Volume 64

Tas dari Celana Dalam

Viral Wanita Ini Buat Tas dari Celana Dalam, Bikin Warganet Geli

Liputan6.com 2021-08-23 14:45:59
Viral Wanita Ini Buat Tas dari Celana Dalam, Bikin Warganet Geli. (Sumber: TikTok/putrisamboda)

Fashion merupakan salah satu bentuk karya seni yang dapat digunakan sehari-hari. Sama halnya seni, dalam fashion juga para desainer bebas mengekspresikan dirinya.

Asalkan dapat digunakan, fungsional ataupun memiliki nilai estetika tinggi, segala media nampaknya dapat dijadikan sebagai produk fashion. Seperti halnya yang dilakukan oleh seorang warganet TikTok bernama Putri Samboda ini.

Putri Samboda membuat fashion item berupa tas menggunakan bahan yang tak terduga, yakni celana dalam. Sontak, aksi yang dilakukan oleh Putri ini pun menuai beragam respon dari warganet.

Seperti apakah kisahnya? Berikut ulasan selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Senin (23/8/2021).


Kreatifitas tanpa batas

@putrisamboda

Styling my underwear bag (it's new and unused lol) #fashion #fyp #foryoupage

Funny Thing - Thundercat

Dalam video yang diunggahnya di akun TikToknya, @putrisamboda, wanita ini membuat tas dari celana dalam. Tentunya, celana dalam yang digunakan sebagai bahan tas masih baru dan belum pernah dipakai.

Hasil karya yang ia buat ini pun terlihat unik. Selain itu, Putri juga pandai melakukan mix and match sehingga ia terlihat tetap stylish meskipun menggunakan tas berbahan celana dalam.


Respon warganet

Video ini pun viral di kalangan warganet dan menuai beragam respon. Ada yang memberikan kritikan namun ada pula yang mengapresiasi dan memberikan saran.

"Kalo diliat-liat fashion mba nya ini emg yg mengarah kesitu lho guys, paham ga sih? wkwk Kek misalkan blazer mie, baju gambar tepung segitiga," tulis akun @applegita

"Fashion sih fashion tapi jangan gitu juga kali," tulis akun @imnotcool

"It looks fine! But maybe u should spice it up with some beads or crochet accessories," @wearenotfriends

"Keren banget bisa sekreatif ini, btw polos gitu agak awkward gak sih? Saran aku coba dikasih pernak-pernik dikit atau pin gitu biar kesannya ga terlalu awkward," tulis akun @kittypride

Jakarta Belum Aman dari Covid-19

HEADLINE: Klaim Jakarta Masuk Zona Hijau dan Penuhi Kekebalan Komunal, Indikatornya?

Liputan6.com 2021-08-24 00:02:15
Warga berolahraga di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/8/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan warga berolahraga di ruang terbuka selama perpanjangan PPKM Level 4 hing

Setelah nyaris limbung dihantam badai varian Delta, Pemprov DKI perlahan mulai bangkit. Penanganan covid-19 di Ibu Kota tersebut kini terus menunjukkan tren perbaikan.

Kasus covid-19 yang sempat tembus 113 ribu pada 16 Juli 2021, kini turun di bawah 10 ribu. Pun rumah sakit yang diserbu pasien pada Juni-Juli lalu. Saat ini jumlahnya sudah berkurang. Tak ada lagi pasien yang dirawat di selasar-selasar. Bahkan tenda darurat di sejumlah rumah sakit telah dibongkar.

Melihat hasil baik ini, Jakarta kemudian diklaim telah memasuki zona hijau. Hanya tiga RT yang masih menyandang status zona merah. "Alhamdulillah Jakarta sudah masuk zona hijau," kata Wagub DKI Riza Patria di kawasan Jakarta Selatan, Minggu 22 Agustus 2021.

Pernyataan Riza tersebut disesalkan para pakar dan pemerhati penanganan covid-19. Ungkapan ini dianggapnya dapat berpotensi menimbulkan sikap lengah masyarakat atas wabah yang masih mengamuk.

"Enggak ada istilah zona hijau. Zona itu wilayah berdasarkan administratif, padahal virus itu tidak bisa dibatasi menurut wilayah administratif. Tergantung mobilitas dan aktivitas penduduk. Wakil Gubernur masih gunakan konsep (lama), mungkin enggak di-update sama anak buahnya," kata Epidemiolog UI Pandu Riono saat dihubungi Liputan6.com, Senin (23/8/2021).

"Di Jakarta, covid-19 masih belum terkendali. Masih jauh," dia menegaskan.

Pandu juga menilai, kekebalan komunal atau herd immunity yang diklaim Wagub DKI sudah terbentuk di Jakarta adalah tidak benar. Menurutnya, kekebalan komunal merupakan konsep lama yang saat ini sudah tidak digunakan.

"Belum lah, beliau salah mengerti konsep herd imunnity, beliau salah paham. Dia hanya melihat definisi lama bahwa kalau sudah 70 persen penduduk sudah divaksinasi sudah tercapai herd immunity padahal sudah enggak lagi, sudah lama ditinggal. Pak (Menko Manivest) Luhut sudah nerima," jelas Pandu.

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk tetap menerapkan PPKM hingga pandemi ini selesai. Namun levelnya saja yang dinaikkan atau diturunkan.

"Sebenarnya (PPKM di DKI) sudah dilonggarkan. Namanya level 4 tapi dimodifikasi misalnya mal dibuka 25 persen, kemungkinan modifikasinya kalau sampai level 3 itu 50 persen. Nah itu sangat berisiko tinggi. Jadi Pemprov DKI enggak boleh senang, malah harus lebih waspada," katanya.

Agar hasil kerja keras Pemprov DKI dalam menurunkan kasus covid-19 ini tetap terjaga, Ia memintanya agar tetap waspada. Terutama dalam memutuskan kebijakan terkait pelonggaran kegiatan masyarakat.

"Harus dua kali lebih waspada ketika diizinkan masyarakat melakukan kegiatan," ujar dia.

Hal senada disampaikan Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono. Dia menyebut ada tiga indikator suatu daerah itu disebut zona hijau.

"Tiga indikator itu bisa dilihat dari sisi epidemiologinya, surveillance, juga pelayanan kesehatan," ucap dia kepada Liputan6.com, Senin (23/8/2021).

Menurut Miko, seharusnya Pemprov DKI tidak menggunakan istilah zona hijau dalam menentukan daerah risiko covid-19. Sebab terminologi tersebut sudah tidak tepat lagi digunakan.

"Seharusnya zonasi tidak dipakai lagi. Harusnya dinilai, apakah wabah atau sudah endemi," katanya.

Karena itu, dia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk tidak terburu-buru menetapkan suatu zona tersebut minim risiko covid-19. Kendati saat ini penanganan covid-19 sudah bagus dibanding wilayah lain.

"Kapasitas respons DKI bagus, makanya mau hijau mau kuning tak peduli, tetapi DKI Jakarta masih wabah," Miko menegaskan.

"Jangan cepat-cepat keburu mau buka pembebasan sosialnya. Ini Jakarta kelihatannya terburu buru gitu, tidak berpikir tentang rakyatnya. Ingat, udah ribuan (yang dimakamkan). Jangan lupakan itu. Banyak anak yang yatim karena covid-19," ujarnya.

Miko menilai saat ini pandemi covid-19 masih belum dapat dikendalikan. Virus tersebut masih beringas menyerang sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.

"Sekarang masih wabah, masih belum terkendali. Kalau sudah jadi endemi, baru terkendali," ujar dia.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menuturkan, berdasarkan hasil analisis data yang bersumber dari Kemenkes, Satgas COVID-19 memantau bahwa 5 kota di DKI Jakarta yaitu Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan masih berada dalam zona oranye.

"Sedangkan Kepulauan Seribu adalah satu-satunya daerah dengan zona kuning," kata Wiku kepada Liputan6.com, Senin (23/8/2021).

Infografis Klaim Zona Hijau dan Kekebalan Komunal di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Sementara itu Co-Founder Kawal Covid-19, Erlina Ciptadi mempertanyakan dasar Pemprov yang menyebut DKI Jakarta sudah memasuki zona hijau. Sebab hal ini bertentangan dengan status yang disandangnya.

"Jadi dasarnya ngomong zona hijau dari mana? Lagi kontradiksi juga. ngomongnya zona hijau, tapi PPKM level 4. Logikanya, masa zona hijau PPKM-nya level 4," kata Erlina saat dihubungi Liputan6.com, Senin (23/8/2021).

Dia menjelaskan, ada beberapa aturan yang menjadi syarat suatu wilayah masuk zona hijau. Misalnya, dilihat dari perkembangan kasus, positivity rate, kemampuan test, kemampuan tracing, bor rumah sakit, juga tingkat kematian.

"Yang sebenarnya cukup banyak kategori itu, DKI itu sudah membaik. Memang sudah membaik. Positivity rate-nya itu kemarin sudah mendekati 5 persen. Which is bagus banget, enggak ada daerah lain di Indonesia seperti itu. Bor rumah sakit sudah turun jauh," jelas dia.

Kendati demikian, prestasi-prestasi itu bukan berarti DKI Jakarta disebut aman dari bahaya virus covid-19. Karenanya ungkapan zona hijau tersebut dinilai bisa membahayakan.

"Perbaikan ada, jelas banget di DKI itu. Tetapi apakah sudah bisa dibilang dengan pemilihan kata hijau, aman, atau terkendali, kita merasa datanya itu belum sampai ke situ," ujar Erlina.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam penanganan Covid-19 ini. DKI harus terus menggalakkan tracing, menggenjot vaksinasi, juga mengurangi angka kematian.

"Sekarang kuncinya adalah gimana supaya kita tidak terlalu cepat melonggarkan, juga jangan terlalu cepat melonggarkan kewaspadaan kita masing masing," ujar dia.

Erlina pun meminta Pemprov DKI tetap mengkomunikasikan bahaya virus covid-19 kepada masyarakat. Karena kendati perkembangan penanganan sudah semakin membaik, namun pandemi ini masih belum terkendali.

"Kita nggak mau kejadian Juni kemarin terjadi lagi. Kuncinya sekarang, mau terkendali sampai kayak apapun, masker tetap dipakai, jaga jarak tetap harus dilakukan, divaksin maupun tidak, testing jangan dikendorin," ujar dia.

Selain itu, saat ini merupakan momentum tepat bagi Pemprov DKI Jakarta untuk menganistipasi puncak wabah berikutnya. Persiapan itu dilakukan di tengah rumah sakit yang tidak banyak pasien.

"Sudah 1,5 tahun (wabah) bisa dong mengantisipasi kapan wabah berikutnya datang. Libur berikutnya yang lumayan panjang kapan, akhir tahun kan..!? Jadi belajar dari pengalaman kemarin, apa yang kita lakukan lebih baik lagi untuk mencegah pada Januari 2022 itu terulang lagi di Jakarta," ujar dia.

Persiapan-persiapan yang bisa dilakukan tersebut, lanjut Erlina, meliputi jumlah obat juga fasilitas tempat tidur yang disediakan secara ekstra. Semua alat dan perlengkapan tersebut bisa diletakkan di fasilitas-fasilitas kesehatan Jakarta.

"Fluktuasi kasus naik turun itu pasti, akan selalu ada. Apalagi DKI dikeliling daerah yang kondisinya belum sebaik Jakarta. Mobilitas antardaerah itu tinggi," ujarnya.

Sementara itu Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, bahwa status hijau, kuning, oranye, merah adalah soal status level epidemiologi pandemi.

Hal ini dapat dilihat dari SK Menteri Kesehatan tanggal 30 Juni tahun 2021. Dalam SK tersebut sudah ada angka-angka yang mengatur suatu wilayah masuk zona hijau, kuning, oranye, atau merah.

Namun, untuk Jakarta sendiri ia tidak bisa memberi keterangan apakah memang masuk zona hijau COVID-19 atau zona lainnya.

"Masalahnya kan saya tidak punya angkanya. Yang selalu ada angka di media kan angka nasional. Saya enggak tahu angka per provinsi itu berapa. Tapi itu mungkin, kalau ada angkanya tinggal dimasukkan ke rumusnya saja," ujar Tjandra kepada Health Liputan6.com Senin (23/8/2021).

"Belum bisa diputuskan oleh saya karena saya tidak punya angkanya, tapi bagi yang punya angkanya tentu mereka bisa masukkan dalam perhitungannya."

Tjandra turut menjelaskan bahwa perhitungan untuk menentukan herd immunity memiliki rumus tersendiri. Untuk menentukan herd immunity benar atau tidak, ia membutuhkan angka termasuk data terkait efikasi vaksin yang digunakan. Mengingat, herd immunity ini salah satunya dipengaruhi oleh efikasi vaksin.

Terlepas dari hal itu, Tjandra mengingatkan ada tiga hal yang perlu diperkuat dalam penanganan COVID-19 di masa sekarang.

Ia mengakui bahwa ada penurunan kasus positif, tapi kasus meninggal masih tinggi. Maka itu yang perlu dikuatkan adalah menurunkan angka kematian.

"Kemudian peningkatan jumlah tes hingga target 400 ribu, 17 Agustus lalu jumlah tes malah turun," katanya.

"Selanjutnya, menemukan 15 orang dari setiap kasus. Ini belum terwujud sampai sekarang. Jadi itu harus diwujudkan," pungkasnya.


Belajar dari Amerika

Epidemiolog Dicky Budiman mengapresiasi capaian DKI Jakarta yang sudah memvaksinasi warganya. Yakni sudah 9,3 juta orang dengan dosis pertama dan 4,7 dosis kedua dengan 40 persen penerima berasal dari luar DKI.

Meski begitu, Peneliti dari Griffith University Australia menyebut bahwa warga di wilayah DKI Jakarta belum aman terhadap paparan COVID-19.

Dicky mengatakan, perlu melihat kondisi negara-negara lain yang sudah terlebih dahulu mencapai setengah warga sudah vaksinasi. Dari pengamatan yang ada, tetap saja di negara-negara tersebut masih terjadi penularan dan ada kasus kematian karena infeksi virus SARS-CoV-2.

"Kita harus belajar dari Isreal dan Amerika Serikat yang cakupan vaksinasi sudah lama dan melebihi setengah penduduk dengan vaksin yang efektivitasnya lebih tinggi terhadap varian Delta pun kondisinya enggak aman," kata Dicky lewat pesan suara kepada Health Liputan6.com pada Senin, 23 Agustus 2021.

"Ini berarti cakupan vaksinasi yang tinggi tidak bisa meredam secara efektif penyebaran varian Delta. Dan kasus kematian tetap tinggi terutama pada mereka yang belum divaksin," Dicky menambahkan.

Di negara-negara tersebut juga dilaporkan bahwa masih ada orang yang sudah divaksin juga ada yang terinfeksi infeksi virus Corona meski jumlahnya sedikit. Aspek lain adalah bahwa orang yang sudah disuntik vaksin penuh tetap bisa menularkan COVID-19.

Dengan berkaca dari negara lain yang jumlah populasi divaksin COVID-19 sudah lebih dari setengah warga dan menggunakan efektivitas tinggi tapi penularan dan kematian masih ada, Dicky mengatakan bahwa herd immunity atau kekebalan komunal terhadap COVID-19 masih amat jauh dan mendekati agak mustahil.

"Tapi kalau bicara herd immunity itu selain enggak tahu, belum jelas, dan masih panjang ya, bahkan epidemiolog dunia mengatakan hampir mustahil," katanya.

Dicky menegaskan bahwa kategori COVID-19 sudah terkendali bukan karena sebagian besar penduduk sudah divaksin. Melainkan COVID-19 disebut terkendali bila positivity rate sudah di bawah satu persen dan tidak ada kematian karena COVID-19.

"Dua aspek itu belum terjadi di DKI," kata Dicky.

Dicky juga menyorot mengenai community transmission yang masih tinggi di Indensia termasuk di DKI.

"Ini artinya banyak kasus infeksi berkeliaran tidak terdeteksi atau belum bisa dideteksi," katanya.

Sehingga, Dicky mengatakan, meski DKI mengklaim sudah masuk zona hijau dan banyak yang sudah divaksin bukan menjadi dasar bagi masyarakat untuk abai protokol kesehatan. Jangan juga berpikir untuk bebas kemana-mana.

"Dengan positivity rate yang tinggi itu potensi paparan ketika keluar rumah untuk beraktivitas itu masih tinggi," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan kepada pemerintah Indonesia agar mengambil tindakan menyusul mobilitas masyarakat yang sudah meningkat. Bahkan WHO mencatat peningkatan di sejumlah provinsi itu terjadi seperti sebelum adanya pandemi covid-19.

Dilansir dari Reuters, Senin (23/8/2021), WHO menyoroti peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan terjadi pada sektor ritel dan rekreasi di Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Kegiatan yang meningkat terjadi pada aktivitas di restoran, kafe, pusat perbelanjaan, perpustakaan, museum, dan taman hiburan.

Berdasarkan data Google pada minggu kedua Agustus, WHO mengatakan mobilitas masyarakat mencapai tingkat yang tidak terlihat sejak Februari 2020.

"Perumusan rencana konkret dan tindakan mendesak sangat penting untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak peningkatan mobilitas pada transmisi dan kapasitas sistem kesehatan," demikian kata laporan tersebut.

Didorong oleh varian Delta yang sangat menular, kasus virus corona harian di Indonesia mencapai lebih dari 56.000 bulan lalu, di mana rumah sakit di pulau terpadat di Jawa kekurangan tempat tidur, oksigen, dan kebanjiran pasien.

Kasus harian telah turun secara signifikan menjadi sekitar 15.000 pada 18 Agustus, akan tetapi tingkat pengujian juga turun dan tingkat positif dan jumlah kematian tetap tinggi.

Para ahli kesehatan masyarakat telah menyatakan keprihatinannya atas penyebaran Delta di daerah-daerah terpencil dengan kapasitas perawatan kesehatan yang rapuh.

Wiku Adisasmito, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia, mengatakan perlu kehati-hatian agar pergerakan masyarakat bisa kembali ke level sebelumnya.

"Ini berarti ada proses pemulihan ekonomi yang cepat tetapi menandakan perlunya kita lebih berhati-hati terhadap peningkatan kasus terutama pada minggu depan," katanya.

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lampaui Target, Jakarta Sudah Aman? (Liputan6.com/Abdillah)


Kemenangan Lawan Covid-19 di Depan Mata

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya menyatakan bahwa Ibu Kota sudah masuk zona hijau Covid-19. Pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 juga masih terus berjalan.

"Alhamdulillah Jakarta sudah masuk zona hijau," kata Riza di kawasan Jakarta Selatan, Minggu 22 Agustus 2021.

Berdasarkan website corona.jakarta.go.id pada Senin (23/8/2021) dengan data pada 16-22 Agustus 2021 yang masuk kategori zona merah hanya ada tiga RT. Yaitu RT 009/ RW 008 Kelurahan Petojo Selatan, Jakarta Pusat.

Lalu ada di RT 006/ RW 006 Keluarga Ciganjur, Jakarta Selatan dan RT 006/ RW 003 Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur.

Sedangkan kasus aktif di Jakarta sebanyak 8.531 orang yang masih dirawat/ isolasi hingga Minggu (22/8/2021). Kasus aktif di Ibu Kota sempat mengalami peningkatan hingga 113 ribu pasien pada 16 Juli 2021.

Untuk jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 845.931 kasus dan total dinyatakan telah sembuh sebanyak 824.227 dengan tingkat kesembuhan 97,4 persen. Selanjutnya untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 6,7 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Riza Patria juga menyatakan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19 di Rumah Sakit (RS) rujukan terus mengalami penurunan di bawah 50 persen. Penurunan itu mulai dari tempat tidur isolasi ataupun ICU.

"BOR rumah sakit sudah turun menjadi 23 persen, ICU turun menjadi 44 persen," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pencapaian vaksinasi Covid-19 di Jakarta telah mencapai 103 persen untuk dosis pertama.

Menurut Anies, pengendalian Covid-19 di kota penyangga juga menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan pemerintah pusat terkait status PPKM di Ibu Kota.

"Yang dipertimbangkan pemerintah pusat itu adalah karena tetangga kanan-kiri masih belum 100 persen terkendali, maka bila ada perubahan di Jakarta, dikhawatirkan terjadi lonjakan kembali," kata Anies, Minggu 22 Agustus 2021.

Hingga Minggu 22 Agustus 2021, Pemprov DKI Jakarta mencatat sebanyak 9.351.093 orang atau 104,6 persen telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Kemudian sebanyak 4.845.271 orang atau 54,2 persen telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Kendati demikian, masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi covid-19, diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan. Menurut Anies, kewaspadaan harus tetap dikedepankan agar masyarakat tidak lengah dalam perang melawan Covid-19 ini.

"Yuk kita teruskan, jangan lengah, jangan sampai ini bertahan bahkan naik. Jangan sampai ini terjadi pada kita, kita melihat kemenangan sudah di depan mata, sudah dekat, tapi tidak boleh terlena, tidak boleh buru-buru beraktivitas sebebas-bebasnya," ujar Anies Anies di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu 14 Agustus 2021.

Selain itu, Anies juga meminta agar masyarakat tetap mengurangi mobilitas di luar rumah. Sebab itu dapat memicu adanya gelombang berikutnya.

"Jangan membuka ruang terhadap munculnya gelombang berikutnya, menyia-nyiakan usaha yang sudah berjalan luar biasa sebulan kemarin," ucapnya.

Juliari Batubara Tak Dihukum Mati

Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara Terkait Korupsi Bansos Covid-19

Liputan6.com 2021-08-23 14:04:00
Terdakwa kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 yang juga mantan Menteri Sosial Juliari Batubara saat jeda sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (10/5/2021). Sidang lanjutan te

Majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 12 tahun kepada mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, terdakwa kasus korupsi bansos Covid-19.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun dan pidana denda sejumlah Rp 500 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan 6 bulan," kata Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (23/8/2021).

Hakim menyatakan, Juliari bersalah telah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi bansos Covid-19. Atas dasar itu, hakim juga menjatuhkan pidana tambahan dengan membayar uang penggati sebanyak Rp 14.597.450.000.

"Dengan ketentuan apabila tidak dibayar paling lama satu bulan setelah perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa dirampas dan apabila tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti pidana penjara selama 3 tahun," kata hakim.


Tuntutan KPK

Dalam kasus ini, Juliari dituntut jaksa dengan pidana 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Selain itu, ia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 14,5 miliar subsider dua tahun penjara, serta pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun.

Juliari dinilai jaksa telah terbukti menerima uang sebesar Rp 32,4 miliar dari para rekanan penyedia bansos Covid-19 di Kementerian Sosial.

Dalam nota pembelaannya, Juliari memohon kepada hakim agar dapat membebaskan dirinya dari segala dakwaan jaksa. Dia beralasana kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 telah membuatnya menderita.

"Oleh karena itu, permohonan saya, permohonan istri saya, permohonan kedua anak saya yang masih kecil-kecil, serta permohonan keluarga besar saya pada majelis hakim Yang Mulia, akhirilah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari segala dakwaan," ucap Juliari, Senin (9/8/2021).

Misteri Bom Palsu di Tong Sampah

Buru Pembuang Bom Palsu di Bekasi, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

Liputan6.com 2021-08-23 15:39:26
Tim pepenjinak bom sedang melakukan peledakan bom di Kawasan Caman, Bekasi, Jawa Barat, Senin (23/8/2021). Benda mencurigakan yang ditemukan di tong sampah tersebut menyerupai bom tetapi tida

Polisi mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar Jalan Caman Raya, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat terkait kasus penemuan bom palsu. Hal ini guna mengungkap sosok pembuang fake bom di lokasi tersebut.

"Sekarang Polres sedang melakukan penyelidikan, masih memeriksa beberapa saksi apakah kemungkinan ada CCTV? Kita periksa CCTV," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Jakarta, Senin (23/8/2021).

Yusri memaparkan, Polres Metro Bekasi Kota menerima laporan adanya benda mencurigakan dalam tong, di Jalan Caman Raya Kelurahan Jakasampurna Kecamatan Bekasi Barat pada pukul 07.00 WIB. Yusri menyebut, benda menyerupai bom.

"Di bungkusan hitam yang diikat dan ada kabel," ucap dia.

Yusri mengatakan, pihaknya kemudian meminta warga meninggalkan lokasi. Area di sekitar tong sampah dipasang garis polisi atau police line untuk mempermudah Gegana melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasilnya, dipastikan benda tidak mengandung bahan peledak.

"Benda menyerupai (bom) tapi tidak ada alat pemicu cuma kabel-kabel saja," ujar dia soal bom palsu itu.


3 Orang Mencurigakan

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Aloysius Suprijadi menerangkan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah orang sebagai saksi.

Pengakuannya, mereka melihat tiga orang pengendara sepeda motor. Salah seorang diantarnya membuang benda menyerupai bom ke tong sampah sekitar pukul 07.00 WIB.

"Kemudian warga mendekati. Warga curiga benda itu bentuknya menyerupai bom kemudian melapor ke Polsek dan diteruskan ke Polres," ucap dia.

Aloysius membenarkan adanya rangkaian kabel lengkap dengan MCB. Tak dipungkiri juga benda itu menyerupai bom tetapi tidak mengandung bahan peledak.

"Bentuknya dibungkus dengan kantong plastik hitam kotak. Di dalamnya ada paku juga," ujar dia.

550 Domba Tewas Serentak

550 Domba Tewas Serentak oleh Satu Sambaran Petir di Georgia

Liputan6.com 2021-08-22 20:30:02
Ilustrasi Foto Domba (iStockphoto)

Media Georgia baru-baru ini merilis rekaman yang mengerikan, di mana lebih dari 500 domba terbunuh oleh satu sambaran petir saat merumput di padang rumput gunung di Ninotsminda, Georgia selatan.

Menurut laporan berita, pada tanggal 9 Agustus 2021, Nikolay Levanov, seorang pemilik domba dari desa Tambovka, menerima panggilan telepon yang menyedihkan dari penggembala dombanya yang mengatakan kepadanya bahwa ratusan dombanya telah terbunuh dalam badai petir.

Apa yang Levanov tidak tahu adalah bahwa hampir 550 dombanya itu telah terbunuh oleh sambaran petir yang sama. Untungnya, penggembala domba itu sendiri hanya pingsan oleh petir dan akhirnya pulih, demikian seperti dikutip dari Odditycentral, Minggu (22/8/2021).

Rekaman video mengejutkan yang diambil di lokasi fenomena yang sangat langka menunjukkan ratusan bangkai domba tersebar di padang rumput hijau di Gunung Abul, daerah penggembalaan domba populer di Georgia selatan.

Levanov dan pemilik domba lainnya telah meminta bantuan keuangan kepada pihak berwenang Georgia untuk mengurangi kerugian mereka, tetapi tanggapan resmi adalah bahwa komisi ilmiah pertama-tama harus menetapkan penyebab pasti kematian domba.

"Sejujurnya, ini adalah kasus pertama. Kami belum mendengar bahwa badai petir bisa membunuh begitu banyak domba," kata wakil walikota Ninotsminda, Alexander Mikeladze.

"Tentu saja, kantor walikota akan memberikan dukungan, tetapi pertama-tama, petani itu sendiri harus membawa pendapat para ahli untuk secara akurat menentukan penyebab kematian massal."


Kejadian Sebelumnya

Pada tanggal 12 Agustus, diumumkan bahwa 550 domba akan dibakar di tempat, karena medan yang sulit membuat mengangkut mereka dari gunung tidak mungkin. Tidak jelas apakah pemilik diberi kompensasi dengan cara apa pun.

Insiden serupa lainnya terjadi pada tahun 2016, di Norwegia, ketika kawanan sekitar 300 rusa ditemukan tewas di daerah terpencil di dataran tinggi Hardanangervidda yang tandus. Pada saat itu, sambaran petir digambarkan sebagai salah satu yang paling mematikan yang pernah ada.

Pangeran Harry Dituduh Munafik

Pangeran Harry Dikecam karena Pulang Naik Jet Pribadi

Liputan6.com 2021-08-23 17:01:00
Pangeran Harry hadir di peringatan Anzac Day di Westminster Abbey, London, Inggris, 25 April 2019. (VICTORIA JONES / POOL / AFP)

Pangeran Harry tengah mencuri atensi publik. Suami Meghan Markle ini dituding munafik setelah terbang ke California selama dua jam dengan jet pribadi dari Aspen, Colorado, Amerika Serikat.

Dilansir dari Independent, Senin (23/8/2021), Pangeran Harry ambil bagian dalam pertandingan amal polo yang jadi tampilan publik pertamanya sejak kelahiran Lilibet pada Juni 2021. Ia terbang pulang dengan jet Gulfstream berkapasitas 20 tempat duduk yang dilaporkan milik salah satu temannya, pengusaha Marc Ganzi.

Ayah dua anak ini sebelumnya blak-blakan soal dampak krisis iklim dan menggambarkan situasi itu sebagai salah satu masalah paling mendesak. Karena itu, kabar kepulangan Duke of Sussex dengan jet pribadi menuai sederet kritik.

Menurut sebuah laporan oleh Transport & Environment, satu jet pribadi dapat mengeluarkan sebanyak dua ton karbon dioksida hanya dalam satu jam. Jet pribadi berpolusi hingga 14 kali lebih banyak daripada pesawat komersial per penumpang, tetapi lebih mungkin digunakan untuk perjalanan singkat di bawah 500 kilometer.

Pada Mei lalu, Pangeran Harry bicara mengenai kesehatan mental dan perubahan iklim kepada Oprah Winfrey. "Saya tahu banyak orang di luar sana melakukan yang terbaik yang mereka bisa untuk mencoba dan memperbaiki masalah ini, tetapi kita seolah berjalan ke kamar mandi dengan kain pel ketika bak mandinya banjir, daripada memilih mematikan keran," jelasnya.

"Apakah kita harus menerima bahwa masalah ini hanya akan tumbuh, tumbuh, dan tumbuh, hingga kita harus beradaptasi dengan mereka dan membangun ketahanan di antara generasi berikutnya dan generasi berikutnya dan generasi berikutnya?" ungkap adik Pangeran William itu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tuai Kecaman

Harry menambahkan bahwa perlu berbuat lebih baik untuk menghentikan atau membiarkan hal-hal yang menyebabkan banyak kerugia, daripada terganggu dengan tanda-tanda yang ada.

Penulis kerajaan Tom Quinn mengungkap kepada The Sun bahwa penggunaan jet pribadi Duke akhir pekan ini tampaknya sangat munafik. "Harry tampaknya melihat dirinya sebagai seseorang yang memandu seluruh dunia dan perilakunya sendiri tidak relevan. Ini adalah titik buta yang besar," katanya.

Pada 2019, Harry dan Meghan Markle dikecam setelah naik pesawat pribadi untuk mengunjungi Sir Elton John di rumahnya di Nice, Prancis. Penyanyi itu membela pasangan Sussex dan menyebut ia telah memberi mereka penerbangan dan membayar untuk mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan dari perjalanan mereka.


Bikin Ekowisata

Menyusul kejadian itu, Harry meluncurkan proyek ekowisatanya, Travalyst, di Amsterdam. Proyek ini mendorong industri pariwisata menjadi lebih berkelanjutan.

Saat ditanya soal penggunaan jet pribadinya sendiri, Harry menyebut, "Saya datang ke sini dengan pesawat komersial. Saya menghabiskan 99 persen hidup saya berkeliling dunia dengan pesawat komersial," kata Harry.

Ia menambahkan selalu mengimbangi emisi karbonnya dan akan terus melakukannya. "Dalam pikiran saya itu adalah hal yang benar untuk dilakukan dan kita perlu membuatnya keren," jelasnya.


Infografis Geger Wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry

 

Taliban Datang, Warga Afghanistan Hengkang

Taliban Berkuasa, ke Mana Warga Afghanistan Mengungsi?

Liputan6.com 2021-08-23 12:54:39
Orang-orang Afghanistan duduk di dalam pesawat militer AS untuk meninggalkan Afghanistan, di bandara militer di Kabul, Kamis (19/8/2021). Ribuan orang berlomba-lomba melarikan diri dari Afgha

Ribuan orang telah berebut untuk melarikan diri dari Afghanistan setelah Taliban merebut kembali kendali negara itu, hampir dua dekade setelah mereka digulingkan koalisi pimpinan AS.

Lonjakan jumlah warga Afghanistan yang mencoba untuk pergi terjadi dan lebih dari 2,2 juta pengungsi sudah berada di negara-negara tetangga dan 3,5 juta orang kehilangan tempat tinggal di dalam perbatasan Afghanistan sebagai akibat dari konflik yang sedang berlangsung dan ketidakstabilan politik.

Melansir BBC, Senin (23/8/2021), masih belum jelas berapa jumlah pengungsi Afghanistan yang melarikan diri.

Taliban mengendalikan semua titik perlintasan darat utama dengan negara tetangga Afghanistan dan kelompok militan tersebut mengatakan mereka tidak ingin warga Afghanistan meninggalkan negara itu. Laporan menunjukkan hanya pedagang atau mereka yang memiliki dokumen perjalanan yang sah yang diizinkan untuk menyeberang.

"Sebagian besar warga Afghanistan tidak dapat meninggalkan negara itu melalui jalur reguler," kata juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

"Sampai hari ini, mereka yang mungkin dalam bahaya tidak memiliki jalan keluar yang jelas."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Warga Afghanistan Melarikan Diri

Beberapa pengungsi telah berhasil menemukan jalan keluar dari negara tersebut.

Ribuan warga Afghanistan dikatakan telah menyeberang ke Pakistan tidak lama setelah Taliban menguasai Kabul, sementara sekitar 1.500 warga Afghanistan dilaporkan telah memasuki Uzbekistan dan tinggal di tenda-tenda dekat perbatasan.

Di Kabul, ribuan orang telah menuju ke bandara internasional, yang saat ini satu-satunya yang beroperasi di negara itu, dalam upaya putus asa untuk melarikan diri.

Pada Jumat 20 Agustus, seorang pejabat NATO mengatakan lebih dari 18.000 orang telah diterbangkan ke luar dari bandara sejak Taliban mengambil alih, tetapi tidak jelas berapa banyak dari mereka adalah warga negara Afghanistan.


Tujuan Pengungsi Afghanistan

Negara-negara tetangga Pakistan dan Iran melihat jumlah pengungsi dan pencari suaka Afghanistan tertinggi tahun lalu. Hampir 1,5 juta orang melarikan diri ke Pakistan pada tahun 2020, sementara Iran menjadi tuan rumah bagi 780.000 pengungsi, menurut angka UNHCR.

Jerman berada di urutan ketiga, dengan lebih dari 180.000 pengungsi, sementara Turki mengambil hampir 130.000 orang.

Ketika melihat jumlah pencari suaka saja - mereka yang telah mengajukan permohonan perlindungan di negara lain tetapi klaimnya belum dikabulkan - Turki, Jerman dan Yunani berada di urutan teratas, dengan masing-masing sekitar 125.000, 33.000 dan 20.000.

Meskipun tidak ada pencari suaka Afghanistan di Iran, mereka yang memiliki kartu pengungsi - dokumen resmi yang mengakui status mereka - dapat mengakses sistem kesehatan dan pendidikan negara itu.


Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting:

 

Miliarder Nigera Borong Mobil Indonesia

Aliko Dangote, Satu-satunya Orang Nigeria di Daftar Orang Terkaya Dunia yang Borong Ribuan Mobil Indonesia

Liputan6.com 2021-08-22 21:00:41
pria 58 tahun ini ternyata merupakan satu-satunya orang kulit hitam yang mampu masuk ke dalam daftar miliarder dunia

Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote, bergabung dalam daftar miliarder dunia karena kekayaannya meningkat menjadi USD 17,8 miliar (Rp 256 triliun). Kekayaan tersebut naik dari USD 14,8 miliar (Rp 213 triliun) tahun lalu.

Aliko Dangote adalah satu-satunya orang Nigeria yang masuk dalam puncak tahunan daftar miliarder dunia versi Bloomberg.

Selain Dangote, 3 orang Afrika juga masuk dalam daftar berasal dari Afrika Selatan. Mereka adalah Johann Rupert dengan kekayaan sebesar USD 10,1 miliar (Rp 145 triliun), Nicky Oppenheimer dengan kekayaan sebesar USD 7,8 miliar (Rp 112 triliun), dan Natie Kirsh dengan kekayaan sebesar USD 7,15 miliar (Rp 102 triliun).

Kemudian, Nassef Sawiris dari Mesir juga termasuk dalam daftar miliarder Afrika dengan kekayaan sebesar USD 6,93 miliar (Rp 99,6 triliun).

Melansir dari Forbes dan Vanguard, Minggu (22/8/2021), Bloomberg Billionaires Index adalah peringkat harian orang-orang terkaya di dunia.

Bloomberg berusaha untuk memberikan perhitungan paling transparan dan setiap profil miliarder dilengkapi dengan analisis terperinci terkait bagaimana kekayaan orang tersebut dihitung.

Indeks adalah ukuran dinamis kekayaan pribadi berdasarkan perubahan pasar, ekonomi, dan pelaporan Bloomberg. Kekayaan bersih akan diperbarui setiap hari kerja setelah penutupan perdagangan di New York.

Saham di perusahaan publik dinilai menggunakan harga penutupan terakhir saham. Valuasi akan dikonversi ke dolar AS dengan nilai tukar saat ini.


Siapa Dangote?

Dangote yang sudah menjadi orang terkaya di Afrika selama 8 tahun berturut-turut adalah satu-satunya orang Nigeria dalam daftar 120 miliarder dunia teratas.

Dangote mengendalikan Dangote Industries yang berdiri pada 1981. Bahkan dia memulai bisnisnya sendiri sejak usia 21 tahun.

Perusahaan yang berbasis di Lagos, Nigeria ini memiliki produsen semen terbesar di Sub-Sahara Afrika, Dangote Cement.

Perusahaan semen tersebut yang memiliki kuota terbesar di pasar saham membukukan laba setelah pajak sebesar NGN 191,6 miliar (Rp 6,6 triliun).

Dangote Industries juga menjalankan perdagangan gula, garam, pupuk dan makanan kemasan.

Pada 2020 lalu, Indonesia dihebohkan dengan banyaknya jumlah pembelian unit mobil buatan Indonesia, atau yang dikenal sebagai Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Terkuak jika mobil tersebut diborong Aliko Dangote sebanyak 10.000 unit.

Aliko Dangote bercerita mengenai pengalaman masa mudanya, di mana ketika dia masih muda, dia membeli permen, memberikannya kepada orang lain untuk dijual, dan dia tetap mendapat untung.

Reporter: Shania

Siap Serang Balik Taliban

Pemimpin Anti-Taliban Ahmad Massoud Siapkan Pasukan Perang di Lembah Panjshir

Liputan6.com 2021-08-23 14:49:59
Pemimpin anti-Taliban di Afghanistan, Ahmad Massoud. (AFP)

Kelompok militan Taliban merebut kekuasaan Afghanistan di Kabul pada 15 Agustus 2021. Setelah sepekan Taliban berkuasa, kelompok anti-Taliban yang dipimpin Ahmad Massoud menyatakan pasukannya siap berperang bila diserang.

Namun, Massoud tetap berharap mengadakan pembicaraan damai dengan Taliban. "Kami ingin membuat Taliban menyadari bahwa satu-satunya jalan ke depan adalah melalui negosiasi," katanya.

Ahmad Massoud telah mengumpulkan pasukan yang terdiri dari sisa-sisa unit tentara reguler dan pasukan khusus serta pejuang milisi lokal. "Kami tidak ingin perang pecah," imbuhnya.

Komentar itu muncul ketika sebuah pernyataan di akun Twitter Alemarah Taliban mengatakan ratusan pejuang menuju Panjshir "setelah pejabat negara setempat menolak untuk menyerahkannya secara damai".

Sebuah video pendek menunjukkan barisan truk dengan bendera putih Taliban bergerak di sepanjang jalan raya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Merebut Kembali 3 Distrik

Massoud, putra Ahmad Shah Massoud, salah satu pemimpin utama perlawanan anti-Soviet Afghanistan pada 1980-an, mengatakan para pendukungnya siap berperang jika pasukan Taliban mencoba menyerang lembah Panjshir. "Mereka ingin membela, mereka ingin bertarung, mereka ingin melawan rezim totaliter mana pun."

Namun ada beberapa ketidakpastian tentang apakah operasi pasukan Taliban telah dimulai atau tidak. Seorang pejabat Taliban mengatakan serangan telah diluncurkan di Panjshir. Namun seorang ajudan Massoud mengatakan tidak ada tanda-tanda bahwa pasukan itu benar-benar memasuki celah sempit ke lembah dan tidak ada laporan pertempuran.

Satu-satunya pertempuran yang dikonfirmasi sejak jatuhnya Kabul pada Minggu 15 Agustus, pasukan anti-Taliban merebut kembali tiga distrik di provinsi utara Baghlan, yang berbatasan dengan Panjshir pekan lalu. Namun Massoud mengatakan dia tidak mengorganisir operasi perebutan kembali tiga distrik itu.


Pasukan Berjumlah 6.000 Orang

Ia mengatakan, seperti dilansir Antara, Senin (23/8/2021) operasi tersebut dilakukan kelompok-kelompok milisi lokal yang bereaksi terhadap "kebrutalan" di daerah tersebut. Massoud menyerukan pemerintah yang inklusif dan berbasis luas di Kabul yang mewakili semua kelompok etnis Afghanistan. Menurutnya, "rezim totaliter" tidak boleh diakui masyarakat internasional.

Puing-puing kendaraan lapis baja Soviet yang masih memenuhi lembah menunjukkan betapa sulitnya Panjshir dikalahkan di masa lalu.

Tetapi banyak pengamat asing mempertanyakan apakah pasukan Massoud akan mampu bertahan lama tanpa dukungan dari luar. Massoud mengatakan, pasukannya yang menurut seorang ajudan berjumlah lebih dari 6.000, akan membutuhkan dukungan internasional jika harus berperang.

"Ada banyak orang lain dari banyak provinsi lain yang mencari perlindungan di lembah Panjshir yang berdiri bersama kami dan yang tidak mau menerima identitas lain untuk Afghanistan," katanya.


Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan

 

Polisi Peringatkan David Noah

David Noah Mangkir dari Panggilan, Polisi Beri Peringatan

Liputan6.com 2021-08-23 19:08:31
David Noah (Nurwahyunan/bintang.com)

Personel grup band Noah, David Kurnia Albert Dorfel atau lebih dikenal David Noah mangkir dari pemeriksaan sebagai terlapor. Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melayangkan panggilan kepada David Noah pekan ini.

Pemeriksaan guna menindaklanjuti laporan dari seorang karyawan bernama Lina Yunita. David Noah dan rekan-rekan dituduh menggelapkan uang senilai Rp 1,15 Miliar miliknya.

"Kemarin kita sudah mengundang saudara D dan kawan-kawannya ada 3 orang. Yang bersangkutan kemarin tidak datang. Kita akan coba nanti minggu ini untuk mengundang kembali," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (23/8/2021).

Yusri mengharapkan, David Noah tidak mengabaikan panggilan kedua sebagai terlapor yang dilayangkan oleh penyidik.

Menurut Yusri, penyidik tetap mengadakan gelar perkara seandainya David Noah kembali tidak dipenuhi. Gelar perkara dilakukan untuk menentukkan laik berkas naik ke tahap selanjutnya.

"Pertanyaan Kalau D tidak dang bagaimana? Kalau memang sudah dianggap oleh penyelidik cukup digelar perkara, kita lakukan gelar perkara walaupun tanpa kehadiran suadra D dan kawan-kawannya," ujar dia.


Dianggap Langgar Perjanjian

Dugaan penggelapan berawal dari kerja sama pelapor, Lina Yunita dengan terlapor, David Kurnia. Saat itu, David disebut meminta bantuan untuk talangan dana operasional terkait suatu proyek.

Dia menjanjikan akan mengembalikan dana yang disetorkan dalam jangka waktu 3 sampai 6 bulan dengan jaminan 2 lembar cek tunai.

Belakangan, David dinilai oleh pelapor telah melanggar kesepakatan yang dibuat sehingga ia akhirnya mengadukan ke Polda Metro Jaya.