya nih pada saat mereka tidur. Ototnya kan di-recovery nih sama badan kita. Itu ada kebutuhannya lagi. Biasanya protein sama karbohidrat. Tapi, ada micro nutrien lainnya juga musti dipenuhi juga," terangnya.

Tika membeberkan, kebutuhan nutrisi itu sangat personal dan tergantung pada umur, berat badan, serta jenis kelamin. Selalu itu, pemberian nutrisi juga ada penempatan waktunya, yang berkaitan dengan beban latihan sang atlet. Dalam angkat besi, beban latihan tiap hari atau tiap minggu seringkali berbeda.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besa Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Hadi Wihardja, mengutarakan, di pelatnas memang latihannya mengikuti pola. Atlet senior dan pemula, kata Hadi, volume angkatannya tidak sama, itu yang kemudian memengaruhi asupan nutrisi mereka.

"Ada polanya. Minggu berat, minggu menengah, dan minggu ringan. Kalau minggu berat itu tidak sama semua atlet ya. Umumnya 20 ton sehari (minggu berat), menengah 15 ton, kalau ringan 5 sampai 10 ton. Itu dari segi volume ya," papar Hadi.


INFOGRAFIS

 

Harimau Ragunan Sembuh dari COVID-19

Dua Harimau yang Positif Covid-19 di Taman Margasatwa Ragunan Sudah Membaik

Liputan6.com 2021-08-01 09:16:00
Petugas keamanan berjaga di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Sabtu (26/6/2021). Taman Margasatwa Ragunan tutup sementara menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro te

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengatakan dua harimau yang dinyatakan positif Covid-19 di Taman Margasatwa Ragunan, sudah kembali pulih dan sehat, meski masih dalam pemantauan atau observasi dari pengelola.

Dia mengungkapkan, pada 9 Juli 2021 2021 satu harimau Sumatera bernama Tino yang berusia 9 tahun, mengalami sakit dengan gejala klinis sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan penurunan nafsu makan.

Selang dua hari, satu harimau lagi bernama Hari yang berusia 12 tahun kesehatannya menurun dengan menunjukkan gejala yang sama dengan Tino.

"Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dengan diswab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar Covid-19," kata Suzi dalam keterangannya, Minggu (1/8/2021).

Dia mengungkapkan, sejak terpapar Covid-19, dua harimau tersebut kesehatan menurun. Dalam perawatannya, diberi pengobatan seperti antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari.

"Dalam waktu sekitar 10-12 hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih," ungkap Suzi.

Bahkan, dia menuturkan, saat ditinjau, kondisi kedua satwa yang terpapar Covid-19 sudah memiliki nafsu makan. "Saat tinjauan tadi, kondisi kedua satwa sudah sehat. Nafsu makan sudah kembali normal dan satwa juga sudah kembali aktif," kata Suzi.


Dicari Penyebab

Lebih lanjut, Suzi juga menekankan, kedua satwa tersebut tidak menularkan virusnya kepada manusia. Karena belum ada studi yang menunjukkan eksudat satwa yang terinfeksi Covid-19 mengandung virus aktif.

Namun, terkait penyebab keterpaparan virus pada kedua satwa, Suzi menyampaikan bahwa pihaknya juga masih melakukan tracing atau penelusuran.

"Hal ini mengingat, pada saat satwa mulai mengidap gejala, Taman Margasatwa Ragunan dalam kondisi ditutup, karena sudah PPKM Darurat. Kami juga sudah melakukan tracing kepada perawat dan petugas saat satwa sakit, tidak ada yang terpapar Covid-19. Sehingga, kami masih menelusuri penyebabnya," kata dia.


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jaksa Pinangki Tak Kunjung Dieksekusi

Pinangki Belum Dieksekusi, Kejari: Masalah Teknis dan Administrasi

Liputan6.com 2021-08-01 16:51:55
Terdakwa suap dan TPPU terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung untuk Djoko S Tjandra, Pinangki Sirna Malasari (kiri) saat jeda sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kajari Jakpus) Riono Budi Santoso membeberkan alasan belum dieksekusinya mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung) Pinangki Sirna Malasari.

Menurut Riono, Pinangki belum dieksekusinya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Bambu lantaran terkendala teknis dan administrasi.

"Sebenarnya enggak ada apa-apa. Hanya masalah teknis dan administratif di Kejari Jakarta Pusat," kata Riono dalam keterangannya, Minggu (1/8/2021).

Dia mengatakan, belum dieksekusinya Pinangki lantaran menunggu keputusan kasasi jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejagung. Sebab, hukuman Pinangki pada tingkat banding dipangkas menjadi 4 tahun penjara, dari 10 tahun penjara. Namun rupanya tim penuntut umum tak mengajukan upaya hukum kasasi.

"Sebelumnya kami memang terlebih dulu memastikan apakah mengajukan kasasi atau tidak," kata Riono.

Oleh karena itu, Riono memastikan segera mengeksekusi Pinangki ke Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur dalam waktu dekat.

"Iya segera dieksekusi," kata Riono.


Ancaman MAKI

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengecam dan menyayangkan atas terdakwa Pinangki Sirna Malasari yang belum dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Pondok Bambu atau lapas wanita lainnya usai divonis di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Berdasarkan penulusuran MAKI, hingga saat ini Pinangki masih ditahan di Rutan Kejagung dan belum dilakukan eksekusi putusan empat tahun penjara dalam bentuk dipindah ke Lapas Wanita Pondok Bambu atau Lapas Wanita lainnya," kata Koordinator MAKI Bonyamin Saiman, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Bonyamin, hal itu jelas menunjukkan tidak adil dan diskriminasi atas narapidana-narapidana wanita lainnya. "Telah terjadi disparitas (perbedaan) dalam penegakan hukum," ucap Bonyamin.

MAKI lantas meminta Jaksa Penuntut Umum Pidsus Kejaksaan Agung RI segera mengeksekusi Pinangki ke Lapas Wanita Pondok Bambu atau Lapas Wanita lainnya.

"Jika minggu depan belum dieksekusi, maka MAKI akan melapor ke Komjak dan Jamwas Kejagung RI serta Komisi III DPR," ujar Bonyamin menegaskan.


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tukang Cukur Boleh Buka Asal Divaksin

Pemprov DKI Jadikan Vaksinasi Sebagai Persyaratan Administrasi Kegiatan

Liputan6.com 2021-08-01 06:34:43
Anies Baswedan. (Foto: Instagram @fery.farhati)

Pemprov DKI Jakarta senantiasa mengutamakan keselamatan warga dalam setiap kebijakannya. Termasuk, kebijakan mengenai vaksinasi menjadi persyaratan administrasi bagi warga untuk bisa melakukan berbagai aktivitas. Persyaratan ini juga merupakan upaya untuk mendata warga yang belum tervaksin agar bisa segera memperoleh vaksinasi.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan riset ilmiah di bidang medis dan didukung dengan fakta lapangan di Jakarta bahwa vaksinasi terbukti mampu menurunkan risiko keparahan dan risiko kematian akibat COVID-19.

"Dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, hanya 2,3% yang tetap terinfeksi. Angkanya kecil sekali. Dan sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini, dari 2,3% itu, mereka tidak bergejala atau bergejala ringan," kata Gubernur Anies di Balai Kota Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Sementara, dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin tersebut, hanya 0,013% yang meninggal sesudah terpapar Covid-19, atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk. Maka itu, jika dilihat, yang sudah divaksin tersebut Case Fatality Rate atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari 1/3 dibandingkan mereka yang belum divaksinaso.

"Artinya, temuan riset medis kita tahu, dan data di Jakarta, tadi sudah saya paparkan, menunjukkan bahwa mereka yang sudah divaksin risikonya terbukti di lapangan jauh lebih kecil, daripada mereka yang belum divaksin," ungkap Gubernur Anies seperti dikutip BeritaJakarta.id.

Namun, dia mengingatkan untuk tidak salah mengartikan dan menganggap kematian sekadar angka statistik. Karena, di balik setiap kematian, ada keluarga, ada saudara, teman yang kehilangan orang-orang yang dicintai dan bahkan kehilangan orang-orang yang diandalkan untuk menopang kehidupan keluarga.

"Setiap kematian adalah duka. Dan setiap kematian juga sesungguhnya adalah takdir Allah yang tidak bisa dimajukan, tidak bisa diundurkan. Itu sesuatu yang kita yakini," ujar Anies.

"Data menunjukkan bahwa yang sudah vaksin risiko kematiannya menurun dan risiko gejala beratnya menurun. Oleh karena itulah, kita harus ikhtiar untuk mengurangi risiko, meninggikan potensi keselamatan diri, keselamatan keluarga, keselamatan lingkungan kita. Dengan cara melakukan vaksinasi," imbuhnya.

Gubernur Anies mengatakan, merujuk pada data-data tersebut, dan melihat kenyataan bahwa kecepatan pemberian vaksin di Jakarta cukup tinggi, serta jangkauan yang sudah tervaksin mencapai 7,5 juta orang, maka Pemprov DKI Jakarta memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan di masyarakat, baik kegiatan ekonomi, keagamaan, sosial, budaya di Jakarta.

"Artinya apa? Sebelum kegiatan dimulai, maka pelaku di sektor itu, pelaku kegiatannya harus divaksinasi dulu. Pembukaannya akan diatur bertahap dan tahapan itu ada kaitannya dengan vaksin. Jadi, misalnya tukang cukur mau buka, boleh. Tapi tukang cukurnya vaksin dulu, dan yang mau cukur harus sudah vaksin. Warung, restoran mau buka, boleh. Tapi, karyawannya vaksin dulu. Yang mau makan di restoran juga harus sudah vaksin," tegas Gubernur Anies.


Keharusan Melakukan Vaksinasi

Begitu juga dengan kantor-kantor non-esensial, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, yang boleh buka jika sudah vaksin. Sehingga, tahapan pembukaan diiringi dengan keharusan untuk melakukan vaksinasi pada semua pelakunya. Baik yang bekerja di tempat itu, maupun yang berkunjung. Syarat vaksin sebagai administrasi berkegiatan ini termasuk pada kegiatan keagamaan. Penyelenggaranya, maupun pesertanya, semua harus sudah melakukan vaksinasi.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jejak Keraton yang Hilang di Surabaya

Ternyata Pernah Ada Keraton di Surabaya, Ini Buktinya

Liputan6.com 2021-08-01 12:00:00
Tugu Pahlawan Merah Putih di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Tak banyak yang tahu bahwa di Surabaya pernah berdiri sebuah kerajaan. Memang asing, bahkan tak ada dalam buku pelajaran sejarah mengenai keberadaan Keraton Surabaya ini. Meski begitu keberadaan keraton ini ditandai dengan beberapa kampung yang masih berkaitan dengan adanya Adipati Keraton Surabaya.

Dikutip dari berbagai sumber, keberadaan Keraton Surabaya tak lepas dari pertempuran Raden Wijaya yang menang melawan pasukan Mongol. Sejak 1293, Hujung Galuh kemudian berganti nama menjadi Curabhaya.

Letaknya yang strategis dan kemasyhuran Kerajaan Curabhaya ini rupanya sampai ke telinga Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Sultan Agung. Namun penyerbuan yang dilakukan sejak 1620 hingga 1624 selalu gagal. Tak habis akal, Sultang Agung kemudian menyerang Sukadana (Kalimantan Selatan) dan Madura.

Akhirnya pada 1625 di bawah kepemimpinan Pangeran Pekik Kerajaan Surabaya akhirnya menyerah dan menjadi milik Mataram. Sisa-sisa kejayaan Keraton Surabaya semakin tak tampak setelah Belanda memasuki Surabaya pada 1755.

Keraton Surabaya pun dibabat habis oleh Belanda. Meskipun tidak ada bukti sejarah yang berbentuk sebuah monumen, berbagai literatur sejarawan Surabaya dan Belanda memperkirakan jika Keraton Surabaya dahulunya meliputi kawasan Kebonrojo sebagai Taman Keraton, Tugu Pahlawan sebagai Alun-alun Utara dan Alun-alun Contong (Baliwerti -- Bubutan) yang merupakan bagian dari Alun-alun Selatan.

Salah satu bukti keberadaan Keraton Surabaya adalah adanya sebuah kampung yang teletak di antara Jalan Pahlawan dan Jalan Keramat Gantung bernama Kampung Keraton. Konon kawasan ini meruapakan tempat berdirinya Keraton Surabaya.

Di ujung kampung ini terdapat satu-satunya bangunan Keraton Surabaya yang masih tersisa, yakni sebuah gapura setinggi empat meter yang diyakini sebagai bagian dari gerbang Keraton Surabaya.

(Tifani)


Saksikan video pilihan berikut ini:

Ternyata Agnez Mo Sahabat Greysia Polii

Greysia Polii Masuk Final di Olimpiade Tokyo, Agnez Mo: Sahabatku adalah Seorang Legenda

Liputan6.com 2021-07-31 20:30:00
Agnez Mo (Liputan6.com/Putu Elmira)

Kemenangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu atas tim ganda putri Korea di Olimpiade Tokyo 2020, disambut gegap gempita gempita oleh rakyat Indonesia.

Pertama, karena kemenangan ini membawa keduanya ke babak final Olimpiade untuk ganda putri bulu tangkis. Selain itu, Greysia/Apriyani menjadi pasangan ganda putri Indonesia pertama yang masuk final Olimpiade.

Agnez Mo termasuk salah satu yang bangga dengan pencapaian ini. Lebih-lebih, Greysia Polii adalah teman baiknya.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Legenda

Hal ini terlihat dalam unggahan Instagram Stories-nya, Sabtu (31/7/2021). Ia membagikan cuplikan kemenangan Greysia/Apriyani dan menyertakan sebuah tulisan: "My bestie is a legend!!! (Sahabatku adalah seorang legenda!!!!)."


Mengenang Momen Kondangan

Tak cuma itu, ia juga mengenang kembali momen pernikahan Greysia Polii pada Desember 2020. Ia membagikan kembali fotonya bersama sang pengantin.

"Sahabatku!! FINAL DI OLIMPIADE!! Ayooo!! @greyspolii," tulisnya di unggahan ini.


Kedekatan dengan Greysia

Menilik kembali unggahan Agnez dalam pernikahan Greysia, pelantun "Coke Bottle" ini menceritakan dengan sekilas mengenai kedekatan mereka.

"Akhirnya sahabatku menikah! Setelah 6 tahun!" tulisnya. Ia juga mengungkap tahu betul naik-turun hubungan Greysia dan sang suami, Felix Djimin. "Kalian ditakdirkan bersama," kata Agnez.


Final 2 Agustus

Sementara itu Greysia Polii dan Apriyani Rahayu akan berlaga di final Olimpiade Tokyo pada Senin, 2 Agustus mendatang. Lawannya adalah Jia Yifan/Chen Qingchen dari China.

Beli Nasi Padang Rp 5 Ribu Dapat Rp 108 Juta

Berawal dari Beli Nasi Padang Rp 5 Ribu, Pria Ini Kini Dapat Rejeki Rp 108 Juta

Liputan6.com 2021-08-01 18:30:35
Berawal Dari Beli Nasi Padang Rp 5 Ribu, Pria Ini Kini Dapat Rejeki Rp 108 Juta. (Sumber: Tiktok/elsameliaa)

Beberapa waktu lalu sempat viral di kalangan warganet sebuah video yang merekam seorang pria penjual agar-agar ketika hendak membeli nasi bungkus. Di tangan pria tersebut ia hanya berbekal uang Rp 5 ribu saja untuk mengisi perutnya yang kosong.

"Ada bapak yang jualan agar-agar, mau beli nasi padang. Aku ga video jualannya karna takut dia kesinggung. Dia senyum sambil megang uang 5.000," tulis Elsa Melia dalam unggahannya pada Kamis (29/7).

Ketika video tersebut viral, warganet pun banyak yang meminta sang pengunggah video yakni Elsa Melia agar membuka donasi untuk pria tersebut. Sontak, hanya dalam waktu singkat saja, Elsa berhasil mengumpulkan uang donasi dari warganet TikTok hingga Rp 108 Juta.

Seperti apakah kisahnya? Berikut ulasan selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (1/8/2021).


Beli nasi padang

@elsameliaa

Buat yang usahanya masih lancar sampe sekarang jangan lupa bersyukur

tulus_andai aku bisa - panyaaa

Penjual agar-agar yang viral tersebut diketahui bernama Mang Eman. Pria berusia 51 tahun asal Kecamatan Cilawu, Garut itu seketika menjadi sorotan setelah videonya yang tengah membeli nasi padang berbekal uang Rp5 ribu tersebar di media sosial.

Video tersebut menarik banyak simpati dari warganet. Kemudian banyak orang yang meminta agar Elsa dapat membuka donasi untuk dapat membantu perekonomian dari Mang Eman.


Dapat donasi hingga Rp 108 Juta

@elsameliaa

Alhamdulillah,satu hikmah penting dibalik semua ini "jangan malu untuk berbuat baik walau itu kecil, dan membantu tdk akn membuatmu jadi kekurangan"

Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) [feat. Gita Gutawa] - Ada Band

Tak disangka-sangka, setelah Elsa membuka rekening donasi untuk Mang Eman sampai Sabtu (31/7) kemarin, donasi yang terkumpul bahkan mencapai angka kurang lebih Rp108 juta.

Pertemuan antara Elsa dan Mang Eman ini dirasa bak ketiban durian runtuh bagi penjual agar-agar tersebut. Pasalnya Mang Eman dan kakaknya langsung melakukan sujud syukur usai menerima uang donasi tersebut.


Viral di kalangan warganet

Kisah haru Mang Eman ini pun viral di kalangan warganet. Banyak yang merasa bahwa di masa pandemi ini masyarakat memang sudah selayaknya saling membantu apabila ada yang sedang kesulitan.

"Ya Allah terharu banget. Sehat selalu ya kak Elsa dan semuanya. Semoga selalu diberi rejeki untuk saling tolong menolong," tulis akun @Parhan

"Aaa gini nih Indonesia. Adem liatnya saling bantu, saling rangkul, saling sayang. Panjang umur orang-orang baik, semoga semakin ditambah lagi rezekinya," tulis akun @panggilajadipa

"Ngikutin kisah dari si bapak beli nasi pake uang 5rb, kasian banget sampe nangis. Alhamduliah banyak orang baik dan si bapak terbantu, terimakasih orang-orang hebat," tulis akun @Dede Shary

Varian Delta Mendominasi

Kemenkes: Virus Covid-19 Varian Delta Dominasi 86 Persen di Indonesia

Liputan6.com 2021-08-01 18:27:13
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi

Berdasarkan hasil penelitian spesimen, virus Covid-19 varian Delta telah menyebar hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi.

"Varian Delta mendominasi 86 persen spesimen yang dilakukan sequencing dalam 60 hari terakhir, berasal dari 24 provinsi, sehingga dapat dikatakan persebaran ini hampir merata di seluruh Indonesia," ujar Nadia melalui pernyataan tertulis dilansir Antara, Minggu (1/8/2021).

Menurut dia, jejaring laboratorium genomic sequencing atau metode pengurutan genom untuk memetakan mutasi virus di bawah komando Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) terus berupaya menelusuri pola persebaran varian virus Covid-19 di Indonesia.

"Sejak awal 2021 hingga 28 Juli, Indonesia telah melaporkan 3.651 hasil pengurutan genom ke dalam database global," ucap dia.

Nadia menyebut, tercatat di dalamnya, tiga dari empat varian virus Corona yang harus diwaspadai, yaitu varian Alfa, Beta, dan Delta.

Menurut Nadia, laporan tersebut patut menjadi perhatian bersama mengingat, potensi penularan varian baru Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Upaya Pemerintah Tekan Penyebaran Covid-19

Nadia menjelaskan, guna menekan penyabaran Covid-19, pemerintah terus berupaya melakukan penguatan testing dan tracing, terutama di pemukiman padat penduduk.

"Mekanisme tracing atau pelacakan juga menggunakan sistem perangkat lunak Silacak untuk memudahkan mengetahui kontak erat pasien. Penduduk yang mengalami kontak erat akan diarahkan untuk dikarantina," papar dia.

Nadia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan volume testing dari sekitar 300 ribu menjadi 500 ribu testing per hari.

"Kita juga lakukan percepatan vaksin untuk menaikkan imunitas tubuh. Vaksinasi juga mengurangi risiko tertular, menderita sakit berat, bahkan risiko kematian dari pasien terjangkit Covid-19," terang dia.

Nadia juga meminta partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam membantu menghambat, bahkan memutus transmisi virus dengan patuh pada protokol kesehatan.

"Sebagai tindak pencegahan penyebaran, masyarakat yang terdeteksi sebagai kasus positif, diharapkan langsung melapor kepada petugas setempat agar dapat dipantau dan dihubungkan dengan akses kesehatan," ucap dia.

Nadia mengatakan tren penambahan kasus masih tinggi dengan rata-rata 40 ribuan kasus per hari dan tidak ada wilayah yang steril dari Covid-19.

"Sementara potensi penularan varian Delta sangat tinggi dan menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kematian," tegas Nadia.


Yuk Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta

 


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Warteg Ancam Kibarkan Bendera Putih

75 Persen Warteg Terancam Bangkrut, Pedagang: Kami Bisa Kibarkan Bendera Putih

Liputan6.com 2021-07-31 20:30:06
Penjual menunggu pembeli di warteg kawasan Jakarta, Rabu (27/1/2021). Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) menyatakan, sekitar 50 persen atau 20.000 unit warteg di Jabodetabek akan gulung t

Ketua Umum Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengatakan usaha pedagang warteg semakin tertekan di tengah pandemi, terutama selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jika ini terus berlangsung, maka semakin banyak yang gulung tikar tidak bisa dihindari.

Para pedagang warteg di wilayah Jabodetabek, kata Mukroni, sekitar 50 persen sudah tutup. Mereka sudah kembali pulang kampung.

"Teman-teman semuanya mengeluh. Artinya, kalau ini terus berlangsung sebulan lagi maka bendera putih akan mereka kibarkan karena sudah hampir 50 persen yang tutup," kata Mukroni saat dihubungi Liputan6.com pada Sabtu (31/7/2021).

Jika kondisi tidak membaik, maka jumlahnya bisa sampai 75 persen yang mengalami kebangkrutan di tengah pandemi. Solusi dari pemerintah seperti syarat sertifikat vaksinasi dan pembatasan waktu makan di tempat maksimal 20 menit, dinilai semakin menekan para pedagang warteg.

Pedagang warteg selama ini disebut selalu mengikuti anjuran pemerintah, termasuk selalu menjaga protokol kesehatan.

"Kita juga mengikuti, rakyat itu tahu dan apakah ada klaster warteg, tidak. Mereka kan juga menjaga. Kebijakan-kebijakan ini justru semakin membuat kita gulung tikar," tuturnya.


Bantuan Pemerintah

Mukroni mengungkapkan selama ini memang ada bantuan dari pemerintah untuk para pelaku usaha kecil, tapi terkendala akses untuk mendapatkannya. Sehingga, semakin mempersulit kondisi pedagang warteg.

"Teman-teman di bawah ini akses untuk mendapatkan modal itu sulit. Mereka kan urbanisasi dari daerah, terus mereka bisa online, tapi kalau mereka suruh daftar di dinas-dinas agak repot juga untuk dapat subsidi karena katanya lewat dinas-dinas yang mendaftarkan," jelasnya.

Oleh sebab itu, jika pun ada pembatasan mobilitas, Mukroni berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang benar-benar bisa membantu para pedagang. Misalnya mengimbau agar instansi-instansi pemerintah untuk belanja di warteg. Selain itu, penyaluran bantuan pun diharapkan bisa lebih mudah diakses.

"Syarat sertifikat vaksinasi dan 20 menit (waktu makan di tempat) itu susah. Lebih baik misalnya take away dengan mengerahkan BUMN dan instansi-instansi pemerintah untuk membeli makanan warteg," ungkapnya.

Stasiun Luar Angkasa ISS Sempat Hilang Kendali

Modul Nauka Picu Stasiun Luar Angkasa ISS Miring, Bagaimana Nasib Astronaut?

Liputan6.com 2021-07-31 19:40:00
Nauka atau Multipurpose Module Laboratorium (MLM) di International Space Station (Wikipedia CC by NASA)

Perjalanan Nauka tiba-tiba menjadi kurang berjalan baik setelah modul sains Rusia yang baru itu berlabuh di International Space Station (ISS) pada Kamis 29 Juli 2021.

Sekitar tiga jam setelah proses menghubungkan dock selesai. Kosmonot Oleg Novitsky dan Pyotr Dubrov yang berada di modul Zvezda, tempat [Nauka](4483556/ "") merapat pun bersiap untuk membuka palka.

Menurut juru bicara NASA, Rob Navias pada pukul 12:45 EDT (11:45 WIB), tiba-tiba mesin pendorong di Nauka tertembak secara tidak sengaja dan tak terduga.

Alhasil, ISS untuk sementara waktu kehilangan apa yang disebut para insinyur sebagai "attitude control", yang cukup langka.

"Para kru selamat dan tidak dalam bahaya dan "attitude control" telah diperoleh kembali," terang Navias.

Penembakan pendorong yang tak terduga menyebabkan laboratorium yang mengorbit jadi miring sekitar 45 derajat, dari orientasi yang tepat sebelum stasiun dapat memperbaiki dirinya sendiri.

Dilansir dari Spacepada Sabtu (31/7/2021), menurut para pejabat NASA ISS jadi kehilangan "attitude control" secara total sekitar 47 menit.

ISS secara otomatis mengenali bahwa pendorong Nauka sempat alami kemiringan dari tempatnya mengorbit. Kemudian, memerintahkan modul Zvezda untuk menembakkan pendorongnya sendiri untuk mengimbanginya - sebuah proses yang diselesaikan oleh pesawat kargo robot Russian Progress 78, yang juga mendarat di stasiun antariksa.

NASA menjelaskan setelah stasiun luar angkasa mendapatkan kembali posisinya yang tepat, pengawas Nauka di Rusia mulai bekerja untuk memastikan pendorong tidak akan salah menembak lagi. Perintah itu berhasil diimplementasikan saat stasiun antariksa terbang di atas stasiun komando di Rusia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Para Kru Selamat

Nauka adalah modul Rusia yang telah lama ditunggu-tunggu bagi dunia sains. Nauka menjadi tuan rumah bagi kru yang berkunjung dan roket kargo. Selain itu, berfungsi sebagai pangkalan bagi para kosmonot yang melakukan perjalanan ke luar angkasa.

Modul diluncurkan pada 21 Juli 2021 dan menghabiskan delapan hari trekking ke stasiun. Selama waktu ini, penangan Nauka memecahkan beberapa masalah dengan modul, termasuk masalah dengan sistem propulsinya.

Tujuh astronot yang saat ini tinggal dan bekerja di laboratorium yang mengorbit menutup jendela pelindung di stasiun selama penembakan mendadak pendorong Nauka.

Akan tetapi, diizinkan untuk membukanya sesuai kebutuhan ketika mencoba mengamati situasi secara langsung. Pejabat NASA kemudian mengkonfirmasi bahwa astronot memang melihat tanda-tanda bahwa modul Nauka menembakkan pendorongnya.

"Menurut informasi yang saya dengar para kru memang melaporkan melihat beberapa puing - beberapa. Mereka menyebutkan serpihan atau sesuatu. Kami percaya itu dari penembakan jet," beber Joel Montalbano, manajer program NASA untuk ISS.

Menurut Montalbano, kru tidak mengalami turbulensi tertentu karena situasi tersebut. "Kami bertanya kepada kru, 'Hei, apakah stasiun luar angkasa bergetar atau semacamnya? Lalu mereka menjawab kami tidak melihat hal seperti itu."

Menurut laporan dari NASA's Mission Control Center di Houston dan ISS. Pada saat hilangnya "attitude control", para astronot sebagian besar melanjutkan hari kerja mereka. Namun, tugas yang tersisa sebagian besar dibatalkan untuk memungkinkan kru mendukung respons terhadap keanehan yang terjadi.

Reporter: Bunga Ruth