Volume 101

Raih Nobel Gara-Gara Cabai

Keren, Cabai Antar 2 Ilmuwan Amerika Serikat Raih Hadiah Nobel 2021

Liputan6.com 2021-10-05 08:02:00
Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa mengonsumsi cabai dapat memerpanjang usia (Dok.Unsplash/Elle Hughes)

Cabai tak bisa dipandang sebelah mata dan tak jarang jadi persoalan saat harganya melambung tinggi atau anjlok. Hal yang paling fenomenal dari buah cabai adalah mengantar dua ilmuwan meraih Hadiah Nobel bidang fisiologi dan kedokteran.

Mereka adalah David Julius and Ardem Patapoutian. Kedua ilmuwan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menerima penghargaan untuk menggambarkan mekanisme bagaimana manusia merasakan panas, dingin, sentuhan dan tekanan melalui impuls saraf, mengutip dari laman CNN, Senin, 4 Oktober 2021.

Julius adalah seorang profesor di University of California, San Francisco. Sementara, Patapoutian adalah profesor di Howard Hughes Medical Institute di Scripps Research di La Jolla, California.

"Kemampuan kita untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan mendukung interaksi kita dengan dunia di sekitar kita," kata Majelis Nobel dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan hadiah tersebut.

Penemuan ini akan sangat penting untuk pengembangan pengobatan untuk nyeri kronis dan kondisi lainnya, kata Profesor David Paterson, presiden The Physiological Society di Inggris. "Bagaimana kita merasakan suhu, sentuhan, dan gerakan adalah beberapa pertanyaan besar bagi umat manusia," kata Paterson.

Titik awal penemuan terobosan pasangan ini adalah karya Julius dengan cabai sederhana atau lebih khusus lagi, capsaicin. Senyawa pedas itulah yang menyebabkan sensasi terbakar saat kita memakan cabai.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sangat Cerdas

"Itu adalah hal yang sangat cerdas untuk dilakukan karena cabai, atau capsaicin dalam lada, diketahui memicu saraf atau rasa sakit. David Julius berpikir itu bisa mengarah pada terobosan jika kita benar-benar memahami mekanisme molekuler bagaimana ini terjadi," Perlmann menjelaskan kepada CNN.

Julius dan timnya menciptakan perpustakaan jutaan fragmen DNA yang sesuai dengan gen yang diekspresikan dalam neuron sensorik yang dapat bereaksi terhadap rasa sakit, panas, dan sentuhan. Mereka kemudian memasukkan gen dari kumpulan ini ke dalam sel yang biasanya tidak bereaksi terhadap capsaicin untuk menemukan gen tunggal yang menyebabkan sensitivitas.

Julius kemudian menyadari reseptor capsaicin yang mereka temukan juga merupakan reseptor penginderaan panas yang diaktifkan pada suhu yang dianggap menyakitkan, kata Komite Nobel. "Itulah jalan menuju penemuan ini -- mekanisme penginderaan tentang bagaimana saraf sebenarnya dapat diaktifkan. Ketika kita menghadapi rangsangan -- suhu, mekanik, sentuhan, dan tekanan. Cabai adalah pegangannya, tetapi penemuannya jauh lebih dalam dari itu." ," kata Perlmann.

Karya Patapoutian mengarah pada penemuan sensor di kulit dan organ dalam yang merespons "rangsangan mekanis" yang dirasakan sebagai sentuhan dan tekanan. Dengan rekan-rekannya, ia mengidentifikasi garis sel yang bereaksi ketika sel-sel individualnya ditusuk dengan mikropipet. Tim kemudian mengidentifikasi 72 kandidat gen yang dapat mengkodekan reseptor dan "mematikannya" satu per satu untuk menemukan gen yang bertanggung jawab atas mekanosensitivitas.


Satu Dekade

Abdel El Manira, anggota tambahan Komite Nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran, mengatakan penemuan itu dibuat lebih dari satu dekade lalu tetapi sangat menyentuh mengingat terjadinya pandemi virus corona.

"Ini adalah waktu yang tepat (untuk itu) untuk diakui. Ini sangat mengubah pandangan kita tentang bagaimana kita merasakan dunia ... Pada tahun lalu, kita telah kehilangan indera peraba kita - selama pelukan misalnya. Ini adalah reseptor yang memberi kita perasaan hangat dan dekat," katanya.

Mike Caterina, profesor bedah saraf Solomon H. Snyder di John Hopkins School Of Medicine, bekerja dengan Julius di labnya sebagai peneliti pasca doktoral pada pertengahan 1990-an ketika penemuan pertama tentang capsaicin dalam cabai dibuat."Itu adalah cawan suci di bidang rasa sakit. Orang-orang tahu bahwa reseptor ini ada tetapi tidak ada pegangan molekuler," kata Caterina.

"Sensasi yang kita dapatkan ketika kita makan makanan pedas adalah sesuatu yang sangat akrab dan memiliki makna pribadi dan budaya bagi banyak orang dan setiap orang memiliki kisah makanan panas dan setiap orang pernah mengalami panas yang menyakitkan."

"Jadi bagi dua pengalaman yang sangat nyata itu untuk dijelaskan dengan satu molekul adalah apa yang benar-benar membuat pekerjaan itu menarik bagi kami."


Infografis Harga Cabai

 

Nama 19 Kata Bikin Masalah

Nama Panjang Anak Sulit Dapat Akta Lahir, Pasutri di Tuban Surati Jokowi

Liputan6.com 2021-10-05 12:07:14
Warga mengurus Laporan Kelahiran saat mengikuti Bina Kependudukan (Biduk) di Pal Putih, Kramat, Senen, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Biduk melayani pembuatan Kartu Indonesia Anak (KIA) serta Akt

Arif Akbar dan Suci Nur Aisiyah, warga Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Tuban, menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Isi surat tersebut memohon kepada Jokowi agar putra keduanya dibantu mendapatkan akta kelahiran.

Pasangan ini nekat mengirimkan surat terbuka kepada Presiden karena hampir 3 tahun perjuangannya untuk mendapatkan akta kelahiran anaknya tak kunjung berhasil. Pasalnya, nama anaknya dinilai terlalu panjang karena terdiri 19 kata, "Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi-Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Talenta". Putra kedua itu lahir pada Minggu, 6 Januari 2019.

"Saya sudah berjuang 3 tahun untuk mengurus akta kelahiran ke dinas. Tiap datang di suruh menunggu sampai terakhir diberikan solusi mengganti nama anak," kata Arif Akbar Selasa (5/10/2021).

Arif Akbar mengaku selaku orang tua berharap anaknya mendapatkan pengakuan sah dari Negara dengan cara diterbitkannya akta kelahiran dan dokumen administrasi lain. Mengingat dalam waktu dua tahun kedepan anaknya akan masuk jenjang pendidikan sekolah. Maka, membutuhkan identitas anak yakni akta kelahiran.

"Harap kami anak saya mendapatkan pengakuan sah diterbitkan akta lahir maupun dokumen lainya. Bukan disuruh mengganti nama anak tersebut," jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Maksimal 55 Karakter

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Rahmad Ubaid, mengaku saat ini untuk penulisan nama pada dokumen administrasi kependudukan termasuk bio data kependudukan terbatas 55 karakter / huruf dan spasi. Hal itu sebagaimana diatur dalam Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

"Sebelum akta di proses, harus masuk dulu dalam bio data base kependudukan SIAK Ditjen Dukcapil/max 55 karakter. Jadi demikian halnya untuk akta, KK dan KTP semua terbatas max 55 karakter huruf termasuk spasi," pungkasnya.

China - Taiwan Terancam Perang?

Tolak Kemedekaan Taiwan, China Kerahkan 56 Pesawat Militer untuk Peringatan

Liputan6.com 2021-10-05 08:30:07
Anggota militer China tampil dalam segmen pertunjukan gala menjelang peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China di Beijing, China, 28 Juni 2021. Partai Komunis China akan merayakan

Militer China semakin terang-terangan unjuk kekuatan terhadap Taiwan. Mereka pamer telah mengirim 56 pesawat perang dalam sehari.

Menurut laporan media pemerintah China, Global Times, jumlah pesawat itu memecahkan angka rekor dalam satu hari. Pesawat itu utamanya terdiri atas pesawat fighter dan bomber.

China melakukan "latihan" tersebut setelah AS memberikan peringatan bahwa tindakan China adalah hal provokatif. Pesawat militer China telah berulang kali menerobos zona udara Taiwan.

"Pernyataan AS memberikan sinyal yang sangat salah dan tidak bertanggung jawab, dan China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menggilas segala upaya 'kemerdekaan Taiwan,'" ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri China, seperti dilansir Global Times, Selasa (5/10/2021).

52 pesawat militer China itu terdiri atas 34 unit J-16 fighter jets, dua unit Su-30 fighter jet, dua unit Y-8 anti-submarine warfare aircraft, dua unit KJ-500 early warning aircraft, dan 12 unit H-6 bombers.

Pada Senin malam, China mengirim lagi empat J-16 fighter jet. 56 pesawat itu memasuki zona identifikasi pertahanan Taiwan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Minta AS Jangan Intervensi

Global Times juga menyampaikan pernyataan juru bicara Kemlu China, Hua Chunying, bahwa Taiwan adalah bagian dari China. Mereka pun meminta supaya AS tidak asal berkomentar terkait Taiwan.

Hua Chunying menyebut bahwa pernyataan AS melanggar prinsip one-China.

"Kemerdekaan Taiwan akan jatuh dalam kegagalan," ujar Hua Chunying.

China bersikeras bahwa Taiwan adalah wilayahnya, tetapi Taiwan ingin diakui sebagai negara. Model pemerintahan China dan Taiwan juga sangat berbeda. Sistem politik China adalah komunis yang cenderung otoriter, sementara Taiwan memegang prinsip demokrasi.

Member Baru Secret Number

Secret Number Rilis Teaser Bertuliskan Coming Soon, Ada Member Baru?

Liputan6.com 2021-10-05 11:20:57
Dita Karang dan anggota SECRET MEMBER. (Sumber: Instagram/@

Secret Number, girl group asal Korea yang debut tahun 2020 ini sukses mencuri perhatian publik. Single pertamanya yang berjudul "Who Dis?", membuat ekspektasi orang terhadap girl group ini terbayarkan lewat debut mereka pada 26 Maret 2020 silam.

Beberapa bulan selang debut dan single pertamanya rilis, kelima membernya yaitu Dita, Jinny, Lea, Soodam, dan Denise comeback pada November 2020 dengan "Got That Boom" yang mengusung genre EDM, house, dan hip-hop.

Setelah sekian lama penantian, pihak agency, Vine Entertainment secara resmi merilis sebuah pernyataan bahwa girl group itu sebentar lagi akan comeback dengan merilis album ketiganya.

Ditambah lagi pada saat wawancaranya bersama radio Arirang lewat saluran telepon, Jinny dan Dita juga memberi sedikit informasi bahwa mereka sedang bersiap untuk menyiapkan comebacknya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Denise Tidak Ikut Comeback

Kabar kurang menyenangkan datang lewat akun Twitter yang diumumkan oleh akun resmi agency. Dalam pernyataannya Vine Entertainment mengatakan bahwa Denise tidak ikut berpartisipasi dalam comeback Secret Number kali ini, dikarenakan adanya masalah pada kontrak Denise dengan pihak agency.

Dilansir Kapanlagi.com (05/10/2021), berikut pernyataan agensi:

"Halo, ini VINE Entertainment. Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada penggemar yang mencintai dan mendukung SECRET NUMBER. Sebelum aktivitas promosi album ketiga SECRET NUMBER, kami ingin memberikan sebuah pengumuman terlebih dahulu. Denise, salah satu anggota dari SECRET NUMBER, tidak akan berpartisipasi dalam aktivitas SECRET NUMBER ini karena situasi kontraknya dengan agensi kami. Kami akan mengabarkan kepada kalian mengenai keputusan kedua belah pihak terkait aktivitas di masa mendatang. Mohon tetap berikan banyak perhatian dan dukungan untuk aktivitas SECRET NUMBER."

Kabar kurang menyenangkan itu membuat netizen bertanya-tanya, dan hal ini langsung ramai jadi perbicangan di media sosial, bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter.


Tambah Anggota Baru

Pada Senin malam, akun Instagram resmi milik Secret Number mengunggah poster comeback untuk single ketiga mereka yang bertuliskan "Coming Soon."

Pada postingannya itu, mereka menampilkan foto kaki yang sedang berjejer dan menggunakan celana panjang dengan motif bergaris serta warna yang mencolok.

Dalam foto teaser itu, ditampilkan foto kaki yang diduga milik para member. Hanya saja, bila dihitung dari jumlah kaki, ada enam orang dalam foto. Sementara itu selama ini anggota Secret Number hanya berjumlah lima orang.

Memang terdapat rumor sebelumnya bahwa sementara Denise tidak ikut berpartisipasi dalam comeback ketiganya, Secret Number akan menambah dua anggota baru.

Kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Penulis : Azarine Natazia


Infografis Idol K-Pop pada Wamil

 

Pesawat di Bawah Jembatan

Viral, Pesawat Berlogo Air India Terjebak di Bawah Jembatan Kota New Delhi

Liputan6.com 2021-10-05 14:02:42
Ilustrasi pesawat sedang mengudara (pixabay)

Video yang menunjukkan sebuah pesawat milik maskapai Air India terjebak di bawah jembatan di ibu kota, Delhi, viral di media sosial.

Pesawat bekas, yang dilaporkan telah dijual itu sedang diangkut dan terjebak di bawah jembatan.

Dalam video yang beredar juga menunjukkan bahwa lalu lintas tersendat akibat keberadaan burung besi tersebut, demikian dikutip dari laman BBC, Selasa (5/10/2021).

Seorang jurnalis India, yang men-tweet video tersebut, membagikan pernyataan maskapai Air India yang mengatakan bahwa maskapai tersebut tidak memiliki hubungan dengan pesawat itu lagi.

"Ini adalah pesawat Air India yang dibatalkan pendaftarannya dan telah dijual. Ini diangkut tadi malam oleh pihak pemilik baru. Air India tidak memiliki hubungan apa pun dengan pesawat itu dalam keadaan apa pun," bunyi pernyataan itu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penyataan Pihak Bandara India

Pejabat bandara Delhi mengatakan kepada surat kabar Times of India bahwa "pesawat itu jelas bukan milik armada bandara Delhi," dan pengemudi mungkin telah melakukan kesalahan saat mengangkutnya.

Video tersebut telah ditonton ribuan kali di Twitter dan YouTube, dengan banyak yang bertanya bagaimana pesawat itu bisa terjebak.

Saat video itu menjadi viral, beberapa tweet mengatakan pesawat itu telah terjebak di bawah jembatan selama beberapa hari.

Bukti Kelaparan di Brasil

Kelaparan Terjadi di Brasil, Sisa Tulang Hewan di Truk Sampah Jadi Incaran

Liputan6.com 2021-10-05 08:04:04
Unjuk Rassa di Brazil terhadap presiden Brazil (Andre Penner/AP)

Jutaan orang mengalami kekurangan selama pandemi COVID-19 dan inflasi yang melonjak di Amerika Latin. Seorang jurnalis di Rio mengambil gambar kelompok orang mengangkut jeroan dan tulang yang akan dibuang ke pabrik untuk membuat makanan hewan dan sabun.

Dilansir The Guardian, Senin (4/10/21), "Sebelumnya orang datang hanya untuk meminta sepotong tulang untuk anjing mereka. Baru-baru ini mereka meminta tulang untuk membuat makanan", ujar Santos, sang supir truk.

Seorang pemulung berusia 51 tahun, Denise da Silvia, mengatakan bahwa ia perlu memberi makan lima anaknya dan 12 cucunya yang baru saja kehilangan pasangannya. "sudah lama sekali saya tidak melihat sedikit pun daging sejak pandemi, saya sangat bersyukur untuk ini" ujar Silva melihat potongan daging itu.

Diperkirakan 19 juta orang Brasil kelaparan sejak dimulainya wabah COVID-19 yang telah menewaskan 600.000 orang. Bahkan penderitaan di wilayah lain lebih hebat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Unjuk Rasa Terjadi di Brasil

Universitas terkemuka Venezuela mengatakan, hampir 77% warga di sana hidup dalam kemiskinan ekstrem, dengan kekurangan bahan bakar yang melumpuhkan dan COVID-19 yang harus disalahkan atas lonjakan 10% selama tahun lalu.

Ribuan pengunjuk rasa berbaris di jalan Rio de Janeiro pada Sabtu kemarin mengecam bencana sosial yang banyak disalahkan pada presiden Brasil, yang tanggapannya terhadap COVID-19 telah dikecam secara global.

"Hal-hal yang benar-benar sulit sekarang. Beberapa orang memakan tulang, yang lain tidak punya apa-apa untuk dimakan sama sekali" Kata Barbosa, salah satu pengunjuk rasa.

Selama sidang kongres mengenai bencana COVID-19 di Brasil, senator kiti Humberto Costa mengatakan foto-foto peixota mengungkapkan tragedi sosial yang berlangsung dibawah pimpinan Presiden Bolsonaro.

"Pengangguran meningkat, kemiskinan tumbuh, kelaparan telah kembali, inilah yang dilakukan pemerintah terhadap negara kita" kata Costa.

Penulis : Alicia Salsabila


Infografis Tingkat Kelaparan Penduduk Indonesia

 

Cinta Terlarang Marie Antoinette

Isi Surat Cinta Marie Antoinette dan Pria yang Diduga Kekasih Gelapnya Terungkap

Liputan6.com 2021-10-05 10:02:00
Marie Antoinette (dok. Pixabay.com/WikiImages)

Surat cinta Marie Antoinette dan pria yang diduga kekasihnya mendadak jadi sorotan. Beberapa baris pesan yang awalnya dicoret kini terungkap untuk pertama kalinya menggunakan teknik ilmiah yang canggih.

Dilansir dari CNN, Selasa (5/10/2021), surat-surat yang saling dikirimkan Marie Antoinette dan Pangeran Axel von Fersen dari Swedia selama Revolusi Prancis dianalisis oleh tim ilmuwan dari Centre de Recherche sur la Conservation (CRC) di Prancis. CRC lantas mempublikasikan temuan mereka di jurnal Science Advances pada Jumat, 1 Oktober 2021.

"Apakah rahasia negara, rencana pelarian, atau bukti perselingkuhan kerajaan, konten yang mungkin sensitif ini telah membingungkan sejarawan selama hampir 150 tahun," demikian bunyi penelitian tersebut.

Temuan juga merinci bagaimana von Fersen membantu mengatur upaya yang gagal untuk menyelundupkan keluarga kerajaan keluar dari Prancis. Beberapa surat pasangan yang dikirim dari Juni 1791 hingga Agustus 1792 itu, disimpan di arsip nasional Prancis.

Kata-kata tertentu dalam surat-surat itu telah ditulis dengan huruf-huruf acak yang dirancang untuk mengaburkannya. Tim menganalisis bagian dari 15 huruf yang berbeda.

Mereka menemukan perbedaan yang konsisten dalam rasio tinta tembaga ke besi dan seng ke besi di delapan huruf. Para ilmuwan menggunakan spektroskopi fluoresensi sinar-x, yang digunakan untuk menentukan komposisi unsur bahan, dan teknik pemrosesan data untuk mengungkap kata-kata tersembunyi, seperti "kekasih", "teman yang lembut", "memuja", dan "gila".

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Berakhir Tragis

Analisis menunjukkan bahwa beberapa surat yang diduga ditulis oleh Marie-Antoinette ternyata adalah salinan asli yang dikirim oleh von Fersen. Ini adalah praktik umum pada saat itu, ketika "salinan surat-surat penting dapat dibuat untuk alasan politik atau administratif," menurut penelitian tersebut.

Selain itu, semua huruf von Fersen memiliki rasio elemen tinta yang sama, yang cocok dengan beberapa tinta yang digunakan untuk menyunting kata. Ini memperlihatkan kemungkinan bahwa von Fersen bertanggung jawab untuk menyensor surat-surat antara dirinya dan istri Raja Louis XVI, "menunjukkan bahwa surat-surat itu penting baginya baik untuk alasan sentimental atau politik," kata CRC dalam siaran pers.

Para peneliti berharap teknik mereka dapat digunakan untuk mengungkap lebih banyak konten sejarah yang telah disunting. Marie-Antoinette terkenal sebagai ratu terakhir Prancis sebelum revolusi.

Pada Maret 1791, perhiasannya dibungkus dan ditempatkan di peti kayu dan diselundupkan keluar dari Prancis ke Wina oleh seorang punggawa setia untuk diamankan. Marie-Antoinette dan suaminya, Louis XVI, dieksekusi dengan guillotine pada Oktober 1793. Putra mereka meninggal di penahanan.


Gelang Berlian

Dua gelang yang pernah dimiliki Ratu Prancis, Marie-Antoinette, akan dilelang di balai lelang Christie di Jenewa, Swiss. Gelang dengan tiga baris berlian itu dideskripsikan "bisa saling dihubungkan dan dipakai sebagai kalung."

Dilansir dari Japan Today, 9 September 2021, setidaknya ada 112 berlian berukuran besar dan kecil yang terpasang di gelang tersebut. Aksesori berharga itu akan dilelang mulai dari 2 juta dolar AS atau sekitar Rp28 miliar.

Harga jualnya diprediksi bisa mencapai 4 juta dolar AS atau sekitar Rp58 miliar. Hal ini ditegaskan Marie-Cecile Cisamolo dari balai lelang Christie pada AFP.

Perhiasan bersejarah ini diyakini akan mudah terjual dengan harga fantastis saat dilelang pada 9 November 2021. Menurut direktur di balai lelang Christie di Jenewa, Francois Curiel, biasanya lelang perhiasan yang berkaitan dengan para bangsawan bisa terjual dengan harga sangat tinggi.

Terlebih, gelang ini disebut memiliki berlian antik berkisar satu hingga empat karat. Selain memiliki nilai intrinsik, pembeli juga diyakini akan punya kebanggaan tersendiri bisa menggunakan perhiasan bangsawan Prancis itu.

"Sebenarnya agak sulit mengukur kadar karat gelang berlian ini, karena di masa lalu tidak ada penggunaan ukuran kadar berlian yang tepat. Tapi dengan keunikan, bentuk, dan nilai sejarahnya, perhiasan ini akan sangat diminati," jelas Cisamolo.


Infografis Facebook, Instagram & WhatsApp Tumbang

 

Harta Karun di ATM Bekas

Kisah Mujur Pria Temukan Uang Rp 28 Juta di Mesin ATM Bekas

Liputan6.com 2021-10-05 14:03:30
Ilustrasi ambil uang di ATM (Gambar oleh Sebastian Ganso dari Pixabay)

Berburu barang bekas memang kerap dilakukan segelintir individu untuk sekedar hobi maupun koleksi. Namun, apa jadinya jika ada harta yang tersembunyi pada barang bekas yang Anda beli?

Ternyata hal tersebut bukan hanya omong kosong belaka. Publik, khususnya para pengguna jejaring sosial dibuat terkejut dengan video sekelompok pria yang beruntung karena mendapat banyak uang dari mesin ATM bekas yang dibelinya.

Melansir dari India Times, Selasa (5/10/2021), pria yang tak disebutkan namanya itu mengatakan membeli ATM bekas seharga 300 dolar atau setara dengan Rp 4,3 juta. Namun, mereka tak menyangka malah mendapatkan 2.000 dolar atau setara Rp 28 juta dari dalam mesin ATM bekas tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Gunakan berbagai alat untuk membukanya

Dalam video yang dibagikan di TikTok, para pria itu tampak berusaha membuka mesin tersebut menggunakan bor, linggis dan palu untuk mendapatkan uang kertas yang tersisa di dalamnya.

"Dia tidak memiliki kunci alat itu. Jika kalian ingin memilikinya, Anda bisa memiliki apa pun yang ada di dalamnya," kata salah satu teman yang memegang kamera (mantan pemilik) dan dia menjualnya kepada kami.


Berhasil mengeluarkan uang kertas dalam mesin tersebut

Setelah melalui proses panjang, mereka perlahan-lahan mulai menarik uang melalui celah yang mereka buat hingga berhasil mengumpulkan tumpukan uang.

"Jadi kami membelinya dari pria itu dan sekarang kami di rumah membukanya karena dia tidak memiliki kuncinya dan kami menemukan sejumlah uang," sahut seorang pria.

Paracetamol di Teluk Jakarta

HEADLINE: Perairan Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Seberapa Bahaya?

Liputan6.com 2021-10-06 00:01:59
Seorang anak menunjukkan air dari Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (2/10/2021). Teluk Angke dan Ancol yang ada di wilayah Jakarta Utara dilaporkan tercemar paracetamol dengan kons

Teluk Jakarta kini tak lagi berwarna biru, airnya berubah menjadi merah kecoklatan. Nelayan seperti Amda, harus mengarahkan perahunya ke tengah lautan saat mencari ikan di kawasan Teluk Jakarta sejak zat Parasetamol mencemari perairan Muara Angke.

Jika tidak, Amda sulit mendapatkan ikan.

"Merah airnya. Mempengaruhi (pendapatan). Mati ikannya, rajungan mati. Kalau mati semua, ya ke tengah. (ke) Pulau," ujar nelayan Muara Angke ini, dalam tayangan Liputan 6 SCTV, 2 Oktober lalu.

Konsentrasi parasetamol yang tinggi di Teluk Jakarta terungkap dari penelitian yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan University of Brighton UK. Disebutkan, Muara Sungai Angke mengandung 610 Nanograms per liter dan Muara Sungai Ciliwung Ancol menyimpan 420 Nanograms per liter.

Ironinya, Pemprov DKI Jakarta tidak mengetahui adanya kadar parasetamol yang tinggi di perairan Teluk Jakarta sebelum hasil penelitian itu terungkap ke publik.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas LH DKI Jakarta Yusiono berdalih, pihaknya tidak pernah menganalisis kadar parasetamol, lantaran zat itu tidak masuk dalam daftar indikator pencemaran lingkungan.

Hal ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. PP itu menyebutkan, ada 38 parameter yang merupakan indikator pencemaran lingkungan dan parasetamol tidak masuk di dalamnya.

"Sedangkan untuk parasetamol ini karena tidak termasuk yang diatur. parasetamol ini masih belum ada baku mutu yang ditetapkan," kata Yusiono saat dihubungi, Selasa (5/10/2021)

"Sehingga kami tidak melakukan analisis ya untuk parasetamol tersebut," lanjut dia.

Meski demikian, dia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta selalu meneliti kualitas air laut Ibu Kota setiap enam bulan sekali sesuai perintah perundangan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi, mengamini parasetamol tidak termasuk parameter pencemaran lingkungan. Namun harus diingat, lanjut dia, rehabilitasi Teluk Jakarta masuk dalam daftar kegiatan strategis. Oleh karena itu, seharusnya upaya pencegahan dilakukan.

"Mereka harus berterima kasih ke LIPI (sekarang BRIN) soal temuan parasetamol ini," ucap Tubagus kepada Liputan6.com, Selasa (5/10/2021).

Tubagus mengungkapkan, riset BRIN dan University of Brighton UK ini dilakukan pada 2018-2019. Prosesnya panjang hingga akhirnya mereka menemukan temuan tersebut. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta harus segera menindaklanjutinya. Misalkan terkait dampaknya terhadap ekosistem di Teluk Jakarta? Atau masih adakah kandungan parasetamol di sana?

"Menurut kami harusnya temuan ini harus ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan LIPI untuk mendalami temuannya. LIPI ini kan hanya mengkaji dan yang menindaklanjuti Pemprov DKI, misal kandungannya sejauh mana memengaruhi ekosistem di Teluk Jakarta," kata Tubagus.

Dia juga menyarankan Pemprov DKI Jakarta menggandeng ahli dari berbagai bidang terkait dampak yang ditimbulkan. Karena setiap beban pencemaran, dipastikan akan mempengaruhi ekosistem dan kehidupan setempat.

"Soal dampak harus ada ahli khusus, misal dampak ke ikan, maka harus ada ahli kelautan dan perikanan," kata dia.

Tubagus mengatakan banyak dugaan terkait sumber limbah tersebut. Namun, untuk mengetahui asalnya, bisa dimulai dengan meneliti aliran sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. Jika hasil penelitian terbukti adanya pelanggaran, Pemprov DKI harus menindak tegas tanpa pandang bulu.

"Kita harus tahu berdampak penting pada lingkungan. Dan kalau terbukti, harus disanksi berat," ujar Tubagus.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Infografis Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta, Berbahaya? (Liputan6.com/Trieyasni)

Guru Besar bagian Hidrologi di Geofisika dan Meteorologi IPB University, Hidayat Pawitan mengaku heran dengan penelitian tersebut. Masih ada beberapa hal yang perlu digali, seperti terkait kata "tinggi" yang digunakan untuk menggambarkan konsentrasi parasetamol di Teluk Jakarta.

"Saya agak bertanya-tanya itu penelitian 2018 yang diributkan itu yang katanya parasetamol tinggi, tapi saya enggak begitu mengerti setinggi apa itu, karena teluk Jakarta bukan seperti baskom, kan luas sekali. Jadi kalau dibilang tinggi, berapa tingginya," ujar Hidayat kepada Liputan6.com, Selasa (5/10/2021).

"Saya mempertanyakan validitas dan esensi permasalahan parasetamol di perairan Teluk Jakarta. Tapi tadi kita tunggu saja hasil dari Dinas Lingkungan Hidup kemarin ambil sampel, kita lihat masih benar seperti itu," Hidayat menambahkan.

Ia mengungkapkan secara keseluruhan, Teluk Jakarta memang menanggung beban pencemaran yang tinggi. Namun yang acap dipersoalkan adalah limbah yang berasal dari logam berat.

"Karena kalau logam berat seperti tukang perbaikan pelek, B3 itu masuknya, industri rumahan ilegal, artinya yang tidak kontrol dan limbahnya masuk ke sungai, masuk ke teluk, itu udah cukup lama. Kalau itu yang kita curigai misal mercury, kemudian dari B3 tadi logam berat," kata Hidayat.

Untuk mengatasi ini, sumber pencemaran harus ditertibkan dan dibenahi serta dibina. Sehingga menjadi usaha yang terkendali. "Kalau sekarang susah kita bilangnya dia cuma buang limbah, kalau hujan hanyut ke teluk Jakarta, ke 13 sungai itu," ucap dia.

Hidayat menegaskan, sebetulnya mudah mengidentifikasi sumber pencemaran. Intinya B3 logam berat mercuri dan sebagainya itu sudah lama sehingga memang membuat perihatin bagi kesehatan masyarakat.

"Peneliti dari LIPI juga menganjurkan kalau ingin mengembangkan perikanan yang buat dikonsumsi, pindah ke pantai Karawang, sudah ada rekomendasi itu," ujarnya.

Perlu Pembaruan

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin mengungkapkan perlu pembuktian kembali terkait hasil riset BRIN yang disebutnya terjadi pada 2018. Sebab riset itu sudah dilakukan tiga tahun lalu.

"Ketika itu dipublish, saat ini kita harus membuktikan apakah benar di dua titik itu ada konsentrasi yang tinggi parasetamol. Kita harus lakukan uji daripada sampel air laut yang diambil ke labkesda DKI Jakarta. Nanti hasilnya dua minggu baru bisa disampaikan, apakah ada di situ mengandung parasetamol yang tinggi," ujar Syaripudin di Jakarta, Selasa (5/10/2021).

"Termasuk ada saran dari sungai tertentu sebaiknya kita ambil sampel lagi, kondisinya dua tahun yang lalu. Tiga tahun dipublish sekarang, nah itu harus kita buktikan," dia menambahkan.

Syaripudin menyampaikan apresiasinya kepada tim yang melakukan penelitian tersebut. Kendati demikian, sekali lagi ia menegaskan harus ada pengujian agar hasil yang didapat menjadi valid.

"Kami ucapkan terima kasih atas hasil penelitian. Justru itu kita akan melakukan pengujian yang nanti akan dijelaskan apakah betul di situ terdapat konsetrasi parasetamol yang tinggi yang mungkin nanti bisa mengakibatkan biota laut terganggu. Ini kan belum ada hasilnya," ujarnya.

Kabar ini, lanjut Syaripudin, menjadi masukan yang baik bagi Pemprov DKI. Semua hasil penelitian tersebut akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti.

"Bagi kami ini masukan yang baik sehingga mendapat informasi di sana tercemar. Makanya kita akan uji, ini saran yang bagus. Kami terbuka, KLH sudah respons, BRIN sudah konpers. Bahkan nanti mau dibentuk tim kerja rencananya terhadap sumber yang menjadi pencemar lingkungan. Bukan cuma ini aja," jelas Syaripudin.

Dia menjelaskan, selama ini, Pemprov DKI Jakarta selalu mengawasi pengolahan air limbah kegiatan usaha seperti hotel, gedung perkantoran, industri maupun pabrik. Ada standar pengawasan sampel air limbah yang diuji ke laboratorium.

"Nanti (hasilnya) dia laporkan. Ketika dia enggak memenuhi baku mutu, kita tegur. Jadi itu udah ada sistem pengawasannya. Nah kalau mungkin pada limbah cair rumah tangga, ini kan sebetulnya udah ada pola ketika mereka yang sehat punya septic tank yang sesuai ketentuan. Sehingga limbah yang dikeluarkan ke saluran air, apakah itu sungai, enggak mencemari sungai. Sudah ada," terang Syaripudin.

Terkait dengan pelaku pencemaran teluk Jakarta, Syaripudin tak mau menuding siapa pun. Saat ini, pihaknya masih terus menyelidiki masalah tersebut.

"Konteks hukum saja orang yang jelas sudah membunuh enggak boleh (jadi tersangka) sebelum dibuktikan dengan namanya peradilan dengan bukti-bukti. Dalam konteks ini tetap kita akan lakukan penyelidikan," katanya.


Dampak Pencemaran Parasetamol

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Zullies Ikawati juga merasa terkejut dengan penemuan ini. Dia mempertanyakan dari mana sumber parasetamol itu berasal.

"Saya sendiri agak heran terkait temuan itu, sebenarnya dari mana (Parasetamol-nya), tapi memang ada kemungkinan. Bisa dari limbah industri, rumah tangga, ya mungkin ada sampai ke laut," ujar Zullies kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Selasa (5/10/2021).

Dampak pada biota laut mungkin ada. Tapi untuk manusia dampaknya tidak terlalu signifikan karena jumlahnya kecil dalam nanogram (nl).

"Kalau dampak ke manusia saya kira tidak terlalu signifikan karena jumlahnya sangat kecil, Parasetamol sendiri sebetulnya obat yang aman, dia selama ini digunakan dalam 500 miligram (mg) dan dosis maksimalnya 4 gram."

"Artinya, orang masih bisa menggunakan hingga 2 gram bahkan 4 gram. Jadi kalau di laut cuma sekian dan orang juga enggak minum air laut ya mungkin tak terlalu berdampak bagi orang."

Zullies menambahkan, jika Parasetamol kemudian dimakan oleh ikan dan ikan tersebut dimakan oleh manusia, maka tetap saja dampaknya kecil. "Kalau dampak ke biota saya juga enggak tahu. Kalau dari segi bahaya saya enggak lihat bahayanya."

Walau tak begitu membahayakan, Zullies berpendapat bahwa kejadian ini telah mengindikasikan bahwa pengelolaan limbah di Indonesia masih kurang baik.

"Sekarang yang diukur kan Parasetamol, kita belum tahu obat lain, jangan-jangan juga ada dan bisa saja yang lebih berbahaya seperti logam berat."

Peneliti Oseanografi BRIN Zainal Arifin menjelaskan, pihaknya belum mempunyai data konsentrasi atau kandungan parasetamol ikan atau kerang yang terkontaminasi di Teluk Jakarta. Ditegaskan, parasetamol bukan dipergunakan dalam kegiatan budidaya.

"Kita harus pahami, parasetamol ini bukan untuk kegiatan budidaya (ikan, kerang atau tambak lain), sehingga dampaknya lebih kepada unintended marine life. Kita tidak tahu apakah (ikan, kerang, biota lain) terkontaminasi atau tidak," jelas Zainal dalam Media Briefing Paracetamol di Teluk Jakarta pada Selasa, 5 Oktober 2021.

"Ini perlu peneltian lebih lanjut. Sifat parasetamol itu cepat terlarut (dalam air), life time-nya pendek."

Dalam hal ini, Zainal menekankan, efek kontaminasi kemungkinan lebih menyasar populasi biota laut yang ada di Teluk Jakarta.

"Tentunya, kalau konsentrasi parasetamol ada sepanjang waktu atau istilahnya long term exposure. Karena kalau saya lihat dari beberapa studi terkait, konsentrasi kecil dan terus-menerus mungkin berdampak ke biota laut atau sungai," terangnya.

Sedangkan Pakar Teknologi Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Enri Damanhuri menyoroti pengolahan limbah farmasi.

"Parasetamol kan dipakai di mana-mana sebagai obat. Soal pencemaran parasetamol yang ketangkep (terdeteksi) bisa banyak (faktor) kemungkinan. Pertama, dari masyarakat atau penduduk. Mereka juga banyak menggunakan, sehingga keluar dari air limbah," jelas Enri kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Selasa (5/10/2021).

"Kedua, sektor (perusahaan/industri) farmasi. Mereka juga mengeluarkan air limbah industrinya. Mungkin di situ termasuk parasetamol dan sebagainya."

Yang menjadi fokus permasalahan, lanjut Enri, adalah setiap air limbah harus diolah sesuai standar. Ini bertujuan agar kandungan logam berat tidak melebihi ambang batas ketika dibuang.

"Karena harus diolah ya mesti sesuai standar. Misalnya, Oh, supaya logam berat tidak lebih, maka digunakan pengolahan kategori tertentu," terangnya.

"Ini juga termasuk (pengolahan limbah) obat-obatan dan bahan kimia."

Enri Damanhuri menambahkan, kemungkinan terdeteksinya parasetamol di Teluk Jakarta dari obat yang dibuang, lalu terbawa air hujan.

"Instalasi pengolahan limbah domestik mungkin di negara berkembang, obat dibuang, lalu tergilas air hujan, misalnya, bisa saja terjadi," tambahnya.

Di sisi lain, Enri membandingkan dengan pengolahan limbah di negara-negara industri. Di sana, pengolahan limbah dinilai sudah baik. Di negara-negara industri pun penelitian terkait pencemaran limbah, termasuk obat-obatan juga dilakukan.

"Kalau di negara industri, pengolahannya sudah bagus. Sementara itu, di kita mungkin saja di sektor industri sudah bagus, tapi di bagian domestik air limbah, pengolahannya bisa masuk septic tank dan sebagainya," tutup Enri.

"Di negara industri tahun 2015 sudah mulai concern (penelitian limbah), sehingga banyak melakukan analisa di laut dan sebagainya, termasuk limbah spesifik seperti obat-obatan."

Hasil Penelitian

Sebelumnya, Peneliti BRIN, Wulan Koagouw mengungkapkan dampak pencemaran parasetamol terhadap biota laut, terutama pada jenis kerang. Dalam hal ini, kerang biru yang terpapar parasetamol selama tujuh hari akan mengalami perubahan pada jaringan gonad.

"Dan itu bisa dikomparasi antara 40 nanogram per liter, 250 nanogram per liter, dan juga 100 miligram per liter," kata Wulan yang dikutip, Selasa (5/10/2021).

Begitu juga dengan efeknya pada modulasi transkripsi gen. Beberapa transkripsi gen terlibat dalam reproduksi dan juga apoktosis akan mengalami perubahan.

"Jadi kita bisa lihat perbandingan konsentrasinya itu dalam 7 hari," ujarnya.

Yang mencengangkan, Wulan menambahkan, ketika membandingkan hasilnya dengan paparan parasetamol selama 24 hari. Dia menuturkan, selama masa itu, terlihat adanya perubahan di jaringan histopatologi. Dan juga pada transkripsi ekspresi gen-gen. "Kita investigasi eksposur jangka pendek," ujarnya.

Menariknya lagi pada paparan jangka panjang ini, efek yang bisa terlihat pada paparan parasetamol paling rendah, yaitu 40 ng/L itu sama dengan efek yang terlihat pada paparan parasetamol 100 mg/L (100 ribu Ng/L).

"Itu berarti magnitudenya 2.500 kali, kalau dibandingkan dengan 40 ng/L ke 100 rb ng/L," jelas dia.

"Jadi memang efeknya tidak bisa kelihatan langsung karena dari segi histopatologinya itu biasa-biasa," Wulan mengimbuhkan.

Terkait dengan efek bagi manusia, dia belum dapat mengungkapkan lantaran belum ada data yang mendukungnya. "Jadi hanya bisa bilang, di sini saya belum lihat efeknya pada manusia," ujar dia.


Berasal dari Daerah Penyangga?

Kandungan parasetamol di Teluk Jakarta diungkap oleh tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasiona (BRIN) dan University of Brighton UK. Mereka merilis hasil studi pendahuluan (preliminary study) mengenai kualitas air laut di beberapa situs terdominasi limbah buangan.

Hasil studi itu dimuat dalam jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul "High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia".

Hasil riset ini menginvestigasi beberapa kontaminan air dari empat lokasi di Teluk Jakarta. Yaitu Angke, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing; serta satu lokasi di pantai utara Jawa Tengah yakni Pantai Eretan, Indramayu.

Dari hasil penelitian menunjukkan, beberapa parameter nutrisi seperti Amonia, Nitrat, dan total Fosfat, melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia. Selain itu, Parasetamol juga terdeteksi di dua situs, yakni muara sungai Angke (610 ng/L) dan muara sungai Ciliwung Ancol (420 ng/L), keduanya di Teluk Jakarta.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zainal Arifin menyatakan, pihaknya belum dapat memastikan sumber pencemaran kadar parasetamol yang tinggi di perairan Teluk Jakarta. Namun dia menegaskan, pencemaran ini belum tentu berasal dari Jakarta semata. Ada dugaan kontribusi dari daerah penyangga.

"Jadi karena ini di Teluk Jakarta, Pemda Jakarta mungkin, tapi enggak. Kita harus tahu bahwa kita peneliti hampir setuju bahwa 60 sampai 80 persen pencemaran itu datangnya dari daratan sumbernya, dari daratan itu kan bisa sampai Bodetabek," kata Zainal dalam konferensi pers, Senin 4 Oktober 2021.

Kendati begitu, dia menyebut ada tiga kemungkinan sumber pencemaran paracetamol di perairan Jakarta. Yaitu: ekskresi akibat konsumsi masyarakat yang berlebihan; rumah sakit, dan industri farmasi.

"Dengan jumlah penduduk yang tinggi di kawasan Jabodetabek dan jenis obat yang dijual bebas tanpa resep dokter, memiliki potensi sebagai sumber kontaminan di perairan," paparnya.

Selain itu, bisa juga terkait pengelolaan limbah farmasi dari rumah sakit belum optimal. Akibatnya, limbah yang terbuang ke lautan terkontaminasi dengan zat paracetamol.

"Sehingga sisa pemakaian obat atau limbah pembuatan obat masuk ke sungai dan akhirnya ke perairan pantai," jelas dia.

Zainal juga mengungkapkan, konsentrasi Parasetamol yang cukup tinggi meningkatkan kekhawatiran tersendiri tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang terhadap organisme laut di Teluk Jakarta.

"Hasil penelitian awal yang kami lakukan ingin mengetahui apakah ada sisa Parasetomol yang terbuang ke sistem perairan laut," ujar Zainal.

Parasetamol merupakan salah satu kandungan yang berasal dari produk obat atau farmasi yang sangat banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia secara bebas tanpa resep dokter.

Sisa atau limbah obat-obatan atau farmasi memang seharusnya tidak ada di dalam air sungai dan air laut.

"Tugas setiap kita baik industri maupun masyarakat, untuk menjaga kesehatan manusia dan juga kesehatan lingkungan termasuk laut. Semua itu agar kita dapat hidup lebih bermakna," ungkap Zainal.

Pemerintah, lanjut dia, perlu melakukan penguatan regulasi tata kelola pengelolaan air limbah baik untuk rumah tangga, komplek, apartemen, dan industri.

"Sedangkan dalam pemakaian produk farmasi (obat, stimulan), publik perlu lebih bertanggung jawab, misalnya tidak membuang sisa obat sembarangan. Ini yang nampaknya belum ada, perlu ada petunjuk pembuangan sisa-sisa obat," pungkasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim, selama ini penanganan limbah medis saat pandemi Covid-19 sudah dilakukan dengan tepat. Menurutnya, Dinas Kesehatan dan DLH DKI Jakarta sudah mengirimkan limbah medis ke tempat pengelolaan limbah, sesuai aturan yang berlaku.

"Sejauh ini tidak ada masalah meskipun ada peningkatan luar biasa terkait limbah," tegasnya.

Riza menegaskan, Pemprov DKI akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti dengan sengaja melakukan pencemaran di perairan Teluk Jakarta. Namun begitu, langkah itu menunggu hasil penelitian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

"Tentu ada sanksinya, ada peraturannya (soal sanksi). Sekali lagi kita tunggu dulu ya hasil penelitiannya," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 4 Oktober 2021.

Dia mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengambil sampel air laut yang memiliki kadar parasetamol dan dilanjutkan dengan penelitian. Proses penelitian tersebut memakan waktu sekitar 14 hari.

Politikus Gerindra ini mengaku Pemprov DKI Jakarta belum mengetahui penyebab pasti adanya kandungan parasetamol tersebut. Apakah karena kelalaian atau ada yang membuangnya dengan sengaja atau tidak. Untuk itu, Ia meminta masyarakat dan pihak manapun, agar tidak membuang sampah, obat-obatan apalagi limbah sembarangan ke laut.

"Kita jaga lingkungan kita, laut kita. Itu penting kita jaga kebersihannya dan juga ekosistem laut kita," ujar dia.

Infografis Ada Kandungan Parasetamol di Perairan Teluk Jakarta. (Liputan6.com/Trieyasni)

Kipas Angin Lawan Covid-19

CDC: Kipas Angin dan Ventilasi Bisa Lawan COVID-19

Liputan6.com 2021-10-05 07:30:24
Ilustrasi/copyrightshutterstock/calmmindphoto

Amerika Serikat akan segera merayakan liburan Thanksgiving dan Natal 2021. Namun, acara kumpul-kumpul dalam ruangan memiliki risiko serius dalam penyebaran COVID-19 oleh CDC. Penggunaan masker pun sangat penting.

Bagi kegiatan indoor, CDC menyebut kipas angin dan ventilasi merupakan dua hal penting untuk melawan virus di udara. Kipas yang bisa berguna yakni window fan, exhaust fan di dapur dan kamar mandi, hingga kipas di langit-langit.

"Jika kamu di dalam ruangan, ventilasi adalah kuncinya," ujar Dr. Anthony Fauci dari National Institute of Health, dilansir NPR, Selasa (5/10/2021).

Terkait kipas, window fan perlu ditaruh diletakan di salah satu sisi jendela yang terbuka supaya bisa menarik udara segara dari sisi jendela yang satu lagi.

Kipas angin diminta sedekat mungkin ditaruh dekat jendela agar menghempas virus keluar.

Melalui situsnya, CDC juga menyarankan agar exhaust fan di dapur dan kamar mandi agar terus dinyalakan ketika ada pengunjung ke rumah. Setelah tamu pulang, exhaust fan juga disarankan terus dinyalakan setelah beberapa jam untuk menghilangkan partikel virus di udara.

Kipas di langit-langit juga berguna untuk meningkatkan aliran udara di rumah, meski jendela tertutup.

"Apabila aman, bukalah pintu dan jendela sebanyak mungkin agar anda bisa membawa masuk udara outdoor yang segar," tulis CDC. "Jika anda bisa, bukalah lebih dari satu pintu dan jendela agar lebih banyak udara segar masuk ke dalam rumah."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Masker Masih Berguna

Di Indonesia, PPKM mulai dilonggarkan. Masyarakat diminta tetap menjalani protokol kesehatan seperti menyadari pentingnya masker melawan corona.

Adanya peningkatan mobilitas seiring pembukaan aktivitas di ruang publik, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker. Upaya ini mencegah penularan virus Corona.

"Upaya mengenakan masker menjadi sangat penting, karena orang akan berdekatan satu sama lain," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi dalam dialog pada Selasa, 28 September 2021.

"Cegah virus masuk ke tubuh dengan menerapkan protokol kesehatan."

Apabila virus Corona telanjur masuk, lanjut Sonny, benteng pertahanan adalah vaksinasi. Bagi masyarakat yang belum divaksinasi diharapkan segera ikut vaksinasi.

"Tingkatkan solidaritas dengan cara saling menjaga. Ingat, kita masih punya target menurunkan indikator-indikator COVID-19," terangnya.

Berdasarkan data Google Mobility per 27 September 2021, mobilitas penduduk di Jawa-Bali ke tempat ritel, rekreasi, dan taman terpantau meningkat. Peningkatan mobilitas juga terjadi ke tempat kerja.


Infografis COVID-19: