Volume 102

Tunjangan Fantastis Pegawai Pajak

Fantastis, Berikut Daftar Tunjangan Kinerja Pegawai Ditjen Pajak

Liputan6.com 2021-10-06 15:30:42
Petugas menunggu masyarakat yang ingin melaporkan SPT di Kantor Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Rabu (11/3/2020). DJP menargetkan pelaporan SPT tahun ini bisa mencapai 15,2 juta atau se

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjadi salah satu instansi pemerintahan yang memiliki tugas dan tanggung jawab besar. Maklum saja, nasib penerimaan negara tergantung dari instansi pimpinan Suryo Utomo ini.

Tak ayal, tunjangan kinerja atau tukin para pegawai di Ditjen Pajak pun bisa dibilang di atas rata-rata instansi pemerintahan lainnya. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

"Pegawai yang mempunyai jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak diberikan tunjangan kinerja setiap bulan," tulis Pasal 2 ayat (1) Perpres 37/2015, dikutip Rabu (6/10/2021).

Besaran tukin di DJP Kemenkeu pun bervariasi, tergantung peringkat jabatan yang disandang oleh masing-masing pegawai. Lantas berapa saja tukin mereka? Berikut daftarnya:

Eselon I

Peringkat jabatan 27, Rp 117.375.000

Peringkat jabatan 26, Rp 99.720.000

Peringkat jabatan 25, Rp 95.602.000

Peringkat jabatan 24, Rp 84.604.000

Eselon II

Peringkat jabatan 23, Rp 81.940.000

Peringkat jabatan 22, Rp 72.522.000

Peringkat jabatan 21, Rp 64.192.000

Peringkat jabatan 20, Rp 56.780.000

Eselon III

Peringkat jabatan 19, Rp 46.478.000

Peringkat jabatan 18, Rp 42.058.000-28.915.875

Peringkat jabatan 17, Rp 37.219.875-27.914.000

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Eselon IV

Eselon IV

Pejabat struktural (peringkat jabatan 16), Rp 28.757.200

Peringkat jabatan 16, Rp 25.162.550-21.567.900

Peringkat jabatan 15, Rp 25.411.600-19.058.000

Peringkat jabatan 14, Rp 22.935.762-21.586.600

Peringkat jabatan 13, Rp 17.268.600-15.110.025

Peringkat jabatan 12, Rp 15.417.937-11.306.487

Peringkat jabatan 11, Rp 14.684.812-10.768.862

Peringkat jabatan 10, Rp 13.986.750-10.256.950

Peringkat jabatan 9, Rp 13.320.562-9.768.412

Peringkat jabatan 8, Rp 12.686.250-8.457.500

Peringkat jabatan 7, Rp 12.316.500-8.211.000

Peringkat jabatan 6, Rp 7.673.375

Peringkat jabatan 5, Rp 7.171.875

Peringkat jabatan 4, Rp 5.361.800


Tergantung Penerimaan Pajak

Namun, mengacu pada Pasal 2 ayat (4) Perpres 37/2015, pembayaran tukin untuk PNS di DJP Kemenkeu turut berpatokan pada target realisasi penerimaan pajak per tahun. Berikut rinciannya:

a. Tunjangan kinerja dibayarkan 100 persen pada tahun berikutnya selama satu tahun dalam hal realisasi penerimaan pajak sebesar 9 persen) atau lebih dari target penerimaan pajak;

b. tunjangan kinerja dibayarkan 90 persen pada tahun berikutnya selama satu tahundalam hal realisasi penerimaan pajak sebesar 90 persen sampai dengan kurang dari 95 persen dari target penerimaan pajak;

c. tunjangan kinerja dibayarkan 80 persen pada tahun berikutnya selama satu tahun dalam hal realisasi penerimaan pajak sebesar 80 persen sampai dengan kurang dari 90 persen) dari target penerimaan pajak;

d. tunjangan kinerja dibayarkan 70 persen pada tahun berikutnya selama satu tahun dalam hal realisasi penerimaan pajak sebesar 70 persen sampai dengan kurang dari 80 persen dari target penerimaan pajak;

e. tunjangan kinerja dibayarkan 50 persen pada tahun berikutnya selama satu tahun dalam hal realisasi penerimaan pajak kurang dari 70 persen dari target penerimaan pajak.

Salmon Kareth, Sang Penjaga Listrik PON

Mengenal Salmon Kareth, Penjaga Listrik PON XX Papua di Jayapura

Liputan6.com 2021-10-06 19:00:35
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura Salmon Kareth (dok: PLN)

Gelaran akbar PON XX Papua dihiasi gemerlap lampu yang tak henti berikan keindahan. Siapa sangka, ada putra asli Papua di balik kesuksesan meriahnya gelaran itu.

Ya, ada Salmon Kareth yang memastikan suplai listrik tetap gemerlap dalam pelaksanaan PON XX Papua di Jayapura.

Pria 49 tahn kelahiran Karetubun ini menjabat sebagai Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura. Kiprahnya di PLN dimulai sejak 2001, saat ia lolos seleksi penerimaan pegawai PLN.

Kecintaan Salmon Kareth terhadap dunia kelistrikan bukan semata-mata karena dia bekerja di PLN. Kehidupan masa kecil yang minim penerangan ini menumbuhkan keingintahuan untuk mengenal listrik lebih dalam.

"Dulu sewaktu saya kecil, hanya kota-kota besar di Papua saja yang sudah ada listrik, tempat saya di kampung tidak ada listrik," ujar Salmon yang menghabiskan masa kecilnya di Kampung Yukase, Sorong, Papua Barat ini.

Ia mengaku hanya melihat terang ketika datang ke kota. Lampu menyala, menyilaukan mata. Selebihnya, ia lebih kerap ditemani pelita untuk mengerjakan PR, menulis, atau membaca.

Laki-laki kelahiran 12 September 1972 ini semakin cinta dengan rangkaian listrik ketika duduk di bangku SMP. Sebenarnya, tidak hanya soal listrik. Salmon juga suka pelajaran IPA lainnya, termasuk biologi.

Ilmu-ilmu eksakta ini membawanya di antara dua pilihan ketika masuk SMA. Ia harus memilih, bersekolah di SMA lalu mengambil jurusan IPA dan menekuni biologi atau masuk ke Sekolah Teknik Menengah (STM) mengambil jurusan listrik.

Pilihannya jatuh kepada STM Sorong yang menawarkan jurusan listrik. Pertimbangannya, ia mendapat tawaran untuk masuk ke salah satu dari dua STM yang ada di Papua kala itu.

Waktu terus berjalan, listrik menjadi jalan hidup yang dipilih Salmon Kareth. Ia memutuskan untuk kuliah di Pulau Jawa dan mengambil jurusan teknik elektro pada 1993. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) telah menjadi saksi kecintaannya terhadap kelistrikan.

Alasannya memilih kuliah di Jawa karena saat itu minim sekali jurusan bidang eksakta di Papua. Perguruan tinggi di Papua didominasi jurusan ilmu sosial.

"Saya berpikir kalau dulu masuk SMA pasti jadi dokter karena saya sangat suka biologi, tetapi ternyata sekarang saya jadi dokter listrik," ucap anak ketiga dari lima bersaudara ini.

Lulus kuliah, ia kembali ke tanah Papua. Dia menjadi dosen di Institut Sains dan Teknologi Jayapura (ISTJ) yang sekarang berganti nama menjadi Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ).

Dorongan untuk mengabdi secara langsung di dunia kelistrikan tetap bergelora di hatinya. Ini pula lah yang mendasari Salmon Kareth untuk bergabung langsung dengan PLN dan memberanikan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan pegawai.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tugas Pertama

Siapa sangka, setelah bergabung jadi insan kelistrikan, tugas pertamanya adalah sebagai staf di PLN wilayah Papua Cabang Jayapura. Kemudian, berpindah-pindah tempat ke Makassar sebelum akhirnya kembali lagi ke Papua.

Pada saat menjabat sebagai Manajer PLN UP3 Biak pada 2016, Salmon membuat gebrakan dengan mengalirkan listrik ke wilayah-wilayah pedalaman Papua. Kampung tempat tinggalnya juga tidak ketinggalan.

"Saya semacam harus bayar utang budi dengan kampung karena saya sudah bekerja di kelistrikan jadi kampung sendiri juga tidak dilupakan," kata Salmon Kareth.

Ia tidak menampik usaha mengalirkan listrik ke segala penjuru Papua bukan hal yang mudah. Kondisi geografis membuat petugas PLN harus melakukan mobilisasi lewat laut, sungai, dan darat. Belum lagi jika harus membuka jalan baru untuk masuk ke wilayah yang aksesnya sulit.

Saat ini, hanya sebagian kecil wilayah di Papua yang belum teraliri listrik. Itu pun karena lokasinya yang berada pada akses yang sangat terbatas.

"Namun kami terus berupaya menghadirkan listrik sampai ke sana, sedang dalam proses," tuturnya.

Bagi Salmon, listrik hadir membawa perubahan dalam banyak hal. Contohnya, orang tidak percaya PON bisa hadir di Papua, akan tetapi PLN UP3 Jayapura yang mendapat kepercayaan dari pusat dan regional mematahkan pandangan pesimistis orang-orang dengan menghadirkan PON yang megah.

Kini, ia berharap Papua semakin maju dan lebih sejahtera. Dukungan infrastruktur kelistrikan bisa membuat Papua meningkatkan daya saing dan setara dengan kota besar di luar Papua.

Cahaya Bumi Kian Redup

Studi: Perubahan Iklim Bikin Cahaya Bumi Makin Redup

Liputan6.com 2021-10-05 21:00:11
Ilustrasi bumi (Foto: unsplash.com/The New York Public Library)

Menurut penelitian terbaru, Bumi memantulkan lebih sedikit cahaya karena iklimnya yang terus berubah. Fenomena indah yang menghubungkan iklim dan kecerahan Bumi adalah awan.

Awan merupakan bagian teka-teki iklim yang terkenal rumit. Para ilmuwan berjuang untuk memodelkan bagaimana awan akan merespons perubahan iklim dan bagaimana respons tersebut pada gilirannya akan membentuk iklim masa depan.

Namun, para ilmuwan di balik penelitian terbaru berpikir bahwa semua temuan terkait reflektifitas bergantung pada dinamika awan di atas Samudra Pasifik.

Dilansir Live Science, Selasa (5/10/2021), penelitian ini bergantung pada pengamatan selama dua dekade dari sebuah fenomena yang disebut 'Earthshine', yang merupakan cahaya pantulan dari Bumi ke permukaan sisi gelap Bulan, lalu dikombinasikan dengan pengamatan satelit dari reflektifitas Bumi atau Albedo, dan kecerahan Matahari.

Fitur yang berbeda di Bumi mencerminkan jumlah cahaya yang berbeda: lautan mendapat sangat sedikit, sedangkan daratan mendapat sekitar dua kali lebih banyak. Sementara itu, awan memantulkan sekitar setengah dari sinar matahari yang mengenai mereka. Salju dan es memantulkan sebagian besar cahaya yang mereka terima.

Para ilmuwan di Big Bear Solar Observatory di California Selatan telah mempelajari bagaimana cahaya Bumi berfluktuasi sejak 1998. Mereka mencari perubahan skala waktu dari harian ke dekade.

Para peneliti mencatat bahwa pengukuran ini masih relatif dan memerlukan pengamatan yang lebih kuat, bahkan mungkin dari cubesats (satelit versi miniatur untuk penelitian ruang angkasa) atau obsertavorium Bulan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hilangnya Awan Terang di Samudra Pasifik

Para peneliti mengumpulkan dua set data untuk mengetahui apakah dan bagaimana kecerahan Bumi telah berubah. Selama rentang dua dekade penuh jumlah cahaya yang dipantulkan Bumi turun sekitar 0,5% --- atau sekitar setengah watt lebih sedikit cahaya setiap meter persegi.

Sebagian besar perubahan terjadi dalam tiga tahun terakhir dari kumpulan data Earthshine yang dianalisis oleh para peneliti hingga 2017. Data dari Clouds and the Earth's Radiant Energy System (CERES) berlanjut hingga 2019 dan menunjukkan penurunan yang lebih tajam di akhir.

Selama waktu tersebut, para peneliti menentukan bahwa kecerahan Matahari tidak memiliki keterikatan yang berarti dengan penurunan reflektansi. Jadi, perubahan jumlah cahaya yang dipantulkan Bumi pasti berasal dari perubahan di Bumi itu sendiri.

Secara khusus, data CERES mencatat hilangnya awan terang di ketinggian rendah di atas Samudra Pasifik timur, di lepas pantai barat Amerika. Penemuan lainnya adalah peningkatan suhu yang mencolok di permukaan laut.

Cahaya yang tidak dipantulkan ke luar angkasa terperangkap dalam perputaran di Bumi, perubahan kecerahan juga berimplikasi pada iklim di masa depan. Hal ini merujuk pada tingkatan laju perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Penulis: Anastasia Merlinda


Infografis: Bumi Makin Panas, Apa Solusinya?

 

Pendukung Kandidat Capres Bermunculan

HEADLINE: Geliat Relawan Tokoh Jelang Pilpres 2024, Sekadar Dongkrak Elektabilitas?

Liputan6.com 2021-10-07 00:03:43
Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo ngopi bersama di kafe di samping Balaikota (Dok. Instagram/@aniesbaswedan/https://www.instagram.com/p/Bpy4GGrnZ9I/Komarudin)

Hari pencoblosan Pilpres 2024 masih lama. Bahkan pemerintah, DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memutuskan hari pelaksanaannya. Namun, pemanasan jelang Pilpres 2024 sudah terasa melalui kemunculan kelompok relawan yang mengusung sejumlah nama kondang di Tanah Air.

Kelompok relawan itu antara lain menyebut nama Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, dan terakhir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai sosok yang akan mereka dukung di Pilpres 2024.

Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan, kehadiran kelompok relawan ini bukan semacam keharusan, namun sudah jadi bagian dari ritme demokrasi kita. Dia pun menilai fenomena ini bagus-bagus saja selama kelompok relawan itu muncul secara natural dari bawah.

"Kalau bukan by design, bagus-bagus saja, harus disambut yang begituan. Jadi catatannya, selama itu tidak rekayasa, karena sekarang juga saya kira ada model-model rekayasa yang dibangun, seolah merupakan desakan publik padahal sebenarnya strategi pemenangan, itu pun sebenarnya boleh-boleh saja," ujar Ray kepada Liputan6.com, Rabu (6/10/2021).

Relawan itu baru menjadi masalah, lanjut dia, kalau sejak awal diberi fasilitas dan fasilitas berlanjut sampai masa kampanye, ada gaji dan uang transpor. Artinya ada semacam perjanjian yang mengikat antara relawan dengan sosok yang diusung.

"Selain itu, sejauh ini saya melihat relawan-relawan ini belum sampai pada aspek menyosialisasikan ide, tapi menonjolkan pada figur. Sebaiknya dimulai dengan sosialisasi ide-ide, di mana relawan-relawan ini kemudian tertarik karena kinerja figur tersebut, sehingga diusung jadi capres," beber Ray.

Namun, ujar dia, untuk jadi capres tidak cukup melihat kinerja semata, karena kinerja seseorang di satu tempat itu tidak menunjukkan kinerja keseluruhan Indonesia. Ada saatnya sang tokoh harus mengembangkan visinya, apa yang mau dicapai untuk Indonesia, dan itu yang kemudian disosialisasikan oleh relawan.

"Saya sih masih melihat, sejauh ini relawan muncul karena inisiatif pribadi yah, cuma saya melihat masih bersifat keterpesonaan kepada figur tadi, jadi belum berkembang pada keterpesonaan ide. Keterpesonaan ide itu bisa muncul kalau ada negosiasi ide. Nah, sekarang relawan itu sudah ada negosiasi ide itu belum?" tanya Ray.

Ide itu, lanjut dia, bisa jadi prinsip antikorupsi, perlindungan HAM, penguatan kembali KPK, kebebasan berpendapat, dan otonomi daerah.

"Jadi relawan tinggal menguji calon yang diusung, siap atau tidak dengan ide-ide tersebut. Kalau soal kesejahteraan itu tidak usah disebutkan lagi, karena mutlak, sudah wajib itu," tegas Ray.

Yang jelas, ujar dia, keberadaan relawan akan sangat bisa mendongkrak elektabilitas sosok yang diusung, karena umumnya relawan bergerak sendiri sehingga bebas menyosialisasikan yang bagus-bagus tentang si calon.

"Tapi bisa blunder juga. Misalnya kalau terlalu sensitif, dikritik sedikit lalu mereka serang ornag yang mengkritik, itu bahaya, blunder. Dikiritik sedikit lapor polisi. Jadi, relawan itu harus pandai-pandai menangkis serangan," jelas Ray.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, kehadiran relawan dalam kontestasi seperti pilpres tak bisa dibendung.

"Namun, belum tentu juga relawan itu bekerja sesuai keinginan dari calon yang didukungnya. Sebab, bisa saja relawan itu malah belum pernah ketemu dengan sosok yang didukungnya. Calon itu pun mungkin belum mau ketemu karena tidak mau menimbulkan prasangka kalau mereka membayar para relawan itu," jelas Pangi kepada Liputan6.com, Rabu (6/10/2021).

Karena itu, dia menyarankan sebaiknya hadirnya relawan itu berjalan alamiah, gerakan yang betul-betul dilakukan atas kesadaran masyarakat yang tumbuh. Nothing to loose saja karena mereka bekerja murni untuk idealisme.

"Jadi, relawan ini bagian dari dinamika demokrasi dan sebetulnya baik, kenapa? Itu menandakan demokrasi kita jalan, karena sulit juga mengaitkan apakah relawan yang menjamur itu didesain oleh calon. Jadi saya menduga dukungan itu murni karena hati mereka terpanggil untuk jadi relawan bagi sosok yang didukungnya," beber Pangi lagi.

Yang diharapkan relawan hanya ingin melihat jagoannya ikut berkontestasi Pilpres 2024, sehingga menurut dia acara deklarasi relawan bertujuan agar gerakan mereka makin masif dan memengaruhi publik serta sikap partai. Jadi bisa dibilang, kehadiran relawan yang kuat itu tak bisa dianggap remeh karena bisa mendongkrak elektabilitas calon.

"Ada irisan ke sana (elektabilitas), karena relawan bergerak ke calon yang kiranya akan menang. Umumnya, hasil survei yang ada selama ini mendorong publik jadi relawan. Apakah ada yang sponsori? Bisa jadi, tapi kalau dananya dari si calon sendiri saya tidak yakin, karena menurut saya itu gegabah ngeluarin uang sementara nasib mereka juga masih dalam ketidakpastian," jelas Pangi.

Infografis Relawan Tokoh Bermunculan Jelang Pilpres 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)

Sosok Pilihan Relawan Jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepada kelompok relawan Seknas Jokowi tak terburu-buru mengambil sikap untuk Pilpres 2024. Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka secara terbuka Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas Seknas Jokowi, yang merupakan organisasi tempat berkumpulnya relawan Jokowi, secara virtual, Minggu (14/6/2021).

"Saya sarankan kepada para relawan untuk mengamati dulu. Jangan tergesa-gesa, ojo kesusu. Mari kita pelajari bersama konstelasi politik, kita pelajari bersama sama peta politiknya dengan baik. Saya lihat masih ada waktu yang cukup untuk melakukan itu semua," kata Jokowi.

Dia menuturkan, ada saatnya para relawan Jokowi bergerak terlebih dahulu. Namun, untuk saat ini semua fokus dulu mengatasi pandemi Covid-19.

"Kesehatan dan keselamatan rakyat harus yang paling diutamakan dan indonesia harus tangguh menghadapi pandemi. Tapi kita juga ingin kehidupan ekonomi bisa segera tumbuh," tutur Jokowi.

Namun, tak demikian dengan Jokowi Mania, salah satu kelompok relawan Jokowi, yang pertengahan September lalu mendeklarasikan dukungannya kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju pada kontestasi Pilpres 2024.

"Kita Jokowi Mania sudah punya tekad yang kuat mendukung Mas Ganjar untuk 2024. Pertama alasannya, Mas Ganjar sosok yang bisa menjaga legacy Jokowi. Kedua, Mas Ganjar pemimpin yang kita lihat sangat dekat dengan rakyat kecil. Ketiga, Beliau punya karya ketika memimpin Jawa Tengah karena kita lihat saat ini Jawa Tengah salah satu provinsi terbaik di Indonesia," tegas Ketua Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer kepada Liputan6.com, Rabu (6/10/2021).

Dia mengakui Jokowi Mania belum berkomunikasi dengan Presiden Jokowi terkait deklarasi dukungan tersebut. Namun, dia memastikan Jokowi sudah mengetahui, paling tidak dari pemberitaan.

"Pak Jokowi kan urusannya bukan urusin beginian. Terlalu kecil urus Pilpres 2024. Presiden Jokowi itu hanya urusin Covid-19 dan bagaimana ekonomi bangsa ini bagus, itu doang. Tugas kita sebagai anak bangsa encari pemimpin pengganti The Next Jokowi nanti siapa," ujar pria yang karib disapa Noel itu.

Ketika ditanyakan apakah deklarasi ini tidak terlalu cepat, dia membantahnya. Secara administratif diakui masih jauh hari pencoblosannya. Tapi secara administrasi terbilang dekat. Apalagi di tahun 2022 mendatang prosesnya sudah akan memasuki verifikasi dan lain-lain.

"Bangsa ini saja waktu mau dideklarasikan merdeka diperjuangkan puluhan tahun, Reformasi 98 juga puluhan tahun kita perjuangin. Masa mencari pemimpin cuma dua tahun setengah dibilang panjang. Ngawur itu yang bilang masih panjang," ujar Noel.

"Bukan ngawur, tapi takut mereka. Karena hari ini kita lihat popularitas dan elektabilitas Mas Ganjar kan begitu luar biasa. Hari ini nggak ada yang bisa nguber, karena kita lihat Beliau sosok wong deso sama kayak Pak Jokowi, orang tinggi kurus beruban," imbuh dia.

Terkait perintah Jokowi kepada relawan untuk tidak terburu-buru mengarahkan dukungan politik terkait Pilpres 2024, dia tak menampiknya. Namun, ada hal lain yang tak bisa dikesampingkan yaitu soal nurani.

"Itu perintah politik Presiden. Tapi ada perintah nurani yang gak bisa kita bendung. Perintah nurani ini kan sama kayak waktu Pak Jokowi dicalonkan sebagai presiden. Semua orang enggak ada yang mau dukung presiden, bahkan di internal PDI. Tapi, kita diperintah nurani untuk memilih Jokowi saat itu," jelas Noel.

"Gambaran waktu kita memilih Jokowi dan memilih Ganjar itu sama persis. Artinya, akan ada pengulangan sejarah. Kita selain diperintah Jokowi diperintah nurani. Nah, nurani kita hari ini milihnya Mas Ganjar. Bukan kita tak patuh perintah Presiden," imbuh dia.

Demikian pula dengan langkah Jokowi Mania yang tak memilih mendukung sosok atau tokoh yang akan diusung PDIP di Pilpres 2024, mereka punya perhitungan politik sendiri. Bahkan, dia memastikan tak hanya Jokowi Mania, melainkan seluruh elemen relawan Jokowi punya pemikiran yang sama.

"Kita kan punya kalkulasi tersendiri lah, kita enggak mau terjebak dengan polemik politik lah. Kami maunya melihat, karena kan kita bukan mencari politik, kita mau cari pemimpin. Kalau mau nyari politikus banyak di republik ini, pemimpin yang main politik banyak. Tapi kalau pemimpin yang bekerja untuk rakyat, susah. Saya 99 persen katakan, pendukung Pak Jokowi mendukung Mas Ganjar," tegas Noel.

Terkait sejauh mana dorongan Jokowi Mania bisa meningkatkan elektabilitas dari sosok yang didukungnya, dia menegaskan itu tidak tergantung pada relawan. Urusan elektabilitas adalah soal bagaimana kinerja yang bersangkutan.

"Persoalan elektabilitas dan sebagainya kan tergantung kinerja ya. Kita memilih pemimpin bukan politik. Kalau seandainya ada orang yang lebih baik dari Jokowi dan Ganjar ya kenapa tidak. Tapi kalau kita sudah memutuskan Mas Ganjar," ujar Noel.

"Biarkanlah kader-kader bangsa menunjukkan kinerjanya. Siapa pun orangnya. Kita mau ke depan nanti di 2024 lahir pemimpin-pemimpin atau sosok-sosok yang bertarungnya dengan ide dan program. Jangan seperti 2014 dan 2019. Tidak ada ide, adanya narasi perpecahan dan bertarung," pungkas Noel.


Mereka yang Disokong Relawan

Tak banyak yang mengetahui kalau kemunculan relawan pendukung Ketua DPR Puan Maharani telah mendahului deklarasi relawan serupa belakangan ini. Tak hanya satu, dua kelompok relawan langsung muncul menyokong Puan untuk maju di kontestasi Pilpres 2024, yaitu Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) dan Barisan Relawan Puan Maharani Indonesia (Barani).

GPMN diketuai oleh Dadi Palgunadi sementara Barani dipimpin oleh Madiyo Sriyanto. Dalam laman gemaperjuanganmaharaninusantara.com, GPMN menampilkan banyak kegiatan Puan selama menjabat sebagai Ketua DPR. Dalam sejarah pembentukannya dituliskan, bermula dari keprihatian kondisi akan potensi perpecahan anak bangsa dalam memaksakan ideologi selain Pancasila.

Perlunya kesadaran berbakti untuk negara dan rakyat, yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan yang berkarakter kebangsaan dan figur pemersatu setelah Presiden Joko Widodo.

Sementara Barani, selain aktif membuat situs berita berisi kumpulan kegiatan Puan dan rilis, juga aktif di Facebook dan Twitter.

Tak jauh beda dengan Puan yang sama-sama orang parpol, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga disokong relawan. Mengusung nama Relawan Gus Muhaimin Asik Poll (Gaspoll), mereka mendeklarasikan Gus Muhaimin maju sebagai capres pada Pemilu Presiden 2024.

"Ini adalah salah satu cara Relawan Gaspoll terjun ke masyarakat, bekerjasama dengan para musisi lokal baik di kafe dan musisi jalanan. Rencananya kegiatan ini akan dilakukan di beberapa kota," kata Koordinator Tim Nasional Relawan Gaspoll Fahmi Budiawan usai deklarasi di Jakarta, Senin (21/6/2021).

Dia mengatakan, Relawan Gaspoll sengaja dibentuk untuk menyasar kalangan milenial dan menyosialisasikan Gus Muhaimin dengan cara unik, yaitu "ngamen" ke tempat-tempat nongkrong anak-anak muda.

Dia mengatakan, rencananya kegiatan serupa dilakukan di berbagai kota di Indonesia, dan pihaknya sengaja menyasar kelompok anak-anak muda, karena mereka adalah pemilih mayoritas pada Pemilu 2024.

Hampir bersamaan dengan Relawan Gaspoll, kelompok relawan yang menamakan diri Sahabat Ganjar mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP untuk maju pada Pilpres 2024 di 34 provinsi se-Indonesia.

"Kami menebarkan semangat yang selama ini digaungkan Ganjar di 51 kota pada 34 provinsi di Indonesia," kata Ketua Umum Sahabat Ganjar Lenny Handayani saat deklarasi, Minggu (20/6/2021).

Tujuan deklarasi serentak tersebut untuk konsolidasi agar bisa bersinergi serta bergerak bersama sesuai visi dan misi Sahabat Ganjar yaitu mengusung Ganjar Pranowo maju di Pilpres 2024.

"Sahabat Ganjar dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan semangat kepemimpinan Ganjar ke masyarakat luas," ujar dia.

Deklarasi Sahabat Ganjar dilaksanakan di Yogyakarta pada 20 Juni 2021. Kemudian diperluas hingga 33 provinsi lainnya yang menyasar di 51 kota di Indonesia.

Ia menyebutkan 51 kota tersebut di antaranya Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Kota Lampung, Serang, Kota Bogor, Kuningan, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Bandung dan sejumlah kota lainnya.

Tak hanya itu, Lenny Handayani juga menyatakan, Sahabat Ganjar siap bertempur untuk Pilpres 2024 secara serentak di 17 negara.

Sebanyak 17 negara tersebut adalah Hong Kong, Macau, Jepang, Taiwan, Inggris, Singapura, Italia, Belanda, Malaysia, Arab Saudi, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Austria, Spanyol, Uni Emirat Arab, dan Prancis.

Salah satu Relawan Sahabat Ganjar di Australia menambahkan secara pribadi, ia melihat Ganjar sebagai orang yang bisa memajukan bangsa Indonesia. Ungkapan tersebut terdapat di dalam video yang ditayangkan saat deklarasi berlangsung.

Sama halnya yang dikatakan para relawan dari Malaysia, Ganjar diyakini layak menjadi pemimpin Indonesia.

"Pak Ganjar punya sikap toleransi yang tinggi, menolong orang, tegas, jujur, dan meski kami berada di luar negeri, kami akan tetap mendukung Beliau," ungkap Asih Lestari yang merupakan salah satu Relawan Sahabat Ganjar di Malaysia.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pelantikan kepengurusan Sahabat Ganjar di 34 DPW dan 140 DPC di seluruh Indonesia. Para Sahabat Ganjar ini terdiri atas berbagai elemen masyarakat.

Dengan jeda yang cukup lama, giliran Sandiaga Uno yang digadang-gadang pendukungnya untuk maju di Pilpres 2024. Relawan Kawan Sandi (RKS) mendeklarasikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno itu di Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/9/2021).

"Kami meyakini figur Sandiaga Uno tepat mengemban harapan tersebut," kata perwakilan RKS, Adhi Saputra, dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Deklarasi tersebut dilakukan RKS di atas perahu di Pelabuhan Rakyat Paotere, sebagai pusat ekonomi rakyat kecil, yang menghubungkan Kota Makassar dengan ratusan pulau di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain mendeklarasikan Sandiaga Uno sebagai capres 2024, RKS juga menggelar aksi sosial di Kampung Nelayan Paotere, Makassar. Para relawan membagikan masker, handsanitizer, hingga paket sembako kepada warga.

RKS merupakan relawan lintas profesi, lintas agama, lintas generasi, dan lintas suku. Mereka berfokus memperjuangkan nasib rakyat kecil yang kesulitan akibat pandemi COVID-19. Mereka memprediksi peluang besar untuk Sandiaga Uno maju sebagai bakal calon presiden (Capres) pada Pemilu 2024 mendatang.

"Hasil dari beberapa lembaga survei menempatkan nama Sandiaga Uno dalam lima besar kandidat berpeluang capres," kata Adhi Saputra.

Terakhir, Senin awal pekan lalu, muncul sebuah kelompok menamakan diri mereka Relawan Bala Anies. Ketua Relawan Bala Anies, Sismono Laode, menyatakan mereka mendukung Gubernur DKI Jakarta itu sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Bagi kami, Anies Baswedan menjadi salah satu tokoh yang diimpikan rakyat Indonesia dan layak memimpin Indonesia di masa depan," ucap Laode, Senin (4/10/2024).

Dia mengaku Relawan Bala Anies sudah ada sejak 2020, meskipun Laode sebagai ketua mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Anies. Alasannya, dikarenakan pandemi sehingga membuat pertemuan dan segala aktivitas dibatasi.

Laode memang tahu sejauh ini belum ada niatan dari Anies untuk maju Pilpres. Menurutnya, Anies memang fokus menyelesaikan segala permasalahan dan menuntaskan program di Jakarta.

"Pak Anies sendiri belum berpikir ke RI 1. Beliau sedang fokus membangun Ibu Kota dan menuntaskan janji kampanye dan Alhamdulillah hampir semua sudah dituntaskan," ucap Laode.

Berbicara dukungan, Laode mengakui belum ada partai politik yang secara terbuka menyuarakan Anies sebagai calon presiden. Namun, ia optimistis satu saat akan ada partai politik meminang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu maju sebagai calon presiden.

"Kami meyakini bahwa ada kekuatan di luar kehendak manusia. Hampir semua masyarakat tidak menyangka jika Pak Anies bisa menjadi calon Gubernur DKI (karena tidak ada partai). Pun halnya, tidak ada yang menyangka jika Pak Jokowi bisa jadi calon Presiden dari PDIP kala itu. Politik itu ibarat ilmu keajaiban," pungkasnya.

Lalu, relawan siapa akan menyusul?

Ekspresi Marah Ronaldo

Ronaldo Marah, Khabib Nurmagomedov dan Ferguson Bahas Keputusan Kontroversial Manajer MU

Liputan6.com 2021-10-06 17:00:22
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menginstruksikan pemainnya saat bertanding melawan Villarreal pada pertandingan grup F Liga Champions di stadion Old Trafford, Inggris, Kamis (

Bintang Manchester United atau MU, Cristiano Ronaldo, dikabarkan sempat marah pada manajernya Ole Gunnar Solskjaer setelah dibangkucadangkan di laga lawan Everton. Pemain Portugal itu terlihat sangat kecewa dengan keputusan pelatihnya.

Striker Portugal itu dilaporkan terlihat emosi dan itu diungkapkan di lorong pemain setelah peluit panjang berbunyi. Namun, rasa frustrasi Ronaldo tak berlanjut setelah bertemu dengan sahabatnya Khabib Nurmagomedov. mantan juara kelas ringan UFC

Ronaldo bahkan langsung berpose di samping mantan juara kelas ringan UFC itu. Khabib setelah itu memposting fotonya pada Selasa malam (5/10/2021) dengan kata-kata yang membesarkan hati untuk bintang berusia 36 tahun itu.

"Dia adalah yang terbaik yang pernah ada, terus lakukan hal-hal Anda Champ, Anda menginspirasi jutaan orang di seluruh Dunia," tulis Khabib.

Rupanya, kehadiran Khabib bersama Ronaldo bukan tanpa alasan. Dia adalah tamu kehormatan terbaru di Old Trafford dan bertemu dengan mantan pemain Juventus setelah pertemuan MU dengan Everton


Dipuji

Khabib memuji Ronaldo dan mengatakan yang terbaik setelah bertemu dengan penyerang Manchester United itu.

Selain berjumpa Ronaldo, Khabib juga bertemu dengan mantan manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Keduanya terdengar mendiskusikan keputusan kontroversial Solskjaer soal penempatan Ronaldo, dan menjadi bumerang ketika Setan Merah ditahan imbang 1-1 oleh tim tamu mereka.


Penyegaran

Solskjaer sendiri menyebut dirinya perlu menyegarkan serangan timnya saat dia menjelaskan keputusan untuk menempatkan Ronaldo sebelum kick-off melawan The Toffees.

"Yah, Rabu adalah upaya besar, hasil emosional dan fisik yang besar sehingga perlu menyegarkannya," kata manajer Norwegia itu. "Awal pertandingan ini sangat penting, pemain besar juga masuk, kami percaya ini adalah tim yang bisa memimpin permainan."

Solskjaer menambahkan: "Jika kami ingin sukses musim ini, kami perlu merotasi, mengatur menit bermain, kami perlu memastikan kami adalah skuat besar dan kami bersama-sama."


Satu Poin

Keputusan Solskjaer untuk memulai Anthony Martial dihargai ketika penyerang Prancis itu membawa United memimpin sebelum turun minum.

Tapi Andros Townsend membuat Everton mendapatkan satu poin dengan golnya pada menit ke-65, yang terjadi tak lama setelah Ronaldo dimasukkan dari bangku cadangan.


Terhebat

Sama seperti Khabib yang dianggap sebagai salah satu petarung terbaik yang menghiasi Octagon UFC, Ronaldo juga dianggap sebagai salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa.

Dia masuk ke akhir pekan dengan lima gol dalam lima pertandingan sebelumnya, jadi mengejutkan melihat Solskjaer memasukkannya ke bangku cadangan untuk kunjungan Everton.

Ronaldo juga memainkan keseluruhan pertandingan Liga Champions dengan Villarreal pada hari Rabu, mencetak gol kemenangan dramatis pada menit ke-95 melawan klub Spanyol.

Paus Paling Kesepian

Kisah Paus Orca Paling Kesepian di Dunia, 10 Tahun Lebih Hidup Sendiri di Kolam Beton

Liputan6.com 2021-10-06 19:10:10
Paus pembunuh atau orca mengincar anak singa laut yang berada di tepi pantai Punta Norte, Argentina, Selasa (17/4). Setiap tahunnya pada bulan Maret dan April, paus orcas berburu singa laut m

Orca yang bernama Kiska adalah paus pembunuh terakhir yang hidup di taman laut Marineland. Mamalia ini telah dijuluki orca paling kesepian di dunia setelah terungkap bahwa dia telah menghabiskan 10 tahun terakhir hidupnya sendirian di kolam beton.

Dikutip dari Oddity Central, Rabu (6/10/2021), diketahui bahwa lumba-lumba dan paus adalah hewan paling cerdas di dunia. Mereka adalah makhluk sosial yang membutuhkan banyak interaksi dengan kelompoknya. Namun sayangnya, bagi mereka yang dibesarkan di penangkaran tidak dapat memenuhi kebutuhan sosialnya tersebut.

Dalam satu kasus yang menyedihkan, orca yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di penangkaran selama 10 tahun terakhir benar-benar sendirian di kolam beton, di sebuah taman laut di Ontario, Kanada. Ia bahkan telah menunjukkan tanda-tanda kesedihan, seperti mengambang lesu dan memukul-mukul kepalanya ke sisi kolam.

Kiska ditangkap pada tahun 1979, ketika orca itu masih berusia tiga tahun, di dekat pantai Islandia, dan telah menghabiskan 42 tahun sejak di penangkaran, tetapi pada saat itu setidaknya terdapat beberapa paus jenis lain yang berada di kolam. Pada suatu hari dia melahirkan lima anak, tetapi mereka semua mati, dan satu per satu, paus lain di kolam itu juga mati, sehingga Kiska menjadi satu-satunya yang tersisa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Membutuhkan Penanganan Serius

Sejak 2011, Kiska tidak memiliki teman orca, atau paus jenis apa pun untuk berinteraksi dan kondisi ini telah mempengaruhinya.

Rekaman menyedihkan yang difilmkan di Marineland menunjukkan orca malang itu mengambang tak berdaya di kolamnya dan mengerang pelan. Video lain menunjukkan dia tanpa berpikir membenturkan kepalanya ke sisi kolam, sehingga menurut para aktivis hewan perilaku ini terkait dengan kebosanan dan kurangnya interaksi.

"Video ini diambil pada 4 September 2021. Aktivis anti penangkaran memasuki MarineLand dan mengamati Kiska, orca terakhir mereka yang masih hidup membenturkan kepalanya ke dinding. Silakan tonton dan bagikan. Kekejaman ini harus diakhiri. #FreeKiska." tulis aktivis anti-penawanan dan pelapor, Phil Demers di Twitter.

Camille Labchuk, direktur eksekutif organisasi advokasi hukum hewan nasional, Animal Justice, mengatakan bahwa Kiska adalah salah satu dari sedikit mamalia laut yang tersisa di Marineland dan kini sudah saatnya sesuatu dilakukan untuk membantunya.

"Dia mungkin orca paling kesepian di dunia dan itu sangat menyedihkan, sehingga sulit untuk tidak merasakan simpati atas apa yang dia alami. Kami pikir sangat penting bagi lembaga penegak untuk menangani masalah ini dengan serius, dan perlu dan tepat untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk membantu Kiska," ucap Labchuk.

Setelah melihat rekaman Kiska yang menyedihkan, Dr. Naomi Rose, seorang ilmuwan di Animal Welfare Institute, mengkonfirmasi bahwa kondisi orca itu serius dan dia sangat membutuhkan bantuan segera.

Sebelum terjadinya kasus Kiska, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyebut Marineland sebagai salah satu tempat terburuk bagi hewan laut di dunia, karena telah tercatat bahwa puluhan mamalia seperti lumba-lumba dan paus telah mati di sana selama beberapa dekade terakhir.

Penulis: Vania Dinda Marella


Infografis Geger Temuan Sea Glider Bawah Laut

 

Syuting Film di Luar Bumi

Aktris Rusia Yulia Peresild Syuting Film di Stasiun Ruang Angkasa

Liputan6.com 2021-10-06 17:52:27
Pesawat ruang angkasa Rusia, Soyuz TMA - 19M saat meluncur menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional di landasan peluncuran Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan (15/12/2015). (Liputan6.com/AFP Pho

Aktris Rusia Yulia Peresild dan sutradara film Klim Shipenko tiba di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) pada Selasa 5 Oktober, menurut perusahaan antariksa negara Rusia Roscosmos.

Dikutip dari laman Xinhua, Rabu (6/10/2021) pesawat ruang angkasa Soyuz MS-19 berhasil membawa mereka.

Sementara ada pula kosmoaut Anton Shkaplerov ikut meluncur dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan pada Selasa 5 Oktober dan merapat ke modul Rassvet dari segmen ISS Rusia dalam mode manual.

Peresild dan Shipenko akan menghabiskan 12 hari di ISS untuk memfilmkan adegan untuk film terbarunya mendatang.

Judul film ini adalah The Challenge, yang akan menjadi film fiksi panjang fitur pertama yang diambil di ruang angkasa.

Film ini bercerita tentang seorang dokter wanita Rusia yang pergi ke ruang angkasa untuk menyelamatkan nyawa seorang kosmonaut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Wisata Ruang Angkasa Seberapa Mahal?

Bagi sebagian banyak masyarakat umum, kesempatan untuk terbang ke luar angkasa, merasakan sensasi bergerak di gravitasi nol, dan melihat bulan dari dekat hanyalah sebatas mimpi.

Paling nyata, kita hanya dapat "menduga" kondisi di luar angkasa dari berbagai film, serial TV, atau dokumenter yang mengangkat cerita di luar angkasa.

Akan tetapi, pada 28 April 2001, Dennis Tito berhasil mewujudkan mimpinya sebagai masyarakat umum pertama yang menjelajah angkasa atau wisata ruang angkasa.

Tito sendiri bukanlah seorang astronot, dia adalah seorang insinyur dan pengusaha asal Amerika Serikat berumur 80 tahun. Dikutip dari The Conversation.

Untuk satu kursi di pesawat ruang angkasa Rusia bernama Soyuz dan kesempatan berkunjung ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, dirinya rela merogoh kocek sebesar USD 20 juta atau sekitar Rp 290 miliar.

Sejak itu, dalam kurun 20 tahun hanya ada tujuh orang yang mengikuti jejak Tito melakukan wisata ke luar angkasa. Akan tetapi, jumlah tersebut akan bertambah dalam satu hingga dua tahun.

Hari Guru Paling Menyedihkan

Perayaan Hari Guru di Afghanistan Lesu, Pengajar Tak Digaji 3 Bulan

Liputan6.com 2021-10-06 16:02:02
Sejumlah pasukan Taliban menaiki perahu kayuh memutari Danau Qargha di sebuah pekan raya di Kabul barat (28/9/2021). Mereka menikmati waktu luangnya dengan bermain perahu kayuh di danau terse

Dunia merayakan Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober 2021. Sayangnya, sukacita yang sama tak bisa dirasakan guru di Afghanistan.

Tenaga pengajar di negara yang dikuasai Taliban itu justru sedang kesulitan finansial. Ada sejumlah guru yang mengaku tiga bulan tak digaji. Kondisi ekonomi Afghanistan saat ini memang belum stabil.

Dilaporkan Tolo News, Rabu (6/10/2021), cerita guru yang belum digaji itu datang dari ibu kota Kabul.

"Ini adalah situasi yang sangat sulit sebagai guru yang makanan dan pakaiannya berasal dari gaji," ujar seorang guru bernama Sayed Rasool Karimi.

Akses belajar untuk anak perempuan kini juga tidak jelas. Masalah lainnya adalah guru-guru perempuan yang kesulitan mengajar sejak Taliban berkuasa, padahal gelar mereka mumpuni.

"Saya kecewa karena mereka yang telah bekerja keras dan bahkan mendapatkan gelar master tidak bisa bekerja dan mengajar," ujar guru bernama Saeda Sadat.

Kementerian Pendidikan Afghanistan telah mengirim ucapan selamat hari guru sedunia, dan berjanji menuntaskan masalah yang ada.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Taliban Umumkan 38 Pejabat Baru, Tak Ada Satupun Perempuan

Taliban menggandakan ketahanan pemerintahan mereka pada Senin (4/10) dengan penunjukan pejabat baru yang mencakup sejumlah orang dan ditunjuk untuk posisi wakil, kata seorang juru bicara Taliban.

Tak satu pun perempuan dari 38 penunjukan pejabat baru yang diumumkan oleh kepala juru bicara Zabihullah Mujahid, demikian dikutip dari laman AP News, Selasa (5/10).

Mereka terdiri dari anggota yang seluruhnya diambil dari Taliban dengan sedikit perwakilan dari kelompok minoritas.

Penunjukan tersebut merupakan indikasi terbaru bahwa pemerintah Taliban tidak berniat mengindahkan kondisi dari masyarakat internasional bahwa pengakuan formal atas kekuasaan mereka akan bergantung pada perlakuan mereka terhadap perempuan dan kelompok minoritas.

Namun, Taliban mencari dukungan internasional saat mereka bergulat dengan tantangan menakutkan ekonomi di ambang kehancuran, kekeringan dan ancaman keamanan yang berkembang dari kelompok ISIS.

Di antara penunjukan baru adalah wakil politik untuk perdana menteri, wakil menteri, dan wakil kepala Bulan Sabit Merah Afghanistan.

Sapi Paling Pendek Sedunia

Kenalkan Sapi Terpendek di Dunia, Tingginya Hanya 51 Cm

Liputan6.com 2021-10-06 14:03:45
(odditycentral.com)

Seekor sapi setinggi lutut belakangan ini menjadi perbincangan di Bangladesh, setelah mendapat pengakuan dari Guinness World Records sebagai sapi terpendek di dunia.

Melansir dari India Times, Rabu (6/10/2021), sapi bernama Rani hanya memiliki tinggi 20 inci atau 51 sentimeter. Karena tubuhnya yang super mini dibandingkan sapi pada umumnya, sang pemilik Kazi Mohammad Abu Sufian memutuskan mendaftarkan sapinya agar mendapat sertifikat dari Guinness World Records.

Sufian mengatakan telah menerima email dari Guinness World Records yang mengatakan bahwa pengajuannya telah diterima.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kalahkan sapi dari India

Sufian mengatakan bahwa dia telah mengirimkan catatan medis Rani ke Guinness, setelah pihak mereka bertanya apakah sapi itu telah menerima suntikan hormon.

"Kami mengirimkan beberapa video Rani sesuai dengan ketentuan Gunness World Records," kata Sufian kepada AFP.

Sebuah pernyataan di Guinness World Records mengkonfirmasi status sapi Bhuttan tersebut yang menyabet rekor dunia, setelah mengalahkan pemegang sebelumnya, seekor sapi India bernama Manikyam yang tingginya 61 sentimeter.

"Perasaan kami sangat campur aduk. Kami senang dia mendapatkan penghargaan yang pantas. Tapi kami juga sangat sedih karena dia sudah tidak bersama kami lagi," tutup Sufian sambil menitikan air matanya.


Mati mendadak

Namun, sebuah peristiwa terjadi pada 19 Agustus 2021, ketika sapi mini tersebut mati mendadak karena penumpukan gas secara tiba-tiba.

"Kami telah mengirimkan laporan post-mortem kepada otoritas Guinness untuk melihat bahwa tidak ada yang aneh dengan kematiannya," ucap Sufian.

Hanung Bramantyo Jadi Raja Sehari

6 Potret Hanung Bramantyo Jadi Raja Sehari Saat Ulang Tahun, Tak Mau Kalah dengan Sunda Empire

Liputan6.com 2021-10-06 14:30:00
Hanung Bramantyo jadi raja sehari saat ulang tahun ke-46, pada 1 Oktober 2021. (Foto: Instagram @zaskiadyamecca)

Pada 1 Oktober 2021, Hanung Bramantyo merayakan ulang tahun ke-46 dengan cara unik, yakni menjadi raja sehari. Konsep perayaan ditangani sang istri dengan melibatkan keenam anak yang berkostum layaknya pejabat kerajaan.

Perayaan nyetrik ini tampaknya terinspirasi sejumlah "kerajaan" yang muncul beberapa tahun terakhir dari Agung Sejagat, Sunda Empire hingga Angling Dharma. Sebuah takhta mini dibuat di salah satu sudut restoran Mamahke Jogja.

Momen suami Zaskia Adya Mecca "naik takhta" diabadikan dalam foto dan video lalu diunggah di akun Instagram terverifikasi sang selebgram. Kita intip yuk, siapa tahu bisa jadi ide untuk perayaan ulang tahun sederhana di tengah wabah.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


1. Berdirinya Mamahke Empire

Kedatangan keluarga Hanung Bramantyo di restoran disambut para kru yang nantinya jadi dayang-dayang dan hulubalang Mamahke Empire. Beberapa kursi dan karpet merah disiapkan.

"Rangkaian perjalanan 46tahun@hanungbramantyo... berkah dalem ya Bi," tulis Zaskia Adya Mecca menyertai rekaman video yang diunggah di medsos, 1 Oktober 2021.


2. Mahkota Keemasan, Kalung Bunga

Kostum yang dikenakan sineas peraih 2 Piala Citra ini tak main-main. Kain jarit plus beskap merah tua komplet dengan mahkota keemasan telah disiapkan, tinggal pakai lalu duduk di singgasana.

Itu saja? Tentu tidak. Berhubung tak ada kalung emas ala raja era klasik, Hanung Bramantyo mengenakan kalung bunga. Yang mengalungkan ke lehernya, si sulung Barmastya Bhumi.


3. Duduk di Singgasana

Meski bukan perayaan heboh dengan banyak tamu, tapi kebahagiaan memancar dari wajah sineas Ayat-ayat Cinta dan Get Married. Ia duduk di takhta didampingi istri tercinta. Beberapa jam sebelumnya, Zaskia Adya Mecca melantun doa lewat video ucapan selamat ulang tahun.

"Hai imamku sayang, memasuki usia 46 tahun sudah. Semoga berkah sisa usianya, panjang umur, sehat, berkah, dan menjadi golongan orang yang dilembutkan hatinya sama Allah. Termasuk umat yang membanggakan Rasulullah di akhirat kelak," tulis Zaskia Adya Mecca.


4. Memang Enggak Bakat

Lantas berapa lama Hanung Bramantyo duduk di singgasana. Sepuluh menit saja. Itu tergambar jelas dalam foto berikut ini. Sebagian anak-anak mulai melepas kostum hendak bermain.

"Emang ga bakat kita mah buat jadi benerannya.. liat aja nakanak pake baju betah cuma 10menit lalu perlahan terlucuti. Ga lama bapaknya pun," ungkap Zaskia Adya Mecca dengan emotikon wajah ngakak.


5. Suami Nurut

"Suamiku yang baik, manut aja dikostumin istrinya. Btw, ulang tahun kali ini kita ber2 sama2 gelisah... sama2 ga suka dihebohin dan jadi pusat perhatian sebenernya, jadi satu sama deh," bintang sinetron Para Pencari Tuhan berbagi cerita.

Ia mengunggah foto sedang mendadani Hanung Bramantyo yang tampak pasrah. Dalam foto yang diunggah di Instagram pada 3 Oktober 2021, Zaskia Adya Mecca menambahkan, "Kerjaannya sama2 bilang: Plis tahun depan biasa aja! Jangan heboh! Plis yah jgn kaya tahun ini."


6. 3 Hanung Bramantyo

Zaskia Adya Mecca mengunggah potret Hanung Bramantyo sedang menikmati nasi tumpeng. Di depannya, ada si bungsu Bhaj Kama. Di belakangnya, ada si sulung Barmastya Bhumi tersenyum.

"Hb 46. Hb 20. Hb 15 bulan. Melihat perkembangan Hanung Bramantyo," tulis Zaskia Adya Mecca bersama foto ini. Di kolom komentar Barmastya Bhumi memprotes caption ini, "No!"