Volume 62

Taliban Kuasai Harta Senilai Rp 14.455 T

Duduki Afghanistan, Artinya Taliban juga Kuasai Kekayaan Mineral Senilai Rp 14.455 Triliun

Liputan6.com 2021-08-20 15:30:41
Orang-orang Afghanistan mengantre naik pesawat militer AS untuk meninggalkan Afghanistan, di bandara militer di Kabul, Kamis (19/8/2021). Ribuan orang berlomba-lomba melarikan diri dari Afgha

Afghanistan disebut menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Namun, pejabat militer dan ahli geologi AS pada 2010 lalu mengungkapkan jika negara yang terletak di persimpangan Asia Tengah dan Selatan ini memiliki deposit mineral senilai USD 1 triliun atau setara Rp 14.455 triliun.

Kekayaan tersebut terdiri dari besi, tembaga, emas, kobalt, dan logam tanah jarang yang tersebar di seluruh provinsi. Bahkan cadangan lithium yang dimiliki tercatat paling besar di dunia.

Namun melansir CNN dan Independent, Jumat (20/8/2021), konflik seiring Taliban yang menguasai Afghanistan telah mendorong bangsa dengan kekayaan mineral besar ini masuk ke dalam krisis kepemilikan sumber daya yang diperkirakan bernilai miliaran dolar.

Hal ini tentunya akan membawa isu baru yang masih belum terselesaikan karena dapat mengubah prospek perekonomian negara ini.

Selama bertahun-tahun, potensi mineral itu tidak dimanfaatkan dengan baik karena terjadi konflik dalam dua dekade belakangan ini.

Sekarang, Taliban menduduki wilayah tersebut dan para ahli mengkhawatirkan tentang masa depan dari cadangan mineral tersebut.

Padahal, komponen dari mineral tersebut memiliki peran penting karena dapat mengatasi krisis iklim, misalnya seperti mengisi baterai isi ulang.

Menurut ilmuwan dan pakar keamanan Ecological Futures Group Rod Schoonover, Afghanistan tentu saja merupakan salah satu daerah yang kaya akan loga mulia dan logam untuk ekonomi yang akan muncul di abad ke-21.

Tantangan keamanan, kekurangan infrastruktur dan kekeringan tingkat tinggi telah mencegah ekstraksi mineral paling berharga di masa lalu. Mengingat pengalihan wilayah ini tidak mungkin dapat segera diubah di bawah kendali Taliban.

Oleh karena itu, adanya peluang tersebut membuat negara-negara seperi China, Pakistan, dan India mungkin mencoba terlibat meskipun keadaan masih kacau. China telah mengatakan siap untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Taliban setelah perebutan kekuasaan.

"China akan menjadi satu-satunya pembeli potensial," ujar kepala eksekutif Tribeca Investment Partners Ben Cleary.


Kaya Akan Sumber Daya Alam

Sebelum presiden Joe Biden mengumumkan akan menarik pasukan AS dari Afghanistan awal tahun ini untuk menyiapkan panggung kembalinya kenali Taliban atas prospek ekonomi negara yang suram.

Pada 2020, menurut laporan dari US Congressional Research Service bulan Juni lalu, diprediksi 90 persen warga Afghanistan hidup di bawah tingkat kemiskinan.

Dalam profil terbarunya, Bank Dunia menggambarkan kerapuhan ekonomi negara ini dan ketergantungan bantuan dari negara lain.

"Pengembangan dan diversifikasi sektor swasta dibatasi oleh ketidakamanan, ketidakstabilan politik, dan institusi yang lemah,"

Tak hanya itu, dengan infrastruktur yang tidak memadai serta pertumbuhan praktik korupsi yang begitu subur di Afghanistan akan membuat lingkungan bisnis yang sulit untuk mendapatkan keuntungan.

Berbagai negara yang berada di bawah pemerintahan yang lemah dikenal sebagai negara yang memiliki kutukan sumber daya.

Upaya yang sudah diusahakan untuk mengeksploitasi sumber daya alam menjadi gagal memberikan mafaat bagi masyarakat lokal dan ekonomi domestik.

Meskipun demikian, pengungkapan tentang kekayaan mineral di Afghanistan sendiri telah dibangun di atas survei yang sebelumnya sudah dilakukan Uni Soviet dengan menawarkan janji manis.

Badan Energi Internasional mengatakan pada bulan Mei lalu bahwa pasokan dan permintaan global lithium, tembaga, niken, kobalt, dan logam tanah jarang perlu ditingkatkan supaya dunia tidak gagal untuk mengatasi krisis iklim.

Terdapat tiga negaraChina, Republik Demokratik Kongo, dan Australia saat ini sudah menyumbang 75 persen dari produksi global yang menghasilkan lithium, kobalt, dan logam tanah jarang.

Segala sumber daya yang dihasilkan dapat digunakan oleh banyak bahan bakar dan inovasi teknologi baru, seperti mobil listrik, jaringan listrik, baterai, dan magnet yang dibutuhkan untuk membuat turbin angin bekerja.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah AS telah memperkirakan deposit lithium di Afghanistan dapat bersaing dengan yang ada di Bolivia, tempat bagi cadangan lithium terbesar yang tercatat di dunia.

"Jika Afghanistan dalam beberapa tahun bisa lebih tenang, pengembangan sumber daya mineralnya bisa menjadikan wilayah tersebut menjadi yang terkaya dalam satu dekade ke depan," ujar pimpinan Survei Geologi Afghanistan Mirzad.


Lika Liku Birokrasi

"Sayangnya, apa yang selama ini terjadi di wilayah Timur tersebut tidak pernah membuat orang merasa aman dan sebagian besar kekayaan tersebut masih ada di dalam tanah," jelas mantan direktur Timur Tengah dan Asia Tengah dana Moneter Internasional Mosin Khan.

Seluruh sumber daya yang terdapat di bawah tanah Afghanistan membutuhkan investasi dan pengetahuan teknis yang jauh lebih besar dari yang pernah ada. Tak hanya itu, bersabar menunggu waktu yang tepat juga perlu.

International Energy Agency (IEA) memprediksi waktu yang dibutuhkan rata-rata sekitar 16 tahun dari penemuan deposit untuk sebuah tambah jika ingin memulai produksi. "Saat ini meral hanya menghasilkan USD 1 miliar di Afghanistan per tahunnya," jawab Khan.

Adapun sekitar 30-40 persen telah disedot oleh korupsi dan panglima perang serta Taliban yang sudah memimpin proyek pertambangan kecil lebih dulu. Namun, ada kemungkinan bahwa Taliban menggunakan kekuatan barunya untuk mengembangkan sektor pertambangan.

Jika diibaratkan satu lintasan, terdapat beberapa konsolidasi, dan beberapa penambangan yang dilakukan tidak lagi memerlukan regulasi. "Mengingat Taliban perlu mencurahkan segala perhatiannya untuk menyelesaikan masalah keamanan dan kemanusiaan, sepertinya ada peluang untuk ditolak," tambah Schoonover.

Tantangan yang mungkin menjadi pertimbangan adalah investasi asing akan sulit didapat sebelum akhirnya Taliban menggulingkan pemerintah sipil Afghanistan yang didukung oleh Barat.

Menarik modal swasta akan menjadi lebih sulit dibanding sekarang terutama karena banyak bisnis dan investor global yang berpegang pada standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang semakin tinggi. Tentunya, investor tidak akan mengambil resiko ini.


Titik Terang Bagi China

"China telah memulai program pengembangan energi hijau yang sangat signifikan. Lithium dan tanah jarang sejauh ini tak tergantikan karena kepadatan dan sifat fisiknya. Mineral tersebut menjadi faktor dalam rencana jangka panjang mereka." ujar Schoonover

Jika China turun tangan, Schoonover mengatakan akan ada kekhawatiran tentang keberlanjutan proyek pertambangan mengingat rekam jejak China. Alasannya karena penambangan tidak dilakukan dengan hati-hati dan nantinya akan berdampak pada kerusakan ekologis

Beijing saat ini mungkin skeptis untuk bermitra dalam usaha dengan Taliban mengingat ketidakstabilan yang sedang berlangsung, dan mungkin fokus pada wilayah lain. Khan menunjukkan bahwa China sempat ragu sebelumnya, setelah sebelumnya mencoba berinvestasi dalam proyek tembaga yang kemudian terhenti.

"Saya percaya mereka akan memprioritaskan geografi baru/perbatasan lainnya jauh sebelum Afghanistan yang dipimpin Taliban," kata mitra RK Equity Howard Klein, yang memberi nasihat kepada investor tentang lithium.

Reporter: Caroline Saskia

Satu Takhta Dua Raja

Polemik Takhta Belum Berakhir, Keraton Kasepuhan Cirebon Punya 2 Sultan

Liputan6.com 2021-08-20 16:00:31
Sultan Kasepuhan dari pihak Aloeda II beserta jajaran perangkat adat memberikan keterangan pers usai mengikuti prosesi pelantikan yang dilakukan secara tertutup. Foto (Liputan6.com / Panji Pr

Polemik perebutan takhta Keraton Kasepuhan Cirebon belum berakhir. Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki dua sultan yang masing-masing mengklaim dirinya berhak atas takhta.

Pihak Rahardjo Djali diam-diam menggelar pelantikan atau jumenengan pada Rabu, 18 Agustus 2021. Pria yang sempat viral karena aksi penggembokan di Keraton Kasepuhan itu mengkalim diri sebagai Sultan Sepuh Aloeda II.

Rahardjo mengklaim sebagai penerus sah atas tahta Sultan ke-11 Keraton Kasepuhan, yaitu Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin.

Prosesi jumenengan tersebut digelar tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga maupun kerabat saja. Prosesi pelantikan dilakukan di salah satu rumah yang ada di dalam lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Kenapa dipilih tempat ini, karena Sultan Sepuh XI menghabiskan sisa hidupnya di sini. Beliau setelah menikahi nenek saya, Nyi Mas Rukjah, mengganti gelar di belakangnya dari Natadiningrat menjadi Aluda. Kami memang tidak mengundang siapa pun, karena ini untuk menjaga kesakralan penobatan ini," kata Rahardjo kepada awak media, Kamis (19/8/2021) sore.

Rahardjo hingga saat ini masih menolak status Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon. Menurutnya, Sultan Luqman Zulkaedin tidak memiliki hubungan darah dengan Sultan Keraton Kasepuhan Ke-11.

Dia menyatakan, pengangkatan Luqman melalui proses jumenengan di Keraton Kasepuhan Cirebon pada tanggal 30 Agustus 2020 tidak sah.

"Kalau merunut dari kakek moyangnya Luqman yaitu Alexander Raja Rajaningrat, beliau tidak memiliki hubungan darah dengan Sultan Sepuh ke-11," ujar dia.


Perangkat Adat

Diperkuat dengan gugatan ahli waris Sultan Sepuh XI saat itu pengadilan menolak forum previlegiatum Alexander. Surat putusan itu bernomor 82/1958/Pn.Tjn juncto nomor 279/1963 PT.Pdt juncto nomor K/Sip/1964.

"Artinya pada saat itu, NKRI tahun 1958 tidak pernah mengakui Alexander sebagai sultan," sambung dia.

Usai dilantik, Rahardjo berencana akan mengirim surat ke sejumlah instansi terkait pelantikannya sebagai Sultan Sepuh Aloeda II. Rahardjo bakal membentuk perangkat baru untuk membantunya melaksanakan tugas sebagai sultan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Luqman Zulkaedin terkait penobatan Rahardjo sebagai Sultan Sepuh Aloeda II.

Seperti diketahui, polemik perebutan tahta di Keraton Kasepuhan Cirebon mulai muncul ke permukaan ketika Rahardjo melakukan aksi menggembok pintu Bangsal Dalem Arum Keraton Kasepuhan Cirebon pada 27 Juni 2020.

Sementara itu, penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, menggantikan mendiang ayahnya, almarhum Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mendapat penolakan.

Penolakan khususnya datang dari keterunan Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin. Rahadjo Djali kemudian dikukuhkan sebagai Polmak (pjs) di Masjid Agung Sang Cipta Rasa.


Saksikan video pilihan berikut ini

Atlet Sepak Bola Jatuh dari Pesawat

Atlet Sepak Bola Zaki Anwari Tewas Jatuh dari Pesawat AS Saat Taliban Kuasai Afghanistan

Liputan6.com 2021-08-20 16:16:27
Pesepak bola muda Timnas Afganistan, Zaki Anwar, tewas akibat terjatuh dari pesawat karena berusaha menghindari gerliyawan Taliban. (dok. Twitter FIFpro

Pihak berwenang Afghanistan telah mengonfirmasi seorang atlet sepak bola muda jatuh dan tewas setelah mencoba untuk menyusup ke sebuah pesawat militer AS yang meninggalkan bandara Kabul. Dia adalah Zaki Anwari (19), atlet yang pernah bermain untuk tim pemuda nasional Afghanistan.

Seperti dilansir BBC, Jumat (20/8/2021), sejak Taliban merebut kembali Afghanistan, ribuan orang bergegas ke bandara Kabul saat negara-negara Barat bergegas mengevakuasi warga mereka dan rekan-rekan Afghanistan.

Gambar yang muncul pada Senin 16 Agustus menunjukkan ratusan orang berlari di samping pesawat angkatan udara AS saat bergerak di landasan pacu. Beberapa orang terlihat menempel di sisinya.

Laporan media lokal Afghanistan mengatakan, setidaknya dua orang tewas setelah lepas landas. Angkatan udara AS juga telah mengonfirmasi bahwa sisa-sisa manusia ditemukan di roda pendaratan pesawat setelah tiba di Qatar.

Meski begitu, rincian lebih lanjut tentang kapan Zaki Anwari meninggal belum diungkapkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penghormatan untuk Anwari

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Direktorat Jenderal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Afghanistan memberikan penghormatan kepada Anwari.

"Semoga dia beristirahat di surga dan berdoa kepada Tuhan untuk keluarga, teman, dan rekan olahraganya," kata badan olahraga itu.

Yang lain juga telah berbagi rasa hormat mereka di media sosial.

"Kepergiannya adalah kesedihan yang luar biasa," tulis seorang pengguna di Instagram.


Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan

 

Cara Dubai Jinakkan Suhu Ekstrem

Suhu Dubai Terlalu Panas hingga 46 Derajat Celsius, Pemerintah Bikin Hujan Buatan

Liputan6.com 2021-08-20 15:31:26
Ilustrasi gurun Dubai (pixabay)

Suhu Dubai yang melebihi 115 derajat Fahrenheit atau setara dengan 46 derajat Celsius membuat pemerintah memutuskan untuk mengendalikan cuaca yang sangat panas tersebut.

Seperti yang dilansir dari laman Cbs News, Jumat (20/8/2021), para ilmuwan di Uni Emirat Arab kemudian membuat hujan--secara artifisial--menggunakan muatan listrik dari drone untuk memanipulasi cuaca dan memaksa curah hujan di seluruh negara gurun itu. Pejabat meteorologi merilis rekaman video minggu ini yang menunjukkan hujan lebat di Ras al Khaimah, serta beberapa daerah lainnya.

Metode baru penyemaian awan menunjukkan harapan dalam membantu mengurangi kondisi kekeringan di seluruh dunia, tanpa banyak masalah lingkungan seperti metode sebelumnya yang melibatkan semburan garam.

Setiap tahun, Uni Emirat Arab menerima sekitar 4 inci hujan per tahun. Pemerintah berharap bahwa perubahan awan secara teratur untuk menghasilkan hujan akan membantu meringankan beberapa gelombang panas tahunan negara yang gersang itu.

Menurut penelitian dari University of Reading di Inggris, para ilmuwan menciptakan badai menggunakan drone, yang menghantam awan dengan listrik, menciptakan tetesan air hujan yang besar. Tetesan hujan yang lebih besar sangat penting di negara panas, di mana tetesan yang lebih kecil sering menguap sebelum menyentuh tanah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Salah Satu Negara Pertama yang Menggunakan Teknologi Penyemaian Awan

"Sangat menyentuh untuk berpikir bahwa teknologi curah hujan yang saya lihat hari ini, yang masih dikembangkan, suatu hari nanti dapat mendukung negara-negara di lingkungan yang kekurangan air seperti UEA," kata Mansoor Abulhoul, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Inggris, saat berkunjung ke University of Reading pada bulan Mei, di mana dia ditunjukkan demonstrasi teknologi baru.

"Tentu saja, kemampuan kita untuk memanipulasi cuaca sangat kecil dibandingkan dengan kekuatan alam," kata wakil rektor Robert Van de Noort selama kunjungan tersebut. "Kami sadar bahwa kami sebagai Universitas memiliki peran besar untuk dimainkan, dengan bekerja sama dengan mitra global untuk memahami dan membantu mencegah dampak terburuk dari perubahan iklim."

Pada 2017, para peneliti di universitas dianugerahi $ 1,5 juta (21,7 miliar rupiah) dalam pendanaan untuk apa yang mereka sebut "Ilmu Peningkatan Hujan," juga dikenal sebagai hujan badai buatan manusia. Total investasi UEA dalam proyek pembuatan hujan adalah $15 juta (217 miliar rupiah), bagian dari "pencarian negara untuk memastikan keamanan air."

"Permukaan air turun drastis di UEA," kata profesor dan ahli meteorologi Universitas Reading Maarten Ambaum kepada BBC News. "Dan tujuannya adalah untuk membantu hujan turun."

UEA adalah salah satu negara pertama di kawasan Teluk yang menggunakan teknologi penyemaian awan, kata Pusat Meteorologi Nasional. Versi konsep tersebut digunakan di setidaknya delapan negara bagian di AS bagian barat, menurut The Scientific American.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Murid Nikahi Bu Guru yang Lebih Tua 25 Tahun

Viral Kisah Pria Menikahi Gurunya yang Berbeda Usia 25 Tahun

Liputan6.com 2021-08-20 13:50:43
Viral Kisah Pria Menikahi Gurunya yang Berbeda Usia 25 Tahun (Sumber: TikTok/@samballana_bistro78)

Jodoh adalah rahasia Tuhan yang tidak bisa ditebak. Jodoh bisa datang kapan saja dan di mana pun kamu berada. Bisa jadi jodohmu adalah orang baru yang tidak kamu kenal, atau malah bisa jadi orang di sekitarmu.

Bahkan yang tak terduga, seseorang menikah dengan gurunya sendiri. Seperti cerita cinta antara murid dan guru yang tengah viral ini. Lewat video singkat yang diunggah TikTok @Samballana_bistro78, menceritakan seorang pria asal Malaysia menikah dengan gurunya sendiri.

Meski memiliki perbedaan usia 25 tahun, ternyata tak jadi halangan untuk mempersatukan cinta mereka. Dalam video tersebut, pria yang diketahui bernama Akmal Yusof itu membagikan foto dirinya dan sang guru, Suhana Esa pada 2016. Kala itu, Akmal mengaku sering meminta foto bareng dengan guru layaknya teman-temannya yang lain.

Pada 2018, pria itu memberanikan diri untuk mengajak gurunya pergi makan bersama. Berawal hanya memiliki hubungan guru dan murid, keduanya sukses menuju pelaminan. Berikut kisah selengkapnya dilansir Liputan6.com dari TikTok @Samballana_bistro78 dan mStar, Jumat (20/8/2021).


Mendapat Restu dari Orang Tua

Suhana Esa sendiri merupakan guru Akmal Yusof saat duduk di bangku SMA. Bermula dari pertemuan itu, akhirnya membuat hubungan keduanya semakin dekat. Kemudian pada 2019, benih-benih cinta hadir di antara mereka.

"Ketika itu isteri saya merupakan guru sains dan dia juga merupakan pelatih untuk pasukan softball. Kalau training atau ada pertandingan, dia akan jadi guru pengiring," ungkap Akmal Yusof.

Hingga pada tahun 2020, Akmal Yusof yang berusia 22 tahun mantap untuk meminang Suhana Esa yang berusia 47 tahun. Ia mengunggah potret pernikahannya yang tampak sederhana. Ia dan guru yang kini sah menjadi istrinya itu tampil kompak dengan busana biru.

Akmal Yusof juga bersyukur, pernikannya mendapat restu dari kedua orang tua. Kini pasangan ini juga membuat bisnis kedai makanan bersama.

@samballana_bistro78

Isteriku Guruku ? #krukkrapmysamballana #UnfoldChallenge #bangkitkanbisnesanda #myfoodie

STAY - The Kid LAROI & Justin Bieber


Kisahnya Jadi Viral

Tak menyangka, kisah pria menikah dengan gurunya ini menjadi viral di media sosial TikTok. Hingga berita ini ditulis, video tersebut sudah ditonton lebih dari 3 juta kali. Kolom komentar juga dibanjiri dengan doa-doa untuk keharmonisan rumah tangga mereka.

"Waa, itulah dinamakan jodoh," komentar TikTok @GadisMisteri.

"Setelah video ini aku sadar, mungkin jodohku baru lahir atau lagi bermain sama mamanya," komentar TikTok @Mieydaa Scent378.

"saya harus menemukan guru saya kembali," komentar TikTok @Beruwang Ganas.

Paket Durian Terkontaminasi Covid-19

Paket Durian Thailand di Pasar China Terkontaminasi Virus COVID-19

Liputan6.com 2021-08-20 14:00:56
Ilustrasi durian. (dok. pixabay.com/Asnida Riani)

Sebuah pasar di Ganzhou, yang terletak di timur China belum lama ini dihebohkan dengan kedatangan paket durian yang terkontaminasi virus COVID-19.

Temuan virus COVID-19 pada permukaan paket durian yang berasal dari Thailand itu dilaporkan oleh The Office of Agricultural Affairs (OAA) di bawah Kedutaan Besar Thailand di Beijing, China.

OAA mengatakan mereka menemukan Virus COVID-19 di Pasar Haudongcheng akhir pekan lalu. Beruntung, semua orang yang menangani paket durian tersebut dikonfirmasi negatif COVID-19. Meski demikian mereka tetap menjalani masa karantina beberapa waktu.

Sementara itu paket durian terkontaminasi Virus COVID-19 telah diamankan. Walaupun tidak dijelaskan siapa yang bertugas mengamankan dan bagaimana keamanan bagi konsumen terhadap durian tersebut.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Proses Impor dari Thailand Tetap Berlanjut

Dikutip dari The Thaiger pada Jum'at (19/8/2021), buah-buahan lain yang berada di pasar telah disterilkan.

The Office of Agricultural Affairs mengungkapkan bahwa mereka telah membahas masalah ini dengan China's General Administration of Customs- Kantor Administrasi Bea Cukai di China.

Para pejabat akan tetap mengimpor produk dari pemasok Thailand mereka. Lantaran COVID-19 baru terdeteksi di daerah setempat dan bukan di pos pemeriksaan.

Kabar paket durian itu dibagikan di media sosial. Tidak disebutkan apakah berita itu dibagikan secara dominan di media sosial Thailand atau media sosial China.

Durian, buah yang kontroversial karena baunya yang terkadang dianggap begitu kuat, terakhir kali menimbulkan masalah ketika sekumpulan besar buah itu membuat truk terjepit di bawah jalan layang.

Reporter: Bunga Ruth

Robot Perawat Sepintar Manusia

Perkenalkan Grace, Robot Perawat dari Hong Kong yang Mirip Manusia

Liputan6.com 2021-08-20 18:35:52
Mahmoud El Komy, seorang ilmuan dan insinyur di Mesir membuat robot humanoid untuk melakukan swab test COVID-19. | ilustrasi robot pexels.com/@agk42

Pada tahun 2016, Hanson Robotics menggemparkan dunia dengan Sophia, robot yang terkenal diberi kewarganegaraan Arab Saudi.

Kini, perusahaan robotika yang berbasis di Hong Kong itu telah meluncurkan penemuan terbarunya, Grace, robot humanoid -- seperti manusia -- yang diharapkan akan merevolusi perawatan kesehatan. Demikian dilansir dari CNN, Jumat (20/8/2021).

Dirancang sebagai asisten dokter, Grace dilengkapi dengan sensor, termasuk kamera termal untuk mendeteksi suhu dan denyut nadi pasien, untuk membantu dokter mendiagnosis penyakit dan memberikan perawatan.

Robot android ini juga merupakan pendamping bagi pasien. Spesialisasi dalam perawatan senior, Grace dapat berbicara tiga Bahasa, yakni Inggris, Mandarin, dan Kanton.

Lalu, Grace juga dapat bersosialisasi dan melakukan terapi bicara.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pengganti Tenaga Profesional Medis

Davin Hanson, pendiri sekaligus CEO Hanson Robotics, mengatakan bahwa robot seperti Grace dimaksudkan sebagai dukungan bagi para profesional medis bukan sebagai pengganti.

"Menggunakan AI dan robotika dalam konteks ini dapat membantu mengumpulkan data penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk menilai kesejahteraan pasien."

Dikembangkan secara khusus untuk sektor medis, peluncuran Grace hadir di tengah pandemi Virus Corona COVID-19 ketika ada peningkatan permintaan akan solusi telehealth dan perawatan nirsentuh.

Menurut Federasi Robotika Internasional (IFR), penjualan global robot medis sudah meningkat sebelum pandemi, antara 2018 dan 2019 meningkat 28%.

IFR juga memperkirakan nilai sektor ini dapat meningkat hampir dua kali lipat dalam tiga tahun ke depan.

Hanson Robotics mengatakan akan mulai memproduksi robot secara massal, termasuk Sophia dan Grace, pada akhir tahun 2021.

Reporter: Cindy Damara

Ariel Tatum dan Tompi Trending Topic

Tompi dan Ariel Tatum Jadi Trending Topic karena Film Selesai, Imam Darto Bereaksi

Liputan6.com 2021-08-20 14:30:26
Tompi. (Foto: Instagram @dr_tompi)

Nama Tompi dan Ariel Tatum sejak beberapa waktu lalu menjadi trending topic di Twitter. Gara-garanya adalah banyak warganet yang membahas tentang film terbaru Tompi yang dibintangi Ariel Tatum berjudul Selesai.

Pro dan kontra banyak hadir terkait film Selesai hingga membuat nama Tompi banyak dibicarakan. Terlebih lagi, Tompi dan Imam Darto selaku penulis skenario sempat membuka forum diskusi melalui fitur Space di Twitter.

Tompi menuai banyak kritik dari warganet usai menggelar forum diskusi tersebut. Banyak warganet mengutip jawaban Tompi dan Imam Darto yang dianggap blunder.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tanggapan Imam Darto

Terkait nama Tompi dan Ariel Tatum yang menjadi trending topic, Imam Darto memberikan tanggapan. Alih-alih membahas masalah soal film tersebut, Imam Darto malah membahas mengapa ia tidak ikut menjadi trending topic.

"Yang spaces tadi malem gue sm Tompi, yang trending Tompi sama.... ARIEL TATUM. Disitu aku merasa tak berguna. Hiks," tulis Imam Darto.

Imam Darto juga menyertakan sebuah potret tangkapan layar di mana terdapat nama Tompi, Ariel Tatum, dan Selesai, secara berurutan menjadi trending topic.


100 Ribu Penonton

Terlepas dari segala pro kontra yang ada, film Selesai sendiri saat ini sudah meraih 100.000 penonton dalam satu minggu. Tompi kemudian melalui unggahan di Instagram menyampaikan terima kasihnya.

"Hari ini 100.000 orang sudah menjadi saksi lika-liku hubungan Ayu, Broto, dan Anya. Terima kasih sudah menjadi bagian dari film Selesai ya teman-teman! Buat yang masih belum nonton, beli tiketnya sekarang di www.bioskoponline.com," tulis Tompi oada Jumat (20/8/2021).


Tentang Film Selesai

Film Selesai sendiri sudah dirilis sejak 13 Agustus 2021 lalu secara terbatas melalui streaming di Bioskop Online. Film ini bercerita tentang kisah tentang Ayu (Ariel Tatum) dan suaminya, Broto (Gading Marten) yang selingkuh dengan Anya (Anya Geraldine).

PCR Indonesia Lebih Murah dari Negeri Jiran

Harga Tes PCR RI Termurah Kedua di ASEAN Setelah Vietnam

Liputan6.com 2021-08-20 08:05:09
Petugas kesehatan saat melakukan swab test PCR pada warga di Laboratoriun GSI Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (18/8/2021). Tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR untuk Jawa dan Bali kini menjadi

Kementerian Kesehatan menyebut harga tes PCR di Indonesia termasuk termurah kedua di ASEAN setelah Vietnam. Hal ini seiring dengan penetapan tarif tertinggi PCR turun, menjadi Rp495.000 untuk Pulau Jawa-Bali dan Rp525.000 untuk luar Pulau Jawa-Bali.

"Dari sisi harga tes PCR ini, kita termurah kedua setelah Vietnam dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya," ucap Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi saat konferensi pers PPKM, Rabu (18/8/2021).

Tarif tertinggi tes PCR termaktub melalui surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Penurunan harga tes PCR pun mencapai 45 persen.

"Penurunan harga tes PCR sampai 45 persen. Kebijakan ini dikeluarkan Pemerintah untuk terus meningkatkan upaya tes sebagai salah satu upaya mendeteksi dalam upaya peningkatan temuan kasus aktif COVID-19," lanjut Nadia.

Adapun harga tes PCR di ASEAN, di antaranya, Thailand kisaran Rp1.300.000 -- Rp2.800.000, Singapura pada harga Rp1.600.000, Filipina pada kisaran harga Rp437.000 -- Rp1.500.000, Malaysia pada harga Rp510.000, dan Vietnam pada harga Rp460.000.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Kemenkes Hitung Ulang untuk Tetapkan Harga Tes PCR

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menjelaskan, penurunan harga tes PCR berdasarkan pertimbangan sejumlah faktor.

"Ini disebabkan memang karena pada tahap awal dari pandemi COVID-19, kita menentukan tarif dengan mengacu pada dasar harga pada saat itu. Jadi, bisa dibayangkan harga Alat Pelindung Diri (APD) sekitar Rp600.000-an, sekarang Rp120.000," jelasnya saat dialog Penurunan Harga Tes PCR, Kamis (19/8/2021).

"Memang selisihnya luar biasa. Anti reagen waktu itu (awal pandemi) juga sangat mahal, sekarang harganya hanya sepertiga dari harga normal. Semua harga pada saat itu, sekarang sudah turun semua."

Berdasarkan pertimbangan di atas, Kemenkes melakukan perhitungan ulang untuk unit cost. Yang dihitung adalah semua komponen, dari jasa dokter hingga jasa laboran.

"Kita hitung semua sampai soal penyusutan, mesin yg digunakan, barang habis pakai, dan reagen juga over heat cost-nya serta administrasinya. Kami berikan margin profit sekitar 15 persen. Jadi, didapatkanlah harganya (harga tes PCR terbaru)," kata Abdul Kadir.


Infografis Cek Fakta Kumpulan Hoaks Seputar Swab Tes

 

Siapkah Siswa Kembali ke Sekolah?

HEADLINE: Lampu Hijau Belajar Tatap Muka Usai Vaksinasi Covid-19 Pelajar, Mekanismenya?

Liputan6.com 2021-08-21 00:01:01
Suasana hari pertama uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi lampu hijau soal rencana pembelajaran tatap muka. Namun, Jokowi menegaskan pembelajaran tatap muka dapat dilakukan apabila semua siswa di Indonesia telah disuntik vaksin Covid-19.

"Jadi semuanya untuk pelajar di seluruh Tanah Air, kalau sudah divaksin silakan dilakukan langsung belajar tatap muka. Karena kan SKB 4 menteri sudah ada," ujar Jokowi pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Jokowi juga meminta agar pelajar tetap berhati-hati dan selalu menggunakan masker serta jaga jarak saat melakukan pembelajaran tatap muka. Dia khawatir para pelajar terpapar virus Corona apabila tak mematuhi protokol kesehatan.

"Kita semuanya berharap anak-anak itu segera bisa belajar tatap muka. Tapi juga kita semuanya harus hati-hati jangan sampai nanti lepas dibuka belajar tatap muka, ada yang terpapar Covid-19," ujar Jokowi.

Sementara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengizinkan sekolah yang berada di zona PPKM 1 sampai 3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kendati, anak didiknya belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Saat ini vaksinasi anak baru diperuntukkan bagi anak berusia 12-17 tahun dengan vaksin Sinovac.

Nadiem menekankan agar PTM terbatas pada sekolah-sekolah tersebut tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan atau prokes secara ketat.

"Bagi sekolah yang peserta didiknya belum mendapatkan giliran vaksinasi, sekolah di wilayah PPKM level 1-3 tetap dapat menyelenggarakan PTM terbatas dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan seluruh insan pendidikan dan keluarganya, sesuai daftar periksa yang ditentukan dalam SKB Empat Menteri," kata Nadiem dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8/2021).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pembelajaran tatap muka di masa pandemi harus mengutamakan keselamatan siswa-siswi dari terpapar Covid-19. Oleh karena itu, bagi daerah yang masih menerapkan PPKM Level 4, masih diberlakukan pembelajaran jarak jauh.

"Seluruh wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) sepenuhnya masih menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar 100 persen secara daring. Hal ini berdasarkan leveling daerahnya, dimana seluruh wilayah Jabodetabek berada dalam level 4 PPKM," kata Wiku, Jumat (20/8/2021).

Kegiatan tatap muka di wilayah Jabodetabek, kata dia, bisa dilakukan dengan syarat kondisi kasus lebih terkendali sehingga level daerah turun.

Sementara, kata Wiku daerah di wilayah Jawa-Bali dengan level 3 dan 2, serta daerah di luar Pulau Jawa-Bali level 3 dan 2 berada dalam zona risiko hijau dan kuning dapat melakukan tatap muka.

"Namun dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk wajib sudah divaksin bagi tenaga pendidik dan peserta didik sesuai Surat Keputusan Bersama 4 Menteri terkait pembelajaran tatap muka di masa pandemi," kata Wiku.

Mekanisme Pembelajaran Tatap Muka

Pelaksanaan pembelajaran di wilayah PPKM level 1-3 dapat dilakukan melalui PTM terbatas dan/atau PJJ sesuai dengan pengaturan dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), atau yang disebut dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Dalam SKB 4 menteri disebutkan bahwa pembelajaran tatap muka dapat dilakukan bagi pelajar dan pengajar yang sudah disuntik vaksin Covid-19.

Sementara untuk tenaga pendidik dan siswa yang belum dilakukan vaksinasi Covid-19, disarankan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah.

Kemudian, jika ditemukan kasus Covid-19 di sekolah maka kegiatan belajar mengajar dapat dihentikan.

"Pemberhentian sementara pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan (jika ditemukan kasus Covid-19) dilakukan paling singkat 3x24 jam," demikian aturan yang tertulis dalam SKB 4 menteri tersebut.

Kemudian, pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan terpantau oleh pemerintah daerah dan kantor wilayah Kementerian Agama. Kemudian membudayakan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah Covid-19 dengan menggunakan prosedur berikut:

A. Kondisi Kelas:

1. SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan: jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas.

2. SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB: jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

3. PAUD: jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik perkelas.

B. Jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shif), ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

C. Perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan:

1. Menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu. Masker kain digunakan setiap 4 (empat) jam atau sebelum 4 (empat) jam saat sudah lembab/basah.

2. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (handsanitizcr).

3. Menjaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima)meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan

4. Menerapkan etika batuk/ bersin.

D. Kondisi medis warga satuan pendidikan

1. Sehat dan jika mengidap penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol

2. Tidak memiliki gejala COVID-19, termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan

E. Kantin tidak boleh buka. Siswa dan guru disarankan membawa makanan/minuman dari rumah dengan menu gizi seimbang

F. Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak diperbolehkan, namun disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah

G. Kegiatan selain pembelajaran di lingkungan sekolah juga tidak diperbolehkan, seperti orang tua menunggu siswa, istirahat di luar sekolah dan pertemuan orang tua siswa

F. Kegiatan pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan diperbolehkan dengan tetep menerapkan protokol kesehatan.

Sementara sekolah wajib menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan. Setidaknya memiliki toilet bersih dan layak, memiliki sarana cuci tangah pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, klinik, rumah satit. Serta kesiapan menerapkan area wajib masker atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas rungu. Kemudian wajib memiliki termogun.

Pihak sekolah juga harus mendata siswa dan guru yang tidak boleh melakukan kegiatan di satuan pendidikan, yaitu jika memiliki kondisi medis comorbid yang tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak.

Kemudian memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah dengan tingkat risiko penyebaran Covid-19 yang tinggi dan belum menyelesaikan isolasi mandiri sesuai ketentuan. Lalu memiliki riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri sesuai ketentuan.

Sekolah juga wajib membentuk satuan tugas penanganan COVID-19 disatuan pendidikan dan dapat melibatkan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar dengan komposisi: tim pembelajaran, psikososial, dan tata ruang, tim kesehatan, kebersihan, dan keamanan; dan tim pelatihan dan humas.

Infografis Lampu Hijau Belajar Tatap Muka Terbatas Pasca-Vaksinasi Covid-19 Pelajar. (Liputan6.com/Abdillah)

Pembelajaran Tatap Muka yang Ideal

Terkait keamanan pelaksanaan PTM, menurut pakar kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Budi Haryanto pembelajaran tatap muka relatif aman jika protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Selain itu, guru dan siswa perlu dipastikan sudah semua mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap.

Namun, penerapan protokol kesehatan 3M secara ketat dan disiplin akan berkonsekuensi pada tidak semua siswa bisa tatap muka secara bersamaan. Pasalnya, jika dilakukan bersamaan maka ketentuan jaga jarak tidak dapat diterapkan dengan baik.

"Idealnya yang hadir di kelas misalnya hanya 1/3 siswa dan yang 2/3 daring dari rumah secara bergilir. Katakanlah siswa masuk kelas 2 hari seminggu dan daring dari rumah 4 hari seminggu," kata Budi kepada Liputan6.com melalui pesan teks, Jumat (20/8/2021).

"Bagi yang masuk, masker enggak boleh dilepas, makanan dan minum bawa dari rumah, cuci tangan harus sesering mungkin," tambahnya.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat di sekolah perlu menjadi perhatian karena potensi penularan masih tetap ada, lanjut Budi.

Kelalaian penerapan protokol kesehatan saat pembelajaran membuat siswa atau guru tidak 100 persen aman. Sehingga potensi ada penularan di sekolah dan kemudian dibawa ke rumah juga masih bisa terjadi.

"Namun, dengan sudah vaksin semua siswa dan gurunya, maka penularan kemungkinan tidak banyak," kata dia.

Walau pembelajaran tatap muka sudah kembali dilaksanakan, tidak menutup kemungkinan PTM tersebut kembali dihentikan sementara.

Budi mengatakan ketika dilaporkan jumlah kasus positif siswa usia sekolah menjadi banyak dan cenderung meningkat maka PTM harus dihentikan.

Ia berharap PTM bisa dilakukan setelah indikator-indikator organisasi kesehatan dunia (WHO) tentang pengendalian penularan COVID-19 terpenuh. Seperti kasus harian terus berkurang dengan signifikan dan positivity rate yang cenderung menurun terus menuju kurang dari 5 persen.


Apa yang Perlu Disiapkan?

Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Soedjatmiko menyarankan, tak perlu salaman dulu antar siswa dan guru saat pembelajaran tatap muka. Upaya ini untuk mencegah penularan virus Corona.

"Untuk saat ini, tidak perlu salaman dulu antar siswa maupun dengan guru di sekolah. Jangan lupa, gunakan masker dobel, masker medis dan kain," ujar Miko, sapaan akrabnya melalui pernyataan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Miko menambahkan, orangtua dan murid pun harus mempersiapkan beberapa hal penting, yakni, membiasakan anak menerapkan 5 M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi ngobrol.

Hal ini dilakukan saat di sekolah maupun di kendaraan umum menuju ke sekolah atau saat pulang ke rumah selama pembelajaran tatap muka.

Dia juga menekankan, agar siswa berumur 12 tahun atau lebih untuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sementara itu, siswa dengan usia kurang 12 tahun disarankan untuk melengkapi vaksinasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), seperti imunisasi Campak Rubella dan DT (Difteri Tetanus) untuk siswa kelas 1, dan imunisasi Td (Tetanus, difteri) untuk siswa kelas 2 dan kelas 5.

Selain itu, di beberapa provinsi, siswa perempuan kelas 5 dan 6 juga perlu mendapatkan vaksinasi HPV (Human Papillomavirus/pencegah kanker leher rahim).

"Kesiapan guru dan petugas sekolah lainnya dengan sudah vaksin COVID-19 dua kali atau penuh, menggunakan masker, dan harus bisa mengawasi murid dalam menerapkan protokol kesehatan," ujar Miko.

Dia juga meminta kesiapan ruang kelas diperhatikan dengan memastikan jarak antarkursi dan melakukan desinfektan rutin sebelum dan sesudah jam pelajaran.

Miko pun menyarankan agar AC di ruang kelas dimatikan, menggunakan kipas angin serta membuka jendela dengan lebar. Baik guru maupun murid harus menyediakan cadangan masker.

Menurut dia, murid juga tidak diperkenankan berpindah tempat duduk, saling pinjam peralatan sekolah, serta membuka masker walau sebentar, karena memungkinkan penularan virus Corona.

Para siswa juga diingatkan untuk tidak mampir ke penjual makanan, minuman atau mainan, karena akan berkerumun. Ini bakal meningkatkan risiko penularan.

Murid diharapkan sering cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

"Untuk saat ini tidak perlu salaman dulu antar murid maupun dengan guru disekolah. Jangan lupa gunakan masker dobel, masker medis dan kain," ujarnya.

Sekolah Jadi Zona Aman

Ketua Komisi X Syaiful Huda mendukung langkah pemerintah untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka. Menurut Syaiful, saat ini sudah terjadi darurat pendidikan karena terlalu lama sekolah jarak jauh.

"Ada suasana emergency atau darurat pendidikan dan ini sudah tahap terjadi pendalaman baik secara kuantitas ataupun kualitas pendidikan," kata Syaiful kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Jika pembelajaran tatap muka sudah diberlakukan, Syaiful meminta Kemendikbud Ristek menjadikan sekolah sebagai zona aman Covid-19 baik dari sisi kesehatan maupun sebagai ujung tombak kampanye hidup dengan kebiasaan baru (New Normal) di era pandemi.

Huda menjelaskan pembukaan sekolah layak segera dilakukan mengingat kian banyaknya tingkat vaksinasi guru dan siswa. Selain itu tren penurunan kasus harian maupun kasus aktif juga terus terjadi.

"Kami berharap pembukaan sekolah secara terbatas yang dikombinasikan dengan pembelajaran online bisa mengembalikan ikatan emosional dari peserta didik atas lingkungan sekolah mereka. Pembukaan sekolah ini juga bisa membuat anak-anak terbiasa untuk hidup situasi new normal," katanya.

Dia mengungkapkan jumlah anak terpapar Covid-19 di Indonesia menjadi salah satu tertinggi di dunia. Menurutnya salah satu faktor pemicu tingginya kasus positif bagi anak Indonesia adalah lemahnya pengawasan dari orang tua.

Dengan sistem pembelajaran jarak jauh ini, banyak ruang dan waktu anak yang terbuang karena tidak optimalnya sistem tersebut.

"Akibatnya anak-anak sering berkumpul dan bermain ke luar rumah tanpa pengawasan ketat termasuk apakah mereka melakukan protokol Kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak saat bermain di luar rumah," katanya.

Dia menilai dengan pembukaan sekolah atau penerapan pembelajaran tatap muka maka anak justru terkontrol dengan baik. Mereka di sekolah bisa berinteraksi dan mendapatkan bimbingan langsung dengan guru maupun teman tentang bagaimana harus beradaptasi dengan kebiasaan baru di kala pandemi.

"Para siswa pun bisa mempraktikkan secara langsung bagaimana harus memakai masker dengan benar, bagaimana harus menjaga jarak, bagaimana membiasakan diri untuk cuci tangan dan praktek-praktek baik lainnya," katanya.

Kendati demikian, kata Huda, upaya mewujudkan sekolah sebagai zona aman Covid-19 bagi anak harus dipersiapkan matang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) harus membuat langkah terobosan untuk menyiapkan status zona aman Covid-19 bagi anak.

"Mulai dari skenario berangkat dan pulang sekolah, pembatasan jam sekolah, pembatasan ruang kelas, daftar item sarana-prasana yang harus disiapkan sekolah hingga tuntasnya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan," katanya.

Politisi PKB ini juga menilai sudah saatnya ada perubahan cara pandang terhadap siswa sekolah yang selama ini kerap dipandang sebagai objek dalam program penanganan Covid-19.

Menurutnya, siswa harus harus dipandang sebagai subjek yang berperan aktif dalam penanggulangan wabah Covid-19. Mereka bisa menjadi agen perubahan untuk mengkampanyekan bahaya Covid-19, cara menerapkan protokol Kesehatan, hingga menyosialisasikan manfaat vaksin.

"Apalagi saat ini pemerintah sudah menyatakan remaja usia 12-18 tahun yang ini rata-rata usia sekolah juga bakal menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Tentu para siswa bisa dijadikan sebagai duta kampanyenya," pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengakui jika kondisi saat ini masih belum aman untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun, kata dia, beban murid dan orang tua sudah sangat besar saat pembelajaran jarak jauh.

"Bahkan sudah mulai mengkhawatirkan dengan sistem pembelajaran jarak jauh ini," kata Dede kepada Liputan6.com.

Sehingga, kata Dede bagi siswa dan guru yang sudah mendapat vaksin dua kali maka bisa dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas.

Selain itu, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan jika sekolah dan daerah tersebut sanggup memberikan fasilitas untuk protokol kesehatan.

"Jika daerah tersebut sudah berkurang angka penyebarannya. Mal, pabrik, pasar sudah dibuka terbatas, maka sekolah juga perlu dibuka," ujar dia.

Selain itu, perlunya tim pengawasan yang memantau proses belajar tatap muka tiap hari.

Infografis Syarat Belajar Tatap Muka Terbatas Bisa Digelar. (Liputan6.com/Abdillah)


Potret Kegiatan Belajar Mengajar di Dunia

Ada beberapa negara yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka, berikut adalah beberapa potret kegiatan belajar mengajar di negara-negara di dunia selama pandemi Virus Corona COVID-19 menyebar seperti mengutip laman DW Indonesia, Kamis (26/11/2020):

1. Thailand

Para murid yang belajar di sekolah-sekolah di Bangkok kini harus belajar dari dalam kotak plastik dan memakai masker sepanjang hari. Di luar ruang kelas tersedia wastafel dan dispenser sabun.

Suhu tubuh murid juga diukur setiap pagi. Aturan ketat ini berhasil: sekolah ini tidak melaporkan infeksi baru sejak Juli.

2. Jerman

Murid di SD Petri di Dortmund, negara bagian Nordrhein-Westfalen (NRW), jadi teladan yang patut ditiru.

Sebagaimana sekolah di seluruh NRW yang merupakan negara bagian terpadat di Jerman, sekolah ini juga mewajibkan murid untuk memakai masker, termasuk di dalam ruang kelas. Sampai sekarang belum bisa dinilai apakah aturan ini berhasil atau tidak. Sekolah baru saja mulai tanggal 12 Agustus.

3. Palestina

Sekolah juga kembali dibuka di Hebron, 30 kilometer di selatan Yerusalem. Murid di wilayah ini diwajibkan memakai masker, bahkan di beberapa sekolah, mereka juga harus memakan sarung tangan.

Meskipun memakai masker, semangat guru dalam foto saat mengajar terlihat jelas.

Sekolah-sekolah di Palestina tutup sejak bulan Maret dan Hebron dinyatakan sebagai pusat infeksi.

4. India

Para siswa di India juga diwajibkan untuk mengenakan masker selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.

5. Kongo

Pihak berwenang di Lingwala, di pinggiran ibu kota Kongo, Kinshasa, menanggapi ancaman infeksi Virus Corona COVID-19 di kalangan siswa dengan amat serius. Setiap siswa yang belajar di Sekolah Reverend Kim diharuskan untuk mengukur suhu tubuh sebelum diizinkan masuk gedung. Masker wajah juga wajib dipakai.


Saksikan video pilihan di bawah ini: