Volume 168

Abu Jasad Laura Dilarung

6 Potret Ayah Laura Anna Berusaha Tegar di Momen Duka, Angkat Peti Hingga Larung Abu

Liputan6.com 2021-12-17 16:10:23
6 Potret Ayah Laura Anna Berusaha Tegar di Momen Duka, Angkat Peti Hingga Larung Abu (sumber: Instagram/aanstory Twitter/areajulid)

Edelenyi Laura Anna meninggal dunia pada Rabu (15/12/2021) pukul 09.22 WIB. Selebgram cantik tersebut mengembuskan napas terakhir di usia 21 tahun. Kepergiaan Laura Anna menyisakan duka mendalam bagi keluarganya termasuk sang ayah, Papa Gabor.

Papa Gabor berusaha tegar di momen duka meninggalnya sang buah hati. Mulai dari Rabu sore terduduk lemas di rumah duka hingga tadi siang ikut proses pelarungan abu mendiang Laura Anna, semaunya dilakukan Papa Gabor dengan hati yang berusaha kuat.

Momen Papa Gabor setia menemani Laura Anna yang meninggal dunia ini mendapat perhatian dari banyak orang. Hal itu dikarenakan kondisi Papa Gabor sebenarnya tidak baik-baik saja. Papa Gabor disebut sedang sakit kanker laring dimana Laura Anna juga pernah mengunggah momen di Instagram saat Papa Gabor melakukan perawatan di rumah sakit.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, momen Papa Gabor berusaha tegar di momen duka, Jumat (17/12/2021).


1. Kemarin Rabu (15/12/2021), Papa Gabor terduduk lemas mengetahui kabar Laura Anna meninggal dunia.

 


2. Dengan berusaha tegar, Papa Gabor membantu mengangkat peti Laura Anna di rumah duka.

 


3. Papa Gabor pun memberikan sambutan jelang proses kremasi Laura Anna. Sambutannya ini membuat tamu yang datang meneteskan air mata.

 


4. Usai kremasi, Papa Gabor dengan tegar membawa sisa abu mendiang Laura Anna.

 


5. Sisa abu kremasi mendiang Laura Anna pun dilarung di laut. Papa Gabor berusaha menahan air mata saat melarungkan abu.

 


6. Dengan ketegaran hati, ayah yang hebat ini melarungkan abu mendiang Laura Anna di laut.

 

Jaket Motif Kayu Jati Penari Tayub

Jokowi Beli Jaket Motif Kayu Jati-Penari Tayub Khas Blora Sebelum Resmikan Bandara Ngloram

Liputan6.com 2021-12-17 11:34:41
Presiden Jokowi memakai jaket yang dibelinya dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di lobi Bandara Ngloram. (Fotografer Kepresidenan Agus Suparno)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bandara Ngloram Cepu, Blora, Jawa Tengah, Jumat (17/12/2021). Sebelum meresmikannya, Jokowi menyempatkan untuk membeli jaket dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di lobi Bandara Ngloram.

Berdasarkan keterangan foto yang dibagikan fotografer kepresidenan, Agus Suparno, jaket yang dibeli Jokowi memiliki motif kayu jati dan penari tayub khas Blora.

"Hari ini Presiden Jokowi meresmikan Bandara Ngloram, Kab Blora. Sebelum meresmikan Presiden membeli jaket karya produk UMKM lokal di Lobby Bandara. Motif jaketnya adalah kayu jati dan penari tayub khas daerah Blora," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (17/12/2021).

Jokowi memang sering membeli produk UMKM saat kunjungan kerja. Mulai membeli jaket hingga kemeja batik.


Rayu Menteri

Tidak hanya itu mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sempat merayu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk membeli sepatu di Kantor Pengelola Bendungan Tugu, Kelurahan Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Selasa, 30 November 2021.

Jokowi sempat berseloroh sepatu itu cocok dipakai Basuki untuk main drum atau naik motor.

"Pak Menteri beli sepatunya. Bagus tuh buat main drum, buat ke Mandalika juga. Kita motor-motoran," ucap Jokowi pada Basuki.

"Ya benar, Pak. Nanti saya naik motor warna kuning ya," jawab Basuki.

Reporter: Intan Umbari

Sumber: Merdeka

Wisma Atlet Kemayoran Lockdown

Omicron Terdeteksi, RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Lockdown 7 Hari

Liputan6.com 2021-12-17 08:08:29
Sejumlah pasien Covid-19 saat menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/12/2021). Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus Covid-19 varian Omicron dari

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Suharyanto membenarkan, sejumlah tower di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran dilockdown. Dia mengatakan lockdown Wisma Atlet itu dilakukan hingga sepekan ke depan demi mencegah meluasnya varian Omicron yang sudah teridentifikasi.

"RSDC Wisma Atlet diisolasi sampai 7 hari ke depan, ini sebagai bentuk antisipasi dini untuk mencegah penularan Varian Omicron pada level komunitas menyusul ditemukannya kasus penularan di area rumah sakit darurat Covid-19 tersebut," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis diterima, Jakarta, Jumat (17/12/2021).

Dia menambahkan, keputusan mengisolasi sejumlah tower di RSDC Wisma Atlet Kemayoran diambil berdasarkan rapat koordinasi dengan Menko Marinvest, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan Covid-19, yang dilanjutkan dengan rapat teknis dengan kementerian lembaga terkait hari ini.

"Perkembangan situasi terakhir menjadikan pemerintah harus bertindak cepat mencegah terjadinya transmisi lokal virus Varian Omicron. Isolasi RSDC adalah langkah yang diharapkan efektif untuk tujuan tersebut," jelas Suharyanto.

RSDC Wisma Atlet Kemayoran merupakan rumah sakit khusus untuk merawat pasien Covid-19 sejak pandemi melanda Indonesia pada pertengahan Maret 2020.

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa tower rumah sakit ini difungsikan sebagai tempat karantina pelaku perjalanan internasional untuk melengkapi Wisma Atlet Pademangan.


Temuan Kasus Omicron

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan kasus COVID-19 varian Omicron pertama di Indonesia. Menurut dia, kasus pertama Omicron terdeteksi pada petugas kebersihan di Wisma Atlet yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

"Saya ingin menginformasikan informasi terbaru. Kemenkes semalam mendeteksi ada seorang pasien N terkonfirmasi Omicron pada 15 Desember 2021," kata Budi dalam konferensi pers Kamis, 16 Desember 2021.

Dengan ditemukannya varian Omicron, Budi mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan untuk sementara tidak liburan ke luar negeri.

"Patuhi protokol kesehatan, patuhi surveilans, lakukan vaksinasi lebih cepat lagi, dan tidak usah ke luar negeri. Mari kita rayakan liburan di dalam negeri," ucapnya.


Minta Masyarakat Jangan Panik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi adanya temuan varian Omicron yang sudah terdeksi di Indonesia. Menurut Jokowi, kewaspadaan mulai harus ditingkatkan, tapi jangan sampai membuat kepanikan.

"Waspada penting, tapi jangan membuat panik," wanti Jokowi saat menyampaikan rilis daringnya, Kamis (16/12/2021).

Jokowi meyakini, dari temuan pasien terjangkit Omicron pada negara yang sudah terdeteksi sebelumnya, Covid-19 varian baru ini belum menunjukkan keganasan yang sampai membahayakan nyawa pasien yang terjangkit.

"Sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan yang membahayakan nyawa pasien, terutama pasien yang sudah divaksin," jelas Jokowi.

Jokowi pun mendorong agar masyarakat yang belum mendapat vaksin atau belum mendapat dua dosis vaksin untuk bisa segera mendatangi fasilitas kesehatan supaya mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Saya meminta semua warga yang belum mendapatkan vaksin agar segera mendatangi faskes agar mendapat vaksin, meski situasi di dalam negeri sudah mendekati normal, tapi jangan kendor," Jokowi menandasi.

Dahsyatnya Topan Rai di Filipina

PBB: Sekitar 13 Juta Orang Terdampak Topan Rai di Filipina

Liputan6.com 2021-12-17 07:30:32
Tim penyelamat membawa warga di sepanjang jalan yang banjir akibat Topan Rai di Cagayan de Oro City, Filipina selatan (16/12/2021). Pihak berwenang juga memperingatkan masyarakat untuk menghi

Topan super Rai menerjang Filipina selatan, memaksa ribuan orang berlindung di tengah peringatan banjir dan kehancuran yang meluas.

Saluran listrik dan komunikasi saat ini terputus di beberapa bagian Siargao, dan PBB mengatakan 13 juta orang dapat terkena dampak Topan Rai.

Dilansir dari laman BBC, Jumat (17/12/2021), badai itu terjadi di Siargao, sebuah pulau wisata yang populer, dengan kecepatan angin sekitar 175km/jam (110mph).

Rai adalah salah satu topan terkuat yang melanda Filipina tahun ini.

"Badai monster ini menakutkan dan mengancam akan menghantam masyarakat pesisir seperti kereta barang," kata Alberto Bocanegra, kepala Federasi Palang Merah Internasional (IFRC) setempat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tidak Ada Korban Tewas Sejauh Ini

Pihak berwenang telah melaporkan tidak ada kematian atau cedera sejauh ini.

Filipina terbiasa dengan badai yang kuat - dihantam oleh rata-rata 20 badai dan topan setahun.

Topan super Goni meninggalkan jejak kematian dan kehancuran pada November 2020. Itu adalah badai paling kuat yang melanda negara itu sejak Topan Haiyan menewaskan lebih dari 6.000 orang pada 2013


Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak:

 

Semburan Lumpur Sidoarjo Bikin Galau

Semburan Lumpur Air Berbau Gas Bikin Galau Warga Sidoarjo

Liputan6.com 2021-12-17 17:07:59
Tanggul lumpur Lapindo jebol, warga khawatir meluber masuk ke rumah. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Semburan lumpur bercampur air berbau gas membuat resah warga Warga di Dusun Kaliwungu, Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Semburan lumpur dengan bau gas yang menyengat tersebut berdekatan dengan pengeboran gas milik PT Minarak Brantas Gas.

Salah satu warga mengatakan, semburan keluar Kamis sekitar pukul 20.00 WIB. Semburan terjadi tepat di lokasi proyek PU BM SDA Sidoarjo. Di proyek tersebut ada pekerjaan galian yang dikerjakan oleh PT Liman selaku kontraktor dengan menggunakan ekskavator.

Penggalian itu dilakukan untuk memasang U-ditch, diduga pipa gas yang tertanam terkena ekskavator hingga patah.

"Warga takut, dengar ada semburan itu, warga berhamburan keluar rumah, warga trauma. Jangan sampai kejadian (lumpur) Lapindo terulang di Banjarasri," kata Mat dikutip dari TimesIndonesia, Jumat (17/12/2021).

Mat menambahkan jika warga berharap kebocoran tersebut bisa segera ditangani, sebab warga takut seperti semburan lumpur Lapindo yang hingga saat ini belum berhenti.

"Kami berharap pihak terkait segera menangani pipa bocor ini, warga trauma," harapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Belum Ada Respons

Sementara pihak PT Minarak Brantas Gas saat di konfirmasi via sambungan Whatshapp belum memberi statemen resmi.

Pihak PU BM SDA Sidoarjo pun sama, belum menjawab pertanyaan sejumlah jurnalis terkait kebocoran pipa gas yang meresahkan warga tersebut. Video semburan lumpur dari dalam tanah tersebut viral di sejumlah media sosial di Kabupaten Sidoarjo.

Presiden Korea Minta Maaf

Akui Gagal Tangani COVID-19, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in Minta Maaf

Liputan6.com 2021-12-17 07:01:57
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat melakukan kunjungan ke Vatikan, Rabu, 18 Oktober 2018 (AP)

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengakui pemerintahnya gagal meredam penyebaran virus penyebab COVID-19. Atas kegagalan itu, Moon meminta maaf kepada seluruh rakyat Korea Selatan.

Dalam pernyataan yang disampaikan juru bicara kepresidenan, Moon juga memohon maaf karena pemerintah gagal menjaga kecukupan ranjang rumah sakit selama masa pelonggaran pembatasan sebelumnya.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan pada Kamis 16 Desember 2021, menyatakan akan kembali mengetatkan pembatasan sosial ketika jumlah kasus baru dan pasien COVID-19 yang dirawat inap meningkat.

Keputusan itu diambil satu setengah bulan setelah pembatasan COVID-19 dilonggarkan. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 7.622 kasus baru pada Rabu 15 Desember, sehari setelah mencatat rekor harian 7.850 kasus.


Rekor Baru Jumlah Pasien

Jumlah pasien yang parah mencapai rekor baru 989 kasus. Sekitar 87 persen ruang perawatan intensif terisi pasien di kawasan metropolitan Seoul dan sekitar 81 persen di seluruh negeri.

Jumlah kasus harian menembus angka 7.000 untuk pertama kalinya pekan lalu, hanya beberapa hari setelah melewati angka 5.000.

Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) Jeong Eun-kyeong mengatakan angka harian itu bisa menembus 10.000 bulan ini jika tidak ada perubahan dalam penanganan COVID-19.

Total infeksi Korsel sejauh ini mencapai 544.117 kasus, 148 kasus di antaranya diduga akibat varian Omicron. Jumlah kematian selama pandemi tercatat 4.518 orang.


Pembatasan Kembali Berlaku

Berdasarkan perkembangan terakhir itu, pembatasan akan kembali diberlakukan di Korsel mulai Sabtu (18/12) hingga 2 Januari.

Peserta pertemuan dibatasi tidak lebih dari empat orang yang sudah divaksin lengkap.

Restoran, kafe, dan bar harus ditutup pada pukul 21.00 sedangkan bioskop dan kafe internet pada jam 22.00, kata pejabat.

Orang-orang yang tidak divaksin hanya boleh makan di luar rumah sendirian atau membeli makanan untuk disantap di rumah.


Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan Covid-19 Varian Omicron

 

Demi Petani Halima Aden Come Back

Halima Aden Balik ke Dunia Modeling demi Dukung Petani Kelapa

Liputan6.com 2021-12-17 13:01:00
Model Halima Aden berjalan di atas catwalk menggenakan busana rancangan Sherri Hill Show selama New York Fashion Week 2019 di New York City (8/2). Halima merupakan model berhijab keturunan Am

Sosok Halima Aden tersohor sebagai supermodel berhijab pertama di industri fesyen. Perempuan Somalia-Amerika ini sempat membuat heboh dengan menyatakan mundur dari dunia modeling.

Dilansir dari Page Six, Jumat (17/12/2021), Halima Aden mundur dari catwalk pada November 2020 karena alasan konflik dengan keyakinan agamanya. Keputusan ini diumumkan Aden setelah tampil di runway untuk Yeezy dan Alberta Ferretti.

"Mereka bisa menelepon saya besok dan bahkan untuk 10 juta dolar, saya tidak akan pernah mengambil risiko mengkompromikan hijab saya lagi," tulis model berusia 24 tahun di Instagram kala itu.

Setelah setahun berlalu, Halima Aden kembali ke dunia mode. Kali ini, ia berharap menciptakan perubahan daripada mengubah dirinya sendiri.

"Saya ingin kembali bekerja yang saya sukai dengan merek yang memiliki nilai inti yang sama dengan saya," kata Aden kepada Page Six Style usai mengakhiri hiatusnya.

"Penting bagi saya bahwa saya kembali dengan cara saya sendiri, dan saya sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal dengan cara saya," tambah Halima Aden.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kerja Sama

Untuk pekerjaan pertama setelah kembali, Aden bekerja sama dengan Vita Coco sebagai juru bicara inisiatif dampak sosial merek tersebut. Proyek Vita Coco mendukung komunitas petani kelapa di Filipina dan Sri Lanka.

Aden juga baru-baru ini dinobatkan sebagai brand ambassador global pertama di Modanisa, modest fashion retailer. "Saya menjadi sangat sadar dengan siapa saya bermitra dan apa yang menyebabkan saya mendukung," terangnya.

Meski tidak semua pengalaman modelingnya positif, Aden menyadari dampak ketenarannya terhadap orang lain yang memiliki keyakinan yang sama dengannya. "Sebagai seorang gadis kecil yang tumbuh dewasa, saya tidak pernah melihat seseorang yang terlihat seperti saya sedang dirayakan di majalah atau di televisi," katanya.


Jadi Diri Sendiri

"Bahkan, ketika saya melihat representasi perempuan Muslim, itu biasanya di berita yang berkaitan dengan penindasan, yang bukan pengalaman saya mengenakan hijab," kata Halima Aden.

Aden percaya masih ada pekerjaan yang harus dilakukan dalam hal keragaman dan inklusi. Dibutuhkan upaya komunitas untuk mendorong perubahan yang nyata. "Jangan ubah diri sendiri, ubah permainan," katanya.

Aden menjelaskan jangan merasa harus menyesuaikan diri untuk berbaur, namun bangga pada diri sendiri dan dari mana diri berasal. "Setiap orang dilahirkan untuk menonjol, dan kita semua harus merangkul perbedaan satu sama lain. Dunia akan menemui Anda di tempat Anda berdiri," katanya.


Infografis Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion

 

Seniman RI Berjaya di Tokyo

Selamat, Tiga Seniman Indonesia Juara Pertama Tokyo Light Festival 2021

Liputan6.com 2021-12-17 12:32:55
Tokyo Light Festival 2021 yang diikuti tiga seniman Indonesia. (Dok KBRI Tokyo)

Tiga seniman video mapping asal Indonesia menang dalam Tokyo Light Festival 2021. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyambut baik kemenangan tersebut.

Menurut keterangan KBRI Tokyo yang dikutip dari Antara, Jumat (12/17/2021), kemenangan tiga seniman Indonesia itu diumumkan di Meiji Jingu Gaien Tokyo.

Ketiga seniman video mapping Indonesia itu adalah Fadjar Kurnia, Rafico Lingga Adiyoga dan Muhammad Fahry Aziz yang tergabung dalam studio The Fox, The Folks asal Bandung.

Selain menjadi juara pertama (grand prize), mereka juga memenangi kategori audience award.

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi menyambut gembira kemenangan tiga seniman muda digital Indonesia itu.

"Selamat kepada The Fox, The Folks, kami sangat bangga atas prestasi gemilang di tengah pandemi COVID-19 ini, di mana anak muda Indonesia bisa berkreasi dan diakui oleh dunia internasional," kata Dubes Heri.

"Melalui karyanya yang spektakuler dan memenangkan kompetisi ini, mereka telah membawa harum nama Indonesia," lanjut Dubes Heri.

Dubes Heri berharap kemenangan itu juga dapat meningkatkan kolaborasi antara seniman Indonesia dan Jepang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rasa Syukur

Salah satu seniman, Fadjar Kurnia, melalui pesan singkat kepada KBRI Tokyo menyampaikan rasa syukur atas lolosnya karya seninya menjadi pemenang di ajang internasional itu.

"Kami sangat senang sekali dan tidak pernah menyangka akan menang. Apalagi jika melihat saingan dari negara-negara lainnya yang karyanya juga tidak kalah bagus. Sampai saat nama kami disebutkan pun kami masih tidak bisa percaya dan tidak bisa berkata apa-apa. Kami persembahkan kemenangan ini untuk Indonesia. Terima kasih atas dukungan semua pihak," ujar Fadjar.

Senada dengan Fadjar, Rafiko Lingga dan Muhammad Fahry Aziz menyampaikan rasa senang dan bangga atas kemenangan tim The Fox, The Folks Indonesia dan berharap kemenangan itu dapat menginspirasi anak muda Indonesia.

Tokyo Light Festival adalah kompetisi seni pemetaan proyeksi yang memadukan penataan cahaya dan suara dalam sebuah karya seni unik yang dinilai secara ketat oleh panel ahli berskala Internasional.

Kompetisi itu dibuka sejak 1 Juli 2021 hingga 24 Sept 202 dan diikuti 246 peserta dari 54 negara.


Infografis Ingat Pesan Ibu

 

Hoaks, Verrel Bramasta Meninggal

Hoaks Verrel Bramasta Meninggal Dunia Beredar di Internet

Liputan6.com 2021-12-17 13:51:36
Verrel Bramasta (Istimewa)

Sebuah kabar hoaks yang menyatakan aktor Verrel Bramasta meninggal dunia sempat beredar di internet. Informasi palsu itu diunggah akun YouTube bernama ENJOY YOUR LIFE.

Berdasarkan penelusuran Tekno Liputan6.com, Jumat (17/12/2021), video yang memberikan informasi menyesatkan mengenai Verrel Bramasta itu diunggah pada 12 Desember 2021.

"Aktor Varrel Bramasta Meninggall Dunia! Sosok Ini Ikut Melayatt Hingga Pecah Tangis DiPekam4n?.!!" tulis video yang diunggah beberapa hari lalu tersebut di akun YouTube tersebut.

Narasi dalam video itu menyebut Verrel yang merupakan putra sulung Venna Mellinda itu meninggal dunia. Sejumlah kerabat pun dilaporkan melayat.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, narasi dalam video itu dipastikan tidak benar alias hoaks. Sebab, tidak ada penjelasan resmi mengenai informasi tersebut dari kerabat dekat maupun keluarga.

Selain itu, Verrel Bramasta masih aktif di media sosial, seperti Instagram. Melalui akunnya @bramastavrl, ia pun masih membagikan aktivitasnya melalui Instagram Stories dan Feed.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rizky Nazar Terjerat Kasus Dugaan Narkoba, Verrel Bramasta: Kalau Ada Apa-Apa Kita di Sini

Di sisi lain, sebagai sahabat Verrell Bramasta berusaha menyemangati Rizky Nazar yang kini tersandung kasus hukum. Ia pun menyebut aktor 25 tahun itu adalah sosok pria yang baik.

"My brother. Lo orang baik. "You'll get through this (kamu akan bisa melalui ini)," tulis Verrell Bramasta melalui Instagram Story-nya, Selasa (14/12/2021).


Siap Membantu

Tak hanya memberikan semangat, Verrel Bramasta juga siap memberikan bantuan buat Rizky Nazar yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

"Kalau ada apa-apa kita di sini," tulis Verrell Bramasta

(Dam/Isk)


Infografis Artis Tersandung Kasus Penyalahgunaan Narkoba

 

Kucing Hutan Tersesat di Hotel

Kucing Hutan Tersesat dalam Hotel Berbintang di Pekanbaru

Liputan6.com 2021-12-17 10:00:24
Kucing hutan yang dievakuasi petugas BBKSDA Riau karena masuk hotel di Pekanbaru. (Liputan6.com/M Syukur)

Pengelola dan pengunjung sebuah hotel berbintang di Pekanbaru dikagetkan dengan kehadiran kucing hutan. Mereka mengira itu sebagai anak macan dahan sehingga menduga ada induknya di sekitar lokasi.

Pihak hotel di Jalan Gatot Subroto itu lalu menghubungi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tim rescue atau penyelamat kemudian turun ke lokasi.

Menurut Plt Kepala BBKSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara, satwa tersebut sudah ditangkap oleh petugas. Sementara dievakuasi ke kandang transit untuk observasi keadaan kucing hutan itu.

"Kejadiannya itu pekan lalu, kucing hutan terjebak di hotel pada pagi hari," kata Fifin, Kamis siang, 16 Desember 2021.

Tim penyelamat tak kesulitan menangkap kucing hutan ini. Petugas berbekal sebuah jaring, lalu kucing dimasukkan ke kandang kecil untuk dibawa ke kandang transit BBKSDA Riau.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tidak Boleh Dipelihara

Fifin menyebut tim medis sudah mengobservasi satwa bernama latin Prionailurus bengalensis itu. Kucing itu diperkirakan berusia setahun dan berjenis kelamin jantan.

"Kondisinya sehat dan lincah, masih liar," kata Fifin.

Fifin menyatakan kucing hutan termasuk kategori satwa dilindungi. Masyarakat tidak boleh memelihara karena keberadaannya lebih baik di alam.

Tidak diketahui pasti di mana kucing hutan ini berasal apalagi Pekanbaru termasuk kota yang tidak berhutan lagi. Bisa saja kucing itu tinggal di semak-semak dan tersesat di hotel.

"Ke depannya, semoga kucing ini bisa dilepasliarkan ke habitatnya," sebut Fifin.


Simak video pilihan berikut ini:

Antisipasi Lonjakan Akibat Omicron

HEADLINE: Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19?

Liputan6.com 2021-12-18 00:03:04
Ilustrasi varian COVID-19, omicron. (PHoto by brgfx on Freepik)

Kasus pertama varian Omicron terdeteksi ada di Indonesia per 15 Desember 2021. Temuan pertama kasus varian COVID-19 yang tengah gencar menginvasi lebih dari 77 negara di dunia ini terkonfirmasi pada seorang petugas kebersihan.

N, begitu inisial pasien COVID-19 varian Omicron ini tak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri. Pun tak menunjukkan gejala infeksi. Kesehariannya dihabiskan di sekitar Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, tempatnya bertugas sekaligus tinggal.

Informasi temuan pertama kasus varian Omicron di Tanah Air diumumkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kamis, 16 Desember 2021, jelang tengah hari. Budi Gunadi menyebut, terdeteksinya varian Omicron berawal dari hasil tes PCR positif COVID-19 pada tiga petugas kebersihan di Wisma Atlet yang dilakukan pada 8 Desember 2021.

Lalu, sampel dari tiga pasien COVID-19 itu dikirimkan ke Baliltbangkes untuk diperiksa lebih detail agar terungkap jenis variannya. Pada 15 Desember malam, terungkap bahwa satu dari tiga petugas kebersihan tersebut terpapar varian Omicron.

Budi menduga N terpapar karena berinteraksi dengan pasien COVID-19 saat menjalankan tugasnya. "Tetapi kita belajar dari Hong Kong, ya memang bisa (tertular meski tidak melakukan perjalanan luar negeri). Bisa karena melayani pasien, akibatnya orang ini tertular."

Ketiga pasien COVID-19 termasuk N, kemudian menjani karantina di Wisma Atlet. Sudah dilakukan tes PCR kedua, hasilnya mereka negatif COVID-19.


Belum Ada Transmisi Komunitas, Pemeriksaan WGS Diperbanyak

Selain kasus N dan dua orang lainnya, Kemenkes juga mencatat 5 kasus probableOmicron. Mereka adalah dua WNI yang datang dari Inggris dan Amerika Serikat serta tiga warga negara Tiongkok. Pemerintah tengah menanti hasil pemeriksaan WGS pada kelima kasus probableOmicron.

Saat ini, dua WNI diisolasi di Wisma Atlet Jakarta, sementara tiga 3 WNA sekarang sedang diisolasi di Manado.

Probable Omicron artinya belum bisa dipastikan terpapar Omicron atau tidak. Pada lima kasus ini masih dilakukan pemeriksaan WGS oleh Balitbangkes Kemenkes.

"Jadi, belum pasti Omicron, tetapi karena kita melakukan tes PCR dengan spesifikasi yang khusus, istilahnya S-Gene Target Failure (SGTF), kita mendeteksi ada 5 kasus probable Omicron," ujar Budi.

Budi mernyampaikan, hingga kemarin, Kamis, 16 Desember 2021 belum ada laporan transmisi komunitas dari temuan kasus varian Omicron pertama. Meski begitu, pemeriksaan sampling WGS ditingkatkan.

"Kita terus melakukan sampling Whole Genome Sequencing (WGS) yang penting dan lebih ketat," ujar Budi.

Transmisi komunitas adalah penemuan sumber rantai penularan dengan jumlah kasus yang dilaporkan. Peningkatan Pemeriksaan WGS Upaya mengantisipasi kemunculan varian Omicron dengan meningkatkan pemeriksan WGS.

"Apa yang kita lakukan untuk mengantisipasi (Omicron)? Karena tidak terlalu banyak kasus konfirmasi, kita sehari mungkin 200-300 sampel," imbuh Menkes Budi Gunadi.

"Standar Whole Genome Sequencing biasanya lima persen, sekarang kami mau lakukan 10 persen. Semua kasus konfirmasi kami lakukan WGS," kata Budi.

Sebagai langkah cepat pencegahan menyebarnya COVID-19 varian Omicron di Tanah Air, sejumlah tower Wisma Atlet Kemayoran pun di-lockdown selama tujuh hari ke depan.

"Benar ada sejumlah tower yang diisolasi tujuh hari ke depan, Tower 1, kemudian tower 2, tower 3 dan tower 5," kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan COVID-19 Hery Trianto, Jumat (17/12/2021).

Hery menjelaskan, saat ini aktivitas di tower yang tengah diisolasi sangat dibatasi. Tenaga kesehatan yang tengah berjaga ada di tower-tower tersebut memakai pelindung lengkap seperti baju hazmat.

"Sangat dibatasi yang masuk di situ, nakes yang bekerja pakai hazmat," jelas dia.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal Suharyanto membenarkan, isolasi tengah dilakukan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran. Menurut dia, hal itu dilakukan hingga sepekan ke depan demi mencegah meluasnya varian Omicron yang sudah teridentifikasi.

"RSDC Wisma Atlet diisolasi sampai 7 hari ke depan, ini sebagai bentuk antisipasi dini untuk mencegah penularan Varian Omicron pada level komunitas menyusul ditemukanya kasus penularan di area rumah sakit darurat COVID-19 tersebut," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis diterima, hari ini.

Suharyanto menambahkan, keputusan mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran diambil berdasarkan rapat koordinasi dengan Menko Marinvest, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan COVID-19, yang dilanjutkan dengan rapat teknis dengan kementerian lembaga terkait hari ini.


Epidemiolog: Harus Tuntas Diketahui N Terpapar dari Mana

Epidemiolog Indonesia dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan usai muncul satu kasus terdeteksi Omiron di Wisma Atlet perlu dilakukan evaluasi dan investigasi. Hal ini mengingat N tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Dicky Budiman mengungkapkan bahwa kemungkinan penularan terjadi pada N dari orang yang tengah melakukan karantina dari luar negeri.

"Karena dia bekerja di satu fasilitas yang melayani orang yang bepergian dari luar negeri, yang kemungkinan besar terpapar Omicron dari luar negeri, tentu berisiko. Besar kemungkinan dari situ," ujar Dicky saat dihubungi Health Liputan6.com pada Kamis, (16/12/2021).

Dicky menjelaskan, hal tersebut juga terjadi pada banyak kasus di negara lain, salah satunya Hong Kong. Sehingga, penting untuk memahami bagi para petugas termasuk petugas kebersihan untuk terus berhati-hati.

Mengingat meskipun telah menggunakan masker dan face shield tidak dapat sepenuhnya menjamin. Terlebih, varian-varian virus SARS-CoV-2 seperti Omicron dapat menyebar melalui udara dengan mudahnya.

"Ini yang artinya harus dilakukan evaluasi dan investigasi. Pastikan kenapanya, aliran (udara)nya, dan sumber penularannya dalam kasus pertama ini," ujar Dicky.

Ia menekankan dalam temuan kasus pertama ini harus tuntas dalam mendapat kepastian N terpapar dari mana.

"Kalau enggak ketemu, ya harus curiga juga ini dia dari mana? Apa ada kontak dengan orang lokal atau bagaimana? Ini yang harus dituntaskan untuk mendapatkan kepastian," tambahnya.

Kemungkinan lain, N tertular dari sesama petugas di Wisma Atlet seperti disampaikan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Profesor Tjandra Yoga Aditama.

Tracing dan Tracking

Maka dari itu, mesti segera melakukan pelacakan (tracing) dan penelusuran (tracking).

"Petugas ini kontak dengan siapa saja ya ditracing, kemudian tracking. Itu semua dilakukan. Menurut saya, jangan nunggu lama," kata Dicky melalui pesan suara yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis, 16 Desember 2021.

Lalu, seluruh orang yang masuk kategori suspek dan dikarantina di RSD Wisma Atlet, khususnya yang berkontak dengan petugas kebersihan yang dinyatakan positif terinfeksi Varian Omicron dites COVID-19.

"Diperiksa PCR juga menggunakan S Gene Target Failure (SGTF), kan mumpung di sini (lagi dikarantina). Yang saya khawatirkan, pekerja ini bolak-balik. Dia (sempat) ke rumahnya, kemungkinan seperti itu," kata Dicky.

Lakukan Pengamatan Tambahan

Dicky juga menyarankan para pasien yang baru-baru ini selesai karantina di RSD Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Ia menyarankan ada pengamatan tambahan, terlebih lagi terkait temuan kasus Omicron pertama di rumah sakit tersebut.

"Kalau bisa dilakukan pengamatan karantina tambahan di rumah masing-masing itu lebih bagus. Setidaknya seminggu tambahan pengamatannya atau menunjukkan kalau ada gejala yang mengarah untuk mendapatkan kepentingan PCR ya dites," jelas Dicky.

"Karena tes PCR ini bisa dilakukan hari ke-1, ke-2, hari ke-5, hari ke-12, bahkan hari ke-14 juga bisa. Jadi ini yang harus dilakukan."

Melihat Karakter Omicron, Cepat atau Lambat Bakal Ada Transmisi

Meski saat ini diketahui belum ada transmisi komunitas dari temuan Oimcron di Indonesia, Dicky memprediksi cepat atau lembat bisa terjadi transmisi. Terlebih melihat penularan dan kemampuan replikasi varian Omicron yang lebih cepat dibanding Delta.

"Kita lihat situasi ancamannya bisa melebihi varian Delta. Kalau ini sudah dideteksi pada pekerja di karantina (RSD Wisma Atlet), berarti besar kemungkinan yang menjalani karantina itu ada lebih dari satu orang yang terpapar (Omicron)," kata Dicky.

"Ini (penularan Omicron) luar biasa cepat sekali. Data terakhir menunjukan, bahwa potensi penularannya itu luar biasa jauh lebih cepat dari Delta. Dalam arti, 70 kali kemampuan replikasi di saluran napas. Itu lebih cepat replikasinya dari Delta," Dicku menambahkan.

Menilik kemampuan varian Omicron, Dicky melanjutkan, potensi varian tersebut memiliki kemampuan menginfeksi lebih cepat dan besar.

"Oleh karena itu, sudah tepat dilakukan, misalnya, uji genom sekuensing," katanya.


Cara Pemerintah Hadang Peningkatan Kasus Omicron

Fakta bahwa Omicron masuk Indonesia membuat sebagian masyarakat takut. Apalagi varian dengan kode B.1.1.529 ini memiliki tingkat penularan tiga kali lebih cepat dari varian Delta.

Terkait ini, Budi mengatakan agar masyarakat tetap tenang, tidak usah panik. Kewaspadaan perlu dilakukan terutama peran penting masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Pesan saya, bagaimana kita menghadapi kasus pertama varian Omicron ini ya tetap tenang, waspada, Ingat, pertama, prokes harus tetap disiplin dijalankan," ucap mantan Wakil Menteri BUMN ini.

"Kedua, surveilans harus terus kita lakukan. Kalau terkena (ada gejala), kita harus dites. kalau berjalan ke mana-mana dites dulu. Ketiga, kita harus percepat vaksinasi, terutama lansia yang ke luar negeri."

Pemerintah pun mengoptimalkan upaya tanggap darurat demi menghadapi sekaligus mencegah varian Omicron meluas, termasuk mempersiapkan infrastruktur baik rumah sakit dan obat-obatan.

Pengetatan Aktivitas Masyarakat

Pengetatan aktivitas masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), terlebih dengan adanya temuan varian Omicron, menjadi salah satu langkah yang dilakukan guna mencegah peningkatan kasus positif. Seperti dinyatakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan diperketat sesuai level di tiap-tiap daerah.

"Memperketat pelaksanaan PPKM di daerah masing-masing sesuai dengan levelnya. Level ini bisa naik turun, mungkin sampai dengan tahun baru, Januari itu tidak ada yang diturunkan," kata Ma'ruf di sela kunjungan kerjanya di Bali, Jumat (17/12/2021).

Wapres menambahkan, pengetatan PPKM juga akan dilakukan melalui kebijakan yang diambil pemerintah. Salah satunya dengan meningkatkan level PPKM.

"Ada daerah yang bisa naik tingkat levelnya, tapi diketatkan. Walau tidak di level 3 kan bisa dilakukan pengetatan-pengetatan PPKM. Itu beberapa kebijakan yang diambil pemerintah," jelas Ma'ruf.

Berkaca pada pengalaman pada COVID-19 varian Delta, Ma'ruf mendorong antisipasi lebih dini untuk dapat dilakukan. Dia pun meminta kepada Pemda mulai untuk melakukan pencegahan wilayah masing-masing.

"Kita punya pengalaman Delta, Delta itu kurang kita antisipasi sehingga kita kebobolan. Oleh karena itu, ketika ini baru satu, semua pemda harus melakukan penyiapan untuk pencegahan," Ma'ruf menandasi.

Vaksinasi dan Penerapan Protokol Kesehatan

Demikian pula halnya dengan vaksinasi COVID-19. Guna melindungi masyarakat dari ancaman berbagai varian COVID-19, dilakukan percepatan vaksinasi. Bagi daerah dengan cakupan vaksinasi rendah hingga akhir 2021, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pihaknya akan memberi sanksi.

Tito menyatakan, di akhir tahun 2021, pihaknya akan melakukan evaluasi daerah yang tidak mencapai target 70 persen vaksinasi dosis pertama.

"Bagi daerah yang tidak mencapai target 70 persen, akan kami evaluasi berupa teguran dan akan diberikan sanksi berupa disinsentif atau tidak akan diberikan tambahan Dana Insentif Daerah. Sebaliknya, bagi daerah yang telah memenuhi target, akan kami usulkan kepada Kementerian Keuangan untuk diberikan tambahan Dana Insentif Daerah dan Dana Alokasi Umum," tegasnya dalam Rapat Koordinasi Strategi Percepatan Vaksinasi di Auditorium Pendopo Gubernur Sumatera Barat, Jumat (17/12/2021).

Tito menekankan, jika suatu daerah angka capaian vaksinasi COVID-19-nya jomplang, maka akan mempengaruhi jumlah rata-rata nasional.

Selain vaksinasi, penerapan protokol kesehatan pun sama pentingnya untuk dilakukan di masa pandemi. Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Dr Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan, vaksinasi berfungsi meningkatkan antibodi terhadap SARS-CoV-2 dan variannya.

Menurut Prof Sri, baik vaksinasi maupun penerapan protokol kesehatan 5M adalah dua hal yang harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua orang. Penularan virus Corona penyebab COVID-19 tidak akan berhenti jika hanya menerapkan salah satu dari kedua hal tersebut.

Durasi Karantina bagi WNI dan WNA

Terkait perkembangan global varian Omicron, Pemerintah telah melakukan beberapa langkah antisipatif, antara lain Kemenkes menggencarkan upaya Whole Genome Sequencing (WGS) dan pemeriksaan PCR menggunakan S-Gene Target Failure (SGTF) untuk mendeteksi kemungkinan varian Omicron.

Masyarakat pun diimbau agar tak bepergian ke luar negeri dulu. "Sekali lagi, tolong liburan ini habiskan waktunya di dalam negeri, tidak perlu keluar negeri. Indonesia negara yang jauh lebih aman dibandingkan negara luar," ujar Budi Gunadi.

"Kita jaga warga, jaga tetangga dengan kurangi perjalanan ke luar negeri kalau tidak perlu. Jalan-jalan saja di dalam negeri karena relatif jauh lebih aman," imbuh Budi Gunadi.

Jika pun ada warga masyarakat yang dalam kondisi mendesak harus melakukan perjalanan luar negeri, Satgas Penanganan COVID-19 pun meminta masyarakat untuk memahami syarat perjalanan.

Karantina menjadi salah satu kewajiban yang harus ditunaikan para pelaku perjalanan luar negeri. Kewajiban karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) tertuang dalam Surat Edaran Satgas COVID-19 No. 25 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19.

Ketentuan tersebut termasuk melakukan tes RT-PCR saat kedatangan, karantina 10 x 24 jam, dan tes ulang RT-PCR kedua pada hari ke-9 karantina. Untuk Warga Indonesia dari 11 negara tempat transmisi komunitas varian Omicron wajib menjalani karantina 14 hari.

Wiku Adisasmito mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah dan terus membekali diri dengan informasi perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia. Sehingga tidak lagi terjadi pelanggaran yang berpotensi merugikan orang lain.

"Dimohon kepada seluruh masyarakat untuk mempelajari kebijakan yang berlaku dan mentaatinya. Kebijakan ini dibuat tidak pandang bulu dan ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan yang tertera serta termaktub dalam Surat Edaran Satgas No. 25 Tahun 2021," tegas Wiku.

Pentingnya karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri pun ditegaskan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. Melalui akun Twitternya, Zubairi mengungkapkan bahwa karantina memang tidak dapat sepenuhnya menghambat penularan virus Corona, tetapi masih dapat meminimalisasi penularan yang terjadi.

"Karantina itu meminimalkan penularan, tidak 100 persen menghambat. Amerika itu seminggu, ternyata masih bobol. Sepuluh hari tentu lebih baik," tulis Zubairi, Jumat, (17/12/2021).

Zubairi menambahkan, masa inkubasi virus dalam tubuh seseorang juga dapat bervariasi. Terlebih, masih ada kemungkinan untukfalse negative pada hasil pemeriksaan swab yang dilakukan.

Mengenai efektivitas karantina, Zubairi menilai hal tersebut terkait kepatuhan individu yang diawasi dan mengawasi dalam melaksanakan kewajiban. Menurutnya, aturan yang bagus akan menjadi percuma jika dilaksanakan tidak sebagaimana mestinya.

"Semoga, adanya kasus pertama Omicron ini akan jadi momentum perbaikan bagi kita semua. Itu harapan saya. Bismillah," sambungnya dalam unggahan tersebut.


Apa dan Bagaimana Varian Omicron?

Virus SARS-CoV-2 varian Omicron pertama kali terdeteksi oleh para ilmuwan di Afrika Selatan pada awal November 2021. Deteksi dilakukan seiring meningkatnya kasus positif COVID-19 di negara tersebut.

Temuan awal mengenai varian ini kemudian dilaporkan pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mencermati mutasi varian Omicron yang berbeda dari varian yang telah ada, WHO pun kemudian segera menetapkannya sebagai salah satu Variant of Concern.

Varian yang teridentifikasi sebagai B.1.1.529 ini lalu disebut Omicron, mengikuti sistem penamaan varian SARS-CoV-2 yang menggunakan alfabet Yunani oleh WHO. Hal ini bertujuan memudahkan komunikasi publik serta mengurangi keragu-raguan mengenai berbagai varian virus Corona penyebab COVID-19.

Diketahui varian Omicron memiliki sekitar 30 mutasi pada protein spike (mahkota/duri-duri) sehingga diduga lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya. Studi awal di Inggris menemukan, kecepetan penularan varian ini tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan varian Delta.

Hingga saat ini para peneliti masih terus mempelajari karakteristik varian Omicron. Beberapa laporan sementara menunjukkan adanya kasus reinfeksi dan kasus pada orang yang telah divaksinasi. Ini menguatkan dugaan awal bahwa Omicron mampu menghindar dari sistem kekebalan tubuh manusia. Selain itu, laporan sementara juga menunjukkan bahwa varian ini mampu menekan potensi vaksin.

Meski diduga varian Omicron akan memengaruhi efektivitas vaksin, langkah vaksinasi masih terbukti mampu mencegah sakit berat dan kematian.

Bagaimana gejala Omicron?

Gejala yang ditimbulkan oleh varian Omicron sangatlah bervariasi. Dokter di Afrika Selatan yang menangani kasus-kasus awal varian Omicron mengatakan, pasien-pasiennya menunjukkan gejala ringan seperti tidak enak badan, otot terasa nyeri, kelelahan, tenggorokan tidak nyaman dan sakit kepala, namun tanpa disertai hilangnya kemampuan mencium atau mencecap rasa.

Sementara pada temuan kasus Omicron di negara lain termasuk Indonesia, individu yang terinfeksi varian Omicron tidak bergejala ataupun mengalami sakit.

Mengutip laman BMJ.com, data yang dirilis pada 16 Desember 2021 oleh Covid Symptoms Study yang dilakukan oleh perusahaan ilmu kesehatan Zoe serta King's College London menunjukkan, lima gejala yang paling banyak dilaporkan terkait infeksi varian Omicron yakni hidung meler, sakit kepala, kelelahan baik ringan maupun parah, bersin, serta tenggorokan tidak nyaman. Studi awal ini dilakukan berdasarkan kasus positif di London mengingat lokasi tersebut memiliki prevalensi kasus Omicron tertinggi di Inggris.

Walaupun sebagian besar kasus varian Omicron menunjukkan gejala ringan, WHO tetap berpesan untuk tetap mewaspadai varian ini.

"Kami memiliki laporan bahwa Omicron memiliki tingkat keparahan yang lebih rendah dari Delta. Tapi sekali lagi, kalau kita punya banyak kasus, maka banyak kasus berarti akan lebih banyak yang dirawat di rumah sakit," ujar pemimpin teknis COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove.

Vaksinasi dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, sebut Maria, masih menjadi langkah pencegahan yang utama.