Volume 163

Stay Safe NTT

Gempa NTT Berpotensi Tsunami, Warganet: Stay Safe

Liputan6.com 2021-12-14 11:08:09
Ilustrasi gempa. (Liputan6.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara pascagempa magnitudo 7,5 mengguncang Larantuka, NTT, Selasa (14/12/2021).

Gempa NTT ini terjadi pada kedalaman 12 Kilometer dengan lokasi di 7,59 LS-122,26 BT.

Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG ini menjadi perhatian warganet di linimasa Twitter Indonesia. Pantauan Tekno Liputan6.com, di Twitter, topik mengenai Tsunami, Gempa, Maluku, dan Stay Safe menjadi trending topic yang banyak dikicaukan warganet.

Sebagian besar warganet menggaungkan doa dan harapan agar semua dalam kondisi baik-baik saja, menyusul peringatan dini tsunami di wilayah tersebut.

Tak sedikit juga warganet yang terkejut dengan peringatan dini tsunami oleh BMKG.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Antisipasi Gempa

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

(Tin/Isk)


Infografis Tentang Gempa

 

Luka dan Air Mata di Larantuka

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang NTT, 1 Warga Luka-luka

Liputan6.com 2021-12-14 12:39:54
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Gempa berkekuatan magnitudo (M)7,4 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa (14/12/2021) dan berpotensi tsunami. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.

"Data dampak sementara di NTT, satu warga mengalami luka-luka di Kabupaten Manggarai. Warga sudah mendapatkan pertolongan oleh petugas di lapangan," jelas Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip dari siaran pers, Selasa (14/12/2021).

Menurut dia, guncangan kuat akibat gempa turut dirasakan warga Flores Timur dan membuat sejumlah warga panik hingga berhamburan keluar rumah. Selain di Flores Timur, guncangan kuat juga dirasakan warga Sikka, Lembata, dan Manggarai.

"Kondisi masyarakat di Lembata sempat panik meskipun kondisi saat ini sudah kondusif," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Penyebab Gempa Bumi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofika (BMKG) mengungkapkan penyebab gempa margnitudo 7,4 di NTT. Gempa yang berpotensi tsunami terjadi pada pukul 10.20.23 WIB.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Laut Flores. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike slip)," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno kepada wartawan, Selasa (14/12/2021).

Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III -- IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Tambolaka, Waikabubak, Waingapu III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," kata dia.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan tingkat ancaman waspada di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata. Hasil monitoring Tide Gauge menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 7 cm di Stasiun Tide Gauge Reo dan Marapokot, Nusa Tenggara Timur.

"Hingga hari Selasa, 14 Desember 2021 pukul 11.40 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 15 aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan maksimum M=5,6," ujar dia.

Suasana Mencekam Saat Panik Melanda

Mencekam! Warga Panik Berhamburan Pasca Gempa Magnitudo 7,5 NTT

Liputan6.com 2021-12-14 12:00:13
Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Gempa magnitudo 7,5 mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.

Di media sosial, tersebar video-video yang menampilkan suasana mencekam pasca gempa terjadi.

Terlihat, warga panik berhamburan saat gempa menguncang daerah NTT dan NTB.

Simak videonya berikut ini.

Lari ke Atas Bukit

Gempa Guncang NTT, Warga Panik dan Ada yang Lari ke Arah Bukit

Liputan6.com 2021-12-14 12:22:14
Ilustrasi gempa. (Liputan6.com)

Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang warga bernama Anton yang tinggal di Maumere mengaku merasakan guncangan gempa yang kuat.

"Kencang, saya sedang di dalam gedung, langsung keluar semua," kata Anton saat dihubungi Liputan6.com," Selasa (14/12/2021).

Anton mengatakan, dia pun langsung bergegas pulang ke rumah dan memantau situasi keluarganya. Menurut pantauannya, sejauh ini belum ada kerusakan jalan atau bangunan yang di sekitar.

"Belum ada, tapi memang terasa kami panik betul," jelas Anton.

Dia mengatakan, hingga saat ini orang-orang masih merasa panik. Sebagian warga bahkan ada yang lari ke arah bukit dan ada yang berdiam di rumah.

"Kalau saya masih di rumah tapi waspada, cuma saya lihat ada yang lari ke arah bukit antisipasi kalau ada tsunami," tandas Anton.


Tsunami Terdeteksi di Marapokot NTT Setinggi 0,07 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan peringatan dini tsunami dan gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). BMKG menyebut, potensi tsunami juga terdeteksi di Marapokot, NTT.

Potensi tsunami itu terjadi akibat gempa magnitudo 7,4, Selasa (14/12/2021). Pukul 10.36 WIB, air permukaan laut sudah sampai di daratan.

"Pemutakhiran, Tsunami akibat Gmp Mag:7.4 SR, telah terdeteksi di MARAPOKOT (10:36WIB) 0.07m REO (10:39WIB) 0.07m,::BMKG," info BMKG dalam akun Twitternya, Jakarta, Selasa.

Tsunami Mini 0,07 Meter

BMKG Sebut Tsunami Terdeteksi di Marapokot NTT Setinggi 0,07 Meter

Liputan6.com 2021-12-14 11:39:04
Pemutakhiran BMKG terkait gempa NTT. (bmkg.go.id)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan peringatan dini tsunami dan gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). BMKG menyebut, potensi tsunami juga terdeteksi di Marapokot, NTT.

Potensi tsunami itu terjadi akibat gempa magnitudo 7,4, Selasa (14/12/2021). Pukul 10.36 WIB, air permukaan laut sudah sampai di daratan.

"Pemutakhiran, Tsunami akibat Gmp Mag:7.4 SR, telah terdeteksi di MARAPOKOT (10:36WIB) 0.07m REO (10:39WIB) 0.07m,::BMKG," info BMKG dalam akun Twitternya, Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa pukul 10.20 WIB. Saat itu disebutkan, gempa magnitudo 7,5 mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pusat gempa berada di Laut Flores.

BMKG pun mengeluarkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah. Wilayah tersebut adalah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Gempa susulan dengan magnitudo lebih dari 5,0 terjadi pukul 10.47.02 WIB. Gempa tersebut berlokasi di 129 km BaratLaut Maumere, Sikka, NTT.

BMKG menyebut gempa itu tidak berpotensi tsunami.


Antisipasi Gempa

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Sumber Gempa Misterius

BMKG: Sumber Gempa NTT Tak Dikenali, Benar-benar Mengagetkan

Liputan6.com 2021-12-14 16:12:04
Orang-orang menunggu di tempat penampungan sementara setelah gempa bumi di Adonara, Indonesia, Selasa (14/12/2021). BMKG mencabut peringatan dini tsunami usai gempa gempa berkekuatan magnitud

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan, ada sumber gempa yang mampu membangkitkan gempa besar dan tidak dikenali sumbernya. Contohnya seperti gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur pada hari ini.

"Kita itu ternyata masih dihadapkan kejadian gempa-gempa besar yang bisa saja destruktif seperti hari ini dan bisa saja tsunami, dan ternyata sumbernya itu belum teridentifikasi dengan baik dan sumbernya belum dikenali jalurnya, sehingga itu menjadi kewaspadaan kita ke depannya karena ternyata kita ingin mewaspadai sumber gempa yang terpetakan," katanya saat dihubungi, Selasa (14/12/2021).

Dia mengungkapkan, kejadian. di Flores menjadi pengingat bahwa gempa berkekuatan 7 magnitudo masih ada dan sumbernya tidak dikenali. Hal ini mesti menjadi kewaspadaan kedepan.

"Tantangan kita untuk memetakan, identifikasi, sehingga ke depan itu bisa update yang terbaik, jangan sampai kita menjadi korban dari sebuah sumber yang belum dikenali," ucapnya.

Daryono mencatat beberapa gempa gempa signifikan dan merusak tapi sumbernya tidak dikenali. Salah satunya gempa yang pernah terjadi di Luwuk.

"Selama ini kan gempa di situ (NTT) gempa sesar naik akibat sesar Flores, tetapi dari mekanismenya bukan sesar naik, bukan thrust. Tapi geser, straigt slip. Sehingga ini menunjukkan bahwa ternyata di situ ada sumber gempa yang mampu membangkitkan gempa besar dan tidak dikenali sumbernya," tuturnya.

Menurut Daryono, biasanya gempa gempa besar sudah ada sumbernya dan BMKG mengetahui sumber tersebut. Tetapi, pada gempa NTT, BMKG maupun ahli geologi belum mengetahui sumbernya atau bukan berada di jalur sesar.

"Nah selama ini hasil monitoring kita gempa-gempa besar memang sudah ada sumbernya, ini yang ini benar benar-benar mengagetkan yang Flores," ujar Daryono.

Dia lalu menjelaskan cara mengenali sumber gempa yang belum dikenali. Pertama, untuk di daratan melakukan survei morfologi yang bisa mengenali jalur kelurusan, bentuk sungai dan relief.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Pemetaan Gunakan Sonar

Sedangkan, untuk di laut terbilang sulit lantaran harus ada pemetaan menggunakan teknologi sonar guna memotret dasar laut apakah ada kelurusan atau ada pola besar. Kemudian dicek dengan GPS geodetik apakah ada pergeseran atau tidak.

"Membutuhkan teknologi yang effort kalau di laut, kalau di darat kan bisa kita foto reliefnya, menggunakan satelit, kalau di dasar laut perlu ada survei batimetri," ungkapnya.

Pihaknya akan membuat skenario model sebagai cara mitigasi untuk sumber gempa yang belum dikenali. Dia akan melihat catatan sejarah gempa yang terjadi di daerah pantai.

"Pokoknya kalau soal pantai yang memiliki catatan sejarah gempa, karena kita memakai catatan relief dari sebuah kejadian gempa, sehingga kita itu perlu membuat skenario model perulangan gempa itu," ucapnya.

"Sehingga bisa dijadikan acuan untuk upaya mitigasi baik itu pertahanan rumahnya, tata ruangnya untuk bisa meminimalkan korban," pungkasnya.

Reporter: Genan Kasah

Sumber: Merdeka.com

Mengenang Gempa Flores Tahun 1992

Mengenang 28 Tahun Gempa Flores Tahun 1992

Liputan6.com 2020-12-12 12:12:00
Situasi Desa Ilepadung kecamatan lewolema yang terdampak bencana 1992 (dok. Pribadi)

Tanggal 12 Desember tahun 1992, Indonesia dikejutkan dengan guncangan gempa kuat dan terjangan gelombang tsunami yang melanda pantai utara Pulau Flores. Bencana tersebut diawali gempa yang terjadi pukul 05:29 UTC atau 13.29 WITA berkekuatan 7.8 Mw atau Magnitudo Momen. Pusat gempa terletak pada koordinat 8.340LS dan 122.490BT, dengan kedalaman 20.4 kilometer.

Mekanisme terjadinya Tsunami Flores tahun 1992 menjadi topik menarik bagi beberapa ilmuwan karena ditemukan tinggi tsunami yang mencapai 26 meter di pantai Riangkroko, kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Padahal, di beberapa daerah yang dekat dengan sumber gempa, tinggi tsunami hanya berkisar antara 2-6 m. Para peneliti menduga pembangkit tsunami tidak hanya disebabkan oleh gempa.

Di bagian utara Kepulauan Flores, terdapat sesar naik bagian belakang busur Flores (Flores Back Arc Thrust) yang dapat membangkitkan gempa bawah laut dan tsunami. Walaupun tidak sebesar zona subduksi di Palung Sunda, tetapi zona sesar naik di sebelah utara Flores mampu membangkitkan tsunami, sesar ini penyebab terjadinya gempa di Flores pada tahun 1992 sehingga membangkitkan tsunami di sejumlah pesisir Kepulauan Flores.

Beberapa hal yang menjadikan mekanisme pembentukan tsunami di Flores tahun 1992 menarik bagi sebagian besar peneliti adalah adanya keganjilan tinggi tsunami di Flores Timur yang mencapai 26,2 m dan rusaknya desa-desa di Pulau Babi bagian selatan yang letaknya tidak berhadapan langsung dengan sumber gempa.

Menurut survei yang dilakukan Tim Survei Tsunami Internasional / International Tsunami Survey Team (ITST), run-up tsunami yang terukur setinggi 2 m di Maumere, 3 m di Wuring, dan 6 m di Pulau Babi. Run-up tsunami yang sangat tinggi terukur di bagian timur Pulau Flores, dengan tinggi 11 m di Waibalan dan 26 m di Riangkroko, bahkan fondasi rumah ikut hanyut bersama tsunami. Kejadian Tsunami Flores tahun 1992 merupakan kejadian yang cukup menggemparkan tidak hanya masyarakat Indonesia, namun juga peneliti internasional.

Pada bencana gempa dan tsunami Flores, korban meninggal berjumlah 1.952 orang, korban luka ringan/berat berjumlah 2.126 orang, dan korban hilang berjumlah 500 orang. Sedangkan dampak bangunan rusak berjumlah 18.000 unit. Pada tahun 1992, Menko Kesra selaku Ketua Bakornas PB Rustam mengumumkan bencana Tsunami Flores 1992 ditetapkan sebagai bencana nasional yang tertuang dalam Keputusan Presiden No 66 tahun 1992, tanggal 16 Desember.

Masyarakat Flores memang terpukul habis. Dinamika perjuangan dan kemajuan seperti ditarik mundur jauh ke belakang. Persoalan yang dihadapi masyarakat Flores pasca bencana bukan lagi bagaimana meneruskan dan memacu pembangunan, tapi bagaimana harus memulai lagi pembangunan itu dari bawah. Secara keseluruhan, masyarakat Flores kembali ke dinamika hidupnya, yang lebih keras dan sulit. Sejak kejadian bencana, mereka pada tingkat bergerak untuk berusaha bagaimana harus bangkit, belum bergerak untuk mengejar.

Selain itu, situasi yang sangat sulit memicu masalah-masalah yang menurunkan tingkat keamanan di lokasi terdampak. Pada bencana tahun 1992 negara telah hadir dan melakukan upaya-upaya untuk melindungi keselamatan masyarakat Flores, namun proses tidak berjalan mudah.


Perkuat Penanggulangan Bencana Lintas Sektor

Penanggulangan patut menjadi tenaga utama kita dalam menangani bencana. Penanggulangan bencana adalah proses yang dinamis, terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah penanganan bencana alam, meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi dan pembangunan kembali.

Upaya penanggulangan bencana alam di perlu multidisiplin ilmu dan membutuhkan koordinasi lintas sektoral. Untuk itu antar sektor perlu latihan rutin dalam rangka sinergi mensukseskan koordinasi tersebut agar memahami prosedur standar dalam penanggulangan bencana. Tantangan lain yang dapat ditemui di lapangan diantaranya acuhnya masyarakat terhadap potensi bencana di wilayahnya serta infrastruktur pendukung keselamatan.

Salah satu upaya yang perlu kita lakukan dalam menjawab tantangan tersebut ialah membangun sikap tanggap bencana bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan, misalnya melakukan pelatihan Sekolah Lapang Gempa. Sekolah Lapang Gempa bertujuan untuk menguatkan peran UPT BMKG daerah sebagai perpanjangan tangan BMKG pusat yang berperan dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai Informasi Gempa dan Peringatan Dini Tsunami dan menguatkan peran BPBD sebagai simpul utama dari komunikasi di daerah dalam memberikan informasi dan arahan yang benar kepada masyarakat dan SKPD terkait Peringatan Dini Tsunami.

Sekolah Lapang Gempa akan memberi pelatihan langkah-langkah dalam menghadapi sebelum, saat dan setelah gempa terjadi serta langkah tanggap menghadapi gempa potensi tsunami; Pengenalan Jenis Peringatan Dini, Status Ancaman, Timeline Peringatan Dini dan Rantai Peringatan Dini Tsunami; Pemaparan Peran dan tantangan media dalam mitigasi bencana gempa dan tsunami; Diskusi Kelompok untuk menggali kapasitas masing-masing kelompok peserta; dan Gladi Ruang dalam bentuk Pelatihan di dalam ruangan untuk menguji pemahaman Produk Peringatan Dini Tsunami, Rantai Peringatan Dini, dan SOP Pengambilan Keputusan.

Poin-poin di atas amat penting karena peringatan dini tsunami memerlukan koordinasi yang tepat sasaran dan mudah dipahami di lapangan. Kegiatan ini melibatkan banyak pemangku kepentingan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/POLRI, media masa, dan LSM yang bertujuan untuk memahami rantai peringatan dini gempa potensi tsunami agar tidak terjadi kesimpangsiuran di lapangan. Kegiatan tersebut juga selalu dievaluasi untuk menemukan kekurangan yang merugikan kelancaran jalur peringatan.

Pelajaran yang dapat diambil dari Sekolah Lapang Gempa tersebut ialah perlunya tindak lanjut dalam bentuk penguatan kapasitas pusdalops/BPBD dan media yang merupakan bagian dari rantai peringatan dini tsunami, serta peningkatan sikap tanggap masyarakat dalam merespon bahaya tsunami. Pelajaran ini disusun sedemikian rupa dalam bentuk rekomendasi.

Admiral Musa Julius, Staf Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Jakarta, Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Bencana Universitas Pertahanan (UNHAN)

Berdampak ke 3 Negara

Gempa Larantuka NTT Terasa hingga 3 Negara

Liputan6.com 2021-12-14 11:16:35
Gempa Larantuka, NTT. (Screenshot)

Gempa mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa magnitudo 7,5 dilaporkan terjadi pada pukul 10.20 WIB.

BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara akibat gempa NTT tersebut.

Menurut The United States Geological Survey (USGS) atau Badan Survei Geologi AS, getaran gempa tersebut dilaporkan terasa di tiga negara yakni Timor-Leste, Indonesia, dan Australia.

Melalui situsearthquake.usgs.gov, disebutkan bahwa kekuatan gempa yang terdeteksi adalah magnitudo 7,6 --belakangan direvisi menjadi 7,3 -- sementara BMKG menyebutnya 7,5.

Gempa melanda 91 kilometer (56 mil) utara Maumere, di Pulau Flores Indonesia. USGS mengatakan gempa terjadi pada kedalaman 76 kilometer (47 mil) di Laut Flores pada pukul 11.20 waktu setempat (10:20 ET).

Kendati demikian untuk potensi tsunami yang berdampak pada sejumlah wilayah AS tidak terdeteksi oleh USGS.

Meskipun tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, USGS mengatakan berdasarkan parameter gempa awal, "gelombang tsunami yang berbahaya mungkin terjadi di pantai yang terletak dalam 1.000 kilometer (621,371 mil) dari pusat gempa," demikian seperti dilaporkan CNN.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Potensi Tsunami Akibat Gempa Larantuka Curi Perhatian Dunia

Gempa yang mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga terpantau The United States Geological Survey (USGS) atau Badan Survei Geologi AS. Melalui situs earthquake.usgs.gov, disebutkan bahwa kekuatan gempa yang terdeteksi adalah magnitudo 7,6 --belakangan direvisi menjadi 7,3 -- sementara BMKG menyebutnya 7,5.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara akibat gempa Larantuka tersebut.

Kendati demikian untuk potensi tsunami yang berdampak pada sejumlah wilayah AS tidak terdeteksi oleh USGS.

Meskipun tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, USGS mengatakan berdasarkan parameter gempa awal, "gelombang tsunami yang berbahaya mungkin terjadi di pantai yang terletak dalam 1.000 kilometer (621,371 mil) dari pusat gempa," demikian seperti dilaporkan CNN.

Potensi tsunami untuk wilayah Indonesia sejauh ini mencuri perhatian dunia. Media India, NDTV, menyorot dalam artikel "7.3-Magnitude Earthquake Strikes Indonesia; Tsunami Warning Issued".

"Gempa berkekuatan megnitudo 7,3 melanda Indonesia bagian timur pada hari Selasa, ketika pemantau memperingatkan kemungkinan gelombang tsunami yang berbahaya," kata Survei Geologi AS yang dikutip NDTV.

USGS mengatakan gempa melanda sekitar 100 kilometer utara kota Maumere pada kedalaman 18,5 kilometer (11 mil) di Laut Flores pada pukul 03.20 GMT.

USGS mengatakan kemungkinan korban rendah, sambil mencatat bahwa "gempa bumi baru-baru ini di daerah ini telah menyebabkan bahaya sekunder seperti tsunami dan tanah longsor yang mungkin menyebabkan kerugian".

Sementara itu, media Inggris Reuters, memuat artikel "Indonesia issues tsunami warning after quake of magnitude 7.5".

Jaringan televisi New York, News 10 ABC,juga mengangkat isu potensi tsunami akibat gempa NTT itu dengan artikel bertajuk "7.3 undersea quake in Indonesia triggers tsunami warning".

Sedangkan media Israel, The Jerussalem Post,dengan "Indonesia issues tsunami warning after magnitude 7.5 earthquake".

Media tetangga dari Singapura, businesstimes.com.sg, juga mengulas potensi tsunami dari gempa Larantuka dengan tulisan "Indonesia issues tsunami warning after quake of magnitude 7.5". Menyebutkanbahwa Pusat Seismologi Eropa-Mediterania memperkirakan besarnya gempa 7,7, menempatkannya pada kedalaman 5 km.

Media Jepang, Japan Today juga memuat artikel dengan judul serupa "Indonesia issues tsunami warning after quake of magnitude 7.5".


INFOGRAFIS: Deretan Gempa Terbesar di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir

 

Selayar Ikut Rusak

Gempa NTT Terasa hingga Makassar dan Selayar, Gedung Sekolah Rusak

Liputan6.com 2021-12-14 12:48:19
Pemutakhiran BMKG terkait gempa NTT. (bmkg.go.id)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021), terasa hingga ke Kota Makassar dan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. BNPB mendapat laporan bahwa terdapat gedung sekolah yang rusak akibat gempa tersebut.

"Menurut informasi BPBD Kabupaten Selayar, terdapat kerusakan gedung sekolah namun pihak BPBD masih melakukan pendataan di lokasi terdampak," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip dari siaran pers, Selasa (14/12/2021).

Adapun gempa yang mengguncang NTT tersebut berpotensi tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan potensi tsunami berdasarkan pemodelan di beberapa wilayah NTT, yaitu Flores Timur, bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata.

Status peringatan adalah Waspada yang merujuk pada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang berada pada status ini diharapkan untuk memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai

"BMKG menginformasikan estimasi tiba tsunami dengan waktu berbeda pada wilayah-wilayah tersebut," jelas Abdul.


Tsunami minor terdeteksi di Marapokot

Berdasarkan pengamatan muka air laut dari Badan Informasi Geospasial (BIG), tsunami minor terdeteksi di Marapokot dan Reo dengan ketinggian 7 cm.

Berdasarkan data kegempaan pada parameter lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG merilis bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Laut Flores.

Di samping itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau _strike slip_.

Parameter lain dengan skala MMI atau modified mercally intensity, BMKG merilis guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III -- IV MMI, sedangkan Tambolaka, Waikabubak dan Waingapu III MMI.

Gempa susulan tercatat hingga pukul 11.40 WIB menunjukkan adanya 15 aktivitas gempa susulan dengan maksimum M5,6.

Dievakuasi dalam Kondisi Diinfus

Gempa NTT, Anak Masih Pakai Selang Infus Ikut Dievakuasi Keluar Rumah Sakit

Liputan6.com 2021-12-14 12:00:39
Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016, gempa guncang Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Ilustrasi Gempa: cdn.abclocal.go.com)

Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dua kali diguncang gempa pada Selasa, (14/12/2021).

Lindu pertama terjadi di Larantuka, sekitar pukul 10.20 WIB dengan magnitudo 7,5. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sempat mengeluarkan peringatan tsunami.

Sementara gempa magnitudo 5,5 kembali mengguncang NTT pada pukul 10.47 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, koordinat gempa 7.55 Lintang Selatan (LS) - 121.75 Bujur Timur (BT) atau 129 km Barat Laut Maumere-Sikka, NTT.

BMKG menyatakan, kedalaman gempa 10 kilometer. Lindu tidak berpontensi tsunami.

Gempa NTT membuat warga yang berada di lokasi terdampak panik. Dalam video detik-detik gempa NTT yang ditayangkan Liputan6.com terlihat sejumlah pasien salah satu rumah sakit terpaksa keluar menyelamatkan diri. Begitu juga dengan tenaga kesehatan yang tengah bertugas saat itu.

(Simak videonya pada tautan ini)

Sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dan seberapa para kerusakan akibat kejadian ini.


Antisipasi Gempa

Gempa merupakan kejadian alam yang sulit dihindari. Namun ada sejumlah langkah yang mungkin bisa dilakukan untuk sebagai langkah antisipasi bila terjadi lindu. Apa saja?

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.


Selanjutnya

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.