Volume 99

Misteri Sekilo Paku dalam Perut

Berhenti Minum Miras, Perut Pria Ini Malah Dipenuhi 1 Kg Paku

Liputan6.com 2021-10-03 14:03:04
ilustrasi perut sakit/freepik

Dokter di Rumah Sakit Universitas Klaipeda, Lituania, Polandia, dibuat terkejut karena menemukan 1 kg benda logam, mulai dari paku hingga sekrup dari perut seorang pria.

Kisahnya bermula ketika seorang pria yang tak disebutkan namanya dibawa dengan ambulans ke rumah sakit tersebut setelah mengalami sakit perut yang hebat.

Nyatanya, pria itu mengalami sakit perut yang teramat sangat usai nekat menelan benda logam setelah berhenti minum minuman keras atau miras.

Setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan rontgen sinar-x, nyatanya dokter harus segera melakukan tindakan operasi pada perut pria itu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Logam berukuran bervariasi

Usai berhasil menjalani operasi, dokter menemukan benda berbahaya seperti paku dan sekrup dalam perut pria itu dengan ukuran bervariasi hingga ukuran yang terbesar mencapai panjang 10 cm.


Tengah dalam pemulihan

Ahli bedah Sarunas Dailidenas yang merupakan bagian dari tim yang melakukan operasi mengatakan bahwa kasus yang tengah ditangani ini sangat unik dan kemungkinan terbesar dalam sejarah Lituania.

"Selama operasi yang berlangsung tiga jam dengan kontrol sinar-X, semua benda asing bahkan yang terkecil di perut pasien dikeluarkan," ucap Dailidenas, seperti melansir dari World of Buzz, Minggu (3/10/2021).

Setelah menjalani operasi, pria itu kini dalam kondisi stabil dan dalam pemulihan di rumah sakit.

Papua, Surga Kecil Jatuh ke Bumi

Jokowi: Tanah Papua, Surga Kecil Jatuh ke Bumi

Liputan6.com 2021-10-03 09:24:43
Presiden Joko Widodo tersenyum saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten J

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui bahwa Papua adalah kepingan surga yang jatuh ke bumi. Melalui akun Instagram pribadinya, Jokowi mengungkap hal tersebut.

"Tanah Papua, Surga Kecil Jatuh ke Bumi," tulis Jokowi seperti dikutip Liputan6.com, Minggu (3/10/2021).

Bukan tanpa sebab, kekaguman Jokowi terlontar usai membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Menurut dia, pembukaan berlangsung semalam sungguh luar biasa.

"Lagu Tanah Papua yang dibawakan oleh Edo Kondologit, Michael Jakarimilena, dan Nowela Elizabeth Auparay benar-benar menjadi gambaran Papua yang sebenarnya," puji Jokowi.


Pembukaan PON XX Papua

Diketahui, PON XX Papua 2021 resmi dibuka semalam, Sabtu 2 September 2021. Pembukaan dengan diawali pertunjukan seni yang sungguh menghibur dan menggetarkan oleh para seniman dan penyanyi Papua.

Pesona Kevin Sanjaya

Fakta Menarik Kevin Sanjaya, Pebulu Tangkis yang Memiliki Banyak Penggemar

Liputan6.com 2021-10-03 08:00:16
Memiliki paras tampan, tak heran pria kelahiran Banyuwangi ini sering didapuk jadi model di sejumlah pemotretan. Meski dikenal sebagai atlet, gaya Kevin Sanjaya saat jalani pemotretan tak kal

Kevin Sanjaya Sukamuljo adalah salah satu pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia bersama Marcus Fernaldi Gideon. Pria kelahiran 2 Agustus ini berhasil meraih berbagai prestasi bergengsi dan mendapatkan medali, seperti di Bulu tangkis ganda putra di Pesta Olahraga Asia 2018, Bulu tangkis ganda putra Asian Games 2018.

Nama Kevin Sanjaya sebenarnya sudah sering diperbincangkan sejak masih bersaing di level Junior U19. Salah satu prestasi nya pada saat itu adalah menjadi finalis World Junior Championship 2013 ganda campuran bersama Masita Mahmudin.

Selain dikenal sebagai pemain bulu tangkis Indonesia, ternyata atlet klub PB Djarum itu memiliki beberapa fakta menarik. Berikut fakta-fakta menarik Kevin Sanjaya yang dikutip dari berbagai sumber:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


1. Sempat Bermain Ganda Campuran

Sebelum bermain di ganda putra, pemain bulu tangkis yang memiliki julukan tangan petir itu pernah bermain di ganda campuran. Kevin juga sempat mengalami pergantian pasangan antara lain, Greysia Polii, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Della Destiara Haris, dan Masita Mahmudin.

Ketika bermain bersama Greysia Polii, mereka mampu mengalahkan ganda campuran peringkat satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei pada 2014 lalu. Kemenangan ini membuat nama Kevin Sanjaya yang sebelumnya dianggap merupakan pemain lapis kedua langsung dikenal oleh publik.


2. Memiliki Target Olimpiade Tokyo

Mendapatkan medali di Olimpiade Tokyo adalah target tertinggi dalam dunia bulu tangkis. Olimpiade ini menjadi sangat bergengsi karena digelar empat tahun sekali dan hanya pemain peringkat atas yang dapat mengikutinya.

Targetnya pun tercapai untuk bermain di Olimpiade Tokyo 2020, namun sayangnya The Minions gagal saat melawan wakil dari Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.


3. Dicurangi Wasit

Saat kejuaraan Asia di tahun 2013 lalu, Kevin mengalami kejadian yang tidak menyenangkan pada saat bermain di laga semifinal perorangan ganda putra, bersama pasangannya Arya Maulana. Ketika itu Kevin/Arya sedang melawan wakil Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen, sempat dicurangi wasit yang memimpin pertandingan. Terdapat empat kali servis mereka dinyatakan fault.

Pelatih Tiongkok juga mengatakan bahwa ada kesalahan wasit, sehingga Kevin/Arya harus mengakui kekalahan di pertandingan tersebut.


4. Pemecah Rekor Poin BWF

The Minions adalah julukan bagi pasangan ganda putra Kevin/Marcus, mereka berhasil memecahkan rekor utama pada 2017 hingga saat ini. Pada 2017, Kevin/Marcus berhasil meraih tujuh gelar juara superseries. Kemudian di tahun berikutnya The Minions sukses meraih delapan gelar BWF World Tour dan membawa pulang satu medali emas Asian Games 2018.

Pencapaian itu membuat mereka berada di peringkat satu dunia ganda putra. Kevin/Marcus berhasil memecahkan rekor sebagai ganda putra pertama yang berhasil mengumpulkan poin di atas 100.000 dalam sejarah BWF.


5. Memiliki Banyak Penggemar

Kevin Sanjaya dikenal tidak hanya sebatas prestasinya di lapangan, namun ia mampu memikat publik dengan wajahnya yang dianggap tampan.Saat ini Kevin Sanjaya digandrungi banyak penggemar, terutama para wanita, termasuk salah satu atlet putri Tiongkok, Wang Xinyuan. Pada saat Perhelatan kejuaraan Asia 2013, banyak yang ingin berfoto dengannya, termasuk Wang Xinyuan.

Selain Wang Xinyuan, empat pebulu tangkis cantik ini ternyata juga penggemar berat Kevin Sanjaya, di antaranya, Ng Weng Chi, Gronya Somerville, Gabrielle Adcock dan Ratchanok Intanon.

Penulis: Vania Dinda Marella


Infografis Prestasi Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF

 

1 Pohon Durian = Rp 80 Juta

Cerita Petani Durian Peroleh Rp80 Juta dari 1 Pohon Usai Terapkan Teknik Top Working

Liputan6.com 2021-10-03 07:00:06
Durian Canee di Desa Limbangan, Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Berbagai cara dilakukan petani durian untuk meningkatkan produktivitas tanamannya. Tentu, ujung-ujungnya, untung menjadi tujuan utama.

Salah satunya petani durian di Banjarnegara, Jawa Tengah. Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Tani Bakti, di Dukuh Siweru, Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh mulai mengembangkan teknik top working. Sistem ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman durian.

Secara singkat, teknik top working adalah menyambung atau okulasi sedling (batang bawah tanaman-red) dengan entres baru dari bibit yang lebih bagus kualitasnnya. Dengan begitu, pohon durian yang ada tidak perlu ditebang untuk digantikan dengan pohon baru.

Triyono, salah satu petani durian menceritakan awalnya banyak pohon durian yang tidak berbuah bagus di kebunnya. Produksinya sedikit, kecil dan harga jual murah. Kemudian dia mulai beriniasi menggunakan sistem top working sebagai upaya perbaikan kualitas tanaman durian.

Dia menjelaskan, top working intinya adalah menyambungkan batang bawah dengan batang atas dengan cara okulasi atau peremajaan tanaman tanpa harus menebang pohon, sehingga tidak memerlukan bibit baru.

"Dengan sistem top working ini satu pohon durian bisa berbuah dengan beberapa varietas berbeda. Bahkan satu pohon bisa menghasilkan 20 jenis buah durian," ucap dia, melalui keterangannya, Sabtu (2/10/2021).

Dia mengklaim, sejak menggunakan teknik top working yang dimulai sekitar lima tahun yang lalu berdampak pesat terhadap sisi produktivitas buah durian serta penghasilan yang didapatkan.

"Dulu satu pohon kalau dijual dapat empat sampai lima juta rupiah. Tetapi sejak menggunakan top working, saat ini satu pohon bisa berbuah lebih banyak dan menghasilkan sekitar Rp80 juta rupiah," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sertifikasi Kebun

Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) kementerian Pertanian RI, Sudi Mardianto saat berkunjung ke Banjarnegara berkesempatan melihat langsung lokasi tanaman durian yang menggunakan sistem top working.

Dia menilai keahlian memadukan berbagai jenis durian dalam satu pohon merupakan sebuah terobosan. Menurutnya hal ini layak diapresiasi karena pemerintah pusat sangat mendukung inisiatif masyarakat dalam pengembangan komoditas pertanian.

"Apa yang kami lihat di sini akan kita sampaikan ke Direktorat Jenderal teknis terkait di Kementan RI. Semoga ada tindak lanjut untuk mendukung budi daya durian di tempat ini," ungkapnya.

Di samping itu Sudi menyampaikan, keberagaman tanaman akan memiliki nilai tambah. Tetapi sertifikasi kebun juga penting bila akan memperluas pasar hingga ekspor ke luar negeri.

Diharapkan dengan sertifikasi kebun akan terwujud penataan kebun yang baik serta jaminan kualitas yang dihasilkan dari tempat itu bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara, Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengatakan, durian adalah komoditas unggulan di Sigaluh. Inovasi percepatan produksi dan mutu tanaman.durian dengan cara top working ini bisa menjadi model percontohan. Hal tersebut menurutnya juga bisa mendukung terwujudnya agroeduwisata di Kabupaten Banjarnegara.

"Sebuah harapan besar tersaji disini, tentang bagaimana mengelola potensi lokal yang ada dan menjadikan Kecamatan Sigaluh sebagai pintu masuk Banjarnegara sebelah timur menarik untuk dikunjungi," katanya.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Termahal, Jam Rolex Rp 243,2 M

Potret Penampakan Jam Tangan Termahal di Dunia, Harganya Rp 243,2 Miliar

Liputan6.com 2021-10-02 21:00:04
Rolex Cosmograph 'Paul Newman' Daytona Ref 6239 menjadi jam tangan termahal di dunia yang harganya mencapai USD USD 17 juta atau setara Rp 243,2 miliar (dok: @niccoloy)

Jam tangan Rolex sejak dilelang sebesar USD 17 juta (Rp 243,2 miliar) pada 2017 sempat menghilang dari pandangan publik. Kini, arloji tersebut muncul lagi di Academy Museum of Motion Pictures yang baru di Los Angeles, California.

Model dan desainnya yang klasik sempat tidak menarik perhatian publik ketika dirilis pada 1960-an, hingga akhirnya barang ini menjadi ikonik setelah dimiliki oleh Newman. Kini, pameran di museum tersebut akan dibuka minggu ini pada 30 September 2021, kemarin.

Barang mahal ini, Rolex Cosmograph 'Paul Newman' Daytona Ref 6239 pernah menjadi milik Paul Newman, salah satu aktor AS yang menjalankan hobinya dengan mengoleksi arloji mahal. Istrinya, Joanne memberikan hadiah tersebut sebagai bentuk apresiasi pada suaminya.

Sebagai salah satu barang kebangaan di museum, arloji ini menjadi salah satu sponsor untuk memberikan fasilitas pengaturan barang langka yang dipajang di museum agar dapat menarik perhatian para penggemar untuk datang melihat.

Melansir dari Hypebeast dan Robb Report, Jumat (2/10/2021), selain memiliki nilai sejarah, pembuat jam mahal ini juga meluncurkan Galeri Rolex untuk memberikan pengalaman yang berbeda dimensi.

Hal ini bertujuan untuk mendedikasikan perjalanan panjang sang arloji dengan mengusung tema 'Stories of Cinema'.

Nantinya, pameran khusus Rolex akan menggunakan instalasi khusus yang mengungkapkan berbagai aspek dari pembuatan film, termasuk teknologi, seniman/aktris, sejarah, dan dampak sosial.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hilangnya Keberadaan Arloji

Awalnya, setelah pelelangan yang dilakukan di Philips New York pada 2017, jam tangan tersebut langsung hilang dari pandangan publik. Tidak banyak yang mengetahui keberadaan barang tersebut, hingga muncul spekulasi bahwa terjadi pelelangan lagi yang dilakukan secara online.

Asumsi-asumsi yang muncul adalah perusahaan Rolex kembali membeli jam tangan tersebut.

Ketika pengumuman pameran Rolex muncul setelah empat tahun hilang dari pandangan publik, antusias tersebut disambut positif dan meriah di kalangan penggemar barang-barang antik dan Rolex.

Museum yang berbasis di Los Angeles, California menarik perhatian beberapa orang sehingga membuat beberapa perusahaan menawarkan saham kepemilikan fraksional dalam USD 100 ribu (Rp1,43 miliar) Patek Philippe.

Renzo Piano sebagai salah satu arsitektur terkenal yang ikut terlibat dalam merancang gedung museum mencakup luas gedung sebesar 50 ribu kaki persegi, desain dua teater, dan studio pendidikan berusaha dikemas secara epik untuk memuaskan mata para pengunjung nantinya.

Reporter: Caroline Saskia

Sungai Cisadane Semerah Darah

Viral Pencemaran Limbah di Sungai Cisadane Tangsel, Aliran Air Seperti Darah

Liputan6.com 2021-10-03 11:51:47
Tangkapan layar video viral pencemaran Sungai Cisadane di Tangsel. (Istimewa)

Sebuah video yang memperlihatkan pencemaran limbah di SungaiCisadane di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) viral di media sosial. Limbah berwarna merah seperti darah itu mengalir di sungai.

Video pencemaran limbah itu diduga direkam oleh warga yang tengah memancing di pinggir Sungai Cisadane kawasan Tangsel.

Mereka terkejut melihat cairan berwarna merah darah keluar dari saluran pembuangan salah satu pabrik di bantaran sungai tersebut.

"Pencemaran Kali Cisadane, tolong pemerintah setempat diperhatikan. Ini ya dari pabrik pengolahan plastik membuang limbah berwarna merah kaya begini nih," ungkap warga sembari merekam limbah tersebut seperti dikutip Liputan6.com, Minggu (3/10/2021).

Warga yang semula ingin memancing, langsung mengurungkan niatnya dan memilih merekam pencemaran limbah tersebut. Diduga, pencemaran Sungai Cisadane ini terjadi di Kecamatan Serpong.


Pemkot Tangsel Turun ke Lapangan

Kadis Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Toto Sudarto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, petugas gabungan tengah berada di lokasi sejak awal info pencemaran tersebut didapatkan.

"Petugas gabungan sudah di lapangan, mengecek langsung kebenarannya seperti apa," katanya.

Lumpur Pewarna Batik

Batik Ramah Lingkungan Dengan Pewarna Lumpur Bikin Takjub Gus Yasin

Liputan6.com 2021-10-03 14:00:06
Perajin batik sedang menyelesaikan proses pembuatan batik tulis di Sanggar Batik Kembang Mayang, Larangan, Tangerang, Banten, Minggu (19/7/2020). Rata-rata, lama pembuatan untuk selembar bati

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengaku tertarik dengan batik yang menggunakan pewarna alami berupa lumpur karena mempunyai ciri khas, sedangkan limbah produksinya tidak mencemari lingkungan.

Ketertarikan tersebut terlihat saat Gus Yasin, sapaan akrab Wagub Jateng itu, berkunjung ke Batik Widji Astuti untuk melihat langsung produksi batik ramah lingkungan di Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (2/10/2021).

"Pewarna alam dari lumpur ini, Bu Widji terinspirasi dari orangtuanya. Jadi katanya dulu, setiap orang tuanya pulang dari sawah, celananya selalu ada sisa lumpur dan 'ngecap'. Akhirnya dia ambil (idenya) dan dikemas. (Ini) aman dan ramah lingkungan, saya beli satu tadi," katanya.

Gus Yasin mengimbau perajin batik yang belum memiliki sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) segera membuatnya.

Ia juga melarang mereka membuang limbah batik di sungai, khususnya yang menggunakan pewarna sintetis.

"Untuk perajin batik lainnya, untuk (yang menggunakan, red.) pewarna alam tidak masalah, tapi kalau yang menggunakan pewarna sintetis tidak boleh dibuang di sungai, harus ada IPAL-nya," ujarnya.


Batik dan IPAL

Widji Astuti mengaku senang dikunjungi langsung oleh orang nomor dua di Jawa Tengah itu.

Ia mengatakan kunjungan tersebut memberikan dorongan semangat untuk berkarya lebih besar lagi.

"Saya senang, dan tidak menyangka bisa dikunjungi oleh Pak Taj Yasin. Ini menjadikan semangat bagi saya untuk terus maju," katanya.

Gus Yasin mengimbau perajin batik yang belum memiliki sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) segera membuatnya.

Ia juga melarang mereka membuang limbah batik di sungai, khususnya yang menggunakan pewarna sintetis.

"Untuk perajin batik lainnya, untuk (yang menggunakan, red.) pewarna alam tidak masalah, tapi kalau yang menggunakan pewarna sintetis tidak boleh dibuang di sungai, harus ada IPAL-nya," ujarnya.

Widji Astuti mengaku senang dikunjungi langsung oleh orang nomor dua di Jawa Tengah itu.

Ia mengatakan kunjungan tersebut memberikan dorongan semangat untuk berkarya lebih besar lagi.

"Saya senang, dan tidak menyangka bisa dikunjungi oleh Pak Taj Yasin. Ini menjadikan semangat bagi saya untuk terus maju," katanya.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Usia 8 Tahun Jadi Astronom

Nicole Oliveira Jadi Astronom Termuda di Dunia

Liputan6.com 2021-10-03 08:00:26
Berusia 8 tahun, Nicole Oliveira Jadi Astronom Termuda di Dunia. (Doc: Jarbas Oliveira/AFP)

Nicole Oliveira, gadis cilik berusia 8 tahun ini baru saja mencatatkan sejarah sebagai astronom termuda di dunia.

Di usianya yang muda ini, gadis asal Brasil ini giat berburu asteroid di angkasa sebagai bagian dari program afiliasi dengan NASA.

Adapun Nicole mengambil bagian dalam proyek yang bernama Asteroid Hunters. Nicolinha--nama akrabnya--telah menemukan 18 asteroid, sebagaimana dilansir AFP, Minggu (3/10/2021).

Selain mencari asteroid, Nicole juga menghadiri berbagai seminar internasional dan bertemu dengan tokoh di bidang luar angkasa dan sains terkemuka.

"Saya akan memberi mereka nama-nama ilmuwan Brasil, atau anggota keluarga saya, seperti ibu atau ayah saya," kata gadis lincah.

Jika temuannya disertifikasi--memakan waktu beberapa tahun, Nicole akan menjadi orang termuda di dunia yang secara resmi menemukan asteroid, memecahkan rekor Luigi Sannino (Italia, 18 tahun).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sudah Ada Minat Dari Kecil

Ilustrasi luar angkasa. (dok. Pixabay.com/Free-Photos)

"Ketika berusia dua tahun, dia mengangkat tangannya ke langit dan bertanya kepada saya, 'Bu, beri saya bintang,'" kata ibunya, Zilma Janaca, 43, yang bekerja di industri kerajinan.

"Kami mengerti hasrat untuk astronomi ini serius ketika dia meminta kami untuk sebuah teleskop sebagai hadiah ulang tahun saat usianya empat tahun. Saya tidak benar-benar tahu apa itu teleskop," tambah Janaca.

Soal ambisi, Nicolinha ingin menjadi insinyur aerospace. "Saya ingin membuat roket. Saya ingin pergi ke Kennedy Space Centre di NASA di Florida untuk melihat roket mereka," katanya.


Asteroid Hunters

ilustrasi luar angkasa Image by CharlVera from Pixabay

Disebutkan, program ini bertujuan untuk memperkenalkan kaum muda pada sains dengan memberi kesempatan membuat penemuan luar angkasa mereka sendiri.

Asteroid Hunters sendiri dijalankan oleh International Astronomical Search Collaboration, berafiliasi dengan NASA, dan bermitra dengan kementerian sains Brasil.

(Ysl/Isk)

RS di Afghanistan Kolaps

Dilanda Konflik, Lebih dari 2.000 Fasilitas Kesehatan di Afghanistan Ditutup

Liputan6.com 2021-10-02 09:00:51
Petugas kesehatan mengenakan alat pelindung menunggu untuk memeriksa penumpang selama penyaringan pelancong dari China, di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan (3/2/2020). J

Sistem kesehatan Afghanistan berada di ambang kehancuran, seorang pejabat tinggi Palang Merah memperingatkan pada Kamis (30/9). Ia mengatakan lebih dari 2.000 fasilitas kesehatan telah ditutup di seluruh negara yang dilanda konflik itu.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat (1/10/2021), Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) memperingatkan bahwa kurangnya dana telah mendorong sistem kesehatan Afghanistan ke ambang kehancuran.

"Orang-orang mungkin setuju untuk bekerja tanpa gaji selama beberapa minggu lagi," Alexander Matheou, direktur Asia Pasifik IFRC, mengatakan pada konferensi pers di Kabul.

"Tapi begitu obat-obatan benar-benar habis, jika Anda tidak bisa menyalakan lampu, jika Anda tidak punya apa-apa untuk ditawarkan kepada seseorang yang datang ke klinik Anda, maka mereka akan menutup pintunya."

Akibat perang yang berlangsung selama hampir empat dekade, ekonomi Afghanistan telah terhenti sejak pengambilalihan Taliban bulan lalu, di tengah sanksi dan penghentian bantuan asing.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dampak Perang

Berbagai insiden perang telah sangat merugikan sektor kesehatan, yang terutama dijalankan oleh LSM dengan dana internal sebelum Taliban berkuasa.

"Lebih dari 2.000 fasilitas kesehatan telah ditutup," kata Matheou kepada AFP di akhir kunjungan empat hari ke Afghanistan.

Lebih dari 20.000 petugas kesehatan di negara itu tidak lagi bekerja, atau bekerja tanpa dibayar, katanya. Sementara, lebih dari 7.000 di antaranya adalah perempuan.

Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan pekan lalu bahwa kurang dari seperlima fasilitas kesehatan negara itu tetap berfungsi penuh, dengan dua pertiga di antaranya telah kehabisan obat-obatan esensial.

Hal ini bisa berdampak buruk, termasuk untuk respon terhadap pandemi COVID-19.

Di negara di mana hanya sekitar 1 persen orang yang telah menerima vaksin, lebih dari 1 juta dosis sedang menunggu untuk didistribusikan.

Sumber Air Jakarta Bermasalah

Journal: Jakarta Krisis Sumber Air Bersih, Tantangan Besar PAM Jaya

Liputan6.com 2021-10-04 00:00:30
Banner: Sumber Air Tanah Jakarta Bermasalah (Liputan6.com/Trie Yasni)

Fitra Iskandar (43) sudah lebih dari 30 tahun menggunakan layanan perpipaan PAM Jaya. Warga Kelurahan Kepala Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu mengaku tak punya pilihan lain dalam akses layanan air bersih.

Pasalnya, kualitas air tanah di wilayah tersebut buruk. Menurut Fitra, pada akhir 1980-an saja, air tanah sudah terasa asin, kendati kala itu masih bisa dipakai untuk cuci piring dan baju. "Semakin ke sini, rasa air tanahnya semakin asin, baru akhirnya ditinggalkan warga dan sepenuhnya pakai PAM," ucap Fitra kepada Liputan6.com.

Air PAM biasa dia pakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi. Untuk minum, Fitra memilih menggunakan air kemasan galon, sedangkan air PAM yang ingin digunakan untuk masak atau minum, biasanya ia endapkan dulu di ember sebelum dimasak. Layanan air PAM di tempat tinggal Fitra juga nyaris tidak pernah mati dan semburan airnya cukup besar.

Dua minggu lalu air yang keluar sangat kotor, tapi itu terjadi hanya sehari, setelah itu layanan normal kembali. "Tagihan rata-rata Rp200 ribu sebulan, itu pemakaian lima orang di rumah. Ya masih wajar lah harga segitu," katanya.

Setali tiga uang, Thomas (32) setiap bulannya mesti merogoh kocek Rp100 ribu-120 ribu untuk membayar tagihan air PAM (Perusahaan Air Minum). Warga Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ini cukup puas dengan pelayanan dan kualitas air yang diperolehnya.

Air tersebut bisa ia gunakan untuk keperluan sehari-hari. Jumlah tagihan sebesar itu menurutnya masih wajar dengan pemakaian air sehari-hari untuk dua orang.

Sebelumnya Thomas pernah menggunakan air tanah, tapi dia mengaku memilih memakai air PAM, karena lebih bagus. "Airnya (PAM) kencang, terus bagus juga. Sehari-hari ya bisa dipakai mandi. Minum juga bisa tapi pakai penyaring air dulu," kata Thomas kepada Liputan6.com.

Fitra dan Thomas termasuk warga Jakarta Utara yang beruntung dapat memperoleh akses pelayanan perpipaan dari PAM Jaya. Dalam peta cakupan layanan jaringan perpipaan PAM Jaya, dari lima kota administrasi di DKI Jakarta, sejumlah area di Jakarta Utara dan Barat merupakan zona merah. Artinya, area itu belum memiliki akses perpipaan.

Sumber air dan cakupan layanan PAM Jaya (PAM Jaya)

Warna biru dalam peta cakupan layanan PAM berarti jaringan perpipaan sudah masuk di wilayah tersebut. Adapun warna hijau dalam peta itu artinya wilayah tersebut belum ada jaringan perpipaan, tapi kondisi air tanahnya masih bagus.

Belum 100 Persen

Lalu, bagaimana nasib wilayah yang belum dijangkau atau terlayani PAM, sedangkan kualitas air tanah di daerah tersebut tergolong buruk?

Kenapa juga PAM belum mampu memaksimalkan layanan air bersih, baik secara kualitas maupun kuantitas hingga 100 persen? Padahal, eksploitasi air tanah sudah harus dikurangi agar penurunan muka tanah di Jakarta tidak semakin parah.

Terdapat berbagai faktor kenapa wilayah tersebut tidak mempunyai akses perpipaan. Pihak PAM Jaya menyebut, ketiadaan sumber alternatif air baku menjadi penyebabnya. "Sampai dengan saat ini kami prioritas bagaimana melayani daerah-daerah yang berwarna merah tersebut," ujar Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Herwono kepada Liputan6.com.

Sampai tahun 2020, cakupan layanan sumber air di DKI Jakarta baru mencapai 65 persen. Sedangkan jumlah pelanggan PAM Jaya hingga Juni 2021 sekitar 907 ribu orang. PAM sendiri menargetkan layanan mencapai 100 persen pada 2030. Air perpipaan yang mengalir ke Jakarta diketahui kurang lebih 20.725 liter per detik.

Untuk mencapai cakupan layanan 100 persen, masih kurang sekitar 13.000 liter air per detik. Namun, pria yang akrab disapa Bambang ini menyebut, pada 2024 akan ada tambahan volume air sekitar 7.200 liter per detik dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian dan Jatiluhur.

Sementara di Kepulauan Seribu, yang tidak ada sumber air permukaan, PAM Jaya pada 2019 membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) SWRO atau Sea Water Reverse Osmosis, di mana air bakunya berasal dari laut. Terdapat sembilan dari 11 pulau berpenghuni di Kepulauan Seribu yang dilayani PAM melalui IPA SWRO atau secara cakupan mencapai 77 persen. Tapi, Bambang mengakui, biaya produksi SWRO jauh lebih mahal ketimbang menggunakan air permukaan.


Kualitas Buruk Air Baku Sungai Jakarta

Pemprov DKI Jakarta dalam RAPBD tahun 2021-2022, mengusulkan adanya Peraturan Gubernur nomor 57 tahun 2021, yang mana pergub tersebut mengajukan dana subsidi sebesar Rp33,58 triliun pada APBD perubahan 2021 dan APBD 2022. Subsidi diberikan sebagai bentuk upaya Pemprov DKI Jakarta untuk kesetaraan pelayanan air bersih warga Ibu Kota.

PAM Jaya sendiri membutuhkan dana sebesar Rp30,1 triliun untuk memenuhi cakupan layanan sumber air bagi masyarakat Provinsi DKI Jakarta sampai 100 persen. Anggaran tersebut diperlukan untuk proses konstruksi beberapa inisiatif pemenuhan layanan sumber air hingga tahun 2030.

Biaya yang besar tersebut dibutuhkan untuk pembangunan jaringan distribusi dan transmisi. Alokasi dananya sendiri yang pertama untuk inisiatif regional yang terdiri atas proyek SPAM Karian (hulu), Jatiluhur (hulu-hilir) dengan keperluan anggaran Rp13,6 triliun.

Lalu, yang kedua yakni proyek SPAM Karian hilir yang memakan anggaran sampai Rp6,8 triliun. Dan ketiga adalah Buaran III, uprating Buaran, Ciliwung, Pesanggrahan, SPAM Komunal, dan untuk new improvement dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp9,7 triliun.

Dana yang dibutuhkan PAM Jaya untuk memenuhi kebutuhan 100 persen air bersih warga DKI Jakarta pada 2030 (PAM Jaya)

Pemprov DKI Jakarta dalam RAPBD 2021-2022 telah mengusulkan Pergub No. 57/2021, yang mengajukan dana subsidi dengan nilai Rp33,58 triliun pada APBD Perubahan 2021 dan APBD 2022. Pengajuan subsidi itu merupakan upaya merealisasikan kesetaraan pelayanan air bersih di DKI Jakarta.

Sampai sekarang, sumber air dan cakupan layanan perpipaan di DKI Jakarta masih begitu tergantung pada air baku yang berasal dari luar area. Sebanyak 81 persen layanan air baku minum perpipaan di DKI Jakarta berasal dari Waduk Jatiluhur atau setara 16.800 liter per detik, sedangkan enam persen diambil dari sungai yang ada di Jakarta.

Kendati terdapat 13 sungai yang melewati wilayah Ibu Kota, ditambah ada 108 embung, situ, dan waduk di DKI Jakarta, faktanya hanya enam persen air baku yang bisa dimanfaatkan untuk pelayanan air minum warga Jakarta. Enam persen air baku yang berasal dari sungai di Jakarta yakni sekitar 1.200 liter air per detik, di mana Kali Krukut menyumbang 400 liter air per detik dan Banjir Kanal Barat sebesar 800 liter per detik. Untuk mengolah air baku yang berasal dari sungai di Jakarta, kata Bambang, diperlukan treatment lanjutan, karena kualitasnya yang di bawah standar. Proses pengolahannya pun ditambahkan teknologi yang lengkap sehingga biayanya menjadi lebih mahal.

Bambang menerangkan, kondisi yang ada sekarang mesti dimanfaatkan hingga menyentuh standar cakupan layanan minimal sebanyak 80 persen. Sebab, berdasarkan regulasi yang berlaku, apabila belum 80 persen, semua keuntungan PAM harus dipakai demi mencapai standar tersebut.

Masih ada 35 persen celah yang belum terpenuhi dalam cakupan layanan PAM Jaya untuk mencapai 100 persen. PAM perlu menciptakan pasokan air sebanyak 11.150 liter per detik serta non-revenue water (NRW) yang hanya sampai 18 persen. Non Revenue Water (NRW) atau ATR (Air Tak Berekening) merupakan perbedaan jumlah air yang masuk ke sistem distribusi dengan air yang tercetak di rekening. NRW adalah jumlah dari air yang dikonsumsi tak berekening (unbilled consumption) dan kehilangan air (water losses).

Rintangan dan Hambatan

Bambang mengatakan, ada tantangan dan rintangan dalam upaya PAM mencapai target 100 persen cakupan layanan sumber air bagi masyarakat Provinsi DKI Jakarta. Salah satu rintangannya yakni sengketa lahan.

Menurut Bambang, ada warga yang punya KTP DKI dan berhak memperoleh air bersih, tapi tinggal di daerah lahan yang menjadi sengketa. Sebelumnya, PAM tidak bisa melayani warga-warga seperti itu. Namun, kini bisa dengan Sambungan Langsung Khusus (SLK), agar warga yang menempati daerah yan status kepemilikan lahannya tidak jelas, tetap memperoleh air bersih.

Yang kedua adalah resources yang terbatas, dalam hal ini adalah air baku. Di Kepulauan Seribu, tidak memungkinkan lagi kita terus-menerus melakukan ekstraksi Air Tanah Dalam, sehingga dibuat SWRO supaya warga di sana mendapatkan air berkualitas. Area-area yang berwarna merah di peta cakupan layanan PAM DKI Jakarta, dilayani dengan cara atau model melalui kios-kios air.

Kemudian, ketiga ada keterjangkauan. Dalam beberapa hal, SWRO memiliki harga pokok produksi lebih tinggi, dibanding tarif yang diberlakukan kepada warga yang memperoleh airnya. PAM memastikan keterjangkauan, tapi tetap melihat operasionalnya yang harus full cost recovery. Ini yang kemudian memunculkan subsidi tarif, merujuk kepada Permendagri 70/2016; Permendagri 21/2020.


Pencemaran Sumber Air

Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan, Nirwono Joga, mengatakan Jakarta sebenarnya tidak kekurangan stok air. Justru DKI memiliki banyak sumber air. Masalahnya, sumber air tersebut tercemar dan tidak pernah dioptimalkan.

"Ada beberapa sumber air yang kalau dari awal direncanakan dengan baik, justru kita mempunyai potensi air yang berlebih. Air permukaan ada 13 sungai. Kalau kita jamin airnya bersih, tidak ada sampah dan limbah, berarti air itu kan siap pakai. Jumlah 13 sungai itu lebih dari cukup kalau kita gunakan sebaik-baiknya," kata Nirwono kepada Liputan6.com.

Jakarta juga memiliki 109 situ, danau, embung dan waduk. Belum lagi ditambah perencanaan pembangunan 20 waduk baru sampai 2030. Artinya, kata Nirwono, kalau semua waduk itu dioptimalkan terutama ketika musim hujan untuk menampung air yang banyak dan bebas dari sampah serta limbah, maka ini juga menjadi potensi air yang bisa digunakan.

"Selain itu, di utara Jakarta ada laut yang begitu luas. Air sungai yang terbuang atau mengalir ke laut, itu masih bisa potensinya untuk ditampung dan digunakan sebagai air bersih. Ini yang tidak dilakukan."

"Potensi air semua itu selama ini jadi tempat pembuangan sampah dan limbah yang mengakibatkan air tidak siap digunakan. Kalau pun diolah butuh kerja keras. Ini yang membuat seolah-olah Jakarta kekurangan air," ucap dia.

Dosen Universitas Trisakti itu mengakui, kualitas sumber air Jakarta untuk menyuplai ke PAM Jaya memang di bawah standar. Tapi, itu terjadi karena kesalahan manusia, bukan alamnya.

"Harusnya di sungai itu kan tidak ada pemukiman, sehingga kita bisa menjamin bahwa air sungai yang mengalir tadi bebas dari sampah dan limbah rumah tangga. Begitu juga dengan situ, embung dan waduk, kita membayangkan itu di sekitarnya taman, bukan pemukiman, sehingga dapat dijamin air hujan yang ditampung itu bebas dari sampah dan limbah."

Pencemaran sungai, kata Nirwono, berasal dari bangunan yang ada di tepi sungai. Mulai dari pemukiman sampai industri rumah tangga.

"Kalau itu ditertibkan, otomatis kan sumber utama pencemarannya bisa dihentikan. Selama kita masih memperlakukan air permukaan sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah, maka sampai kapan pun sumber air yang ada di Jakarta tidak bisa digunakan PAM."

"Jadi di sini bagaimana tanggung jawab pemprov DKI menjamin kualitas air permukaan itu layak digunakan PAM," ucap dia.

Nirwono menjelaskan, kunci pengadaan air bersih di Jakarta ada tiga, yakni kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Secara kuantitas, Jakarta seharusnya tak kekurangan karena memiliki banyak sumber air.

Sementara secara kualitas, Jakarta harusnya memiliki kualitas air yang bagus. Namun, karena sumbernya tercemar, maka kualitasnya berada di bawah standar. "Kalau secara kontinuitas, sepanjang tahun ini kan hujan terus. Artinya pasokan air memadai, sayangnya tidak dikelola dengan baik," ucap pria lulusan Royal Melbourne Institute of Technology tersebut.

Infografis: Sumber Air Jakarta Bermasalah (Liputan6.com / Triyasni)


Tarif Air PAM, Mahal atau Murah?

Tarif air perpipaan di Jakarta paling rendah berada pada titik Rp 1.050 per meter kubik (1 meter kubik = 1.000 liter), sedangkan tertinggi mencapai Rp14.650 per meter kubik. Tarif rata-ratanya sendiri berada di sekitar angka Rp7.900.

Hal itu berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 91 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Gubernur Nomor 11 Tahun 2007 tentang Penyesuaian Tarif Otomatis (PTO) Air Minum Semester 1, Tahun 2007.

Menurut Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, pihaknya telah menyesuaikan tarif pelanggan bagi keperluan rumah tangga, sosial, hingga industri. Sementara untuk di luar Jakarta, ia mengakui daerah lain ada yang tarifnya lebih tinggi dan lebih rendah.

"Jadi harus punya benchmark-lah. Karena model tarif kita kan memang subdisi ya, internal subsidi. Ada yang tinggi untuk komersial industri, dan yang rendah untuk sosial itu Rp1.050," ungkap Bambang.

Tempat-tempat yang digunakan untuk kegiatan sosial seperti panti asuhan, panti jompo, rumah ibadah, serta fasilitas publik, tarif yang dikenakan oleh PAM sebesar Rp 1.050 per meter kubik. Sementara untuk kategori rumah tangga kelas bawah dan yang selevel, tarifnya Rp3.550 per meter kubik, tapi apabila pemakaian air mencapai 20 meter kubik atau lebih, tarifnya menjadi Rp5.500 per meter kubik.

Adapun untuk kategori rumah tangga menengah dan selevelnya, tarif yang dikenakan senilai Rp4.900 per meter kubik, namun jika pemakaian air mencapai 20 meter kubik atau lebih, tarifnya menjadi Rp7.450 per meter kubik.

Untuk kategori rumah tangga menengah atas dan selevelnya seperti aparteman menengah atas, perkantoran, restoran, rumah sakit swasta, dan industri kecil dikenai tarif air PAM sebesar Rp6.825 per meter kubik, tapi tarif menjadi Rp 9.800 apabila pemakaian mencapai 20 meter kubik atau lebih.

Kemudian untuk kategori pelanggan seperti hotel berbintang, salon kecantikan, kafe, bank, pabrik, hingga apartemen mewah dan kondominium wajib membayar tarif air senilai Rp12.550 per meter kubik. Tarif tertinggi yakni sebesar Rp14.650 per meter kubik dikenakan untuk Pelabuhan Tanjung Priok.

Petugas sedang menarik pipa ilegal yang digunakan warga untuk menyedot air Pam Jaya, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (22/5/2014) (Liputan6.com/Johan Tallo).

Dengan tarif sebesar itu, menurut Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, seharusnya kualitas air yang didapat sudah sangat bersih dan siap minum. Seperti di Singapura, air layanan perpipaannya sudah bisa langsung diminum oleh pelanggan.

Seperti dilansir situs pemerintahan Singapura pub.gov.sg, tarif air bersih siap minum yang harus dibayarkan penduduk Singapura sebesar 1,21 dolar Singapura per meter kubik ditambah pajak 50 persen dan waterborne fee 0,92 dolar Singapura. Jadi, total dibayar sebesar 2,74 dolar Singapura per meter kubik atau setara Rp28.905 per meter kubik. Tapi, bila pemakaian air melebihi 40 meter kubik, maka tarif menjadi 3,69 dolar Singapura per meter kubik atau sekitar Rp38.927.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikumpulkan, pada 2020, tarif air bersih di Malaysia yang dikenakan kepada pelanggan yakni sebesar 1,38 ringgit per meter kubik air atau setara Rp4.716 per meter kubik. Lebih murah dibandingkan Indonesia, yang tarif rata-ratanya mencapai Rp7.900.

Belajar dari Singapura

Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan, Nirwono Joga berharap, Jakarta bisa belajar dari Singapura. Dengan bentuk pulau dan sumber air yang terbatas, Singapura berhasil mandiri secara kebutuhan air. Kuncinya adalah Negeri Singa mampu melakukan pengelolaan air secara berkelanjutan.

"Di Singapura, air selokan bisa ditampung kemudian diolah dengan teknologi terbaru dan diproduksi sebagai air botolan, langsung diminum. Ini menunjukkan bahwa air itu sebenarnya bisa diolah, bisa digunakan, bahkan bisa diminum untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Menurut dia, kalau Singapura bisa, maka Jakarta juga harusnya bisa. Sayangnya, Jakarta punya tidak agenda besarnya.

"Kapan warga Jakarta bisa minum dari keran seperti di Singapura. Kalau mau jalan pintas, kan bisa langsung kerjasama dengan Singapura, kita adopsinya teknologinya. Sayangnya, selama 20 tahun ini saya tidak melihat ada rencana induk atau semacam masterplan-nya," ucap dia.

"Kalau kita lihat dari komitmen gubernurnya, paling tidak dari tahun 2000-an zaman Pak Gubernur Sutiyoso sampai sekarang, tidak ada satu pun gubernur yang berani menyatakan pada tahun sekian di Jakarta akan tersedia air bersih untuk warga ibukota, bisa minum dari keran seperti di Singapura," dia memungkas.


INFOGRAFIS