Volume 159

Keajaiban di Tengah Bencana Semeru

Viral! Masjid Tetap Kokoh Usai Dihantam Erupsi Semeru

Liputan6.com 2021-12-09 13:00:19
Data korban saat ini adalah 34 orang meninggal dunia, 22 orang dinyatakan hilang, dan 22 orang mengalami luka berat.(Ilustrasi gunung erupsi. Foto: Pexels/Erickson Balderama)

Sebuah video yang memperlihatkan kondisi desa usai terkena erupsi Gunung Semeru tengah viral di media sosial.

Bagaimana tidak, dalam video tersebut terlihat jelas terdapat sebuah masjid yang masih berdiri kokoh di saat bangunan-bangunan lain di sekitarnya hancur akibat erupsi.

Terlihat jelas, kondisi suasanya di sekitar masjid tersebut telah hancur. Namun, masjid itu tetap berdiri kokoh.

Mau tahu seperti apa videonya? Simak di bawah ini.

Ramalan Jayabaya Soal Semeru dan Capres

Ramalan Jayabaya yang Dikaitkan dengan Bencana Gunung Semeru dan Suksesi Jokowi

Liputan6.com 2021-12-09 14:15:29
Gunung Semeru menjulang di atas rumah-rumah yang rusak akibat letusannya pada Sabtu, di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021). Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban meninggal hingga Rabu p

Ramalan Jayabaya kembali dibangkitkan ketika awan panas guguran Gunung Semeru tumpah ke wilayah kaki gunung di Limajang pada Sabtu sore, 4 Desember 2021 pukul 14.50 WIB. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang terjadi bukanlah erupsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur juga menegaskan hal serupa. Manager Pusat Pengendalian Ops Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Jawa Timur Dino Andalananto mengatakan, aktivitas Gunung Semeru itu merupakan awan panas guguran.

"Kebetulan ini kemarin kan awan panas guguran yang sifatnya rapid-onset. Jadi tiba-tiba," ujarnya.

Ramalan Jayabaya yang dikait-kaitkan adalah soal tanah Jawa bakal terbelah dua.

Berikut isi ramalannya:

"Putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu, hiya yayi bethara mukti, hiya krisna, hiya herumukti mumpuni sakabehing laku nguel tanah Jawa kaping pindho, ngerahake jin setan kumara prewangan, para lelembut ke bawah parintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda landhepe triniji suci bener, jejeg, jujur kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong"

Ramalan Jayabaya tersebut awalnya dikait-kaitkan dengan mitos jika Gunung Slamet di Jawa Tengah erupsi hebat, konon Tanah Jawa akan terbelah karenanya.

Gunung Slamet menaungi lima kabupaten di Jawa Tengah, yakni Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Tegal.


Ramalan Suksesi Jokowi

Ramalan Jayabaya juga dikait-kaitkan dengan suksesi kepemimpinan di Indonesia. Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono yang mengucapkannya.

Dia mengaku meyakini Ramalan Jayabaya soal petunjuk pemimpin Nusantara yang memiliki nama dengan akhiran yang jika diakronimkan menjadi "Notonegoro".

Notonegoro berasal dari dua kata, "noto" atau menata dan "negoro" atau negara.

Kata dia, NO merujuk pada Sukarno, TO pada Soeharto, kemudian NO yang kedua melekat pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Megawati Sukarnoputri tidak masuk itungan karena mereka tidak sampai lima tahun memimpin Indonesia.

Jokowi, menurut Arief, masuk daftar. Kata dia, mantan Wali Kota Solo itu punya nama kecil Mulyono.

Lalu siapa orang-orang yang konon masuk daftar calon suksesor Jokowi sesuai Ramalan Jayabaya?

Kata dia, Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo.


Siapa Joyoboyo?

Empat ratus tahun sebelum kelahiran Nostradamus, hidup seorang raja Kediri bernama Jayabaya. Ia mengeluarkan beberapa ramalan soal masa depan Nusantara.

Martini Fisher, lulusan jurusan Sejarah Kuno dari Macquarie University, Australia dalam situs Ancient Origins menuliskan, Jayabaya memerintah kerajaan Kediri pada tahun 1135 hingga 1157.

Namanya tertera dalam Babad Tanah Jawa dan Serat Aji Pamasa. Banyak orang hingga kini masih mempelajari ramalan Jayabaya karena konon jitu.

Beberapa sumber mengatakan bahwa ia merupakan keturunan dari Dewa Kebijaksanaan Brahma. Ada pula yang percaya Jayabaya sebagai reinkarnasi Wisnu, dewa yang bertugas untuk memelihara dan melindungi.

Ayahnya, Gendrayana, diklaim sebagai keturunan legendaris Pandawa Lima, yaitu dari garis keturunan Arjuna yang merupakan anak dari Dewa Indra. Karena hal tersebut, Jayabaya diyakini memiliki kekuatan magis yang membuatnya dapat membaca kejadian pada masa lalu maupun yang akan datang.

Jayabaya juga dikenal sebagai raja yang bijaksana dan gemar belajar. Seperti yang disebutkan dalam beberapa catatan sejarah, di bawah pemerintahnya Kerajaan Kediri meraih puncak kemakmuran.


Ramalan Ratu Adil

Ramalan Jayabaya memiliki banyak ramalan. Salah satu yang paling diantisipasi lainnya adalah kedatangan Ratu Adil, walaupun orang-orang Jawa menganggapnya sebagai lelaki.

Jayabaya memprediksi bahwa Ratu Adil merupakan keturunan dari keluarga Kerajaan Majapahit yang akan menjadi pemimpin terbesar.

Dalam ramalannya, ia akan datang ketika kendaraan besi yang dapat berjalan tanpa kuda, dan kapal dapat menjelajah angkasa.

Kata Jayabaya, awal kehidupannya Ratu Adil akan menghadapi masa sulit, penghinaan, dan kemiskinan. Namun masa itu akan terlewati karena ketulusan dan keteguhan hatinya.

Ratu Adil akan lahir dalam masa kelam, di mana ia akan memulihkan ketertiban, keharmonisan, dan keadilan di dunia.

Sebagian besar orang Jawa percaya bahwa hal tersebut sudah merupakan perputaran roda kehidupan, di mana era kegelapan akan diikuti zaman kemakmuran dan akan terus bergulir seperti itu.

Mereka yang percaya meyakini bahwa saat ini sedang berada di zaman edan atau era kegelapan. Oleh karena itu kedatangan Ratu Adil diprediksi sudah dekat dan ia akan mengantar pada masa kejayaan baru.

Kemenangan Perdana Timnas Garuda

Klasemen Piala AFF 2020: Bekuk Kamboja, Timnas Indonesia Tempel Malaysia

Liputan6.com 2021-12-09 21:38:12
Di pemusatan latihan nanti, Indonesia akan melakukan laga uji coba untuk persiapan jelang menghadapi Piala AFF 2020. Pasukan Shin Tae-yong akan bertanding melawan Afghanistan (16/11/2021) dan

Timnas Indonesia memetik tiga angka usai melakoni laga pertama Piala AFF 2020. Hasil ini membuka peluang timnas pada persaingan melawan Malaysia dan Vietnam.

Skuat Garuda menghajar Kamboja 4-2 di Stadion Bishan, Kamis (9/12/2021). Rachmat Irianto ('5, '33) jadi bintang dengan dua kali merobek gawang lawan.

Gol lain timnas dicetak Evan Dimas ('17) dan Ramai Rumakiek ('54). Sementara Yue Safy ('37) dan Prak Mony Udom ('60) menyumbang gol bagi Kamboja.

Unggul selisih gol atas juara bertahan Vietnam, Indonesia kini menempel Malaysia yang memuncaki klasemen Grup B. Harimau Malaya naik ke posisi teratas usai menghajar Laos 4-0 di sore hari. Safawi Rasid jadi bintang dengan mencetak hattrick. Satu gol lain disumbang Shahrul Saad.

Lihat klasemen Piala AFF pada persaingan Grup B di halaman berikut:


Klasemen

Posisi-Negara-Main-Imbang-Kalah-Gol-Poin

1. Malaysia 2 2 0 0 7-1 6

2. Indonesia 1 1 0 0 4-2 3

3. Vietnam 1 1 0 0 2-0 3

4. Kamboja 2 0 0 2 3-7 0

5. Laos 2 0 0 2 0-6 0


Hasil dan Jadwal

Senin, 6 Desember 2021

Kamboja vs Malaysia: 1-3

Laos vs Vietnam: 0-2

Kamis, 9 Desember 2021

Malaysia vs Laos: 4-0

Indonesia vs Kamboja: 4-2

Minggu, 12 Desember 2021

16.30 WIB: Laos vs Indonesia

19.30 WIB: Vietnam vs Malaysia

Rabu, 15 Desember 2021

16.30 WIB: Indonesia vs Vietnam

19.30 WIB: Kamboja vs Laos

Minggu, 19 Desember 2021

16.30 WIB: Vietnam vs Kamboja

19.30 WIB: Malaysia vs Indonesia

Jeff Smith Tersandung LSD

Bukan Ganja, Polisi Ungkap Jeff Smith Ditangkap Terkait Penggunaan Narkoba Jenis LSD

Liputan6.com 2021-12-09 11:11:50
(Adrian Putra/Fimela.com)

Jeff Smith membawa kabar kurang menyenangkan. Ia diketahui kembali berurusan dengan pihak kepolisan terkait masalah dugaan penyalahgunaan narkoba.

Ini merupakan kali kedua Jeff Smith tersandung narkoba setelah sebelumnya pada April 2021 lalu ditangkap karena penyalahgunaan narkoba jenis ganja.

Namun berbeda dengan sebelumnya, kali ini Jeff Smith ditangkap terkait narkoba jenis LSD (Lysergic Acid Diethylamide).

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ditangkap di Rumah

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan. Ia menyebut bahwa Jeff Smith ditangkap di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat.

"Yang bersangkutan, kemarin tanggal 8 Desember 2021 pukul 18.30 WIB ditangkap di Jl. Kelapa, Blok D4 no 11, Depok. Di rumah, Kami tangkap ybs ini menggunakan narkotika jenis LSD," katanya saat menggelar rilis penangkapan Jeff Smith pada Kamis (9/12/2021).


Barang Bukti

Saat penangkapan, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa LSD sebanyak 2 lembar.

"LSD yang diamankan itu ada 2, tetapi LSD yang sudah dipesan itu sebanyak 50, kemudian dihabiskan, pada saat diamankan tersisa 2 LSD," sambungnya.


Pendalaman

Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terkait kasus narkoba yang menjerat Jeff Smith.

"Ybs ditangkap di rumahnya, pada saat itu menggunakan sendiri, artinya tidak ada teman lain yang menggunakan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait jaringan, pemasok, dsb," ungkapnya.

Novel Resmi ASN Polri

Novel Baswedan Cs Resmi Jadi ASN Polri

Liputan6.com 2021-12-09 16:58:27
Penyidik KPK Novel Baswedan usai memneuhi panggilan penyidik Komisi Kejaksaan di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Novel Baswedan memberikan keterangan terkait aduan masyarakat terhadap penuntut kas

Bertempat di Ruang Rupatama Mabes Polri Jakarta, Novel Baswedan dan 43 eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lainnya akhirnya resmi dilantik sebagai aparatur sipil negara (ASN). Pelantikan dihelat langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

"Tentunya kami semua ucapkan selamat datang dan selamat bergabung bagi rekan-rekan untuk perkuat jajaran organisasi Polri dalam rangka perkuat komitmen terkait pemberantasan tindak pidana korupsi," kata Listyo di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Menurut Lisyo, pelantikan ini diharapkan sesuai dengan arahan Presiden pada saat pelaksanaan Hari Antikorupsi Sedunia hari ini.

"Pemberantasan korupsi tidak hanya penegakkah hukum namun harus sentuh hal fundamental selesaikan akar permasalahan karena itu penting diperkuat divisi pencegahan dalam pemberantasan korupsi," jelas Listyo.

Secara terpisah, Novel Baswedan berharap bergabungnya mereka sebagai ASN Polri bisa membawa manfaat, khususnya, bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pada dasarnya saya yakin kami diharapkan bisa melakukan tugas-tugas dalam pemberantasan korupsi bidang pencegahan, tapi polanya dan segala macam nanti kita dibicarakan lebih lanjut ya," Novel Baswedan memungkasi.


Daftar Mantan Pegawai KPK yang Dilantik

Berikut daftar nama 44 mantan pegawai KPK yang akan dilantik menjadi ASN Polri:

1. M. Praswad Nugraha

2. Ronald Paul Sinyal

3. March Falentino

4. Yudi Purnomo

5. Heryanto Pramusaji

6. Arfin Puspomelistyo

7. Darko

8. Wahyu Ahmat Dwi Haryanto

9. Andi Abdul Rachman Rachim

10. Afief Yulian Miftach

11. Ambarita Damanik

12. Aulia Postiera

13. Herry Nuryanto

14. Chandra Sulistio

15. Harun Al Rasyid

16. Annisa Ramadhani

17. Sugeng Basuki

18. Nurul Huda Suparman

19. Airien Martanni Koesniar

20. Qurotul Aini Mahmuda

21. Rizka Anungnata

22. Erfina Sari

23. Herbert Nababan

24. Muamar Chairil Khadafi

25. Iguh

26. Novariza

27. Farid Andhikas

28. Budi Agung Nugroho

29. Arba'a Achmadin Yudho Sulistyo

30. Samuel Fajar Hotmangara Tua Siahaan

31. Panji Prianggoro

32. Adi Prasetyo

33. Andre Dedy Nainggolan

34. Juliandi Tigor Simanjuntak

35. Novel Baswedan

36. Yulia Anastasia Fu'ada

37. Dina Marliana38. Nita Adi Pangestuti

39. Marina Febriana

40. Waldy Gagantika

41. Hotman Tambunan

42. Candra Septina

43. Faisal

44. Giri Suprapdiono.

Sosok Paling Dicari 2021

Greysia Polii Jadi Tokoh Paling Dicari di Google Tahun 2021

Liputan6.com 2021-12-09 14:15:06
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sukses memenangkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 (Instagram/tokyo2020)

Nama pebulutangkis Greysia Polii menjadi tokoh paling banyak dicari oleh masyarakat Indonesia di Google menurut Year in Search 2021.

Year in Search 2021 sendiri menggambarkan topik apa saja yang menjadi trending di Indonesia sepanjang 2021, dan peningkatan apa saja yang terjadi di periode tersebut dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Nama Greysia Polii sendiri berada di posisi teratas pada kategori "Siapa" alias tokoh yang paling banyak dicari di Google pada tahun 2021, bahkan di atas Elon Musk.

View this post on Instagram

A post shared by Greysia Polii (@greyspolii)

Adapun, mengutip daftar yang diterima Tekno Liputan6.com, ditulis Kamis (9/12/2021), daftar lengkap untuk kategori "Siapa" di Year in Search 2021 Google adalah:

  1. Greysia Polii
  2. Elon Musk
  3. Siska Kohl
  4. Dewa Kipas
  5. Vanessa Angel
  6. Cha Eun-Woo
  7. Amanda Manopo
  8. Nissa Sabyan
  9. Akidi Tio
  10. Anthony Ginting

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Squid Game jadi Serial Paling Dicari

Kategori lain dalam Year in Search 2021 Indonesia yang diungkap Google adalah mengenai film atau serial yang paling banyak dicari tahun ini. Mereka adalah:

  1. Squid Game
  2. Ali & Ratu Ratu Queens
  3. Jingga dan Senja
  4. Hometown Cha-Cha-Cha
  5. Vincenzo
  6. Godzilla vs Kong
  7. Raya and the Last Dragon
  8. Antares
  9. Selesai
  10. Nevertheless

Sementara, untuk lagu yang trending di Google selama 2021 adalah:

  1. Butter - BTS ()
  2. Widodari - Denny Caknan Feat. Guyon Waton
  3. HARI BAHAGIA - ATTA Halilintar & AUREL Hermansyah
  4. Happier - Olivia Rodrigo
  5. Bawa Aku Ke Penghulu - Lesti
  6. Aku Bukan Jodohnya - Tri Suaka
  7. At My Worst - Pink Sweat$
  8. C.H.R.I.S.Y.E - Diskoria
  9. Runtuh - Feby Putri feat. Fiersa Besari
  10. Here's Your Perfect - Jamie Miller


Year in Search 2021

Dalam siaran persnya, Google mengatakan bahwa daftar Year in Search 2021 ini tidak disusun berdasarkan tingkat popularitas penelusuran.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini, kita semua telah mengalami serangkaian peristiwa yang membuat kita berada dalam survival mode," ujar Feliciana Wienathan, Communication Manager, Google Indonesia.

Dia menambahkan, "Tahun ini, kita mulai merenungkan dan mencari cara bagaimana kita dapat bangkit lebih tangguh dan terus bertumbuh."

Felicia mengatakan, pada tahun 2021, banyak masyarakat Indonesia mencari jalan menuju pemulihan di tengah pandemi.

"Tidak hanya menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi, tapi masyarakat Indonesia juga bersemangat untuk bertumbuh lebih tangguh, hingga menciptakan terobosan," kata Felicia.

(Dio/Ysl)


Infografis Para Atlet Indonesia Peraih Medali Olimpiade Tokyo 2020

 

Hari Anti-Korupsi, PR yang Belum Selesai

HEADLINE: Peringatan Hari Antikorupsi International, Pekerjaan Rumah Indonesia?

Liputan6.com 2021-12-10 00:03:33
Sejumlah aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Gerakan #BersihkanIndonesia melakukan aksi teatrikal saat unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/12/2021). Aksi dalam rangka me

9 Desember telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Antikorupsi Internasional, untuk meningkatkan kesadaran korupsi guna memerangi dan mencegahnya. Semua negara berikrar memberantas kejahatan yang merusak hajat hidup orang banyak tersebut, termasuk Indonesia.

"Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi" tema yang diangkat Indonesia dalam memperingati Hari Antikorupsi Internasional. Hal ini dirasa penting, karena masih banyak yang melakukan perbuatan tersebut.

Sebagai gambaran di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2021, ada 1.291 kasus korupsi yang ditangani lembaga tersebut.

"KPK tidak pernah lelah untuk memberantas korupsi, hal ini terbukti selama berdirinya KPK telah menangani 1.291 kasus," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2021, Kamis (9/12/2021).

Dia mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 22 gubernur dijadikan tersangka. Sementara bupati dan wali kota 133 orang yang dijerat. 281 anggota legislatif dibekuk dan lebih dari 300 pihak swasta dimintai pertanggungjawaban oleh KPK.

"Karena itu, mari kita bangkitkan budaya antikorupsi," kata Firli.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan kembali bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa dan membutuhkan penanganan yang ekstra.

"Korupsi merupakan extraordinary crime yang mempunyai dampak luar biasa, oleh sebab itu, harus ditangani dengan extraordinary juga," kata Jokowi pada peringatan Hakordia, Kamis (9/12/2021).

Jokowi lantas membeberkan data kasus korupsi yang telah ditangani aparat hukum Indonesia. Menurutnya jumlah sudah cukup tinggi. Dilihat dari jumlah kasus yang ditangani aparat hukum jumlahnya juga termasuk tinggi.

Meski demikian Jokowi mengingatkan aparat tidak jumawa.

"Aparat penegak hukum termasuk KPK jangan berpuas diri, karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantas korupsi masih diniliai belum baik. Semua harus sadar mengenai ini," tegas Jokowi.

Dia menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi berada di peringkat kedua masalah yang harus diselesaikan. Sementara peringkat pertama adalah penciptaan lapangan kerja dan ketiga adalah kebutuhan pokok.

Namun, kata Jokowi, korupsi sangat mempengaruhi pada indikator lainnya.

"Korupsi bisa ganggu lapangan kerja, korupsi juga bisa menaikkan harga kebutuhan pokok. Kalau dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara ranking indeks persepsi korupsi kita 2021 juga masih perlu kita perbaiki lagi," kata Jokowi.

Sebagai catatan, dia pun menyinggung bahwa Indonesia berada di bawah Malaysia. "Ini di Asia, bukan di Asia Tenggara. Ini dari 180 negara, Singapura sekali lagi ranking ketiga, Brunei Darussalam ranking 35, Malaysia ranking 57, dan Indonesia masih di ranking 102. Ini yang memerlukan kerja keras kita untuk memperbaiki indeks persepsi korupsi kita bersama-sama," kata Jokowi.

Meski di tingkat Asia tertinggal jauh, Jokowi menyebut masih ada kabar gembira di lingkup nasional. Jokowi menyebut adanya peningkatan dalam indeks perilaku antikorupsi masyarakat.

"Tapi ada perkembangan yang menggembirakan, sebagaimana ini data BPS mengenai indeks perilaku antikorupsi di masyarakat yang terus naik dan membaik. Tahun 2019 berada di angka 3,7, tahun 2020 di angka 3,84, tahun 2021 di angka 3,88, artinya semakin tahun semakin membaik," terang dia.

Jokowi menyebutkan, pemberantasan korupsi tidak boleh identik dengan penangkapan. Melainkan harus lebih fokus pada pencegahan. "Pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan identik dengan penangkapan, pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah, pencegahanan merupakan langkah yang lebih fundamental dan kalau korupsi bisa kita cegah, kepentingan rakyat dapat terselamatkan," kata dia.

Jokowi juga menyebut penindakan korupsi bukan hanya untuk memberikan efek jera, tapi juga yang tak kalah penting adalah untuk menyelamatkan uang dan aset negara.

"Penindakan sangat penting untuk dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu. Bukan hanya untuk memberikan efek Jera kepada pelaku dan memberikan efek menakutkan, deterrence effect kepada yang berbuat, tetapi penindakan juga sangat penting untuk menyelamatkan uang negara dan mengembalikan kerugian negara," kata dia.

Karena itu, dia meminta para buron koruptor yang kabur ke luar negeri agar terus dikejar dan diadili. "Buron-buron pelaku korupsi bisa dikejar baik di dalam maupun luar negeri, aset yang disembunyikan oleh para mafia, mafia migas, mafia pelabuhan, mafia obat, mafia daging, mafia tanah bisa terus dikejar dan pelakunya bisa diadili," kata Jokowi, Kamis (9/12/2021).

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah mengejar para buron, Indonesia, kata Jokowi, memiliki beberapa kerja sama internasional untuk pengembalian aset tindak pidana.

"Treaty on mutual legal assistance, sudah kita sepakati dengan swiss dan rusia, mereka siap membantu penelusuran, pembekuan, penyitaan dan perampasan aset hasil tindak pidana di luar negeri," ujar dia.

Jokowi juga menegaskan pemerintah terus mendorong agar Undang-Undang tentang Perampasan Aset Tindak Pidana segera ditetapkan.

"Pemerintah terus mendorong segera ditetapkannya undang-undang perampasan aset tindak pidana. Ini juga penting sekali kita terus dorong dan kita harapkan tahun depan Insyaallah ini bisa selesai agar penegakan hukum yang berkeadilan bisa terwujud secara profesional dan akuntabel untuk meningkatkan kesejahateraan rakyat," ujar Jokowi.

Infografis Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jauh di Bawah Negeri Jiran. (Liputan6.com/Trieyasni)

Masih Banyak PR

Peneliti Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zaenur Rohman menyebut, Indonesia masih sangat suram pemberatasan korupsinya, bahkan dia menyebut setahun ke belakang terasa semakin mundur.

"Indeks persepsi korupsi menjadi gambaran, alih-alih Indonesia menjadi semakin bersih, malah bisa sebaliknya," kata Zaenur kepada Liputan6.com, Kamis (9/12/2021).

Dia juga melihat komitmen pemerintah setahun ini tidak terasa kuat, terlebih soal RUU Perampasan Aset hasil kejahatan yang tidak ada kemajuan. "Padahal RUU itu dapat menjadi pengubah permainan karena dapat menjadi instrumen perampas harta kekayaan penyelenggara negara yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya dengan menggunakan metode pembutian berbalik," jelas Zaenur.

Namun, soal penindakan, dinilainya KPK masih buruk. Menurutnya, tak ada satupun kasus strategis, terlebih mengeluarkan SP3 untuk BLBI.

"Saya harus fair, kolega KPK yakni Kejaksaan justru menunjukkan prestasi yang lebih baik, kenapa? Karena Kejaksaan memproses kasus korupsi Jiwasraya dan Asabri yang sangat besar kerugiannnya terhadap negara," ungkap Zaenur.

Selain itu, dia juga melihat KPK terlalu banyak masalah setahun terakhir, seperti kasus pelanggaran etik dari pimpinan KPK Lili Pantauli, yang dinilainya sudah masuk ranah pidana. "Sayangnya, lagi-lagi penegak hukum buntu saat berhadapan dengan person yang berasal dari lingkungan institusi penegak hukum itu sendiri," kata Zaenur.

Mahkamah Agung (MA) pun menjadi sorotannya. Dia menduga dengan perginya almarhum Artidjo Alkostar, membuat lembaga tersebut acap mengeluarkan putusan yang terkesan menaruh kasus korupsi sebagai kejahatan biasa.

"PK juga banyak yang dikabulkan MA. Jadi ini ada inkonsistensi dan ini menunjukkan perubahan cara pandang MA terhadap korupsi yang dinilai bukan sebuah kejahatan luar biasa. Jadi ini kekalahan besar dalam perang melawan korupsi," kata Zaenur.

Dia juga melihat Presiden Jokowi belum memiliki komitmen pemberantasan korupsi yang tegas. Hal ini terlihat dari sikapnya dalam kasus TWK KPK.

"Alih-alih presiden mendukung indenpendensi KPK malah justru tidak berbuat apa-apa ketika TWK dilakukan penuh dengan maladministrasi sesuai dengan rekomendasi Ombudsman dan banyak pelanggaran HAM sesuai dengan temuan Komnas HAM," kata Zaenur.

Karena itu, dia berharap Presiden segera mengusulkan DPR membahas RUU Perampasan Aset Hasil Kejahatan dan juga memperbaiki ketentuan mengenai LHKPN yang disertai sanksi.

"Serta UU Pembatasan Transaksi Tunai yang bisa menjadi indikator memang negara memiliki komitmen pemberantasan korupsi," kata dia.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia mengatakan, sejumlah survei terbaru yang telah dirilis berbagai lembaga telah menggambarkan situasi pemberantasan korupsi di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan.

Misalnya, Indeks Perilaku Antikorupsi 2021 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Temuannya menunjukkan adanya peningkatan praktik suap-menyuap yang dilakukan masyarakat saat mengakses pelayanan publik.

"Sedangkan dari sisi negara, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia juga anjlok, baik skor maupun peringkatnya dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Bahkan, lembaga survei Indikator memberikan peringatan serius atas fenomena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Kurnia, Kamis (9/12/2021).

Menurut dia, temuan-temuan di atas sebenarnya bukan hal mengejutkan lagi. Sebab, satu tahun terakhir masyarakat dapat secara jelas melihat agenda pemberantasan korupsi semakin dikesampingkan oleh negara.

"Bagaimana tidak, dari aspek penegakan hukum saja, kebijakan atau keputusan yang diambil justru semakin tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi yang sungguh-sungguh. Misalnya putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak pengujian materi UU KPK, penghapusan syarat memperketat remisi bagi pelaku korupsi oleh Mahkamah Agung, hingga vonis ringan atas kasus korupsi yang melibatkan pejabat politik," jelas Kurnia.

Dia juga menyebutkan, agenda penguatan KPK sebagaimana disampaikan oleh Presiden jauh panggang dari api. Kebijakan politik revisi UU KPK, terpilihnya komisioner KPK bermasalah, pemecatan puluhan pegawai lembaga antirasuah secara ugal-ugalan melalui Tes Wawasan Kebangsaan mencerminkan bukti pelemahan anti-korupsi, alih-alih penguatan.

"Celakanya, Presiden tidak mengambil tindakan berarti, meskipun rekomendasi lembaga negara seperti Ombudsman dan Komnas HAM yang menemukan praktik pelanggaran serius atas TWK KPK .Bisa dikatakan, Presiden gagal menjadi panglima besar dalam agenda pemberantasan korupsi," kata Kurnia.

Meredupnya kebijakan politik untuk memperkuat agenda pemberantasan korupsi, kata dia, dapat dipotret dari politik legislasi nasional. Sejumlah regulasi penting seperti Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, Rancangan Undang-Undang Pembatasan Transaksi Uang Kartal, dan Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tidak pernah dimasukkan dalam program legislasi nasional prioritas.

"Merosotnya upaya pemberantasan korupsi berimbas pada semakin buruknya pengelolaan etika pejabat publik. Praktik rangkap jabatan publik, menyatunya kepentingan politik dan bisnis, seperti konflik kepentingan pejabat dalam bisnis PCR dan obat-obatan dalam penanganan pandemi Covid-19 menjadi bukti konkret melemahnya tata kelola pemerintahan," ungkap Kurnia.

Dia menyebut, momentum Hari Antikorupsi Dunia ini patut kita rayakan dengan kesedihan. Pada saat yang sama, masyarakat perlu menyadari bahwa menyandarkan harapan tinggi pada negara untuk memberantas korupsi akan jatuh pada mimpi belaka.

"Karena korupsi selalu mengorbankan kita sebagai warga masyarakat, momentum hari Antikorupsi Dunia ini dapat menjadi titik balik perlawanan masyarakat terhadap korupsi. Mari perkuat suara kita, mari kita perkuat peran kita untuk melawan korupsi," kata Kurnia.


Berjuang Bersama

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan memandang korupsi sebagai kejahatan luar biasa yang membasminya butuh keterlibatan aktif dari seluruh elemen bangsa.

"Penindakan dan pencegahan saat ini terus diperkuat oleh Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum, tetapi tanpa keterlibatan masyarakat mustahil Indonesia akan bebas dari korupsi, it takes two to tango," kata Irfan kepada Liputan6.com, Kamis (9/12/2021).

Menurut dia, pekerjaan rumah yang masih harus dikerjakan yakni. menjadikan antikorupsi sebagai sebuah gerakan budaya anti korupsi yang hidup di tengah masyarakat, sehingga peran dari pendidik, tokoh agama, tokoh masyarakt untuk menegakan norma sosial harus dikedepankan.

"Misalnya budaya jujur, budaya berani melapor jika ada oknum pemerintah yang pungli, pemerintah pun harus menyediakan kanal pelaporan, dan menjatuhkan sanksi tegas sehingga ada mekanisme pengawasan yang komprehensif," kata Irfan.

Dia pun menyebut, baik KPK, Polri, dan Kejaksaan sudah bekerja baik dengan mengungkap kasus besar. Mulai penuntasan kasus BLBI, Jiwasraya, Asabri, dan banyaknya aset yang disita ratusan triliun rupiah.

"Apalagi jika tindak pidana korupsi ini dibarengi dengan tindak pidana pencucian uang yang membutuhkan pembuktian yang lebih kompleks untuk pengembalian aset (asset recovery) yang tentu tidak mudah. Oleh karena itu sebagai catatan, koordinasi dan supervisi diantara ketiganya harus semakin diperkuat dengan KPK sebagai ujung tombaknya," kata Irfan.

Dia pun menyampaikan pesan Presiden Jokowi di momen Hari Antikorupsi Internasional, bahwa korupsi ini kejahatan luar biasa, penindakan saja tidak akan cukup, harus dibarengi dengan pencegahan yang memperkuat sistem sebelum terjadi kerugian negara.

"Serta pendidikan dan edukasi sehingga pemberantasan korupsi ini melibatkan seluruh stakeholder dan menjadi sebuah gerakan budaya. Presiden menyampaikan dalam konteks itu," kata Irfan.

Infografis Pesan Penting di Hari Antikorupsi Sedunia. (Liputan6.com/Trieyasni)

Panda Berusia 100.000 Tahun

Peneliti China Temukan Fosil Panda Raksasa Berusia Lebih dari 100.000 Tahun

Liputan6.com 2021-12-09 16:21:39
Fosil panda raksasa ditemukan pada gua terpanjang di Asia yang terletak di Provinsi Guizhou, China. (Xinhua)

Fosil panda raksasa ditemukan pada gua terpanjang di Asia yang terletak di Provinsi Guizhou, China barat daya. Fosil tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 100.000 tahun.

Para peneliti dari Institut Sumber Daya Gunung di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Guizhou menemukan dua fosil spesies tersebut di Gua Shuanghe yang berlokasi di Kota Zunyi. Dengan bantuan teknologi penanggalan email gigi, salah satu fosil menunjukkan seekor panda raksasa liar yang hidup sekitar 102.000 tahun yang lalu, sementara yang satunya kemungkinan telah hidup di planet ini sekitar 49.000 tahun lalu.

"Merupakan hal yang sangat langka menemukan fosil panda raksasa yang terawetkan dengan baik di mana pun," ujar Wang Deyuan, asisten peneliti institut tersebut. Dalam penelitian ilmiah gabungan terbaru dengan para pakar asing, bukti tulang sesamoid radial ditemukan pada fosil itu.

Karena panda raksasa memakai ibu jari untuk memegang dan menggerakkan bambu saat makan, anggota tubuh spesies ini berbeda dari jenis beruang lainnya, dengan disertai 'jempol' tambahan. 'Jempol' tersebut sebenarnya merupakan tulang pergelangan tangan yang membesar secara tidak normal, dan membantu spesies itu dalam menggenggam rebung bambu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hampir 30 Fosil Panda Raksasa Ditemukan

Penemuan fosil tersebut menunjukkan bahwa panda raksasa pada masa itu telah memiliki kondisi fisiologis menggunakan kaki depan secara fleksibel untuk memegang bambu, seperti panda era modern. "Temuan ini membantu memperdalam pemahaman tentang evolusi spesies tersebut dari karakteristik makannya," tambah Wang.

Pada masa itu, Gua Shuanghe merupakan habitat yang cocok bagi panda raksasa karena struktur internalnya yang kompleks dan memiliki banyak lubang yang saling terhubung satu sama lain. Sejauh ini, hampir 30 fosil panda raksasa telah ditemukan di dalam gua tersebut.

Gua Shuanghe kaya akan sumber daya fosil mamalia. Fosil jakal, badak, beruang hitam, stegodon, musang besar India, dan hewan lainnya telah ditemukan dalam penggalian sebelumnya.


Infografis 5 Tips Ajarkan Anak Pakai Masker Cegah Covid-19

 

Ban Pecah, Pesawat pun Didorong

Ban Pecah, Ini Momen Penumpang dan Staf Bandara Kompak Dorong Pesawat

Liputan6.com 2021-12-09 13:55:42
Penumpang dan Staff Bandara Kompak Kompak Dorong Pesawat(Sumber: Twitter/@PLA_samrat)

Mungkin kita sering melihat mobil mengalami mogok di tengah jalan. Hal yang paling wajar dilakukan ialah mendorongnya untuk diposisikan di tempat aman. Biasanya, satu mobil roda empat dapat didorong oleh minimal 2 orang pria dewasa. Sedangkan 1 orang di depan mengarahkan kemudi agar berpindah sesuai tujuan. Hal ini memang sering dijumpai dan menjadi hal lumrah.

Namun apa jadinya jika pesawat terbang mengalami kendala teknis? Benar, teknisi pesawat dan perlengkapan canggihnya pasti siap sedia. Hal unik terjadi dan menjadi momen langka orang-orang mendorong pesawat. Ini dilakukan oleh penumpang dan staf bandara yang mendorong pesawat komersil Tara Air.

Fenomena unik ini terjadi tepat di Bandara Bajura, Kolti, Nepal. Momen ini kemudian diunggah di media sosial dan viral. Banyak reaksi netizen yang turut meramaikan komentar video sekelompok orang mendorong pesawat ini. Bak sebuah mobil, namun ada belasan orang yang mendorong pesawat Tara Air ini.

Seperti apa kronologi dan momen unik para penumpang dan staf bandara ini mendorong pesawat? Berikut Liputan6.com merangkumnya dari berbagai sumber, Kamis (9/12/2021).


Selamat dari Pendaratan

Melansir dari India Times, pesawat berpenumpang Tara Air ini sebelumnya telah melakukan penerbangan. Hingga pilot Tara Air akan mendaratkan pesawat yang melayani penerbangan domestik ini mendapati kendala ban pecah. Sempat bermanuver secara darurat, hingga akhirnya Tara Air dapat mendarat dengan selamat. Namun sang pilot tak lagi mampu menggerakkan pesawat di landasan pacu karena ban belakang yang pecah.

Kondisi ini kemudian menjadi permasalahan baru bagi pesawat yang telah mengantri untuk melakukan pendaratan selanjutnya. Entah ada tidaknya mobil yang menderek pesawat, namun inisiatif yang tinggi dari orang-orang sekitar menghasilkan sebuah solusi. Didorongnya pesawat dengan tenaga manusia.


Kompak Mendorong Pesawat

Dengan kompak mereka mendorong pesawat untuk memindahkannya keluar landasan pendaratan. Mereka terdiri dari penumpang dan staff bandara yang berjumlah 20-an orang. Ini merupakan momen langka yang menyamakan kondisi mobil mogok dengan pesawat mogok.

Tampak dalam video yang dibagikan oleh akun Twitter @PLA_samrat penumpang dan staff pesawat menempatkan diri mereka di belakang pesawat. Ekor pesawat menjadi tumpuan untuk mendorongnya ke depan. Beberapa orang nampak menangani ban pesawat yang pecah sehingga memungkinkan untuk berputar dan berpindah.


Berbagai Tanggapan Netizen

Media sosial menjadikan video ini mudah tersebar, yang juga memicu komentar para netizen. Beragam komentar bermunculan, ada yang merasa khawatir, bahkan merasa bangga dengan kekompakan para pendorong pesawat. Tak sedikit yang berkomentar tentang bagaimana pihak berwenang harus melakukan pemeriksaan lebih teliti sebelum menerbangkan pesawat.

"Orang bodoh yang mengolok-olok video #TaraAir setelah ban pecah, bisa terjadi pada maskapai mana pun, tetapi ini lebih merupakan kesalahan @hello_CAANepal yang tidak memiliki peralatan darat yang diperlukan di bandara STOL yang dioperasikannya. Mereka menagih banyak uang kepada maskapai tetapi tidak menyediakan layanan yang dibutuhkan." ungkap akun @GuyAirline

"Hebat .. saya selalu menganggap orang Nepal yang bekerja keras dan mendukung.

Ada 2 orang yang menggelindingkan ban pesawat juga ;-)." bangga akun @DeweshP.

Syarat Mudik Nataru

Mau Mudik saat Libur Nataru Harus Kantongi Surat dan Stiker RT RW

Liputan6.com 2021-12-01 22:01:54
Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kanan), Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (kanan), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kedua kiri) dan Kepala BNPP Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi rapat kerj

Pemerintah berencana menambahkan dokumen persyaratan kepada masyarakat yang mudik selama libur Nataru (Natal dan Tahun Baru). Salah satunya surat dan stiker dari RT RW. Dokumen ini harus dilengkapi bersama surat vaksin dan antigen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat selama libur Nataru baru akan digencarkan dari sisi hilir.

Skenarionya, warga yang ingin mudik harus melapor ke pihak RT/RW atau petugas PPKM. Selanjutnya mereka diberikan formulir pernyataan jika sudah divaksin dua kali dan mendapatkan 3 stiker.

Stiker tersebut untuk dipasang dimobil atau dibawa, kemudian dipasang di rumah dan di tempat mudik.

"Jadi konsep yang sudah kita bahas pak, itu dari hilir pak. Dari RT/RW kita lakukan itu. Jadi kalau orang mau pergi, dia mendaftar di RT/RW atau petugas PPKM dan dia mendapatkan satu form yang menyatakan dia sudah 2 kali vaksin dan dia dikasih 3 stiker," kata Budi, Rabu (1/2/2021).

Dengan aturan ini, dikataka pemerintah ingin memastikan mereka yang bepergian memang sudah divaksin 2 kali, negatif antigen, dan memiliki PeduliLindungi.

Budi Karya mengatakan konsep itu telah diusulkankepada kepolisian. Adapun persyaratan izin RT/RW dikatakan demi memudahkan kontrol di masyarakat. Nantinya, antar tetangga saling bisa mengetahui jika ada yang berpergian.

Aturan ini akan diatur dalam Inmendagri. "Kita akan menggunakan Inmendagri untuk memerintahkan aparat terendah di RT/RW untuk melakukan suatu perizinan," lanjut dia.


Waktu Keputusan

Selain itu, Budi Karya menuturkan petugas gabungan juga akan memeriksa acak kendaraan-kendaraan pribadi yang ada di jalan.

Konsep pemberian stiker ini diakui telah dibahas lintas kementerian dan lembaga. Kemudian untuk keputusan berada di tangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Untuk aturan Natal dan tahun baru akan diputuskan Senin (6 Desember)," ujar dia.

Jika dalam pelaksanaan diketahui terdapat masyarakat terdeteksi positif dari hasil tes antigen maka akan ditangani Satgas Covid-19 daerah.

"Jika pada saat random check diketahui belum melakukan vaksin atau antigen akan diarahkan ke pos pelayanan untuk melakukan vaksin atau antigen. jika antigen mendapatkan positif ditangani khusus oleh satgas daerah," ujar Budi.