Volume 167

Omicron Masuk Indonesia

RI Temukan Kasus Omicron Pertama, Pasien Tanpa Riwayat Perjalanan ke Luar Negeri

Liputan6.com 2021-12-16 11:21:32
Menkes Budi Gunadi Sadikin tentang pengadaan vaksin COVID-19. (Foto: jabarprov.go.id)

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin melaporkan kasus pertama COVID-19 varian Omicron di Indonesia.

Menurut dia, kasus pertama varian Omicron ditemukan di tempat karantina, tepatnya di Wisma Atlet, Jakarta.

Namun, kasus pertama ini tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri.

"Kasus pertama tidak memiliki history perjalanan ke luar negeri," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/12/2021).

Kasus serupa ditemukan pula di Hong Kong, di mana orang yang terjangkit tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri, tapi memiliki riwayat merawat pasien.

"Karena kasus pertama tinggal di Wisma Atlet, jadi dia diisolasi di asrama Wisma Atlet."

Sementara ini, kasus konfirmasi Omicron adalah 1 orang dan probable (kemungkinan terpapar Omicron) 5 orang.

Guna mendeteksi varian Omicron, Budi mengatakan akan terus menggencarkan Whole Genome Sequencing (WGS) atau pengurutan DNA dengan peningkatan yang mulanya 5 persen jadi 10 persen.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan COVID-19 Varian Omicron

 


Simak Video Berikut Ini

Momen Haru Kremasi Laura Anna

7 Momen Haru Jelang Kremasi Jenazah Laura Anna, Penuh Isak Tangis

Liputan6.com 2021-12-16 16:10:01
Momen jelang kremasi jenazah Laura Anna (Sumber: KapanLagi.com/Budy Santoso)

Kabar duka datang dari selebgram yang namanya sedang trending belakangan ini. Laura Anna, selebgram yang pernah alami kecelakaan mobil pada tahun 2019 meninggal dunia pada usia 21 tahun pada Rabu (15/12/2021). Sebelumnya, Laura Anna sempat jadi sorotan karena tengah memperjuangkan keadilan atas hal yang menimpanya kepada Gaga Muhammad di pengadilan.

Hari ini jenazah Laura Anna pun dikremasi di Grand Heaven, Pluit, Jakarta. Dalam momen tersebut, terlihat suasana haru menyelimuti para pelayat, baik keluarga maupun para sahabat Laura Anna yang hadir.

Banyak di antara pelayat ini memakai busana serba putih dan hitam. Hingga saat ini ucapan bela sungkawa dari para selebriti dan netizen pun masih mengalir mengantar kepergiannya.

Berikut 7 momen jelang kremasi jenazah Laura Anna yang Liputan6.com kutip dari Kapanlagi.com, Kamis (16/12/2021)


1. Sempat trending, kabar kematian Laura Anna menjadi sorotan karena tengah perjuangkan keadilan

 


2. Kabar ini pun menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan para sahabat

 


3. Hari ini, Kamis (16/12/2021) jenazah Laura Anna dikremasi di Grand Heaven, Pluit, Jakarta

 


4. Dalam momen tersebut hadir keluarga besar dan para sahabatnya yang merupakan para selebgram

 


5. Kabar kematiannya ini menjadi sorotan, pasalnya sejak kasus kecelakaan yang ia alami bersama Gaga Muhammad menjadi trending di media sosial

 


6. Alami lumpuh usai kecelakaan bersama Gaga Muhammad, ia pun harus jalani perawatan sampai akhirnya tutup usia

 


7. Banyak ucapan doa yang disampaikan para netizen dan selebriti atas meninggalnya Laura Anna dalam media sosial

 

Semeru Kembali Erupsi

Semeru Kembali Erupsi, Khofifah: Tetap Tenang Ikuti Arahan Tim di Lapangan

Liputan6.com 2021-12-16 15:37:35
Semeru kembali mengeluarkan guguran awan panas. (Humas Pemprov Jatim)

Awan Panas Guguran (APG) kembali keluar dari Gunung Semerudi Kabupaten Lumajang. Wargapun panik dan lari berhamburan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga tetap tenang dan tidak panik. "Tetap ikuti arahan tim di lapangan," ujarnya dikutip dari akun Instagramnya, Kamis (16/12/2021).

Semeru pada pukul 3.57 pagi tadi, masih ada guguran awan panas ke arah Curah Kobokan.

"Mohon semua waspada. Dan sabar jangan ada pergerakan ke daerah terdampak kecuali tim pencarian dan penyelamatan (SAR)," sambungnya.

Selain warga, pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur mengimbau petugas yang tengah melakukan proses pencarian korban untuk menghentikan aktivitasnya sementara. Mereka diimbau turun ke lokasi aman.

"Ayo keluar...keluar, cepat lari..lari, semeru erupsi lagi, cepat..cepat," teriak seorang warga yang terdengar dalam rekaman video yang beredar.

"Gunung Semeru erupsi lagi. Awan panas keluar lagi, kepulan asapnya membumbung tinggi, semoga Kabupaten Lumajang, diberikan keselamatan," kata warga.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Seismo Kembali Normal

Sementara itu, Manajer Pusdalops PB BPBD Provinsi Jatim, Dino Andalananto, mengungkapkan, pada pukul 09.01 WIB terdeteksi APG dengan amak 25 mm.

"APG terhenti di atas Curah Kobokan, seismo kembali normal," katanya melalui sambungan telepon.

Sedangkan rekomendasi dari Pos Pengamat Gunung Api Semeru agar para relawan yang bertugas di lokasi melakukan evakuasi ke tempat aman seperti imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah.

Ingat Anak, Nia Ramadhani Menangis

Nia Ramadhani Menangis Saat Anaknya Tahu Dirinya Terjerat Kasus Narkoba

Liputan6.com 2021-12-16 16:20:26
Selebritas Nia Ramadhani usai menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (9/12/2021). Sidang lanjutan tersebut mendengar keteranga

Nia Ramadhani tak sanggup membendung air matanya saat dihadirkan di persidangan kasus narkoba yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/12/2021). Hakim Ketua Mohammad Damis, yang memimpin jalannya persidangan, meminta istri Ardi Bakrie menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Bintang sinetron Bidadari ini menyerap ucapan dan nasihat yang diberikan majelis hakim. Kalimat yang disampaikan kepadanya, sukses membuat Nia tertegun sejenak. Ia kemudian buka suara mengenai kasus narkoba yang ternyata sudah diketahui anak-anaknya.

Di hadapan majelis hakim, Nia menguraikan fakta mengenai putri sulungnya, Mikhayla Zalindra Bakrie, yang sudah mengetahui mengenai kasus narkoba yang menjerat ibu dan ayahnya. "Dia (Mikhayla) tahu masalah ini," kata Nia sambil menangis.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Minta Maaf

Di hadapan sang putri, Nia meminta maaf telah memberikan contoh buruk bagi anak-anaknya karena terjerat kasus narkoba.

"It's ok mama yang penting mama sudah tahu (itu salah) dan i'm proud of you'," kata Nia menirukan jawaban anaknya itu.


Nyabu Sejak April 2021

Fakta lain di persidangan kasus narkoba Nia juga mencuat. Rupanya, Nia mengakui dirinya menggunakan sabu sejak April 2021.

Nia mengonsumsi sabu karena alasan memiliki masalah pribadi. Ia juga teringat perbincangan dengan rekan-rekannya sesama artis menyoal sabu dapat menghilangkan rasa sedih yang dialaminya.


Ayah Meninggal Dunia

Dia mengatakan barang terlarang itu dikonsumsi ketika dirinya merasa terpuruk setelah sang ayah meninggal dunia pada 2014. Majelis hakim sempat menanyakan maksud pengakuan Nia yang memutuskan menggunakan narkoba tujuh tahun setelah ayahnya meninggal dunia.

Namun ibu tiga anak ini menjelaskan, mengalami kesedihan yang memuncak pada April 2021. Saat itu, kata Nia, ia tak tahu kepada siapa harus mengutarakan perasaan hatinya yang sedang terguncang.


Penangkapan

Diberitakan sebelumnya Nia Ramadhani diamankan petugas kepolisian di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan, pukul 15.00 WIB, Rabu (7/7/2021). Dia diamankan dengan barang bukti narkoba jenis sabu dengan berat brutto 0,78 gram. (Ant)

Dilarang Tertawa 11 Hari

Peringati Hari Kematian Ayah, Kim Jong-un Larang Warga Tertawa 11 Hari

Liputan6.com 2021-12-16 16:28:09
Foto tidak bertanggal yang disediakan pada 16 November 2021 ini memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memeriksa lokasi pembangunan proyek pengembangan Kota Samjiyon di Provinsi Ryan

Korea Utara memaksa penduduk untuk merayakan 11 hari berkabung untuk peringatan 10 tahun kematian mantan pemimpin negara itu, Kim Jong-il pada 17 Desember, sumber di negara itu mengatakan kepada RFA.

Kim Jong-il menggantikan ayahnya, pendiri nasional Kim Il-sung, ketika Kim yang lebih tua meninggal pada tahun 1994. Dia memerintah negara itu sampai kematiannya sendiri pada tahun 2011, dan kemudian digantikan oleh putranya, pemimpin saat ini Kim Jong-un.

Pemerintahan Kim Jong-il bertepatan dengan salah satu periode tergelap dalam sejarah Korea Utara, kelaparan 1994-1998, yang menewaskan jutaan warga negara itu, menurut beberapa perkiraan. Periode ini sekarang disebut oleh orang Korea Utara sebagai Arduous March.

Meskipun masa berkabung diadakan setiap tahun untuk kedua pemimpin, untuk Kim Il-sung hanya berlangsung seminggu. Kematian Kim Jong-il lebih baru, jadi biasanya memiliki masa berkabung 10 hari. Tahun ini sedikit lebih lama karena ini adalah hari jadi yang ke 10.

Pada masa peringatan tersebut, warga negara Korut dilarang menunjukkan apa pun selain kekhidmatan di depan umum saat negara memperingati hidup dan prestasinya.

"Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa atau terlibat dalam kegiatan rekreasi," seorang penduduk kota perbatasan timur laut Sinuiju, di seberang Sungai Yalu dari Dandong China, mengatakan kepada RFAyang dikutip Kamis (16/12/2021).

Sumber itu mengatakan bahwa belanja bahan makanan juga dilarang pada hari ulang tahun itu sendiri.

"Dulu banyak orang yang tertangkap minum atau mabuk selama masa berkabung ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi," kata sumber tersebut.

"Bahkan jika anggota keluarga Anda meninggal selama masa berkabung, Anda tidak boleh menangis dengan keras dan jenazahnya harus dibawa keluar setelah selesai. Orang-orang bahkan tidak bisa merayakan ulang tahun mereka sendiri jika jatuh dalam masa berkabung," kata sumber tersebut.

Tugas Khusus Polisi

Polisi diberitahu sebelumnya untuk waspada terhadap orang-orang yang tidak terlihat berduka, seorang penduduk provinsi barat daya Hwanghae Selatan mengatakan kepada RFA.

"Mulai hari pertama Desember, mereka akan memiliki tugas khusus untuk menindak mereka yang merusak suasana berkabung kolektif," kata sumber kedua, yang meminta anonimitas untuk berbicara secara bebas. "Ini tugas khusus polisi selama sebulan. Saya mendengar bahwa petugas penegak hukum tidak bisa tidur sama sekali."

Perusahaan-perusahaan milik negara dan kelompok-kelompok masyarakat juga diperintahkan untuk menjaga orang-orang yang kelaparan selama masa berkabung.

"Ketertiban dan keamanan sosial harus dipastikan, sehingga perusahaan bertanggung jawab mengumpulkan makanan untuk diberikan kepada warga dan karyawan yang tidak bisa masuk kerja karena kekurangan pangan," kata sumber kedua.

"Warga juga harus bekerja sama untuk membantu kotjebi (anak-anak tunawisma)," kata sumber kedua, merujuk pada jumlah pengemis jalanan tunawisma yang terus meningkat di Korea Utara.

Masa berkabung yang panjang mengganggu kehidupan sehari-hari warga Korea Utara, kata sumber kedua.

"Saya hanya berharap masa berkabung Kim Jong-il dipersingkat menjadi satu minggu, seperti masa berkabung Kim Il-sung," kata sumber kedua. "Warga mengeluh bahwa yang hidup terpaksa meratapi dua orang yang meninggal ini sampai mati."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ode untuk Kim

Untuk merayakan kehidupan Kim Jong-il, pemerintah memanfaatkan veteran militer tua untuk mempromosikan pencapaian dan kontribusi terbesar mendiang Dear Leader's bagi negara.

Provinsi Hamgyong Selatan di bagian timur sedang merencanakan beberapa acara untuk memperingati kehidupan Kim. Ini termasuk pameran fotografi dan seninya, konser kenangan, dan pameran Kimjongilia, bunga yang dinamai mendiang pemimpin, kata seorang pejabat dari kota Tanchon kepada RFA.

"Pemimpin tim propaganda dan tentara tua, yang terdiri dari perwira militer berusia 50-an dan 60-an, mengunjungi setiap pabrik, perusahaan, dan unit pengawas lingkungan untuk mendidik orang-orang tentang kerja keras dan dedikasi Kim Jong-il," kata sumber ketiga.

"Belum lama ini seorang tentara wanita yang memainkan akordeon bergabung dengan tim dan dia menyanyikan lagu dan membaca puisi memuji Kim Jong-il," kata sumber ketiga.

Anggota organisasi menerima jatah yang lebih baik daripada rata-rata warga, menurut sumber ketiga.

Ceramah dan pertunjukan sudah dimulai di beberapa bagian provinsi, kata seorang penduduk dari daerah Puryong terdekat kepada RFA.

"Mereka datang dan menyanyikan lagu-lagu pujian untuk Kim Jong-il dan mengadakan ceramah singkat tentang kehebatan dan prestasinya," katanya.

"Mungkin ide yang lebih baik untuk memasok penduduk dengan batu bara atau kayu bakar untuk melewati musim dingin daripada kuliah dan propaganda, yang benar-benar berguna seperti burung beo yang berbicara."


Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan COVID-19 Varian Omicron

 

Solusi Darurat Kekerasan Seksual

HEADLINE: Menanti Pengesahan RUU TPKS, DPR Berulah Lagi?

Liputan6.com 2021-12-17 00:03:33
Massa Kolaborasi Nasional melakukan aksi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (17/9/2019). Massa yang menuntut DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan S

Rancangan Undang-Undang RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) tak masuk dalam agenda rapat paripurna masa sidang tahun 2021. Artinya, RUU ini batal menjadi inisiatif DPR dan kemungkinan baru akan ada kelanjutan di tahun 2022.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, batal disahkannya RUU TPKS menjadi usul inisiatif DPR lantaran ada kesalahan teknis.

"Masalah teknisnya itu adalah ketika kita Rapim dan Bamus, UU belum selesai dibahas di tingkat I. Enggak ada masalah di situ (pimpinan tidak sepakat), sama sekali. Justru kita karena dia belum masuk ya, enggak bisa kita rapimkan," jelas Dasco.

Dia mengklaim tak ada masalah lain selain masalah teknis. Ia menepis kabar pimpinan DPR belum sepakat untuk membawa RUU tersebut ke paripurna.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan absennya RUU TPKS di rapat paripurna lantaran tidak cukup waktu untuk memasukkannya ke paripurna.

"Ini hanya masalah waktu, karena tidak ada waktu yang pas atau cukup untuk kemudian dirundingkan secara mekanisme yang ada," ujar Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Puan menyebut DPR ingin RUU TPKS disahkan sesuai tahapan dengan mekanisme yang benar. "Sehingga pelaksanaan dari undang-undangnya yang berlaku secara baik dan benar dalam proses tahapannya," kata Puan.

Politikus PDI Perjuangan itu memastikan RUU TPKS akan dibawa ke rapat paripurna selanjutnya. Ia menyebut tak ada masalah tertentu yang membuat RUU TPKS batal diparipurnakan.

"Insyaallah pada awal masa sidang yang akan datang akan memutuskan. Ini nggak ada masalah apa-apa. Kami mendukung, DPR mendukung agar ini disahkan untuk menjadi suatu undang-undang yang kemudian menjaga, menyelamatkan hal-hal yang sekarang ini banyak terjadi," paparnya.

Kendala teknis bukanlah satu-satunya kendala RUU TPKS ini gagal dibawa ke rapat paripura. Dua dari sembilan fraksi di DPR masih minta untuk menunda. Mereka adlaah fraksi Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Golkar sama sekali tidak menolak. Dari awal tidak menolak, Golkar justru mendorong bahwa RUU ini mendesak dan penting. Namun, ini belum clear semua kok tiba-tiba, buru-buru disahkan," kata anggota Baleg dari fraksi Golkar Firman Soebagyo kepada Liputan6.com, Kamis (16/12/2021).

Salah satu fokus Golkar agar pendapat tokoh agama didengarkan DPR sebelum RUU itu disahkan menjadi RUU usulan DPR.

"Masih ada tokoh agama yang belum sempat kita dengarkan, itulah maka Golkar minta NU, Muhammadiyah dan lainnya kita dengarkan dulu. Karena masalah kekerasan seksual ini menyinggung berbagai elemen," katanya.

"Harus didengarkan para pakar semua," Firman menegaskan.

Selain itu, menurut Firman terdapat pasal yang belum selesai dibahas, seperti hukuman bagi perusahaan yang ada kasus kekerasan seksual. Misalnya pencabutan izin perusahaan, dan hukuman hubungan seksual sesama jenis itu dihukum atau tidak.

"Kemudian hubungan seksual di luar nikah ini hukum agama seperti apa," sambungnya.

Sementara anggota Baleg dari Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf membeberkan alasan partainya, untuk menunda dibawa ke Paripurna. Salah satunya dianggap RUU ini berdiri sendiri tanpa adanya aturan hukum yang melarang perzinaan dan larangan LGBT.

Menurut dia, ada kesan RUU TPKS ini berisi normal sexual consent atau berpotensi melegalkan zina.

"Sexual consent yakni sejauh tidak ada kekerasan maka hubungan seksual dibolehkan. Hal itu tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, norma agama, dan budaya yang dianut bangsa Indonesia. Maka Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) menolak RUU TPKS, sebelum didahului adanya pengesahan larangan perzinaan dan LGBT," kata Muzzammil.

Pihaknya pun mengklaim RUU TPKS ini masih menggunakan tolak ukur hanya ada kekerasan sehingga tidak komprehensif untuk menjangkau tindak pidana perzinaan dan penyimpangan seksual.

"Akibatnya, perbuatan seksual yang dilakukan di luar perkawinan yang sah, dilakukan tanpa paksaan atas dasar suka sama suka, dilakukan tanpa kekerasan, termasuk segala bentuk penyimpangan seksual, tidak dijangkau oleh pengaturan dalam RUU ini," kata dia.

Menurutnya, fenomena seks bebas di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. "Dengan demikian, diperlukan undang-undang yang mengatur soal larangan perzinaan dan penyimpangan seksual berikut sanksi hukumnya," kata dia.

Bukan hanya itu saja, dia berharap penyusunan materi RUU TPKS harus disesuaikan dengan RKUHP, terutama berkaitan dengan ketentuan tentang tindak pidana kesusilaan.

"Namun, sampai saat ini pembahasan RKUHP tersebut belum berjalan, sehingga Fraksi FPKS menilai penting untuk memasukan tindak pidana kesusilaan yang diatur dalam RKUHP ke dalam RUU TPKS," kata dia.

Infografis RUU TPKS Kembali Gagal Masuk Rapat Paripurna DPR. (Liputan6.com/Trieyasni)

Komitmen DPR Dipertanyakan

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Penelitian di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti melihat alasan kedua partai tersebut ngaco.

"Dua itu ngaco, PKS menolak dan Golkar menunda. Tapi yang lain posisinya sama, hanya masalah prosedural aja yang terlewat dan saya merasa ini tak akan dibatalkan, hanya tertunda saja," kata dia kepada Liputan6.com, Kamis (16/12/2021).

Bivitri menyadari RUU TPKS ini tidak instan untuk menghentikan kejahatan atau kekerasan seksual, karena pelaku selalu berada dimana saja.

"Tapi kalau kita memiliki peluang yang lebih baik dalam melawan hal itu, tentu iya. Untuk menghukum pelaku dan peduli terhadap korban dan jenis-jenis kejahatannya untuk dilakukan penindakan semakin beragam. Secara sistem, aparat penegak hukum bisa lebih dapat menangani hal tersebut. Jadi RUU ini awal yang bagus," jelas dia.

"Memang tidak akan dalam waktu singkat kekerasan seks ini berakhir, tapi minimal kita punya infrastrukturnya untuk menangani kasus-kasus kekerasan seksual," sambung Bvitri.

Dia juga melihat, kehadiran RUU TPKS ini suatu langkah bagus, bahkan pemerintah sudah ada satgas untuk membahas RUU ini untuk segera disahkan setelah diusulkan sebagai RUU inisiatif DPR.

Senada, Koordinator Pelaksana Harian Asosiasi Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Khotimun Sutanti berharap pimpinan DPR menunjukan komitmen yang sesungguhnya terhadap RUU TPKS ini sebagaimana yang sering diopinikan.

"Jadi berharap Januari 2022 ini memang ada komitmen DPR diwujudkan dan diselesaikan proses proseduralnya dan masuk di paripurna," kata Khotimun kepada Liputan6.com, Kamis (16/12/2021).

Dia menyayangkan sikap Golkar dan PKS yang memilih untuk membuat lama RUU TPKS ini menjadi RUU inisiatif. Padahal sebagai wakil rakyat, seharusnya memahami kekerasan seksual sering terhambat penanganannya karena persoalan sistem hukum.

"Jadi kita berharapnya seperti Golkar dan PKS bisa lebih mempertimbangkan situasi korban untuk saat ini. Jadi memang saya kurang sepakat pendapat bahwa sudah ada KUHP kalau enggak salah dari Golkar menyampaikan itu," jelas Khotimun.

"Ini berbeda. KUHP itu kan undang-undang umum, dan undang-undang Pidana Kekerasan Seksual termasuk khusus. Itu sebetulnya sudah jadi pembicaraan cukup lama," sambungnya.

Dia menyadari, bahwa RUU TPKS ini masih banyak disempurnakan. Namun, saat ini yang terpenting adalah menjadi RUU inisiatif sehingga dibahas pemerintah untuk bisa lebih sempurna.

"Sebetulnya ini bukan sebagai solusi akhir (menghentikan kekerasan seksual), ini adalah solusi yang sangat penting, yang darurat untuk ada payung hukum," jelas Khotimun.

Dia pun juga melihat pemerintah sudah berkomitmen, meskipun juga harus begerak cepat dalam mengatasi kekerasan seksual. Selain itu, Khotimun juga berharap masyarakat harus bisa menempatkan diri dalam keberpihakan terhadap korban.

Khotimun melihat, masih banyak masyarakat yang melihat korban kekerasan seksual justru mendapat stigma buruk. "Bagaimana kita mendukung ketika ada korban, bukan untuk kita stigma," jelas dia.


Sebenarnya Agenda Sederhana

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menyesalkan RUU TPKS ini tidak jadi diparipurnakan.

"Padahal kan ini agenda yang sederhana aja, menyetujui bahwa DPR akan menetapkan RUU TPKS ini menjadi RUU inisatif untuk bisa dibahas kemudian bersama pemerintah," kata Andy kepada Liputan6.com, Kamis (16/12/2021).

Dia mengingatkan, kasus kekerasan seksual itu tidak bisa diproses secara hukum karena dari aspek subtansinya sering kali tak dikenali. Misalnya masih banyak yang salah mengartikan terkait perkosaan, pencabulan, persetubuhan dan pelecehan seksual.

"Karena kadang-kadang merasa aduh kasihan ya kalau kita sebut dia korban perkosaan, kita tulisnya pelecehan. Nah, kalau jadi bahas hukum, masing-masing punya konsekuensinya," jelas Andy.

Dia pun menyadari masih banyak yang harus disempurnakan dalam RUU TPKS ini. Namun, kehadirannya bisa mendorong banyak korban untuk melaporkan.

"Jangan sampai kita merasa ini sudah keluar undang-undangnya kok masih banyak melapor? Artinya kita membantu korban untuk berani melaporkan kasusnya. Harus kita pahami sekarang ini, fenomena gunung es ya. Lebih banyak korban yang tidak melaporkan kasusnya," kata Andy.

Selain itu, dalam RUU TPKS ini juga membuat terobosan soal alat bukti seperti penggunaan rekaman dan lainnya.

"Jadi penguatan-penguatan infrastruktur untuk membantu pencarian bukti itu sebetulnya pengaturannya mulai ada di RUU TPKS. Jadi ada beberapa penguatannya, juga tentang penegasan hak-hak korban untuk pemulihan atau pendampingan atau restitusi," jelas Andy.

Infografis Persetujuan Tak Bulat Fraksi-Fraksi DPR. (Liputan6.com/Trieyasni)


Jangan Digantungkan

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah meminta pimpinan DPR tidak menggantung nasib Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

"Saat ini ada ratusan ribu korban kekerasan seksual di luar sana dan sebagian bahkan ada di gedung ini. Benar benar berharap atas kebijaksanaan pimpinan dan kita semua agar dalam forum yang terhormat ini kita bisa bersama sama. Mengesahkan RUU TPKS sebagai RUU inisiatif DPR," kata Luluk dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (16/12/2021).

Dia menegaskan, jumlah korban kekerasan seksual terus bertambah dan tidak pandang usia.

"Tidak pandang latar belakang pendidikan, pekerjaan bahkan di lembaga lembaga yang kita anggap di sana diajarkan begitu banyak kebijakan dan kebaikan juga terjadi kekerasan seksual," ujar dia.

Luluk mengingatkan pimpinan DPR bahwa kekerasan seksual akan menjadi trauma yang menghantui korban sepanjang hayatnya.

"Pimpinan, Bapak Ibu, trauma kekerasan seksual akan dibawa sepanjang hayat hidup para korban. untuk bisa memahami luka kepedihan dan kegelapan yang dirasakan para korban, tak perlu kita menjadi korban dan tak perlu menunggu anak-anak kita dan orang-orang yang kita cintai harus menjadi korban. Enough is enough ketua," tegas politikus PKB ini.

"Saya mohon dengan kebijaksanaan juga dengan rasa kemanusiaan yang harus kita angkat lebih tinggi dari segenap kepentingan-kepentingan politik apalagi kepentingan politik jangka pendek maka RUU TPKS hendaknya bisa diputuskan bersama sama pimpinan menjadi RUU inisiatif DPR hari ini juga," lanjut dia.

Berbagai pihak, kata Luluk, telah menilai DPR gagal memperjuangkan RUU TPKS. Bahkan dinilai tidak memiliki sense of crisis atau rasa kepekaan adanya darurat kekerasan seksual.

"Enough is enough. cukup adalah cukup dan saya kira kita semua tidak ingin menjadi bagian yang tidak memiliki sense of crisis tersebut. Terima kasih Pimpinan dan sekali lagi mohon untuk disahkan bersama hari ini," kata dia.

Infografis Tarik Ulur dari RUU PKS hingga RUU TPKS. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rizky Ridho, Bintang Timnas Indonesia

Mengenal Rizky Ridho yang Punya Rahasia Bisa Tampil Percaya Diri Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2020

Liputan6.com 2021-12-16 18:10:00
Bek Persebaya Surabaya, Rizky Ridho. (Tangkapan layar Youtube Persebaya)

Satu lagi pesepak bola yang tengah menjadi sorotan, yaitu Rizky Ridho. Cowok yang bermain untuk Persibaya, juga masuk dalam Timnas Indonesia AFF 2020.

Bahkan, ia menjadi tim penguat dalam pertandingan Rabu (15/12/2021), saat Indonesia melawan Vietnam.

Sebelumnya, pemilik nama lengkap Rizky Ridho Ramadhani ini juga memperkuat Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bintang Iklan

Rupanya, di luar lapangan bola Rizky Ridho layaknya seorang selebritas Tanah Air. Ia juga sudah menerima endorsement loh.

Lihat saja unggahan terbarunya di akun Instagram terverifikasi miliknya. Ia mengiklankan aplikasi ojol.


20 Tahun

Rizky Ridho, baru saja berusia 20 tahun pada 21 November 2021 lalu. Di hari lahirnya, ia mengunggah foto saat berada di atas kapal laut.

"Alhamdulillah , 20..," tulisnya.


Australia

Kesempatan Rizky Ridho untuk bertanding di negara lain sudah beberapa kali dilakukannya. Salah satunya di Australia.


Rahasia Percaya Diri

Rizky Ridho punya rahasia yang membuatnya percaya diri saat berada di lapangan hijau. Yaitu ia tak pernah lupa untuk selalu bersyukur.

"Ini semua karena Allah SWT," tulisnya.

Joki Vaksin Disuntik 10 Kali Sehari

Jadi Joki Vaksin Covid-19, Pria Ini Disuntik 10 Dosis dalam Sehari

Liputan6.com 2021-12-16 17:02:09
Staf medis menyiapkan dosis vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech untuk disuntikkan kepada anak berusia 12 hingga 17 tahun di Hanoi, Vietnam, Selasa (23/11/2021). Menurut data Kementerian Kesehatan

Seorang pria di Selandia Baru, diduga menjadi joki vaksin Covid-19 dengan mendapat 10 dosis vaksin yang disuntikkan hanya dalam satu hari.

Pria yang tak disebutkan namanya itu nekat mendapat 10 suntikan vaksin setelah dibayar oleh orang lain untuk mendapatkan suntikan atas nama mereka.

Melansir dari Oddity Central, Kamis (16/12/2021), Selandia Baru memang tengah dalam perjalanan mencapai tingkat vaksin Covid-19 sebelum Natal.

Sayangnya, hingga kini masih terkendala dengan masyarakat yang anti vaksin. Namun, mereka tetap mengincar sertifikat vaksinasi [Covid-19](Covid-19 "") untuk mempermudah melakukan berbagai aktivitas mereka.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor0811 9787 670hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Menghindari vaksin dengan membayar joki

Untuk itu, mereka mencoba menghindari kebijakan tersebut dengan membayar orang lain untuk mendapatkan vaksin atas nama mereka.

Dengan harga yang sesuai, orang-orang yang menjadi joki vaksin rela disuntik hingga 10 dosis vaksin ke dalam tubuh mereka.

Orang tersebut dilaporkan mengunjungi beberapa pusat vaksinasi di Auckland dan menerima vaksin Covid-19 beberapa kali atas nama orang lain yang membayar jasanya.


Tak perlu identifikasi foto

Dia bisa sangat mudah melakukannya, karena untuk mendapatkan vaksin, seseorang hanya perlu memberikan nama, tanggal lahir dan alamat kepada petugas kesehatan tanpa perlu menunjukkan identifikasi foto.

Manajer program vaksin dan imunisasi Covid-19 di Selandia Baru, Astrid Koornneef mengatakan kasus tersebut mendorong penyelidikan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

"Orang-orang yang tidak memiliki tanda pengenal foto secara tidak proporsional adalah orang-orang dalam kelompok rentan, seperti tunawisma atau transien, dan kami tidak ingin membuat hambatan untuk vaksinasi mereka," kata Koornneef.


Sulit memprediksi apa yang akan terjadi pada joki tersebut

Sementara itu, ahli vaksin University of Auckland, Selandia Baru, Helen Petousis-Harris mengatakan bahwa penelitian tidak mencangkup penggunaan dosis berlebihan sepeti itu, sehingga sulit untuk memprediksi penggunaan vaksin dengan cara ini.

"Dosis yang lebih tinggi menghasilkan reaksi vaksin yang lebih umum, seperti demam, sakit kepada dan nyeri. Jadi, itu akan membuat dia merasa sangat pusing keesokan harinya," ucap Helen.

Nonton Drakor 7 Nyawa Dieksekusi

Korea Utara Eksekusi 7 Orang Akibat Nonton K-Pop dan Drakor

Liputan6.com 2021-12-16 14:36:08
Bendera Korea Utara (AFP)

Korea Utara telah secara terbuka mengeksekusi setidaknya tujuh orang dalam dekade terakhir karena menonton atau mendistribusikan video K-pop dari Korea Selatan. Upaya yang disebut pemimpinnya, Kim Jong-un, sebagai sebagai "kanker ganas," menurut laporan hak asasi manusia yang dirilis pad Rabu 15 Desember 2021.

Kelompok tersebut, Transitional Justice Working Group (TJWG) yang berbasis di Seoul, seperti dikutip dari New York Times,Kamis (16/12/2021), mewawancarai 683 pembelot Korea Utara sejak 2015 untuk membantu memetakan tempat-tempat di Utara di mana orang-orang dibunuh dan dikubur dalam eksekusi publik yang disetujui negara. Dalam laporan terbarunya, kelompok itu mengatakan telah mendokumentasikan 23 eksekusi semacam itu di bawah pemerintahan Kim.

Sejak mengambil alih kekuasaan satu dekade lalu, Kim telah menyerang hiburan Korea Selatan - lagu, film, dan drakor atau drama TV Korea Selatan - yang, katanya, merusak pikiran orang Korea Utara.

Di bawah undang-undang yang diadopsi Desember tahun lalu, mereka yang mendistribusikan hiburan Korea Selatan terancam hukuman mati. Salah satu taktik tindakan keras Kim adalah menciptakan suasana teror dengan mengeksekusi secara terbuka orang-orang yang dinyatakan bersalah karena menonton atau mengedarkan konten yang dilarang.

Meskipun tidak mungkin untuk menemukan skala sebenarnya dari eksekusi publik di negara totaliter yang terisolasi, tetapi TJWG berfokus pada eksekusi yang telah terjadi sejak Kim naik dan pada eksekusi yang terjadi di Hyesan, sebuah kota Korea Utara dan pusat perdagangan utama di perbatasan dengan China.

Ribuan pembelot Korea Utara ke Korea Selatan telah tinggal atau telah melewati Hyesan. Kota berpenduduk 200.000 orang ini merupakan pintu gerbang utama untuk informasi luar, termasuk hiburan Korea Selatan yang disimpan di memory stick komputer dan dibajak melintasi perbatasan dari China. Dengan demikian, Hyesan telah menjadi fokus dalam upaya Kim untuk menghentikan infiltrasi K-pop.

Dari tujuh eksekusi karena menonton atau mendistribusikan video Korea Selatan, semuanya kecuali satu terjadi di Hyesan, kata laporan itu. Enam lainnya di Hyesan terjadi antara 2012 dan 2014.

Warga dimobilisasi untuk menonton adegan mengerikan, di mana para pejabat menyebut kejahatan sosial yang dikutuk sebelum mereka masing-masing dihukum mati dengan total sembilan tembakan yang ditembakkan oleh tiga tentara.

"Keluarga dari mereka yang dieksekusi seringkali dipaksa untuk menyaksikan eksekusi tersebut," kata laporan itu.

Kim Jong-un memerintah Korea Utara dengan bantuan kultus kepribadian dan mesin propaganda negara yang mengendalikan hampir setiap aspek kehidupan di Utara. Semua radio dan televisi diatur hanya untuk menerima siaran pemerintah.

Orang-orang diblokir dari menggunakan internet global. Tetapi beberapa orang Korea Utara masih bisa diam-diam menonton film dan drakor atau drama TV Korea Selatan. Ketika ekonomi Korea Utara mengalami kesulitan di tengah pandemi dan sanksi internasional, pembelotan ke Selatan terus berlanjut.

Namun, jumlah pembelot yang tiba di Korea Selatan telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengumpulkan informasi baru tentang Korea Utara menjadi lebih sulit. Pemerintah Kim juga semakin memperketat pembatasan perbatasan di tengah pandemi.

Tetapi Daily NK, sebuah situs web berbasis di Seoul yang mengumpulkan berita dari sumber-sumber rahasia di Utara, melaporkan bahwa seorang penduduk desa dan seorang perwira militer dieksekusi secara terbuka tahun ini di kota-kota yang lebih dalam karena mendistribusikan atau memiliki hiburan Korea Selatan.

Dan beberapa kliping video persidangan dan eksekusi publik yang difilmkan secara diam-diam telah diselundupkan keluar dari Korea Utara. Dalam cuplikan yang ditayangkan di stasiun TV Korea Selatan Channel A tahun lalu, seorang mahasiswa Korea Utara dibawa ke hadapan banyak orang, termasuk sesama mahasiswa, dan dikutuk karena memiliki stik USB yang berisi "sebuah film dan 75 lagu dari Korea Selatan".

Shin Eun-ha memberi tahu Channel A tentang eksekusi publik yang dia dan teman-teman sekelasnya tonton dari barisan depan ketika dia duduk di kelas dua di Korea Utara. "Tahanan itu hampir tidak bisa berjalan dan harus diseret keluar," katanya, menambahkan, "Saya sangat ketakutan sehingga saya tidak berani melihat seorang tentara berseragam selama enam bulan sesudahnya."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


K-Pop Musuh Korut

Kim kadang-kadang mencoba untuk tampil lebih fleksibel terhadap budaya luar, memungkinkan televisi pemerintah untuk memainkan lagu tema dari "Rocky" dan untuk menunjukkan karakter Mickey dan Minnie Mouse di atas panggung. Dia bahkan mengundang bintang K-pop Korea Selatan ke ibu kota, Pyongyang, pada tahun 2018, ketika dia terlibat dalam diplomasi puncak dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Namun di dalam negeri, dia juga meningkatkan tindakan kerasnya terhadap K-pop, terutama setelah pembicaraannya dengan Presiden Donald J. Trump gagal pada 2019 dan ekonomi Korea Utara memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah meningkatnya pengawasan internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia Korea Utara, pemerintahan Kim Jong-un tampaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah bocornya informasi tentang eksekusi publiknya ke dunia luar.

Tampaknya tidak lagi mengeksekusi tahanan di pasar, memindahkan situs lebih jauh dari perbatasan dengan China atau pusat kota, dan memeriksa penonton lebih dekat untuk mencegah mereka merekam eksekusi, kata TJWG.

Kim juga telah mencoba menciptakan citra publik sebagai pemimpin yang baik hati dengan sesekali mengampuni orang yang dihukum mati, terutama ketika jumlah massa yang berkumpul di pengadilan umum besar, kata kelompok itu.

Tapi K-pop tampaknya menjadi musuh yang tidak bisa diabaikan oleh Kim.

Korea Utara berulang kali mengecam apa yang digambarkannya sebagai invasi pengaruh "anti-sosialis dan nonsosialis" dari Selatan. Ini menindak bahasa gaul Korea Selatan yang menyebar di kalangan anak mudanya, termasuk "oppa," yang menjadi dikenal secara internasional melalui lagu dan video "Gangnam Style" Psy.

Media pemerintah Korea Utara juga telah memperingatkan bahwa jika dibiarkan, pengaruh K-pop akan membuat Korea Utara "hancur seperti tembok yang lembab."

Menurut laporan RFA dari TJWG, Korea Utara telah setidaknya melakukan 27 eksekusi publik selama 10 tahun pemerintahan Kim Jong-un.


Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan COVID-19 Varian Omicron

 

Kapal Karam di Malaysia Tewaskan WNI

WNI Meninggal Korban Kapal Karam di Malaysia Bertambah Jadi 19, 17 Orang Masih Hilang

Liputan6.com 2021-12-16 13:24:30
Ilustrasi penyelamatan kapal terbalik (AFP Photo)

Tim penyelamat menemukan delapan korban meninggal lagi pada Kamis (16/12/2021) pagi, sehari setelah sebuah kapal yang ditumpangin WNI karam dalam cuaca badai di lepas Pantai Tanjung Balau Johor, Malaysia. Ini adalah hari kedua pihak berwenang Malaysia melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Pada Rabu 15 Desember, 11 orang ditemukan tewas sementara 14 orang berhasil diselamatkan. Total korban tewas kini berjumlah 19 orang.

Menurut laporan Channel News Asia, Kamis (16/12/2021), kapal tersebut diyakini membawa 50 pekerja imigran Indonesia. Berbicara kepada CNA di area operasi pencarian dan penyelamatan, wakil direktur Operasi Maritim Johor Kapten (Maritim) Simon Templer Lo Tusa mengatakan bahwa enam jasad yang ditemukan pada hari Kamis adalah laki-laki sementara dua lainnya perempuan.

Dia mengatakan, kedelapan orang itu terdampar di pantai Tanjung Balau, sekitar 2 km dari lokasi kejadian. "Kami masih mencari 17 orang yang hilang. Kami akan melanjutkan operasi pencarian kami, melalui darat, laut dan udara untuk menemukannya," katanya.

Dalam konferensi pers, kapten kapal mengatakan, "Status 50 orang yang berada di atas kapal diklasifikasikan sebagai imigran ilegal karena orang asing yang ingin masuk ke Malaysia diharuskan melakukannya di titik masuk resmi yang ditetapkan oleh pemerintah Malaysia."

"Ketika kapal terbalik kemarin, kami menganggap mereka sebagai imigran ilegal karena berbagai faktor, termasuk fakta bahwa kapal mereka tidak terdaftar ... dan mereka tidak memiliki dokumen hukum. Jadi kami menganggap mereka sebagai imigran ilegal kecuali penyelidikan lebih lanjut menunjukkan sebaliknya," tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Proses Evakuasi

Tim penyelamat di pantai Tanjung Balau terlihat mengenakan alat pelindung diri lengkap saat mengevakuasi jenazah.

Jenazah dikirim ke pos Angkatan Bersenjata Malaysia Tanjung Sepang di Kota Tinggi.

Petugas kecil untuk Operasi Maritim Johor Nik Rozi Nik Abdullah mengatakan kepada CNA bahwa para imigran semuanya bepergian dengan satu kapal yang terbalik. Ia mengatakan, kemungkinan kapal terbalik karena gelombang tinggi dan arus yang kuat.

Ia menambahkan, kapal yang ditemukan itu memiliki 4 mesin yang masing-masing berkekuatan 200 tenaga kuda.


Infografis Yuk! Pakai Masker dan Segera Vaksin Covid-19:

 

Sensasi Ngopi Bareng Ikan Koi

Unik Banget, Kafe Ini Tawarkan Sensasi Ngopi Bersama Puluhan Ikan Koi

Liputan6.com 2021-12-16 12:00:17
Unik Banget, Kafe Ini Tawarkan Sensasi Ngopi Bersama Puluhan Ikan Koi (sumber: Oddity central)

Kini banyak tempat yang menawarkan untuk bersantai sekaligus menikmati secangkir kopi. Bahkan, konsep yang mengedepankan alam namun tetap instagramable juga makin banyak ditemukan.

Namun, pernahkan kamu menikmati secangkir kopi dengan ditemani puluhan ikan koi? Bukan di kolam ikan, namun ikan koi dalam sebuah kafe ini justru dibiarkan berenang bebas di seluruh permukaan lantai kafe.

Dilansir Liputan6.com dari Oddity Central, Kamis (16/12/2021) kafe yang menawarkan sensasi ngopi dengan puluhan ikan koi ini pun berada di Thailand. Tentu saja kafe dengan puluhan ikan koi yang berenang memutari meja dan kursi ini terbilang cukup unik.

Kafe dengan konsep puluhan ikan koi ini pun bukan yang pertama ada. Sebelumnya, sebuah kafe di Vietnam, tepatnya di Ho Chi Minh City juga sempat populer dan viral di media sosial. Namun, kafe dengan konsep seperti ini juga mendapatkan banyak kritik.


Kritik dari aktivis binatang

Adanya kafe dengan konsep unik yaitu melepaskan ikan koi di seluruh lantai ini memang memberikan sensasi berbeda. Akan tetapi konsep seperi ini juga mendapatkan banyak kritik dari aktivis hak binatang. Tak sedikit aktivis yang menyalahi konsep kafe tersebut karena diduga dapat membuat puluhan ikan koi menjadi stres. Bahkan, kafe serupa yang ada di Vietnam hanya bertahan hitungan bulan saja akibat dari kritik yang datang.

Namun, Sweet Fisht Cafe yang berada di Kota Khanom, Thailand ini justru mencuri perhatian banyak netizen. Bahkan, tak sedikit netizen yang senang akan konsep bak 'kafe banjir'. Para pelanggan pun dapat berjalan melewati air setinggi mata kaki yang telah dipenuhi dengan puluhan ikan koi.


Viral di media sosial

Kafe dengan konsep unik ini pun pertama kali diunggah ke media sosial pada November 2021 lalu. Dalam sebuah video pendek yang diunggah di Facebook dan Instagram, Sweek Fishs Cafe telah menarik perhatian ribuan netizen. Bahkan, banyak pula media-media international lain yang meliput mengenai kafe unik ini.

Bukan hanya kafe yang berada di pinggiran jalan, rupanya kafe tersebut termasuk dalam sebuah destinasi di Ton Than Resort and Spa. Sang pemilik sengaja merancang kafe dengan konsep unik tersebut guna menarik perhatian pengunjung karena adanya pandemi COVID-19.