Volume 170

Menlu Retno Tagih Janji Taliban

Temui Taliban, Menlu Retno Tagih Janji Perdamaian untuk Afghanistan

Liputan6.com 2021-12-20 17:00:50
Pertemuan antara Menlu Retno Marsudi dengan Perwakilan Taliban, Mullah Amir Khan Muttaqi. (Dok: Kemlu RI)

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi telah melakukan pertemuan dengan Taliban di sela-sela kunjungan pertemuan Luar Biasa para Menlu OKI (Organisasi Kerja Sama Islam).

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengharapkan agar janji Taliban yang disampaikan pada 16 Agustus dapat dilakukan dan dapat mengalami kemajuan yang signifikan.

"Harapan ini juga secara khusus saya sampaikan pada saat sayabertemu dengan Mullah Amir Khan Muttaqi dari Taliban," ujar Menlu Retno.

Ia juga mengatakan bahwa mplementasi janji Taliban akan memberikan kontribusi besar dalam menciptakan sebuah Afghanistan yang damai, stabil dan makmur.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tegakkan Hak Pendidikan

Menlu Retno turut menegaskan penegakkan hak-hak perempuan dan anak-anak terutama di bidang pendidikan.

"Secara khusus saya sampaikan kembali harapan mengenai penghormatan terhadap hak-hak perempuan, termasuk di bidang pendidikan," ujar Menlu Retno.

Indonesia siap menjadi bagian dari kerja sama pengembangan pendidikan dan pengembangan kapasitas bagi pendidikan untuk perempuan.

Selain isu pendidikan, Menlu Retno juga terus menyuarakan isu pemberdayaan perempuan yang tetap menjadi perhatian Indonesia.

"Saat sister Lolwah Rashid Al-khater (Asisten Menlu Qatar) berkunjung ke Indonesia, saya juga temukan dengan para tokoh perempuan Indonesia yang memberikan cerita mengenai pengalaman pendidikan bagi perempuan di Indonesia dan kesetaraan akses bagi perempuan," ujarnya lagi.


Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan:

 

Muncul Pria Mirip Mendiang Bibi

Viral Sosok Pria Mirip Mendiang Bibi Ardiansyah, Warganet Terharu

Liputan6.com 2021-12-20 15:25:16
Warganet dibuat terharu lihat pria mirip mendiang Bibi Ardiansyah. (Sumber: Instagram/bibliss/TikTok/dhalkoooooo)

Beberapa waktu lalu ramai seorang wanita yang memiliki wajah mirip dengan mendiang Vanessa Angel di media sosial. Kini giliran sosok pria yang disebut mirip dengan Bibi Ardiansyah.

Seperti diketahui jika Vanessa Angel dan sang suami meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Tol Nganjuk pada 4 November 2021 lalu. Kepergiaan pasangan tersebut hingga kini menyisakan duka mendalam bagi banyak orang. Terlebih lagi kini banyak warganet yang menyoroti perkembangan Gala Sky.

Meski sudah lebih dari satu bulan, warganet masih dibuat terharu dengan video pria yang mirip dengan Bibi ini. Bahkan video pria itu kini sudah ditonton lebih dari 7,2 juta views.

Beberapa waganet juga menyarankan untuk bertemu dengan Gala Sky Andriansyah. Setelah ditelusuri, pria itu diduga seorang anggota polisi.


Pria Mirip Bibi Ardiansyah

Dilansir oleh Liputan6.com, Senin (20/12/2021) dari akun TikTok @dhalkoooooo mengunggah video dirinya yang tengah berada di dalam mobil. Pria berambut cepak itu menggunakan filter yang otomatis membuat wajahnya menjadi besar.

"Nggak tau mainnya," tulis si pemilik akun dikutip dari akun Tik Toknya yang diunggah pada Kamis (16/12/2021).

Hingga hari ini video singkat itu bahkan sudah ditonton lebih dari 7 juta kali. Bahkan video tersebut juga diunggah ulang akun gosip di Instagram.

Setelah ditelusuri, pria tersebut diduga merupakan anggota polisi. Terlihat dari kaus abu-abu yang ia gunakan dengan logo Polri. Dibeberapa video lainnya, ia juga mengunggah kegiatannya dengan seragam polisi.


Bikin Warganet Terharu

Sontak video itu pun ramai dan viral di media sosial. Sang pemilik bahkan tak menyangka video singkatnya bisa ramai ditonton dan dikomentari warganet.

"Walah maaf ya main tiktok gabut" Jadi rame" tulisnya.

Tak sedikit warganet yang terharu melihat pria ini karena wajahnya mirip dengan suami Vanessa Angel. Sebagian warganet bahkan menyarankan untuk bertemu dengan Gala Sky.

"Bang bibi..." tulis SASIMOO.

"Kaget mirip bgt ma bibi" sambung xybila.z_ dengan emot menangis.

"Kawal sampai ketemu Gala.." imbuh mr.tp.

"bibi campur padly gk si" tanya Triany bae_.

"ah nangis ini mirip banget" sambung Aunty.Sarah.

@dhalkoooooo

Gak tau mainnya

Title - Meghan Trainor

Usia 35 Jadi Presiden

Gabriel Boric, Mantan Aktivis Kampus yang Jadi Presiden Termuda Chile

Liputan6.com 2021-12-20 18:35:12
Gabriel Boric, presiden baru Chile. (AP)

Seorang legislator sayap kiri yang menjadi terkenal selama protes anti-pemerintah di Chile telah terpilih sebagai presiden negara berikutnya.

Dengan hampir 99 persen laporan dari TPS, Gabriel Boric memenangkan 56 persen suara, dibandingkan dengan 44 persen untuk lawan konservatifnya, Jose Antonio Kast.

Kast segera mengakui kekalahan. Ia mengunggah di Twitter foto dirinya di telepon tengah memberi selamat kepada rivalnya atas "kemenangan besar".

Pada usia 35 tahun, Boric akan menjadi presiden termuda Chile saat dilantik 11 Maret 2022 mendatang.

Presiden Chile yang akan lengser, Sebastian Pinera - seorang miliarder konservatif - mengadakan konferensi video dengan Boric untuk menawarkan dukungan penuh kepada pemerintahnya selama transisi tiga bulan.

"Saya akan menjadi presiden semua orang Chile," kata Boric dalam penampilan singkat di televisi bersama Pinera seperti dikutip dari Al Jazeera,Senin (20/12/2021).

"Saya akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi tantangan yang luar biasa ini," imbuh Boric.

Boric, yang akan menjabat pada Maret 2022, telah memicu kemarahan publik pada model ekonomi berorientasi pasar Chile, yang secara luas dianggap telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang cepat selama beberapa dekade tetapi memicu ketidaksetaraan.

Ketidakseimbangan itu memicu pemberontakan sosial yang meluas pada tahun 2019, menyalakan sumbu kebangkitan politik kiri progresif dan penyusunan ulang konstitusi era kediktatoran negara itu.

Lucia Newman dari Al Jazeera yang melaporkan dari ibu kota Chile, mengatakan bahwa suasana di Santiago saat ini tengah euforia.

"Boric berjanji untuk menjadi presiden untuk semua orang Chile, termasuk mereka yang menentang visinya untuk masa depan Chile," katanya, "dan dia berharap dia dapat meyakinkan mereka tentang program itu, bahwa masa depan akan lebih baik untuk semua orang."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Presiden Termuda Chile

Laporan Al Jazeera menyebut pria yang berasal dari Punta Arenas, di ujung selatan Chile, Boric merupakan mahasiswa memimpin Federasi Mahasiswa di Universitas Chile di Santiago. Dia menjadi terkenal memimpin protes pada tahun 2011 menuntut pendidikan yang lebih baik dan lebih murah.

Pada tahun 2014, masih berusia 20-an, ia telah bergabung dengan Kongres nasional sebagai legislator majelis rendah, mewakili wilayah Magallanes yang luas dan jarang penduduknya di selatan.

Pada kampanye tahun ini, dia berjanji untuk "mengubur" model ekonomi neoliberal yang ditinggalkan oleh kediktatoran Jenderal Augusto Pinochet 1973-1990 dan menaikkan pajak pada "orang super kaya" untuk memperluas layanan sosial, memerangi ketidaksetaraan dan meningkatkan perlindungan lingkungan.

Di pusat kota Santiago, para pendukungnya bersorak, berpelukan dan mengibarkan bendera dengan gambar Boric, serta bendera pelangi kelompok LGBT yang telah mendukung kebijakan inklusif sosialnya serta rencana untuk merombak model ekonomi Chile yang berorientasi pasar.

"Kita berhasil!" Paola Fernandez yang berusia 39 tahun berkata sambil menangis memeluk putrinya, menambahkan bahwa dia bahagia karena kebijakan progresif Boric.

Mengutip The Guardian, Boric telah menikmati kebangkitan meroket dari politik mahasiswa untuk menjadi penghuni La Moneda, istana presiden Chile berikutnya.

Dia telah mengubah citranya secara nyata sejak partisipasinya dalam gerakan mahasiswa 2011, muncul dari sekelompok politikus mahasiswa muda menjabat dua periode di Kongres nasional sebelum mencalonkan diri sebagai presiden.

Pada usia 35 tahun, dia akan menjadi presiden termuda Chile ketika dia dilantik pada 11 Maret.

Masa jabatannya berlangsung hingga 2026 dan akan mencakup periode transformasi sosial dan politik untuk negara, yang saat ini sedang menulis ulang konstitusinya -- hasil dari protes massa anti-ketidaksetaraan yang meledak pada Oktober 2019.


Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan COVID-19 Varian Omicron

 

Terlantar di Bandara Tunggu Karantina

Viral Video WNI Terlantar di Soetta Tunggu Karantina, Ini Kata Satgas Bandara

Liputan6.com 2021-12-20 16:48:26
Penumpang melintas di aera cek in pesawat terbang di terminal 3, Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Rabu (15/12/2021). Pemerintah mengeluarkan aturan perjalanan terbaru selama periode libur N

Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten mendadak viral di media sosial. Dalam video yang beredar terjadi penumpukan WNI yang baru tiba dari luar negeri.

Lewat video berdurasi sekitar 2 menit, menunjukkan banyaknya penumpang yang terlantar di Terminal 3 untuk karantina. Tampak penumpang duduk di lantai bahkan sampai tertidur di conveyor bagasi.

Komandan Satgas Udara Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta Letkol Agus Listiono membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 18 Desember lalu.

"Ya video itu ada pada hari Sabtu (18/12/2021) memang terjadi penumpukan karena ada ketersendatan yang ada di wisma," kata Agus saat dihubungi awak media, Senin (20/12/2021).

Ditambah, Wisma Atlet Pademangan tengah dilockdown lantaran adanya varian Omicron di dalamnya. Sehingga membuat antrean karantina lebih padat dari biasanya.

"Mau tidak mau, karena wisma itu penuh karena Pademangan itu lockdown karena ada yang terpapar Omicron," jelasnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua


Didominasi Pekerja Migran

Sebagai tindakan darurat, pihaknya meminta tempat karantina di Nagrak sebagai tempat karantina penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Namun, hal tersebut pun tidak bisa dilakukan secara instan karena butuh waktu untuk menyiapkan logistik.

"Waktu itu alasannya logistiknya belum. Jam 13.00 WIB itu kami kirim semuanya bisa terurai sedikit demi sedikit. Sampai pada hari Minggu (20/12/2021) itu sudah clear," ujar Agus.

Dia juga menjelaskan, penumpang dari luar negeri pada saat itu didominasi oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebagaimana diketahui, perekam video tersebut mengaku sebagai turis alias penumpang reguler sehingga tidak mendapatkan fasilitas karantina di wisma Atlet.

"Yang berhak untuk di wisma atau layanan karantina pemerintah secara gratis itu menurut surat edaran satgas hanya ada tiga kriterianya," jelas Agus.

Pertama Pekerja Migran Indonesia atau PMI, kedua pelajar Indonesia yang dapat beasiswa di luar negeri dan lain sebagainya. Yang ketiga itu ASN atau PNS yang diberi surat dinas dari pemerintah.

Honor Laura Anna Rp 250 Juta

Jalani Amanah Laura Anna, Kakak Akan Sumbangkan Uang Rp 250 Juta Pemberian Deddy Corbuzier

Liputan6.com 2021-12-20 07:00:20
Deddy Corbuzier dan Laura Anna. (Foto: Instagram @edlnlaura)

Sebelum meninggal dunia, Laura Anna sempat mendapat uang sebesar Rp 250 Juta dari Deddy Corbuzier untuk tambahan biaya pengobatannya. Uang tersebut didapatkan Laura Anna setelah menjadi bintang tamu kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Karena Laura Anna sudah berpulang, Irene sang kakak akan menyumbangkan uang tersebut kepada yang membutuhkan. Hal itu sesuai dengan keinginan Laura Anna sebelum meninggal dunia.

"Itu persis kayak begitu, itu persis yang Om Ded bilang. Terus, itu amanah dan aku bakalan terusin itu sudah pasti," ucap Irene dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment, Minggu (18/12/2021).

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kaget

Laura Anna mengaku kaget saat mendapatkan uang ratusan juta dari Deddy Corbuzier. Padahal ia tak pernah berharap mendapatkan uang setelah menjadi bintang tamu di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Oleh karennya itu, Laura Anna mutuskan untuk menyumbangkan uang tersebut.

"Kita yang kayak, 'lho, enggak usah, kita memang senang buat main juga, mau ketemu Om Deddy juga'. Laura kaget, pas tahu itu juga kaget banget, enggak ada minta ini, minta itu," kata Irene.

"Makanya Laura bilang kayak, 'sudahlah, Laura enggak butuh-butuh banget', jadi Laura bilang, 'sudah bagi saja. Entar yang Laura butuhkan pakai itu, sisanya Laura mau sumbangkan'," lanjut Irene.


Gemar Berbagi

Iren menyebut semasa hidup Laura Anna adalah orang yang gemar berbagi dengan siapapun apa lagi di lingkungan sekitar rumahnya.

"Laura itu orangnya bagi-bagi banget. Laura sudah enggak ada saja, berkahnya banyak banget dan itu kita semua merasakan," kata Irene.


Meninggal Dunia

Diketahui Laura Anna mengalami kelumpuhan setelah mengelami kecelakaan bersama Gaga Muhammad pada 8 Desember 2019. Laura mengalami spinal cord injury atau kerusakan pada bagian dari sumsum tulang belakang atau saraf di ujung kanal tulang belakang (cauda equina) yang membuatnya harus berbaring selama dua tahun.

Sementara itu, Gaga yang mengendarai mobil, dalam kondisi sehat dan hanya mengalami lecet-lecet di tubuhnya.

Namun di tengah perjuangannya mencari keadilan dari Gaga Muhammad, Laura Anna meninggal dunia pada 15 Desember 2021 lalu di usia 21 tahun. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya Laura Anna mengeluh sakit di bagian lambung dan sesak napas.

Shin Tae-yong, Pelatih Ajaib

Timnas Indonesia Singkirkan Malaysia di Piala AFF 2020, Media Korsel Sebut Shin Tae-yong Ajaib

Liputan6.com 2021-12-20 13:30:21
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (PSSI).

Kemenangan Timnas Indonesia atas Malaysia di babak penyisihan grup B Piala AFF 2020, Minggu (19/12/2021) tidak hanya jadi perhatian insan di Tanah Air saja. Media asal Korea Selatan juga ikut menyoroti keberhasilan pasukan Shin Tae-yong melaju ke babak semifinal turnamen dua tahunan itu.

Timnas Indonesia tidak hanya berhasil menghancurkan Malaysia di National Stadium, Singapura. Kemenangan 4-1 atas Harimau Malaya sekaligus mengantar Indonesia sebagai juara grup B.

Timnas Indonesia memimpin dengan 10 poin atau unggul selisih gol atas Vietnam yang di laga terakhir juga sukses menekuk Laos. Di babak selanjutnya, Indonesia akan bertemu Singapura dalam 2 leg.

Keberhasilan timnas Indonesia melewati babak penyisihan grup tidak hanya ramai dibicarakan di Tanah Air saja. Media Korea Selatan juga ternyata memberi perhatian. Maklum kemenangan atas timnas Malaysia tentu tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin, pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.


Keajaiban Duo Pelatih Korsel

Kebetulan, Shin Tae-yong juga bukan satu-satunya pelatih Korsel yang bakal tampil di semifinal Piala AFF 2020 nanti. Park Hang-soe yang menangani Vietnam juga sukses meloloskan timnya. Namun sebagai sebagai runner up grup, timnas Vietnam bakal bertemu juara grup A, yakni Thailand.

"Keajaiban Shin Tae-yong dan Park Hang-seo masih terus berlanjut. Keduanya berhasil melaju ke babak semifinal Piala AFF 2020 sebagai juara grup dan runner up," tulis media koran Korsel, Chosun.

Keajaiban menjadi kata yang dipilih oleh Chosun sejak awal mereka memberitakan perjalanan ShinTae-yong dan park Hang-seo mengingat keduanya terbilang baru dengan sepak bola Asia Tenggara. Tidak hanya Chosun, sejumlah media ternama Korsel lainnya juga ikut menyoroti kiprah dua pelatih ini, termasuk Yonhap, Seoul Sports, Herald, Osen, dan sejumlah media Negeri Ginseng lainnya.


Bertemu di Final?

Tidak sedikit yang justru memprediksi, kedua pelatih akan kembali bertemu di babak final.

"Jika Vietnam berhasil mengalahkan Thailand dan Indonesia menang atas Singapura, kedua pelatih akan kembali bertemu di final Piala AFF 2020. Mereka sebelumnya sudah dua kali bertemu. Di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Shin Tae-yong dan pemainnya kalah 0-4, tapi mereka kemudian berhasil menahan imbang Vietnam 0-0 pada pertemuan kedua (di Piala AFF)," tulis Herald.

Artis Jepang Jatuh dari Apartemen

Artis Jepang Sayaka Kanda Meninggal, Jatuh dari Lantai 22

Liputan6.com 2021-12-20 15:40:00
Sayaka Kanda. (Instagram/ sayakakanda)

Aktris dan penyanyi Jepang, Sayaka Kanda (35) meninggal dunia setelah jatuh dari kamarnya di sebuah hotel di Sapporo, Jepang. Hal itu berdasarkan informasi dari kantor agensinya pada Minggu, 19 Desember 2021.

Sayaka Kanda, ditemukan tergeletak sekitar pukul 13.00 siang waktu setempat pada Sabtu, 18 Desember 2021 di ruang terbuka di lantai 14, hotel tempatnya menginap. Ia dipastikan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

Polisi Prefektur Hokkaido sedang menyelidiki kasus ini sebagai kemungkinan bunuh diri, tetapi tidak mengesampingkan 'permainan curang.'

Kanda merupakan putri aktor Masaki Kanda dan penyanyi Seiko Matsuda, yang memulai debut di dunia hiburan pada tahun 2001. Kanda dikenal karena penampilannya sebagai 'Anna' dalam versi film animasi Disney "Frozen" yang diadaptasi ke Jepang.

Sayaka Kanda menikah pada 2017 tetapi bercerai dua tahun kemudian, dilansir dari The Asahi Shinbun, Senin (20/12/2021).


Masih Ikut Latihan Musikal

Pada Sabtu, 18 Desember 2021, Sayaka Kanda dijadwalkan untuk tampil sebagai peran utama dalam musikal "My Fair Lady" di Sapporo, tetapi ia tidak muncul tepat waktu untuk pertunjukan siang hari, menurut Toho Co., yang memproduksi musikal tersebut.

Padahal, Kanda masih ikut latihan musikal pada Jumat, 17 Desember 2021.

Agensi yang menaungi Sayaka Kanda mengunggah pesan di situs, yang mengatakan bahwa anggota staf masih belum dapat menerima kenyataan kematian Kanda.


Infografis Pegawai Akan Mundur Usai Pemberlakuan UU KPK?

 

Ciri-Ciri Omicron

Ciri-Ciri Omicron dan Pencegahan Penularannya

Liputan6.com 2021-12-20 11:05:23
Pengunjung beraktivitas di sebuah pusat perbelanjan di kawasan Tangerang Selatan, Rabu (8/12/2021). Pemerintah mengingatkan varian omicron sudah masuk ke kawasan ASEAN, salah satunya Malaysia

Virus Covid-19 varian Omicron telah terdeteksi di Indonesia. Meski begitu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak usah khawatir dan panik.

Budi meminta masyarakat tetap hidup seperti biasa asalkan tetap jaga kewaspadaan, seperti tetap memakai masker saat bepergian.

"Protokol kesehatan jangan kendor. Jangan kurang disiplinnya terutama dalam hal memakai masker dan jaga jarak," tegas Budi dalam konferensi pers daring tentang perkembangan penanganan pandemi pada Kamis, 16 Desember 2021 lalu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Omicron memiliki mutasi yang lebih banyak dibandingkan varian lainnya, termasuk Delta.

Lantas, seperti apakah ciri-ciri virus Covid-19 varian Omicron pada mereka yang kemungkinan terjangkit?

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sebanyak 89 persen pasien Covid-19 varian Omicron mengalami gejala batuk kering disertai tenggorokan gatal.

Berikut sederet ciri-ciri virus Covid-19 varian Omicron pada mereka yang kemungkinan terjangkit dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


1. Kelelahan

Mirip dengan varian sebelumnya, Omicron dapat menyebabkan kelelahan ekstrem. Seseorang mungkin merasa lelah, mengalami energi yang rendah dan mungkin memiliki keinginan yang kuat untuk beristirahat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kelelahan mungkin timbul dari alasan lain dan masalah kesehatan juga. Pastikan melakukan tes untuk memastikan kondisi.


2. Tenggorokan Gatal

Menurut dokter Afrika Selatan, Angelique Coetzee, individu yang terinfeksi Omicron mengeluhkan tenggorokan "gatal" daripada sakit tenggorokan, yang tidak biasa.

Sementara keduanya mungkin mirip sampai batas tertentu, yang pertama mungkin lebih berkorelasi dengan iritasi tenggorokan sementara yang terakhir lebih menyakitkan.


3. Demam Ringan yang Hilang dengan Sendirinya

Sejak awal virus Corona baru, demam ringan hingga sedang adalah salah satu tanda Covid-19.

Tetapi sementara demam dari jenis sebelumnya memiliki efek yang bertahan lama pada pasien, varian saat ini menginduksi suhu tubuh ringan yang menjadi lebih baik dengan sendirinya. Demikian menurut Dr. Coetzee.


4. Keringat Malam dan Badan Pegal

Dalam pembaruan lain oleh Departemen Kesehatan Afrika Selatan, dokter umum Unben Pillay mencatat gejala yang dialami pasien.

Dia menyarankan bahwa keringat malam bisa menjadi gejala varian Omicron baru yang mungkin muncul di malam hari.

Keringat malam terjadi ketika Anda berkeringat sangat banyak sehingga pakaian dan tempat tidur Anda menjadi basah bahkan jika Anda berbaring di tempat yang sejuk.

Hal ini, menurut dokter, dapat disertai dengan gejala lain termasuk banyak nyeri di tubuh.


5. Batuk Kering

Selain itu, dokter menyarankan bahwa batuk kering juga dapat muncul pada orang yang menderita Omicron. Itu adalah salah satu gejala yang paling umum di strain sebelumnya juga.

Batuk kering adalah saat Anda mengeluarkan suara retas untuk menghilangkan iritasi di tenggorokan saluran udara.


6. Pencegahan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa sejauh ini belum diketahui seberapa cepat virus menyebar, keparahan penyakit yang ditimbulkannya. Belum diketahui juga seberapa efektif vaksin Covid-19 dapat memberikan kekebalan terhadap virus varian baru.

Selain mendapatkan vaksinasi lengkap, Badan Kesehatan Dunia atau WHO juga mengingatkan seluruh masyarakat dunia untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Mengenai penggunaan masker untuk mencegah paparan Covid-19, masker jenis apa yang direkomendasikan agar terhindar dari varian Omicron?

CDC saat ini merekomendasikan masker harus memiliki kriteria berikut:

1. Memiliki dua atau lebih lapisan masker

2. Menutup hidung dan mulut dengan baik

3. Pas di wajah tanpa ada celah udara

4. Memiliki kawat hidung untuk mencegah udara masuk

WHO sudah menyatakan bahwa Covid-19 varian Omicron lebih menular dibandingkan dengan varian lainnya. Selain itu virus ini diduga lebih kebal terhadap vaksin. Hal tersebut disampaikan Profesor Kesehatan di Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner, MD.

Dikutip dari laman resmi WHO, Minggu 19 Desember 2021, WHO mengingatkan semua orang untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan karena M bahaya penularan virus yang menyebar dengan cepat itu. Caranya, dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Anggota Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Dr Schaffner, mengatakan, masker cukup efektif mengurangi risiko penularan Covid-19, termasuk varian Omicron. Masker berguna sebagai penghalang dan menyaring partikel virus dari udara yang dihirup.

Meski begitu, masih ada kemungkinan beberapa partikel yang lolos dari penghalang tersebut. Menurut Dr Schaffner dalam penelitiannya, Covid-19 varian Omicron menghasilkan lebih banyak virus daripada Delta. Namun, masker tertap berguna melawan penularan Covid-19 varian Omicron.


6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan Covid-19 Varian Omicron

 

Dompet Tipis Agnezmo

Punya Banyak Barang Mewah, Dompet Agnez Mo Ternyata Tipis dan Sobek

Liputan6.com 2021-12-20 07:02:50
Agnez Mo. (dok.Instagram @agnezmo/https://www.instagram.com/p/CNJ8EmEpBbt/Henry)

Salah satu penyanyi Indonesia yang pamornya sudah mendunia adalah Agnes Monica alias Agnez Mo. Siapa yang tidak kenal dengan penyanyi multitalenta ini.

Banyak hal tentang Agnez yang menarik untuk dibahas, mulai dari karyanya sampai gaya busana andalannya sehari-hari. Agnez kerap terlihat mengenakan busana maupun aksesori branded yang harganya fantastis.

Meski begitu, bukan berarti dia suka tampil glamor. Siapa sangka ada barang favorit Agnez yang harganya sangat murah. Barang favorit yang dimaksud adalah dompet.

Hal itu diketahui dari cuplikan video yang dibagikan akun Tiktok @piet_leba yang berhasil menarik perhatian warganet. Dalam video tersebut, terlihat presenter Indra Herlambang dan Agnez yang mengisi sebuah acara yang digelar e-commerce terkemuka.

"Jadi Agnez bilang barang favoritnya adalah dompet. Kita mau lihat dompetnya Agnez," kata Indra. "Untuk pertama kalinya, kami perlihatkan. Ini dia satu hal yang belum pernah ditunjukkan di mana-mana," sambung Indra sambil menunggu penyanyi 35 tahun itu mengambil tas mungilnya.

Sebelum menunjukkan seperti apa dompet andalannya, Agnez mengungkapkan tidak selalu membeli barang-barang tapi lebih dilihat dari kebutuhannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Menahan Tawa

"Gue selalu percaya namanya barang-barang yang practical. Jadi, dulu beli dompet LV, chanel, apa segala macam merek top, sementara gue demen tas-tas sekecil ini," ungkap kekasih Adam Rosyadi ini.

"Akhirnya yang lain justr nggak masuk, cuma dompet doang. Terus gue mikir, kenapa gue mesti dompetnya yang mahal? Kenapa nggak dompetnya yang biasa tapi dalamnya yang...," lanjutnya sambil tersenyum menahan tawa.

Agnez dan Indra akhirnya sama-sama tertawa saat dompet favorit yang dimaksud ternyata hanyalah amplop putih biasa. Amplop kertas tersebut bahkan sudah robek sebagian, sehingga memperlihatkan beberapa lembar uang Rp100 ribuan di dalamnya.


Tas Agnez

"Tapi sesuai dengan prinsip lo, ya. Nggak penting dompetnya, yang penting isinya, dong," ucap Indra. Agnez mengaku bahwa dirinya sering ganti 'dompet'.

"Ini biasanya lebih bagus, tapi biasanya diperbarui setiap seminggu sekali," terangnya. Video tersebut mampu menarik banyak perhatian warganet. Mereka ramai meninggalkan berbagai komentar. Ada juga yang lebih fokus pada tas Agnez

"Sultan nomer satu tapi nggak pernah sombong," tulis seorang warganet. "Tapi emang bener dia pernah bilang kalau pergi-pergi ke mall dia nggak bawa dompet, bawanya amplop gitu," komentar warganet lainnya.

"Tapi tasmu Balenciaga, Sayang," timpal warganet lainnya. Sampai berita ini ditulis, video tentang dompet Agnes Mo itu sudah dilihat lebih dari 2,4 juta kali dan disukai lebih dari 91 ribu kali.


Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion

 

Dominasi Parpol Berakhir?

HEADLINE: Wacana Presidential Threshold 0 Persen di Pemilu 2024, Akhiri Dominasi Parpol?

Liputan6.com 2021-12-21 00:03:33
Badut berbentuk kotak suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), ondel-ondel, dan marching band ikut meramaikan pawai Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Minggu (23/9). (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Otak-atik aturan jelang Pemilu 2024 kembali bergulir. Kali ini presidential threshold atau ambang batas presiden 20 persen dari kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional kembali ramai disinggung.

Ini bermula setelah mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan politikus Gerindra Ferry Julianto menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi (MK), atau yang lebih spesifik yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu pasal 222 dengan bunyinya: "Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya".

Sebagai gambaran saja, gugatan soal ambang batas yang dilakukan Gatot bukanlah pertama kali. Sejak 2017 sampai 2021 sudah ada gugatan di MK yang mempermasalahan hal yang sama. Hasilnya, Selalu ditolak.

Sehingga peluang terbesar untuk mengubah ambang batas tersebut berada di tangan partai politik yang duduk di DPR, dengan melakukan revisi UU Pemilu. Suara-suara itu pun kini semakin didengungkan.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan tak menutup kemungkinan bahwa parlemen melakukan revisi terhadap UU Pemilu. Namun, dia menegaskan tidak dalam waktu dekat.

"Karena sekarang sudah masuk proses tahapan pemilu, kemudian proses tahapan pemilu yang sudah jalan ini kemudian akan terganggu kalau kemudian kita membaut lagi revisi-revisi yang waktunya juga enggak akan cukup," kata dia di Jakarta, Senin (20/12/2021).

"Jadi kita bukan tidak aspiratif. Tahapan-tahapan panjang proses revisi UU Pemilu itu mungkin dilakukan tapi nanti," sambungnya.

Politikus Gerindra ini menyebut, pihak-pihak yang menolak ambang batas presiden 20 persen jelas tidak konsisten. Pasalnya, ini sudah dilakukan pada Pemilu sebelumnya dan berjalan dengan baik.

"Kita sudah beberapa pemilu kok. Kalau bilang enggak ideal sekarang, enggak konsisten. Bahwa Gerindra sesuai perundang-undangan yang ada bahwa kita akan ikut. Apabila undang-undangnya 20 persen kita akan ikut 20 persen. 25 persen kita ikut 25 persen," kata Dasco.

Senada, anggota Komisi II DPR RI Djarot Saiful Hidayat mengingatkan bahwa, acuan dalam berpolitik dan menerapkan demokrasi harus sesuai dengan ideologi Pancasila bukan liberal-individual. Karena itu dibutuhkannya ambang batas presiden.

"Penguatan sistem presidensial dan konsolidasi demokrasi harusnya diikuti dengan penguatan partai politik, sekaligus ke depan terjadi penyederhanaan partai politik berdasarkan pada hak pilihan rakyat pada pemilu," kata Djarot kepada Liputan6.com, Senin (20/12/2021).

Justru, kata dia, sebaiknya perubahan tetap dilakukan pada ambang batas presiden. Yakni dari 20 menjadi 25 persen.

"Presidential threshold dinaikkan sampai 25 persen, dan parlementary threshold bisa dinaikkan minimal lima persen. Dengan demikian akan lebih menjamin terwujudnya stabilitas politik," jelas Djarot.

Menurut dia, jika tanpa ambang batas, justru mempermainkan rakyat. "Demokrasi harusnya dijadikan sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dan bukan sebaliknya rakyat hanya sekedar dijadikan obyek untuk demokrasi," kata politikus PDIP ini.

Infografis Wacana Presidential Threshold 0% di Pemilu 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

Mereka yang Ingin Diubah

Teman koalisi PDIP dan Gerindra, PKB ternyata tak ikut dengan mereka yang tetap butuh ada ambang batas. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini berpandangan perlu ditinjau kembali apakan relevan atau tidak saat ini menerapkan ambang batas.

Wakil Sekjen PKB Luqman Hakim memandang, perubahan ambang batas diklaimnya terkait sistem presidensialisme yang saat ini dianut. Menurut dia, seharusnya dibarengi dengan multipartai sederhana yang terdiri maksimum 5 partai.

Sistem presidensialisme dengan multipartai ekstrim seperti yang kita praktekkan sekarang, justru berdampak buruk bagi kinerja kekuasaan yang dihasilkan oleh proses demokrasi.

"Maka, menuju ke arah presidensialisme dengan multipartai sederhana, menurut saya ambang batas presiden menjadi tidak relevan. Idealnya, setiap partai peserta pemilu dapat mengajukan pasangan calon presiden/wakil presiden," kata Luqman, Senin (20/12/2021).

Nantinya, yang pertama ditingkatkan adalah ambang batas parlemen untuk menghasilkan multipartai sederhana yang ideal.

Jika kondisi ideal ini tercapai, maka sistem presidensialisme akan efektif berjalan tanpa harus melakukan politik dagang sapi besar-besaran seperti saat ini untuk mendapatkan dukungan signifikan dari parlemen.

"Politik dagang sapi, menurut saya, menghadirkan kerentanan terjadinya praktek korupsi kekuasaan yang merugikan rakyat," jelas Luqman.

Meski demikian, dia pesimis bahwa usaha Gatot dan lainnya membawa ke MK. Pasalnya, MK sudah sering memutuskan dan menyatakan bahwa presidential threshold merupakan open legal policy pembentuk undang-undang sehingga tidak bertentangan dengan konstitusi negara.

"Oleh karena itu, saya mengajak kepada semua pihak memilih jalan perjuangan dengan melakukan berbagai usaha meyakinkan pemerintah dan DPR agar mereformasi secara total sistem politik dan pemilu sehingga praktek demokrasi benar-benar dapat menghasilkan pemerintahan yang bersih, rakyat yang sejahtera dan berdaulat serta hukum yang berkepastian dan berkeadilan. Selain UU Pemilu, setidaknya revisi harus mencakup UU Pilkada, UU Partai Politik, UU MD3, UU Pemerintahan Daerah dan UU Kementerian Negara," kata Luqman.

Deputi Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani menyadari usaha pihak yang melakukan gugatan, ingin masyarakat mendapatkan semakin banyak pilihan calon-calon pemimpin yang berkualitas. Jadi partai politik yang berhak menjadi peserta Pemilu akan mendapatkan kesempatan yang relatif sama dalam mengajukan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

"Presidential threshold yang dihilangkan tak berkorelasi dengan sulitnya membangun koalisi. Karena sekalipun setiap parpol peserta Pemilu bisa mengajukan calon, parpol tak akan mengajukan secara asalan. Semuanya ingin memenangkan kontestasi, karenanya akan menjaring figur-figur potensial yang memiliki modal elektabilitas dan politik yang memadai," jelas Kamhar kepada Liputan6.com, Senin (20/12/2021).

"Jadi katakanlah ada 12 atau 14 partai peserta Pemilu, paling banyak hanya akan menghadirkan 5 pasangan calon. Partai politik pasti akan mengkalkulasi dengan cermat pasangan calon yang diusungnya apalagi Pileg dan Pilpres dilaksanakan secara serentak, pasti akan mengusung pasangan yang memberikan manfaat secara elektoral dan berpeluang besar untuk menang. Karena kepentingan strategis ini, maka kerjasama antar partai politik atau koalisi menjadi keharusan," sambungnya.

Menurut dia, pasca Pemilu pasti selalu ada rekonfigurasi peta politik. Secara empirik, ini selalu terjadi dalam perpolitikan nasional pasca Pilpres. Koalisi akan sangat mudah terbangun dan terbentuk untuk mendukung penguasa. Pengalaman 2019 bisa kita lihat, bukan hanya Parpol, malah kompetitor sebagai Capres dan Cawapres pun bisa berubah haluan.

"Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno sebelumnya sebagai kompetitor Pak Jokowi berubah dari pesaing menjadi pembantunya di kabinet. Jadi tanpa PT pun koalisi pasti akan terbangun, apalagi pasca Pemilu. Konsolidasi politik dan rekonfigurasi peta politik akan terjadi karena pemerintah butuh dukungan yang kuat diparlemen, dan partai politik pun butuh kekuasaan," jelasnya.


Tak Bergantung

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan, ketidak adanya ambang batas jelas mempunyai banyak keuntungan. Yang pertama dia menyebut karena hal tesebut tidak sesuai dengan konsep sistem pemerintahan presidensial yang dianut.

"Dalam sistem presidensial yang kita anut, presiden dan DPR masing-masing dipilih oleh rakyat secara langsung. Sehingga institusi yang satu tidak menentukan pencalonan istitusi yang lainnya," kata Khoirunnisa kepada Liputan6.com, Senin (20/12/2021).

Selain itu, yang kedua, ke depan pencalonan presiden tidak lagi ditentukan hasil pemilu DPR yang berjarak jauh. "Sehingga seharusnya pencalonan Presiden tidak bergantung dengan hasil pemilu DPR, apalagi itu hasil pemilu 5 tahun yang lalu," ungkap Khoirunnisa.

Dia juga menyebut, dengan tanpa ambang batas, tidak akan ada lagi gejolak politik yang berlebihan antar satu kandidat dengan yang lain.

"Justru ketika ada ambang batas pencalonan presiden menimbulkan gejolak. Misalnya saat menentukan koalisi partai. Dengan tidak adanya ambang batas pencalonan ini justru partai bisa mencalonkan sendiri," jelas Khoirunnisa.

"Koalisi tetap bisa dibangun tanpa adanya ambang batas pencalonan ini. Justru nantinya koalisinya diharapkan tidak berdasarkan pada pencalonan presiden dan wakil presiden. Tetapi lebih pada berdasarkan program," sambungnya.

Namun, dia menyadari biaya politik tetap akan membesar. Pasalnya, bukan karena banyak calon saja tapi juga dipengaruhi kondisi geografis dengan jumlah pemilih dan penyelenggara yang juga banyak.

"Menurut saya jangan sampai dengan alasan biaya justru kita menutup adanya alternatif pilihan bagi rakyat. Dengan tidak adanya ambang batas pencalonan maka masyarakat bisa mendapatkan banyak alternatif pilihan dalam pemilu presiden. Saya rasa walaupun dengan tidak adanya ambang batas pencalonan ini, partai pasti akan berhitung betul apakah akan mencalonkan kadernya dalam pilpres atau tidak," jelas Khorunnisa.

"Memang betul untuk kampanye dibutuhkan biaya yang besar, oleh sebab itu partai pasti berhitung. Sehingga mungkin tidak semua partai politik juga yang akan mengusung pasangan calonnya sendiri," sambungnya.

Senada, Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiatri memandang dalam konteks pemilu serentak di mana Pileg dan Pilpres berjalan bersama, maka adanya ambang batas presiden menjadi tidak relevan.

Terlebih yang menjadi dasar hasilnya dari ambang batas adalah hasil pemilu yang berusia lima tahun sebelumnya, yang memungkinkan pilihan politik seseorang bisa saja sudah berubah lantaran melihat partai yang dipilihnya tak sesuai seperti keinginannya.

"Tetapi kemudian presidential threshold malah tetap memaksakan pakai hasil riset yang lalu, jelas tidak logis," kata Putri kepada Liputan6.com, Senin (20/12/2021).

Secara tidak langsung, dengan tiadanya ambang batas presiden, dominasi parpol perlahan terkikis meskipun kita menyadari secara naluri alamiah, setiap parpol pasti mencari cara untuk selalu berkuasa terlebih mempertahankannya.

"Sesungguhnya partai pasti akan berpikir secara naluriah untuk berkoalisi dengan partai lain dalam mencalonkan kandidat dalam Pilpres," jelas Putri.

Dia mengingatkan, koalisi seharusnya jangan hanya dibangun hanya sebatas memenuhi ambang batas presiden, tapi harus berbasis kesamaan platform.

"Partai seharusnya membangun koalisi karena basis platform dan cita-cita kebijakan prioritas yang sama, kemudian partai-partai dalam koalisi itu mencalonkan capres yang juga sejalan untuk mewujudkannya," kata Putri.


Tak Membuat Suara Rakyat Tertahan

Pengamat komunikasi politik yang juga founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio melihat wajar jika ada dinamika soal ambang batas presiden ini.

Dia meyakini meski ambang batas presiden dijadikan 0 persen, tidak akan banyak yang mencoba untuk maju, karena membutuhkan biaya politik yang mahal.

"Kalaupun dikasi 0 maka enggak akan banyak yang bakal maju juga, karena maju jadi presiden itu mahal. Siapa yang mau maju dengan modal sebanyak itu untuk gambling apabila tidak punya perhitungan matang," kata Hendri kepada Liputan6.com, Senin (20/12/2021).

Selain itu, dia juga menyebut, sepanjang sejarah Indonesia bahwa hanya ada lima pasangan. Hal ini justru baik.

"Sehingga tidak ada rakyat yang suaranya tertahan," kata Hendri.

Jikapun nanti tetap ada ambang batas, lanjut dia, lebih baik disamakan dengan parlemen. Sehingga parpol yang tak lolos ke Senayan, tak bisa maju mencalonkan Presiden.

"Tapi parlemen trheshold kita juga banci, diterapkan di pusat tapi tak di daerah, akhirnya ada wakilnya di daerah tapi enggak ada di pusat, sehingga aspirasi masyarakat di daerah terhambat karena mereka tidak ada wakil di pusat, kaya PSI, Hanura contoh," kata Hendri.

Infografis Ragam Tanggapan Wacana Presidential Threshold 0%. (Liputan6.com/Abdillah)