Volume 160

Jokowi Dilempar Kertas

Jokowi Dilempar Kertas oleh Warga Saat Berkunjung ke Lumajang, Ini Kata Istana

Liputan6.com 2021-12-10 14:28:01
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak (reshuffle) kembali jajaran kabinet kerjanya. Lalu siapakah yang diganti dan masih bertahan? (Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono membenarkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dilempar kertas oleh seorang warga Lumajang. Peristiwa itu terjadi saat Jokowi sedang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Selasa 7 Desember 2021.

"Ya betul," kata Heru kepada wartawan, Jumat (10/12/2021).

Kendati begitu, Heru tak mengetahui apa isi tulisan di dalam kertas yang dilempar ke Jokowi. Menurut dia, kertas itu masih di tangan Presiden Jokowi.

"Masih di beliau (kertasnya)," ucap Heru.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengunjungi warga terdampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Jokowi mendatangi warga di tenda pengungsian.


Viral

Melansir dari akun Instagram @magelang_raya, yang mengunggah ulang video kala rombongan Presiden Jokowi melewati jalan raya. Terlihat motor patroli dan sejumlah anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berkeliling di sekitar mobil Presiden.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, tampak seorang pria tua mencoba mendekati kendaraan yang ditumpangi Jokowi.

"Apa ya kira-kira isinya? Video saat kunjungan Presiden ke korban terdampak erupsi Gunung Semeru hari ini," tulis dalam caption.

Kakek tersebut tampak menggenggam kertas putih di tangan kirinya, yang diletakkan di belakang tubuh. Pria berseragam hitam lantas memintanya untuk mundur. Tapi kakek itu seketika melemparkan kertas ke arah jendela mobil yang terbuka saat Jokowi menyapa warga.

"Bapak tua melemparkan selembar kertas ke bapak Jokowi. Apa ya kira-kira isinya?," tulis dalam keterangan badan video.

Wafat Saat akan Khutbah Jumat

Wali Kota Bandung Oded M Danial Meninggal Dunia saat Hendak Khutbah Jumat

Liputan6.com 2021-12-10 12:53:44
Wali Kota Bandung Oded M. Danial menanggapi budidaya maggot di Bandung. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Wali Kota Bandung Oded M Danial meninggal dunia, Jumat (10/12/2021).

Oded dikabarkan wafat saat hendak mengisi khutbah Jumat di sebuah masjid di Jalan Sancang, Kota Bandung.

Oded sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah, Buah Batu Bandung, namun dinyatakan


Meninggal Dunia Pukul 12.00 WIB

Wali Kota Bandung Oded M Danial meninggal dunia pada Jumat, 10 Desember 2021 sekitar pukul 12.00 WIB ini.

Oded M Danial dikabarkan meninggal dunia setelah dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Bandung.

"Betul katanya A1, saya juga akan ke rumah sakit," kata salah seorang pegawai Humas Pemerintah Kota Bandung, seperti dikutip dari Antara.

Oded dikabarkan kolaps saat tengah melaksanakan salat Jumat di Masjid Mujahidin, Jalan Sancang, Kota Bandung.

Bill Gates: 2021 Tahun Tersulit

Bill Gates Curhat, 2021 Jadi Tahun Tersulit dalam Hidupnya

Liputan6.com 2021-12-10 15:00:44
Bill Gates dan keluarga. (Instagram/ jenniferkgates)

Tahun 2021 bisa dibilang tahun yang berat bagi banyak orang karena dunia masih berkutat dengan pandemi Covid-19. Anggapan 2021 adalah tahun yang berat juga berlaku bagi Bill Gates, salah satu orang paling kaya di dunia sekaligus pendiri Microsoft.

Miliarder Bill Gates mengatakan, "2021 adalah tahun yang paling tidak biasa dan sulit."

Mengutip Cnet, Jumat (10/12/2021), Bill Gates menyebut 2021 sebagai tahun terberat lantaran di tahun ini, dia resmi bercerai dengan Melinda Gates yang sudah dinikahinya selama 27 tahun.

Selain perceraian, Bill Gates juga menganggap 2021 tahun yang berat karena dirinya kesepian akibat pandemi. Karena perceraian pula, Bill Gates menyebut tahun 2021 berat karena harus mengalami masa transisi sebagai ayah yang tidak tinggal bersama buah hatinya.

Hal ini diungkapkan Bill Gates melalui blog GatesNotes pada Selasa lalu.

"Meskipun saya pikir hal-hal yang saya kerjakan sejauh ini merupakan bagian paling menarik dari tahun sayam saya tahu banyak orang ingin tahu tentang subjek yang lebih dekat dengan rumah: yakni perceraian saya," tulis Bill Gates dalam blognya.

"Melinda dan saya terus menjalankan yayasan kami bersama dan telah menemukan ritme kerja baru yang baik. Namun saya tidak bisa menyangkal, ini adalah tahun kesedihan bagi saya pribadi," tulisnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kesepian Karena Jauh dari Anak-Anak

Sekadar informasi, perceraian Bill Gates dan Melinda French jadi berita mengejutkan bagi banyak orang. Keduanya resmi bercerai pada Agustus 2021, sementara berita perceraian diumumkan pertama kali bulan Mei 2021.

Setelah pengumuman bahwa keduanya bercerai, The Wall Street Journal mengungkap informasi mencengangkan yang selama ini jauh dari endusan publik, Bill Gates rupanya punya punya hubungan yang tak pantas dengan karyawan Microsoft, selagi dirinya masih jadi suami Melinda.

Hal ini pula lah yang menyeretnya turun dari posisi kepala dewan direksi Microsoft.

Adapun hal yang membuat Bill Gates merasa sedih dan kesepian sebagai ayah karena putri pertamanya, Jennifer Gates menikah dengan Nayel Nassar pada Oktober lalu. Selain itu, kedua anak lainnya, Phoebe dan Rory, keduanya kini jadi mahasiswa.

"Saya rindu akan keberadaan mereka di rumah, meski sekarang jadi lebih mudah untuk fokus membaca buku atau mengerjakan pekerjaan lainnya," kata Gates dalam blog.


Sedih Karena Pikirkan Pandemi Tak Kunjung Usai

Bukan hanya perkara perceraian dan keluarga, Gates merasa tahun 2021 berat karena pandemi membuat dirinya kurang bisa berinteraksi tatap muka dengan orang lain.

"Ini adalah pengalaman yang aneh dan membingungkan. Kehidupan pribadi saya tidak pernah terasa lebih kecil daripada selama 12 bulan terakhir," tulis Gates.

Dia pun sempat berharap kalau tahun 2021 akan jadi lebih baik, namun dia tidak memperkirakan varian Delta akan ada dan banyak orang yang menolak divaksinasi atau memakai masker. Apalagi, kini varian Omicron juga mulai menyebar di dunia.

Bill Gates pun berharap tahun 2022 dan seterusnya dunia bisa jadi lebih baik. "Harapan saya, satu-satunya waktu di mana kita memikirkan virus adalah ketika kita mendapatkan vaksin Covid dan flu bersama, tiap musim gugur," tulisnya.

(Tin/Ysl)

Siwon Positif Covid-19

Choi Siwon Super Junior Positif Covid-19, Batal Hadiri MAMA 2021

Liputan6.com 2021-12-10 17:00:11
Siwon Super Junior. (Instagram/@siwonchoi)

Daftar seleb Korea Selatan yang tertular Covid-19 makin panjang, kali ini yang terkena adalah Siwon Super Junior. Dilansir dari Allkpop, Jumat (10/12/2021), hal ini disampaikan oleh agensinya, SM Entertainment.

"Siwon dikonfirmasi telah terinfeksi dengan Covid-19 pada pagi ini," tutur juru bicara SM Entertainment.

Agensi ini menambahkan bahwa Siwon telah menerima vaksinasi Covid-19 sebanyak dua kali, dan yang terakhir pada bulan September. Namun Choi Siwon dinyatakan positif setelah menjalani tes sebagai tindakan pencegahan, sebelum menjalani agendanya.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Karantina

Agensi menyebutkan bahwa Siwon kini tengah menjalani masa karantina dan membatalkan jadwalnya.

Sementara para personel Super Junior yang lain, maupun staf yang melakukan kontak dengan Siwon juga menjalani tes Covid-19.


Batal Tampil di MAMA 2021

Salah satu jadwalnya yang terimbas, adalah perhelatan MAMA 2021. Pada minggu ini, ia diumumkan sebagai salah satu presenter yang akan tampil dalam ajang tersebut.


Rekor Terbaru

Lonjakan kasus Covid-19 di Korea Selatan makin mengkhawatirkan. Infeksi harian baru dan kasus parah mencapai rekor tertinggi selama pandemi.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 7.175 kasus virus Corona baru dan 63 kematian pada Selasa lalu. Ini adalah, kali pertama infeksi harian mencapai angka 7 ribu.


Silih Berganti

Di industri hiburan, kabar terkait Covid-19 muncul silih berganti. Pada hari yang sama dengan kabar dari Siwon Super Junior, salah satu staf dari anggota Wanna One yang hendak reuni, juga mendapat diagnosis serupa. Saat geladi resik penampilan mereka untuk MAMA 2021, mendadak salah satu staf dinyatakan positif.

Sehari sebelumnya, aktris Yoon Eun Hye juga mengabarkan bahwa dirinya positif Covid-19.

Ramai-Ramai Boikot Olimpiade China

HEADLINE: 6 Negara Ikuti AS Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Murni soal Uighur?

Liputan6.com 2021-12-11 00:02:03
Jam hitung mundur menunjukkan 100 hari menuju pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, di Olympic Park di Beijing, Selasa (26/10/2021). Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 akan berlangs

56 hari lagi, perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2022 digelar di Beijing. Di tengah persiapan ajang olahraga 4 tahunan itu, gejolak politik China dengan negara barat kian meletup.

Dimulai oleh Amerika Serikat yang mengumumkan bahwa diplomatnya akan memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Tak ada delegasi diplomatik resmi yang akan dikirim ke Beijing, hanya atlet yang akan bertanding saja.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, beralasan pihaknya memboikoit karena selama ini menyoroti masalah pelanggaran HAM yang dilakukan China, termasuk yang terjadi di Xinjiang, dan AS tidak akan mengabaikan apa yang terjadi. "Kami tidak bisa melakukan hal tersebut," ujar Psaki seperti dilansir BBC pada Selasa 7 Desember 2021.

Keputusan boikot diplomatik ini telah mendapatkan dukungan dari Partai Republik dan Demokrat.

"Walau kita harus mendukung dan merayakan atlet-atlet kita, Amerika dan dunia tidak bisa memberikan imprimatur ke pertandingan-pertandingan ini atau melanjutkan seakan-akan tidak ada yang salah mengadakan Olimpiade di sebuah negara yang melakukan genosida dan pelanggaran HAM massal," ungkap Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

Sementara, Senator Tom Cotton dari Partai Republik justru meminta boikot yang lebih besar. Senator Cotton menyorot "penghilangan" atlet di China.

"Kita tidak boleh mengekspos Tim AS kepada bahaya-bahaya dari rezim busuk yang menghilangkan atlet-atletnya sendiri," kata Cotton.

Keputusan Amerika ini, tercatat diikuti 6 negara lainnya. Adalah Kanada, Inggris, Australia, Skotlandia, Selandia Baru, Lithuania.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menegaskan tidak ada menterinya yang akan hadir ke Beijing karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia di China, meski telah dibantah keras oleh Tiongkok. Pengumuman Boris Johnson dibuat setelah mantan pemimpin Konservatif Iain Duncan Smith menyerukan "boikot diplomatik" dari Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Johnson mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia biasanya tidak mendukung "boikot olahraga."

Di Ottawa, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa boikot negaranya tidak akan mengejutkan China. "Kami telah sangat jelas selama bertahun-tahun terakhir tentang keprihatinan mendalam kami seputar pelanggaran hak asasi manusia."

Thomas Bach, presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan, terlepas dari meningkatnya jumlah boikot politik, IOC senang bahwa para atlet masih dapat ambil bagian. "Kehadiran pejabat pemerintah merupakan keputusan politik masing-masing pemerintahan sehingga prinsip netralitas IOC berlaku," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan meningkat antara China dan beberapa negara Barat, karena sejumlah masalah diplomatik. AS menuduh China melakukan genosida dalam penindasannya terhadap minoritas Uighur yang mayoritas Muslim di wilayah barat Xinjiang - sebuah tuduhan yang berulang kali ditolak China.

Hubungan antara Kanada dan China juga semakin bergejolak setelah penangkapan pada 2018 di Kanada terhadap seorang eksekutif puncak dengan raksasa teknologi China Huawei atas permintaan pejabat AS, dan penahanan berikutnya terhadap dua warga Kanada di China. Ketiganya dirilis awal tahun ini.

Infografis AS Boikot Diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. (Liputan6.com/Trieyasni)

Alasan AS melakukan boikot diplomatik dalam Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 karena masalah genosida terhadap kelompok Uighur. Namun, tak semua pihak langsung percaya dengan motif AS. Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Gadjah Mada, Nur Rachmat Yuliantoro melihat ada unsur kemunafikan dalam langkah AS.

"Tidak ada yang tahu pasti alasan AS. Mengenai perlakuan terhadap masyarakat Uighur, AS termasuk negara yang paling keras menentang Cina. Tapi, AS sendiri juga punya persoalan dengan hak asasi manusia; sebagian warga AS mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pemerintah maupun kelompok mayoritas. Jadi, ada hipokrisi dalam sikap AS ini," ujarnya kepada Liputan6.com, Jumat (10/12/2021).

Nur Rachmat tidak yakin bahwa aksi boikot diplomatik ini akan memberikan pengaruh kepada kelompok Uighur di Xinjiang. Boikot baru dinilai efektif jika atlet dilarang tampil, tetapi Jen Psaki berkata atlet tetap bisa bertanding.

"Boikot diplomatik tidak ada apa-apanya. Tapi, lain cerita jika yang dilangsungkan adalah boikot sepenuhnya: bukan hanya menolak mengirmkan pejabat/diplomat, tetapi juga melarang atlet untuk tampil. Perjuangan masyarakat Uighur tidak akan banyak terbantu dengan boikot diplomatik," tegasnya.

Sementara, ada juga yang menilai aksi Joe Biden hanyalah akal-akalan politik saja. Perlu diingat pada 2022 ada Midterm Election, sementara rating Biden sedang merosot. Apabila Partai Demokrat kalah, dan Partai Republik mengontrol DPR, maka agenda Biden bisa dalam bahaya.

Aksi boikot diplomatis bisa menjadi cara menarik hati pendukung Partai Republik. Survei Pew Research pada April 2021 menunjukkan bahwa 67 persen warga AS memiliki sentimen dingin terhadap China.

"Jadi hanya sedikit yang menganggap China sebagai partner, terutama yang memandang China sebagai pesaing atau musuh adalah Partai Republik. Pemilih Partai Republik," ujar pemerhati politik Amerika Serikat, Didin Nasirudin.

Berdasarkan polling di AS, pandangan masyarakat terhadap Presiden Biden sedang merosot. Ini dipengaruhi kondisi di Afghanistan di Agustus 2021, serta inflasi ekonomi. Simpati partai Republik dibutuhkan agar Biden mendapat dukungan dari luar partai.

"Ini salah satu cara untuk meraih simpati agar bisa mengerek sedikit approvalnya. Siapa tahu bisa naik," jelas Didin.

Lantas apakah ini akan berdampak kepada perdagangan? Didin tidak begitu yakin bahwa isu Olimpiade Beijing 2022 akan berpengaruh signifikan kepada perdagangan kedua negara.

China juga dinilai masih "trauma" atas perang dagang yang terjadi, sementara AS sedang ada masalah supply chain, sehingga harga barang naik. Negosiasi pun dinilai terus berlanjut. Apa yang terjadi di panggung diplomasi tidak berpengaruh ke perdagangan.

"Jadi ini permainan diplomatik. Sama seperti sekarang apakah dengan negosiasi perang dagang dengan China otomatis berarti bahwa Amerika siap mengorbankan Taiwan? Enggak juga. Itu jalan bareng aja. Cuma nanti intensitas yang akan beda-beda. Negosiasi perang dagang tetap lanjut," jelas Didin.

Meski demikian, China telah berjanji melakukan retalisasi. Nur Rachmat berkata relasi kedua negara terancam memburuk. "Pada saat ini tidak jelas bentuk retaliasi yang akan diambil oleh China. Para pejabat China tidak memerinci retaliasi semacam apa, namun jika itu terjadi hubungan kedua negara akan semakin memburuk."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Reaksi Keras China

China mengecam rencana boikot diplomatik AS terhadap Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing dan mengancam akan membalas. Juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan, China akan mengambil "tindakan balasan yang tegas" tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

AS mengatakan tidak akan mengirim diplomat ke Beijing karena kekhawatiran tentang catatan hak asasi manusia China. Ia menambahkan bahwa atlet AS bisa pergi dan akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Pada briefing media, Zhao menuduh AS melanggar "netralitas politik dalam olahraga" dan mengatakan boikot yang diusulkan itu "berdasarkan kebohongan dan rumor".

AS menuduh China melakukan genosida dalam penindasannya terhadap minoritas Uyghur yang mayoritas Muslim di wilayah barat Xinjiang - sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh China.

China juga telah memperingatkan negara-negara yang telah mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing bahwa mereka "akan memnerima konsekuensi untuk tindakan keliru mereka".

"Amerika Serikat, Inggris dan Australia telah menggunakan platform Olimpiade untuk manipulasi politik," kata Wang Wenbin, juru bicara kementerian luar negeri China.

Media pemerintah China mengklaim bahwa Beijing "tidak pernah berencana untuk mengundang politisi AS dan Barat yang menghebohkan topik 'boikot'".

Wang Wenbin juga menambahkan bahwa China juga tidak khawatir ketidakhadiran pejabat akan memicu reaksi berantai, sementara banyak kepala negara, pemimpin pemerintah dan anggota keluarga kerajaan telah mendaftar untuk hadir.

Wang mengatakan China tidak memperpanjang undangan ke AS, Kanada atau Inggris dan bahwa "tidak masalah jika pejabat mereka datang atau tidak, mereka akan melihat keberhasilan Olimpiade Musim Dingin Beijing."

"Olahraga tidak ada hubungannya dengan politik," kata Wang.

"Merekalah yang telah menulis, mengarahkan, dan menampilkan sandiwara ini."

China tidak hanya yakin tidak akan ada reaksi berantai, tetapi juga merasakan dukungan global yang luar biasa untuk Olimpiade, katanya.

"Sampai sekarang, banyak kepala negara, pemimpin pemerintahan dan anggota keluarga kerajaan telah mendaftar untuk menghadiri Olimpiade Musim Dingin Beijing, dan kami menyambut mereka," kata Wang.

"China berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang lebih besar untuk tujuan Olimpiade internasional dan akan menawarkan Olimpiade yang efisien, aman, dan menarik kepada dunia."

China telah berjanji untuk menanggapi AS dengan "tindakan balasan yang tegas" atas boikot tersebut, tetapi tidak memberikan perincian tentang bagaimana ia berencana untuk membalas.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Kanada mengatakan klaim Perdana Menteri Justin Trudeau tentang pelanggaran hak asasi manusia yang menyebabkan boikot di China adalah salah.

"Pihak Tiongkok menyatakan ketidakpuasannya yang kuat dan penentangan tegas terhadap hal ini, dan telah mengajukan pernyataan tegas kepada pihak Kanada.

"Kanada harus berhenti mempolitisasi olahraga, berhenti mengganggu dan merusak Olimpiade Musim Dingin Beijing segera, jangan sampai itu mengarah pada penghinaan yang dilakukan sendiri."

Infografis Olimpiade Musim Dingin 2022 Diboikot AS Cs, China Murka. (Liputan6.com/Trieyasni)


Dampak Boikot

Presiden Emmanuel Macron sudah menyatakan bahwa Prancis tidak memiliki rencana untuk bergabung dengan boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

Macron mengatakan langkah semacam itu tidak akan signifikan dan hanya simbolis.

Dilansir BBC, Kamis (10/12/2021), AS, Inggris, Kanada dan Australia mengatakan mereka tidak akan mengirim perwakilan pemerintah ke pertandingan pada bulan Februari karena kekhawatiran atas catatan hak asasi manusia China.

Ini termasuk tuduhan pelecehan terhadap Uyghur dan minoritas lainnya.

Hubungan juga tegang karena tindakan keras terhadap kebebasan politik di Hong Kong dan kekhawatiran tentang pemain tenis China Peng Shuai, yang tidak terlihat selama berminggu-minggu setelah dia menuduh seorang pejabat tinggi pemerintah melakukan kekerasan seksual.

China mengatakan negara-negara yang memboikot permainan "akan menerima konsekuensi untuk tindakan keliru mereka."

Pada konferensi pers yang diperpanjang pada hari Kamis, Macron mengatakan Olimpiade tidak boleh dipolitisasi, dan dia lebih suka tindakan yang memiliki "efek yang bermanfaat".

"Untuk lebih jelasnya: Anda memiliki boikot total, dan tidak mengirim atlet, atau Anda mencoba mengubah keadaan dengan tindakan yang bermanfaat," katanya.

Presiden menambahkan bahwa Prancis akan bekerja dengan Komite Olimpiade Internasional pada piagam untuk melindungi atlet, dalam referensi terselubung ke Peng Shuai.

"Saya tidak berpikir kita harus mempolitisasi topik ini, terutama jika itu untuk mengambil langkah-langkah yang tidak signifikan dan simbolis," katanya.


Daftar 7 Negara Pemboikot

Berikut ini daftar negara yang memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 untuk mengambil sikap terbuka terhadap kebijakan kontroversial China, yang dikutip dari News Week, Jumat (10/12/2021):

1. Amerika Serikat

Boikot diplomatik AS terhadap Olimpiade Beijing secara resmi dikonfirmasi oleh sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki pada 6 Desember.

2. Lithuania

Negara Baltik secara teknis adalah yang pertama secara terbuka mengkonfirmasi niatnya untuk memboikot Olimpiade Beijing 2022 pada tingkat resmi. Pada 3 Desember, Presiden Lithuania Gitanas Nauseda mengatakan baik dia maupun menterinya tidak akan menghadiri Olimpiade.

Lithuania adalah anggota Uni Eropa pertama dan satu-satunya yang mengumumkan boikot diplomatik sejauh ini.

3. Selandia Baru

Boikot semi-diplomatik Selandia Baru diumumkan oleh Menteri Olahraga Grant Robertson pada 7 Desember, ketika dia mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada anggota kabinet Perdana Menteri Jacinda Ardern yang akan menghadiri Olimpiade Musim Dingin di China.

4. Skotlandia

Menteri Olahraga Skotlandia Maree Todd mengkonfirmasi rencana boikot diplomatik negara itu dalam tanggapan tertulis kepada anggota parlemen Skotlandia Ross Greer pada 7 Desember.

5. Australia

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan boikot diplomatik terhadap Beijing 2022 pada 8 Desember, dengan mengatakan keputusan itu "tidak mengejutkan" mengingat hubungan yang memburuk dengan China mulai musim semi 2020, ketika ia menyerukan penyelidikan independen terhadap asal usul virus corona.

6. Inggris

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melakukan dua upaya untuk mengkonfirmasi boikot diplomatik Inggris pada 8 Desember, tetapi dia melakukannya sambil menekankan penentangannya terhadap tindakan tersebut pada kedua kesempatan.

7. Kanada

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan boikot diplomatik Kanada terhadap Olimpiade mendatang pada 8 Desember, membenarkan bahwa tidak ada pejabat pemerintah federal yang akan menghadiri pertandingan tersebut.


Infografis Sekutu AS Turut Boikot Olimpiade Beijing 2022

 

Putra Ahok Tak Ingin Menikah

6 Potret Nicholas Sean Putra Ahok, Akui Tak Akan Nikah Seumur Hidupnya

Liputan6.com 2021-12-06 18:00:30
6 Potret Nicholas Sean Putra Ahok, Akui Tidak Akan Nikah Seumur Hidupnya (sumber: Instagram/nachoseann)

Nama Nicholas Sean Purnama menjadi pusat perbincangan publik. Hal itu dikarenakan anak dari Basuki Tjahaja Purnama dengan Veronica Tan mengungkapkan bahwa ia tidak akan menikah seumur hidup. Ungkapan pria yang akrab disapa Sean ini jadi sorotan karena ia berusia 23 tahun.

Meski masih berusia 23 tahun, pola pikir Sean sudah dewasa dan matang dalam menyelesaikan suatu masalah terkhusus terkait dirinya sendiri. Ia memiliki alasan kenapa tidak akan menikah. Baginya menikah adalah suatu tanggung jawab yang tidak bisa dikendalikan karena menyangkut kehidupan orang lain.

Sean menuliskan jurnal 'Justification of Isolated Living' yang menuliskan bahwa lebih baik fokus dengan apa yang bisa dikendalikan dan menikah bukan bagian dari itu. Saat ini Sean mengaku sudah nyaman hidup sendiri dengan menganut filosofi Stoik.

Berikut Liputan6.com rangkum dari Instagram @nachoseann, potret Nicholas Sean putra Ahok, Senin (6/12/2021).


1. Ini dia Nicholas Sean Purnama, anak dari Basuki Tjahaja Purnama dengan Veronica Tan.

 


2. Nicholas Sean saat ini berusia 23 tahun dan pola pikirnya semakin matang saja.

 


3. Bahkan baru-baru ini ia memiliki pola pikir enggan menikah dengan alasan menikah bukan hal yang bisa dikendalikan.

 


4. Pria yang sangat peduli dengan binatang ini sudah nyaman hidup sendiri dengan menganut filosofi Stoik.

 


5. Pikiran bahwa menikah adalah hal di luar kendali juga dituliskannya di jurnal berjudul Justification of Isolated Living.

 


6. Saat ini Nicholas Sean merasa nyaman hidup sendiri dan memilih fokus terhadap sesuatu yang bisa ia kendalikan.

 

Awkarin Disomasi

Diduga Langgar Kontrak Kerja, Ini Kronologi Awkarin Disomasi

Liputan6.com 2021-12-10 12:05:05
Gaya jadul yang hingga kini masih eksis, setelan serba denim dari Awkarin ini bisa menunjukkan penampilan santai namun tetap menawan. (Liputan6.com/IG/@awkarin)

Tersiar kabar tak sedap dari selebgram dan konten kreator ternama di Indonesia. Dialah Awkarin yang tengah dikabarkan tengah mendapatkan teguran dari sebuah perusahaan kosmetik.

Awkarin bekerja sama dengan perusahaan kosmetik dan kecantikan PT. Glafidsya RMA Groups. Peringatan perusahaan yang dilayangkan kepada Awkarin ini dilayangkan melalui jalur hukum.

Pemilik nama lengkap Karin Novilda ini disinyalir telah melanggar kontrak kerja dengan PT. Glafidsya RMA Groups di bawah agensi Huge Enterprise. Berbagai teguran dalam bentuk somasi ini disampaikan oleh Razman Arif Nasution. Pengacara perusahaan ini meminta agar Awkarin senantiasa segera memberikan penyelesaian terhadap permasalahan yang terjadi.

Di saat yang bersamaan, melalui media sosialnya Awkarin tengah mengadakan liburan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Somasi atas dugaan telah melanggar kontrak kerja ini disampaikan di Hotel Golden Boutique, Jakarta Pusat.

Berikut Liputan6.com merangkum kronologinya dari berbagai sumber, Jumat (10/12/2021).


Bermula dari Endorsement

Perjanjian kerjasama yang dilakukan antara PT. Glafidsya RMA Groups dan Awkarin bermula dari endorsement. Wanita kelahiran Jakarta pada 29 November 1997 tahun itu hanya mempromosikan sekaligus kolaborasi produk antara Awkarin dengan @glafidsya.glow. Namun seiring berjalannya waktu, data perusahaan mengungkapkan Awkarin jarang posting iklan produk tersebut.

"Tapi dari data yang masuk Awkarin baru posting tiga kali, itu di 2 dan 3 November. Setelah itu posting lagi 3 Desember." ujar pengacara kelahiran Mandailing Natal.

Hal ini menyebabkan penjualan perusahaan tidak sesuai dengan target. Tuntutan ini disampaikan secara terbuka agar Awkarin segera menindaklanjuti permasalahan yang ada.


Hampir Kedaluwarsa

Pengacara Razman Arif Nasution menjelaskan akibat dari penjualan produk yang tidak sesuai target, banyak produk yang mendekati masa kedaluwarsa. Manajemen PT. Glafidsya RMA Groups juga selalu mengingatkan dengan mengirim peringatan mengenai hal-hal yang belum dilakukan Awkarin.

Namun menurut mereka, pihak sang selebgram tidak merespons dengan baik. Ditambah, waktu kedaluwarsa produk yang sudah semakin dekat. Akhirnya somasi pun dilayangkan.

"Produk yang dijual baru 51 buah, sedangkan kedaluwarsanya sudah mendekati," ujarnya.


Opsi Tuntutan Menjual 1.600 Per Bulan

Pihak perusahaan sebelumnya telah memberikan membayar kepada Awkarin dalam penawaran kerjanya. Melalui Huge Enterprise Awkarin telah dibayar dalam jumlah sangat banyak sebelum produk terjual.

"Klien kami sudah memberikan sharing profit yang tidak sedikit (kepada Awkarin). Ya pastilah miliaran (rupiah)," ujar Razman.

Terlepas dari somasi yang dilayangkan kepada Awkarin, Pengacara juga memberikan opsi lain agar Awkarin menjual produknya sebanyak 1.600 buah per bulan.

Dalam kontraknya, Awkarin diminta untuk menjual sebanyak 20 ribu paket produk berupa sunscreen dan serum bernama Double Glowing Serum dan Sunscreen itu.

"Enggak bisa suka-suka hati, karena setiap produk ada kedaluwarsanya. Perjanjian kontrak itu adalah 20 ribu untuk jangka waktu 14 bulan maksimal. Kalau dihitung atau dibagi 12 sampai 14 bulan, maka kewajiban hukum Awkarin 1.600 per bulan," Razman Arif Nasution menyampaikan.

293 Jurnalis Dipenjara

Komite Perlindungan Jurnalis: 293 Wartawan Dipenjara Selama 2021

Liputan6.com 2021-12-10 07:03:57
Ilustrasi Jurnalis (The Climate Reality Project /Unsplash).

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) pada Kamis (09/12) mengatakan hingga awal Desember 2021, tercatat jurnalis yang dipenjara mengalami peningkatan 13 kasus, jika dibanding 2020, sebanyak 280 orang. China menjadi negara dengan kasus terbanyak.

Setidaknya 24 jurnalis meninggal dunia selama tahun 2021, demikian dikutip dari laman DW Indonesia, Jumat (10/12/2021).

"Memenjarakan wartawan karena melaporkan berita adalah ciri rezim otoriter," kata Direktur Eksekutif CPJ, Joel Simon.

Dia menambahkan bahwa "sangat mengerikan Myanmar dan Ethiopia telah secara brutal membanting pintu kebebasan pers."

Saat ini, 50 jurnalis diperkirakan dipenjara di China. Setelah China, Myanmar juga memenjarakan 26 wartawan sejak kudeta 1 Februari 2021.

Negara lainnya yaitu Mesir telah memenjarakan 25 wartawan, Vietnam memenjarakan 23 orang dan Belarus saat ini menahan 19 wartawan di balik jeruji besi.

Turki, Eritrea, Arab Saudi, Rusia, dan Iran menjadi negara selanjutnya yang masuk dalam daftar, dengan masing-masing memenjarakan beberapa wartawan.

Untuk pertama kalinya, CPJ harus memasukkan Hong Kong ke dalam daftar negara yang memenjarakan jurnalis, setelah putusan pendiri surat kabar Apple Daily, Jimmy Lai yang ditahan 12 tahun penjara.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Meksiko dan India, negara paling mematikan bagi jurnalis

Secara umum, para jurnalis didakwa dengan pelanggaran anti-negara, tetapi CPJ melihat ada peningkatan tuduhan kejahatan dunia maya untuk konten yang diterbitkan dan disebarluaskan secara online.

CPJ juga mencatat penangkapan dan penahanan 56 jurnalis di AS selama tahun 2021, jumlah yang tinggi dan penangkapan itu terjadi saat aksi protes berlangsung.

Negara yang dianggap paling mematikan bagi jurnalis pada 2021 adalah Meksiko dan India. Tercatat ada empat wartawan tewas di India dan tiga dibunuh di Meksiko.

Di Meksiko, enam kematian wartawan masih dalam proses penyelidikan. Selain itu, 18 jurnalis lainnya dinyatakan meninggal dalam kondisi yang belum pasti, seolah mengaburkan kerja jurnalistik mereka.

Didiskualifikasi karena Suntik Botox

43 Unta Didiskualifikasi dari Kontes Kecantikan karena Ketahuan Disuntik Botox

Liputan6.com 2021-12-10 07:30:49
Ilustrasi barisan unta yang sedang berjalan di gurun pasir. (dok. Unsplash/ Sergey Pesterev)

Kontes kecantikan unta bergengsi di Arab Saudi diwarnai insiden. Pasalnya, panitia kontes mendiskualifikasi 43 unta setelah ketahuan disuntik botox dan mendapat perawatan 'kecantikan' lainnya oleh peternak.

Dikutip dari CNN, Jumat (10/12/2021), Festival Unta Raja Abdulaziz berlangsung selama 40 hari di sebuah lokasi yang berjarak sekitar 100 kilometer timur laut dari Ibu Kota, Riyadh. Festival itu diluncurkan di awal Desember 2021.

Dalam tahun keenam, para peternak berkompetisi untuk meraih hadiah uang senilai lebih dari 66 juta dolar AS atau lebih dari Rp950 miliar, menurut media setempat, Saudi Press Agency (SPA). Dengan begitu, pertaruhan mereka sangat tinggi.

SPA melaporkan, para peternak yang tamak dituduh menggunakan metode apapun agar unta mereka bisa menang. Selain botox, para peternak dituding menyuntikkan silikon dan filler, serta menggembungkan bagian tubuh menggunakan karet gelang untuk mempercantik tampilan unta.

Tahun ini, penyelenggara telah menangani 148 laporan terkait hal itu yang merupakan jumlah terbesar sejak festival berlangsung. Sebanyak 43 kontestan pun didiskualifikasi.

Sanksi bagi para peternak tidak hanya itu. Mereka juga wajib membayar denda yang ditetapkan oleh panitia festival.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Berapa Dendanya?

Juru bicara komite hukum festival itu, Marzouk Al-Natto mencontohkan, denda yang dijatuhkan pada peternak yang menyuntikkan filler, botox atau hormon maksimal mencapai 100ribu riyal atau Rp383 juta per unta. Sementara, mereka yang mengepang, memotong ekor, atau membuat unta sekarat dikenai denda 30ribu riyal atau sekitar Rp115 juta.

Panitia menggunakan beberapa metode untuk mendeteksi kecurangan yang dilakukan para kontestan. Unta-unta itu menjalani tes fisik dan klinis, termasuk menggunakan mesin sinar X dan alat sonar.

Unta yang lolos dari pengujian itu diperkenankan mengikuti pertandingan. Juri memutuskan pemenang berdasarkan bentuk kepala, leher, punuk, pakaian, dan postur unta, seperti dilansir dari AP, Kamis (9/12/2021).


Bisnis Besar

Unta langka menjadi bisnis besar di Arab Saudi. Unta yang menang tidak hanya memberi pemiliknya banyak hadiah, tetapi juga pengakuan.

Pemilik tak jarang bisa menjual ternak mereka dengan harga yang lebih tinggi. Karena sangat berharga, diperkirakan 1,5 juta unta dipasangi microchip sebagai bentuk perlindungan oleh para pemilik mereka.

Unta pun merupakan bagian penting dari budaya Saudi. Hewan itu bisa beradaptasi dengan baik dengan kehidupan gurun Saudi yang merupakan wilayah terluas di Arab Saudi.


Perempuan Arab Saudi Bebas dari Belenggu

 

Bir dari Ekstrak Kutu Air Raksasa

Bir Unik Ini Ada Ekstrak Kutu Air Raksasanya, Berani Coba?

Liputan6.com 2021-12-10 12:06:29
foto: soranews24.com

Mungkin Anda pernah membaca sebuah studi yang mengatakan bahwa memakan serangga bisa menjadi rahasia kelangsungan hidup umat manusia di masa depan. Pasalnya ternyata ada banyak kandungan gizi di dalam tubuh serangga.

Saat ini bahkan ada beberapa makanan ringan yang dibuat dari serangga. Namun bagaimana dengan bir serangga? Dilansir dari Dailystar, Insect Sour ("Konchu Sour" dalam bahasa Jepang) adalah minuman berbasis serangga terbaru yang keluar dari Far East atau Timur Jauh.

Tidak ada upaya untuk menyamarkan asal-usul minuman yang "menyeramkan" itu, labelnya menampilkan gambar serangga air raksasa, yang umumnya dikenal sebagai "penggigit jari kaki India".

Serangga, yang panjangnya bisa mencapai lebih dari empat inci, diketahui memangsa makhluk air tawar lainnya seperti serangga lain, ikan, dan amfibi kecil. Tapi mereka dianggap sebagai makanan lezat di Asia Selatan dan Tenggara.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Miliki Rasa Manis

Kutu air raksasa jantan Taiwan dihargai tinggi, dengan rasanya yang manis, hampir seperti buah, yang telah dibandingkan dengan udang berkualitas baik. Mereka umumnya direbus dan dimakan utuh atau digunakan sebagai bumbu untuk sup dan semur.

Dan sekarang produsen Bugs Farm mengklaim telah menangkap aroma unik feromon kutu air jantan dalam bentuk bir. Tentu saja "ekstrak kutu air raksasa" tercantum pada botol sebagai bahan utama minuman.

Pabrikan merekomendasikan Anda meminum 5% ABV minuman dingin mereka, yang mungkin berfungsi untuk menyamarkan beberapa rasa uniknya yang beraroma serangga.


Penambahan Sari Serangga

Jika seteguk Insect Sour memberi Anda rasa untuk lebih banyak minuman berbasis serangga, ada juga gin yang disuling dari esensi serangga air raksasa. First Essence Tagame Gin dibumbui dengan buah juniper dan "esens aromatik feromon" yang diekstrak dari kutu air jantan. Penambahan sari serangga dikatakan memberi minuman rasa buah, mirip dengan apel atau pir.

Divonis Penjara tapi Tak Ditahan

Rachel Vennya Tak Ditahan Meski Divonis Hukuman 4 Bulan Penjara

Liputan6.com 2021-12-10 20:30:21
Rachel Vennya pamer penampilan baru usai berat badan turun sampai 9 kg. (Sumber: Instagram/rachelvennya)

Rachel Vennya beserta sang kekasih, Salim Nauderer dan asistennya, Maulida dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran karantina oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (10/12/2021).

Dinyatakan bersalah tapi tidak harus dipenjara hukuman percobaan 8 bulan. Selebgram ini baru dipenjara selama 4 bulan jika melakukan tindak pidana selama masa percobaan 8 bulan tersebut.

Tak hanya itu, Rachel Vennya juga didenda sebesar Rp 50 juta. Kendati demikian, Rachel Vennya tak diharuskan menjalani hukuman penjara.

"Menyatakan terdakwa Rachel Vennya, Salim Nauderer, Maulida Khairunnisa, terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana dengan melakukan perbuatan yang tidak melakukan karantina kesehatan dan menghalangi aturan karantina kesehatan," ujar Hakim Ketua.

"Dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa di atas dengan pidana penjara selama 4 bulan dengan dakwaan tersebut tidak perlu dijalani, kecuali dalam masa percobaan 8 bulan terakhir melakukan tindak pidana," lanjutnya.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Perorang

Denda Rp 50 Juta diperuntukan untuk tiap orangnya, bukan untuk ketiganya. Apabila tak bisa membayar hukuman ditambah.

"Pidana denda sebesar masing-masing 50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan satu bulan," kata hakim lagi.


Terima

Mendengar putusan majelis hakim, Rachel Vennya menerimanya. Ia siap memenuhi semua putusan yang telah ditetapkan kepadanya.

"Saya terima pak," ucap Rachel.


Kabur Karantina

Rachel dan sang kekasih kabur dari proses karantina usai melakukan perjalanan dari luar negeri. Rachel bisa lolos pada malam kedatangannya tiba di Indonesia. Namun, terendus penyelidik dari Polresta Bandara Soekarno Hatta di pagi harinya.

Rachel pun diminta oleh oknum Satgas kembali ke Wisma Atlet untuk seolah-olah mengikuti karantina. Rachel, Salim dan Maulida pun mengikuti saran tersebut dan berswafoto di kamar karantina Wisma Atlet.