Volume 107

Penampakan Ojol di Google Street View

6 Potret Ojol di Google Street View yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

Liputan6.com 2021-10-12 15:08:12
6 Potret Driver Ojek Online 'Ngebug' di Google Street View Ini Absurd (sumber: Twitter/txtdarigajelas)

Media sosial menjadi sarana warganet untuk menumpahkan kreativitas atau sekedar mencari konten lucu. Salah satunya adalah kumpulan potret driver ojol yang bisa bikin bulu kuduk merinding.

Foto-foto nyeleneh tersebut berasal dari Google Street View. Biasanya, Google Street View akan merekam potret jalanan dengan membidik gambar dari sisi 360 derajat. Namun pengambilan gambar dilakukan beberapa kali, jika objeknya bergerak maka hasilnya pun tidak sempurna.

Mulai dari driver ojek online terlihat tanpa kepala hingga tanpa kaki, menjadi bukti nyelenehnya potret nge-bug di Google Street View. Saking nyelenehnya, potret driver ojol ngebug ini disebarluaskan ke media sosial sehingga viral. Banyak warganet hanya bisa tepuk jidat melihat potretnya.

Penasaran kan dengan potret driver ojek online ngebug di Google Street View? Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, potret driver ojek online ngebug di Google Street View yang absurd, Senin (11/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


1. Lah, driver ojek onlinenya malah kagenbunshin no jutsunya Naruto.

 


2. Gara-gara ngebug, malah kayak bonceng tiga nih.

 


3. Cuma ada motornya aja, driver ojolnya pergi entah kemana.

 


4. Driver ojek online tanpa kaki nih guys.

 


5. Astaga, kepalanya malah hilang entah kemana. Serem kan?

 


6. Nah, kalau ini customer yang tunggu pesanan ojol dengan kaki yang ngebug.

 


Infografis Bali Siap Sambut Kedatangan Kembali Wisatawan Mancanegara

 

Istri Terakhir Bung Karno

Mengenal Heldy Djafar, Pelabuhan Cinta Terakhir Sukarno

Liputan6.com 2021-10-12 14:02:21
Heldy Djafar, istri ke-9 Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno. (Twitter @TheArieAir)

Heldy Djafar, istri ke-9 Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno meninggal dunia pada Senin 11 Oktober 2021.

Kabar wafatnya Heldy Djafar pertama kali disampaikan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo melalui akun Twitter resminya @KRMTRoySuryo2.

"Innalillahi wa innaillaihi rojiun ...Telah wafat Istri ke-9 Bung Karno hari ini, Heldy Djafar (Lahir 11 Juni 1947) dalam Usia 74th. Mungkin tdk banyak yg tahu bahwa Proklamator / Presiden RI pertama kita tsb memiliki 9 Istri yg syah. Belum lagi yg "terlupakan" Sejarah. JAS MERAH," tulis Roy dalam akunya tersebut.

Heldy meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker stadium empat yang diidapnya dan gagal ginjal. Sebelumnya, Heldy menjalani perawatan di RSCM Jakarta Pusat.

Diketahui dari catatan Liputan6.com, Heldy Djafar merupakan istri terakhir Sukarno. Keduanya menikah pada 1966 silam.

Kala itu, Sukarno yang berusia 66 tahun, menikahi Heldy di usia 18 tahun. Usia pernikahan mereka cukup muda, kurang lebih hanya 2 tahun.

Berikut mengenal Heldy Djafar, istri ke-9 Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno dihimpun Liputan6.com:


1. Profil Singkat

Dikutip Liputan6.com dari berbagai sumber, Heldy Djafar lahir pada 11 Juni 1947 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Provinsi Borneo (Kalimantan Timur).

Heldy Djafar lahir dari pasangan H Djafar dan Hj Hamiah. Ia merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara.

Sebagai putri dari pasangan yang sudah berhaji, Heldy lekat dengan kehidupan agama. Ia bahkah telah mengkhatamkan atau menamatkan membaca Alquran sejak kecil.

Erham, kakak kandung Heldy yang paling tua menyebut, orangtua mereka cukup terpandang di daerahnya.

Rumah orangtua Heldy adalah rumah panggung. Bangunannya memanjang ke samping mencapai 30 meter dan memanjang ke belakang 40 meter.

Rumah orangtua Heldy terbuat dari kayu pilihan dengan plafon rumah setinggi empat meter dan memiliki jendela yang berukuran panjang ke bawah dengan kisi-kisi kayu, lalu berlapis kaca pada bagian luarnya.

Jumlah jendelanya pun cukup banyak. Di atas pintu masuk depan rumah tertulis tahun dibangunnya rumah tersebut yaitu 1938.


2. Sempat Ingin Bertemu Presiden hingga Akhirnya Hijrah ke Jakarta

Pada saat penumpang mobil menyebarkan selebaran berisi pengumuman bahwa akan ada pidato Presiden Sukarno di Samarinda, kakak kandung Heldy, Yus, ikut memungut lembaran kertas itu sambil berdiri di balik pagar rumahnya, Jalan Mangkurawang.

Heldy pun merengek ingin bertemu Presiden, namun ditolak.

Waktu terus berjalan. Heldy beranjak menjadi remaja yang menarik perhatian rekan-rekannya. Ketika itu ia masih duduk di bangku SMP yang letaknya di Gunung Pedidi, Jalan Rondong, Demang Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Saat ia duduk di bangku SMP kelas tiga, Heldy pindah sekolah ke sebuah SMP di Samarinda. Kepindahan Heldy dilakukan karena adanya nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda.

Akibatnya, H Djafar, ayah Heldy untuk sementara waktu beristirahat dari pekerjaannya di Oost Borneo Maatschapppij.

Setelah tamat dari SMP, Heldy hijrah ke Jakarta menyusul kakaknya untuk mencari ilmu. Cita-cita Heldy kecil ingin menjadi seorang desainer interior.

Kendati jarak antara Samarinda-Jakarta lumayan jauh, namun Heldy tak pernah surut untuk melangkahkan kakinya meraih asa.

Dari Samarinda, ia menumpang kapal menuju Balikpapan. Selanjutnya ia naik kapal laut Naira dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, menuju ke Surabaya ditemani kakaknya, Milot (jamilah) dan Idzhar iparnya.

Selanjutnya dari Surabaya mereka menumpang kereta api menuju Jakarta dan berhenti di Stasiun Gambir. Saat kakinya kali pertama menyentuh Jakarta, Heldy merasa bangga.

Apalagi pada 1963, jalan Ibu Kota sudah beraspal, jembatan Semanggi yang lebar dan membentuk lengkungan menarik, rumah dan gedung terbuat dari beton dan rimbunnya dedaunan pohon-pohon besar di tepi jalan.

Di kota metropolitan, Heldy tinggal di rumah kakaknya, Erham yang ada di Jalan Ciawi III nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Erham sendiri bekerja di sebuah perusahaan bank dan sudah memiliki tiga orang anak. Sementara Yus, kakak Heldy, saat itu masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia memilih tinggal di asrama Kalimantan, Jalan Cimahi 16, Menteng, Jakarta Pusat.

Heldy kemudian menimba ilmu di Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dia belajar ilmu memasak dan mengurus rumah tangga.


3. Bertemu dengan Sang Pujaan Hati

Memiliki paras cantik membuat Heldy Djafar cepat populer. Fotonya yang memakai busana khas Tenggarong lengkap dengan sanggul cepol di atas dan tusuk kembang goyang pernah menghiasi sampul majalah Pantjawarna.

Pada 1964, kakak Heldy, Yus dipercaya oleh protokol kepresidenan untuk menyiapkan barisan Bhinneka Tunggal Ika ke Istana Negara dalam rangka penyambutan tim Piala Thomas.

Heldy terpilih sebagai bagian dari barisan tersebut sebagai wakil dari Kalimantan. Begitu juga sepupu dan keponakannya.

Saat itu, Presiden Sukarno menaiki anak tangga Istana melalui barisan Bhineka Tunggal Ika yang sudah rapi berbaris dan berdiri di setiap anak tangga.

Bung Karno menaiki anak tangga satu persatu sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Tepat saat mendekati barisan di belakang Heldy, ia menyapa dengan caranya yang khas.

Selanjutnya, pertemuan antara Heldy dengan Bung Karno terjadi ketika kepala sekolahnya mengajak murid-muridnya, termasuk Heldy ke Istana Bogor untuk masuk ke dalam barisan Bhineka Tunggal Ika. Mereka berangkat menumpang bus khusus.

Sesampainya di Istana Bogor, para pagar ayu diminta berbaris dan menempati posisinya masing-masing untuk siap-siap menerima tamu.

Saat itu, Heldy memilih berdiri di pojok karena takut dilihat Sukarno. Ketika Presiden Sukarno memasuki ruangan untuk melihat barisan Bhineka Tunggal Ika, matanya mendadak menatap Heldy. Melalui ajudannya, Heldy lalu dipanggil Soekarno.

Setelah itu, pertemuan antara Sukarno dengan Heldy terjadi kembali, saat anggota barisan Bhineka Tunggal Ika diwajibkan menyanyi di depan presiden, satu persatu.

Dari sekian anggota, Heldy mendapat urutan nomor satu untuk menyanyi. Ia pun tarik olah vokal, menyanyikan lagu asal Kalimantan. Usai menyanyikan lagu berjudul 'Bajiku Batang' (padi), Bung Karno meminta Heldy untuk menyanyikannya sekali lagi.

Pertemuan selanjutnya terjadi saat Yus, kakak Heldy meminta ke Istana untuk menjadi pagar ayu kembali.

Saat Bung Karno masuk ruangan, kedua matanya menyapu semua sudut ruangan. Lalu, Bung Karno memperhatikan Heldy yang ketika itu mengenakan kebaya warna hijau. Lalu dipanggilah Heldy.

Heldy pun diminta untuk menampilkan tari lenso. Ia takut melakukan kesalahan saat lenso dengan presiden. Untungnya, selama di Jakarta, ia pernah diajari menari lenso oleh kakaknya.

Malam itu, tamu negara yang hadir diantaranya ada Titiek Puspa, Rita Zahara dan Feti Fatimah. Heldy lalu duduk di kursi yang letaknya persis di belakang presiden.

Selama ini siapa pun yang dipilih Bung Karno untuk menari lenso, selalu duduk di dekatnya. Saat berlenso dimulai. Bung Karno mulai mengajak Heldy.


4. Menikah dengan Sukarno Meski Tak Lama

Tak butuh waktu lama, pada 1966 Sukarno dan Heldy menikah. Kala itu, Sukarno berusia 66 tahun sedangkan Heldy 18 tahun.

Saksi pernikahan mereka adalah Ketua DPA Idham Chalid dan Menteri Agama Saifuddin Zuhri.

Pernikahan Heldy dan Sukarno hanya bertahan selama dua tahun. Kala itu situasi politik sudah semakin tidak menentu.

Komunikasi tak berjalan lancar usai Sukarno menjadi tahanan di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto.

Heldy saat itu sempat mengucap ingin berpisah, tetapi Sukarno bertahan. Karena Sukarno hanya ingin dipisahkan oleh maut.

Akhirnya, pada 19 Juni 1968, Heldy Djafar yang berusia 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansyah Noor, keturunan dari Kerajaan Banjar.

Kala itu Heldy yang sedang hamil tua mendapat kabar Sukarno wafat. Sukarno tutup usia pada 21 Juni 1970 dalam usia 69 tahun.

Oleh karena itu, Heldy Djafar disebut sebagai cinta terakhir Sukarno karena sempat menemani sang proklamator sebelum akhirnya berpulang.

Foto Jadul Iqbaal Ramadhan

6 Foto Lawas Iqbaal Ramadhan Sebelum Terkenal, Ekspresif Sedari Dulu

Liputan6.com 2021-10-12 18:15:46
6 Foto Lawas Iqbaal Ramadhan Sebelum Terkenal, Ekspresif Sedari Dulu (sumber: Instagram/iqbaal.e Twitter/larafebriani2)

Kehidupan selebritas Tanah Air sangat menarik untuk diikuti. Seperti kehidupan dari penyanyi sekaligus aktor, Iqbaal Ramadhan. Iqbaal baru-baru ini menjadi sorotan setelah ID Line akun pribadinya bocor sehingga membuat banyak orang mengetahuinya.

Terlepas dari kabar bocornya ID Line Iqbaal, pria berusia 21 tahun ini memang selalu berhasil mencuri perhatian. Termasuk foto-foto lawasnya sebelum terkenal yang memperlihatkan kelucuan dari paras Iqbaal kecil. Iqbaal kecil nyatanya sudah pintar berekspresi saat berfoto di depan kamera.

Kelucuan foto lawas Iqbaal yang pandai berekspresi ini berhasil membuat fansnya semakin menyukainya. Iqbaal yang selalu terlihat periang sedari kecil memang sudah berparas ganteng dengan senyum manisnya. Ekspresi yang menggemaskan dari pemilik tinggi 168 cm ini berhasil mencuri perhatian publik.

Penasaran kan melihat foto Iqbaal Ramadhan sebelum terkenal? Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, foto lawas Iqbaal Ramadhan sebelum terkenal, Selasa (12/10/2021).


1. Gaya masa kecil pemilik nama lengkap Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan ini sudah terlihat kece sebelum menjadi terkenal.

 


2. Senyum manis Iqbaal pun sudah terlihat saat dia masih anak-anak.

 


3. Lirikan mata aktor kelahiran 28 Desember 1999 ini sedari kecil memang curi perhatian.

 


4. Ekspresi pemeran Dilan ini sedari kecil memang sudah terlihat menggemaskan.

 


5. Saat Iqbaal Ramadhan pakai baju koko putih lengkap berpeci ini gayanya bikin gemas.

 


6. Sedari dulu Iqbaal Ramadhan memang sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti belajar taekwondo.

 

Pesan dari Eks Pegawai KPK

HEADLINE: Eks Pegawai KPK Tak Lolos TWK Alih Profesi, Ada Pesan Tersembunyi?

Liputan6.com 2021-10-13 00:01:23
Pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) Novel Baswedan (tengah) bersama sang istri Rina Emilda meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Kamis (30/9/2021). 57 + 1 pegawai KPK yang

Sebanyak 58 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat lantaran tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) kini beralih profesi. Atribut penegak hukum dalam memberantas korupsi ditanggalkan. Beragam profesi dilakoni mulai dari bertani hingga bisnis kuliner.

Salah satu mantan pegawai KPK Ita Khoiriyah mengaku memilih berjualan kue kering semata-mata untuk mencari penghasilan dan mengisi waktu luang.

Wanita yang karib disapa Tata ini mengatakan, saat bekerja sebagai fungsional Biro Humas KPK, dirinya biasa bekerja selama 12 jam. Namun, tiba-tiba dirinya tak memiliki pekerjaan. Sehingga untuk mengisi waktu luangnya ia lebih banyak menulis dan berjualan kue kering.

Selain itu, kata Tata, dirinya dan teman-teman seperjuangannya masih fokus mengawal sidang sengketa informasi publik terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) pada pegawai KPK.

"Kami fokus mengawal jalur litigasi dan menunggu jadwal sidang sengketa informasi publik di KIP (Komisi Informasi Pusat) untuk hasil TWK kami," kata Tata kepada Liputan6.com di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Tata mengaku sudah pasrah dengan pemerintah yang tak merespons rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman tentang pelanggaran TWK pegawai KPK.

"Kalau presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi tetap diam dan tidak merespons, publik dan sejarah yang akan mencatat bahwa beliau tidak memiliki keberpihakan terhadap gerakan pemberantasan korupsi," ujar Tata.

Hal ini dilakukan, kata Tata, sambil menunggu mendapat pekerjaan baru. Sebab, hingga saat ini Polri belum memberikan kepastian tentang tawaran menjadi ASN.

"Sampai sekarang kami belum mendapat informasi yang menyeluruh dan jelas terkait tawaran tersebut. Jadi kami belum ada bahan yang dipakai untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. Bagaimana mekanismenya, ditempatkan dimana, fokus kepada apa, itu semua kan belum ada informasi detailnya," kata Tata.

Sementara Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK Rasamala Aritonang memilih bertani di kampung halamannya di Desa Parsuratan, Balige, Sumatera Utara (Sumut).

Rasamala mengatakan, saat ini dirinya mengerjakan pekerjaan yang bisa dia lakukan di kampungnya sambil menyusun rencana yang lebih besar.

"Saya mengerjakan apa yang bisa dikerjakan lebih dulu, di kampung banyak potensi kehidupan sekaligus juga permasalahan yang bisa kita kerjakan," kata Rasamala kepada Liputan6.com.

Rasamala mengaku dirinya masih tertarik untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dengan kemampuan yang dia miliki. Misalnya, dia bermimpi mendirikan partai politik.

"Kalau untuk sekedar jadi ASN KPK saya sih tidak terlalu tertariklah. Saya malah tertarik bikin partai politik atau bisa juga masuk parpol, kalau bisa bikin partai nanti saya namakan "Partai Serikat Pembebasan"," kata Rasamala.

Partai politik, kata dia, bisa jadi kendaraan untuk perubahan dengan prinsip utama integritas. Selain berpolitik, dia juga ingin mengembangkan kantor hukum dan IM57+Institute yang saat ini mulai dirintis.

"Semuanya untuk gagasan perubahan Indonesia yang bersih, maju dan beradab," kata dia.

Selain itu, Rasamala mengaku akan mempertimbangkan tawaran Polri untuk menjadi ASN kepolisian.

"Kalau ASN Polri kan kita masih harus lihat gimana rencananya, siapa tau rencananya memang strategis tentu harus dipertimbangkan dong," ujar dia.

Sama dengan Tata, sampai saat ini Rasamala juga masih tetap menunggu respons pemerintah tentang rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman.

"Itu proses peralihan yang cacat hukum dan melanggar hukum harus ada tindakan koreksi sesuai rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman, kan kita negara hukum katanya," tandas Rasamala.

Infografis Tak Lolos TWK, Eks Pegawai KPK Alih Profesi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Bukan Pencitraan

Mantan Kasatgas Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan, rekan-rekannya yang beralih profesi menjadi penjual nasi goreng hingga petani bukanlah untuk pencitraan.

Hal ini dikatakan Novel Baswedan usai mengunjungi mantan fungsional Biro Hukum KPK Juliandi Tigor Simanjuntak yang saat ini berjualan nasi goreng.

"Ya memang tentunya ketika teman ada usaha apa, mau buat nasgor saya tertarik lihat, datang, makan dan memang enak sekali. Tapi yang paling penting adalah Bang Tigor membuat nasgor dengan hati dengan integritas, bukan dengan pencitraan. Itu yang paling penting," ujar Novel dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).

Novel mengatakan, Tigor dan teman-temannya memilih berjualan nasi goreng untuk mencukupi kehidupan sehari-hari usai dipecat KPK.

"Sambil menunggu waktu, tentunya mengambil jalan untuk mencari penghasilan dengan membuat nasgor. Saya kira itu bukan suatu hal yang tidak baik, ya, itu suatu hal yang mulia, yang luar biasa karena menjaga integritas, menjaga kejujuran, dan itu dilakukan dengan semangat. Luar biasa," kata dia.

Sementara Novel sendiri usai dipecat, masih mengisi kegiatan-kegiatan melalui virtual. Jika tak ada kegiatan, Novel nemilih untuk beristirahat.

"Jadi, setelah disingkirkan dengan cara-cara yang illegal, jadi memang walaupun demikian tentunya sementara ini saya lagi istirahat, banyak mengisi kegiatan dengan zoom, memberikan pelatihan dan kegiatan lain di beberapa universitas dan instansi tertentu, tentunya saya ingin memberi sumbangsih yang terbaik," ujar Novel.

Novel menyebut, dia masih akan memperjuangkan hak-haknya dan pegawai KPK lainnya yang dipecat. Dia menyebut masih terus melakukan konsolidasi dengan 57 pegawai.

"Tentunya kita paham, bahwa ini belum selesai, tahapan berikutnya juga masih harus berjalan, perbuatan yang dilakukan sewenang-wenang, melawan hukum, dan tidak mengikuti kaidah-kaidah yang dibenarkan tidak boleh dimaklumi atau dibenarkan," kata Novel Baswedan.

Infografis Ragam Komentar Banting Setir Eks Pegawai KPK. (Liputan6.com/Trieyasni)

Apa Pesan yang Ingin Disampaikan?

Pakar Komunikasi Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto menilai ada pesan moral yang tersembunyi ketika para mantan pegawai KPK ini mempublikasikan profesi yang mereka tekuni saat ini.

"Saya melihat ada ekspresi simbolik para pegawai KPK yang tidak lolos itu setelah melakukan perjuangan kemarin secara formal struktural sekarang melakukan perlawanan kultural," kata Gun Gun kepada Liputan6.com di Jakarta.

Pesan moral tersebut, kata dia, mereka ingin menunjukkan bahwa berprofesi apapun itu tetap bisa bertahan hidup dengan menjunjung tinggi nilai-nilai norma.

"Saya melihat fase awal selain cooling down menjadi semacam ekspresi simbolik bahwa kami ini (eks pegawai KPK) sekarang menjadi rakyat biasa tetapi kemudian menjadi profesi petani, pedagang itu jauh lebih terhormat," kata dia.

Gun Gun melihat, para mantan pegawai KPK ini murni hanya ingin memberikan pesan moral, setelah mereka melakukan gerakan struktural untuk memperjuangkan posisi mereka melalui Komnas HAM dan Ombudsman.

Sementara Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing mengatakan, para mantan pegawai KPK tersebut hanya ingin membangun persepsi publik bahwa mereka bersedia bekerja apapun selama pekerjaan tersebut halal.

Apalagi, kata dia, ada salah satu mantan pegawai KPK yang menjual nasi goreng dengan gerobak yang merupakan pelaku usaha mikro, bukan di sebuah resto.

"Pola komunikasi yang disampaikan menurut saya tujuannya membangun persepsi di tengah publik, bahwa mereka orang yang sederhana mau bekerja dalam konteks kerja apapun selama itu halal, baik itu nasi goreng pakai gerobak dan petani," kata Emrus.


Masih Pertimbangkan Tawaran Polri

Kepolisian masih menggodok aturan peralihan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Usai pertemuan pertama, Polri mengklaim sudah ada eks pegawai KPK yang menerima tawaran tersebut.

"Sudah ada perwakilan dari mereka dan sebagian dari mereka juga akan menerima apa yang ditawarkan Polri," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/10/2021).

Menurut Ahmad, belum ada lagi pertemuan lanjutan yang dilakukan Polri dengan mantan pegawai KPK yang dipecat karena tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Namun yang pasti, kata Ahmad, tidak ada seleksi dalam rekrutmen ASN tersebut.

"Tidak ada seleksi. Artinya kita kembali menawarkan, tentu nanti dari pihak eks pegawai KPK sendiri itu lihat dari koordinasinya sendiri. Eks pegawai KPK bukan penyidik semua, maka akan disesuaikan," jelas dia.

Polri memastikan akan menempatkan mantan pegawai KPK tersebut sesuai kompetensi yang mereka miliki.

"Tentunya sesuai dengan kompetensi, ada (dulunya) penyidik, penyelidik, tentunya akan disesuaikan kompetensi itu. Ketika di KPK di bidang perencanaan, akan ditampung di bidang Satker Polri. Kira-kira seperti itu, tapi ini sedang digodok," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.

Rusdi menyampaikan, seluruh latar belakang pekerjaan 57 mantan pegawai KPK menjadi bahan pertimbangan penempatan di ASN Polri.

"Semua ada datanya makanya sedang disiapkan penempatannya mereka, di satker-satker mana sedang disiapkan," kata Rusdi.

Sukses Lewati Medan Berat

Omar Agoes, Pelari Indonesia Pertama yang Berhasil Finish di Lomba Paling Berat di Dunia

Liputan6.com 2021-10-12 14:43:30
Ilustrasi Marathon (8tracks.com)

Pelari ultramarathon Indonesia, Omar Agoes, berhasil menyelesaikan lomba Marathon de Sables. Bertanding di nomor V1 M atau kategori putra usia 40 hingga 49 tahun, Omar berhasil melintasi garis finis, Sabtu waktu setempat (9/10/2021). Omar menorehkan catatan waktu 53 jam, 33 menit, 53 detik.

Keberhasilan ini menjadikan Omar menjadi orang Indonesia pertama yang sanggup menyelasikan lari sepanjang 254 kilometer dan melintasi Gurun Sahara, Maroko.

Selama ini, Marathon de Sables dikenal sebagai lomba lari paling berat di dunia. Para peserta harus menghadapi berbagai tantangan fisik dan mental, termasuk suhu ekstrem. Karenaya, tak jarang hanya sebagian atau 50 persen, pelari yang sanggup mencapai garis finish.

Omar termasuk salah satu dari 283 pelari yang berhasil menyelesaikan lomba di kategori putra atau sekitar 52,70 persen dari total peserta pria, yang mencapai 537 pelari.

Marathon de Sables digelar sejak 1 Oktober hingga 11 Oktober 2021, di Ouarzazate, Maroko. Secara keseluruhan lomba diikuti 672 peserta di semua kategori. Namun, hanya 353 orang yang berhasil menyelesaikan lomba atau sebesar 52,53 persen.


Korban Jiwa

Omar sendiri bukan hanya menorehkan sejarah. Namun, dia akan mendedikasikan larinya untuk pengasuhan berkualitas anak-anak terdampak Covid-19 dalam dampingan SOS Children's Villages Indonesia.

Berdasarkan catatan Marathon de Sables 2021 ini pernah menelan korban jiwa. Pelari asal Prancis dilaporkan meninggal setelah mengalami serangan jantung akibat suhu yang panas.


Hasil Lomba

Berdasarkan catatan resmi di laman Marathon de Sables, pelari asal Maroko, Rachid el Morabity, tampil sebagai yang tercepat di kategori pria dengan catatan waktu 21 jam, 17 menit, 32 detik. Posisi kedua diraih Mohamed El Morabity, yang menorehkan waktu 21 jam, 32 menit, 12 detik.

Sementara, di kategori putri, pelari asal Maroko, Aziza Raji, tampil yang terdepan dengan catatan waktu 30 jam, 30 menit, 24 detik. Raji diikuti pelari asal Jepang, Tomomi Bitoh, yang mengakhiri lomba dalam waktu 34 jam, 39 menit, 17 detik.

Meteor Jatuh di Atas Bantal

Berhasil Selamat, Meteor Jatuh di Bantal Wanita Ini Saat Tidur

Liputan6.com 2021-10-12 13:03:45
foto: Mirror

Seorang wanita beruntung masih hidup setelah sebuah meteor jatuh melalui atap dan mendarat di atas bantal hanya beberapa inci dari kepalanya.

Ruth Hamilton dibangunkan oleh ledakan keras, tetapi dia tidak tahu dari mana suara itu berasal, kemudian dia menyadari bahwa dia tertutup debu dan ada lubang di langit-langitnya.

Dia kemudian melihat kembali ke tempat tidur dan menemukan ada batu seukuran kepalan tangan tergeletak di bantalnya, jatuh melalui atap dan mendarat tepat di sebelah tempat kepala Ruth berada, seperti yang dilaporkan Daily Star,Selasa (12/10/2021).

Dalam kepanikan, Ruth, yang tinggal di British Columbia, Kanada, memanggil polisi dan segera menyelidiknya. Polisi pun menemukan bahwa batu itu sebenarnya adalah meteor yang kemungkinan berusia miliaran tahun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Meteor

Kepada Castlegar News Ruth mengatakan,"Kami memanggil proyek Canyon untuk melihat apakah mereka melakukan peledakan dan mereka tidak melakukannya, tetapi mereka mengatakan bahwa mereka telah melihat cahaya terang di langit yang meledak dan menyebabkan beberapa ledakan."

"Saya gemetar dan takut ketika itu terjadi. Saya pikir seseorang telah melompat masuk atau itu adalah senjata atau sesuatu. Hampir melegakan ketika kami menyadari itu hanya bisa jatuh dari langit."

Ruth mengungkapkan dia benar-benar kagum bahwa sebuah batu dari luar angkasa yang berpotensi berusia miliaran tahun mendarat di bantalnya.

Kulit Terang Jadi Hijau

Niat Bikin Tanning, Kulit Wanita Ini Malah Berubah Hijau Bak Sherk

Liputan6.com 2021-10-12 14:06:56
Ilustrasi body lotion. (dok. pexels.com/Raw Pixel)

Seorang wanita dari Skotlandia, baru-baru ini menjadi perbincangan viral setelah mengunggah pengalaman apes dirinya usai menggunakan krim kedaluwarsa.

Kerry McRobb berbagi foto bagaimana kulitnya berubah menjadi hijau bak karakter Shrek setelah menggunakan krim tanning yang sudah kedaluwarsa.

Melansir dari India Times, Selasa (12/10/2021), Kerry yang berkulit putih pucat ingin memiliki kulit glowing kecokelatan. Namun, dia tidak menyadari bahwa krim tanning di rumahnya sudah kedaluwarsa.

"Saya sangat pucat tanpa kulit cokelat palsu, saya terlihat seperti Casper (hantu pucat yang ramah. Saya memakai losion tanning karena saya menginginkan kulit cokelat yang glowing," kata Kerry.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hasilnya tak sesuai harapan

Saat ingin menggunakannya, krim tersebut sudah bewarna hijau. Namun, wanita berusia 20 tahun itu tetap melanjutkan untuk memakainya.

Hasilnya pun tak sesuai harapan. Setelah krim tersebut mengering, dia mendapati kulitnya berubah warna menjadi hijau seperti Sherk dan Putri Fiona.

"Ini adalah tanda saya untuk berhenti menggunakan losion tanning dan segera kembali berjemur," lanjutnya.


Berhasil dibersihkan

Menurutnya, dia sebelumnya sering menggunakan krim tersebut setiap kali keluar rumah.

"Sebelum saya hamil, saya sering memakainya ketika saya keluar rumah," ucap Kerry.

Untungnya, warna hijau tersebut tidak permanen di tubuhnya. Dia bisa membersihkan sebagian besar warna hijau di kulitnya dengan mandi.

Ayu Ting-Ting Nikah Siri?

Ivan Gunawan Jawab Kabar Sudah Menikah Siri dengan Ayu Ting Ting

Liputan6.com 2021-10-12 11:30:00
Ayu Ting Ting - Ivan Gunawan (Foto: YouTube)

Ivan Gunawan kembali dikabarkan menjalin hubungan dengan pedangdut Ayu Ting Ting. Bahkan, keduanya diisukan sudah menikah siri.

Soal kabar pernikahan siri itu, Ivan Gunawan dan Ayu Ting Ting akhirnya buka suara. Saat hadir sebagai bintang tamu di acara Bisik Bisik Tetangga Reborn, Igun awalnya menanggapi dengan nada bercanda.

"Emang udah kedengeran ya kalo aku nikah siri?" ujar Ivan Gunawan seperti dilansir dari kanal Youtube MOP Channel, Senin (11/10/2021).

"Kalau sampe aku udah nikah siri pasti (Ayu) udah hamil duluan dong. Karena kalau nikah siri kan biasanya udah nggak kuat," sambungnya.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Prinsip

Sementara itu Ayu Ting Ting yang ada di samping Ivan Gunawan mengatakan sebuah prinsip pernikahan. Jika memang ia dan Ivan Gunawan benar-benar sampai ke pelaminan, ibunda Bilqis Khumairah Razak itu ingin pernikahannya langgeng seumur hidup.

"Aku sama Igun itu punya prinsip berdua ya, kita kalo misalkan bener-bener sampai jadi nikah itu bener-bener harus seumur hidup. Bukan cuma main-main, karena panjang. Bukan cuma buat main-main sehari, dua hari, sebulan, dua bulan," terang Ayu.


Gosip Miring

Ivan Gunawan pun menambahkan jika memang suatu saat ia berjodoh dengan Ayu, ia berharap semua orang tidak mendengarkan gosip-gosip miring.

"Intinya gini buat kalian, nanti nih nggak tau kapan. Mungkin bisa bulan depan, tahun depan, kalo sampe saya memang berjodoh dengan Ayu udah itu aja yang didenger," tegas Igun.


Sayang Banget

Bicara mengenai perasaan dan kedekatannya dengan Ayu Ting Ting, Ivan Gunawan menegaskan kalau ia sangat sayang pada pedangdut berusia 29 tahun itu.

"Kalo dibilang sayang, sayang banget. Dibilang deket, deket banget. Tapi menikah itu kan berkomitmen," tegasnya.

"Nah di sini aku belum bisa mengumumkan ke temen-temen semua tentang apa yang sekarang kita lakukan buat kehidupan kita hari ini, besok dan selamanya. Jadi ya tunggu aja, jodoh nggak ke mana," pungkas Ivan Gunawan.

Rachel Vennya Kabur?

Jika Rachel Vennya Terbukti Kabur dari Karantina, Sanksi Ini Menantinya

Liputan6.com 2021-10-12 12:28:23
Rachel Vennya. (Foto: Instagram @rachelvennya)

Baru-baru ini selebritis Instagram Rachel Vennya dikabarkan tak mematuhi ketentuan karantina COVID-19.

Rachel Vennya diduga kabur dan hanya menjalankan karantina selama tiga hari di Wisma Atlet, padahal ketentuan karantina bagi orang yang baru datang dari luar negeri adalah delapan hari.

Lantas, jika ternyata benar Rachel Vennya kabur dari karantina di Wisma Atlet, sanksi apa yang dijatuhkan?

Menurut Pakar epidemiologi Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman M.Sc Ph.D, sanksi pelanggar karantina COVID-19 bukan berupa sanksi pidana. Sanksi ini bisa berupa denda atau hukuman pelayanan sosial.

"Sanksi pelayanan sosial itu ya bisa berupa memberikan layanan publik di fasilitas karantina atau fasilitas sosial lainnya selama seminggu atau lebih tergantung berat ringannya," kata Dicky kepada Health Liputan6.com melalui pesan suara, Selasa (12/10/2021).

Terkait denda, jumlahnya dapat disesuaikan dengan konteks wilayah, selebihnya ahli hukum yang dapat berbicara, kata Dicky.

"Jadi kalau bicara sanksi harus ada, apalagi dari kesengajaan nah itu berat ringannya ditentukan dari situ. Nanti tentu dilihat apa alasan dan sebagainya," ujarnya.


Menurut Jubir Vaksin

Terkait oknum yang melanggar aturan karantina, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa sanksi disesuaikan dengan Undang-Undang Karantina.

Pasal 14 UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular mengancam bahwa:

-Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).

-Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

-Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan pada pasal 93 menyebutkan bahwa:

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta."

Nadia juga menghimbau agar tidak ada oknum-oknum yang melakukan perbuatan yang berpotensi membahayakan seluruh rakyat Indonesia.

Pemerintah melalui Satgas Penanganan COVID-19 menegaskan bahwa pemerintah tidak akan pernah mentoleransi segala bentuk upaya pelanggaran protokol kesehatan dan karantina kesehatan demi keselamatan bersama, katanya.


Terkait Rachel Vennya

Kabar pelanggaran karantina yang dilakukan Rachel Vennya telah menyebar di media sosial terutama di akun-akun gosip. Salah satu yang ramai adalah akun @playitsafebaby di Instagram.

Akun itu mengunggah salah satu komentar warganet yang mengungkap sikap Rachel Vennya selama di karantina.

"Gua yang nginput data dia di Wisma Atlet Pademangan, demi Allah.. puas? gua tanyain alamat di mana sok-sok bego, sampe-sampe satu kamar sama si Salim padahal bukan suami istri gua minta buku nikah katanya mereka bertiga kok sama manager Rachel yang cewek," tulis seorang warganet.

Warganet tersebut juga mengatakan bahwa ia punya bukti Instagram Story Rachel yang sedang di kamar Wisma Atlet, tapi dihapus dua menit kemudian.

"Gua juga ada bukti Rachel yang update story di kamar Wisma Atlet tapi setelah 2 menit langsung dihapus."

"Kenapa gua kesel sama dia? Karena dia dengan mudahnya lolos karantina sedangkan banyak di sini para TKW yang udah berumur terpaksa karantina 8 hari, ada yang ortu meninggal, anak meninggal, tapi terpaksa harus 8 hari sedangkan ni org dengan enaknya cma 3 hari," pungkasnya.


Infografis 7 Gejala Anda Terjangkit COVID-19

 

Donald Trump di Squid Game

Terungkap Karakter Squid Game Terinspirasi dari Donald Trump

Liputan6.com 2021-10-12 16:03:00
Squid Game. (Twitter/ NetflixID)

Serial Squid Game masih jadi perbincangan hangat di seantero jagat. Salah satunya mengenai karakter yang terinspirasi dari Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump.

Dilansir dari Koreaboo, Selasa (12/10/2021), Hwang Dong Hyuk, sutradara drama yang rilis pada 17 September 2021 itu mengungkap, inspirasi untuk menghidupkan cerita datang sejak 13 tahun lalu. Ini juga termasuk karakter mana yang mirip dengan Trump.

Hwang Dong Hyuk pertama kali muncul dengan cerita dan teori di balik Squid Game pada 2008. Ia juga membuat dan menulis naskahnya sekitar 10 tahun lalu.

Namun, ketika mengajukannya pada aktor dan investor, mereka semua menolakn. Mereka menyampaikan bahwa ceritanya "terlalu aneh dan tidak realistis."

Namun, serial ini sebenarnya berlatar belakang lebih realistis dari yang pernah dipikirkan para investor itu. Dalam wawancara dengan IndieWire, Dong Hyuk menjelaskan beberapa peristiwa kehidupan nyata yang menginspirasi ceritanya.

Salah satu situasi tersebut adalah krisis Lehman Brothers. Perusahaan perbankan investasi ini adalah layanan keuangan global dan bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat selama masa kejayaannya.

Ketika pejabat perusahaan itu bangkrut pada 2008, hal tersebut memicu krisis ekonomi skala luas yang melanda seluruh dunia, bahkan memengaruhi keuangan di Korea Selatan. "Ekonomi Korea sangat terpengaruh dan saya juga kesulitan secara ekonomi," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Cerita di Baliknya

Squid Game juga terinspirasi kebangkitan teknologi baru, dari cryptocurrency yang membuat "semua anak muda Korea meninvestasikan uangnya," hingga munculnya raksasa seperti Facebook, Google, dan Naver. Menurut Dong Hyuk, perusahaan-perusahaan ini telah merestrukturisasi kehidupan.

Di samping, sutradara berusia 50 tahun ini juga menyinggung sosok yang dikenal banyak orang, yakni Donald Trump. Bahkan, ada karakter di K-Drama yang mirip dengannya, kata Hwang.

Ketika Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, Dong Hyuk mengatakan itu "seperti dia menjalankan acara permainan, bukan negara, seperti membuat orang ngeri." "Saya pikir dia agak mirip dengan salah satu VIP di Squid Game," katanya.

Para VIP di Squid Game adalah tamu bertopeng yang menonton pertandingan dari kenyamanan ruang yang mewah. Para VIP yang sangat kaya bertaruh pada pemain sambil menggunakan manusia sebagai tumpuan kaki dan meminum alkohol.

Dong Hyuk melihat Trump sebagai seseorang yang duduk dan mengamati kekejaman dengan sedikit perhatian. "Setelah semua masalah ini terjadi, saya pikir sudah waktunya pertunjukan ini diluncurkan ke dunia," ujarnya.


Versi Nyata

Saking populer, Squid Game versi nyata terselenggara di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Selasa, 12 Oktober 2021. Acara bertajuk "KCC Squid Game Event" ini dihelat Korean Cultural Center (KCC) di Abu Dhabi.

Lebih dari 300 calon kontestan telah mendaftar. Namun, hanya dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 15 peserta yang akan bersaing.

Merujuk pada serial fiktif tersebut, acara ini akan menampilkan kontestan berdandan dengan kostum yang sama dengan aktor drama tersebut. Sementara, para staf juga akan mengenakan pakaian ikonis dengan masker berlogo lingkaran, segitiga, dan persegi.

Squid Game versi nyata ini siap menampilkan empat dari total enam permainan dari serial tersebut. Dua yang tidak dimainkan adalah squid gamedan tarik tambang.

Para kontestan akan bermain ddakji. Game ini yang dimainkan tokoh salesman yang diperankan Gong Yoo bersama Seong Gi Hun yang dibintangi Lee Jung Jae di episode pertama Squid Game.


Dampak Game Online