Volume 117

BLACKPINK Lawan Perubahan Iklim

Inspirasi di Balik Pidato Perubahan Iklim dari BLACKPINK

Liputan6.com 2021-10-25 09:03:00
BLACKPINK menyampaikan pidato mereka terkait perubahan iklim. (Tangkapan Layar YouTube BLACKPINK)

BLACKPINK menyampaikan pidato yang menginspirasi terkait perubahan iklim melalui channel YouTube mereka. Pidato girl grup pelantun How You Like That ini berdurasi tiga menit dan 21 detik dan diunggah pada Minggu, 24 Oktober 2021.

Pidato dibuka oleh Jennie BLACKPINK yang menyampaikannya dengan bahasa Inggris. Ia mengungkapkan kaum muda saat ini jadi generasi pertama yang tumbuh di era digital dan hal tersebut membuat mereka unik.

"Karena kita tumbuh terhubung dengan orang lain melalui teknologi, kita memiliki banyak kesamaan di mana pun kita tinggal di Bumi. Dan hari ini, kita bersatu sekali lagi karena kita menghadapi masalah bersama yang terkait dengan waktu yang kita jalani," lanjut Jennie.

Dilanjutkan dengan Jisoo BLACKPINK yang berpidato dalam bahasa Korea. Ia menyebut saat ini manusia tumbuh di planet yang kian sakit.

"Dan karena generasi kita juga yang paling terhubung, dan karena kita akan berada di sekitar untuk melihat bagaimana kisah ini terungkap, kita harus lebih sadar akan krisis lingkungan ini," lanjut Jisoo.

Rose BLACKPINK yang juga berpidato dalam bahasa Inggris menyadari keseriusan dari masalah perubahan iklim. Hal tersebut bermulai ketika ia memperhatikan jumlah sampah yang terkumpul setiap tahunnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Menyadari Perubahan Iklim

"Masalah ini tidak pernah menjadi lebih penting bagi saya sejak menyadari betapa berbahayanya polusi udara," kata Lisa dalam bahasa Thailand.

Jisoo tersadar akan perubahan iklim ketika ia melihat es yang mencair dengan cepat di kutub. Jennie menyadari ketika ia mendengar tentang kehancuran Amazon.

"Planet ini memanas terlalu cepat, alam liar kita menghilang terlalu cepat, lautan sekarat, sampah kita menumpuk. Seperti yang terjadi, mungkin tidak ada planet yang tersisa untuk diselamatkan," kata Lisa.

Jisoo mengungkap bahwa generasi muda akan bertanggung jawab menjaga Bumi dan akan bekerja untuk membangun dunia yang lebih baik, lebih setara, dan lebih berkelanjutan. "Bumi kita yang terkasih akan berada di tangan yang aman," tambahnya.

"Jadi generasi kita harus bersatu. Kita harus bersatu dan bekerja menuju tujuan kolektif menyelamatkan Bumi ini. Berbicara sebagai satu kesatuan, kita harus menyuarakan pemikiran kita tentang keadaan Bumi saat ini sampai kita dapat mengambil tanggung jawab itu sendiri. Karena momen kritis berikutnya akan datang dengan sangat cepat," kata Rose.


Konferensi Perubahan Iklim

Dikatakan Rose, November 2021 ini, para pemimpin dunia akan berkumpul di Glasgow, Inggris pada konferensi perubahan iklim COP26. " Beri tahu mereka bahwa mereka harus mengambil tindakan untuk menghentikan perubahan iklim," lanjutnya.

"Bagi kita yang suatu hari akan mewarisi Bumi ini, kita akan menyaksikan apa yang terjadi di Glasgow November ini," ungkap Rose.

Sebelum mengakhiri video, keempat personel BLACKPINK kompak menyerukan semangat mereka dalam menyikapi perubahan iklim. "Mari melangkah bersama," tutup mereka.


Infografis: Bumi Makin Panas, Ancaman Nyata Bagi Manusia

 

LRT Tabrakan di Cibubur

LRT Jabodebek Tabrakan, 1 Masinis Jadi Korban

Liputan6.com 2021-10-25 18:09:30
Petugas mengecek kereta ringan lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek yang mengalami kecelakaan di jalur lintas LRT Cibubur, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). Petugas terlihat ada di rel untuk m

PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA mengkonfirmasi insiden tabrakan LRT Jabodebek yang terjadi di kawasan Cibubur, Jakarta Timur pada hari ini.

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA Budi Noviantoro mengatakan insiden tabrakan LRT Jabodebek yang terjadi di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, melibatkan Train Set (TS) 20 & 29 pada KM 12+800 antara Stasiun Harjamukti - Ciracas pada Senin siang.

"Pada Senin, tanggal 25 Oktober 2021 pukul 12.45 WIB telah terjadi kecelakaan tabrakan dari belakang pada saat pengujian sarana internal oleh PT INKA," kata Budi Noviantoro dalam konferensi pers LRT Jabodebek seperti dikutip dari Antara, Senin (25/10/2021).

Budi menjelaskan kecelakaan tersebut terjadi saat Trainset 20 telah berhenti mendekati Stasiun Harjamukti pada pukul 12.25 dan Trainset 29 menabrak dari belakang pada pukul 12.45 pada KM 12+800 antara Harjamukti - Ciracas.

Ia mengatakan terdapat korban luka 1 orang atas nama Faisal (masinis TS 29) dan telah dibawa ke Rumah Sakit Melia Cibubur.

"Ini terindikasi langsiran yang terlalu cepat, tetapi nanti KNKT yang menentukan. Masinisnya luka ringan dan dibawa ke RS dalam kondisi sadar," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dikembalikan ke Madiun

Budi menambahkan kejadian ini berdampak pada Trainset lainnya yang sedang parkir berjajar di dekat Stasiun Harjamukti yaitu 3 car/gerbong pada TS 9 dan 2 car/gerbong pada TS 12. Sehingga rencana total 2 trainset dan 5 car/gerbong (TS 9 & TS 12) akan dikembalikan ke Madiun untuk dilakukan perbaikan.

Adapun dampak kerusakan pada prasarana masih dilakukan investigasi.

Dalam kesempatan tersebut, Budi memohon maaf kepada Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

"Ini indikasi awal, karena ini memang proses pengujian LRT yang sekarang hampir selesai sebetulnya," pungkas Budi.

Tabrakan Beruntun Transjakarta

Polisi Ungkap Detik-Detik Tabrakan Beruntun Bus Transjakarta yang Sebabkan 2 Penumpang Meninggal

Liputan6.com 2021-10-25 12:56:07
Dua armada bus Transjakarta (TJ) bertabrakan di Jalur Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur. 37 orang alami luka-luka dan 2 meninggal akibat kecelakanan tersebut. (Istimewa)

Kecelakaan lalu lintas melibatkan bus Transjakarta terjadi di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, pada Senin (25/10/2021). Penyebab kecelakaan masih diselidiki pihak kepolisian.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menerangkan kecelakaan mulanya terjadi karena salah satu bus Transjakarta sedang berhenti di salah satu halte dekat Terminal Cawang.

Di saat bersamaan, melaju bus Transjakarta lain. Kecelakaan tak terhindarkan.

"Di mana ada kendaraan Transjakarta sedang berhenti untuk menaikan dan menurunkan penumpang kemudian dari belakang ditabrak oleh kendaraan TransJakarta lainnya," kata dia di Kantor Subdit Bin Gakkum.

Sambodo menerangkan, kecelakaan merenggut dua korban jiwa. Sementara, 37 lain luka-luka.

"Korban ada 39 orang, dua meninggal dunia, 37 luka. Nah 37 luka ini sedang kita data berapa yang luka berat dan luka ringan," ucap dia.


Dugaan Sopir Mengantuk

Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengungkapkan, penyebab kecelakaan diduga akibat sopir bus mengantuk.

Dari informasi saksi disebutkan, bus langsung menyeruduk tanpa adanya upaya pengereman dari sang sopir.

"Jadi dugaannya mengantuk sopirnya karena informasi dari saksi, karyawan itu baru keluar pool jam 3 dini hari, kemungkinan mengantuk karena tidak ada rem sama sekali. Remnya langsung bruk menabrak. Jadi gak berhenti di halte," ujar Argo.

Saat ini, korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Sedangkan korban luka, dilarikan ke RS di kawasan Jakarta Timur.

"Jadi yang meninggal ini dibawa ke Kramat Jati. Kalau luka dibawa ke RS Budhi Asih," ujar Argo.

Parpol Saling Sindir, Kontraproduktif?

HEADLINE: Saling Sindir PDIP-Demokrat Terkait Kinerja Presiden, Lumrah atau Kontraproduktif?

Liputan6.com 2021-10-26 00:00:41
Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati

Mengenakan baju koko putih, selendang di bahu serta peci hitam, Hasto Kristiyanto bergaya layaknya orang Betawi. Pria asal Yogyakarta ini menghadiri Khitanan Massal dengan Budaya Betawi di Kantor DPP PDIP Jakarta Pusat, Sabtu 23 Oktober 2021 lalu.

Di sela acara, Sekjen PDIP itu mengungkapkan kebanggaannya terhadap kinerja Presiden Jokowi dalam memimpin Indonesia. Dia bahkan menyindir Demokrat dengan membandingkan pembangunan infrastruktur hanya ada pada era Jokowi, bukan pada presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Demokrat yang tersindir, kemudian membalasnya. Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan menilai, tak etis membandingkan hasil karya antarpresiden. Karena setiap Presiden memiliki gaya kepemimpinan tersendiri.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes berpendapat, langkah PDIP membandingkan kinerja Jokowi dengan SBY merupakan sebagai hal yang positif. Dengan memantau kelebihan dan kekurangan masing-masing, akan membuat demokrasi di Indonesia semakin sehat.

"Justru menurut saya baik-baik saja. Karena kontestasinya soal kebijakan ya, misalnya Demokrat mengkritisi kebijakan di masa PDIP, begitu juga PDIP memberikan penilaian terhadap kebijakan ketika Demokrat berkuasa. Jadi itu sesuatu yang baik, justru memang partai-partai ini harus berkontestasi," kata dia kepada Liputan6.com, Senin (25/10/2021).

Arya membeberkan, PDIP dan Demokrat memiliki hubungan yang kurang harmonis. Karena 10 tahun Demokrat berkuasa, PDIP menjadi partai oposisi. Begitu pun saat ini. Masa PDIP yang akan masuk 10 tahun jadi penguasa, AHY dan jajarannya berada di luar pemerintahan.

"Jadi sindir menyindir itu saya kira suatu yang lumrah pada situasi di mana dua partai ini pernah berkompetisi. Karena mereka pernah punya sejarah kompetisi secara ketat," ujarnya.

Arya mengungkapkan, bagi Demokrat tentu sebagai partai harus mencari sesuatu yang baik untuk bisa survive pada Pemilu 2024. Salah satunya dengan memberikan asesmen atau penilaian terhadap kebijakan partai penguasa.

"Sebagai partai oposisi kan memang harus memberikan kritik, penilaian, dan sebagai partai penguasa harus memberikan klarifikasi terhadap kritik itu, atau menjelaskan capaian-capaian selama berkuasa. Itu justru baik bagi demokrasi, ada tukar menukar gagasan, ada pertarungan gagasan," terang dia.

Perseteruan antara PDIP dengan Demokrat, kata Arya, diprediksi akan terus terjadi pada Pilpres 2024. Di tingkat nasional, dia menegaskan, akan sulit kedua partai ini berjalan seirama dalam mengusung pasangan calon.

"Tapi di tingkat lokal, di beberapa daerah, mereka memang ada koalisi di Pilkada," kata dia.

Sementara itu Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai dalam politik, saling sindir hal yang lumrah. Terlebih yang diungkap terkait dengan hasil karya masing-masing presiden.

"Malah bagus saling adu pamer soal siapa yang kerjanya paling bagus. Bagus buat pembelajaran demokrasi secara umum biar terbiasa dengan partai dan elite yang saling serang," kata Adi kepada Liputan6.com, Senin (25/10/2021).

Ia menilai PDIP dengan Demokrat bagaikan air dan minyak. Kedua elemen tersebut sampai kapan pun tak akan bisa bersatu dan menyatu.

"Sulit disatukan bahkan sampai lebaran kuda sekali pun. Sulit karena konfliknya mendarah daging. Semakin panas tiap hari. 2024 pasti seperti itu. PDIP bisa berkoalisi dengan siapa pun, tapi haram hukumnya berkoalisi dengan demokrat," Adi menegaskan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Infografis Saling Sindir PDIP Vs Demokrat Bandingkan Kinerja Presiden. (Liputan6.com/Trieyasni)

Adapun Plt Kepala Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor mengungkapkan alasan PDIP membandingkan kinerja dengan SBY. Padahal, selain SBY ada beberapa tokoh nasional yang juga pernah menduduki kursi R1.

"Kerap orang membanding-bandingkan antara apa yang terjadi saat ini dengan masa lalu, yang paling mudah tentu saja dengan SBY, mengingat waktunya kan berdekatan dan polanya juga melalui Pemilu langsung. Memang banyak yang sama dalam segi prosesnya," kata Firman kepada Liputan6.com, Senin (25/10/2021).

Dia menegaskan, saling sindir di negara demokrasi seharusnya memang harus terus ada dan bahkan hendaknya tidak berujung. Dengan pengawasan dari oposisi maupun pemerintah, proses perjalanan bernegara akan semakin maju dan terarah.

"Polemik itu harus di negara demokrasi, sebagai konsekuensi. Saling singgung saling silang saling kritik. Tujuannya karena memang tidak ada yang sempurna dan harus saling mengaca diri," ujar Firman.

"Jadi kalau kita lihat di negara maju, kebetulan saya lama di negara maju, Inggris, hal seperti ini makanan sehari-hari politisi, tidak di Indonesia saja," dia mengimbuhkan.

Meski demikian, Firman menampik saling serang PDIP dan Demokrat tersebut terkait dengan sokongan elite partai pada 2024 mendatang. Perseteruan itu murni antara dua entitas kuat yang bakal bertarung pada ajang demokrasi lima tahunan mendatang.

"Kita lihat momen saling sindir sekarang menurut saya tidak terkait kandidasi, bukan menyangkut langsung Puan atau AHY, tidak terlalu plek ke sana. Tetapi saya kira ini akan terkait dua entitas besar yang punya potensi akan beradu lagi di 2024," terang dia.

Sekali lagi dia menegaskan, perilaku kedua partai ini masih dalam taraf yang wajar. Tentunya masing-masing pihak punya seperangkat argumen dalam penilaian siapa yang terbaik.

"Memang kita saling mendebat, dari sisi ekonomi dari sisi demokrasi, publik jadi tercerahkan ada perbandingan sudut pandang. Orang akan mencoba menilai tidak hanya satu arah. Kalau tidak begini, hanya menciptakan dogma-dogma saja. Jadi semakin berargumen, saling sindir, tidak personal, ada faktualnya, ya tidak masalah," dia menandaskan.

Sementara itu Pengamat politik dan ilmu pemerintahan dari Unpad, Firman Manan menilai produktivitas perbedaan pandangan sebenarnya dapat mengisi ruang-ruang demokrasi. Namun itu dilakukan sepanjang tidak mengarah kepada konflik berkepanjangan terlebih yang sifatnya kekerasan.

Selain itu, juga tidak juga menyebar informasi hoaks dan manipulatif.

"Demokrasi tetap terjaga. Saya pikir itu sesuatu hal yang wajar-wajar saja," kata Firman kepada Liputan6.com, Senin (25/10/2021).

Dalam kasus PDIP dan Demokrat yang memanas belakangan ini, Firman menilainya tak lepas dari agenda 2024. Kendati Pemilu masih tiga tahun lagi, namun sejumlah partai sudah mulai menyalakan mesinnya.

"Mulai pemanasan menjelang 2024. Salah satu kampanye itu, walaupun kampanye formal belum dimulai, tapi upaya untuk mempengaruhi publik tentu sudah bisa dilakukan," ujar dia.

Firman menambahkan, salah satu caranya dengan untuk mengingatkan kembali memori masa masyarakat. Dengan demikian, perang statemen itu ujung-ujungnya untuk mempengaruhi opini publik.

"Ini juga dalam konteks membuka memori publik, tentang bagaimana kinerja Jokowi dan SBY. Apa hal-hal negatifnya. Tidak hanya positif yang terjadi pada Jokowi maupun SBY," Firman menambahkan

Sedangkan Pengamat politik Ujang Komarudin menengarai manuver Hasto merupakan bagian dari strategi politik untuk elektoral partai. Dengan mencitrakan pemerintahan Jokowi yang diusung PDIP lebih dari SBY yang diusung Demokrat, akan berdampak langsung terhadap elektabilitas partai berlambang banteng itu.

"Strategi membandingkan itu merupakan bagian dari strategi untuk membela pemerintahnya sendiri dan bisa saja dilakukan demi elektoral. Karena jika dalam perbandingan itu Jokowi dibagus-baguskan dan diskenariokan lebih bagus dari SBY, kan akan berdampak elektoral bagi PDIP," ujar Ujang kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini, sikap Hasto terhadap Demokrat itu juga karena luka lama. Kata Ujang, saat PDIP menjadi oposisi sering dikerjai oleh SBY.

"Dan itu juga bagian dari luka lama, yang mungkin dulu kala PDIP sedang menjadi oposisi sering dikerjai oleh SBY," ujarnya.

Menurut Ujang upaya membandingkan Jokowi dan SBY sangat subjektif. Hasto yang bagian dari koalisi pemerintah akan pro kepada Jokowi. Sebaliknya demikian juga Demokrat membela SBY. Maka seharusnya biarkan masyarakat menilai secara objektif.

"Jika ingin membandingkan, maka biarlah rakyat yang membandingkan agar objektif," kata Ujang.

.


Mencerdaskan Publik?

Pengamat politik dari The Habibie Center Bawono Kumoro menilai, polemik yang terjadi sekarang masih dalam tahap lumrah. Terlebih jelang pagelaran Pemilu 2024.

"Partai sudah mulai jualan. Isu, calon, figur, dan minimal penjajakan, kerja sama dengan partai lain. Dalam periode 5 tahun, pasti setiap menginjak tahun ketiga, ini kan tahun keduanya Pak Jokowi-Ma'ruf, sudah riuh dan gaduh lah," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Senin (25/10/2021).

Dia juga menyoroti sejauh mana konstelasi politik antara PDIP dengan Demokrat ini bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, hal tersebut tergantung dari isu yang dimainkan kedua pihak.

"Seberapa mencerdaskannya polemik politik bagi masyarakat, tergantung apa yang dipolemikkan. Kalau yang dipolemikkan hal yang remeh temeh, misalnya soal koalisi yang sifatnya kosmetik, itu enggak akan mencerdaskan, enggak banyak manfaat. Kalau sifatnya soal ide, gagasan, track record, kinerja masa lalu, kinerja masa sekarang, itu lebih mencerdaskan," terang Bawono.

Ia menuturkan, prestasi kinerja Jokowi dalam pembangunan infrastruktur memang lebih unggul ketimbang era SBY. Namun demikian, data itu bisa sepadan kalau dibandingkan dengan kebijakan lainnya.

"Perbandingan secara empiris, riset penelitian, berbanding berapa jembatan yang dibangun, berapa jalan yang dibangun, infrastruktur, zaman SBY dan Jokowi, lebih unggul Jokowi. Tapi berimbang ada juga perbandingan misalnya berapa hasil utang antar dua periode itu," jelas Bawono.

"Kalau yang dibandingkan seperti itu, menambah knowledge publik, mencerdaskan. Karena data-data itu terbuka, ada di BPS di lembaga lain, dan sebagainya," tegasnya lagi.

Dia berharap agar saling sindir PDIP dengan Demokrat ini akan berakhir dengan hasil konstruktif. Kedua pihak hendaknya lebih mengemukakan ide yang dapat mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita lihat bagaimana ke depan berbalas sindirnya itu, apakah kayak dulu-dulu lagi, berbalas sindirnya enggak jelas ujungnya. Atau berbalas sindirnya semakin mendekati 2024 itu hal-hal yang sifatnya mencerdaskan, ide, tawaran program, kinerja. Mudah-mudahan begitu," ujar dia.

Agar perbandingan prestasi Jokowi dan SBY ini dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sebelumnya menawarkan beasiswa bagi yang ingin melakukan kajian akademis. Hal tersebut disampaikan Hasto merespons sindiran dari Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani yang menilai dirinya tertidur selama kepemimpinan SBY.

Menurut Hasto, diperlukan kajian akademis agar nantinya perbandingan kinerja antara SBY dan Jokowi menjadi objektif dan tidak saling klaim saja.

Dia mengatakan, secara pribadi terkejut dengan banyaknya orang melamar untuk mendapatkan beasiswa yang secara khusus mengkaji perbandingan kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Sebelumnya, Hasto menawarkan memberikan beasiswa untuk membandingkan kepemimpinan Presiden Jokowi dan SBY.

"Peminatnya sangat banyak, mencapai 53 orang. Sebagian besar mengambil program S2 dan S3 dan berasal dari kalangan perguruan tinggi ternama. Ada dari Universitas Indonesia, UGM, Universitas Airlangga, UIN Banda Aceh, hingga dari Oslo University, Manila University, Universiti Sains Malaysia," kata dia dalam keterangannya, Senin (25/10/2021).

"Kajian penelitian antara lain mencakup ilmu pemerintahan, politik, kebijakan publik, kepemimpinan, psikologi, manajemen, kelembagaan organisasi pemerintahan dan lain-lain," sambungnya.

Hasto menuturkan, keseluruhan penelitian penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

"Dalam kaitannya dengan kepemimpinan nasional, hasil penelitian itu nantinya sangat penting sebagai bagian pendidikan politik bangsa tentang proses menjadi pemimpin, kapasitas pemimpin, prestasi pemimpin, tanggung jawab dan bagaimana legacy seorang presiden diambil. Apakah kepemimpinan seorang presiden benar-benar untuk bangsa dan negara atau hanya untuk kepentingan popularitas semata," kata dia.

Hasto menuturkan, berbagai kajian terkait kualitas pemilu selama kepemimpinan seorang presiden juga penting, misalnya mengapa dalam era demokrasi dengan kompetisi yang sangat ketat, pada tahun 2009 ada Prapol yang mencapai kenaikan perolehan suara 300%.

Disebutnya, penelitian ini menarik. Apakah hal tersebut sebagai hasil kerja organisasi atau campur tangan kekuasaan.

"Penelitian tentang kualitas pemilu sangat penting, mengingat saat ini sedang dibahas tahapan Pemilu. Bagi PDI Perjuangan upaya peningkatan kualitas Pemilu menjadi tema kajian akademis yang sangat menarik karena obyektif dan bisa metodologinya bisa dipertanggungjawabkan secara akademis," kata Hasto.

Sebelumnya Hasto Kristiyanto membuka pendaftaran beasiswa untuk masyarakat. Beasiswa itu ditujukan untuk memperbandingan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beasiswa itu diakui Hasto dari kocek pribadinya.


Saling Sindir Kinerja

Saling serang antara PDIP dengan Demokrat sudah sering terjadi. Yang teranyar dan menyedot perhatian terkait Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut Jokowi lebih cepat mengambil keputusan dibanding SBY yang banyak melakukan rapat tanpa hasil.

"Pak Jokowi punya kelebihan dibanding pemimpin yang lain. Beliau adalah sosok yang turun ke bawah, yang terus memberikan direction, mengadakan ratas (rapat kabinet terbatas) dan kemudian diambil keputusan di rapat kabinet terbatas," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis 21 Oktober 2021.

Dua hari berselang, amunisi serangan kembali diluncurkan. Kali ini Ia menyoroti hasil kerja Jokowi pada sektor pembangunan infrastruktur yang lebih unggul ketimbang SBY.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke Solo, Jawa Tengah. Dirinya mengaku kaget saat melihat banyak orang Jawa Timur berkunjung ke Solo karena infrastrukturnya bagus.

"Mereka mengatakan orang Surabaya banyak yang sarapan di Solo karena infrastruktur konektivitas yang terbangun dengan sangat baik dalam pemerintahan Presiden Jokowi. Ini tidak terjadi zaman Presiden SBY," kata Hasto di sela-sela kegiatan sunatan massal di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu 23 Oktober 2021.

Selain itu, kata Hasto, kepemimpinan Presiden Joko Widodo di tengah pandemi Covid-19 sudah terbukti berhasil menyeimbangkan antara kesehatan dan ekonomi. Menurutnya, lembaga internasional dan dunia mengakui hal tersebut.

"Presiden Jokowi memilih adanya keseimbangan. Tidak mengorbankan perekonomian rakyat. Tetapi pada saat bersamaan, upaya-upaya mitigasi pandemi ini dilakukan dengan baik," ucapnya.

Hasto lalu membandingkan antara Indonesia dan Malaysia. Kata dia, Indonesia yang penduduknya berkali-kali lipat dari Malaysia, justru jauh lebih besar dalam kemampuan dalam menanggulangi Covid-19.

"Bahkan dunia juga memberikan apresiasi kepada Pak Presiden Jokowi. Bahkan beliau sekarang juga terus menggelorakan semangat dengan turun ke daerah agar pertumbuhan ekonomi dalam fase new normal tetap dapat dilakukan dengan baik," ucapnya.

"Artinya kepemimpinan yang mengombinasikan antara mitigasi pandemi dan mendorong perekonomian rakyat tetap tumbuh dan berkembang," jelas Hasto.

Sindiran ini kemudian ditanggapi Partai Demokrat. Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, bahwa membandingkan dua presiden adalah hal yang tidak etis.

"Terlalu ini sebenarnya, membanding-bandingkan presiden satu dengan presiden lainnya itu tidak etis. Karena bagaimanapun juga setiap presiden itu memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dan masing-masing presiden memiliki keunggulan dan kelemahan," kata Syarief kepada wartawan, Minggu 24 Oktober 2021.

Syarif menegaskan pihaknya menghargai semua presiden Indonesia, tidak hanya terhadap SBY. "Partai Demokrat sangat menghargai semua presiden dan mantan-mantan presiden Indonesia," katanya.

Syarif mengingatkan bahwa tiap pemimpin punya cara kepemimpinan masing-masing dan tidak bisa dibandingkan satu sama lainnya.

"Setiap presiden memiliki gaya masing-masing. Tidak bisa gayanya SBY diminta supaya dilakukan oleh Jokowi atau gayanya Ibu Mega harus diikuti oleh SBY, tidak bisa. Ibu Mega ya Ibu Mega, SBY ya SBY, Jokowi ya Jokowi," ujarnya.

Sedangkan Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut, Presiden keenam RI, SBY tak menunjukkan prestasinya ke masyarakat saat menjabat selama 10 tahun.

Hal ini disampaikan Herzaky menjawab sindiran PDIP yang menyebut bahwa pemerintahan 10 tahun lalu hanya sering melakukan rapat tanpa mengambil keputusan.

"Memang pemerintahan SBY dulu, tidak merasa perlu koar-koar punya prestasi ini itu. Karena masyarakat sendiri yang merasakan langsung," kata Herzaky dikutip dari siaran persnya, Sabtu 23 Oktober 2021.

Dia lalu mencontohkan sejumlah hal yang dilakukan SBY selama 10 tahun memimpin Indonesia. Salah satunya, penanganan tsunami Aceh yang diapresiasi bukan saja oleh masyarakat Indonesia, melainkan juga dunia internasional.

"(Penanganan tsunami Aceh) Dianggap sebagai penanganan terbaik untuk bencana, dan dijadikan kajian di berbagai negara sebagai best practices," jelasnya.

Tak hanya itu, Herzaky menyampaikan pemerintahan SBY juga berhasil mengangkat 1,1 juta guru honorer menjadi PNS. Menurut dia, pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi seharusnya bisa melanjutkan kebijakan yang lebih baik serta bermanfaat untuk masyarakat.

"Kalau untuk era sekarang, seharusnya bisa lebih baik, bukan malah mundur jauh ke belakang," ucap Herzaky.

Dia pun meminta pemerintahan Jokowi untuk fokus bekerja dan membenahi berbagai kebijakan yang kurang dirasakan masyarakat. Sebab, rakyat masih banyak yang susah, menjadi pengangguran, dan kemiskinan meningkat drastis dimana-mana.

"Mari bergandengan tangan, satukan kekuatan dari semua elemen, agar bangsa ini bisa segera bangkit, dari keterpurukan akibat pandemi dan krisis kesehatan," tutur Herzaky.

Infografis Saling Klaim PDIP Vs Demokrat. (Liputan6.com/Trieyasni)

Almarhum Menang Pilkades

Sudah Meninggal, Pria Ini Menang Telak di Pilkades Muara Dua Banten

Liputan6.com 2021-10-25 15:00:00
Ilustrasi pemilih surat suara.

Meski sudah meninggal dunia, Jakaria, menang telak dalam Pilkades Muara Dua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, yang digelar Minggu, (24/10/2021) kemarin. Diketahui almarhum meninggal 12 hari sebelum hari pencoblosan berlangsung.

Meski begitu, Jakaria akan tetap dilantik menjadi Kepala Desa Muara Dua. Kemudian Pemkab Lebak akan menunjuk Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Muara Dua.

"Berdasarkan aturan, baik Permen maupun Perbup, bahwa pemenang tetap dilantik, namun diberhentikan dan ditunjuk Pjs," kata Kepala DPMD Lebak, Babay Imroni, Senin (25/10/2021).

Panitia pilkades tingkat kecamatan akan membuat laporan hasil pemilihan ke BPD, kemudian camat menyurati Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Bupati nantinya akan menentukan pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Muara Dua.

Hasil rekapitulasi, cakades Jakaria mendapatkan 2.550 suara. Sedangkan kompetitornya, Rasnata, meraih 926 suara.

"Panitia membuat laporan hasil pilkades, nanti ketua BPD membuat penetapan hasil. Nanti ketua BPD akan berkirim surat ke Ibu Bupati melalui camat. Dari sini camat membuat laporan ke bupati, bukan hanya desa Muara Dua, tapi seluruh di kecamatan Cikulur kita laporkan," kata Camat Cikulur, Sukmajaya, Senin (25/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Menunggu Putusan Bupati Lebak

Mengingat Pjs Kepala Desa Muara Dua hanya bersifat sementara, nanti akan diputuskan oleh Bupati Lebak, akan diikutsertakan dalam pilkades serentak tahun 2022 atau ada kebijakan lainnya.

Menurut Sukmajaya, peserta cakades Muara Dua nomor urut dua tidak langsung dijadikan pemenang pada pilkades, lantaran hanya ada dua peserta.

"Di perdanya seperti itu. Kecuali cakadesnya lebih dari 3, meninggal 1, ada sisa 2 lagi dan ketika cakadesnya meninggal dan menang suara terbanyak, maka dalam perda itu (suara terbanyak) tidak dihitung suaranya karena tidak sah. Jadi (pemenang) jatuhnya ke kompetitor yang mendapat suara kedua terbanyak," ujarnya.

Lukisan Seharga Rp 1,5 T

Lukisan Picasso Terjual Hampir 1,5 Triliun Rupiah dalam Sebuah Lelang di Las Vegas

Liputan6.com 2021-10-24 19:35:00
(twitter.com/MrDJones)

Sebelas karya seni Pablo Picasso yang telah dipajang di sebuah hotel Las Vegas selama lebih dari dua dekade telah terjual di lelang dengan harga hampir 110 juta USD atau setara dengan 1,5 triliun Rupiah.

Karya yang dimiliki oleh MGM Resorts, ditampilkan di Picasso Restaurant di Bellagio Hotel.

Perusahaan mengatakan bahwa lelang yang diadakan pada hari Sabtu akan membantu meningkatkan keragaman koleksi seni rupa. Dalam lelang tersebut menampilkan sembilan lukisan dan dua potong keramik oleh seniman Spanyol, yang telah meninggal pada tahun 1973. Koleksinya mencakup lebih dari 50 hasil artistik.

Lukisan tahun 1938 Woman in a Red-Orange Baret, menmapilkan kekasih dan inspirasi Picasso, Marie-Thrse Walter. Seseorang menawar dan mendapatkan harga tertinggi pada malam itu dengan 40,5 juta USD (576 miliar Rupiah).

Nilai penjualan itu melebihi ekspektasi awal, yang sekiranya akan dijual dengan harga antara 20 juta USD sampai 30 juta USD (284 miliar Rupiah - 426 miliar Rupiah).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Lukisan Pada Masa Perang Dunia Kedua

Mahakarya lainnya, ialah potret dalam skala besar dengan judul Homme et Enfant (Pria dan anak) yang terjual seharga 24,4 juta USD (347 miliar Rupiah).

"Dengan tinggi hampir 2 m (6,5 kaki), karya tahun 1959 itu adalah salah satu contoh sangat mengesankan dari pencapaian Picasso selama karirnya," kata rumah lelang, Sothebey's.

Masih termasuk dalam penjualan, karyanya yang berjudul 'Nature morte au panier defruits et aux fleurs' jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, berarti 'Masih hidup dengan keranjang buah dan bunga', yang dilukis oleh Picasso selama pendudukan Nazi di Paris pada tahun 1942. Terjual dengan harga 16,6 juta USD (236 miliar Rupiah).

"Meskipun ada kehancuran dan banyaknya kesulitan pada masa Perang Dunia Kedua, tahun-tahun 1940-1944 merupakan salah satu hasil terkaya Picasso," kata Sotheby's.

Koleksi lukisan Picasso dimulai lebih dari 20 tahun lalu oleh maestro kasino Amerika, Steve Wynn, mantan pemiliki Bellagio Hotel.

Penulis : Azarine Natazia


Infografis Ayo Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman

 

Duel Petinju Lawan Beruang

Petinju di Rusia Terluka Parah Usai Melawan Beruang yang Telah Membunuh Temannya

Liputan6.com 2021-10-25 08:00:00
Ilustrasi beruang coklat (pixabay)

Ilya Medvedev (23), sedang dalam perjalanan memancing di Sungai Irtysh di Rusia ketika ia dan rekannya, Vyacheslav 'Slava' Dudnik (48) diserang seekor beruang cokelat.

Dilansir dari laman Daily Mail, Minggu (24/10/2021), Dudnik dengan cepat di serang hingga meninggal oleh beruang cokleat tersebut, yang kemudian juga menyerang Ilya Medvedev, seorang petinju profesional.

Nelayan lainnya, Denis Chebotar (41), sedang mengamankan perahu kecil mereka di tepi sungai ketika ia mendengar teriakan putus asa.

Ia bergeas menuju hutan untuk membantu teman-temannya dan mendengar suara tembakan.

"Saya mendengar teriakan. Mereka berteriak: 'Seekor beruang!'"

"Dan itu saja... lalu tembakan. Ketika saya sampai di tempat itu, saya melihat Slava meninggal," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pistol Jatuh dari Tangan Petinju

Petinju yang telah memenangkan kejuaraan Rusia dan kompetisi tinju nasional lainnya itu berusaha menembak beruang yang membunuh rekannya, tetapi pistol jatuh dari tangannya dan ia terpaksa bertarung dengan pisau.

"Ilya sedang menghabisi beruang itu dengan pisau," kata Chebotar.

"Ia punya waktu untuk menembak dua kali, kemudian jelas mundur, mengisi ulang, dan membuat dua tembakan lagi," tambahnya.

Namun beruang ganas itu masih menyerang meski menderita luka tembaknya.

Peluru kelima belum sepenuhnya terpasang, Ilya kehabisan waktu.

Beruang itu menjatuhkan pistolnya dan Ilya menikamnya dengan pisau.

Akhirnya, ia berhasil membunuh beruang itu, tetapi menderita luka-luka serius.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Jamur Penurun Depresi

Studi: Konsumsi Jamur dalam Jumlah Sedang Dapat Menurunkan Depresi

Liputan6.com 2021-10-25 07:00:00
Jamur Tiram (Image by Jen Szab from Pixabay)

Sebuah studi baru dari Penn State College of Medicine di Amerika Serikat menyelidiki manfaat dari mengonsumsi jamur. Pertama, mereka menemukan bahwa makan jamur menurunkan risiko kanker. Kemudian, mereka menemukan bahwa makan jamur secara teratur membantu menakut-nakuti kematian dini.

Konsumsi jamur dalam jumlah sedang, orang dapat mengurangi kemungkinan mereka terkena depresi. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders menguji 24.699 peserta, yang diberi dua kuesioner pada dua kesempatan berbeda, dikutip dari India Times, Minggu (24/10/2021).

Peneliti meminta semua peserta untuk mengingat setiap item makanan yang mereka konsumsi selama 24 jam terakhir. 5,2 persen dari semua peserta adalah pemakan jamur, sementara kejadian depresi secara keseluruhan di antara kelompok peserta adalah 5,9 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kandungan Dalam Jamur

Penurunan tingkat depresi tercatat di antara mereka yang mengonsumsi jamur dalam jumlah sedang, sekitar 4,9 gram per hari.

"Moderasi adalah kunci" juga berlaku untuk jamur. Mereka yang melewati ambang batas moderat (dengan setidaknya 19,6 gram setiap hari) konsumsi jamur tidak mengalami penurunan dalam kasus depresi.

Dr Djibril Ba, penulis utama studi tersebut mengatakan kepada Medical News Today bahwa rahasianya mungkin terletak pada sifat antidepresan yang ada pada jamur jamur.

Dr Ba mengatakan bahwa jamur memiliki konsentrasi asam amino ergothioneine yang sangat tinggi, zat alami anti-inflamasi. Kadar asam yang tinggi ini dapat membantu meringankan stres oksidatif, yang pada gilirannya dapat mengurangi gejala depresi.

Selain itu, jamur berasal dari potasium, yang juga telah dikaitkan dengan pengurangan kecemasan sebelumnya. Bagaimanapun, tampaknya jamur memicu beberapa proses alami yang membantu meringankan gejala depresi pada manusia.

Reporter: Cindy Damara

Pengakuan Mengejutkan Eks Intel Arab

Mantan Intel Arab Saudi Sebut Pangeran MBS Ingin Racuni Raja Abdullah dengan Cincin Rusia

Liputan6.com 2021-10-25 13:09:49
Raja Abdullah dari Arab Saudi dalam pertemuan di Gedung Putih bersama Presiden Barack Obama pada 2010. Dok: YouTube The White House

Mantan intel Arab Saudi, Dr. Saad Aljabri, mengungkap sejumlah cerita terkait Pangeran Muhammad bin Salman (MbS) yang merupakan putra mahkota kerajaan. Dr. Saad menyebut sang pangeran pernah sesumbar ingin meracuni Raja Abdullah.

Raja Abdullah adalah pemimpin Arab Saudi pada 2005 hingga wafat di 2015. Menurut Dr. Saad, Pangeran MbS ingin meracuni sang raja dengan cincin beracun.

Sesumbar itu dilakukan di hadapan Pangeran Nayef yang merupakan bos dari Dr. Saad.

"Ia (Pangeran MbS) bilang kepadanya (Pangaren Nayef), saya ingin membunuh Raja Abdullah. Saya memiliki cincin beracun dari Rusia. Cukup bagi saya untuk menjabat tangan dengannya dan ia akan selesai," ungkap Dr. Saad dalam wawancara eksklusif dengan CBS News, dikutip Senin (25/10/2021).

Dr. Saad berkata tak tahu apakah Pangeran MbS sedang bercanda, namun para intel memutuskan untuk menganggapnya serius, sehingga ucapan itu ditangani secara internal.

Kondisi Dr. Saad saat ini sedang lari dari Kerajaan Arab Saudi. Ia menyebut sedang diincar Pangeran MbS, anak-anak dan menantunya di Arab Saudi juga telah ditangkap.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Reaksi Arab Saudi

Dr. Saad menyebut ada rekaman ketika Pangeran MbS mengucapkan ancaman tersebut. Ada dua rekaman.

"Saya tahu di mana lokasinya. Saya tahu ada dua copy. Saya tahu di mana mereka," kata Dr. Saad.

CBS News menyebut Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington DC telah memberikan respons terkait ucapan Dr. Saad. Pihak kedubes menegaskan bahwa Dr. Saad adalah sosok korup yang mengarang cerita.

"Saad Aljabri adalah mantan pejabat pemerintah yang tercela dengan riwayat memfabrikasi dan menciptakan distraksi-distraksi untuk menyembunyikan kejahatan-kejahatan finansial yang ia perbuat," tulis pihak Kedubes Arab Saudi.

Lebih lanjut, pihak kedubes berkata Dr. Saad korupsi hingga miliaran dolar untuk gaya hidupnya dan keluarganya. Selain itu, Dr. Saad dituduh menormalisasi praktek korupsi.

Pangeran MbS juga dipuji oleh pihak Kedubes Saudi karena telah memimpin reformasi sehingga uang negara bisa digunakan untuk pertumbuhan ekonomi, serta membangun negara yang lebih toleran dan moderat.


Infografis Perempuan Arab Saudi Bebas dari Belenggu

 

Rachel Vennya dan Mobil Pelat RFS

Rachel Vennya Akan Diperiksa Terkait Mobil Pelat RFS Hari Ini

Liputan6.com 2021-10-25 07:19:20
[Foto: YouTube Boy William]

Selebgram Rachel Vennya akan diperiksa polisi terkait dugaan kepemilikan kendaraan yang tidak sesuai dengan registrasi dan identifikasi pada surat tanda nomor kendaraan (STNK). Pemeriksaan dilakukan di Kantor Subdit Bin Gakkum di Jalan MT Haryono, Jaksel pada Senin, 25 Oktober 2021.

"Iya kami periksa besok (Rachel Vennya) rencananya jam 10 atau jam 11 siang," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi, Jakarta, Minggu (23/10/2021).

Dia menerangkan, pihaknya akan menggali terkait penggunaan pelat B 139 RFS yang terpasang pada mobil Toyota Vellfire.

Warna kendaraan yang tercantum di Surat Tanda Nomor Kendaraan, atau STNK atas nama Rachel Vennya seharusnya putih bukanlah hitam.

Oleh karena itu, Argo mengatakan pihaknya perlu melakukan pengecekan berkas-berkas administrasi. Dalam hal ini, Argo belum bisa menyimpulkan apakah pelat tersebut bodong.

"Iya belum dipastikan (bodong) makanya kita panggil klarifikasi, kita minta penjelasaan, kita cek kebasahan dokumen, kita cek kendaraan dan kecocokan nomer rangka nomor mesin," ujar dia.

Argo menerangkan, untuk megubah warna mobil tak bisa sembarangan. Pada kasus Rachel Vennya misalnya. Argo menyebut ada yang namanya proses ubah bentuk ganti warna (rubentina).

"Jadi nanti diganti STNK misalnya hitam ke putih atau putih ke hitam nanti STNK pun juga berubah," tandas dia.


Mobil B 139 RFS Benar Milik Rachel

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, ia telah mengecek data base kendaraan bermotor perihal pelat B 139 RFS yang terpasang pada mobil Toyota Vellfire. Hasilnya, mobil itu terdaftar atas nama Rachel Vennya.

"Itu memang betul kepunyaan Rachel Vennya," ujar dia.

Namun, ada satu temuan yakni warna kendaraan tidak sesuai dengan registrasi dan identifikasinya sebagaimana pada surat tanda nomor kendaraan (STNK). Sambodo menyebut, berdasarkan data kendaraan seharusnya berwarna putih bukan hitam.

"Nah, cuman di data kita mobil itu berwarna putih. Sementara dari hasil fakta dan tangkapan teman-teman mobil yang digunakan itu berwarna hitam," tandas dia.

Terkait hal ini, Sambodo pun menjelaskan sanksi yang diterima Rachel Vennya apabila terbuki melanggar. Rachel bisa dijerat Pasal 280 juncto Pasal 68 atau Pasal 288 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Artinya tidak menggunakan TNKB yang sah. Atau misalnya memang pelanggaran tidak bisa tunjukan STNK. Artinya mobil itu sudah dicat tapi belum diubah STNK-nya," ucap dia.

Sambodo mengatakan, sanksi yang diberikan berupa penilangan. "Kita akan lihat pelanggaranya apa akan kita sesuaikan dengan temuan penyelidik," tandas dia.


6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat.