Volume 103

Dari Squid Game ke Louis Vuitton

Bintang Squid Game Jung Ho Yeon Ditunjuk Jadi Global Ambassador Brand Ternama Dunia

Liputan6.com 2021-10-07 10:20:00
Jung Ho Yeon untuk Louis Vuitton. (Instagram/ louisvuitton)

Karier Jung Ho Yeon makin melesat saja sejak membintangi Squid Game. Wanita yang sebelumnya menggeluti profesi model tersebut, kini ditunjuk sebagai global ambassador Louis Vuitton.

"Ho Yeon Jung bergabung sebagai Global House Ambassador yang baru untuk Fashion, Jam Tangan, dan Perhiasan," begitu pernyataan Louis Vuitton dalam unggahan di Instagram resminya, Rabu (7/10/2021).

Ditampilkan pula foto Jung Ho Yeon yang tampak anggun dan berkelas dengan setelan putih dan menggenggam tas berlogo LV. Bintang drakor original Netflix tersebut dianggap cocok merepresentasikan nilai dari merek Louis Vuitton.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Wanita Mandiri

"Ia memiliki pribadi yang begitu sempurna dengan wanita #LouisVuitton yang mandiri, sang bintang #SquidGame dari Netflix berlayar dalam perjalanan baru dengan Maison setelah sempat berlenggok di runway dan tampil dalam kampanye pakaian siap pakai tahun 2017," begitu isi pernyataan Louis Vuitton.


Langsung Jatuh Cinta

Nicolas Ghesquire, Creative Director Louis Vuitton untuk pakaian wanita, juga memberikan sambutan hangat untuk pemeran Sae Byeok ini.

"Saya ingat saat diriku langsung jatuh hati dengan talenta Ho Yeon yang luar biasa dan kepribadiannya yang fantastis. Saya bersemangat dengan bab baru dalam perjalanannya dengan Louis Vuitton," tuturnya, diwartakan Soompi.


Sukacita Ho Yeon

Jung Ho Yeon yang sempat memeragakan koleksi musim semi/panas dan pra-musim gugur dari brand ini pada 2017, juga mengungkap rasa sukacitanya.

"Suatu kehormatan bisa menandai permulaan karierku sebagai seorang aktris bersama Louis Vuitton, setelah bekerja bersama mereka sebagai model. Saya menantikan setiap saat yang akan kulalui bersama Louis Vuitton sebagai global ambassador mereka," ujarnya.


Followers Instagram Tembus 15 Juta

Sebelum ini, Jung Ho Yeon menarik perhatian publik karena berhasil menjadi aktris Korea terpopuler di Instagram. Dalam waktu dua minggu setelah Squid Game tayang, jumlah pengikutnya telah melampaui para seniornya di bidang akting, termasuk Lee Sung Kyung dan Song Hye Kyo.

Saat ini, angka followers-nya mencapai 15,6 juta, terbanyak untuk aktris wanita Korea. Lee Sung Kyung yang sebelumnya berada di posisi pertama, kini bergesar di tempat kedua dengan 12,9 juta pengikut.

Tersentuh perjuangan Tukang Bubur

Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Tersentuh Perjuangan Kakek Tukang Bubur

Liputan6.com 2021-10-07 10:10:00
Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati (Liputan6.com/Komarudin)

Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati tak jarang mengunggah beragam momen melalui akun Instagram pribadinya yang terverifikasi. Ada berbagai cerita menginspirasi yang ia bagikan, salah satunya mengenai tukang bubur yang pernah ditemuinya.

Ayu membagikan sebuah potret dirinya bersama tukang bubur tersebut yang bernama Unang. Perempuan berusia 24 tahun ini tampak mengenakan outfit olahraga dan di sampingnya Unang tengah membawa bubur dagangannya.

Keduanya tersenyum manis ke arah kamera. Putu Ayu Saraswati mengungkapkan antusiasmenya dapat kembali bertemu dan menyantap bubur Unang.

"Senengnya ketemu lagi sama Pak Unang! Talked to him before saat CFD di daerah Sudirman, kali ini kita ketemu di daerah Senopati. Pak Unang sehari-harinya memulung di sekitar Senopati, SCBD, dan Blok S," tulis Ayu dalam unggahan pada 5 Oktober 2021.

Ayu melanjutkan, meski usia Unang telah menginjak 72 tahun, ia tetap semangat berkeliling sejak pukul 07.00 hingga maghrib. Karena tinggal di Bogor dengan jarak sekitar 60 kilometer, membuat Unang harus menempuh perjalanan dengan baik kereta.

"Ketika saya berbicara dengan pria yang bahagia ini saat sarapan, tidak ada satu keluhan pun yang datang darinya," tulis Ayu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pesan Mendalam

"Bahkan ketika saya bertanya apakah dia pernah lelah berjalan-jalan di cuaca yang sangat panas ini, dia mengatakan kepada saya bahwa itu baik-baik saja dan itu adalah bagian pekerjaannya dan dia hanya senang bahwa dia masih memilikinya. 'Tahan aja.. Tapi kalau panasnya kebangetan saya neduh dulu sambil makan sebentar'" lanjutnya.

Ada pesan mendalam yang Ayu petik dari semangat Unang. "Mendengar cerita-cerita beliau, jadi malu keinget suka mengeluh karena hal-hal kecil," tambahnya.

Ia melanjutkan, dirinya diingatkan bahwa "situasi tidak nyaman" dan "ketidaknyamanan". Kondisi ini yang sering membuat mengeluh adalah hasil dari pola pikir kita sendiri yang menolak untuk fokus pada limpahan berkat yang masih kita miliki dalam hidup.

Sebelum mengakhiri sepenggal kisahnya, Ayu turut mengajak masyarakat yang jika kebetulan bertemu Unang untuk menyapa tukang bubur tersebut. Juga, bagi mereka yang ia berbagi sesuatu atau menyantap sarapan bubur Unang dapat menghubungi tukang bubur tersebut.


Aksi Unik

Puteri Indonesia Lingkungan 2020 punya cara tersendiri untuk menjawab Public Challenge. Hal tersebut terlihat dari unggahan yang dibagikannya melalui akun Instagram pribadi.

Potret menampilkan Puteri Indonesia Lingkungan 2020 sedang berpose di jalur pedestrian Sudirman Jakarta dengan jajaran bangunan tinggi di hadapannya. Perempuan berusia 23 tahun ini mengenakan sport wear, sepatu, dan masker.

Pada unggahan kedua, Ayu mengabadikan video singkat aksi uniknya di publik pada Minggu, 14 Februari 2021. Beraksi di pinggir jalan, ia mengenalkan diri layaknya tengah dalam acara kontes kecantikan.

"Putu Ayu Saraswati Miss International Indonesia," ucap Ayu dengan lantang sembari menggerakkan tangannya ke atas.

Menariknya, kala itu Ayu juga dikelilingi oleh tukang kopi keliling yang menggunakan sepeda di sekitar Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Mereka bahkan mengikuti gerak tangan Ayu.

Puteri Indonesia Lingkungan 2020 pun begitu antusias dengan aksinya tersebut. Ternyata, tak hanya ia yang menjawab tantangan publik itu, tetapi juga Puteri Indonesia 2020 dan Puteri Indonesia Pariwisata 2020.

"A very happy Sunday from me and my Geng Starling (Starbak Keliling). (Minggu yang sangat membahagiakan dari saya dan Geng Starling (Starbak Keliling) saya)" tulis Puteri Indonesia Lingkungan 2020 dalam kolom keterangan.


Infografis 5 Khasiat Madu untuk Perawatan Kecantikan

 

Pesawat Asing Boleh ke Bali

HEADLINE: Bali Kembali Buka Penerbangan Internasional 14 Oktober 2021, Persiapannya?

Liputan6.com 2021-10-08 00:00:00
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (dok. Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenparekraf/Dinny Mutiah)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk penerbangan internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 dengan sejumlah ketentuan yang berlaku.

"Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, tes, dan kesiapan satgas," ucapnya dalam konferensi pers PPKM, Senin, 4 Oktober 2021.

Menko Luhut menambahkan, Bandara Ngurah Rai Bali akan membuka penerbangan internasional perdana dari sejumlah negara, yakni Korea Selatan, China, Jepang, Abu Dhabi, Dubai, dan New Zealand.

Kebijakan tersebut tentu menjadi angin segar bagi sektor pariwisata, terutama di Bali. Bagaimana tidak, roda perekonomian warga Pulau Dewata itu digerakkan dari sektor ini.

Namun, pembukaan penerbangan internasional di tengah pandemi Covid-19 tentu berisiko penularan penyakit itu. Meski demikian, peluang yang telah diberikan pemerintah pusat ini terlalu sayang jika disia-siakan. Maka, dibutuhkan persiapan yang matang dalam menyambut wisatawan mancanegara ini.

Salah satunya dari pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang merupakan pintu masuk para turis asing ini dari negara asalnya ke Bali.

Pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai mengaku siap menyambut kedatangan turis mancanegara berkaitan dengan rencana pembukaan pariwisata Bali atau pintu bagi penerbangan internasional ke Bali mulai 14 Oktober 2021 mendatang.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terkait dukungan pemenuhan syarat-syarat perjalanan bagi kedatangan turis mancanegara yang diatur oleh Pemerintah, yaitu karantina minimal selama delapan hari, menunjukkan tanda bukti pemesanan hotel karantina, dan melakukan tes Covid-19 dengan hasil negatif.

"Angkasa Pura I sangat antusias menyambut keputusan pemerintah terkait pembukaan pariwisata Bali dan kembali penerbangan internasional bagi turis mancanegara menuju Bali," kata Faik kepada awak media, Kamis (7/10/2021).

Ia melanjutkan, antusiasme pembukaan pariwisata Bali membuat pihaknya terus melakukan upaya agar para pelaku perjalanan udara melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tetap aman meski masih dalam situasi pandemi Covid-19.

"Kami harap masa uji coba pembukaan kembali Bali bagi turis mancanegara dapat berjalan lancar. Ini menunjukkan kesiapan seluruh stakeholder pariwisata Bali sehingga pembukaan pintu internasional ke Bali nantinya dapat lebih luas lagi dengan penambahan jumlah negara asal," ujarnya.

Menurutnya, momentum pembukaan pintu Bali bagi turis mancanegara sangat berarti bagi stakeholder pariwisata Bali, khususnya untuk perekonomian masyarakat Bali.

"Pada umumnya untuk membangkitkan perekonomian Bali cukup bergantung pada sektor pariwisata," tutur dia.


Persiapan Angkasa Pura I

Faik Fahmi merinci, kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencakup passenger journeysejak turun pesawat hingga penumpang dijemput kendaraan menuju hotel karantina. Adapun proses kedatangan turis mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yaitu melalui lima tahapan.

Pertama, preflight yakni sebelum terbang ke Bali, turis mancanegara harus sudah menyiapkan bukti vaksin dosis lengkap, memiliki hasil PCR 3x24 jam, mengisi health alert card (HAC), memiliki dokumen pemesanan hotel karantina, mengisi e-PCR, memastikan dokumen keimigrasian, hingga mengisi electronic customs declaration (e-CD).

Kedua, thermo scanner setelah mendarat, turis mancanegara menuju terminal kedatangan dan diperiksa suhu badannya. Bagi turis mancanegara yang suhu badannya 38 derajat Celsius atau lebih rendah dapat melanjutkan proses selanjutnya.

"Sedangkan turis yang suhu badannya di atas 38 derajat Celsius diarahkan menuju ruang pemeriksaan lanjutan. Apabila hasil observasi menujukkan sehat, maka turis dapat melanjutkan proses selanjutnya. Jika hasil observasi menyatakan tidak sehat, maka turis dirujuk ke rumah sakit," ucap Faik.

Ketiga, konter registrasi. Pada konter registrasi turis akan dilayani oleh petugas Satgas Covid-19 di mana turis mancanegara melakukan input data dan petugas melakukan kontrol data serta print barcode. "Terdapat 10 konter dengan waktu proses registrasi sekitar 10 menit per turis," ucapnya.

Keempat, pemeriksaan dokumen kesehatan dan hotel karantina. Menurut Faik, pemeriksaan dua dokumen ini dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan melakukan barcode tapping dengan waktu proses di konter KKP sekitar 1 menit.

Kelima, Swab RT-PCR, yakni pengambilan sampel RT-PCR turis mancanegara di mana terdapat 20 bilik tes RT-PCR dengan waktu proses pengambilan sampel sekitar 1,5 menit. Keenam, pemeriksaan dokumen keimigrasian turis oleh petugas imigrasi di mana terdapat total 16 konter dengan waktu proses pemeriksaan sekitar 1 menit.


Butuh 72 Menit hingga Keluar Bandara

Ketujuh, pengambilan bagasi. Proses pengambilan bagasi milik turis di conveyor belt di mana terdapat 7 unit conveyor belt dengan waktu proses 1 menit. Kedelapan, Bea cukai melalui pemindaian barcode electronic customs declaration dengan waktu proses 0,16 menit.

Kesembilan, holding area. Nantinya turis mancanegara menunggu hasil RT-PCR dan dilakukan pendataan oleh pihak hotel karantina dengan waktu proses 60 menit.

Kesepuluh, Satgas Covid-19 Provinsi Desk. Turis melakukan tapping barcode dan Satgas Covid-19 Provinsi melakukan kontrol akses, dan terakhir melalui penyediaan pick up zone untuk turis menuju area penjemputan dan menuju hotel karantina.

Adapun waktu yang dibutuhkan satu turis atau penumpang untuk melalui proses kedatangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, termasuk menunggu hasil RT-PCR, yaitu 72 menit atau 1 jam 12 menit. Selain itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga melakukan penambahan area tunggu di gate 4 hingga gate 6 dan perluasan koridor kedatangan.

Terkait kesiapan layanan tes RT-PCR Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Angkasa Pura I bekerja sama dengan Rumah Sakit Bali Jimbaran dengan fasilitas mobile lab sebanyak dua unit, 20 bilik RT-PCR, 10 unit mesin RT-PCR dengan kapasitas 320 tes per jam dan total kapasitas per hari sebanyak 3.840 tes.

Angkasa Pura I berkomitmen untuk dapat menerapkan protokol kesehatan dan mendukung penegakkan syarat perjalanan udara, khususnya bagi turis mancanegara, yang datang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Diharapkan pembukaan Bali bagi turis mancanegara secara bertahap ini dapat berjalan lancar dan dapat menunjukkan kesiapan stakeholder pariwisata Bali dalam menyambut kedatangan turis mancanegara dalam skala lebih besar nantinya.

"Yang akhirnya dapat membantu memulihkan perekonomian Bali," kata Faik Fahmi


Kesiapan Pemprov Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kembali kesiapan Pulau Dewata dalam pembukaan pintu pariwisata untuk kedatangan wisatawan mancanegara mulai 14 Oktober 2021.

"Sekarang momentumnya memang sudah memungkinkan untuk dilakukan pembukaan pintu untuk wisatawan mancanegara karena penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali sudah semakin membaik dilihat dari beberapa indikator," kata Koster saat menerima kunjungan Menteri BUMN, Selasa, 5 Oktober 2021, dilansir Antara.

Kedatangan Erick Thohir berkaitan dengan rencana Bali untuk pembukaan bagi wisman yang sudah dibahas beberapa kali dengan Menko Marves, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan.

Koster mengemukakan sejumlah indikator pendukung Bali untuk menerima penerbangan internasional di antaranya, kasus harian yang terus menurun hingga ke angka dua digit.

"Kemarin (4/10) angka positif sudah mencapai 52 orang, lalu yang sembuh 125 dan secara kumulatif tingkat kesembuhan sudah mencapai 96 persen. Demikian juga yang meninggal juga jauh menurun, dari sebelumnya sempat mencapai 50 orang perhari," ucapnya.

Demikian juga positif rate di angka 1 dan BOR juga turun drastis dan ini sudah situasi yang cukup stabil dalam beberapa minggu ini.

"Oleh karena itu sudah diputuskan pada hari yang baik menurut kearifan lokal Bali pada tanggal 14 Oktober akan dibuka penerbangan internasional wisatawan mancanegara untuk masuk ke Bali. Terutama untuk negara yang risiko Covid-19 rendah dan penerbangannya langsung ke Bali atau tidak ada transit," ucapnya.

Izin yang diberikan pemerintah pusat untuk membuka kembali pintu masuk untuk turis asing, tentunya akan disertai dengan aturan-aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Hal ini bertujuan untuk menekan risiko penularan Covid-19.

Aturan itu antara lain adanya syarat perjalanan, seperti sudah dua kali vaksin, kemudian harus tes PCR H-3 sebelum keberangkatan dan juga mengisi aplikasi EHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi LOVEBALI.

Wisatawan mancanegara juga harus menyelesaikan proses kedatangan yang sudah ditentukan pihak bandara dan akan ditempatkan di hotel sementara selama 8 hari, kemudian dites swab kembali.

Informasi terbaru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/10/2021), menyampaikan pemerintah berencana mengurangi masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai Bali menjadi hanya 5 hari.

"Jika negatif, dipersilahkan untuk berwisata di Bali atau pindah hotel," Koster mengatakan.

Untuk kualitas fasilitas hotel yang disiapkan sudah memenuhi sertifikat CHSE dan "berkelas" atau biasa dipakai untuk wisatawan mancanegara. Walau istilahnya "hotel sementara", tetapi tidak menutup kemungkinan bisa dihuni permanen selama berwisata di Bali.

"Prokes di setiap hotel kita terapkan dengan ketat, dengan petugas-petugas yang ditempatkan di semua titik sudah dibuatkan SOP dan buku panduan," kata Koster.

Koster pun mengemukakan bahwa salah satu titik sentralnya adalah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan maskapai Garuda Indonesia.

"Untuk itu peran penting dari Bapak Menteri BUMN agar Angkasa Pura dan Garuda Indonesia bisa menangani dengan baik. Kami juga sudah bahas bersama dengan para dirutnya agar bisa menjalankan prokes dengan baik," ucapnya.

Pihaknya berharap kedatangan wisman ini tidak akan menimbukan lonjakan kasus baru karena sudah ditunggu sejak lama. "Semoga pariwisata Bali bisa pulih, perekonomian bisa pulih kembali," kata Koster.

Wakil Ketua Bidang Budaya, Lingkungan dan Humas badan Pengurus Daerah PHRI Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan telah mempersiapkan tempat untuk karantina wisatawan yang datang ke Bali.

"Untuk awal pembukaan pariwisata Bali sekitar 35 hotel disiapkan. Tapi, nanti bisa bertambah karena kita masih siapkan 62 hotel. Mekanisnenya nanti secara bertahap, tahap pertama 35 hotel selanjutnya 62 hotel. Tergantung kebutuhannya nanti berapa banyak, hotelnya pun nanti kita verifikasi terlebih dahulu," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (7/10/2021).

Sementara itu, hotel-hotel yang disiapkan untuk untuk karantina wisman mulai dari bintang tiga hingga bintang lima dengan harga sekitar Rp10 juta hingga Rp25 juta rupiah untuk masa karantina delapan hari.

"Hotel bintang tiga misalnya dengan rate Rp10 juta rupiah, bintang empat Rp15 juta rupiah, selanjutnya bintang lima rata-rata Rp20 sampa Rp25 juta rupiah untuk masa karantina delapan hari. Paket tersebut sudah mencakup sarapan pagi, makan siang, makan malam hingga laundri dan harus paket lengkap dengan PCR," dia memungkasi.


Aplikasi LOVEBALI

Sementara itu, aplikasi LOVEBALI, yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali pun akan diperbarui menjelang rencana Bali membuka penerbangan internasional pada pertengahan bulan ini.

"Kami sudah mendapatkan arahan yang jelas dari gubernur, wisatawan yang datang ke Bali wajib mengunduh, memasang dan memakai aplikasi LOVEBALI," kata Kepala Seksi Aplikasi Informatika, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Puspa Udiyana, saat jumpa pers virtual bersama Amazon Web Service, Kamis.

Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15243 Tahun 2020 tentang Persyaratan Wisatawan Nusantara Berkunjung ke Bali memuat aturan memasang aplikasi ini bagi wisatawan yang datang ke Bali.

Diskominfos Bali sudah menyiapkan LOVEBALI sejak tahun lalu. Berkaitan dengan rencana membuka Bali untuk wisatawan asing, mereka akan kembali mengaktifkan aplikasi ini.

LOVEBALI dikembangkan agar pemerintah setempat mendapatkan data kepariwisataan, yang akan diolah sebagai dasar dalam membuat kebijakan.

Menurut Udiyana, aplikasi ini memiliki fitur pelacakan (tracking) dan histori perjalanan yang mirip dengan PeduliLindungi. Untuk itu Pemerintah Provinsi Bali berdiskusi dengan PeduliLindungi mengenai kemungkinan integrasi supaya memudahkan wisatawan.

"Tadi kami sudah bertemu pihak PeduliLindungi untuk kemungkinan integrasi supaya wisatawan tidak memasukkan hal yang sama di aplikasi yang berbeda," kata Udiyana.

Diskominfos Bali juga sedang mengembangkan fitur kontribusi wisatawan dengan menggandeng BPD Bali untuk sistem pembayaran.

Selain mengembangkan fitur, Diskominfos Provinsi Bali juga sedang mempersiapkan urusan teknis untuk aplikasi LOVEBALI, yaitu migrasi sistem LOVEBALI ke komputasi awan AWS dan integrasi sistem aplikasi tersebut.


Dongkrak Keterisian Hotel

Pelaku usaha hotel dan restoran menyambut baik kebijakan Pemerintah pembukaan pintu akses bagi wisatawan internasional ke Bali pada 14 Oktober 2021.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengatakan bahwa pembukaan akses bagi wisatawan mancanegara (wisman) tersebut diprediksi akan meningkatkan okupansi hotel di Bali.

"Tentu kami menanggapi positif karena memang pembukaan Bali ini adalah harapan sudah sejak lama yang sudah kita harapkan, seperti Bali dan Bintan yang memang destinasinya sangat mengandalkan wisata mancanegara untuk memenuhi tumbuhnya okupansi hotel di wilayah tersebut," kata Maulana kepada Liputan6.com, Kamis (7/10/2021).

Maulana menegaskan bahwa pengusaha hotel dan restoran di Bali sudah siap menyambut kedatangan wisman. Lantaran, sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sebagaimana anjuran pemerintah, seperti menerapkan penggunaan Aplikasi PeduliLindungi, social distancing, imbauan penggunaan masker, tempat cuci tangan, dan lainnya.

"Pengusaha hotel dan restoran tentu sudah siap dengan persyaratan pemerintah, pertama masalah vaksin kita tidak ada masalah, kedua protokol kesehatan, memang hotel dan restoran itu berusaha selalu memberikan pelayanan prima," ujarnya.

Maulana menyebut kontribusi okupansi hotel memang disumbang besar dari wisman sebesar 70 persen. Dengan demikian, tanpa ada wisman maka tingkat okupansi hotel pun tidak akan terpenuhi, jika mengandalkan wisatawan domestik saja.

"Kontribusi okupansi dari wisman itu cukup besar misalnya untuk Bali 70 persen, jadi kalau tanpa wisman okupansi itu bahkan tidak bisa terdongkrak sampai 30 persen," ujarnya.

Misalnya, sebelum pandemi covid-19 tingkat kunjungan wisman ke Bali mencapai 60 juta orang. Dengan demikian, banyaknya wisman ke Bali secara langsung akan berdampak positif bagi perekonomian di Bali.

"Seperti di Bali ini kan setiap tahun sebelum pandemi covid-19 penyumbang paling tidak 60 juta wisman. Tentu dampaknya cukup besar terhadap ekonomi Bali khususnya untuk perhotelan dan restoran," pungkasnya.


Pemberitaan Media-Media China

Media di China ramai-ramai menyiarkan berita dibukanya kembali pariwisata di Bali untuk wisatawan mancanegara mulai 14 Oktober 2021.

Indonesia membuka Bali kembali bagi wisatawan internasional mulai 14 Oktober, demikian kepala berita Kantor Berita Xinhua yang dipantau Antara Beijing, Kamis (7/10/2021).

Indonesia akan membuka penerbangan internasional ke Bali untuk wisatawan asing dari beberapa negara tertentu mulai 14 Oktober setelah penularan Covid-19 di Indonesia, terutama Bali menurun, lapor Global Times.

Media arus utama China berbahasa Inggris itu mencantumkan beberapa negara asal wisatawan yang diizinkan berkunjung ke Bali sebagaimana pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, yakni China, Korea Selatan, Jepang, Selandia Baru, Abu Dhabi, dan Uni Emirat Arab.

Wisatawan internasional diizinkan memasuki negara kepulauan tersebut dengan menunjukkan bukti pemesanan hotel untuk karantina minimal delapan hari dan hasil tes kesehatan seperti diberitakan laman The Waijiao.

Dalam pemberitaannya media-media di China juga memperkenalkan istilah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sebagai pembatasan pergerakan masyarakat lokal yang diberlakukan di Indonesia.

Pembatasan beberapa tempat publik di Indonesia, termasuk pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan arena olahraga sudah mulai dilonggarkan, demikian laman berita yang menjadi rujukan warga negara asing di China itu.

Pemberitaan mengenai pembukaan kembali objek-objek wisata di Pulau Dewata itu juga menjadi suguhan menarik media-media berbahasa Mandarin di China.

Kurang dari 1.000 kasus Covid-19 di Bali menjadi bagian dari pertimbangan pembukaan pariwisata, demikian judul berita Zhongguo Xinwenwang.

Bahkan, laman berita tersebut mencantumkan jumlah kasus terakhir positif pada tanggal 4 Oktober, yakni kasus baru sebanyak 922, kumulatif (4.220.206), kematian baru (88), dan kematian kumulatif (142.261).

"Ini adalah kasus terendah sejak Indonesia dilanda gelombang kedua pandemi pada Juni lalu," tulis laman media mainstream berbahasa Mandarin itu.

Beberapa tahun sebelum Covid-19 merebak, China menjadi kontributor terbesar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali. Dalam setiap tahun terdapat sekitar 2,5 juta kunjungan wisatawan dari China ke Indonesia.

Reporter:Maulandy Rizky Bayu Kencana, Tira Santia, dan Sulaeman (Merdeka.com)


Infografis Bali Siap Sambut Kedatangan Kembali Wisatawan Mancanegara

 


Infografis Prosedur dan Tahapan Kedatangan Wisman di Bandara Bali

 


Simak video pilihan berikut ini:

Pohon Punya KTP

Ribuan Pohon di Kebun Raya Bogor Kini Punya KTP

Liputan6.com 2021-10-06 20:26:00
Ribuan pohon di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, kini memiliki kartu tanda pohon (KTP). (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Ribuan tanaman di kawasan Kebun Raya Bogor telah diberi kartu tanda pohon (KTP). Tujuannya untuk memudahkan pengunjung mendapatkan informasi mengenai tumbuhan tersebut.

Kepala Konservasi Mitra Kebun Raya Bogor, Junaedi, mengatakan KTP tersebut untuk memudahkan identifikasi nama, jenis spesies, deskripsi dan asal tanaman tersebut. Termasuk di dalamnya menyangkut informasi terkait karakteristik daun, batang, bunga, buah, dan manfaat tumbuhan itu baik secara ekonomis maupun herbal.

"Pengunjung bisa melihat semua informasi itu dengan menscan barcode di papan nama setiap tanaman yang sudah ber-KTP. Karena barcode itu masuk ke website Kebun Raya Bogor," ujar Junaedi, Rabu (6/10/2021).

Tak hanya itu, manfaat KTP pohon di Kebun Raya Bogor juga untuk melindungi tanaman asli Indonesia dari klaim pihak asing. Sebab, identitas tanaman yang sudah diteliti sebelumnya oleh para peneliti dari LIPI itu telah tercatat di perlindungan varietas tanaman.

"Misal tanaman begonia hasil penelitian dikomersialisasikan, lalu ada orang asing membelinya dan diekstrak bijinya atau daunnya jadi obat, itu identitasnya sudah ketahuan dari Indonesia. Mereka tidak bisa mengklaim itu temuannya," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sudah 5 Ribu Tanaman Punya KTP

Sampai saat ini, lanjut Junaedi, tercatat 5.000 tanaman yang ada di Kebun Raya Bogor telah diberikan KTP. Menurutnya pemberian KTP pohon masih terus berlangsung hingga sekarang ini.

"Kami masih berjalan karena tim peneliti juga masih melakukan eksplorasi sehingga koleksi tumbuhan akan terus bertambah," ujarnya.

Junaedi menargetkan total sebanyak 8.000 ribu pohon yang sudah diberikan KTP hingga akhir tahun 2021 ini.

"Kita sudah mulai (KTP) dari Agustus 2020 sampai 2022. Targetnya sih selama 2 tahun sebanyak 15 ribu pohon," pungkas Junaedi.

Menetap di Pohon Rambutan

Warga Berau Tidur di Pohon Rambutan Bersama Anaknya

Liputan6.com 2021-10-07 11:00:30
Tusiba, warga Berau, Kalimantan Timur bersama anaknya yang berusia 9 tahun tinggal di sebuah rumah yang dibangun di atas pohon rambutan.

Seorang warga Kampung Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur tinggal di sebuah pohon rambutan. Dengan membangun pondok kecil di sela-sela batang pohon, warga tinggal di rumah tersebut bersama anaknya.

Tusiba, nama warga tersebut, memang hidup memprihatinkan. Wanita ini bersama anak perempuannya yang berusia 9 tahun hidup di rumah yang dibangun di pohon rambutan bersebelahan dengan kandang sapi.

Sebenarnya, bangunan di atas pohon rambutan itu bukan rumah, namun lebih mirip gubuk. Ukurannya pun sangat kecil.

Tusiba dan anaknya tidur di lantai atas yang dihubungkan dengan tangga kayu terbuat dari batang pohon. Sementara lantai bawah yang beralas tanah diisi dengan perabotan rumah tangga.

Tusiba memilih tinggal di rumah pohon rambutan miliknya karena ingin hidup mandiri, serta tidak ingin menambah beban ekonomi kedua orang tuanya.

"Orang tua saya juga hidup susah dan rumahnya juga kecil. Mending saya tinggal di sini dari pada menambah beban orang tua," kata Tusiba, Selasa (5/10/2021).

Selain hidup memprihatinkan di rumah pohon, tanah yang ditempatinya sekarang bukanlah hak miliknya, tetapi tanah milik orang lain yang dipinjam.

"Tanah saya tempati ini bukan punya saya. Tapi punya orang lain," ujar Tusiba.

Selain bekerja sebagai buruh pabrik, Tusiba juga berkebun menanam sayur-sayuran di samping rumah pohonnya.

"Selain dikonsumsi sendiri, hasil menanam sayur saya jual ke pasar untuk tambahan biaya hidup dan sekolah anak," tambahnya.

Meski demikian, Tusiba mengaku Bahagia. "Walau hidup sederhana, kami cukup bahagia," sambungnya.


Keputusan Sendiri

Sementara itu, Syamsul Arifin ayah kandung Tusiba juga sebenarnya tidak rela anak dan cucunya memilih tinggal di rumah pohon tersebut.

"Itu keputusannya, saya tidak bisa juga melarang keinginannya, dari pada nanti dia kabur entah kemana," tutur Syamsul Arifin, Ayah kandung Tusiba.

Diceritakan Syamsul, Tusiba telah lama bercerai dengan suaminya. Ia memanggil anaknya pindah dari Pulau Jawa ke Berau untuk mencari pekerjaan.

"Tiga bulan tinggal di rumah saya. Karena alasan sudah punya anak dia memutuskan untuk cari tempat tinggal baru. Lalu saya buatkan rumah pohon itu dan saya sambungkan kabel dari rumah untuk kebutuhan listriknya," jelasnya.

Syamsul Arifin juga mengungkapkan cukup merasa lega karena hidup tidak jauh dari anak dan cucunya. Ia bisa saja memantau kondisi anak cucunya meski tidak tinggal satu rumah.

"Kadang kalau butuh apa-apa sering di rumah karena rumah saya juga tidak jauh dari tempatnya. Kadang kalau hujan, dia numpang tidur di rumah," terangnya.

"Saya lega dan bahagia karena masih bisa hidup berdampingan dengan anak cucu meski tidak satu rumah," pungkasnya.

Keputusan Tusiba untuk hidup mandiri meski di sebuah gubuk di atas pohon memang cukup beralasan. Rumah orangtuanya juga memprihatinkan dan ukurannya sangat kecil.

Karena Tusiba memiliki seorang anak, sehingga dia merasa lebih nyaman tinggal sendiri meski sangat sederhana. Selain menunggu panggilan pekerjaan untuk menjadi buruh di sebuah pabrik, Tusiba juga bertugas menjaga sapi yang diternakkan di kandang sapi di sebelah rumah mungilnya.


Simak juga video pilihan berikut

Resor di Bali Terbaik di Dunia

Capella Ubud Bali Masuk Daftar Resor Terbaik di Dunia Versi Conde Nast Traveler

Liputan6.com 2021-10-07 03:02:23
Capella Ubud menjadi salah satu dari dua hotel di Bali yang masuk jajaran 10 besar hotel mewah baru terbaik di dunia. (dok. Instagram @capellaubud/https://www.instagram.com/p/Bp6kIfyFJBg/Dinn

Lagi, Capella Ubud Bali masuk daftar akomodasi bergengsi. Kali ini, resor mewah rancangan Bill Bensley tersebut mengamankan posisi dalam daftar resor terbaik di dunia Penghargaan Pilihan Pembaca 2021 Conde Nast Traveler.

Melansir laman majalah perjalanan itu, Rabu, 6 Oktober 2021, penginapan berjembatan gantung dramatis yang mengarah ke 22 "tenda persembunyian" ini jadi perwakilan Indonesia di wilayah Asia dalam indeks tersebut. Di daftar yang sama, ada juga Anantara Chiang Mai Resort, Thailand.

Nama-nama yang juga muncul dalam daftar adalah Hacienda AltaGracia, Auberge Resorts Collection, Perez Zeledon, Costa Rica; Live Aqua Beach Resort Cancun, Meksiko; Uxua Casa Hotel & Spa, Trancoso, Brasil; L'Horizon Resort & Spa, Palm Springs, California, Amerika Serikat; Fairmont Chateau Whistler, Kanada; dan Rosewood Little Dix Bay, Virgin Gorda, BVI untuk kategori Amerika.

Disusul kategori Eropa yang terdiri dari The Romanos, a Luxury Collection Resort, Costa Navarino, Yunani dan Cheval Blanc Courchevel, Prancis. Kemudian Afrika: Morukuru Family, De Hoop Nature Reserve, Afrika Selatan dan Angama Mara, Great Rift Valley, Kenya.

Ada pula Kokomo Private Island Resort, Yaukuve Levu Island, Fiji untuk kategori Australia dan Pasifik Selatan. Juga, Naladhu Private Island Maldives untuk area Samudra Hindia. Six Senses Bhutan pun masuk dalam kategori Rest of Asia.

Wilayah Timur Tengah mencatatkan Six Senses Zighy Bay, Dibba, Oman. "Untuk tahun ketiga berturut-turut, kami meminta pembaca menominasikan hotel dan spa tempat melarikan diri, operator tur andalan, kereta api dan maskapai penerbangan yang membawa mereka ke berbagai tempat, pulau, kota, dan negara yang memicu rasa ingin tahu," tulis pihaknya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bukan Satu-satunya Prestasi Tahun Ini

Indeks versi Conde Nast Traveler nyatanya bukan satu-satunya prestasi Capella Ubud, Bali tahun ini. Bulan lalu, akomodasi mewah ini menempati posisi ke-5 daftar 100 Hotel Terbaik di Dunia yang dirilis Travel + Leasure.

Kendati masih dalam peringkat yang baik, data ini menunjukkan Capella Ubud turun takhta dari pemenang daftar tersebut pada 2020. Skor mereka tahun ini tercatat 99,34.

Dalam keterangannya, resor ini dijelaskan menciptakan suasana nyaman nan bersahabat. "Dikelilingi hutan hujan yang rimbun dan gemericik air sungai di bawahnya. Keliki Garden menyediakan dua restoran dan bar, dengan api unggun malam sebagai tempat untuk mendongeng, menonton film, dan menyaksikan live music," tulis mereka.


Perebut Posisi Pertama

Tepat di atasnya ada Capella Bangkok, Thailand yang mengumpulkan skor 99,38. "Terletak di tepi timur Sungai Chao Phraya, tempat peristirahatan perkotaan ini menawarkan pemandangan ibu kota Thailand yang semarak," begitu penggalan keterangannya.

Posisi ketiga ditempati Opposite House, Beijing, Tiongkok dengan arsitektur tradisional setempat sebagai sorotan utama. Menyusul setelahnya ada Nayara Tented Camp, Arenal Volcano National Park, Costa Rica di posisi kedua.

"Tenda safari di puncak tebing memiliki kamar mandi yang luas dengan bak berendam, dek pribadi, dan kolam renang kecil tanpa batas yang menghadap ke hutan hujan Costa Rica yang rimbun dan Gunung Api Arenal yang megah," tulisnya.

Yang berhasil merebut posisi Capella Ubud, Bali di peringat pertama tahun ini adalah Mahali Mzuri, Masai Mara, Kenya. Seorang responden mengoceh tentang "pelayanan yang sangat baik," menambahkan bahwa "keramahan yang diberikan di Mahali Mzuri menyerupai namanya," yang berarti tempat yang indah dalam Bahasa Swahili.


Infografis Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah COVID-19

 

Nicole Kidman Bikin Marah

Nicole Kidman Tak Karantina COVID-19 di Hong Kong Picu Kemarahan

Liputan6.com 2021-10-07 13:01:07
Nicole Kidman dalam To Die For. (Foto: Dok. Sony Pictures Releasing/ IMDb)

Nama selebritas Nicole Kidman tengah jadi sorotan di Hong Kong. Sebabnya ia diizinkan tak karantina untuk mencegah COVID-19, ketika ia tiba dengan jet pribadi untuk syuting acara drama televisi Amazon Prime yang berjudul "Expats".

Pandemi Virus Corona COVID-19 telah menyoroti hak istimewa yang sudah lama dinikmati oleh sebagian besar ekspatriat kulit putih dan Barat di bekas jajahan Inggris, Hong Kong. Ini menumbuhkan kemarahan di kalangan banyak mayoritas penduduk China di wilayah itu.

Mengutip VOA Indonesia,Kamis (7/10/2021), kemarahan memuncak pada Agustus setelah aktris Australia Nicole Kidman diizinkan untuk menghindari karantina cegah COVID-19 yang ketat.

Bibit kemarahan sudah muncul sejak awal pandemi pada awal tahun lalu, ketika banyak orang Barat tampaknya enggan mengenakan masker dan mempraktikkan jarak fisik untuk memperlambat penyebaran COVID-19 dibandingkan warga Asia.

Kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah lokal yang didukung Beijing ikut menimbulkan sentimen bahwa orang kaya dan berkuasa, banyak di antaranya berkulit putih, mendapat perlakuan khusus.

Hal itu tersirat pada bulan Juni, ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menawarkan pengecualian karantina kepada eksekutif keuangan senior yang sudah divaksinasi penuh untuk "menghidupkan kembali ekonomi Hong Kong."

Sementara itu, Bloomberg melaporkan kota tersebut menghentikan rencana itu beberapa minggu setelah diumumkan, dan pemerintah kemudian mengonfirmasi bahwa hanya dua dari 150 lebih permohonan yang disetujui.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dipertanyakan

Michael Tien, anggota Dewan Legislatif Hong Kong yang pro-kemapanan mempertanyakan perlakuan terhadap Kidman yang dibebaskan dari aturan ketat di mana pendatang diwajibkan menjalani karantina di hotel yang disetujui selama 21 hari.

"Bahkan atlet Olimpiade kita dari Olimpiade Tokyo harus dikarantina selama tujuh hari," katanya dalam pertemuan Dewan Legislatif. "Sekarang Anda telah membuat preseden, apakah itu berarti bahwa semua bintang film asing akan dibebaskan ketika mereka terbang ke Hong Kong untuk membuat film?," tanya Tien.

Para pejabat membenarkan pengecualian Kidman dengan alasan bahwa ia berada di Hong Kong "untuk tujuan melakukan pekerjaan profesional yang ditunjuk, dengan mempertimbangkan situasi kondusif untuk mempertahankan kegiatan yang diperlukan dan pengembangan ekonomi Hong Kong."

Jalur Rempah Vs Jalur Sutra

Mengulik Waktu Permulaan Jalur Rempah Eksis, Apakah Lebih Dulu dari Jalur Sutra?

Liputan6.com 2021-10-07 14:02:00
Rempah-rempah (Liputan6.com/Komarudin)

Isu rempah kian ramai dibicarakan masyarakat. Masih banyak sisi menarik yang belum diulik, padahal jalur ini jadi bukti bahwa Indonesia, Nusantara pada saat itu, memegang peranan penting.

Jika China mengangkat Jalur Sutra, Indonesia mengangkat Jalur Rempah Maritim. Selain lebih kaya, jalur tersebut lebih dulu ada sebelum Jalur Sutra.

"Kita sudah punya jalur tersebut. Ada yang menyebut Jalur Rempah Maritim ini sudah ada sekitar 1000 tahun sebelum Masehi. Jadi, jalur tersebut sudah ada sebelum adanya Nabi Isa," ujar antropolog Yanuardi Syakur dalam peluncuran buku Kisah Negeri-Negeri di Bawah Angin yang diterbitkan Yayasan Negeri Rempah, Rabu, 6 Oktober 2021.

Ada juga yang menyebut, sambung Yanuardi, jalur rempah itu sudah ada sejak 2000 tahun yang lalu, yakni mulai zaman Firaun, Ramses, Ramses II, dan lain sebagainya.

"Karena bagian penting dalam upaya untuk mumifikasi, seperti yang ada di Mesir itu menggunakan rempah," ujar Dosen Program Studi Antropologi Sosial Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Khairun, Ternate, tersebut. "Dengan kejayaan itu, untuk mengangkat marwah bangsa Indonesia untuk mengusulkan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO," kata Yanuardi.

Yanuardi mengatakan pengusulan tersebut sudah bisa dilakukan pada 2024. Oleh karena itu, Yanuardi berharap masyarakat memberikan dukungan untuk pengusulan Jalur Rempah tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Koridor Jalur Maritim

Koridor jalur maritim, kata Yanuardi, berawal dari jalur rempah. Secara sederhana, jalur rempah itu berawal dari Jepang, turun hingga ke Indonesia, tembus ke Samudera Hindia.

"Selannjutnya, jalur rempah tembus ke Mesir, Laut Tengah, kemudian sampai ke Eropa. Itu (gambaran) sederhananya mengenai jalur rempah," kata Yanuardi.

Menurut Yanuardi, indikator kejayaan rempah terlihat saat seseorang hendak bertemu dengan pejabat. Mereka menaruh rempah di bawah lidahnya. "Bukan untuk dimakan, tapi agar rasa harumnya keluar," ungkap Yanuardi.


Literasi Rempah

Terkait literasi, sejauh ini sudah banyak buku yang membahas tentang rempah, baik mengenai sejarah rempah maupun kepulauan rempah. Banyak juga buku yang sudah diterjemahkan dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia.

"Namun, belum ada satu narasi yang menyeluruh tentang negeri-negeri atau daerah-daerah yang dilalui jalur perdagangan rempah. Karena kalau ditelisik lebih jauh, setiap daerah yang dilalui jalur perdagangan rempah tentu punya jejak," kata dosen di Universitas Pembangunan Panca Budi, Sumatera Utara.

Dari rempah, muncul perdagangan-perdagangan. Selanjutnya, muncul bandar-bandar atau pelabuhan bersejarah di Nusantara, seperti Belawan, Barrus, dan lain-lain. "Semua itu punya sejarah dan cerita dan silakan digali," tandas Sri.


Infografis Daerah Penghasil Rempah di Indonesia

 

3 Tahun Makan Daging Mentah

Demi Program Diet, Pria Ini Makan Daging Mentah Selama 3 Tahun

Liputan6.com 2021-10-06 20:40:00
Ilustrasi daging ayam mentah (pexels)

Seorang penduduk Nebraska, Weston Rowe, telah mengonsumsi daging mentah, termasuk ayam selama tiga tahun terakhir -- dan tidak berencana untuk berhenti.

Dilansir dari laman New York Post, Rabu (6/10/2021), Rowe (39), makan makanan mentah kaya protein seperti daging sapi, hati, ayam, dan organ hewan lainnya. Semua produk berasal dari peternakan sapi perah dan unggas lokal.

Ia percaya bahwa dietnya telah membantu meningkatkan energi -- meski banyak peringatan tentang infeksi termasuk salmonella yang berbahaya.

"Saya dalam kesehatan yang lebih baik, baik secara fisik maupun mental, lebih baik daripada yang pernah saya alami dalam hidup saya," ujar Rowe pada Caters News Agency. Ia tak lagi makan makanan olahan dan menghabiskan sekitar $140 (2 juta rupiah) seminggu untuk makanannya.

Rowe tidak suka ngemil dan makan dua atau tiga kali sehari. Dia terkadang melewatkan sarapan, tetapi makan tiga atau empat telur mentah dan sepotong buah.

"Buah adalah salah satu hal langka yang saya makan yang tidak berbahan dasar daging," ujarnya.

"Saya mengatakan saat ini saya makan 99% daging mentah segar dan tidak pernah sakit atau merasa tidak baik karena diet saya," klaimnya.

"Menurut saya, itu adalah harga yang pantas untuk dibayar untuk makan makanan terbaik dan paling bergizi di dunia dan sebenarnya sama dengan jumlah yang saya habiskan untuk junk food."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kontroversi Makan Daging Ayam Mentah

Ia menjelaskan bahwa ia mengubah pola makannya ketika ia mulai merasakan kabut otak, penurunan energi dan eksim. Namun, satu kategori makanan telah menyebabkan banyak kontreversi terhadap diet Rowe. Ayam mentah. Ayam mentah dikaitkan dengan Salmonella, tetapi Rowe yang berbasis di Omaha mengklaim bahwa ia telah menyantap rautsan pon ayam mentah dan bahkan tidak pernah hampir sakit sekalipun.

"Ini sangat kontroversial, tetapi saya percaya bahwa daging mentah memiliki keseimbangan alami bakteri di dalamnya yang bekerja secara simbiosis dengan tubuh kita dan memiliki tujuan," kata Rowe.

Makan siang adalah makan terbesarnya hari itu -- ia makan satu pon daging mentah dengan setengah pon mentega mentah, tanpa garam, dan tiga atau empat telur mentah. Sepotong buah juga ditampahkan dalam menu makan siangnya.

Untuk makan malam, Rowe makan makanan yang sama dengan kentang yang dimasak, yang mungkin satu-satunya makanan masak yang dimakan Rowe akhir-akhir ini.

Dan untuk pencuci mulut, Rwe menyantap eskrim. Namun, bukan sembarang es krim. Es krim buatannya dibuat dari krim segar, susu, telur, dan madu, yang benar-benar sehat dan lezat, menurut Rowe.

Hati ayam adalah makanan favorit nya, bersama dengan daging sapi mentah dan otak domba. Rowe juga mengesampingkan pemakaian bumbu pada daging mentahnya dengan mengatakan bahwa ia lebih suka tanpa bumbu.

Meskipun banyak yang menentang gaya diet Rowe, ia mengatakan bahwa keluarga dan teman-temannya mendukung gaya hidup yang dipiliihnya.

"Semua orang di sekitar saya benar-benar menerima kebiasaan makan saya dan selalu sangat tertarik ketika mereka pertama kali memperlajarinya." Kata Rowe.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tanda Kasih dari Inggris

Masyarakat Inggris Beri Donasi Rp 1 Miliar untuk Keluarga Korban KRI Nanggala

Liputan6.com 2021-10-07 18:07:18
Foto yang dirilis 21 April 2021 kapal selam KRI Nanggala 402 berlabuh di pangkalan angkatan laut di Surabaya. Kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya hilang kontak saat m

Masyarakat Inggris terutama komunitas kapal selamnya sangat tersentuh mendengar tragedi kapal selam KRI Nanggala.

Tragedi ini diberitakan di seluruh dunia dan menimbulkan simpati sangat dalam bagi para awak kapal selam dan keluarga mereka.

Masyarakat Inggris dan komunitas kapal selamnya menjawab panggilan badan amal Inggris "We Remember Submariners" untuk memberikan donasi bagi keluarga para korban, demikian disampaikan dalam rilis yang diterima Liputan6.com dari Kedubes Inggris, Kamis (7/10/2021).

Secara keseluruhan mereka telah mengumpulkan 53.000 (1 miliar rupiah) -- yang akan diberikan kepada masing-masing keluarga korban sejumlah 1000 (19.5 juta rupiah).

Donasi tersebut akan diserahkan kepada TNI oleh Duta Besar Inggris Owen Jenkins, dan penyelam Inggris yang sudah memiliki pengalaman selama 35 tahun, Matt Farr.

Donasi tersebut mencerminkan rasa solidaritas yang erat antara Angkatan Bersenjata Inggris dan Indonesia, dan niat yang kuat untuk saling mendukung dan bekerja sama. Tragedi Nanggala tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga di Inggris -- terutama oleh mereka yang pernah bekerja di laut.

Penyerahan donasi tersebut bertepatan dengan kunjungan Kapal Angkatan Laut Inggris HMS Richmond ke Indonesia pada tanggal 8-10 Oktober, menyatukan Angkatan Laut Inggris dan Indonesia, walaupun tetap menjaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan, baik di laut -- maupun di darat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Program Pertukaran Budaya

Program Royal Navy dan TNI mencakup beberapa kegiatan pertukaran budaya -- yang mencerminkan hubungan hangat antara Angkatan Laut dan rakyat Inggris dan Indonesia, serta kesediaan mereka untuk saling belajar dari satu sama lain.

Pelajar Indonesia yang belajar di Polimarin Semarang, PoliManado, PoliBatam dan PPNS Surabaya akan berkesempatan untuk bertemu secara virtual dengan para pelaut di HMS Richmond - termasuk insinyur, bagian navigasi, dan perwira senior perempuan.

Para siswa Indonesia tersebut saat ini sedang mengikuti pendidikan di bidang maritim dan keahlian kelautan yang didukung oleh program Pemerintah Inggris yaitu Skills for Prosperity (Keahlian untuk Kesejahteraan) yang pelaksanaannya bermitrakan dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Program ini akan membantu Indonesia meningkatkan keterampilan tenaga kerja kelautan yang inklusif, dan memperkuat kerja sama internasional dalam sektor maritim. Inggris mendukung sektor maritim Indonesia karena dapat membuat perbedaan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, meningkatkan perdagangan, dan mendukung kerja sama internasional. Para siswa akan memiliki kesempatan untuk mendengar dari para staf kapal yang berbeda dan mengajukan pertanyaan kepada awak kapal.

Tur terpisah secara virtual dari Kapal tersebut akan diberikan kepada para siswa dan pejabat TNI, yang keduanya dapat menjelajahi dan menyaksikan kapal fregat berteknologi tinggi Inggris. Selain itu, latihan olahraga militer oleh pelaut Angkatan Laut Inggris akan disiarkan melalui laman Instagram @UKinIndonesia pada Jumat sore, 8 Oktober 2021 pukul 16.00 WIB.

Masyarakat dapat berpartisipasi dari rumah -- ini adalah salah satu cara yang populer di Inggris dalam menghibur diri selama pandemi. Para pelaut Inggris juga akan diajari cara melakukan tarian Poco-Poco dan Maumere yang telah mendunia bersama dengan prajurit TNI.

Makanan adalah bagian besar dari budaya sehingga para pelaut Inggris juga akan membuat dan menikmati hidangan klasik Indonesia, Nasi Goreng -- selama mereka berada di Indonesia.