Volume 90

Berburu Pengemplang BLBI

HEADLINE: Satgas Hak Tagih Negara Telah Panggil 24 Pengutang BLBI, Target Selanjutnya?

Liputan6.com 2021-09-23 00:00:05
Pengacara Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan kehadiran I Nyoman Wara, ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK pada sidang ter...

Usai 2 dekade berlalu dan nyaris terlupakan, kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kembali mencuri perhatian publik. Ini setelah pemerintah membentuk Satgas BLBI dan memanggil sejumlah nama yang masih berutang kepada negara dalam kasus tersebut.

Kasus BLBI bermula pada 1997-1998, ketika Bank Indonesia (BI) memberikan pinjaman kepada bank-bank yang hampir bangkrut akibat diterpa krisis moneter.

Saat itu, sejumlah bank mengalami masalah likuiditas yang membuat nilai tukar rupiah terdepresiasi sangat dalam hingga Rp 15 ribu per dolar AS. Kejatuhan rupiah ini membuat utang valuta asing (valas) perbankan membengkak.

Pada Desember 1998, Bank Indonesia kemudian menyalurkan dana bantuan Rp 147,7 triliun kepada 48 bank. Namun, dana BLBI justru banyak diselewengkan para penerimanya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Agustus 2000, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 138 triliun dari dana yang telah disalurkan.

Tak rela dana milik negara hilang begitu saja, akhirnya pada Juni 2021, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6 Tahun 2021.

Satgas BLBI dibentuk dalam rangka penanganan dan pemulihan hak negara berupa hak tagih negara atas sisa piutang negara dari dana BLBI maupun aset properti. Satgas ini berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Pembentukan Satgas BLBI bertujuan untuk melakukan penanganan, penyelesaian, dan pemulihan hak negara yang berasal dari dana BLBI secara efektif dan efisien, berupa upaya hukum dan/atau upaya lainnya di dalam atau di luar negeri, baik terhadap debitur, obligor, pemilik perusahaan serta ahli warisnya maupun pihak-pihak lain yang bekerja sama dengannya.

Setidaknya, nilai aset dana BLBI yang harus dikembalikan kepada negara mencapai Rp 110,45 triliun dari 48 obligor dan debitor. Rinciannya, tagihan berbentuk kredit Rp 101 triliun, properti lebih dari Rp 8 triliun, dan sisanya berupa mata uang asing atau saham.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah menanti selama 22 tahun agar para obligor dan debitor BLBI ini melunasi utangnya kepada negara.

Selama kurun waktu tersebut, pemerintah juga menanggung beban utang biaya bekas pinjaman BLBI kepada debitor maupun obligor.

"Dan pemerintah selama 22 tahun tentu dalam hal ini selain membayar pokoknya juga membayar bunga utangnya. Karena sebagian dari BLBI itu ada yang menggunakan tingkat suku bunga yang memang sebagian dinegosiasikan," kata Sri Mulyani pasca mengakuisisi aset tanah dan bangunan eks BLBI di Perumahan Lippo Karawaci, Tangerang akhir Agustus 2021 lalu.

Kuasai Aset

Penantian panjang pemerintah mendapatkan kembali dana BLBI mulai menemui titik terang setelah resmi mengambil alih hak penguasaan aset eks BLBI milik para debitor dan obligor untuk 49 bidang tanah yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, dengan total luas 5,2 juta meter persegi. Salah satunya yaitu aset-aset properti di Lippo Karawaci yang luasnya mencapai 25 hektare.

"Ada 49 bidang tanah yang terdapat di 4 titik lokasi, luasnya 5.291.200 m2 lokasinya ada di Medan, Pekan Baru, Bogor, dan hari ini kita hadir fisik di Tangerang, Karawaci," ungkap Sri Mulyani.

Adapun rincian aset yang diamankan hari ini di antaranya sebagai berikut:

1. 44 bidang tanah seluas 251.992 m2 di Perumahan Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang

2. Tanah seluas 3.295 m2 Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 108, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

3. Tanah seluas 15.785 m2 dan 15.708 m2 di Jalan Bukit Raya Km. 10, Gg. Kampar 3 (Kawasan Kilang Bata) RT/RW 04/09, Sail - Bukit Raya

4. Sebanyak 2 bidang tanah total seluas 5.004.420 m2 di Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat seluas 2.013.060 m2 dan Desa Neglasari, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat seluas 2.991.360 m2.

Tak Sekedar diambil alih, aset-aset tersebut akan digunakan untuk kepentingan negara. Salah satunya yang diusulkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md bahwa aset lahan BLBI ini akan digunakan untuk pembangunan lapas. Presiden Jokowi pun disebut Mahfud sudah memberikan restu penggunaan aset BLBI ini.

"Soal lapas sudah bicara dengan Bu Menkeu, dan kemarin sudah melaporkan ke Presiden yaitu kita punya tanah yang bisa dipakai dan semuanya setuju, anggaran pembangunannya disusun dulu. Kalau Presiden mengatakan sudah gunakan saja untuk kepentingan negara, untuk apa tidak dipakai begitu," ujar Mahfud saat konferensi pers, Selasa 21 September 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Infografis Berburu 48 Obligor BLBI Bayar Utang Rp 110,4 Triliun (Liputan6.com/Triyasni)

Daftar Obligator yang Sudah Dipanggil

Tak puas dengan pengambilalihan aset hak penguasaan aset eks BLBI, pemerintah melalui Satgas BLBI pun terus melakukan pemanggilan dan penagihan utang kepada para obligor dan debitur BLBI.

Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, Satgas BLBI sejauh ini sudah memanggil 24 obligor dan debitor.

Berdasarkan data yang dihimpun Liputan6.com, berikut daftar 24 obligor/debitor yang telah dipanggil Satgas BLBI:

Pemanggilan 26 Agustus 2021

1. Agus Anwar

Obligor ini tercatat memiliki utang BLBI Rp 635,4 miliar dalam program Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) Bank Pita Istimart.

Kemudian Rp 82,2 miliar terkait penjamin penyelesaian kewajiban debitur PT Panca Puspan. Sedangkan utang lainnya senilai Rp 22,3 miliar sebagai penjamin dari PT Bumisuri Adilestari.

Namun yang bersangkutan mangkir dari panggilan Satgas BLBI dan kabur ke Singapura.

2. Tommy Soeharto dan Ronny Hendrarto

Pada tanggal yang sama, Satgas BLBI juga memanggil dua pengurus PT Timor Putra Nasional (TPN) yang punya utang Rp 2,6 triliun.

Panggilan ini hanya dihadiri Ronny Hendrarto, sementara Tommy Soeharto terus mangkir hingga pemanggilan kedua.

Pemanggilan 7 September 2021

1. Kaharudin Ongko

Agenda pemanggilan Kaharudin Ongko yakni untuk menyelesaikan total tagihan utang senilai Rp 8,2 triliun. Terdiri dari Rp 7,82 triliun dalam rangka PKPS Bank Umum Nasional, dan Rp 359,43 mkliar dalam rangka PKPS Bank Arya Panduarta.

Hingga pemanggilan kedua, Kaharudin belum tampak memenuhi undangan Satgas BLBI sehingga harus dipublikasikan lewat media massa.

Pemanggilan 9 September 2021

1. Setiawan dan Hendrawan Harjono

Setiawan Harjono (Steven Hui) dan Hendrawan Harjono (Xu Jing Nan) dipanggil untuk penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) PT Bank Asia Pacific (ASPAC), dan memiliki utang kepada negara sebesar Rp 3,579 triliun.

Kendati begitu, keduanya tidak memenuhi panggilan Satgas BLBI, baik secara fisik maupun non-fisik. Ini merupakan panggilan ketiga, sehingga Satgas BLBI akan melakukan tindakan khusus.

2. Kwan Benny Ahadi

Obligor yang memiliki utang Rp 157,72 miliar ini memenuhi panggilan Satgas BLBI secara virtual melalui video conference dari KBRI di Singapura.

3. PT Era Persada

Debitur atas nama PT Era Persada tercatat memiliki utang Rp 130,57 miliar. Namun dalam pemanggilan ini yang bersangkutan tidak hadir secara fisik maupun virtual.

Pemanggilan 15 September 2021

1. Sujanto Gondokusumo

Obligor/debitur dari Bank Dharmala ini memiliki utang sekitar Rp 904,47 miliar, termasuk biaya administrasi (biad). Pemanggilan hari ini jadi yang kedua untuknya, dan yang bersangkutan kembali tidak hadir.

2. Sjamsul Nursalim

Pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) ini sempat menghebohkan publik, pasca KPK mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) untuknya.

Namun pada pemanggilan kali ini, pria yang memiliki utang Rp 517,72 miliar ini hadir secara fisik dengan diwakili kuasa hukum dan sudah legalisasi KBRI Singapura.

Pemanggilan 16 September 2021

1. PT Kobame Super Sentra

Pemanggilan yang belum diketahui berapa rincian utang BLBI milik perusahaan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Peter Darmawan.

Pemanggilan 17 September 2021

Terdapat 13 nama pengutang dana BLBI pada dua sesi pemanggilan per Jumat, 17 September 2021. Diantaranya terselip nama Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie, yang hadir pada pemanggilan sesi pertama.

Keduanya dipanggil atas nama PT Usaha Mediatronika Nusantara yang memiliki total utang sekitar Rp 22,6 miliar. Selain Nirwan dan Indra Bakrie, ada tiga debitor lain yang diundang atas nama perusahaan sama yakni Andrus Roestam Moenaf, Pinkan Warrouw, dan Anton Setianto.

PT Usaha Mediatronika Nusantara pada kesempatan ini hadir diwakili Sri Hascaryo dari Bakrie Group, yang menerima kuasa dari Nirwan Dermawan Bakrie.

Selain lima nama tersebut, Satgas BLBI juga memanggil 8 nama lain pada hari yang sama. Yakni Thee Ning Khong, The Kwen le, PT Jakarta Kyoei Steel Works Ltd Tbk, PT Jakarta Steel Megah Utama, dan PT Jakarta Steel Perdana Industry.

Mereka yang akan dimintai keterangan adalah Thee Ning Khong, The Kwen le, Harry Lasmono Hartawan, Koswara, Haji Sumedi, Fuad Djapar, Eddy Heryanto Kwanto, dan Mohamad Toyib.

Jika ditotal, delapan sosok yang mewakili 5 institusi ini tercatat memiliki utang eks dana BLBI senilai Rp 398,66 miliar.

Pada sesi kedua, obligor atas nama Thee Ning Khong hadir diwakili oleh sang putra. Yang bersangkutan tercatat memiliki utang senilai Rp 90,6 miliar.

Sementara empat obligor/debitor dana BLBI lain atas nama The Kwen Le, PT Jakarta Kyoei Steel Works Ltd Tbk, PT Jakarta Steel Megah Utama, dan PT Jakarta Steel Perdana Nusantara hadir langsung tanpa diwakili.

Selain itu, pada Jumat, 24 September 2021 mendatang, Satgas BLBI akan kembali memanggil Sujanto Gondokusumo dari Grup Dharmala, yang pada pemanggilan keduanya per 15 September lalu tidak hadir.

Pemanggilan ini dilakukan untuk melakukan hak tagih dana BLBI senilai Rp 904,479 miliar atas nama Sujanto Gondokusumo.

Infografis Para Pengutang BLBI yang Sudah Dipanggil (Liputan6.com/Triyasni)


Respons Pengutang BLBI Saat Ditagih

Dalam upaya menagih utang BLBI, Sri Mulyani membeberkan berbagai respons dari obligor dan debitur.

Dia membagi 24 pengutang BLBI tersebut ke dalam lima kelompok. Pertama, mereka yang mengakui utangnya terhadap negara dan mau menyusun rencana penyelesaian utang.

"Dari 24 obligor/debitor ini ada yang hadir dan mengakui utang, dan kemudian menyusun rencana penyelesaian utang. Ini yang mungkin paling kooperatif," ujar Sri Mulyani.

Kedua, Sri Mulyani melanjutkan, yakni obligor BLBI yang hadir baik secara langsung maupun diwakili.

Mereka mengakui punya utang kepada negara, namun rencana penyelesaian dianggap tidak realistis sehingga ditolak Tim Satgas BLBI.

"Ketiga, ada yang hadir, namun ketika datang mereka menyatakan tidak punya utang kepada negara," ujar Sri Mulyani.

Keempat, yakni kelompok pengutang yang tidak hadir tapi menyampaikan surat janji untuk penyelesaian utang. Terakhir, obligor atau debitor yang tidak hadir sama sekali.

"Tim akan terus lakukan tindakan untuk kembalikan hak negara seperti yang telah disampaikan Ketua Pengarah Satgas BLBI," tegas Sri Mulyani.

Selain itu, fakta mengejutkan diungkapkan Satgas BLBI saat menemukan adanya jaminan aset dari obligor yang sudah berpindah tangan.

Kepala Satgas BLBI Rionald Silaban menjelaskan, terdapat salah satu obligor BLBI yang mengalihfungsikan jaminan aset berupa lahan seluas 64.551 meter persegi menjadi perumahan di Jakarta Timur. Nilai dari aset tersebut Rp 82,23 miliar.

Satgas BLBI pun menggandeng Bareskrim Polri untuk melakukan penagihan karena obligor BLBI tersebut melakukan tindak pidana pencucian aset dengan modus tersebut.

"Dalam hal ini ada indikasi tindak pidana karena peralihan tersebut, maka kami bekerja sama dengan Bareskrim," kata Rionald.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan telah melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan pengurus kelurahan setempat. Satgas BLBI pun sudah bersurat ke Kantor Pertanahan Kota Jakarta Timur untuk meminta pengamanan aset.

Atas berbagai usulan, Satgas BLBI memutuskan melakukan pemasangan plang pengamanan dan pengembalian batas bidang-bidang tanah eks BPPN tersebut.

Dewan Pengarah Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI, Mahfud MD mengatakan praktik pemindahan aset tersebut sudah masuk tindak pidana, bukan lagi perdata. Sebab tanah yang dijaminkan ke negara malah diperjualbelikan.

"Dalam hal terjadi tindak pidana seperti itu sudah jelas diserahkan ke negara kok dijual lagi, dibangun lagi, tanpa izin itu bisa menjadi pidana," kata Mahfud.


Tempuh Jalur Hukum

Dalam upaya menagih hak negara dalam kasus BLBI ini, pemerintah diakui harus bekerja ekstra keras. Hal ini lantaran ada sejumlah obligor yang tidak mengakui utangnya kepada negara.

Hal tersebut diungkapkan Ekonom dan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah. Padahal, Menko Polhukam Mahfud MD mengaku memiliki bukti tentang data-data utang tersebut.

"Bahkan pemerintah bisa menggali kasus lain dari kasus ini. Dari perdata bisa menjadi pidana," kata dia.

"Yang paling efektif adalah jalur hukum. Gunakan hukum secara maksimal," ujar Piter.

Direktur Center of Economics and Law Studies Bhima Yudhistira, Bhima Yudhistira mengatakan jika pemerintah juga perlu mengambil langkah yang konkret dalam penagihan utang terhadap obligor BLBI.

"Menurut saya itu bisa dikejar dengan berbagai cara, mulai dari penyitaan aset, atau kemudian kalau bangunan dan tanah bisa disegel. Kemudian pencekalan ke luar negeri bagi para obligor agar mereka tidak kabur," kata Bhima Yudhistira kepada Liputan6.com.

Bhima pun menyarankan harus adanya pendekatan, meski sudah ada pendekatan persuasif seperti cara pemanggilan, permintaan klarifikasi dan verifikasi yang tidak digubris.

"Memang harus ada cara-cara yang lebih tegas lagi," ujarnya.

"Jadi jangan sampai mengecewakan harapan publik yang terlanjur tinggi, ketika pemerintah di langkah awalnya cukup berani karena ini kasus lama dan kemudian dibuka lagi, maka harus ada langkah yang konkrit," lanjut Bhima.

Hanya saja, Bhima menyayangkan upaya pemerintah yang tidak menagih utang tersebut sesuai dengan nominalnya pada 1998. Harusnya, dengan mempertimbangkan inflasi, nilai utang para obligor kini lebih besar.

"Sehingga utangnya pada saat itu misalnya Rp 58 triliun, maka hari ini seharusnya bisa menyesuaikan dengan inflasi, seharusnya utangnya bisa lebih besar," bebernya.

Sementara itu, Ekonom dan Pengamat Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat menyatakan, penanganan BLBI saat ini terkesan terlalu gaduh dan tidak profesional. Ini dianggap sangat kontraproduktif terhadap pemulihan ekonomi nasional.

"Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) oleh Satgas saat ini tidak mempertimbangkan aspek profesional karena sengaja melakukan festivalisasi media kepada para debitor daripada bekerja profesional menyelesaikan kewajiban debitur yang tertunggak," ujarnya.

Achmad menilai, pendekatan Satgas BLBI sangat tidak best practicedan terkesan mencari kegaduhan dan festivalisasi.

"Kegaduhan dan penggunaan media untuk festivalisasi yang saat ini digunakan Satgas BLBI sesungguhnya tidak efektif dalam menyelesaikan kewajiban debitur BLBI. Seharusnya Satgas BLBI bisa bertindak cepat, tepat, tegas dan senyap tanpa melakukan festivalisasi di media," imbuhnya.

Menurut dia, dampak dari kegaduhan pemanggilan debitor tersebut sangat tidak menguntungkan pemulihan ekonomi nasional.

"Kegaduhan sebagai implikasi kerja Satgas BLBI di masa pelemahan ekonomi akan menyebabkan persepsi negatif kalangan investor bahwa Indonesia tidak friendlyterhadap investor dan pemilik modal. Padahal mereka diharapkan membantu Indonesia melakukan pemulihan ekonomi," ungkapnya.

Jangan Kalah

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad menilai kinerja Satgas masih belum produktif.

Pasalnya, dari Rp 110,45 triliun yang bisa dikejar dari para pengutang BLBI, Satgas BLBI baru mendapatkan Rp 100 miliar atau 0,8 persen dari total dana BLBI dalam 100 hari kerja.

"Baru 0,8 persen dari Total dana BLBI. Sangat Tidak Produktif, kita ingatkan jangan sampai Negara Kalah oleh Para Pengemplang dana BLBI," katanya saat dikonfirmasi Liputan6.com.

Kamrussamad menilai Satgas BLBI perlu membuktikan keseriusannya dalam bekerja. Ia menyarankan seluruh aset pengemplang dana BLBI yang ada di wilayah Indonesia perlu diberi label khusus.

Kemudian, ia juga meminta untuk bisa segera menangkap para obligor nakal yang berdomisili di luar negeri.

"Sebaiknya Pengemplang dana BLBI seluruh aset yang ada di wilayah NKRI segera ditempelkan Label "aset ini disita oleh Satgas BLBI".

Dan segera menangkap para obligor nakal yang berdomisili di luar negeri. Jika tidak ingin satgas BLBI disebut 'Panggung sandiwara'," tuturnya.

Lebih lanjut, dengan perolehan Rp 100 miliar yang diambil dari Kaharudin, setelah 100 hari kerja Satgas BLBI, angka itu masih sangat kecil.

"Dari masa kerja 100 hari sejak dilantik satgas dengan Perolehan dana Rp 100 Miliar dari Kaharuddin ongko itu sangat kecil, bahkan bisa disebut bentuk Penghinaan Obligor ke satgas BLBI," katanya.

Ia menilai bahwa dana tersebut bukan termasuk dalam pembayaran atas pengakuan obligor, tetapi pencairan escrow account yang selama ini dikuasai pemerintah.


Dikejar Sampai ke Anak Cucu

Meski berat, namun pemerintah memastikan akan mengejar utang para obligor dan debitor BLBI ini sampai ke keturunannya. Hal tersebut telah diungkapkan secara tegas oleh Sri Mulyani.

"Saya akan terus meminta kepada tim untuk menghubungi semua obligor ini, termasuk kepada para turunannya. Karena barangkali ada mereka yang sekarang usahanya diteruskan oleh para keturunannya," ujar Sri Mulyani.

"Jadi kita akan bernegosiasi atau berhubungan dengan mereka untuk mendapatkan kembali hak negara," tegas dia.

Sri Mulyani mengakui, langkah penagihan utang BLBI ke depan akan jauh lebih sulit. Dia mengutip apa yang sempat dikatakan Menko Polhukam Mahfud MD, bahwa aset eks BLBI saat ini ada yang berlokasi di luar negeri seperti Singapura.

"Seperti yang dikatakan Wakil Ketua Jaksa Agung, kita mungkin akan berhadapan dengan aset-aset yang berada di luar negeri, yang juridiksi dan sistem hukumnya akan berbeda. Pasti membutuhkan proses hukum yang lebih kompleks," ungkap Sri Mulyani.

Namun, dia bersikukuh tidak akan mengenal kata lelah dan menyerah. Pemerintah dan Satgas BLBI disebutnya akan terus berusaha mendapatkan kembali hak dari negara untuk bisa dipulihkan.

"Tentu saya berharap kepada para obligor dan debitur BLBI, tolong penuhi semua panggilan, dan mari kita segera selesaikan kewajiban Anda semua yang sudah 22 tahun merupakan suatu kewajiban yang belum diselesaikan," pinta Sri Mulyani.

Satgas BLBI pun terus melakukan pemanggilan kepada obligor atau debitor yang ada di Singapura untuk menyelesaikan kewajiban mereka.

Pemanggilan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

"Pemanggilan telah dilakukan untuk yang di luar negeri, kebanyakan di Singapura. Dan kita berkoordinasi dengan duta besar kita di Singapura," kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI), Rionald Silaban.

Untuk saat ini, Satgas BLBI masih fokus mengejar para obligor BLBI atau debitor di Indonesia. Sebab, aset-aset di dalam negeri diyakini masih banyak yang belum ditemukan.

Rionald Silaban berjanji untuk terus pengejaran para obligor atau debitor dana BLBI di luar negeri. Pihaknya juga akan terus melakukan penagihan terhadap mereka.

"Itu merupakan langkah lanjutan yang akan dilakukan. Dan kalaupun dilakukan, maka itu akan di lead oleh kejaksaan lewat Jamdatun (Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara)," katanya.

Kondisi Singapura Memburuk

UGD Rumah Sakit di Singapura Nyaris Penuh, Pasien COVID-19 Muda Diminta Isoman

Liputan6.com 2021-09-22 16:58:59
Ilustrasi COVID-19 (pixabay)

Gelombang infeksi COVID-19 di Singapura tengah bergejolak.

"Accident and emergency (A&E) Departement (Departemen Kecelakaan dan darurat) (setara UGD) serta bangsal umum di rumah sakit Singapura berada di bawah tekanan," kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung pada Minggu 19 September 2021 seperti dikutip dari Channel News Asia.

Dalam sebuah posting Facebook, Menteri Ong mengatakan Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mendorong orang-orang muda yang divaksinasi penuh untuk memulihkan diri dari rumah. Isolasi mandiri (Isoman).

"Ini karena lebih dari 98 persen kasus tidak memiliki gejala atau gejala ringan, dan cenderung tetap seperti itu sampai mereka pulih," kata Ong.

Depkes Singapura juga menerima pasien ke fasilitas perawatan masyarakat alih-alih rumah sakit, dan menyiapkan lebih banyak fasilitas perawatan masyarakat yang akan siap dalam beberapa minggu mendatang, tambahnya.

"Ini agar tempat tidur rumah sakit, layanan A&E sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Kapasitas ICU kami masih bertahan, tetapi A&E dan bangsal umum yang mendapat tekanan," papar Menteri Ong.

"Rumah sakit dan petugas kesehatan kami tidak dapat terlalu terbebani. Pada titik ini, ini adalah tantangan terbesar Depkes dan kami melakukan yang terbaik untuk menyelesaikannya."

Singapura telah melaporkan peningkatan kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal dalam beberapa pekan terakhir, dengan kasus lokal baru mencapai 1.000 pada Sabtu 18 September.

Risiko Penyakit Parah

Mengacu pada data yang dirilis oleh Depkes awal pekan ini, Ong pada hari Minggu mengatakan angka tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan seseorang yang telah terinfeksi COVID-19 mengembangkan penyakit parah "sangat bergantung" pada usia dan status vaksinasi.

Faktor ketiga - apakah pasien memiliki penyakit yang mendasarinya - tidak tercakup dalam data, tambahnya.

"Menurut data, untuk kasus COVID-19 yang dilaporkan antara 1 Mei dan 16 September tahun ini, tidak ada orang yang divaksinasi lengkap dan di bawah usia 70 tahun dirawat di unit perawatan intensif atau meninggal," kata Ong.

Orang yang divaksinasi lengkap berusia 70-an memiliki peluang lebih baik untuk tidak jatuh sakit parah dibandingkan dengan orang yang tidak divaksinasi berusia 30-an, kata Menteri Kesehatan itu.

"Demikian pula, orang yang divaksinasi lengkap berusia 80-an menjadi seperti orang yang tidak divaksinasi berusia 40-an atau 50-an."

Sebaliknya, manula yang tidak vaksinasi COVID-19 berada pada "risiko signifikan" jatuh sakit parah ketika terinfeksi, dengan tingkat lebih dari 15 persen untuk mereka yang berusia di atas 80 tahun, katanya.

"Tidak ada keraguan bahwa jika orang-orang kami tidak maju dalam jumlah besar untuk memvaksinasi diri kami sendiri, sistem perawatan kesehatan kami akan kewalahan sekarang," tambah Ong.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Waktu Tunggu Perawatan Lebih Lama dan Diprioritaskan

Tiga rumah sakit umum telah memperingatkan waktu tunggu yang lebih lama di departemen A&E karena semakin banyak orang mencari perawatan medis di tengah meningkatnya kasus COVID-19.

Dalam unggahan terpisah di Facebook, Tan Tock Seng Hospital (TTSH), Khoo Teck Puat Hospital (KTPH) dan National University Hospital (NUH) mengimbau masyarakat untuk mengunjungi dokter umum atau poliklinik jika kondisinya tidak darurat.

"Minggu terakhir sangat berat," kata TTSH pada hari Minggu. Rumah sakit menambahkan bahwa mereka telah menerima kasus positif dan dugaan "lebih tinggi dari biasanya" melalui ambulans dan walk-in di departemen A&E.

"Dengan lonjakan kasus komunitas, kami bekerja keras untuk membuka lebih banyak ruang tunggu dan pemeriksaan, dan mengaktifkan lebih banyak bangsal dan staf untuk meningkatkan respons COVID-19 kami. Karenanya mungkin ada ketidaknyamanan seperti waktu tunggu yang lebih lama, janji temu klinik yang dijadwalkan ulang atau pembatasan kunjungan," katanya.

KTPH juga mengatakan telah melihat peningkatan jumlah di departemen daruratnya.

"Prioritas diberikan kepada mereka yang sakit kritis dan waktu tunggu untuk pasien lain diperkirakan lebih lama," kata pihak rumah sakit.

Dalam posnya pada hari Jumat, NUH mengatakan telah menerapkan "tindakan pencegahan ekstra" di departemen daruratnya, memperpanjang waktu tunggu.

"Prioritas akan diberikan kepada mereka dengan kondisi yang lebih serius dan yang membutuhkan masuk," tambah NUH.

Skema Pemulihan di Rumah

Depkes Singapura mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan memperluas skema pemulihan di rumah untuk pasien yang sudah vaksinasi COVID-19 penuh hingga usia 69 tahun, naik dari sebelumnya 50 tahun.

Pasien yang memenuhi syarat didorong untuk mengadopsi pemulihan di rumah sebagai "manajemen perawatan" untuk mengobati infeksi Virus Corona COVID-19.

Agar memenuhi syarat untuk skema ini, pasien COVID-19 harus divaksinasi lengkap, berusia antara 12 dan 69 tahun, dan tidak memiliki komorbiditas atau penyakit parah.

Mereka harus dapat mengisolasi diri di sebuah ruangan, "lebih disukai" dengan kamar mandi, kata Depkes Singapura.

Juga tidak boleh ada anggota rumah tangga yang berusia di atas 80 tahun, atau termasuk dalam salah satu kelompok rentan, seperti ibu hamil atau mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Di bawah skema yang diperluas, orang yang hasil tesnya positif COVID-19 dan memenuhi kriteria dapat segera memulai pemulihan di rumah, tanpa harus dibawa ke rumah sakit atau fasilitas perawatan masyarakat.

Terumbu Karang Tinggal 50%

Bumi Kian Panas, Area Terumbu Karang Dunia Menyusut 50 Persen

Liputan6.com 2021-09-22 12:55:33
Ilustrasi Foto Terumbu Karang Mati (Pixabay)

Area terumbu karang di dunia telah menyusut hingga 50 persen sejak 1950. Penangkapan ikan berlebihan, pemanasan global, polusi laut, dan perusakan habitat telah menghancurkan terumbu karang.

Dari Great Barrier Reef sepanjang 2.300 kilometer di Australia hingga Saya de Malha Bank di Samudera Hindia, terumbu karang dan spesies ikan yang hidup bersamanya mengalami penurunan tajam. Penurunan ini diproyeksikan terus berlanjut seiring memanasnya Bumi pada abad 21.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (21/9/2021), tinjauan yang dilakukan terhadap 14.705 survei terumbu karang di 87 negara menemukan bahwa penangkapan ikan telah meningkat secara dramatis sejak pertengahan 1990-an. Penangkapan spesies karang terbesar mencapai puncaknya pada 2002 dan memburuk sejak itu.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal One Earth, menemukan bahwa keanekaragaman spesies terumbu telah turun lebih dari 60 persen dan total area pertumbuhan terumbu berkurang sekitar setengahnya. Hal ini beriringan dengan berkurangnya layanan yang disediakan ekosistem untuk populasi manusia.

Terumbu karang adalah sumber makanan penting bagi jutaan orang di seluruh dunia, khususnya bagi masyarakat pesisir yang sumber utama protein hewaninya adalah ikan. Para peneliti khawatir bahwa penurunan ini akan memengaruhi stabilitas pangan di masa depan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penghuni Terumbu Karang yang Ikut Berkurang

Tyler Eddy, ilmuan peneliti di Memorial University of Newfoundland yang memimpin penelitian tersebut mengatakan, meski penurunan ekosistem terumbu karang telah lama tercatat di tingkat nasional, ia terkejut dengan besarnya penurunan pada skala global.

"Terumbu karang adalah salah satu ekosistem paling sensitif di planet ini. Merekalah yang pertama kali mengalami efek perubahan iklim ini. Ada penurunan yang cukup dramatis pada 60-an dan 70-an. Kemudian, pada 80-an masih ada sedikit penurunan, tetapi tidak terlalu curam," kata Eddy.

Tren berkurangnya area pertumbuhan karang pada tingkat nasional terbesar terjadi di Papua Nugini, Jamaika, dan Belize.

Tidak hanya terumbu, spesies yang hidup di terumbu karang juga terkena dampak penurunan. Ikan-ikan yang sensitif dengan suhu juga mengalami penurunan sehingga spesies yang lebih tangguh menjadi dominan.


Masa Depan Terumbu Karang di Bumi yang Panas

John Bruno, ahli ekologi kelautan di University of North Carolina serta kontributor dalam studi tersebut mengatakan kesehatan terumbu karang global terus menurun.

Laut terus kehilangan karang dari sebagian besar terumbu dunia sejak data untuk penelitian ini berakhir. Gelombang panas laut meningkat pesat menyebabkan peristiwa pembersihan terumbu karang makin parah, termasuk di beberapa tempat paling terisolasi dan murni di dunia.

Beberapa tahun terakhir, terumbu Karibia telah dihancurkan oleh badai dan penyakit baru yang keduanya terkait dengan pemanasan laut.

Lautan dunia menyerap lebih dari 90% panas yang terperangkap oleh gas rumah kaca. Suhu air rata-rata terus meningkat seiring memanasnya planet ini.

"Terus terang, gambaran global untuk terumbu karang cukup suram," kata Bruno.

Penulis: Anastasia Merlinda

Sarjana UGM Jadi Pemulung

Sosok Sarjana Hukum UGM yang Putuskan Jadi Pemulung Sampah Organik

Liputan6.com 2021-09-21 21:01:08
Tak Hanya Sampah Plastik, Sampah Organik di Rumah Pun Perlu Diolah dengan Baik (dok. Instagram @sustaination/ https://www.instagram.com/p/CD3CudBg0sB/?igshid=1sld0vj13vcln/ Brigitta)

Nama Marina Tri Muliawati saat ini sedang ramai dibicarakan. Sarjana Hukum lulusan UGM (Universitas Gadjah Mada) Jogja ini memilih untuk menjadi pemulung sampah-sampah organik. Hal itu diketahui dari sejumlah unggahan di akun Instagram dan TokTok miliknya.

Usai lulus pada tahun lalu, ia lebih menyukai pekerjaan sebagai pemulung sampah dibanding kerja kantoran. Diketahui dari unggahan video di akun TikTok @pemulungorganik miliknya, ia menjelaskan alasannya menjadi seorang pemulung.

Menurut dia, kebanyakan orang memilih untuk bekerja di kantor dan tidak ada yang mau mengurus masalah sampah yang sudah semakin banyak. Marina mengaku tak tertarik untuk bekerja di bidang yang sejalan dengan studi yang telah diambil.

Ia mengatakan bahwa lulusan Hukum di UGM sudah banyak sekali. Dia ingin memberikan mereka kesempatan untuk bekerja di bidang hukum, tapi tidak untuk dirinya.

Ia juga tak mau bekerja sebagai pegawai di bawah pimpinan orang lain, sehingga memilih untuk membangun usaha sendiri. Marina diketahui mengembangkan bisnis maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF).

Maggot BSF adalah larva dari jenis lalat besar hitam yang penampakannya seperti tawon. Marina rupanya memiliki ide mengolah sampah ini sejak kecil.

Rumahnya tidak jauh dari pasar, berjarak berkisar 100 meter. Ketika hujan, banyak dari sampah-sampah itu yang kemudian tidak terolah dengan baik sehingga menimbulkan bau tak sedap hingga ke rumahnya. Ia pun mencari tahu bagaimana menghilangkan atau setidaknya mengurangi bau sampah tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Potensi Bisnis Larva

Pada awalnya, Marina seorang diri menjalankan bisnis ini. Kini, ia bersama suaminya, Ahimsa Bagas, bekerja sama menggarap usaha tersebut.

Harga larva terbilang cukup mahal. Di area Jawa Tengah, harga jual maggot di kisaran Rp8 ribu sampai Rp10 ribu, bergantung ukurannya. Semakin kecil, harga jualnya juga semakin mahal. Selain itu, larva kering per kilogram mencapai harga jual hingga Rp100 ribu.

Orang-orang terdekatnya sempat mempertanyakan tentang bisnis larvanya, dan menyarankan untuk beternak hewan lain. Namun, pada akhirnya keluarga mendukung setelah keduanya menjelaskan potensi bisnis larva.

Menurut keduanya, bisnis ini memiliki peluang ekspor yang masih sangat besar. Modal yang sangat minim dan tingkat kerugian yang nyaris tidak ada, menjadi sebagian faktor keduanya menekuni usaha tersebut.

Bisnis maggot ini, menurut Marina juga mendukung usaha ternak karena menghemat pengeluaran untuk pakan hingga 60 persen. Lewat akun TikToknya, Marina kerap berbagi ilmu budi daya larva BSF. Salah satunya dengan rutin berkeliling pasar mencari sampah organik. Pada beberapa videonya, ditampilkan beragam sayuran, buah-buahan, maupun makanan yang sudah busuk atau mau dibuang.


Tujuan Mulia

Sampah organik yang didapat dari pasar itu kemudian oleh Marina dan suaminya dihancurkan menggunakan penggiling daging. Hasilnya, gilingan sampah organik itu digunakan untuk memberi makan larva BSF.

Namun, bukan hanya karena uang, ada tujuan mulia dibalik pilihan Marina dan suaminya mengolah sampah organik "Bismillah diniatin untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih," ungkapnya.

Unggahan tersebut menuai banyak reaksi dari warganet. Sebagian besar memuji kegigihan gadis cantik tersebut. "Yah memang gitulah tamatan Kuliah yg bagus, menciptakan Model lapangan sendiri.... bukan jadi Budak Corporat," komentar seorang warganet.

"Semangat terus,ciptakan lapangan kerja,terus bermanfaat tuk raih keberkahan,aamiin," timpal warganet lainnya. Salah satu video yang diunggah Marina pada Agustus lalu sempat viral dan sudah dilihat lebih dari 951 ribu kali dan disukai lebih dari 36 ribu kali.


Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi

 

Heboh Kerajaan Angling Dharma

Heboh Ada Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang Banten

Liputan6.com 2021-09-22 10:17:43
Aki Jamil, ajudan sang raja di Kerajaan Angling Dharma. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Seorang pria mengaku di Kampung Salangari, RT 02 RW 01, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengaku raja di Kerajaan Angling Dharma.

Pria bergelar Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus, diklaim sudah membangun puluhan rumah tidak layak huni (RTLH) dan pondok pesantren.

"Pembangunan bedah rumah sudah sejak 2017, kurang lebih hampir 35 rumah yang sudah di bangun. Simbol Angling Dharma, pernah ada kerjaan raja adil dan bijak sana. Bukan hanya pembangunan saja tapi ada juga sosial seperti santuan yatim dan janda," kata Aki Jamil, ajudan sang raja, Rabu (22/9/2021).

Aki Jamil mengaku, sang Baginda Raja keturunan Sultan Maulana Hasanudin Banten, sudah aktif membangun pondok pesantren sejak 1993.

"Baginda itu hanya memberikan fasilitas saja. Karena, nanti juga ada yang mengelolanya. Sudah ada empat pondok pesantren yang dibangun," kata Aki Jamil.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Urunan Murid Dermawan

Anggaran yang digunakan untuk berbagai kegiatan sosial hingga pembangunan pesantren di akuinya berasal dari para muridnya yang sangat dermawan.

Aki Jamil juga bercerita bahwa sang Baginda Sultan dulunya seorang santri yang sangat patuh terhadap para gurunya.

"Ngebangun rumah bukan karena banyak harta. Karena muridnya baginda banyak jadi terkoneksi, ada harta dari muridnya. Kalau udah butuh mah ada baginda itu selalu ada," kata Aki Jamil.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Misteri Sindrom Havana

Petugas CIA Menderita Gejala Sindrom Misterius Havana dalam Perjalanan di India

Liputan6.com 2021-09-22 15:25:22
Lantai lobi Kantor CIA di Langley, Virginia, Amerika Serikat (Newyorker.com)

Seorang perwira intelijen AS menderita gejala sindrom Havana saat berpergian di India dengan direktur CIA, William Burns. Saat ini korban sedang dalam proses penanganan gejala oleh petugas.

Badan-badan pertahanan dan intelijen telah meningkatkan penyelidikan tentang peningkatkan jumlah insiden, terkait personel yang menderita gejala konsisten sindrom misterius tersebut.

Sindrom Havana adalah penyakit misterius yang pertama kali dilaporkan pada karyawan kedutaan AS di Kuba, tahun 2016.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (22/9/2021), saat ini ada 200 kasus yang sedang diselidiki, setengahnya melibatkan personel intelijen. Saat ini CIA menolak untuk mengomentari kasus yang ada.

Sejak menjadi direktur, Burns telah melipatgandakan jumlah staf medis yang mempelajari insiden terkait dengan sindrom Havana dan bertemu dengan staf agensi yang melaporkan kasus.

Pada awal September, wakil presiden Kamala Harris harus menunda perjalanannya dari Singapura ke Vietnam akibat beberapa staf AS di Hanoi mengalami gejala sindrom Havana dan dua diplomat memerlukan evakuasi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Gejala yang Dialami Sindrom Havana

Giordano, profesor neurologi dan biokimia di Georgetown University and executive director of the Institute for Biodefense Research, Washington mengatakan petugas intelijen telah melaporkan gejala yang konsisten dengan sindrom tersebut, meliputi :

  • Kehilangan keseimbangan
  • Pusing
  • Sakit kepala

Giordano mengatakan, kemungkinan kasus sindrom Havana masih terus bermunculan di AS maupun di luar negeri, termasuk dua insiden yang belum di konfirmasi.

Penulis : Alicia Salsabila


Infografis Ayo Jaga Diri dan Kelola Stres Saat Pandemi Covid-19

 

Danau Pembunuh

Kolam Gaet'ale, Perairan Paling Asin di Bumi yang Dijuluki Danau Pembunuh

Liputan6.com 2021-09-22 18:35:25
Kolam Gaet'ale (Sumber: A. Savin/Wikimedia Commons)

Terletak di dekat kawah Dallol di Depresi Danakil Ethiopia, itulah lokasi Kolam Gaet'ale, kolam kecil air dengan salinitas 43%, menjadikannya perairan paling asin di Bumi.

Laut Mati, Danau Hipersalin paling terkenal di dunia memiliki salinitas 33,7%, sedangkan lautan di dunia memiliki salinitas rata-rata 3,5%.

Air di kolam kecil ini terlalu jenuh dengan garam besi, sehingga terasa berminyak di tangan, seperti minyak. Penduduk setempat di bagian Etiopia ini terkadang menyebutnya "danau berminyak", karena airnya yang terasa berminyak.

Namun, beberapa menyebutnya killer lake (danau pembunuh), karena gas beracun yang dipancarkan melalui permukaan air, dan bangkai burung dan serangga yang diawetkan dengan sempurna di pantainya memperingatkan bahaya terlalu dekat dengan air, seperti dikutip dari Oddity Central, Rabu (22/09/2021).

Meskipun Depresi Danakil, depresi geologi yang dihasilkan dari perbedaan tiga lempeng tektonik di Tanduk Afrika, unik di Ethiopia. Oleh karena itu, merupakan daya tarik wisata geologi yang populer, para ahli memperingatkan bahwa wisatawan harus berhati-hati di sekitar Gaet'ale dan kolam asin di dekatnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tidak Disarankan Mendekati Kolam

Tingkat gas beracun, kemungkinan besar CO2 yang dihasilkan secara vulkanik, terkadang cukup tinggi untuk membunuh manusia dewasa, terutama di dekat permukaan, di mana gas cenderung menumpuk.

Para ilmuwan melakukan penelitian kepada puluhan bangkai burung di Gaet'ale sebagai peringatan bagi siapa saja yang ingin mendekat. Lalu, burung-burung mungkin telah meminum air yang sangat asin, kemungkinan besar CO2 yang membunuh mereka.

Air yang sangat asin itulah yang mengawetkan tubuh mereka, bertindak sebagai air asin dan secara efektif mengasinkan mereka. Beberapa burung tampaknya telah mati cukup lama, karena tubuh mereka sebagian terbungkus garam.

Tidak ada yang tahu persis berapa umur Gaet'ale, tetapi menurut citra satelit Landsat yang diambil pada 6 Februari 2003, dia ada dalam bentuk setengah lingkaran yang hampir sama. Namun, gempa bumi tahun 2005 yang mengaktifkan kembali mata air vulkanik yang terus menerus memberinya air yang sangat asin.

Mencapai suhu sekitar 50-55 derajat Celcius, air Kolam Gaet'ale mungkin tampak mengundang, tetapi sebenarnya sangat asam, dengan pH 3,5 hingga 4, dan dapat membuat para perenang yang tidak mengerti kepanasan.

Mendekati permukaan danau juga tidak disarankan bagi wisatawan, karena kerak asin yang terus menerus terbentuk di sekitarnya mungkin jenuh air asin dan sangat lemah, dan mungkin tidak menopang berat badan seseorang.

Reporter: Cindy Damara

Borong Tiket Pesawat untuk Anjing

Demi Hewan Peliharaan, Wanita Ini Borong Penerbangan Kelas Bisnis untuk Liburan

Liputan6.com 2021-09-22 13:25:54
Wanita borong penerbangan kelas bisnis demi anjing. (Sumber: ANI & Artturi Jalli/Unsplash)

Jika dipikir-pikir, bepergian dengan pesawat saja sudah mahal terutama selama masa-masa sulit seperti di era pandemi ini. Namun, bagi para pecinta hewan terutama anjing, pernahkah terbesit di benak kalian untuk memesan seluruh kabin kelas bisnis yang hanya dipesan untukmu dan anjing peliharaanmu demi liburan nyaman?

Bagi kebanyakan orang bahkan tidak memiliki kapasitas untuk berpikir tentang bepergian di kelas bisnis. Apalagi jika harus memesan semuanya. Namun, hal itu nampaknya tak berpengaruh pada anjing kecil ini. Seekor anjing lucu ini beruntung dalam menjalani kehidupannya.

Dilansir Liputan6.com dari World of Buzz pada Rabu (22/9/2021), pemilik anjing itu bersikeras untuk memanjakan anjingnya dengan memesan seluruh kabin kelas bisnis untuk perjalanan mereka.

Pada tanggal 15 September, seorang wanita dari Mumbai ingin pergi ke Chennai dengan pembantunya dan anjingnya. Oleh karena itu, dia memesan tiket untuk semua kabin kelas bisnis yang berjumlah 12 kursi pada penerbangan tersebut.


Habiskan 48 Juta untuk Dua Jam

12 kursi kelas bisnis tersebut untuk dua wanita dan seekor anjing peliharaan. Anjing jenis Maltese berwarna putih itu bernama Bela. Ia memang sangat dimanja oleh sang pemilik. Menurut ANI, bahwa satu kursi kelas bisnis untuk penerbangan itu berharga sekitar 20.000 rupee atau sekitar Rp3,8 juta.

Jadi wanita itu menghabiskan uang sejumlah 250.000 rupee atau sekitar Rp48,3 juta untuk penerbangan dua jam dengan pesawat Air India.

Menurut Air India, maksimal dua hewan peliharaan diperbolehkan per penerbangan dan penumpang yang menemani hewan peliharaan tersebut akan duduk di baris terakhir dari kelas kabin yang dipesan. Wah, tentu penerbangan mereka sangat nyaman ya!

Drama Pacaran Beda Usia 42 Tahun

Drama Percintaan Perempuan Berusia 19 Tahun yang Jalin Kasih dengan Pria 61 Tahun

Liputan6.com 2021-09-22 13:02:00
Ilustrasi pernikahan (Dok.Unsplash/ Jeremy Wong Weddings)

Kisah cinta beda usia kembali dan menyedot perhatian publik. Perbedaan usia 42 tahun tak mengandaskan cinta mereka, bahkan hubungan mereka berlanjut ke pernikahan, walau sebelumnya orangtua pengantin perempuan melaporkan soal itu ke polisi.

Perempuan bernama Audrey Cheyenne-Smiley Moon berusia 19 tahun pertama bertemu dengan suaminya yang berusia 61 tahun di situs kencan pada Januari 2020. Meskipun perbedaan usia 42 tahun di antara mereka, dia sudah tertarik dengan biografinya yang mengatakan bahwa dia juga seorang veteran yang pernah bekerja untuk polisi militer, seperti melansir dari Metro, Selasa, 21 September 2021.

Dalam beberapa bulan mengobrol secara online, mereka resmi menjadi pasangan dan keduanya mengatakan 'Aku mencintaimu'. Pada Juli 2020, mereka akhirnya bertemu secara langsung dan membagikan ciuman pertama mereka.

"Saya senang dan gugup melihatnya. Dia masih berbicara tentang hari dia menatap saya dengan penuh gairah. Kami berdua benar-benar setuju bahwa cinta pada pandangan pertama," ujar Audrey.

Baik Audrey maupun Kevin, dari Modesto, California, belum pernah menjalin hubungan dengan perbedaan usia yang begitu jauh sebelumnya. Namun, mereka percaya hal itu tak masalah karena memiliki banyak kesamaan dan hubungan yang mendalam.

"Apa yang membuat hubungan kami begitu hebat dan sempurna bagi kami adalah cinta kami yang terus tumbuh satu sama lain," Audrey berkata.

Sebelum bertemu Audrey, Kevin telah menikah selama 19 tahun dan memiliki dua anak, berusia 16 dan 23 tahun. Anak-anaknya mendukung hubungan itu dan senang melihat betapa bahagianya pasangan itu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rahasiakan Hubungan

Karena Kevin lebih tua dari kedua orangtua Audrey, yang berusia 38 dan 43 tahun, dia awalnya merahasiakan hubungan mereka dari keluarganya. Namun, mereka akhirnya membuat keputusan untuk memberi tahu mereka pada Agustus 2020 lalu.

Keluarga Audrey sempat memusuhi Kevin karena memberi tahu hubungan itu hanya dengan mengirim pesan singkat. Keluarga Audrey kesal dan membawa polisi yang menunggu di rumahnya.

"Awalnya menakutkan, tetapi Kevin siap untuk membela apa yang dia yakini dan sekarang setelah mengenalnya, keluarga saya benar-benar menyukainya," ujar Audrey. Kevin membuktikan bahwa ia benar-benar mencintai Audrey dengan cara menikahinya.


Hubungan Jarak Jauh

Mereka menikah pada Agustus 2021 di sebuah kapel kecil di Nevada. Sekarang, mereka merencanakan masa depan mereka bersama. Kevin berencana tinggal di rumah dengan dengan mengurus kedua anaknya.

Namun, saat ini Audrey bekerja di luar negeri, di Timur Tengah. Mereka berencana untuk tinggal bersama setelah Kevin pensiun tahun depan.

Audrey mengatakan hubungan jarak jauh mereka berkembang dengan komunikasi yang konstan. Ia juga sama jatuh cintanya dengan Kevin seperti saat mereka bertemu.

"Saya suka betapa bersemangat dan sabarnya dia. Dia juga orang yang sangat memberi perhatian dan sangat baik. Dia memiliki jiwa yang murni dan penuh kasih," puji Audrey.


Infografis 5 Tips Tetap Sehat di Masa Pandemi Covid-19

 

Ultah Terindah Eva Celia

Eva Celia Menangis Bahagia Terima Lamaran Kekasih di Hari Ulang Tahunnya

Liputan6.com 2021-09-21 23:25:12
Eva Celia (Foto: Instagram/@sophia_latjuba88)

Eva Celia, putri pasangan Sophia Latjuba dan Indra Lesmana, tengah berbahagia merayakan hari ulang tahunnya ke-29 pada Selasa (21/9/2021).

Sang ayah, Indra Lesmana, mengunggah foto-foto kebersamaannya dengan Eva Celia sebagai hadiah ultah pada putrinya di akun Instagram pribadinya.

Kebahagiaan Eva Celia bertambah saat sang kekasih, Demas Narawangsa, melamarnya pada hari kelahirannya itu.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Perayaan Ultah

Dalam sebuah video, yang diunggah di Instagram Sophia Latjuba, tampak beberapa orang merayakan ulang tahun Eva. Di sana juga hadir sang kekasih, Demas.

Tiba-tiba, Demas berlutut di hadapan Eva Celia lalu memperlihatkan cincin yang akan diberikan kepada sang kekasih.


Menangis

Eva Celia tak bisa berkata-kata melihat pinangan sang kekasih. Ia pun menangis terharu.

Ketika Demas melamarnya, Eva Celia pun hanya bisa berujar, "Yes yes." Ia pun langsung memeluk Demas.


Bahagia

Melihat sang anak menerima pinangan sang kekasih, Sophia Latjuba pun ikut bahagia.

"She said YES!!!!" tulis Sophia Latjuba.


Pamer Cincin

Dalam unggahan berikutnya, tampak Eva Celia memamerkan cincin pemberian sang kekasih. Demas pun memeluk Eva Celia.

Hiu Berwajah Babi

Hiu Berwajah Babi Ditemukan di Laut Mediterania, Asli?

Liputan6.com 2021-09-21 19:40:47
Ikan Hiu Bersudut Kasar (Wikipedia Commons)

Hiu ini di dalam air tampak seperti hiu lainnya, pemburu abu-abu yang cepat dengan sirip punggung curam menyembul dari punggungnya. Tetapi jika diperhatikan baik-baik, wajah hiu ini terlihat mirip dengan wajah babi.

Ini adalah hiu angular roughshark (Oxynotus centrina), dikenal di beberapa pelabuhan sebagai "ikan babi".

Dilansir Live Science, Selasa (21/9/21), temuan hiu jenis itu baru-baru ini dipublikasikan perwira angkatan laut di Elba via Facebook. Ia mengunggah gambar keanehan hiu berkepala pesek itu dan memicu kehebohan.

Julukan ikan babi tidak dapat diragukan lagi. Jika kepala hiu yang rata, mata lebar dan moncong merah muda yang tumpul tidak cukup dipercaya, Yuri Tiberto dari Elba Aquarium di Italia mengatakan kepada Tosca Media News bahwa ikan ini biasa disebut "ikan babi" karena ketika keluar dari air, ia mengeluarkan semacam dengkuran.

Menurut halaman Facebook Pulai Elba, perwira angkatan laut itu menemukan hiu jenis tersebut mengembang mati di air sebelum mereka menyeretnya ke dermaga.

Hiu berlimpah di laut Mediterania, di mana sirip punggung berduri dan tubuh yang relatif besar membuat mereka rentang terhadap operasi penangkapan ikan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Laut Mediterania Terus Menemukan Hiu Aneh

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu angular roughshark masuk daftar merah spesies terancam. Populasi hiu itu telah menurun selama beberapa dekade, dan spesies ini dianggap rentan (slot yang lebih aman daripada "terancam punah" pada skala daftar merah.

Hiu hidup di seluruh Samudra Atlantik Timur, dari Norwegia hingga Afrika Selatan. Mereka telah terlihat antara 60 sampai 670 meter di bawah permukaan laut, dan biasanya tumbuh panjang sekitar 1 meter, menurut IUCN.

Laut Mediterania terus menemukan hiu aneh. Pada Juli 2019, para nelayan di Mediterania menangkap hiu yang tampaknya lahir tanpa kulit atau gigi. Hebatnya, hiu itu hidup sampai 3 tahun sebelum mati di jaring nelayan.

Penulis : Alicia Salsabila


INFOGRAFIS: Deretan Kandidat Obat Covid-19

 

Roti Ini Eksis Sejak 6.000 Tahun Lalu

Sejarah Roti Sourdough yang Diyakini Berusia 6 Ribu Tahun

Liputan6.com 2021-09-22 07:03:00
Ilustrasi roti sourdough. (dok. Unsplash.com/@vickyng)

Tak melulu sebagai santapan baik saat sarapan atau di waktu luang, roti ada beraneka ragam dan memiliki cerita di baliknya. Sebut saja roti sourdough yang punya sejarah panjang.

Dilansir dari CNN, Senin, 20 September 2021, tukang roti Eric Pallant awalnya tidak mengembangkan minat pada roti dan asal-usulnya. Namun semuanya berubah karena sebuah pertemuan kebetulan hampir tiga dekade silam di sebuah piknik.

Pallant menulis sebuah buku bertajuk "Sourdough Culture: A History of Bread Making From Ancient to Modern Bakers". Buku yang dirilis pada 14 September 2021 ini merinci pencariannya untuk menemukan asal-usul sourdough.

Sembari menikmati sepotong roti kering ketika piknik di Cambridge Springs, Pennsylvania, Pallant berkomentar tentang rasanya yang kuat dan teksturnya yang lembut. Seorang tukang roti menawarinya sebagian roti sourdough sehingga dia bisa membuat kembali roti beraroma tajam itu di rumah.

Pria yang juga profesor ilmu lingkungan dan keberlanjutan di Allegheny College di Meadville, Pennsylvania ini menghabiskan puluhan tahun mengembangkan kembali roti tersebut. Ia menyebut, roti sourdough dibuat dari kombinasi tepung dan air.

Seiring waktu, spesies ragi yang berbeda akan mulai tumbuh di ekosistem dan menciptakan kantong-kantong kecil gas yang memungkinkan adonan roti mengembang. Dengan perawatan yang tepat, roti dapat bertahan selama beberapa generasi.

Pallant menelusuri asal usul roti ini setidaknya ada 125 tahun lalu. Didorong rasa ingin tahu, ia memulai penyelidikan mengenai sejarah roti sourdough dan bagaimana hal itu memengaruhi budaya makanan selama ribuan tahun.

Hal ini tidak didokumentasikan dengan baik ketika orang pertama membuat roti ini, namun sejarawan percaya itu ditemukan sekitar 6.000 tahun yang lalu, kata Pallant. "Tidak ada catatan tertulis pada saat roti dibuat dan ditemukan, jadi yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah berspekulasi," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Peran Penting Ragi

Pallant menyebut, flatbreads dibuat mulai sekitar 10.000 tahun yang lalu, tetapi butuh waktu lebih lama bagi manusia untuk menemukan cara membuat adonan mengembang. Selama ribuan tahun, orang tidak tahu bagaimana atau mengapa tepung dan air menggelembung dan kemudian naik saat dipanggang.

Sebagian besar menuliskannya sebagai fenomena magis atau religius. Baru pada pertengahan 1800-an ahli kimia dan mikrobiologi Prancis Louis Pasteur menemukan proses fermentasi, yakni komponen penting dari roti sourdough.

Mikroorganisme seperti spesies ragi dan bakteri Lactobacillus memakan karbohidrat dalam tepung, yang menyebabkan fermentasi. Bakteri tersebut menciptakan asam laktat, yang, ketika menyangkut penghuni pertama, menghasilkan rasa tajam pada roti kuno.

Seiring waktu, orang mulai membudidayakan satu spesies ragi secara komersial, kata Pallant. Spesies bernama Saccharomyces cerevisiae itu sangat kuat sehingga dapat membuat adonan roti mengembang dalam hitungan jam, dibandingkan dengan adonan sourdough tradisional, yang membutuhkan waktu beberapa hari.

Menurut Pallant, sementara roti sourdough tradisional mungkin memiliki lusinan spesies ragi liar, bersama dengan bakteri asam laktat, roti komersial dibuat hanya dari satu ragi. "Roti sourdough memiliki banyak rasa yang rumit dan kompleks sedangkan roti yang dibuat hanya dengan satu spesies ragi dan tanpa bakteri akan menjadi sangat sederhana," tuturnya.


Cerita Masa Lalu

Dikatakan Pallant beberapa roti pertama dibuat di Timur Tengah. Ketika orang-orang beremigrasi ke Eropa dan daerah lain di dunia, mereka membawa keterampilan membuat roti bersama mereka.

Prancis memainkan peran penting dalam evolusi roti, dan Prancis dikenal sebagai orang yang meluangkan waktu untuk membuat sesuatu, jelasnya. "Dalam beberapa hal, tidak ada budaya di dunia yang memuja roti seperti orang Prancis," kata Pallant.

Ketika Prancis menjajah bagian Amerika, pembuat roti terus membuat roti kering, kata Pallant. Ada dokumentasi pembuat roti penghuni pertama Prancis di Kanada, sebagian Amerika Serikat, dan Meksiko, kata Pallant.

"Mereka juga membawa beberapa starter penghuni pertama ke San Francisco Gold Rush tahun 1849, jadi pasti ada rute dari Prancis ke Meksiko ke California," jelasnya. Inggris juga membawa praktik pembuatan roti mereka ke Amerika Utara, tetapi mereka mengomersialkannya karena lebih efisien dan menguntungkan, tambah Pallant.


Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner