Volume 125

Semoga Cepat Sembuh, Pak SBY!

Akan Jalani Pengobatan Kanker Prostat, SBY Minta Doa ke Masyarakat Indonesia

Liputan6.com 2021-11-02 12:43:37
Susilo Bambang Yudhoyono jelang memberi keterangan terkait polemik dokumen TPF kasus Munir di Cikeas, Kab Bogor, Selasa (25/10). Pernyataan tindak lanjut hasil temuan TPF Munir dibacakan mant

Staf Pribadi Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ossy, menyampaikan bahwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mengidap kanker prostat dan akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri.

"Benar Bapak SBY dalam waktu dekat akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri. Sesuai dengan diagnosis dari tim dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer)," kata Ossy dalam keterangannya, Selasa (2/11/2021).

SBY, kata Ossy, memohon doa semua pihak agar pengobatan yang akan dilakukannya berjalan lancar.

"Bapak SBY memohon doa dari para sahabat khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar medical treatment yang dilakukan dapat berjalan dengan baik," kata Ossy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan baik melalui metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) Scann, kanker prostat yang diderita oleh Bapak SBY masih berada dalam tahapan (stadium) awal.

"Sesuai dengan kondisi kesehatan Bapak SBY saat ini, tim dokter menyimpulkan semua opsi terbuka untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan Bapak SBY. Setelah dilakukan konsultasi yang mendalam dengan Tim Dokter Indonesia, termasuk para urolog senior, diputuskan medical treatment dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri yang memiliki pengalaman panjang dan teknologi yang maju untuk menangani kanker prostat," terangnya.


Izin Jokowi

Ketua tim dokter luar negeri dalam komunikasi langsung dengan Bapak SBY, menurut Osssy telah menyampaikan optimismenya bisa mengatasi penyakit yang diderita Bapak SBY.

"Sesuai dengan etika dan tata krama yang dianut Bapak SBY, beliau sudah menelepon Bapak Presiden Jokowi untuk melaporkan rencana berobat ke luar negeri. Presiden Jokowi memberikan respons yang baik dan menyampaikan bahwa satu-dua anggota Tim Dokter Kepresidenan akan mendampingi dalam pengobatan tersebut," katanya.

Greta Thunberg Murka

Murka di KTT COP26, Greta Thunberg Sebut Para Pemimpin Dunia Pura-Pura Peduli Lingkungan

Liputan6.com 2021-11-02 18:00:00
Greta Thunberg Pemenang Penghargaan Majalah TIME 2019. (Liputan6/AP)

Aktivis iklim Greta Thunberg menuduh para pemimpin dunia "berpura-pura" menganggap serius masalah lingkungan yang saat ini terjadi. Kecamannya itu disampaikan ketika ia berbicara kepada pengunjuk rasa di luar Konferensi Iklim PBB COP26 di Glasgow.

Kantor berita AP melaporkan Greta Thunberg sebelumnya bertemu dengan pemimpin pemerintahan Skotlandia, Nicola Sturgeon, pada KTT COP26 Glasgow itu. Demikian seperti dikutip dari laman VOA Indonesia, Selasa (2/11/2021).

Kepada sejumlah demonstran di luar gedung KTT iklim tersebut, Thunberg mengatakan perubahan tidak akan datang dari ruang KTT.

"Di dalam COP, hanya ada politisi dan orang-orang yang berkuasa yang berpura-pura menganggap serius masa depan kita, berpura-pura menganggap serius masalah dari orang-orang yang hari ini sudah terkena dampak krisis iklim. Perubahan tidak akan datang dari dalam sana. Itu bukan kepemimpinan, melainkan disinilah kepemimpinan. Seperti inilah kepemimpinan itu" kata Greta Thunberg.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Inggris Dorong Aksi Nyata

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendorong adanya kinerja nyata untuk melawam dampak krisis perubahan iklim yang terjadi. Hal yang ia sorot terkait batu bara, mobil, hingga uang tunai.

PM Boris Johnson berkata masyarakat dunia harus bertindak cepat untuk mencegah dampak perubahan iklim yang bisa berdampak signifikan di masa yang akan datang.

"Jika kita tidak serius tentang perubahan iklim hari ini, akan terlambat bagi anak-anak kita untuk melakukannya besok," ujar PM Johnson di acara COP26, dikutip Selasa (2/11/2021).

Selengkapnya di sini...

Tempe for The World

Tempe For The World, Rencana Besar Indonesia Bawa Tempe ke Tingkat Global

Liputan6.com 2021-11-02 06:31:28
ilustrasi tempe/pixabay

Tempe mendoan dinyatakan sebagai warisan budaya takbenda dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021 yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi di Jakarta pada 26--30 Oktober 2021. Kuliner Banyumas itu masuk dalam kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional.

"Penetapan itu setelah melalui proses pengusulan pada 2020," kata Kepala Seksi Nilai Tradisi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Mispan, di Purwokerto, Banyumas, Sabtu, dilansir Antara, Minggu, 31 Oktober 2021.

Lalu, bagaimana reaksi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga membidangi kuliner sebagai salah satu sub-ekonomi kreatif? Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan sedang mempersiapkan berbagai langkah untuk menjadikan tempe sebagai daya tarik wisata gastronomi.

"Gastronomy-based tourism bisa dikembangkan berbasis tempe karena variasinya banyak sekali, dan tempe favorit di berbagai belahan dunia," kata Menparekraf dalam Weekly Press Briefing, Senin, 1 November 2021.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak menambahkan, bahwa tempe akan dipromosikan secara integral dalam Indonesia Spice Up The World. Pihaknya menggandeng komunitas Fermenusa untuk menyiapkan sejumlah materi kampanye tentang tempe.

"Kita sudah merencanakan untuk di tahun 2022 melakukan beberapa kegiatan, mulai dari kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan perwakilan negara-negara sahabat di Indonesia dan nanti kita gabungkan dengan menciptakan materi-materi kampanye tempe," ia menerangkan.

Josua menyatakan tujuan utama dari kampanye tempe itu pada akhirnya adalah untuk membawa tempe ke pasar global. Mulai dari hulu sampai hilir yang berkaitan dengan tempe disiapkan agar bisa terdistribusi ke pasar global.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Superfood

Josua juga menantang sejumlah pihak yang memiliki perhatian terhadap tempe untuk menciptakan kreasi yang menjadikan tempe sebagai superfood. Sebagai makanan yang kaya protein, tempe banyak dikonsumsi oleh atlet atau penggemar olahraga.

"Bagaimana tempe bisa diciptakan jadi makanan sehat, seperti fitbar tapi dari tempe," sambung dia.

Ia juga mendorong pengembangan produk turunan lain dari tempe. Salah satunya menjadikan tempe sebagai kudapan yang dikemas menarik dan bisa didistribusikan secara global.

"Kita akan ketemukan komunitas tempe dengan produsen makanan sehat yang siap masuk ke industri," sambung dia.


Pengajuan ke UNESCO

Sementara, itu upaya Indonesia mendapatkan pengakuan tempe sebagai warisan budaya takbenda UNESCO masih harus melalui perjalanan panjang. "Karena pandemi COVID-19, belum ada perbincangan lagi dengan Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Tahun ini bakal diajukan lagi," kata Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Hardinsyah, melalui sambungan telepon pada Liputan6.com, Kamis, 7 Januari 2021.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid. Ia mengatakan bahwa tempe sudah pernah dibahas dalam sidang tingkat nasional untuk diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, tetapi pemerintah akhirnya 'mendahulukan' gamelan.

Menurut Farid, usulan pendaftaran tempe sebagai warisan budaya takbenda selalu dibuat komunitas pendukung. Mereka kemudian akan mempresentasikan di hadapan tim penilai yang terdiri dari para pakar.

Dengan didaftarkan sebagai warisan budaya takbenda, akan membuat tempe yang awalnya dianggap makanan kelas dua menjadi sesuatu yang keren. Apalagi, orang di luar negeri banyak mengakui tempe sebagai super food.


Diplomasi Indonesia via Jalur Kuliner

 

Upeti Tilang Sekarung Bawang

Tilang Sopir Truk, Polantas Minta Jatah Sekarung Bawang

Liputan6.com 2021-11-02 16:27:18
Polantas membuat surat tilang untuk pengendara motor ketika Operasi Patuh Jaya 2018 di ruas Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Jumat (27/4). Oparasi tersebut digelar untuk meningkatkan ketert

Viral rekaman yang memperlihatkan polisi lalu lintas atau polantas yang meminta jatah satu karung bawang ke pengemudi truk. Bidang Propam Polda Metro Jaya pun turun tangan memeriksa oknum tersebut.

Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menerangkan, pihaknya telah mendapatkan identitas anggota polantas yang ada di dalam rekaman video viral tersebut. Dia adalah Anggota Lalu Lintas Polres Bandara.

"Sudah kami monitor," jawab Argo soal video viral itu, Selasa (2/11/2021).

Argo tak menyebut identitas anggota tersebut. Menurut dia, anggota itu sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polda Metro Jaya.

"Sedang dilakukan klarifikasi dan diperiksa di Propam Polda Metro Jaya," ujar dia.


Video Viral

Sebelumnya, rekaman berdurasi 31 detik menampilkan anggota lalu lintas yang sedang berdiri. Dia mengenakan seragam polisi lengkap dengan rompi hijau. Di sampingnya persis terparkir sepeda motor matic. Terlihat juga sekarung bawang. Sementara itu perekam video juga menyorot rekannya dan merampikan tali.

Saat itulah, rekannya berbicara situasi yang dialaminya.

"Aku minta maaf bos, aku kena tilang tapi dimintai satu karung bawang. Nih bos polisi, tolong rekan-rekan bantu kondisi saya. Nih saya dimintai satu karung. Di kasih Rp 100 ribu gak mau mintanya satu karung bawang. Plat Nomor A*****," seperti dikutip, Selasa (21/11/2021).

Fatwa Haram Beri Uang Pengemis

Fatwa Haram Beri Pengemis Uang, Ketua Komisi VIII DPR: Kami Dukung MUI!

Liputan6.com 2021-11-02 16:28:16
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto. Foto: Jaka/Man.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan fatwa mengharamkan memberikan uang kepada pengemis di jalan. Menurut MUI, pengemis di jalan merupakan hasil eksploitasi dari orang tertentu.

Berkaitan dengan fatwa tersebut, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto pun memberikan dukungannya. Yandri pun meminta pemerintah daerah juga menangani pengemis di jalanan agar mendapatkan perhatian dan tidak meresahkan masyarakat.

"Kami dukung fatwa itu, tapi yang harus dipastikan jangan sampai anak-anak fakir miskin atau telantar itu tidak diurus. Perlu ada kerja sama dengan pihak pemda yang minta-minta itu ditertibkan, benar nggak mereka itu dalam kondisi tidak mampu, fakir miskin atau yatim atau mereka dieksploitasi oleh pihak tertentu," kata Yandri dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria, Selasa (2/11).

Yandri mengatakan alasan MUI Sulsel mengeluarkan fatwa haram tersebut disebabkan oleh banyaknya pengemis tang dieksploitasi oleh kelompok tertentu. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga meminta agar pihak yang mengeksploitasi pengemis itu ditindak.

"Kalau misal dieksploitasi oleh pihak tertentu, pihak yang mengeksploitasi itu harus ditindak supaya ada efek jera," katanya.

Selain itu, Yandri meminta agar fatwa haram memberi pengemis uang ini disosialisasikan secara masif. Sebab, warga terkadang memberikan uang kepada pengemis di jalan karena ingin bersedekah.

"Kalau misal ada orang yang belum baca fatwa atau baca fatwa ada keyakinan saya bersedekah di mana pun boleh ya nggak apa-apa juga, jangan juga jadi hal diperdebatkan secara meluas," jelasnya.

"Kalau prinsip muatannya itu untuk menertibkan, supaya tidak ada yang dieksploitasi kita mendukung, tapi tetap harus ada tindak lanjur dari pemerintah setempat. Fatwa ini mesti disosialisasikan, literasinya diperbanyak sehingga kesepahaman itu terbangun di tengah-tengah masyarakat," sambung Yandri.

(*)

Film Baru Jaehyun NCT

Jaehyun NCT Akan Bintangi Drama Remake dari Film Bungee Jumping of Their Own

Liputan6.com 2021-11-02 13:53:54
Pria kelahiran 1997 ini merilis cover lagu 'I Like Me Better' milik penyanyi Lauv di channel Youtube resmi NCT pada Kamis (22/8). (Liputan6.com/IG/@nct127)

Pada 2 November, perwakilan industri melaporkan bahwa Jaehyun akan membintangi drama remake dari film 2001, Bungee Jumping of Their Own. Jaehyun NCT akhirnya kembali berakting setelah membintangi Dear M yang belum tayang.

Dilansir Soompi, Selasa (2/11/2021), menanggapi laporan tersebut, agensinya SM Entertainment mengkonfirmasi kebenaran fakta bahwa Jaehyun akan tampil dalam drama OTT remake dari film hits tahun 2001 itu.

Bungee Jumping of Their Own awalnya adalah film dari tahun 2001 tentang guru sekolah menengah Seo In-woo (diperankan Lee Byung Hun) yang berjuang untuk move on dari kematian pacarnya In Tae-hee (Lee Eun-joo).

Film ini menceritakan kisah tentang apa yang terjadi ketika ia bertemu dengan seorang siswa laki-laki bernama Im Hyun-bin (Yeo Hyun Soo) yang bersikap seperti mendiang pacarnya, In Tae-hee.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Remake

Drama remake OTT Bungee Jumping of Their Own akan diproduksi oleh Choi Nak-kwon, produksi film aslinya dan disutradarai oleh Kim Jong-hyuk yang juga menyutradarai drama SBS Spring Day.

Drama ini akan dibuat menjadi 16 episode dengan durasi 25 menit dan rencananya akan mulai syuting pada Januari 2022. Bungee Jumping of Their Own direncanakan dan diproduksi oleh Kakao TV dan akan dirilis sebagai original series dari Kakao TV.


Jaehyun Akan Memerankan Im Hyun-bin

Dalam drama ini, Jaehyun berperan sebagai Im Hyun Bin yang diperankan oleh Yeo Hyun-soo dalam versi aslinya.

Sebelumnya, Jaehyun berencana untuk mulai berakting dengan sungguh-sungguh saat mengambil peran sebagai Cha Min-ho dalam Dear M yang akan tayang di KBS 2TV. Namun, karena Dear M ditunda tanpa batas waktu karena kontroversi kekerasan sekolah lawan mainnya, Park Hye-soo, kesempatan bagi penggemar untuk bertemu penampilan Jaehyun tertunda.

Drama remake OTT Bungee Jumping of Their Own rencananya akan rilis pada paruh kedua tahun 2022 setelah menyelesaikan casting utama.

Penulis: Anastasia Merlinda


Infografis Waspada Penipuan Online Shop via Medsos

 

Vaksinasi untuk Bocah

HEADLINE: BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun, Target dan Pelaksanaannya?

Liputan6.com 2021-11-03 00:02:34
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech kepada remaja Israel di kota Rishon LeZion, Minggu (6/6/2021). Israel mulai memvaksinasi anak-anak dari usia 12 hingga 15 pada h

Vaksin COVID-19 kini tak hanya melindungi kelompok usia 12 tahun ke atas. Vaksin COVID-19, khususnya Sinovac, telah mengantongi izin guna darurat (Emergency Use Authorization) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk disuntikkan pada anak umur 6-11 tahun.

Badan Pengawas Obat dan Makanan resmi mengeluarkan izin tersebut pada Senin, 1 November 2021.

"BPOM mengizinkan penggunaan Sinovac dari China untuk anak usia 6-11 tahun dan tentunya juga bagi dewasa," ujar Kepala BPOM RI Penny K Lukito melalui konferensi pers daring.

Ini merupakan vaksin COVID-19 pertama untuk usia 6-11 tahun yang terdaftar di BPOM. Uji klinik pada rentang usia tersebut menunjukkan hasil aman untuk digunakan. Penny pun menyebut efikasi vaksin Sinovac pada usia itu sama dengan untuk anak usia 12-17 tahun.

Terbitnya izin guna darurat vaksin Sinovac pada anak di bawah usia 12 mendapat tanggapan positif berbagai pihak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyambut baik hal tersebut, mengingat tingkat kematian pada anak akibat virus SARS-CoV-2 di Indonesia tertinggi di dunia. Menurut data IDAI, case fatality rate pasien anak akibat infeksi virus Corona pada Juni-Juli 2021 mencapai 3-5 persen.

"Alhamdulillah kami dari IDAI sangat berbahagia mendengar kabar ini, karena kita tahu bahwa di Indonesia angka kematian anak (akibat COVID-19) adalah yang paling tinggi dibanding negara-negara lain," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso dalam konferensi pers daring, Senin (1/11/2021).

Sementara, Presiden Dokter Anak Seluruh Asia Pasifik, Dr dr Aman Pulungan SpA(K) FAAP FRCPI (Hon.) mengatakan bahwa diizinkannya penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi COVID-19 anak usia enam sampai 11 adalah terobosan baru. Menurutnya, vaksinasi itu merupakan upaya perlindungan karena berkaitan dengan pembelajaran tatap muka (PTM) yang tidak bisa ditunda lagi.

"Sekitar 50 persen keluarga tetap tidak mau tatap muka, dari yang 50 persen yang mau itu hanya 50 persen yang mulai. Jadi sebetulnya sekolah tatap muka ini belum sampai 50 persen," katanya.

Jika PTM bisa segera dilakukan, lanjut Aman, indeks perkembangan anak yang selama dua tahun ini menurun tentu akan naik lagi.

Selain itu, Aman mengatakan, 66 persen keluarga Indonesia berkomunikasi erat dengan anak dan lanjut usia (lansia). Mengingat anak bisa tertular dan menularkan virus pada keluarga, maka yang perlu dijaga bukan hanya lansia tapi anak-anaknya juga.


Sesuai Rekomendasi WHO

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Prof Hinky Hindra Irawan Satari, mengatakan, pihaknya telah memelajari dokumen dan hasil uji klinik vaksin Sinovac pada anak.

Menurutnya dokumen terkait vaksin Sinovac untuk anak usia enam hingga 11 telah dikaji secara mendalam. Hasilnya pun sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Vaksin ini memenuhi syarat dalam daya lindung dan keamanannya, tapi saya juga titip bahwa vaksin ini baru dan tentunya kita harus sama-sama mengawal dan saling menguatkan untuk mencapai kekebalan kelompok," kata Hinky dalam konferensi pers daring pada Senin, 1 November 2021.

Hinky, menambahkan, anak-anak harus dilindungi dengan vaksinasi. Sebelumnya, vaksinasi pada anak usia 12 ke atas---yang juga menggunakan vaksin Sinovac---cakupannya memuaskan dan aman.

"Jadi kita harapkan semua masyarakat mengetahui ketahanan keluarga, kalau kelaurga kita tahan dan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat InshaAllah landainya kasus sekarang ini bisa kita pertahankan," katanya.

Hinky juga membahas terkait gelombang ke-3 COVID-19 yang diprediksi terjadi pada akhir 2021. Menurutnya, dua bulan ke depan yakni November dan Desember menjadi ujian tersendiri untuk tidak lengah menjalankan protokol kesehatan.

"Jika dua bulan ini kita gagal mempertahankan kelandaian kasus, saya khawatir sekali akan terjadi peningkatan, tapi semoga tidak kejadian seperti bulan-bulan lalu."

Ia berharap agar vaksinasi anak bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya sehingga anak-anak dapat terlindungi.

"Mudah-mudahan kita bisa menjalankan tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya, anak-anak kita terlindungi, cucu saya terlindungi juga, mudah-mudahan kita menang melawan pandemi ini."

Lalu, kapan vaksin Sinovac akan diberikan pada anak usia 6-11 tahun di Tanah Air?


Jadwal Vaksinasi COVID-19 untuk Anak 6-11 Tahun

Mengenai jadwal pemberian vaksin Sinovac pada anak usia 6-11, pihak BPOM tidak bisa memastikan.

Namun, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 anak usia 6-11 tahun baru akan dilakukan setelah cakupan vaksinasi nasional dosis pertama mencapai lebih dari 70 persen.

Selain itu, dimulainya vaksinasi anak 6-11 tahun juga melihat cakupan vaksinasi lansia di daerah. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy.

"Sebagaimana yang disampaikan oleh Menko PMK, vaksinasi anak usia 6-11 tahun dilakukan, setelah cakupan vaksinasi dosis pertama secara nasional telah melebihi 70 persen dari total sasaran dan lebih dari 60 persen populasi lansia," ujar Wiku menjawab pertanyaan Health Liputan6.com di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 2 November 2021.

"Dan vaksinasi ini (anak usia 6-11 tahun) dimulai dari kabupaten/kota yang telah memenuhi target tersebut (vaksinasi dosis pertama dan lansia)."

Ketetapan waktu pelaksanaan vaksinasi ini pun sedang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan, yakni rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait hal-hal teknis pemberian vaksin.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memberi informasi senada, bahwa pihaknya sedang menunggu rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Kita akan menunggu rekomendasi ITAGI dan IDAI untuk proses pelaksanaan vaksinasinya," kata Nadia kepada Health Liputan6.com melalui pesan singkat, Senin (1/11/2021).

Rekomendasi ITAGI dan IDAI ini juga terkait proses skrining sambil memastikan supplyvaksin dari Sinovac.

"Termasuk proses skrining sambil kita memastikan supplyvaksin dari Sinovac-nya karena akan ada penambahan kebutuhan jumlah vaksin dari yang sekarang sudah dialokasikan."

Diketahui, Pemerintah berusaha mencapai target capaian vaksinasi dosis pertama lebih dari 70 persen di akhir tahun 2021. Dengan demikian, vaksinasi anak usia 6-11 tahun dapat dimulai.

"Nantinya, target vaksinasi pada anak menyentuh sekitar 26,4 juta orang dengan kebutuhan dua dosis per orang," imbuh Wiku.

Menurut Wiku, vaksinasi pada target anak akan menjadi wajib dalam rangka melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya, mengingat kegiatan aktivitas sosial masyarakat, termasuk di sektor pendidikan secara bertahap kembali berjalan normal.


Rekomendasi Baru IDAI

Seiring dengan terbitnya izin penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 oleh BPOM, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun mengeluarkan pembaruan rekomendasi terkait hal tersebut.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, rekomendasi terbaru ini dikeluarkan melihat anak juga dapat tertular dan atau menularkan Virus Corona dari dan ke orang dewasa di sekitarnya, walau tanpa gejala.

Berikut rekomendasi IDAI:

Pertama, pemberian imunisasi COVID-19 Coronavac pada anak golongan usia 6 tahun ke atas, yang mana Vaksin CoronoVac diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml) sebanyak dua kali pemberian, dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua, yaitu 4 minggu.

Kedua, pada vaksinasi dengan CoronaVac Sinovac, tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi, antara lain:

  1. Defisiensi imun primer
  2. Penyakit autoimun tidak terkontrol
  3. Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis
  4. Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi. Anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat
  5. Sedang mengalami demam 37,50 Celsius atau lebih
  6. Anak baru sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan
  7. Pasca-imunisasi lain kurang dari 1 bulan
  8. Anak atau remaja sedang hamil
  9. Memiliki hipertensi dan diabetes melitus
  10. penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali.

Rekomendasi IDAI yang diteken Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dan Sekjen PP IDAI Hikari Ambara Sjakti tertanggal 2 November 2021 terhadap pemberian vaksin CoronaVac Sinovac juga memberi catatan. Bahwa imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.


Saran Epidemiolog

Mengenai rencana pelaksanaan vaksinasi usia 6-11, epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko turut meyampaikan beberapa masukan. Menurutnya, pemberian vaksin COVID-19 harus dengan persetujuan orangtua.

"Semua anak itu harus dengan persetujuan orangtua. Apakah harus dengan surat atau tidak, mungkin harus diatur. Menurut saya, jangan sampai jika terjadi efek samping, orangtuanya gak tahu. Persetujuan orangtua harus ada untuk anak di bawah 15 tahun," ujar Tri pada Health Liputan6.com, Selasa (2/11/21).

Tri pun menyarankan pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak dilakukan bertahap. Artinya, Indonesia bisa memulainya dengan satu provinsi terlebih dahulu sebelum dilakukan serentak. Hal itu berguna untuk melihat bagaimana pemetaan vaksin yang dilakukan.

"Menurut saya, kalau mau aman di Indonesia itu harus lakukan di satu provinsi dulu. Jangan langsung disebar ke seluruh Indonesia. Kemudian kalau sudah, baru disebar," kata Tri.

Jika Indonesia sudah mengeluarkan izin Emergency Use Authorization (EUA), Tri berpendapat, maka tahapan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memetakan terlebih dahulu rencana vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun tersebut. Terkait dengan target, juga jenis vaksin yang akan digunakan.

"Harus dibuat rencananya dengan baik, jadi semua kabupaten kota dibuat pemetaan vaksinnya. Apakah pakai Sinovac atau Pfizer, jangan asal suntik saja. Efikasinya juga sudah diuji coba dan efek sampingnya sudah diketahui," ujar Tri.

Tri mengungkapkan, vaksin yang diberikan pada anak pun harus dengan dosis tersendiri yang aman untuk anak. Dalam hal ini, dosis vaksin yang diberikan pada anak seharusnya tidak sama dengan orang dewasa.

"Harus beda ya (dosis vaksinnya). Kalau Pfizer sepertinya sudah ada ya dosisnya untuk anak, nah kalau Sinovac harus membuat juga dosis untuk anaknya," kata Tri.

Tak hanya itu, anak di bawah usia 11 tahun juga diketahui masih harus menerima imunisasi untuk mencegah penyakit-penyakit lainnya, campak salah satunya. Jangka waktu pemberian vaksinasi dan imunisasi lainnya pun dipertanyakan.

"Imunisasi MR untuk campak tidak diberikan pada semua anak usia 6-11 tahun, kalau anak SD hanya diberikan pada anak kelas 5, berarti antara 11-12 tahun. Jadi gak apa-apa diberikan bersamaan karena sebenarnya ada efek tersendiri pasti antara campak dan COVID-19."

"Terus juga imunitas itu spesifik, lebih cepat lebih baik gitu. Mungkin Indonesia juga baru akan memberikannya awal 2022 ya, jadi gak apa-apa digabung atau berdekatan. Kita memberikan vaksin DPT saja langsung digabung," ujar Tri.

4 Hari Bagai Neraka di Lautan

Terombang-ambing 4 Hari di Laut, Kapal 400 Pengungsi Afghanistan Ditampung Yunani

Liputan6.com 2021-11-02 13:26:30
Aktivitas pengungsi Afghanistan di kamp pengungsian Palang Merah Italia, Avezzano, Italia, Selasa (31/8/2021). Kamp karantina ini diperkirakan akan ditutup dalam seminggu ke depan karena kara

Setelah berkeliaran di laut lepas selama empat hari -- saat Yunani dan Turki mempertimbangkan menerima mereka, sebuah kapal kargo yang dipenuhi ratusan pengungsi Afghanistan diizinkan untuk berlabuh di Pulau Aegea. Para penumpang turun untuk mengajukan permohonan suaka.

Dilansir The Guardian, Selasa (2/11/2021), hal ini disebut oleh kementerian migrasi Yunani sebagai "kasus yang tidak biasa dan khusus". Kapal berbendera Turki itu ditarik ke pelabuhan Kos pada Minggu, 31 Oktober waktu setempat. Sekitar 375 penumpang, pengungsi terbanyak dalam beberapa tahun dibawa ke pusat penerimaan di pulau tersebut.

Enam pengungsi ditahan untuk diinterogasi dan seorang wanita dirawat di rumah sakit di Pulau Karpathos. Pejabat Coastguard Yunani mengatakan mereka yang berada di dalam pesawat kebanyakan adalah laki-laki muda Afghanistan.

Banyak pengungsi dilaporkan mengalami kelaparan dan dehidrasi setelah cobaan berat yang dimulai pada hari Kamis, 28 Oktober, ketika kapal barang ini mengalami masalah mesin. Kapal ini awalnya menuju Italia, mengalami masalah mesin dan mengirimkan sinyal marabahaya dari Pulau Kreta tak lama berlayar dari Turki.

Negosiasi berhari-hari antara Athena dan Ankara setelah pemerintah Yunani mengajukan banding melalui Komisi Eropa agar Turki mengambil kembali kapal itu sesuai dengan kesepakatan 2016 yang dicapai dengan UE yang dimaksudkan untuk menghentikan arus migran.

Ketika pihak berwenang Turki menjelaskan bahwa mereka tidak akan menerima kapal itu, pejabat Coastguard Yunani meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai salah satu operasi pencarian dan penyelamatan terbesar di Mediterania timur.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Yunani Vs Turki

Menteri migrasi dan kebijakan suaka Yunani, Notis Mitarachi menggambarkan insiden itu sebagai perjalanan berbahaya dan ilegal lainnya dari pantai Turki yang difasilitasi oleh geng-geng kriminal.

Pada Minggu, 31 Oktober, Notis Mitarachi mengatakan, "Kami telah memberi tahu UE bahwa Turki telah menolak untuk mengambil kembali kapal mereka. Yunani telah menyelamatkan ratusan ribu orang dalam tujuh tahun terakhir. Sudah waktunya bagi UE untuk bertindak dan memberikan solidaritas yang berdampak dan memastikan bahwa pernyataan EU/Turki [2016] ditegakkan.

"Tidak seperti Turki dan negara lain yang mengabaikan masalah ini, Yunani memberikan dukungan kemanusiaan langsung kepada orang-orang yang membutuhkan seperti yang selalu kami lakukan. Tapi Yunani tidak bisa menyelesaikan krisis migrasi sendirian," kata Mitarachi.

Jumlahnya telah turun drastis, tetapi Athena dan Ankara telah perang kata-kata atas kedatangan migran. Sejak pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban pada Agustus, kekhawatiran telah meningkat di antara negara-negara Uni Eropa tentang pengulangan krisis pengungsi 2015 ketika hampir 1 juta warga Suriah mengalir ke Eropa melalui Lesbos dan pulau-pulau Aegea garis depan lainnya.

Turki telah berulang kali menuduh Yunani secara paksa mengembalikan kapal yang penuh dengan pencari perlindungan ke perairan Turki dengan menerapkan kebijakan penolakan dan telah mengundang media internasional untuk menyaksikan insiden tersebut. Athena telah menuduh pihak berwenang Turki dengan sengaja meningkatkan ketegangan dengan mendorong penyelundup untuk mengatur perjalanan gelap.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Aegean Boat Report megnatakan pihak berwenang Yunani diberitahu melalui laporan media lokal bahwa kapal kargo itu dalam kesulitan, tetapi mereka menahan diri untuk mengkonfirmasi insiden tersebut, meningkatkan kekhawatiran bahwa serangan balik sedang berlangsung.

Tak satupun dari pengungsi yang ingin kembali ke Turki karena mereka menganggapnya sebagai negara yang tidak aman, organisasi tersebut mengatakan.

Penulis: Anastasia Merlinda


Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan

 

Sulap Lahan Gunungkidul Jadi Subur

Cerita Suswaningsih di Gunungkidul, Sulap Lahan Tandus Jadi Produktif hingga Raih Kalpataru

Liputan6.com 2021-11-02 12:00:00
Adalah Suswaningsih, Penyuluh Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Rongkop yang dengan tekun mengajak warga di Kalurahan Karangwuni dan Melikan di Kapanewon Rongkop untuk merubah lahan di

Siapa sangka dari tangan seorang perempuan bernama Suswaningsih, lahan kritis di Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, bisa disulap menjadi lahan hijau yang bermanfaat dan produktif.

Suswaningsih di Balai Penyuluhan Pertanian Rongkop dengan tekun mengajak warga di Kalurahan Karangwuni dan Melikan di Kapanewon Rongkop untuk menyulap lahan yang tadinya tandus dan penuh batu, menjadi lahan produktif. Atas kegigihannya itu, dirinya memperoleh penghargaan Kalpataru.

Tiga hal penting yang sudah dilakukannya, antara lain membangun lahan kritis, membangun ketahanan pangan, dan pemanfaatan sumber pangan lokal.

"Fokus pengelolaan lahan pangan yang saya dampingi berada di Kalurahan Karangwuni, sedangkan pengelolaan lahan kritis berada di Kalurahan Melikan Kapanewon Rongkop," katanya, alhir pekan kemarin.

Suswaningsih juga menjelaskan, untuk pemanfaatan lahan nonproduktif, dirinya mengajak masyarakat mengembangkan tanaman pangan dan kayu-kayuan, serta mengembangkan tanaman lokal. Untuk pengolahan hasil pertanian, tetap dilakukan dengan mempertahankan konservasi lahan tersebut.

Kegiatan yang dilakukan ASN di Dinas Pertanian dan Pangan itu tidak main-main. Pasalnya lahan yang digarap sangat luas, antara lain luas 5 hektare untuk jenis tanaman kayu-kayuan, tanaman pangan dengan sistem tumpangsari luas lahannya 903,7 meter persegi, dan untuk lahan pengembangan konservasi seluas 203 hektare.

"Kemudian aktivitas pendampingan lainnya berupa pemanfaatan pekarangan dengan tanaman konsumsi sayuran cabe, sawi, terong dan tanaman konsumsi lainnya," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Apresiasi Pemkab

Sementara usaha ternak juga dilakukan dengan pengembangan tanaman hijau untuk pakan ternak jenis rumput gajah gluricide, turi dan lain sebagainya. Selain itu, pengolahan pupuk yang bermanfaat untuk pertanian.

"Jadi ada siklus dari ketersediaan lahan yang dapat digunakan keluarga dan pupuk untuk dan pupuknya kembali untuk pertanian pertanian," kata Suswaningsih.

Begitu juga dengan usaha produksi lainnya. Seperti usaha jenang dodol, kripik pisang, yang dikelola melalui KWT (Kelompok Wanita Tani).

"Upaya ini saya lakukan sejak 1996 silam. Jadi membutuhkan proses panjang," imbuh Suswa.

Kerja keras Suswaningsih ini mendapat apresiasi dari Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Orang nomor satu di Gunungkidul ini menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaaan yang tinggi kepadanya.

Penghargaan Kalpataru kategori pengabdi lingkungan merupakan penghargaan luar biasa atas upaya gigih tokoh besar yang mampu mengubah lingkungan menjadi lebih baik.

"Ibu Suswaningsih menjadi contoh tokoh-tokoh yang bermanfaat bagi lingkungan. Saya sampaikan ucapan selamat atas penghargaan Kalpataru dan ini semoga menginspirasi masyarakat di Gunungkidul. Ini juga membanggakan Pemkab tentunya," katanya.

Potret Pangeran Philip di Sisi Sang Ratu

Ada Potret Pangeran Philip di Dekat Ratu Elizabeth II Saat Pidato Perubahan Iklim

Liputan6.com 2021-11-02 16:01:00
Ratu Elizabeth II menyampaikan piadato melalui sebuah video untuk para peserta pertemuan di KTT Iklim COP26. (Tangkapan Layar YouTube The Royal Family)

Ratu Elizabeth II menyampaikan pidato dalam sebuah video untuk para peserta KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia. Ratu absen dalam pertemuan itu karena harus beristirahat selama dua pekan.

Dilansir People, Selasa (2/11/2021), pidato Ratu Elizabeth II direkam pada Jumat, 29 Oktober 2021 di White Drawing Room di Windsor Castle. Video itu menampilkan potret Pangeran Philip di meja dekat tempat duduknya.

Momen ini sebagai bentuk penghormatannya kepada mendiang suaminya yang peduli pada lingkungan. Semangat itu pula yang diturunkan Pangeran Philip kepada anak-anak dan cucu-cucunya.

"Dampak lingkungan pada kemajuan manusia adalah subjek yang dekat dengan hati mendiang suami saya yang tercinta," kata Ratu. Ia tampil dalam balutan busana hijau dan mengenakan bros yang diyakini sebagai hadiah pernikahan.

Pangeran Philip mengembuskan napas terakhir pada April 2021 di usia 99 tahun. Sementara, 20 November 2021 ini akan menjadi momen perayaan hari jadi ke-74 pernikahan Ratu dan Pangeran Philip.

Ratu membagikan kenangan ketikan suaminya bicara dalam pertemuan akademis di awal kampanyenya selama setengah untuk memerangi perubahan iklim. Kini, setelah puluhan tahun kemudian, Ratu menekankan, "Jika kita gagal mengatasi tantangan ini, semua masalah lain akan menjadi tidak berarti."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rasa Bangga

Ratu berusia 95 tahun ini menyampaikan rasa bangganya atas peran Pangeran Philip dalam mendorong orang-orang untuk melindungi Bumi yang rapuh terus hidup melalui karya putra sulungnya, Charles, dan putranya William. "Saya sangat bangga dengan mereka," tambahnya.

"Sungguh, saya telah mendapatkan penghiburan dan inspirasi besar dari antusiasme tanpa henti dari orang-orang dari segala usia, terutama kaum muda dalam menyerukan semua orang untuk memainkan peran mereka," kata Ratu.

Selain itu, Ratu juga menyebut selama lebih dari 70 tahun dirinya beruntung bertemu dan mengenal banyak pemimpin hebat dunia. Ia berharap konferensi ini akan menjadi salah satu kesempatan langka setiap orang akan memiliki kesempatan untuk bangkit di atas politik saat ini dan mencapai sebagai negarawan sejati.


Harapan

Ratu Elizabeth II menambahkan, harapan banyak orang adalah warisan dari pertemuan puncak itu akan menggambarkan para pemimpin dunia yang tidak melewatkan kesempatan. Para pemimpin menjawab panggilan generasi masa depan.

"Tentu saja, manfaat dari tindakan seperti itu tidak akan dinikmati oleh kita semua di sini hari ini, tidak ada dari kita yang akan hidup selamanya. Tetapi kami melakukan ini bukan untuk diri kami sendiri tetapi untuk anak-anak kami dan anak-anak dari anak kami, dan yang akan mengikuti jejak mereka," jelasnya.

"Jadi, saya berharap Anda mendapatkan keberuntungan dalam usaha yang signifikan ini," ungkap Ratu.


Infografis Prosesi Pemakaman Pangeran Philip