Volume 69

Hewan Mati Misterius, Digigit Vampir?

Heboh Teror Hewan Misterius di Gunungkidul

Liputan6.com 2021-08-28 16:00:37
Pada beberapa hari yang lalu setidaknya ada 15 ekor kambing milik warga di 2 lokasi yang menjadi sasaran hewan misterius tersebut. Ada dalam satu kandang mati semua yang berjumlah 7 ekor kamb

Serangan hewan misterius di Gunungkidul terus terjadi, pada pekan ini setidaknya ada 15 ekor kambing milik warga di Kelurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, mati akibat digigit hewan misterius tersebut. Para peternak merugi hingga puluhan juta rupiah.

Lurah Purwodadi, Sagiyanto, menambahkan sejak adanya serangan hewan misterius yang mengakibatkan belasan kambing mati di wilayahnya, kini warga mulai waspada. Sebagian warga membawa pulang ternaknya hingga situasi kondusif kembali.

Menurut Sagi, hewan liar tersebut belum diketahui pasti jenis dan bentuknya. Namun, banyak warga menduga hewan tersebut adalah anjing liar yang sengaja dilepas warga untuk mengusir kera ekor panjang di ladang penduduk yang berada di dekat laut selatan.

"Secara pasti hewan tersebut seperti apa tidak ada yang tahu, tapi banyak warga yang bilang ini sejenis anjing atau serigala begitu," ucap Sagi.

Selain itu, yang diherankan warga sendiri adalah kambing-kambing tersebut tidak dimakan habis. Namun, hanya dilukai di bagian leher atau bagian yang mudah digigit, seperti paha kaki maupun perut, yang mengakibatkan luka robek yang cukup besar.

"Enggak dimakan, cuma digigit terus ditinggalkan," ujarnya.

Pada beberapa hari yang lalu setidaknya ada 15 ekor kambing milik warga di 2 lokasi yang menjadi sasaran hewan misterius tersebut. Ada dalam satu kandang mati semua yang berjumlah 7 ekor kambing. Namun, satu kandang lainya yang berjumlah 8 ekor saat pemilik datang sudah dalam keadaan luka luka dan 3 di antaranya mati.

"Yang mati 3 yang masih hidup 5, takut mati juga akhirnya dijual kambingnya," ucap dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ratusan Kambing Jadi Korban

Sagi menambahkan, serangan hewan misterius tersebut memang sering terjadi sejak bulan Juni hingga bulan September, tiap tahun. Sagi menyampaikan bahwa 3 tahun lalu di wilayah Purwodadi setidaknya ratusan ekor kambing mati dengan ciri-ciri yang sama,

"Ini seperti kejadian tahunan yang sering terjadi, tidak tahu secara pasti kenapa hanya menyerang pada bulan bulan tersebut," kata Sagi.

Sebagai antisipasi, kini banyak warga yang membawa pulang kambingnya ke rumah yang berjarak 4 sampai 5 kilometer. Selain itu, warga juga melakukan patroli dengan senapan angin dan menunggui kandang kambing yang barada di ladang penduduk.

"Warga juga mulai kembali giat melakukan patroli dengan membawa senapan angin,"ujar dia.

Kemarin malam, ia mendapat laporan jika warga berhasil menembak mati dua anjing liar yang mereka temukan saat berpatroli. Ia berharap nantinya serangan hewan liar tersebut akan berakhir dengan ditembaknya anjing liar tersebut.


Pasang Kamera Pengintai

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY berencana memasang kamera pengintai (CCTV) untuk mendeteksi serangan gigitan hewan liar yang mengakibatkan belasan kambing di Kelurahan Purwodadi, Kapanewon, Tepus, Gunungkidul.

Kepala BKSDA DIY, Muhammad Wahyudi mengatakan sampai saat ini belum mengetahui secara pasti jenis hewan apa yang menggigit mati belasan kambing tersebut. Pihaknya tidak bisa menentukan berdasarkan dugaan dari warga.

"Kami belum mengetahui hewan apa itu,"ujar dia.

Menurut Wahyudi, perlu penyelidikan yang lebih intensif untuk mengetahui jenis hewan tersebut.

Oleh karenanya, pihaknya berencana memasang kamera pengintai (CCTV) di kandang milik warga. Namun sampai saat ini ia belum bisa memastikan kapan waktunya karena masih perlu beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

"Jika ada kamera pengintai, maka kemungkinan nanti bisa terekam, sehingga dapat diketahui jenis hewannya," terangnya.

Menurut dia, ketika nanti sudah diketahui jenis hewan yang menggigit kambing-kambing tersebut, maka akan lebih mudah dalam penanganannya. Termasuk bagaimana untuk mengkondisikan ternak warga agar tidak ada lagi serangan hewan liar.


Saksikan Video Ini

Misteri Bangunan Belanda di Bawah Stasiun Bogor

Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Kawasan Stasiun Bogor

Liputan6.com 2021-08-28 19:21:44
Bangunan bersejarah peninggalan Belanda ditemukan di bawah tanah kawasan Stasiun Bogor. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor menemukan sebuah bangunan yang diduga sebagai peninggalan sejarah. Bangunan bersejarah di bawah tanah itu berada di dekat Stasiun Bogor.

Bangunan yang terbuat dari susunan batu bata itu berupa saluran air yang dibuat oleh Belanda saat masa penjajahan. Saluran berada di bawah proyek pembangunan alun-alun Jalan Nyi Raja Permas hingga di Jalan Mayor Oking atau sebelah Barat kawasan Stasiun Bogor.

"Sudah dipastikan bahwa bangunan di bawah tanah ini dibangun pada zaman Belanda," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau lokasi saluran air di Jalan Nyi Raja Permas dan Mayor Oking Kota Bogor, Sabtu (28/8/2021).

Hal tersebut diperkuat berdasarkan data dari Dinas PUPR Kota Bogor, di mana terdapat peta saluran bawah tanah yang dibangun pada zaman Belanda, mulai dari Jalan Dewi Sartika, Nyi Raja Permas hingga Jalan Mayor Oking.

"Namun harus kita pastikan apakah fungsinya saluran air atau ada fungsi-fungsi lain. Termasuk kita telusuri sampai mana alirannya," kata dia.

Terkait temuan ini, Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan sejumlah ahli dari akademisi dan pakar sejarah untuk meneliti struktur bangunan saluran air yang didirikan pada zaman Belanda itu.

"Nanti akan dibantu menggunakan alat untuk meneliti konstruksi bangunannya dan mendeteksi luas serta panjang dan lainnya," ujarnya.


Pertimbangkan Revitalisasi

Apabila dari hasil penelitian bahwa struktur bangunan saluran air itu masih berfungsi dengan baik maka Pemkot Bogor akan melakukan revitalisasi.

"Saya ingin dikaji apakah mungkin bisa direvitalisasi dan kita gunakan lagi. Karena tahun 2016 Kota Bogor sudah memiliki masterplan drainase, jadi mesti disesuaikan," ujarnya.

Terlebih, kawasan tersebut sedang dibangun alun-alun yang terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor, sehingga penataan drainase harus benar-benar ditata supaya tidak menimbulkan genangan.

Saluran air yang ditemukan pada Jumat (27/8/2021) membentang dari Jalan Nyi Raja Permas, kemudian belok melintas tepat di bawah rel kereta dan menyambung ke Jalan Mayor Oking.

Dari permukaan jalan, saluran air itu memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Dilihat dari tingginya, orang dewasa pun bisa berjalan tanpa harus membungkuk di dalam saluran air tersebut.

"Cuma saluran air itu enggak ada air mengalir karena diatasnya ada saluran air yang kita bangun, cuma memang banyak sedimen. Kalau sidemen dibersihkan bisa berdiri tegak," ujarnya.

Penipu yang Mengaku Calon Menkes

Selain Utusan Jokowi, Penipu Fahri Azmi Juga Mengaku Calon Menkes Pengganti Terawan

Liputan6.com 2021-08-28 20:33:13
Fahri Azmi (Deki Prayoga/Bintang.com)

Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah memeriksa 6 orang saksi terkait kasus dugaan penipuan yang mencatut nama Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Kasus ini dilaporkan oleh aktor Fahri Azmi.

Dua saksi di antaranya yang diperiksa yakni Fahri Azmi yang menjadi korban penipuan dan rekannya yang menyelenggarakan pesta ulang tahun.

Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Avrilendy tak menyebut, identitas rekan Fahri. Dia hanya menjelaskan bahwa saksi yang diperiksa merupakan penyelenggara pesta ulang tahun yang dihadiri Fahri Azmi dan pelaku, AH.

"Jadi korban punya teman, temannya yang ulang tahun kenal sama pelaku sudah dua sampai tiga tahun lah. Korban sama pelaku ketemu lah di situ, di acara ultah itu," kata Avrilendy saat dihubungi, Sabtu (28/8/2021).

Dalam pemeriksaan, rekan Fahri Azmi mengungkapkan bahwa AH mengaku kepada dirinya sebagai dokter spesialis yang sebentar lagi menjabat Menteri Kesehatan (Menkes) RI mengantikan Terawan Agus Putranto. Pengakuan serupa juga disampaikan kepada Fahri Azmi saat berkenalan.

"Sudah kami periksa rekan Fahmi Azmi, pengakuanya ketika kenalan tersangka ngakunya sebagai dokter spesialis. Terus utusan dari Presiden, ada juga surat penunjukkan sebagai calon Menkes," ujar dia.

Avrilendy menyebut, AH meyakinkan Fahri Azmi dan temannya dengan beberapa dokumen-dokumen negara. Avrilendy belum mau berspekulasi terkait keaslian dari dokumen tersebut.

Menurut dia, dokumen itu saat ini sudah dalam penguasaan penyidik dan sedang diteliti. "Masih dalam proses penyidikan untuk memastikan apakah dokumen-dokumen tersebut asli atau palsu."


Pelaku Bukan Dokter

Kembali ke pekerjaan AH, Avrilendy menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku bukanlah seorang dokter apalagi utusan Presiden Jokowi. Avrilendy menyebut, sampai saat yang diketahui pelaku belum bekerja alias pengangguran.

"Sampai sejauh ini itu ya (belum memiliki pekerjaan), tapi untuk pastinya perlu kita dalami nanti," ucap dia.

Saat ini, Satreskrim Polres Metro Jakbar telah menaikkan status AH dari terlapor menjadi tersangka. AH diduga melanggar Pasal 372 KUHP dan atau 378 KUHP terkait dugaan penipuan atau penggelapan.

Sebelumnya, aktor bernama Fahri Azmi melaporkan kasus penipuan ke Polda Metro Jaya pada Rabu 14 Juli 2021 dengan nomor laporan LP/B/3472/VII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya. Dalam perjalanannya, penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Tiket Kereta Rp 25 Juta Bandung-Jogja

Viral Pria Beli Tiket Kereta Api Bandung-Yogyakarta Rp25 Juta, Apa Saja Fasilitasnya?

Liputan6.com 2021-08-28 17:38:38
Gerbong Kereta Nusantara yang tampilannya jadi sensasi online. (dok. tangkapan layar TikTok @kevinbenedico/https://www.tiktok.com/@kevinbenedico/video/7000727421616147714)

Perjalanan kereta api nyatanya tidak selalu berlabel terjangkau. Dengan moda transportasi ini, Anda juga bisa merasakan sensasi perjalanan mewah, seperti yang dilakukan seorang pengguna TikTok @kevinbenedico.

Melalui unggahan di akunnya, baru-baru ini, ia berbagi pengalaman menaiki Kereta Wisata Nusantara rute Bandung-Yogyakarta. Jarak perjalanan sekitar 518 kilometer (km) itu dilaluinya dengan merogok kocek Rp25 juta.

Dari luar, gerbong kereta itu terlihat hampir sama dengan versi konvensionalnya. Namun, suasana sama sekali berbeda akan didapati sesaat setelah memasuki kereta.

Melansir laman KA Wisata, Sabtu (28/8/2021), Kereta Wisata Nusantara dideskripsikan memiliki desain interior dan segala pernak-perniknya yang menggambarkan seni, juga keindahan berbagai pelosok pulau di Indonesia."Berada di dalam kereta ini seolah semua nuansa budaya Nusantara dapat secara bersamaan dinikmati," tulis pihaknya.

Lebih lanjut mereka menjelaskan, di kereta ini tersedia balkon VIP dengan jendela besar untuk melihat pemandangan ke luar dari arah belakang kereta secara leluasa. Sementara pada bagian lobi tengah ditata dengan sangat mewah.

"Untuk Anda yang mau beristirahat dengan nyaman, Kereta Wisata Nusantara juga dilengkapi satu kamar tidur untuk dua orang dewasa yang dilengkapi dengan kaca rias, lampu tidur, dan wastafel," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Opsi Kereta Wisata

Di samping itu, pihaknya juga menjelaskan bahwa kereta api wisata yang sebenarnya sudah beroperasi sejak 2009 ini berpasitas 19 tempat duduk. Juga, terdapat ruang utama dengan sistem karaoke, mini bar, dan toilet eksklusif.

Bila pengguna TikTok itu mengaku membayar Rp25 juta untuk perjalanan kereta api wisata ini, pada Sabtu (28/8/2021), Liputan6.commelakukan pemeriksaan tarif selama September yang dibanderol sekitar Rp29 juta-an.

Itu juga hanya salah satu dari beberapa alternatif Kereta Api Wisata. Selain Kereta Wisata Nusantara, ada juga Kereta Wisata Bali. Sesuai namanya, kereta ini mengusung interior bernuansa budaya Bali. Aksennya termasuk ukiran, serta lukisan bernuansakan keeksotisan wilayah tersebut.

Selain itu, ada juga Kereta Wisata Toraja, Kereta Wisata Sumatra, dan Kereta Wisata Jawa. Tidak mengingkari namanya, kereta wisata ini didesain senada dengan destinasi wisata yang diusung.


Naik Kereta Api Jarak Jauh Selama PPKM

Di akun Instagram-nya, KA Wisata tampaknya sudah kembali membuka layanan mereka. Melansir kanal Bisnis Liputan6.com, seiring perpanjangan PPKM, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak mengubah syarat naik Kereta Api Jarak Jauh hingga 30 Agustus 2021.

Persyaratan perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh, yaitu:

1. Menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama vaksinasi COVID-19.

Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

2. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau tes antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

3. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.


Infografis Cara Cek Sertifikat Vaksin COVID-19 di Situs PeduliLindungi

 

Pesan Menyentuh untuk Ronaldo

Cristiano Ronaldo Kembali ke MU, Ini Pesan Menyentuh dari Rio Ferdinand dan Wayne Rooney

Liputan6.com 2021-08-28 21:30:20
Cristiano Ronaldo dan Rio Ferdinand saat keduanya masih berbaju Manchester United pada 2009. (AFP PHOTO/ANDREW YATES.)

Kembalinya sang legenda Cristiano Ronaldo ke Manchester United atau MU tak lepas dari upaya mantan rekan satu timnya di Man Utd, Rio Ferdinand dan Wayne Rooney.

MU telah mengumumkan kesepakatan dengan Juventus terkait transfer Ronaldo ke Old Trafford, Jumat (27/8/2021). Rumor sebelumnya menyebut pemenang penghargaan Ballon d'Or lima kali itu bakal pergi ke Manchester City setelah memutuskan meninggalkan Juventus.

Namun, megabintang asal Portugal itu tidak menemui kata sepakat dengan The Citizens dalam urusan kontrak. Manchester City juga enggan membayar 28-30 juta euro yang diminta Juventus.

MU kemudian masuk dalam perburuan. Setan Merah mengajukan proposal kontrak hingga 2023 bagi Ronaldo dan juga siap menyetor biaya transfer ke Juventus.


Menelepon Ronaldo

Rio Ferdinand langsung menelpon Ronaldo sesaat setelah mendengar spekulasi kepindahan Ronaldo ke Manchester City. "Saya langsung meneleponnya (Ronaldo): 'Apa yang terjadi?'" kata mantan bek MU itu.

"Saya katakan tidak, tidak, tidak dalam percakapan."

"Saya seperti semua penggemar, saya persis sama. Kita semua sama. Tolong beri tahu saya bahwa Anda tidak akan pergi ke sana," ucap Ferdinand, yang pernah membawa MU enam kali juara Liga Inggris.

"Saya harap ada pengumuman di beberapa titik dan itu yang akan membuat saya senang."


Bertukar Pesan

Menurut laporan, Ronaldo masih bertukar pesan WhatsApp dengan beberapa mantan pemain MU, termasuk Wayne Rooney.

Rooney berbicara pada Ronaldo untuk mengatakan bahwa dirinya ragu jika bintang Portugal tersebut mempertaruhkan reputasinya untuk memilih pergi ke Etihad.

Ronaldo diberi pesan oleh beberapa rekan satu timnya di MU dulu, tentang posisi dirinya dalam sejarah Manchester United,serta kasih sayang penggemar United pada Ronaldo.

Sumber: ESPN

Penulis: Ali Muhammad

Pintar Vs Sehat, Mana Lebih Utama?

Journal: Dilema Sekolah Tatap Muka, Antara Pendidikan dan Kesehatan Anak

Liputan6.com 2021-08-30 00:01:10
Journal_Plus-Minus Sekolah Tatap Muka (Liputan6.com/Abdillah)

Flo (33 tahun), ibu dari seorang siswa kelas 3 SD, masih enggan merelakan anaknya mengikuti sekolah tatap muka. Kalau pun mesti ke sekolah, sederet persyaratan dia minta ke pihak sekolah.

Flo berharap anak-anak bisa memperoleh vaksin terlebih dahulu sebelum mengikuti sekolah tatap muka. Protokol kesehatan yang ketat di sekolah juga jadi harga mati baginya.

Ia menyarankan agar jam belajar di sekolah tidak lebih dari empat jam dan siswa yang masuk ke sekolah jumlahnya hanya 25 sampai 50 persen. Flo berharap ada opsi yang diberikan kepada orangtua untuk memilih kelas daring atau tidak, untuk anak-anak mereka.

"Jika anak-anak belum divaksin, sekolah harus memastikan lingkungan sekolah aman dan bersih. Setiap hari ruangan harus didisinfektan dan disemprot uap disinfektan. Ruangan kelas ada filtrasi hepa filter," ucap Flo kepada Liputan6.com.

Berbeda dengan Flo, Ari (38 tahun), orangtua dari siswa kelas 5 SD ini mengaku kewalahan dalam mendampingi putrinya ketika sekolah daring selama pandemi. Ia juga merasa anaknya tidak serius belajar dan lebih banyak menonton video KPop di YouTube.

Maka itu, saat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, mendesak penerapan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk para pelajar, Ari salah satu orangtua siswa yang menyambut antusias. Dia percaya sekolah tatap muka lebih maksimal untuk anaknya belajar.

"Pasti kan nanti sekolahnya juga ada prokes (protokol kesehatan) yang ketat. Katanya juga kan tidak semua murid hadir di kelas, cuma 50 persen, gantian ke sekolahnya," kata Ari kepada Liputan6.com.

Tak dipungkiri, salah satu masalah terbesar PJJ adalah ketidaksiapan sebagian orang tua menggantikan posisi guru dalam proses belajar-mengajar anak.

Di awal pandemi, tidak sedikit orang tua yang tertekan dan jenuh dalam mendampingi pendidikan anak ketika belajar di rumah. Kondisi nyata di lapangan yakni terdapat keluarga atau orangtua siswa yang diketahui tidak well educated, sehingga kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) malah menghadirkan masalah. Keterbatasan sarana penunjang PJJ juga menjadi masalah lain.

Masalah Anak

Masalah PJJ sebenarnya tidak hanya dirasakan orangtua. Ken, seorang siswa kelas 2 di sebuah sekolah dasar swasta di Harapan Indah Bekasi bahkan mengaku tidak tahu bagaimana rasanya sekolah tatap muka.

Sebab, selama ini, sekolahnya hanya memberlakukan PJJ. Tak heran, Ken pun tak bisa memilih saat ditanya apakah lebih enak sekolah tatap muka atau daring.

"Enggak tahu, aku kan gak pernah sekolah tatap muka, aku sekolahnya online terus," ujarnya, polos.

Saat disebutkan bawah di sekolah tatap muka, dia bisa lebih banyak mendapat teman, Ken menjawab, "Sekolah di rumah juga aku ada teman."


Beda Nadiem, Beda Jokowi

Nadiem Makarim mengkhawatirkan kondisi yang terlalu lama menjalani sekolah daring atau PJJ membuat para pelajar ketinggalan pembelajaran atau learning loss. Sikap Nadiem ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Nadiem, yang akrab disapa Mas Menteri, menekankan, rencana menerapkan kembali PTM di tengah pandemi COVID-19 sudah dipersiapkan pihaknya sejak jauh-jauh hari. Bahkan, sebenarnya telah berjalan sekitar 30 persen. Tapi, proses itu mesti terhenti karena serangan varian Delta di Indonesia. Ketika kasus COVID-19 mulai sedikit melandai, Nadiem tetap melanjutkan upaya menerapkan PTM.

Dia juga menilai, tidak mungkin terus melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sampai semua pelajar mendapat vaksin COVID-19. Sebab, butuh waktu setidaknya 2,5 tahun untuk menyelesaikan vaksinasi seluruh pelajar di tanah air.

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan per 27 Agustus 2021, baru 2,5 juta anak usia 12-17 tahun yang saat ini telah menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama. Angka tersebut baru 9,5 persen dari total target 26,7 juta anak yang harus divaksin. Sementara anak yang telah mendapat suntikan vaksin dosis kedua baru mencapai 1,5 juta atau 5,9 persen.

"Setiap rapat dengan kementerian lain, posisi kami sama. Ini sudah terlalu lama, kondisi psikologis dan cognitive learning loss anak-anak kita sudah terlalu kritis. Kita harus secepat mungkin membuka dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, Senin (23/8/2021).

Data Vaksinasi Kelompok Usia 12-17 Tahun Per 27 Agustus 2021 (Liputan6.com / Abdillah)

Pernyataan Nadiem berbeda dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang masih menginginkan PTM terbatas. Jokowi juga memberi syarat, PTM boleh dilaksanakan jika seluruh pelajar harus divaksinasi COVID-19 terlebih dahulu.

"Untuk semuanya pelajar di seluruh Tanah Air kalau sudah divaksin silakan dilakukan langsung belajar tatap muka," kata Jokowi di Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).

Tapi, menurut Nadiem, vaksinasi siswa bukan menjadi kebutuhan dan kriteria untuk penerapan kembali PTM. Dia lebih mengutamakan syarat untuk sekolah yang membuka pembelajaran tatap muka, gurunya telah divaksin. Bahkan, bila berdasarkan syarat itu, kata dia, 63 persen sekolah di Indonesia seharusnya sudah bisa menggelar PTM terbatas.

Sekolah-sekolah itu berada di daerah yang PPKM-nya di level 1 sampai 3, syarat lain untuk melaksanakan PTM. Sosok kelahiran Singapura 37 tahun silam itu optimistis persentase daerah yang level PPKM-nya 1-3 kian bertambah seiring dengan jumlah kasus COVID-19 yang menurun di Indonesia.

Kendati demikian, dari 63 persen sekolah yang sudah bisa menggelar PTM, baru 26 persen di antaranya yang melaksanakannya di lapangan. Sebab, PTM terbatas ini kebanyakan terbentur masalah pemberian izin dari Pemda dan Satgas Penanganan COVID-19 setempat.

Dalam rencana menerapkan PTM kembali, Nadiem mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Nadiem mengklaim potensi penularan di sekolah lebih kecil dibanding yang dibayangkan. Dia berpedoman pada laporan penularan satuan pendidikan ketika PTM terbatas mulai dibuka bertahap pada Januari 2021 lalu. Bapak dua anak ini menyadari laporan itu tidak 100 persen akurat, tapi hal tersebut menunjukkan indikasi.

"Kami sudah verifikasi pola klaster di sekolah, bukan suatu hal dibanding tempat-tempat lain," ungkap Nadiem.


Membahayakan Keselamatan Anak?

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) sangat menyayangkan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah yang berada di wilayah PPKM Level 1-3. Sebab, masih banyak siswa yang belum divaksinasi.

Progres vaksinasi anak usia 12-17 secara nasional masih lambat, baru mencapai 9,57% untuk dosis pertama dan 5,93% untuk dosis kedua. Sasaran vaksinasi anak usia 12-17 tahun sebanyak 26.705.490 orang. Artinya meskipun sekolah dibuka di wilayah PPKM Level 1-3, tapi vaksinasi anak masih banyak yang belum terpenuhi.

Sekretaris Nasional (Seknas) P2G, Afdhal, menyoroti perbandingan kuantitas siswa yang sudah divaksinasi dengan yang belum.

"Dari data vaksinasi anak ini, perbandingannya 10:100. Seandainya satu kelas terdiri dari 30 siswa, hanya 3 orang saja yang sudah divaksinasi dan 27 siswa yang belum. Perbandingan siswa yang sudah divaksinasi dengan yang belum sangat jauh. Jadi herd immunity di sekolah saja belum terbentuk. Tentu ini sangat membahayakan keselamatan anak," kata Afdhal kepada Liputan6.com.

Afdhal juga menyebut, sebagian besar guru juga masih was-was terhadap Covid-19 ini. "Sebaiknya pemerintah jangan memaksakan untuk PTM Terbatas karena akan membahayakan guru dan siswa. Pendidikan memang penting, tapi keselamatan jiwa jauh lebih penting," ujarnya, lagi.

P2G sebenarnya mendukung rencana Kemdikbudristek berkomitmen membuka sekolah atau melaksanakan PTM, tapi hanya setelah vaksinasi anak dan guru tuntas, minimal 80 persen dari populasi warga sekolah.

Infografis: Pro Kontra Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (Liputan6.com / Abdillah)

PTM di Negara Lain

Di negara-negara lain, saat ini pun sudah banyak yang membuka kembali ruang-ruang kelas mereka. Sebut saja Jepang, Vietnam, Laos, Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa seperti Prancis, Swedia, Swiss, Denmark, Norwegia, dan beberapa negara lainnya.

Paling akhir Araba Saudi, yang telah kembali membuka sekolah-sekolah mereka, mulai Minggu (29/8). Mulainya kelas tatap muka itu juga menandai awal tahun ajaran baru mereka setelah 17 bulan sekolah secara online.

Dikutip dari Xinhuanet, Senin (30/8/2021) murid yang diizinkan menghadiri kelas tatap muka adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap, dan berusia di atas 12. Sementara itu, murid SD dan prasekolah belum dianjurkan untuk kembali ke kelas tatap muka.

Pelajar sekolah di Arab Saudi, yang belum divaksinasi lengkap atau berusia di bawah 12 tahun masih memulai tahun ajaran secara online.

Izin Orang Tua

Syarat penting PTM Terbatas adalah persetujuan atau izin dari orang tua. Sekolah diharapkan jujur dan terbuka mengenai kesanggupan mereka untuk melaksanakan PTM Terbatas sesuai prokes.

Sekolah mesti menyampaikan data pemenuhan minimal 11 item daftar periksa pendukung PTM. Di antaranya seperti data warga sekolah yang punya komorbid, masih terinfeksi Covid-19, sedang isoman atau dirawat di rumah sakit.

Selan itu juga data mengenai ketuntasan vaksinasi warga sekolah. Semua data di atas harus disampaikan kepada orang tua/wali murid apa adanya.

"Jika orang tua atau wali murid sudah mendapatkan informasi jelas dan komperhensif mengenai kesiapan sekolah untuk PTM, data ini dapat dijadikan rujukan dan pertimbangan empiris bagi orang tua menentukan anaknya diizinkan PTM atau tetap PJJ," ucap Afdhal.

Berikut lima syarat penerapan pembelajaran tatap muka (PTM).

1. Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

2. Bagi satuan pendidikan SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB kapasitas maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen.

3. Untuk tingkat PAUD, jumlah siswa dibatasi hingga 33 persen dari kapasitas maksimal per kelas.

4. Pelaksanaan pembelajaran harus menjaga jarak minimal 1,5m dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

5. Durasi pembelajaran setiap harinya dibatasi antara 3-4 jam dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan hanyalah materi-materi esensial.

Hybrid Learning

Mendikbudristek Nadiem Makarim sebelumnya juga berencana menerapkan pembelajaran tatap muka berbasis sistem hybrid learning. Hybrid learning merupakan pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka untuk beberapa jam.

Hybrid yang dimaksud adalah pembelajaran tatap muka dilakukan secara rotasi dengan jumlah siswa 50 persen. Misalnya, dari jumlah siswa 32 orang menjadi 16 orang per pertemuan tatap muka di kelas. Sisanya mengikuti kelas pembelajaran daring atau luring, dan bergantian. Akan tetapi hal tersebut dinilai memberatkan dari sudut pandang guru.

"Kalau sebagai guru ya capeklah kita mengajar model seperti itu. Mengajar siswa di dalam, tapi juga di luar kelas. Ini kurang efektif dan menjadi beban ganda bagi guru. Kami jadi tak fokus dan konsentrasi terpecah. Harus mengajar di kelas, tapi juga memperhatikan yang online," ujar Afdhal.


Kesan Buruk Sekolah Daring

Sikap ngotot Nadiem untuk menggelar sekolah tatap muka di tengah pandemi COVID-19 dinilai Praktisi Pendidikan, Indra Charismiadji, malah seolah mengesankan sekolah daring atau PJJ merupakan hal yang buruk dan berpotensi memengaruhi anggapan orang lain.

Padahal, kata Indra, seharusnya pemerintah mempromosikan dan terus-menerus mendorong sekolah daring supaya masyarakat beradaptasi. Dia menyarankan pemerintah mengubah pola pikir bahwa tanpa sekolah tatap muka pun, dampaknya terhadap para pelajar tetap positif.

"Tentunya cara belajar, cara mengajarnya beda antara pembelajaran tradisional dengan yang digital," ucap Indra kepada Liputan6.com.

Alih-alih memaksakan sekolah tatap muka terbatas kepada para pelajar, Indra menyarankan pemerintah mendukung program sekolah daring dan perlahan menjadikannya kebiasaan atau kenormalan baru. Sekolah tatap muka menurut Indra masih sesuatu yang tidak pasti dan ada risiko terpapar, yang kemudian kembali lagi ke sekolah daring. "Yang menjadi problem adalah mindset," ucapnya.

Pria kelahiran Bandung, 9 Maret 1976 ini optimistis dengan potensi keberhasilan sekolah daring di Indonesia. Indra menambahkan, untuk sukses menggelar sekolah daring, pelajar dan guru perlu mengubah cara belajar, yakni dari cara tradisional ke cara belajar digital sehingga tidak terjadi learning loss.

Siswa mengikuti hari pertama uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021) (Liputan6.com/Faizal Fanani).

Sementara itu, Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas, menyayangkan kebijakan pemerintah sekolah tatap muka yang terkesan tunggal. Menurut dia, Kemendikbud Ristek bisa menyesuaikan kebijakannya dengan kondisi geografis dan insfrastruktur di setiap daerah. Sejumlah wilayah di daerah kepulauan atau yang jauh dari perkotaan dan zona hijau, kata Darmaningtyas, lebih baik sekolah tatap muka daripada daring.

Sebab, ketika tidak berada di sekolah pun, anak-anak di wilayah tersebut bermain bersama-sama tanpa memakai masker. Jadi, ketika tidak boleh berangkat ke sekolah, hal itu membingungkan mereka, karena di luar sekolah pun mereka bergaul seperti biasa.

Di beberapa daerah terpencil dan yang akses internet serta listriknya minim bahkan tidak ada, seperti di wilayah Papua, dia menganjurkan untuk tatap muka. Namun, kalau di Jakarta atau kota-kota besar lainnya yang level PPKM-nya masih 3-4, Darmaningtyas berpendapat, sebaiknya sekolah daring atau mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

"Jadi harus dipisah-pisahkan. Jangan semua kebijakan tunggal mengacu di Jakarta, nah itu yang keliru. Kalau Jakarta dan kota-kota lain yang kasus COVID-nya tinggi, ya mau tidak mau mengikuti perkembangan," tuturnya kepada Liputan6.com.

"Selama kasus COVID-nya masih tinggi, ya jangan main api," pungkasnya.


INFOGRAFIS

 

Kejaiban Selotip di Wajah Nenek

Berkat Selotip dan Makeup, Penampilan Nenek Ini Bikin Pangling

Liputan6.com 2021-08-29 17:00:20
Viral Berkat Selotip dan Makeup, Penampilan Nenek Ini Jadi Kembali Muda Bikin Pangling. (Sumber: Instagram/ranggajuans)

Dengan kreativitas dan kemampuan yang mumpuni, bagi seorang Make Up Artist (MUA), wajah seseorang sudah bagaikan sebuah kanvas. Dengan demikian, maka tak heran apabila sering kali hasil kreasi para MUA ini sukses bikin pangling.

Baru-baru ini, aksi seorang MUA di Instagram dengan akun @ranggajuans sukses mencuri perhatian warganet. Pasalnya, Rangga berhasil mengembalikan rona muda di wajah seorang nenek-nenek. Usai dipoles oleh Rangga, nenek tersebut pun sukses bikin pangling warnganet.

"Di Video kali ini aku mau merubah kehidupan seorang nenek yang sudah tuwir agar terlihat cantik kembali.Pangling gak Gaes?" tulis Rangga dalam postingannya di Instagram.

Seperti apakah hasilnya? Berikut ulasan selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Minggu (29/8/2021).


Transformasi bikin pangling

Dalam video ini, Rangga Juans menggunakan selotip khusus yang disebut dengan scotch. Dengan selotip ini, ia menarik ujung mata dan kelopak nenek yang telah kendur. Kemudian ia juga menarik di bagian rahang ke leher sehingga terlihat kembali kencang.

Selain itu, dengan kemampuan make up Rangga yang mumpuni, akhirnya transformasi nenek ini pun sukses bikin pangling warganet.


Bikin pangling warganet

Video ini pun viral di kalangan warganet dan menuai beragam respon positif. Banyak yang ikut pangling terhadap transformasi perubahan nenek dalam video tersebut.

"Keren banget, penasaran gimana caranya kantong matanya kayak gak ada gitu kak,"tulis akun @astridherera

"MasyaAllah cantik nya, jdi keliatan umur 25 an ya,"tulis akun @aisyahnahla_beautyshop

"Keren kk.. jd kece badai si nenek.. ntar byk yg naksir deh." tulis akun @noersagita70

"Mntap..d tangan kreatif sesuatu bisa jadi luar biasa." tulis akun @umay1474

"Takjub bgt nih pasti neneknya bs kaya inchess,"tulis akun @sofiesoftlove

Temuan Pulau di Ujung Bumi

Kisah Sekelompok Ilmuwan Klaim Tak Sengaja Temukan Pulau Paling Utara di Bumi

Liputan6.com 2021-08-29 09:01:00
Danau Purba di Greenland (Michael Studinger/NASA).

Sekelompok ilmuwan mengklaim telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai pulau paling utara di dunia, di lepas pantai Greenland, teritori Denmark di sekitar Arktika atau Kutub Utara.

Semua bermula pada Juli 2021, ketika para ilmuwan terbang untuk mengumpulkan sampel atas apa yang mereka pikir sebagai Pulau Oodaq, yang telah dikenal sejak 1978.

Awalnya Pulau Oodaq sempat diyakini sebagai yang terjauh di utara. Namun anggapan itu berubah dalam ekspedisi terbaru sekelompok ilmuwan itu.

Ketika para peneliti memeriksa posisi mereka dengan pejabat Denmark yang bertanggungjawab untuk mendaftarkan pulau-pulau Arktik, para ilmuwan itu justru berada di 800m lebih jauh ke utara.

Mereka bukan di Oodaq, namun berada di sebuah pulau lain berukuran 60x30m dan berada di titik terdekat daratan Kutub Utara, kata mereka.

"Pulau itu ditemukan selama ekspedisi penelitian Denmark-Swiss, yang saya koordinasikan," kata pemimpin ilmiah Morten Rasch dari Stasiun Arktik di Greenland, Universitas Kopenhagen, kepada BBC, dikutip pada Minggu (29/8/2021).

"Kami (awalnya) ingin mengunjungi Pulau Oodaq yang sebelumnya dikenal sebagai pulau paling utara ... guna mencari spesies baru yang bisa beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan yang sangat ekstrem ini."

"Namun, ketika kami mencapai posisi Pulau Oodaq --menggunakan helikopter--, kami tidak dapat menemukannya," menambahkan bahwa peta di bagian dunia itu terkenal tidak akurat.

"Kami baru saja mau mulai mencari pulau itu. Setelah beberapa menit, kami mendarat di sekelompok lumpur, endapan tanah dan kerikil yang aneh dan dikelilingi oleh es laut di semua sisi --bukan tempat yang sangat ramah."

"Usai ekspedisi, dan setelah melalui banyak diskusi dengan spesialis tentang topik ini, kami sekarang menyadari bahwa kami telah secara tidak sengaja benar-benar menemukan pulau paling utara di dunia."


Menemukan Pulau Paling Utara

Rasch mengatakan kepada BBC bahwa dari perspektif ilmiah itu "bukan masalah besar".

"Tapi, dari perspektif pribadi, tentu saja, entah bagaimana lucu berada di antara enam orang di Bumi yang pernah memiliki sepatu bot berlumpur di titik paling utara di dunia."

Para ilmuwan sekarang ingin pulau itu diberi nama Qeqertaq Avannarleq, yang berarti "pulau paling utara" di Greenland.

Greenland telah menjadi berita utama beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2019 mengatakan bahwa AS dapat membeli wilayah itu

Denmark dengan cepat menolak gagasan itu sebagai "tidak masuk akal", tetapi minat internasional terhadap masa depan Greenland terus berlanjut.

Hiu Perawan Melahirkan

Ajaib, Bayi Hiu Ini Lahir Dari Induk Perawan

Liputan6.com 2021-08-27 19:10:54
Ilustrasi hiu smooth-hound (wikimedia commons)

Sebuah keajaiban, seekor bayi hiu lahir di tangki hiu betina jenis Smooth-hound di Sardinia, Italia. Menurut para ilmuwan, kelahirannya merupakan spesies pertama di dunia.

Partenogenesis atau kelahiran perawan sebelumnya telah diamati di alam, yakni berbagai spesies tanaman, serangga, reptil, burung, dan ikan. Namun, tak pernah ditemukan pada hiu Smooth-hound. Hal tersebut membuat geger staf di Acquario Cala Gonone yang menemukan bayi hiu di antara semua betina.

Dilansir dair laman Oddity Central, Jumat (27/8/2021), kelahiran bayi yang disebut miracle shark atau hiu ajaib secara aseksual tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, tetapi tim di akuarium Italia mengatakan tidak ada penjelasan lain yang masuk akal.

Karena embrio menerima materi genetik hanya dari satu oknum, partenogenesis adalah proses yang pada dasarnya membentuk klon induknya, dengan DNA yang identik.

Sejumlah tes bakal dijalani Ispera --nama bayi hiu tersebut, diharapkan bisa mengonfirmasi bahwa ia adalah tiruan induknya.

"Sang induk tinggal di bak pelagis besar dengan spesimen betina lain. Jika dikonfirmasi dengan analisis DNA, kelahiran bayi Ispera akan jadi partenogenesis pertama yang didokumentasikan di dunia oleh Mustelus Mustelus. Ispera, nama yang dipilih untuk si bayi dalam bahasa Sardinia berarti harapan dan kelahiran di era (COVID-19)," tulis pihak kolam Acquario Cala Gonone di Facebook.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Partenogenesis

Menurut laporan berita Italia, pembuahan misterius terjadi di sebuah tangki hiu yang dihuni oleh 2 hiu smooth-hound selama 10 tahun terakhir, tanpa adanya pejantan.

"Salah satu mekanisme paling umum yang memungkinkan jenis reproduksi ini adalah di mana sel telur dibuahi oleh sel telur lain yang masih belum matang, yang sebenarnya hampir sama seperti sperma," tulis Acquario Cala Gonone.

"Partenogenesis dapat menjadi pilihan untuk spesies yang biasanya bereproduksi secara seksual, seperti beberapa reptil, ikan, dan bahkan burung, dan dapat diistimewakan untuk populasi yang sangat rendah, dimana betina memiliki sedikit peluang untuk bertemu pasangannya."

Ia lanjut menuliskan penemuan ini akan jadi penemuan ilmiah yang sangat menarik karena dapat membuka jalan bagi penelitian yang bertujuan untuk memverifikasi bagaimana partenogenesis adalah proses yang digunakan oleh palombe bahkan di alam.

Reporter: Ielyfia Prasetio