Museum Vanessa Angel

6 Potret Museum Vanessa Angel Buatan Doddy Soedrajat, Ingin Seperti Nike Ardila

Liputan6.com 2021-12-14 12:30:14
Di museum kecil Vanessa Angel itu tampak beberapa barang mendiang dipajang. (Sumber: Instagram/vanessaangelofficial/andymulyna)

Keluarga almarhumah Vanessa Angel, terutama sang ayah, Doddy Soedrajat, sempat mengatakan akan membuat museum kecil untuk sang putri. Museum itu nantinya akan berisikan barang-barang yang pernah digunakan Vanessa Angel semasa hidup.

"Saya mau buat seperti Nike Ardilla. Jadi seperti itu saya mau bikin museum seperti Nike Ardila untuk Vanessa Angel," kata mertua mendiang Bibi Ardiansyah, saat ditemui di kawasan Rawamangun Jakarta Timur pada Selasa malam (23/11/2021) lalu.

Keinginan itu pun akhirnya terealisaskikan. Museum kecil untuk mengenang Vanessa Angel sudah tampak selesai dibuat oleh Doddy Soedrajat. Penampakan museum itu pun lantas viral di media sosial usai diunggah oleh salah seorang kerabat Vanessa yang lalu ramai direpost akun-akun lain.

Beberapa barang artis FTV itu tampak dipajang dengan berlatar belakang serba putih. Lebih jelasnya, berikut ini 6 potret museum Vanessa Angel buatan Doddy Soedrajat dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Selasa (14/12/2021).


1. Dody Soedrajat mewujudkan keinginannya membuat museum untuk mengenang putrinya, Vanessa Angel.

 


2. Tampak museum kecil itu didominasi dengan kain serba putih dan lampu ungu.

 


3. Beberapa barang Vanessa tampak dipajang di museum tersebut, salah satunya sepatu boot coklat.

 


4. Terlihat juga jaket hitam lengkap dengan topi yang diketahui pernah dipakai oleh almarhumah Vanessa Angel.

 


5. Selain barang-barang yang pernah dipakai Vanessa, terpajang pula gitar milik istri Bibi Ardiansyah.

 


6. Foto-foto Vanessa Angel juga dipajang dengan digantung di museum kecil tersebut.

 

Duka Ahok untuk Haji Lulung

Ahok Ucapkan Duka Cita Atas Meninggalnya Haji Lulung

Liputan6.com 2021-12-14 12:14:00
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Abraham Lunggana (Haji Lulung) saat di Lebaran Betawi, Jakarta (14/9/2014) (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok turut berduka cita atas meninggalnya politikus PPP Abraham Lunggana atau Haji Lulung.

Dia pun mengucapkan doa atas kepergian pria yang selalu bersinggungan dengannya saat berada di Pemprov DKI Jakarta. Diketahui Haji Lulung meninggal dunia pada Selasa (14/12/2021).

"Turut berduka cita. Semoga arwah almahum diterima di sisi Allah," kata Ahok saat dikonfirmasi.

Senada, teman separtai Ahok dari PDIP yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi juga mengucapkan belasungkawa atas kepergian Haji Lulung.

"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un, duka cita mendalam atas meninggalnya sahabat saya Haji Lulung, kami semua di warga DKI sangat kehilangan sosok beliau," kata pria yang akrab disapa Pras ini.

Dia pun mengenang sosok Haji Lulung sebagai tokoh masyarakat yang bersahaja dan baik hati. "Beliau benar-benar sosok yang bersahaja dan pekerja keras. Sedih mendengar berita mendadak seperti ini," kata Pras.

Dia turut mendoakan agar amal ibadah Haji Lulung diterima Allah SWT. "Orang baik Insyaallah diterima Allah SWT. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah dan keluarga selalu kuat," tutur Pras.


Meninggal Dunia

Politikus PPP Abraham Lunggana yang akrab disapa Haji Lulung meninggal dunia hari ini, Selasa (14/12/2021).

Kabar tersebut dibenarkan Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi alias Awiek.

"Inna Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji'uun. Baru saja kabar duka cita. Ketua DPW PPP DKI abanda Haji Lulung Meninggal Dunia pada Selasa, 14 Desember 2021 Jam 10.51," kata Awiek pada wartawan, Selasa (14/12/2021).

Almarhum disebut menghembuskan nafas terakhir di RS Harapan Kita, Jakarta Barat.

DPP PPP pun menyampaikan permintaan maaf atas atas nama Haji Lulung.

"Mohon maaf atas segala salah dan dosanya selama pergaulannya semasa hidupnya, semoga Allah SWT berikan terbaik diterima segala amal ibadahnya dan Husnul Khotimah," kata Awiek.

Terungkap, Pacar Nike Ardilla

Usai 26 Tahun Baru Muncul, Ini 4 Fakta Shendy Heryadi Mantan Pacar Nike Ardilla

Liputan6.com 2021-12-13 12:10:16
Jarang Tersorot, Ini 4 Fakta Sosok Shendy Heryadi Mantan Pacar Nike Ardilla (Sumber:TikTok/@d.27k, Instagram/shendy_pranoordy_heryadi)

Penyanyi legendaris Nike Ardilla memberikan kenangan melalui lagu-lagunya yang melantun indah. Lebih dari 26 tahun, sosok pelantun lagu Seberkas Sinar ini meninggal dunia, tepat pada 19 Maret 1995. Siapa sangka, sosok berparas cantik ini meninggalkan sebuah rahasia terkait kisah cintanya yang akhir-akhir ini sosoknya tengah jadi perbincangan.

Melalui foto-foto yang beredar, sosok ini ialah Shendy Heryadi yang kini seorang pelatih skateboard. Belakangan mantan pebalap ini membuat pengakuan bahwa ia merupakan mantan pacar Raden Rara Nike Ratnadilla ini. Melalui foto yang beredar ia membenarkan foto kebersamaan mereka merupakan momen saat Nike Ardilla merayakan ulang tahun Shendy.

Sontak foto-foto yang beredar menjadi sorotan publik, terlebih bagi para penggemar penyanyi dan juga pemain film kelahiran 27 Desember 1975 ini. Berbagai anggapan muncul, hingga pengakuan mantan pacar Nike Ardilla yang mengungkap rasa yang terpendam selama 26 tahun sejak kepergian almarhumah.

Selain sebagai pelatih skateboard, Shendy Heryadi juga menggeluti dunia perfilman hingga kontributor majalah. Seperti apa sosok Shendy? Berikut Liputan6.com merangkumnya dari berbagai sumber, Senin (13/12/2021).


Nike Disebut Minta Dilamar Shendy

Mengutip YouTube ESG Entertainment, Shendy Heryadi mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Nike Ardilla kala itu berlangsung dengan serius. Sosok pria yang pernah mengisi hati Nike Ardilla ini membuktikannya selaras dengan foto-foto yang beredar di media sosial.

Shendy akhir-akhir ini menjelaskan hubungannya dengan Nike Ardilla sangat dekat. Bahkan ia mengungkapkan saat berada di Bangkok Nike memintanya untuk segera melakukan lamaran.

"Beberapa kali almarhumah itu meminta sama orang tua saya untuk melamarnya, mikirnya waktu itu kan umur kita masih muda belum kepikiran kesitu," ungkap Shendy mantan almarhumah Nike Ardilla.


Penyesalan Shendy

Tak lama setelah Nike mengutarakan keinginan hatinya untuk dilamar, ia mengalami kecelakaan tunggal di Bandung. Mobil yang ia kendarai menghantam beton di jalan Raden Eddy Martadinata.

Menanggapi keinginan Nike untuk segera menjalani kehidupan yang serius, Shendy mengatakan bahwa saat itu mereka masih berusia muda. Kala itu ia belum terpikir untuk melanjutkan hubungan ke jenjang lebih tinggi.

Kala itu Shendy hanya memberikan jawaban kepada Nike Ardilla untuk menjalani dulu hubungan mereka.

"Jawabannya iya gak ngasih jawaban sih waktu itu, Cuma iya jalani saja dulu," tutur Shendy.


Foto-Foto Penuh Kenangan

Dalam foto yang beredar, diva rock asal Bandung ini pernah menemani Shendy dalam ajang balapan. Menunggangi mobil balap, Shendy dengan serius mempersiapkan diri dengan mobil beserta timnya.

Selain itu foto-foto perayaan ulang tahun Shendy yang ke 17 kala itu menggambarkan kedekatannya dengan Nike Ardilla. Kala itu momen kisah kasih mereka makan-makan yang kemudian berangkat ke Bangkok.


Paras Shendy Muda Mirip Lucas NCT

Beredarnya foto-foto muda mereka berdua tampaknya menjadi sorotan netizen. Berbagai anggapan pun muncul di kolom komentar yang dibagikan video TikTok akun @d.27k. Tak jarang mereka menganggap sosok Shendy saat masih mudah bahkan mirip dengan Boy Band Korea Selatan NCT.

"Foto pertama pacarnya mirip Lucas NCT," tulis @quen_tika12.

"Ganteng banget sumpah," tulis @uneereall.

"Mirip Lucas," tulis @sukaacimorycashew.

"Agak mirip Lucas ga sih?" tulis @calista080929.

BTS Bikin Jubah Mandi Naik Kelas

Gaya Anti-Mainstream J-Hope BTS, Pakai Baju Mirip Jubah Mandi di Bandara

Liputan6.com 2021-12-14 17:01:29
Gaya Anti Mainstream J-Hope BTS, Pakai Baju Mirip Handuk ke Bandara. (dok.Instagram @koreadispatch/https://www.instagram.com/p/CXQsSr2haJe/Henry)

Boyband asal Korea Selatan Bangtan Boys (BTS) baru-baru ini menggelar konser sekaligus tampil di ajang penghargaan di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Setelah itu, mereka kembali ke Korea Selatan untuk menjalani liburan panjang.

Usai melakukan karantina mandiri, J-Hope menjadi personel BTS terakhir yang sampai di Korea Selatan. Di Bandara Incheon, Seoul, pemilik nama asli Jung Ho-Seok ini tampil unik dengan pakaian yang anti-mainstream.

Dalam unggahan akun Instagram @koreadispatch, 9 Desember 2021, J-Hope terlihat memakai kaus keluaran brand Crome Hearts berwarna kuning. Dilansir dari Instagram @btscloset___, kaus itu dibanderol 700 dolar AS atau sekitar Rp10 jutaan.

J-Hope melapisi kaus kuningnya dengan outer keluaran brand UGG yang mirip jubah mandi. Personel BTS ini terlihat percaya diri menyusuri jalanan bandara dengan baju handuk mandi berwarna cokelat ini.

Meskipun kombinasi pakaiannya membuat penggemar kaget, J-Hope tetap terlihat keren. Baju handuk ini dibanderol 145 dolar atau sekitar Rp2,1 Juta. Tak lupa, J-Hope memakai masker hitam untuk menjalani protokol kesehatan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rp75 juta

Bukan hanya menggunakan hoodie dan baju handuk, J-Hope memadukan penampilannya dengan celana Silver Embellished Track Pants seharga 1.695 dolar AS atau sekitar Rp24 juta. Penyanyi lagu 'Butter' ini terlihat simpel dengan sandal hitam beraksen gambar bibir.

Sandal berbahan kulit ini dibanderol seharga 725 dolar AS atau sekitar Rp10,5 juta. Untuk melengkapi penampilannya, J-Hope menggunakan kacamata hitam dengan aksen gold di bagian bingkainya.

Kacamata Matty Boy TV Party ini dibanderol 2.000 dolar AS atau sekitar Rp29 juta. Total outfit unik J-Hope saat di bandara ini mencapai Rp75 juta.


Mirip Batik

Seperti personel BTS lainnya, J-Hope termasuk cukup menyukai bidang fesyen. Pada Juli lalu misalnya, BTS melakukan debut di spin-off fesyen film koleksi busana pria Fall/Winter 2021 Louis Vuitton .

Vogue menyebut keseluruhan pergelaran busana yang menampilkan rancangan direktur artistik LV, Virgil Abloh, itu sebagai "game changer." Namun, bagi warga Indonesia, tampilan J-Hope BTS jadi satu yang bikin salah fokus.

Pasalnya, main dancer BTS ini terlihat memakai setelan jas yang aksennya sempat disebut mirip motif batik kawung. Menonjolkan visual yang membuatnya disamakan dengan karakter kartun populer, Jack Frost, J-Hope tampil menawan mengenakan setelan jas berwarna perpaduan abu, cokelat, dan biru tua.

Padanan itu tampak kontras dengan sepatu merah yang dipakai Hobi, sapaan akrabnya. Motif khas LV, yang sempat disebut mirip motif batik, muncul di kemeja, dasi, jaket, dan memenuhi setiap bagian celana panjang yang dipakai J-Hope.


Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion

 

Artis Rizky Nazar Ditangkap

Rizky Nazar Ditangkap Saat Sedang Pakai Ganja

Liputan6.com 2021-12-14 12:39:18
Tak hanya berfungsi sebagai penutup kepala, topi juga menjadi aksesori untuk menunjang penampilan. Menggunakan topi baseball berwarna hijau, penampilan Rizky terlihat lebih trendi. (Liputan6.

Satu lagi artis yang ditangkap polisi terkait dugaan penyalahgunaan obat terlarang. Dia adalah RN alias Rizky Nazar yang diamankan polisi pada Senin (13/12/2021) malam.

Rizky Nazar diciduk oleh polisi di rumahnya di Kecamatan Keramat Jati, Jakarta Timur. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya.

"Jadi pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa yang ditangkap kemarin itu atas nama Rizky Nazar. Usia 25 tahun, Islam, artis," kata Kombes Pol Endra Zulpan di Polres Jakarta Selatan, Selasa (14/12/2021).

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ganja

Menurut keterangan polisi, Rizky Nazar ditangkap di TKP saat sedang menggunakan barang haram jenis ganja.

"Yang bersangkutan pada saat ditangkap sedang menggunakan narkotika jenis ganja. Kemudian barang bukti yang diamankan itu ganja dengan berat kurang lebih 1 gram," paparnya.


Pemeriksaan

Rizky Nazar masih menjalani pemeriksaan lebih mendalam di Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi rencananya akan merilis kasus ini esok hari.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan, belum bisa dihadirkan dulu. Terkait dari mana yang bersangkutan mendapatkannya masih diburu penyidik," ia mengakhiri.


Narkoba Artis

Rizky Nazar adalah artis ketiga yang diciduk polisi dalam sepekan terakhir. Sebelumnya Jeff Smith ditangkap pada 8 Desember 2021 terkait LSD. Lalu menyusul Bobby Joseph pada 10 Desember terkait sabu.

Langit Merah di Gunung Welirang

Penjelasan BMKG Soal Fenomena Langit Merah di Gunung Welirang

Liputan6.com 2021-12-14 11:18:45
Video kemunculan awan merah disertai petir di atas Gunung Welirang, Pasuruan, Jawa Timur, ramai dibicarakan warganet di media sosial. (Liputan6.com/ Istimewa)

Fenomena langit merah disertai petir yang terjadi di sekitar Gunung Welirang sempat membuat heboh warganet. Video yang menggambarkan fenomena tersebut pun sempat ramai di media sosial.

Banyak warganet yang mengaitkan fenomena tersebut dengan kondisi Gunung Welirang yang masih aktif. Namun berdasarkan keterangan resmi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) peristiwa itu merupakan hal yang biasa terjadi.

"Fenomena awan yang terlihat berwarna merah, merupakan hal yang biasa terjadi. Hal tersebut merupakan salah satu contoh fenomena optik atmosfer," tutur Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stamet Juanda, Teguh Sri Susanto seperti dikutip dari akun Instagram @infobmkgjuanda, Selasa (14/12/2021).

Lebih lanjut dijelaskan, warna awan disertai langit merah di sekitarnya disebabkan oleh pembiasan cahaya Matahari dari partikel-partikel yang ada di atmosfer, sehingga menghasilkan energi yang rendah, gelombang panjang, dan memunculkan warna kemerahan.

"Semakin rendah posisi Matahari dari garis cakrawala, semakin rendah pula cahaya merah yang dicapai," tutur Teguh lebih lanjut. Fenomena langit kemerahan ini memang biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kemunculan Petir

Selain itu, pada sore menjelang malam teramati dari radar BMKG Juanda terpantau banyak pertumbuhan awan Cumulonimbus di sekitar lokasi video, yakni Gunung Welirang. Awan cumulonimbus sendiri merupakan satu-satunya jenis awan yang dapat menghasilkan petir.

"Sambaran kilat dari awan ini menambah cahaya kemerahan dari langit tersebut. Diharapkan masyarakat agar tidak panik. Tetap selalu memantau dan mencari informasi yang valid, sehingga terhindar dari isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Terima kasih," ujar Teguh menutup pernyataannya

(Dam/Isk)


Infografis 7 Tips Naik Gunung Minim Sampah

 

Vaksin Covid-19 untuk Anak

HEADLINE: Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai, Kenapa Baru Sekarang?

Liputan6.com 2021-12-15 00:03:03
Vaksinasi anak di SDN Depok 1, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (14/12/2021). (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Selasa, 14 Desember 2021, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun mulai dilakukan secara bertahap. Sebanyak 26,5 juta anak akan mendapatkan vaksin Sinovac, di mana untuk tahap pertama ini akan menyasar 8,8 juta jiwa dari 106 kabupaten/kota dari 11 provinsi.

Dukungan pemerintah untuk vaksinasi anak ini diperlihatkan dengan turun langsungnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy di SDN Depok 1, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

"Menurut saya ini adalah langkah positif dari Pemerintah, Pak Menkes untuk memastikan bahwa anak juga aman dari Covid-19," ujar Muhadjir, Selasa pagi.

Tak hanya Muhadjir, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono juga turun meninjau vaksinasi anak di SDN 03 Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Tak sekadar meninjau, Dante juga menjadi petugas vaksinasi dalam kegiatan ini.

"Mudah-mudahan dengan vaksinasi ini, anak-anak bisa lebih sehat, bisa lebih terjamin untuk tidak terkena infeksi Covid-19 ketika mereka melakukan proses belajar dan mengajar di sekolah secara langsung," ucap Dante.

Namun, banyak yang beranggapan bahwa vaksinasi bagi kelompok usia 6-11 dilakukan baru sekarang karena mereka punya imunitas yang kuat. Dengan segala kekuatan itu, anak-anak dinilai tidak menjadi prioritas bagi pemberian vaksin.

Namun, hal itu dibantah Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi. Menurut dia, tak ada hubungannya antara vaksinasi anak yang baru digelar sekarang dengan imunitas kelompok umur tersebut.

"Jadi ndak banget (kuat menangkal Covid-19), hanya saja mereka umumnya tidak bergejala, sementara risiko penularan sama," ujar Siti kepada Liputan6.com, Selasa (14/12/2021).

Soal vaksinasi anak yang baru sekarang diberikan, disebutkan karena uji klinis untuk anak-anak baru saja selesai karena mendahulukan uji klinis dari kelompok usia yang lebih rentan.

"Karena memang kajian klinisnya selesai belakangan, lantaran yang (berakibat) sakit berat dan kematian terutama terjadi pada orang yang lebih tua," tegas Siti.

Ditambahkan, sebenarnya kelompok usia anak-anak yang tengah disasar untuk divaksinasi belum punya daya tahan tubuh yang bagus, sehingga tetap saja rentan untuk terpapar Covid-19 seperti orang di kelompok usia lainnya.

"Karena imun anak yang belum terlalu sempurna, maka biasanya mereka tertular tapi tidak bergejala," jelas Siti.

Selain itu, dia juga menjeaskan bahwa untuk saat ini memang belum semua anak-anak usia 6-11 tahun yang divaksinasi. Untuk tahap ini baru hanya mencakup 8,8 juta jiwa dari 106 kabupaten/kota dari 11 provinsi.

"Hanya kabupaten dan kota yang memenuhi syarat cakupan vaksinasi seperti di Inmendari," ujar Siti.

Berdasarkan Inmendagri 66/2021, daerah boleh memvaksinasi anak setelah mencapai target minimal 70 persen dosis pertama dari total sasaran daerah. Selain itu mencapai minimal 60 persen dosis pertama pada sasaran warga lanjut usia (lansia).

Selain itu, dia juga membantah kalau vaksinasi anak ini nantinya akan dijadikan persyaratan untuk sekolah bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara normal.

"Tidak, PTM tidak menjadikan vaksinasi anak sebagai syarat," pungkas Siti.

Infografis Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai. (Liputan6.com/Trieyasni)

Sementara itu, epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko berbeda pendapat dengan Siti. Dia membenarkan bahwa kelompok usia anak lebih kuat menangkal masuknya virus Covid-19 dibandingkan dengan rentang usia lainnya.

"Benar, karena dari segi imunitas anak itu lagi berkembang, tapi memang itu tergantung kelompok usianya, di bawah enam tahun dan di atas enam tahun, itu berbeda," ujar Miko kepada Liputan6.com, Selasa petang.

Dia mengatakan, dalam kategori di Indonesia, usia anak itu pada rentang 0-18 tahun, tapi mulai usia 12 tahun tetap dihitungnya anak meski lebih ke remaja.

"Karena usia 12 tahun ke atas organnya sudah berkembang baik. Menurut saya di atas lima tahun, enam tahun dan seterusnya kan aktivitas dan asupan makanannya sudah sama, imun juga sudah mulai menguat," jelas Miko.

Sekarang, lanjut dia, tinggal lagi menunggu kelompok usia paling muda yaitu balita atau bawah lima tahun untuk juga divaksinasi. Dia punya alasan kuat agar balita juga disegerakan vaksinasinya.

"Karena tidak sedikit ditemukan kematian pada balita akibat Covid-19," ujar Miko.

Untuk alasan lainnya, Miko sepakat dengan Siti bahwa vaksinasi untuk anak baru dilakukan sekarang, semata-mata karena menanti hasil uji klinis terhadap vaksin yang akan digunakan dengan kelompok umur anak.

"Vaksinnya itu harus dihitung dulu untuk dosis dewasa, setelah dewasa baru dihitung untuk dosis lainnya termasuk anak, karena dosis vaksin untuk anak dan dewasa itu berbeda. Jadi setelah diuji coba dengan berbagai jenis vaksin barulah sekarang vaksin untuk anak dapat diberikan," tandas Miko.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun tidak menjadi syarat untuk pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

"Vaksinasi tidak kita persyaratkan sebagai syarat pembukaan PTM, tetapi vaksinasi mendukung, mendorong keamanan kita agar bisa melaksanakan pembelajaran dengan baik," kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Jumeri di SDN Cempaka Putih Timur 03 Jakarta Pusat, Selasa siang.

Infografis Syarat Daerah Gelar Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun. (Liputan6.com/Trieyasni)

Ragam Ekspresi Usai Divaksin

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun akan dilakukan secara bertahap mulai 14 Desember 2021. Adapun target sasaran vaksinasi mencapai 26,5 juta anak.

Untuk tahap pertama vaksinasi akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60 persen. Hingga kini sebanyak 8,8 juta jiwa dari 106 kabupaten/kota dari 11 provinsi yang sudah memenuhi kriteria tersebut.

"11 provinsi yakni, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Bali," jelas Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, Senin (13/12/2021).

Untuk DKI Jakarta, vaksinasi anak sudah dimulai sejak Selasa (14/12/2021) pagi. Pemprov DKI menargetkan 1,1 juta anak usia 6-11 tahun di Jakarta akan mendapat layanan vaksinasi COVID-19, baik di sekolah maupun sentra vaksin lainnya.

Pantauan Liputan6.com, proses vaksinasi di sejumlah sekolah berlangsung lancar yang diselingi dengan berbagai kejadian lucu.

Di SDN Kalibata 11, Jakarta Selatan, vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di sekolah tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB. Satu per satu anak dipanggil bergiliran sesuai dengan nomor urut kedatangan. Proses vaksinasi anak pun digelar dengan protokol kesehatan ketat.

Para anak didampingi orangtua untuk memastikan identitas dan tensi serta berat badan untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum divaksinasi.

Salah satu siswa kelas 4 SD bernama Gevyn Nhurberthus mengaku tidak merasakan sakit saat jarum suntik menusuk lengannya. Menurutnya hanya ada rasa geli yang dirasakan.

"Tidak sakit cuma geli saja," kaya Gevyn saat berbincang dengan Liputan6.com.

Gevyn berharap, usai divaksin dia bisa segera mendatangi tempat-tempat hiburan dengan lebih merasa aman.

"Ingin jalan-jalan liburan setelah divaksin," ungkap dia gembira.

Ungkapan senada diungkapkan Caca Aulia, murid kelas 4 SDN Kalibata 11 yang mengatakan kalau tidak ada rasa takut saat hendak divaksin. Dia juga meyakini vaksin dapat membuat sehat.

"Cuma sakit sedikit, tapi biar sehat," kata Caca sambil tersenyum.

Lain lagi di SDN Kebayoran Lama Utara 03, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, seorang anak menangis saat hendak mengikuti vaksinasi karena takut dengan jarum suntik. Sejumlah anak juga tampak menutup wajah dan memeluk orangtuanya lantaran takut disuntik.

Namun, tak sedikit pula siswa yang tenang saat hendak disuntik.

"Enggak ada rasa sakit kok, malah saya mau vaksin lagi," kata salah satu pelajar SD usai divaksinasi.

Kondisi yang sama terlihat di SDN Pondok Bambu 02, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sejumlah anak yang ketakutan karena akan disuntik vaksin COVID-19 itu berusaha ditenangkan oleh petugas kesehatan dan orangtua yang mendampingi.

Anak-anak yang selesai divaksin juga mendapat hadiah balon.

"Saya senang anak saya dapat vaksin biar bisa cepat masuk sekolah karena kadang kalau di rumah anak-anak suka malas," kata salah satu orangtua, Lia.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta para orangtua agar segera memvaksinasi anaknya.

"Mengimbau orangtua/wali peserta didik agar mengizinkan dan mendorong anaknya yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan untuk divaksinasi Covid-19," kata Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti dalam Surat Edaran (SE) Nomor 32 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Menjelang Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Selasa (14/12/2021).

Diharapkan, vaksinasi ini bisa mencapai tujuannya sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bahwa vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun bertujuan untuk:

1. Mencegah sakit berat dan kematian pada anak yang terinfeksi.

2. Mencegah penularan pada anggota keluarga dan saudaranya yang belum dapat divaksinasi atau yang mempunyai risiko terinfeksi.

3. Mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka, meminimalisasi penularan di sekolah/satuan pendidikan.

4. Mempercepat tercapainya herd immunity.


Anak Takut Disuntik, Itu Wajar

Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun sudah dimulai. Pantauan Liputan6.com disejumlah sekolah yang menggelar vaksinasi di Jakarta, Selasa (14/12/2021), sebagian anak-anak yang akan divaksinasi takut untuk disuntik.

Hal itu terlihat dari mereka yang menangis saat akan divaksinasi, menyatakan penolakan atau memperlihatkan wajah terpaksa. Ujung-ujungnya orangtua pun memaksa anaknya untuk divaksinasi.

Ketua Ikatan Psikologis Klinis Indonesia Wilayah DKI Jakarta Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi., Psi membenarkan bahwa sebagian orangtua kerap kali bertanya bagaimana menangani anak yang takut disuntik. Padahal ketakutan akan sesuatu termasuk disuntik ini adalah hal wajar.

"Takut disuntik itu relatif wajar. Persentasenya itu bisa sekitar 60% jadi ya wajar aja gitu kalau anak kita takut disuntik orang dewasa juga bisa takut disuntik kan," katanya, dalam webinar, Selasa (14/12/2021).

Namun, kata Nina, yang perlu dicek lebih lanjut apakah takutnya itu sampai mendalam hingga menjadi phobia misalnya. Sebab tidak banyak yang mengalami sampai phobia, tidak sampai sekitar 10%. Karena phobia itu itu jauh lebih besar daripada sekadar takut .

"Ketika seorang anak takut, ada reaksi tubuh seperti napas terengah-engah, detak jantung lebih cepat, pembuluh darah tepi menyempit serta otot seringkali menegang. Ketika reaksi tubuh seperti ini muncul, seringkali disertai reaksi psikis yang disebut fight reaction dan flight reaction," katanya.

Fight reaction, lanjut Nina, adalah ketika seorang mau melawan, menghantam saat menghadapi rasa takut. Ada juga flight reaction yang menunjukkan dia mau kabur.

"Ketika seseorang yang punya reaksi tubuh seperti ini, lalu disuntik, bayangkan otot tegang disuntik jadi sakit," ujar Nina.

"Anak yang mengalami ketakutan kalau dia disuntik bisa jadi tidak percaya pada orang disekitarnya, termasuk orangtuanya. Kenapa aku disakiti, kenapa disuntik secara mendadak. Hal terburuk, anak ini rentan mengalami masalah psikologis," jelasnya.

Untuk itu, penting sekali bagi orangtua untuk menjaga supaya reaksi tubuh dan psikis anak agar lebih tenang dulu sebelum diberi suntikan.

Menurut Nina, dalam hal ini peran orangtua dan sekolah sangat penting. Bagi orangtua, penting untuk melakukan hal berikut:

1. Menenangkan

"Ketika anaknya lagi takut, jangan diomelin atau kemudian diancam. Jangan pula berbohong bahwa disuntik itu tidak sakit, rasanya seperti digigit semut. Digigit semut itu sakit. Lebih baik bilang, sakit si memang tapi cuma sebentar kok," kata Nina.

2. Mempersiapkan

Orangtua bisa mempersiapkan anak untuk lebih tahu apa yang akan terjadi pada dirinya sebelum disunti. "Di usia 6-12 tahun, anak sudah bisa diajak ngobrol untuk bisa dipersiapkan suntik vaksin. Misalnya dengan baca buku, nonton film, diajak bicara dan sebagainya," ujar Nina.

3. Apresiasi

Mengapresiasi anak ketika dia sudah bersedia disuntik. "Ketika anak sudah mau disuntik, jangan diamkan anak ya, misalnya banyak orangtua ni justru bilang ayo kamu mau makan apa. Bukan begitu ya. Tapi tanya pengalamannya, validasi emosinya," ujar Nina.

Selain itu, beri apresiasi pujian juga termasuk kewajibannya dikurangi. Contohnya anak usia 6 sampai 11 tahun biasanya banyak les. "Karena hari ini kamu vaksin, boleh deh kamu off dulu les itu. Jadi kamu bisa istirahat dulu jadi dia lebih lega."

"Strategi tambahan yang bisa dilakukan orangtua adalah mengajari anak bernapas dalam, menghitung napas dan menyadari napas," ujar Nina.

Kemudian anak bisa diajak melihat tangga ketakutan. "Misalnya nilai 5 untuk terima suntikan, 4 sentuh jarum, 3 lihat orang disuntik, 2 dengar penjelasan suntikan, 1 lihat gambar suntikan," katanya.

Jadi anak bisa diajak berdiskusi, "Mana yang menurut kamu paling menakutkan dan yang paling berani misalnya poin berapa, nanti secara bertahap ajak anak seperti mulai dari membiasakan diri dari yang mudah ia jalani, contohnya melihat gambar suntikan lalu melihat orang disuntik dan sebagainya."

Selanjutnya, anak juga boleh dibiarkan terdistrasi dengan diajak ngobrol, atau sambil bernyanyi, melihat badut, membuat origami, meniup balon. Ia juga boleh membawa benda yang membuatnya tenang.

"Ada anak yang suka bawa boneka, dia boleh membawa boneka untuk membuatnya terdistrasi," pungkas dia.

Infografis 3 Lokasi Pertama Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun. (Liputan6.com/Trieyasni)

Raffi Ahmad Ajak Perangi Hoaks

Raffi Ahmad Jatuh Hati pada Buku Karya Kepala BIN Budi Gunawan, Ajak Khalayak Perangi Hoaks

Liputan6.com 2021-12-14 16:20:00
Raffi Ahmad. (Foto: Rio Motret dari Instagram @riomotret)

Bukan hanya Atta Halilintar yang jatuh hati pada buku Demokrasi di Era Post Truth karya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Prof Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan.

Raffi Ahmad mengapresiasi buku itu dengan alasan khusus. Menurut suami Nagita Slavina, karya Budi Gunawan mampu beradaptasi dengan masa sekarang maupun mendatang.

Lebih lanjut, Raffi Ahmad berpendapat buku Demokrasi di Era Post Truth salah satu bentuk kepekaan Budi Gunawan merespons isu-isu aktual dan perkembangan zaman yang serbadigital.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ikuti Perkembangan Generasi

"Pak Budi Gunawan bisa terus mengikuti perkembangan generasi. Buku ini penting banget dibaca untuk anak muda," kata personel Bukan Bintang Biasa dalam seminar online-offline yang digelar di Jakarta, baru-baru ini.

"Kalau mau sukses harus bisa beradaptasi dengan, lingkungan, keadaan, dan perkembangan zaman," imbuh Raffi Ahmad lalu menyebut salah satu tantangan besar di era sekarang, adalah hoaks.


Hoaks Bukan Musuh Personal

Bintang film 40 Hari Bangkitnya Pocong menyebut hoaks di medsos berkembang bak cendawan di musim hujan dengan bentuk beragam dari infografis hingga berita dengan konten tak sesuai fakta.

"Hoaks bukan hanya musuh personal, tapi jadi musuh negara. Apalagi saat ini hoaks mudah disebar. Masyarakat diharapkan bisa lebih pintar dalam bermedsos," Raffi Ahmad mengimbau.


Perkara Hoaks di Medsos

Pelantun "Tergila-gila" mengingatkan, di medsos, orang bisa menjadi siapa saja dan berbuat apa saja. Bahkan, hoaks pun disebar semudah mengetuk jemari di layar sentuh ponsel.

"Era sekarang itu, dengan menyebarkan hoaks melalui media digital dalam hitungan detik mudah saja. Jadi kita yang harus pintar-pintar di era sekarang ini," beri tahu Raffi Ahmad.


Relevan Bagi Generasi Muda

Buku Demokrasi di Era Post Truth karya Prof Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dicetak kali pertama pada April 2021. Cetakan kedua pada Mei 2021. Buku ini membahas disinformasi di era post-truth yang berdampak serius bagi demokrasi elektoral yang sehat.

Raffi Ahmad menilai buku ini relevan bagi generasi muda. "Buku Demokrasi di Era Post Truth ditulis pak Budi Gunawan asli keren banget abiz," cuit bintang sinetron Senandung Masa Puber di akun Instagram terverifikasinya, 11 Desember 2021.

Operasi Plastik Gratis 37 Ribu Anak

Kisah Heroik Dokter Bedah Plastik Lakukan 37 Ribu Operasi Gratis untuk Anak-Anak Ini Bikin Haru

Liputan6.com 2021-12-14 13:35:38
Dr. Subodh Kumar Singh (Sumber: Odditycentral)

Alami cacat sejak lahir seperti bibir sumbing tentu akan menjadi masalah bagi anak-anak. Dalam pertumbuhannya, anak-anak akan susah untuk berkomunikasi hingga kesusahan saat minum asi dari ibunya. Belum lagi bila dibiarkan sampai tumbuh besar, karena keluarganya tidak mampu anak-anak bisa mendapat perlakuan perundungan dari teman sebaya yang tidak mungkin untuk dihindari.

Atas alasan ini ada seorang dokter bedah asal India yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak-anak kurang mampu tersebut. Mengutip dari Odditycentral, Selasa (14/12/2021) dalam sebagian besar hidupnya, seorang dokter bernama Dr. Subodh Kumar Singh telah melakukan 37.000 operasi gratis untuk anak-anak yang alami cacat lahir seperti langit-langit mulut sumbing dan bibir sumbing secara gratis.

Aksinya ini pun membuat banyak anak-anak memiliki kesempatan hidup lebih baik di masa depan karena sikap dermawannya tersebut. Berikut ulasan aksi heroik dokter bedah lakukan 37.000 operasi gratis untuk anak-anak yang Liputan6.com kutip dari Odditycentral, Selasa (14/12/2021)


Memiliki masa kecil yang sulit, Dr. Subodh Kumar Singh ingin membantu sesama

Mengutip dari Odditycentral pada Selasa (14/12/2021) Dr. Subodh Kumar Singh merupakan pria yang lahir dari keluarga sederhana di Varanasi, di negara bagian Uttar Pradesh, India. Memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai pegawai kereta api sampai ia berusia 13 tahun sebelum ayahnya meninggal. Sejak ditinggal oleh sang ayah untuk selamanya, ia bersama ketiha kakaknya harus menafkahi keluarga dengan menjual lilin, sabun, dan kacamata buatan sendiri di jalanan dan di toko-toko lokal.

Sampai pada akhrinya saudara-saudara Subodh berhenti dari sekolah untuk menghidupi keluarga, tetapi mereka memastikan bahwa Subodh dapat melanjutkan pendidikan dan memenuhi mimpinya menjadi seorang dokter. Meskipun dia membantu saudaranya sebanyak yang dia bisa, mengerjakan beberapa pekerjaan sambil mengejar pendidikannya, Subodh Kumar Singh lulus dari Institut Ilmu Kedokteran, menyelesaikan pasca-kelulusannya di bidang bedah umum, dan berspesialisasi dalam bedah plastik.


Mengorganisi kamp medis gratis untuk anak-anak

Mengutip dari The Better India, Dr. Singh berkata. "Kesulitan membuat saya memahami emosi mereka dan berhubungan dengan mereka. Menjadi seorang dokter menempatkan saya pada posisi untuk membantu banyak orang. Saya ingin membuat kehidupan orang-orang yang kurang beruntung menjadi lebih baik."

Menyadari bahwa bayi dan anak-anak yang lahir dengan bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing membutuhkan pertolongan, ahli bedah plastik ini mulai mengorganisir kamp medis gratis dan membantu sebanyak mungkin penderita. Upayanya segera diperhatikan oleh Smile Train, sebuah inisiatif global yang berfokus pada operasi sumbing. Dengan dukungan mereka, dan LSM lain, Dr. Singh dapat membantu lebih banyak orang hingga mencapai 37.000 operasi.

Ayah Vanessa Banjir Kecaman

Gelar 40 Harian Vanessa Angel, Keluarga Doddy Sudrajat Malah Banjir Kecaman Warganet

Liputan6.com 2021-12-14 14:06:04
foto: Kapanlagi.com

Tak terasa, satu bulan lebih aktris Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah pergi selama-lamanya. Kemarin, Senin (13/12/2021) tepat 40 hari meninggalnya Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah usai mengalami kecelakaan di jalan Tol Nganjuk Jawa Timur.

Masing-masing pihak keluarga pun menggelar tahlilan 40 hari Vanessa Angel dan Bibi. Diketahui keluarga Bibi menggelar acara tahlilan sederhana di rumah di kawasan Srengseng, Jakarta Barat. Sementara keluarga Vanessa Angel menggelar acara tahlilan 40 hari di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Rupanya acara yang digelar oleh ayah Vanessa, Doddy Sudrajat mendapat sorotan warganet. Pasalnya, pada acara tersebut, adik Vanessa, Mayang dan Chika justru bernyanyi di depan orang-orang yang turut menghadiri acara tahlilan itu. Keduanya, menyanyikan lagu Seventeen bertajuk Kemarin dan Opick, Bila Waktu Tlah Berakhir.

Tak cukup sampai di situ, pihak keluarga diketahui menampilkan foto-foto Vanessa Angel tanpa Bibi dan Gala melainkan bersama dengan mantan-mantan kekasihnya. Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan bagi warganet. Tak sedikit yang lantas mengecam aksi keluarga Doddy Sudrajat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tuai Kecaman

"Astaghfirullah, acara 40 hari almarhumah Vanessa yang digelar pak Doddy tidak menampilkan video/foto Gala dan almarhum Bibi. Yang ditampilkan hanya keluarga pak Doddy dengan mantan-mantan almarhumah Vanessa," tulis akun @hosipupdateofficial.

Menanggapi hal itu, tak sedikit warganet yang lantas memberikan kecaman. Banyak yang mempertanyakan mengapa keluarga Doddy Sudrajat tak menampilkan foto alhamarhum Bibi dan justru menampilkan foto Vanessa bersama dengan mantan-mantannya.


Komentar Warganet

"Astaghfirullah pasangan halal sehidup semati nya malah GK di tampilkan..mantan pacar yg TDK halal malah ditampilkan, dgn seperti itu kasian ankmu dialam sana pak dodod..ngerti agama GK sich ni org..bnyk2 istigfar," tulis akun @feyzya.anjani.

"Ih maksudnya apa yah ? Suami tdk di tampilkan, malah mantan2 almh. Ckckck keluarga sendiri loh yg bkin roh anaknya tdk tenang," timpal @lorensiatgrg.

"Astagfirullah alm berusaha menutupi masalalu.. beserrta aib2nya.. ini ayah sndri malah membuka nya.. its ok sih klo ada fto2 dengan mantan tapi apa tdk bisakah foto keindahan keluarganya ditampilkan sebagai akhir yg happy ending," komentar @windahstevi.

"Mungkin dia lupa siapa yg angkat anaknya dari lembah hitam..... Sudahlah... Karma itu ada," kata @mynameisfiliant.