"Banyak Kejanggalan Tewasnya Brigadir J"

Menko Polhukam Mahfud Md Sebut Banyak Kejanggalan dari Kasus Tewasnya Brigadir J

Liputan6.com 2022-07-13 16:56:09
Menkopolhukam Mahfud MD menanggapi video viral Pendeta Saifuddin Ibrahim yang meminta Menag menghapus 300 ayatdalam Al-Qur'an. (Liputan6.com/ Kemenkopolhukam)

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menilai kasus adu tembak anggota Polisi yang menewaskan Brigadir J alias Yoshua, tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja. Pasalnya, kata dia, banyak kejanggalan dalam kasus tersebut.

"Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan POLRI sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," jelas Mahfud dikutip dari akun instagramnya @mohmahfudmd, Rabu (13/7/2022).

Menurut dia, langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus ini sudah tepat. Terlebih, kata Mahfud, tim ini terdiri dari orang-orang kredibel yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy.

"Itu sdh mewakili sikap dan langkah Pemerintah sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya," ujarnya.

Mahfud menyampaikan bahwa kredibilitas Polri dan pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini. Sebab, dalam lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik, sesuai hasil berbagai lembagai survei.

"Kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan, serta penegakan hukum," tutur Mahfud.

Mahfud juga sudah meminta Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto untuk aktif menelisik kasus ini. Dia juga berpesan agar Kompolnas membantu Polri membuat perkara ini menjadi terang.

"Perkembangannya bagus juga karena selain membentuk Tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini," pungkas Mahfud.


Dipicu Adanya Pelecehan

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa peristiwa adu tembak antar personel di rumah dinas pejabat Polri kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, dipicu adanya pelecehan terhadap istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

"Peristiwa itu terjadi ketika Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam, di mana saat itu istri dari Kadiv Propam sedang istriahat. Kemudian Brigadir J melakukan tindakan pelecehan dan juga menodongkan menggunakan pistol ke kepala istri," tutur Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 11 Juli 2022.

Menurut dia, istri Irjen Ferdy Sambo kemudian berteriak minta tolong. Aksinya tersebut membuat Brigadir J kaget dan bergegas keluar kamar.

"Mendengar teriakan ibu, Bharada E yang berada di lantai atas dari atas tangga kurang lebih 10 meter, bertanya ada apa. Namun direspon dengan tembakan oleh Brigadir J. Akibat tembakan itu, terjadi saling tembak dan mengakibatkan Brigadir J meningggal dunia," jelas dia.

Sejauh ini, diketahui Brigadir J melepaskan tujuh tembakan. Sementara Bharada E meletuskan sebanyak lima tembakan.

"Perlu kami sampaikan bahwa tindakan yang dilakukan Bharada E adalah untuk melindungi diri dan membela diri karena ancaman dari Brigadir J," Ahmad menandaskan.

infografis Memburu Penembak 2 Polisi di Bima

Apakah Polri Akan Transparan?

HEADLINE: TGPF Baku Tembak Anak Buah Irjen Ferdy Sambo dari Internal Polri, Akankah Transparan?

Liputan6.com 2022-07-14 00:02:01
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers di hadapan wartawan di Mabes Polri, Jakarta, (12/7/2022). Kapolri buka suara terkait insiden baku tembak sesama polisi di

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna menjawab insiden adu tembak antar anak buah Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo. Kendati demikian tim yang dibentuk ini berasal kalangan internal Polri. Pertanyaan kemudian muncul, akankah buah penyelidikan dan penyidikan tragedi berdarah di rumah jenderal polisi transparan dan berkeadilan tanpa keterlibatan pihak eksternal di dalam pengusutannya?

Tim tersebut terdiri dari Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono selaku penanggungjawab tim, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryo selaku ketua tim. Turut pula dalam tim tersebut Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri, dan Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Wahyu Widada.

Peneliti The Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Iftitahsasi mengatakan, guna memastikan proses penyidikan yang independen dan transparan lembaga independen seperti Komnas HAM harus dilibatkan.

"Ini penting mengingat ada relasi kuasa dalam kasus ini," kata Iftitah dalam pesan singkat yang diterima Liputan6.com, Rabu (13/7/2022).

Relasi kuasa yang dimaksud adalah tragedi adu tembak versi polisi yang menewaskan Brigadir Yoshua melibatkan jenderal bintang dua Ferdy Sambo karena kediaman dinasnya menjadi tempat kejadian perkara.

"Indikasi bahwa pengusutan kasus ini akan sulit berjalan dengan transparan sudah mulai terlihat dari ketika pihak kepolisian baru mengungkap peristiwa ini ke publik pada Senin 11 Juli 2022 ketika waktu kejadiannya sudah lewat 3 hari," kata Iftitah.

Oleh sebab itu, ke depan harus ada mekanisme pengawasan yang lebih efektif dan independen, baik dalam proses peradilan seperti adanya pengawasan yudisial dan pengawasan dari penuntut umum dalam fungsi penuntutan, atau pun fungsi pengawasan eksternal yang nampaknya tidak lagi bisa ditempelkan dalam mekanisme Propam Polri.

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menyambut baik langkah Polri dalam membentuk TGPF guna mengusut insiden adu tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Kendati demikian, ada baiknya Polri sudah mulai menonaktifkan Irjen Ferdy dari tugasnya karena kasus ini menyeret namanya sebab lokasi kejadian berada di rumah dinasnya.

"Karena insiden di rumah dinas ini tentu tak bisa dihindarkan menyeret nama dia (Ferdy). Persoalan nanti terbukti tidak bersalah, itu nanti yang bisa direhabilitasi nama baiknya," kata Bambang kepada Liputan6.com, Rabu (13/7/2022).

Bambang memandang meski tim sudah dibentuk, namun tidak mungkin tidak akan menimbulkan keraguan publik karena polisi memeriksa polisi yang dikhawatirkan terjadi konflik kepentingan di dalam penyelidikan.

Sementara itu, Kriminolog Universitas Indonesia, Arthur Josias Simon Runturambi mengatakan, penuntasan kasus ini menjadi pertaruhan Polri sebagai institusi yang profesional. Sebabnya kejadian adu tembak ini seluruhnya berada di wilayah Polri, dari mulai pelaku, korban, tempat kejadian, dan pejabat yang terseret yaitu Irjen Ferdy Sambo. Ini kan kejadiannya di wilayah Polri semua, pelaku Polri, korban Polri, perumahannya Polri dan pejabatnya juga Polri," kata dia kepada Liputan6.com, Rabu (13/7/2022).

"Kasus ini dimensinya sudah luas dan dampaknya akan besar," ujar Arthur.

Di hubungi terpisah, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mencatat sejumlah kejanggalan dalam tragedi adu tembak versi polisi antara Brigadir yoshua dan Bharada E. Catatan pertama adalah terkait dengan autopsi Brigadir Yoshua oleh Polri. Padahal dalam keterangannya polisi menyebut Brigadir Yoshua adalah pelaku pelecehan dan pengancaman dengan senjata kepada istri Irjen Ferdy Sambo.

"Yang menjadi pertanyaan, tindakan bedah mayat tersebut tujuannya untuk apa? Padahal bedah mayat umumnya dilakukan untuk seorang korban kejahatan bukan pelaku kejahatan," ujar Sugeng.

Catatan lainnya adalah tidak adanya sterilisasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan menggunakan garis polisi usai baku tembak. Sugeng juga mempertanyakan hasil autopsi jenazah Brigadir Yoshua terkait luka sayatan dan dua jari putus yang disebut pihak keluarga Yoshua. Sementara pihak keluarga juga menemukan luka pada bibir, hidung dan sekitar kelopak mata.

"Catatan keempat, proyektil peluru pada tubuh Brigpol Nopryansah (Yoshua) kalibernya berapa," ujar Sugeng.

Sugeng berharap, tim khusus yang dibentuk Kapolri dapat mendeteksi ada tidaknya upaya intervensi dalam penuntasan perkara tersebut. Terlebih dengan lokasi kejadian maka Irjen Ferdy Sambo dan isterinya akan menjadi bagian yang diperiksa oleh tim tersebut.

"Kalau peristiwa itu berlanjut ke pengadilan, keduanya akan menjadi saksi tewasnya Brigpol Y di rumah Irjen Ferdy Sambo pada hari Jumat, 8 Juli 2022. Sehingga pembentukan tim gabungan ini, hasilnya benar-benar bisa menjawab keraguan publik terkait isu-isu liar, sesuai yang disampaikan Kapolri Listyo Sigit," kata Sugeng.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menyambut baik ajakan Polri untuk untuk mengawasi agar lebih profesional, transparan dan akuntabel.

"Pada prinsipnya Kompolnas akan memastikan Polri profesional dan mandiri dalam melaksanakan tugasnya dalam mengusut kasus ini, dengan didukung scientific crime investigation. Kompolnas sudah berkoordinasi dengan Polri terkait kasus ini, termasuk kami juga memantau proses pemeriksaan yang dilakukan Polres Jakarta Selatan," kata dia kepada Liputan6.com, Rabu (13/7/2022).

Poenky berharap tim yang dibentuk Kapolri ini dapat menjawab kejanggalan yang dilihat publik dalam insiden adu tembak antar anak buah Ferdy Sambo.

<p>Infografis Kronologi Baku Tembak Anak Buah Irjen Ferdy Sambo Versi Polisi. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Komnas HAM Bekerja Sendiri

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menegaskan, bahwa pihaknya tidak ikut masuk dalam Tim Khusus yang dibentuk Kapolri dalam penanganan kasus adu tembak antar anggota Propam Polri.

"Komnas akan bekerja sendiri, tentu saja dengan SOP dan mekanisme yang ada di internal Komnas HAM. Jadi kami bukan bagian dari tim khusus atau tim gabungan yang disampaikan Pak Kadiv Humas maupun Pak Irwasum. Hanya kemudian memang ada pelibatan Komnas Ham untuk memantau jalannya atau bahkan melakukan penyelidikan atas jalannya proses pengungkapan kasus yang menjadi konsern kita bersama. Ini yang pertama saya ingin tegaskan," tegas Beka.

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam menyampaikan,sejak awal kasus tersebut mencuat, pihaknya telah langsung bergerak mengumpulkan berbagai informasi, khususnya dari media.

Ketika kemudian mendengarkan bahwa Kapolri membentuk tim khusus dengan mengajak Komnas HAM, Anam menilai, itu menjadi spirit keterbukaan Polri dan kepercayaan kepada lembaga tersebut.

"Terima kasih sekali kami diberi kepercayaan. Namun demikian, seperti pembicaraan, kami tim Komnas HAM juga jalan dan di banyak titik nantinya kami akan berkoordinasi. Jadi kalau ada temuan yang progres atau teman-teman ada temuan yang progres itu bisa langsung di follow up," ujar Anam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2022).

Anam mengaku pihaknya hingga siang ini masih bertanya-tanya sebenarnya bagaimana mekanisme dan posisi Komnas HAM dalam pelibatan tim khusus nanti.

Akhirnya, lanjut dia, dari Polri menjelaskan semangat akuntabilitas dan transparansi, sekaligus menekankan bahwa Komnas HAM merupakan lembaga yang memiliki sifat independen.

"Sehingga ini agak khas nih, kami diajak, tapi kami juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan independensi kami," ucap Anam.


Menko Mahfud Endus Kejanggalan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan, kasus adu tembak anggota Polisi yang menewaskan Brigadir J alias Yoshua, tak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab, banyak kejanggalan dalam kasus tersebut.

"Banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," jelas Mahfud dikutip dari akun Instagramnya @mohmahfudmd, Rabu (13/7/2022).

Menurut dia, langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus ini sudah tepat. Terlebih, kata Mahfud, tim ini terdiri dari orang-orang kredibel yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy.

"Itu sudah mewakili sikap dan langkah Pemerintah sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya," ujarnya.

Mahfud menyampaikan bahwa kredibilitas Polri dan pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini. Sebab, dalam lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik, sesuai hasil berbagai lembagai survei.

"Kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan, serta penegakan hukum," tutur Mahfud.

Mahfud juga sudah meminta Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto untuk aktif menelisik kasus ini. Dia juga berpesan agar Kompolnas membantu Polri membuat perkara ini menjadi terang.

DPR Panggil Kapolri

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menyebut, ada sejumlah kejanggalan terkait kasus tersebut. Kejanggalan pertama, dia menyoroti Polri baru memberikan keterangan pada Senin 11 Juli 2022, padahal insinden terjadi pada Jumat 8 Juli 2022.

"Pertama, kenapa sih agak lambat, itu kejadian dari Jumat kok munculnya Senin," ujar Pacul pada wartawan, dikutip Rabu (13/7/2022).

Kejanggalan kedua, legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mempertanyakan banyaknya CCTV yang mati secara tiba-tiba atau karena kesambar petir.

"Kedua ada pemberitaan CCTV meninggal kesambar petir ini kan harus ada penjelasan barang bukti, gitu ini belum puas," jelasnya.

Ketiga, Bambang menegaskan penggunaan senjata api anak buah Kadiv Propam bahkan saling adu tembak adalah bentuk kejanggalan terbesar.

"Kemudian seorang polisi menggunakan senjata api antar tembak menembak ini kan emosional atau dalam situasi yang sangat tertekan yang menembak mati pasti kan kalau normal ada bedanya kecuali itu dalam keadaan terpaksa terancam sekali," jelasnya.

Oleh karena itu, politkus PDIP itu memastikan Komisi III akan memanggil Kapolri jederal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk meminta penjelasan kasus tersebut.

"Yakin ini akan menjadi suatu cerita yang panjang. Oleh karena itu sabar kita tunggu sama-sama mari kita monitor ya," ungkapnya.


Laku Janggal

Peristiwa adu tembak antara Brigadir J atau Yoshua dengan Bharada E, anak buah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang terjadi di sebuah rumah kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, semakin menjadi perhatian publik. Pertanyaan demi pertanyaan atas hal yang terasa janggal dalam perkara tersebut membuat informasi semakin liar.

Berawal dari terungkapnya peristiwa tersebut ke permukaan pada Senin, 11 Juli 2022. Pihak keluarga memilih menceritakan tentang Brigadir J atau Yoshua ke awak media saat masa berkabung di rumah duka daerah Jambi.

Mabes Polri pun akhirnya menyampaikan ke publik bahwa kasus adu tembak antar anak buah Irjen Ferdy Sambo itu terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022. Karo Penmas Divisi Humas Polri beralasan, jeda waktu dibukanya kasus itu ke publik lantaran penyidik masih bekerja dalam menangani perkara tersebut.

"Kita lakukan pemeriksaan dulu, penelusuran dulu," tutur Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 11 Juli 2022.

Awalnya, Ahmad menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami motif dari peristiwa tersebut. Brigadir J atau Yoshua disebut langsung melepas tembakan karena mendengar teguran dari Bharada E.

Sementara Bharada E menghindar dan membela diri, sehingga melakukan serangan balasan ke Brigadir J atau Yoshua hingga membuatnya tewas. Selain itu, Mabes Polri juga hingga saat ini enggan menyebut siapa pemilik rumah tempat kejadian perkara.

"TKP di perumahaan salah satu pejabat ya di Duren Tiga," kata Ahmad.

Berselang beberapa jam, Mabes Polri kembali mengundang awak media untuk mengikuti konferensi pers. Kasus tersebut nyatanya berkaitan dengan istri dari Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

"Peristiwa itu terjadi ketika Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam di mana saat itu istri Kadiv Propam sedang istirahat. Kemudian Brigadir J melakukan tindakan, pelecehan. Dan juga menodongkan dengan menggunakan senjata pistol, ke kepala istri Kadiv Propam," ujarnya.

Menurut Ahmad, istri Kadiv Propam pun berteriak minta tolong dan membuat Brigadir J atau Yoshua panik dan keluar kamar. Bharada E yang saat itu berada di lantai atas mendengar teriakan itu dan bergegas turun, namun dari atas tangga terlihat Brigadir J atau Yoshua.

"Jaraknya dari Brigadir J itu kurang lebih 10 meter, bertanya ada apa, namun direspon dengan tembakan yang dilakukan Brigadir J. Akibat tembakan tersebut terjadilah saling tembak. Dan berakibat Brigadir J meninggal dunia," ujarnya.

Ahmad mengatakan, Brigadir J atau Yoshua bertugas sebagai sopir istri Kadiv Propam Polri, sementara Bharada E merupakan asisten pribadi Irjen Ferdy Sambo.

"Yang jelas beliau (Ferdy Sambo) tidak ada di rumah, beliau mengetahui kejadian setelah adanya penembakan, yang menelepon pun istri beliau, kemudian beliau menghubungi Kapolres untuk ke TKP," terangnya.


CCTV Rusak saat Kejadian

Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu menyisakan sejumlah tanda tanya. Salah satunya tidak adanya kamera CCTV di rumah tersebut yang dapat digunakan sebagai barang bukti penuntasan kasus tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan bahwa kamera CCTV di dalam rumah Kadiv Propam saat kejadian dalam kondisi mati.

"Kebetulan CCTV rusak sejak dua minggu lalu. Sehingga tidak dapat kami dapatkan," kata Budhi di Polres Metro Jaksel, Selasa (12/7/2022).

Budhi memastikan, pihaknya mengedepankan scientific crime investigation dalam mengusut perkara ini. Penyidik mencari alat bukti pendukung berupa CCTV dari sekitar rumah atau lokasi baku tembak.

"Ini bisa membuktikan petunjuk adanya orang-orang yang berada di rumah tersebut," ujar dia.

Pihak keluarga pun angkat bicara atas kematian Brigadir J atau Yoshua dalam peristiwa adu tembak dengan Bharada E di rumah pejabat Polri kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Rohani Simanjuntak menyampaikan bahwa Brigadir J atau Yoshua memang dibawahi langsung oleh Irjen Ferdy Sambo.

"Di tempat majikannya itu Irjen Ferdy Sambo itu ada adu tembak," tutur Rohani dalam rekaman video yang dikutip, Selasa (12/7/2022).

Menurut Rohani, pihak Mabes Polri memang menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 bahwa ada peristiwa baku tembak yang menyebabkan tewasnya Brigadir J atau Yoshua. Namun terkait penyebab dari adu tembak itu sendiri tidak dibeberkan.

"Kalau sama kami belum ada (motifnya). Kalau dikabari sama kami itu adanya tembak-menembak. Hanya belum dikasih tahu (motif)," jelas dia.

Luka Sayatan dan Jari Putus

Rohani mengaku janggal dengan adanya luka sayatan di tubuh almarhum Brigadir J atau Yoshua. Sebab, dari kepolisian menyatakan hanya ada aksi saling tembak dalam peristiwa tersebut.

"Kami menerimanya sudah di dalam peti. Kami jemput dari kargo bandara. Sudah sampai rumah duka kami buka semua bajunya. Ternyata ada tembakan di sebelah kanan dua, di leher satu, di tangan satu, di bagian ini sama kaki ada luka benda tajam. Trus di mata sebelah kanan, di hidung dijahit, trus di bibir, sudah itu tangan jarinya dua mungkin patah kali ya. Ada luka juga di tangan kiri, di kaki juga ada luka benda tajam," ujar Rohani.

Selain itu, kejanggalan yang disoroti adalah adanya luka lebam atau memar di jasad Brigadir Yoshua. Awalnya pada Minggu 10 Juli 2022, keluarga melihat adanya darah segar yang merembes melalui jari kelingking jasad Brigadir J atau Yoshua, sehingga berinisiatif untuk membuka pakaian jenazah tersebut.

"Cuma celananya nggak kami buka sih. Yang kami buka bajunya, kaos kakinya, tenyata di sana ada luka-luka sama biru memar di bagian perutnya. Terus di matanya ini ada kayak luka sayatan ini, trus di bibirnya juga, di hidungnya ada jahitan. Trus di dada sebelah kanan itu ada tembakan dua, di leher satu. Tapi yang lebih besar lubang tembakannya di dada sebelah kanan," jelas dia.

Menurut Rohani, luka tembakan juga terlihat di tangan sebelah kiri. Adapun jari kelingking dan jari manis tangan kiri Brigadir J atau Yoshua tampak patah.

"Terus luka di kaki sebelah kanan ada juga. Jadi kalau dugaan dari sana itu ada tembak-menembak. Kalau ada tembak menembak nggak mungkin sampai ada luka-luka memar, luka di kaki seperti benda tajam," terang Rohani.


Murka Ketua RT

Ketua RT 05 RW 01, Irjen (Purn) Seno Sukarto (84) geram karena merasa tak dihargai lantaran tidak pernah mendapat penjelasan langsung dari pihak kepolisian, terkait insiden adu tembak antar polisi. Padahal dia juga merupakan pensiunan jenderal polisi.

Adapun terdapat insiden baku tembak antara Bharada E dan Brigadir Yoshua alias Brigadir J pada, Jumat 8 Juli 2022 lalu di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Dalam kejadian tersebut Brigadir Yoshua dinyatakan meninggal dunia.

"Sampai sekarang saya ketemu saja nggak, terus terang saya juga ya kesal. Saya ini dianggap apa sih, maaf saja saya ini jenderal lho, meskipun RT," kata Seno saat di sambangi, Rabu (13/7/2022).

Seno mengatakan, ia merasa tersinggung atas sikap kepolisian yang terkesan tak memandangnya sebagai Ketua RT setempat. Seno menambahkan, pihak kepolisian juga kerap memerintah sekuriti atau petugas keamanan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pengurus RT termasuk dirinya.

"Jadi saya memang tersinggung juga dalam hal ini. Sama sekali nggak ada laporan, nggak ada ini, merintahkan satpam seenaknya saja. Kenapa tidak memberi tahu saya sebagai ketua RT," ujar dia.

Seno sendiri mengaku tak mengetahui persis peristiwa baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir Yoshua alias Brigadir J pada Jumat 8 Juli 2022 sekira pukul 17.00 WIB di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Samb.

Menurut Seno, sekuriti sempat mendengar bunyi letusan. Namun, dikira suara itu bersumber dari petasan. Pasalnya pada saat itu menjelang hari raya Idul Adha

<p>Infografis Ragam Tanggapan Baku Tembak Anak Buah Irjen Ferdy Sambo. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Jokowi Pernah Susah Dapat Izin Usaha

Curhat Jokowi Susahnya Dapat Izin Usaha saat Baru Merintis Jadi Pengusaha

Liputan6.com 2022-07-13 11:51:46
Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mencoba sepatu produk UMKM di Kecamatan Tugu Jawa Timur, Trenggalek, Jawa Timur. (Dok: Setpres)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menceritakan kesulitan terbesar yang dialaminya saat merintis usaha pada tahun 1988-1989. Jokowi mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan izin usaha sehingga tak bisa meminjam modal ke perbankan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro Kecil Perseorangan di Gedung Olahraga Nanggala Kopassus Jakarta Timur, Rabu (13/7/2022).

"Awal-awal dulu saya berusaha, kesulitan terbesar yang saya alami adalah tidak memiliki izin usaha, itu tahun 1988-1989," kata Jokowi sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu.

"Tidak memiliki izin usaha sehingga saya tidak bisa akses ke perbankan, mau pinjem ke bank tidak bisa karena tidak punya izin usaha," sambungnya.

Jokowi mengungkapkan saat itu dirinya harus membayar cukup mahal untuk mengajukan izin usaha. Sehingga, Jokowi pun tak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) selama bertahun-tahun.

"Saya bertahun-tahun tidak bisa memiliki yang namanya SIUPP TDP saat itu yang itu sangat-sangat diperlukan pengusaha-pengusaha mikro dan kecil kita," ujarnya.


Izin Usaha Dipermudah

Oleh sebab itu, Jokowi bersyukur saat ini pelaku UKM dapat dengan mudah mengakses NIB dengan cepat melalui sistem online single submission (OSS). Menurut dia, sudah 1,5 juta NIB yang terbit dalam rentang Agustus 2021 hingga Juli 2022.

"Dulu sebelum ada OSS, itu per hari paling hanya 2.000 izin keluar, hanya 2.000. Sekarang sudah sampai angka 7.000-8.000 per hari," jelas Jokowi.

Kendati begitu, dia meminta agar kedepannya pemerintah bisa mengeluarkan 100.000 izin usaha per hari. Terlebih, kata Jokowi, pengajuan izin berusaha saat ini tak dipungut biaya alias gratis.

"Itu tanggung jawab kepala daerah supaya dorong pengusaha mikro kecil menengah untuk semua memiliki izin ini nomor induk berusaha. Dan tidak dipungut biaya, betul," tutur Jokowi.

Sule Curhat soal Rumah Tangganya

Sule Curhat pada Uya Kuya soal Masalah Rumah Tangganya, Apa Katanya?

Liputan6.com 2022-07-13 17:00:01
Nathalie Holscher dan Sule. (Foto: Instagram @nathalieholscher)

Nathalie Holscher sempat bicara di podcast Uya Kuya perihal masalah rumah tangganya dengan Sule. Kala itu, Uya Kuya kaget saat mengetahui Nathalie menggugat cerai Sule.

Sebagai paman, Uya Kuya menyarankan Nathalie Holscher untuk berpikir ulang mengenai gugatan cerai. Dia ingin Nathalie dan Sule rujuk kembali.

"Jujur Demi Allah saya bilang Nathalie kalau masih bisa rujuk, kenapa enggak rujuk?" ungkap Uya Kuya dikutip dari YouTube KH Infotainment, Rabu (13/7/2022).

"Saya juga ajak mereka ketemuan tanpa podcast, tanpa kamera, tanpa apa pun. Cuma enggak tahu, silahkan kalau siap hubungi gue," sambungnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Curhat

Tak hanya Nathalie Holscher yang curhat pada Uya Kuya, Sule pun demikian. Namun begitu, Uya tidak bisa membocorkannya pada sang keponakan, apalagi pada publik.

"Kang Sule juga ngobrol sama gue, tiap hari komunikasi, sampai kemarin. Dan gue juga bilang sama Nathalie enggak bisa kasih tahu apa yang Kang Sule omongin, ada hal-hal yang enggak bisa gue kasih tahu," jelasnya.


Menjembatani

Uya Kuya hanya akan menyampaikan topik-topik tertentu pada Nathalie Holscher, hanya bila Sule memperkenankannya.

"Tapi kalau hal-hal yang Kang Sule bilang gue boleh ngomong sama Nathalie, kayak penjembatan, akan gue omongin ke Nathalie. Tapi ada juga hal yang cukup gue dan Sule yang tahu," ujarnya.


Menyayangkan

Astrid Kuya yang tak lain adalah tante Nathalie memang menyayangkan keputusan Nathalie dan Sule untuk cerai. Namun keputusan akhir tentu kembali pada merka.

"Jadi gue cukup fair dan gue menyarankan agar mereka rujuk. Tapi balik lagi. Mereka yang menjalani," ujarnya.

Infografis Sudah Vaksinasi Covid-19, Yuk Tetap Taat Protokol Kesehatan. (Liputan6.com/Abdillah)

Sekarang Siap Cari Pacar

Herjunot Ali Telah Temukan Konsep Pernikahan: Sekarang Tinggal Cari Lawannya Aja

Liputan6.com 2022-07-13 16:40:00
Herjunot Ali (Foto: Instagram/@herjunotali.studio)

Herjunot Ali diketahui belum memiliki kekasih lagi setelah putus dari kekasihnya, Tatjana Saphira, yang dipacari selama tujuh tahun. Padahal, bintang film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur ini memiliki paras yang jelek.

Pria bernama lengkap Mahbub Herjunot Ali juga sempat dikabarkan dekat dengan Luna Maya. Namun ditegaskan olehnya bahwa hubungannya dengan mantan kekasih Ariel NOAH ini sebatas teman saja.

Meski menjomlo, peraih Pemeran Utama Pria Terpuji Film Bioskop pada Festival Film Bandung 2014 silam tetap menikmati perjalanan hidupnya.

Buktinya, saat ini Herjunot Ali memilih untuk berada Prancis untuk menghadiri pernikahan salah satu temannya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bahagia

Herjunot Ali terlihat bahagia saat berada di tengah-tengah pesta pernikahan temannya tersebut. Hal itu terlihat dari foto-foto yang diunggah di akun Instagram terverifikasi miliknya, Selasa (12/7/2022).

"Kemarin baru aja menghadiri sebuah pernikahan Teman baik. Hampir nggak ada bedanya sama di Indonesia, intinya sama2 ngundang tamu buat hajatan. Paling bedanya cuma di acaranya aja (sekitar 4 hari)," tulisnya.


Intim

Pernikahan sang teman begitu intim dan hangat membuat bintang film Antalogi Rasa dan Jeritan Malam ini begitu menikmatinya. Hingga ia berpikir untuk menggelar pernikahannya nanti seperti itu.

"Tapi pengalaman kemarin, sedikit banyak menggambarkan pernikahan impian saya. Ngundang orang secukupnya, hanya teman2 baik dan keluarga dekat. Hangat, intim dan menyenangkan ," sambungnya.


Cari Lawannya

Meski impian pernikahan sudah terlihat, namun hingga kini Herjunot Ali diketahui belum juga memiliki kekasih. Untuk itu, ia mengaku siap mencari kembali belahan jiwa yang belum ditemukan.

"Nah ok deh, referensi acara kawinan saya udah ada. Sekarang tinggal cari lawannya aja nih di sini ada nggk yg nikahannya mau sederhana aja, dan ngundangnya cuma keluarga dan sahabat deket doang? ," ia mengakhiri.

infografis Memburu Penembak 2 Polisi di Bima

Medina Zein Tersangka, Banjir Karangan Bunga

Viral Karangan Bunga Medina Zein dari Para Korban, Ini 6 Potret Ucapannya

Liputan6.com 2022-07-13 13:00:00
Viral Karangan Bunga Medina Zein dari Para Korban, Ini 6 Potret Ucapannya (Sumber: TikTok/fennirahayu)

Kasus pencemaran nama baik yang melanda Medina Zein memasuki babak baru. Didampingi pengacara, Medina Zein kini resmi menjadi tahanan polisi. Selebgram juga pengusaha ini tengah menjalani proses pemeriksaan usai dijemput paksa Polda Metro Jaya.

Marissya Icha melaporkan Medina Zein atas kasus pencemaran nama baik pada 5 September 2021. Dalam pesan tertulisnya di Instagram, Marissya berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia yang akhirnya menangkap Medina.

Tak hanya itu, beredar video yang tengah viral menunjukkan berbagai karangan bunga yang ditujukan langsung untuk Medina Zein. Siapa sangka, karangan bunga yang berjajar dalam penangkapan ini berasal dari para korban yang ditipu Medina Zein.

Mulai dari ucapan selamat atas pencapaian kepolisian, hingga karangan bunga berisi ucapan kalimat sindiran untuk istri Lukman Azhari ini. Mulai dari sesama pengusaha, hingga artis seperti Marissya Icha, Denise Chariesta, bahkan sosok artis ternama Uya Kuya mengaku akan mengirimkan karangan bunga yang serupa.

"Cuma kalau dia jadi tersangka atas laporan saya mungkin akan saya kirim bunga," kata Uya Kuya melansir dari Showbiz Liputan6.

Berikut Liputan6.com merangkum potret karangan bunga yang ditujukan untuk Medina Zein melansir dari TikTok @fennirahayu, Rabu (13/7/2022).


1. Karangan bunga yang ditujukan untuk Medina Zein ini berjajar di depan kompleks Polda Metro Jaya.

 


2. Seperti ucapan selamat kepada kepolisian atas keberhasilan menangkap Medina Zein.

 


3. Tak ketinggalan karangan bunga dari Denise Chariesta berisi doa terbaiknya.

 


4. Begitu pula kalimat sindiran untuk Medina Zein, kini tengah berkelik dengan kasus yang menyeretnya ke kepolisian.

 


5. Seolah merasa lega, berbagai ucapan selamat ini sengaja diutarakan oleh para korban Medina Zein.

 


6. Lewat kasusnya, Medina akan menjalani penahanan selama 20 hari dan karena ia terjerat UU ITE dan Pasal 335 ayat 1 KUHP, ia terancam 6 tahun penjara.

 

Pernikahannya Live di TV 5 Hari

Via Vallen Minta Doa untuk Rangkaian Pernikahannya yang Disiarkan 5 Hari Nonstop di Indosiar

Liputan6.com 2022-07-13 14:30:15
Via Vallen (Foto: Instagram/@viavallen)

Hari yang ditunggu-tunggu bagi pasangan Via Vallen dan Chevra Yolandi sebentar lagi tiba. Mereka akan melangsungkan pernikahan pada Jumat (15/7/2022).

Sebelum acara akad nikah, beberapa rangkaian acara pernikahan mereka akan digelar. Spesialnya, semua rangkaian acara pernikahan itu akan disiarkan secara langsung dan eksklusif di Indosiar.

Hari ini, Rabu (13/7/2022), rangkaian pertama yaitu pengajian akan digelar mulai pukul 15.00 WIB.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tegang

Via Vallen sejak sehari sebelumnya sudah merasakan tegang jelang rangkaian panjang acara pernikahannya itu.

"Udah mulai dag dig dug pake ser serrann nihhh," tulis Via Vallen di Instagram-nya pada Selasa (12/7/2022).


Minta Doa

Beberapa jam sebelum acara dimulai, melalui unggahan di Instagram Via Vallen memohon doa dan restu kepada warganet untuk kelancaran rangkaian acara pernikahannya itu.

"Bismillah, mohon do'a restunya ," tulis Via Vallen singkat.


Jadwal

Seperti diberitakan sebelumnya, Indosiar akan menyiarkan secara langsung dan eksklusif seluruh rangkaian acara pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi. Acara pengajian jelang pernikahan akan digelar pada Rabu, 13 Juli 2022 pada pukul 15.00 WIB. Keesokan harinya pukul 08.00 WIB dilanjutkan dengan acara Siraman.

Sementara di hari Jumat, 15 Juli 2022 akan digelar acara akad nikah mulai pukul 07.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan prosesi Temu Manten yang juga disiarkan mulai pukul 09.45 WIB.Tak hanya itu di hari yang sama mulai pukul 13.30 WIB akan ada waancara eksklusif dari Indosiar dan Vidio.


Resepsi

Sabtu, 16 Juli 2022, Indosiar menyiarkan Midodareni yang juga menjadi rangkaian acara pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi pada pukul 10.00 WIB. Malam harinya, dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan yang dimulai sejak 18.30 WIB.

Terakhir, yaitu pada Minggu, 17 Juli 2022 akan disiarkan juga prosesi Mapag Penganten yaitu upacara adat sunda.

Infografis Bedanya Kartu Nikah dengan Buku Nikah. (Liputan6.com/Triyasni)

Cinta Nikita Kandas Lagi

Cinta Nikita Mirzani dan John Hopkins Kandas, Lebih Baik Putus Daripada Nikah Terus Cerai

Liputan6.com 2022-07-13 10:30:00
Nikita Mirzani. (Foto: Dok. Instagram @nikitamirzanimawardi_172)

Kabar cinta Nikita Mirzani dan John Hopkins kandas santer terdengar bersama gonjang-ganjing kasus Holywings ditutup. Kala itu awak media mengonfirmasi, tapi sang artis enggan merespons.

Kini, Nikita Mirzani blak-blakan terkait hubungannya dengan John Hopkins yang dibilang kandas, lewat akun Instagram terverifikasinya, ketika meladeni netizen +62 yang berkoar di kolom komentar.

Ini bermula ketika bintang film Nenek Gayung dan Comic 8 mengunggah tiga foto terbaru hasil jepretan fotografer Deny Mirrorcle, Selasa (12/7/2022). Lebih dari 24 ribu orang menyukai.

Ratusan komentar menggenangi kolom. Selain puja-puji untuk Nikita Mirzani, sejumlah netizen mengungkit hubungannya dengan John Hopkins yang belakangan dinilai tak sehangat dulu.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Lebih Baik Putus

Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari akun @vira**** yang mengasihani Nikita Mirzani karena gagal naik pelaminan. Ia mengoceh, "Kasihan udah putus sama John."

Bintang sinetron Jodoh Wasiat Bapak lantas merespons, "Kenapa kasihan? Kan saya yang putusin dia. Lebih baik putus daripada nikah terus cerai. Nanti kamu makin nyinyi, kan?"


Putus Nyambung Itu Biasa

Nikita Mirzani menilai dalam pacaran, putus nyambung hal biasa. "Kalau pacaran putus nyambung itu biasa. Benar enggak, tuh?" cuitnya lalu menyematkan emotikon wajah ngakak.

Netizen lain dengan akun @ghina**** ikut-ikutan menguliti kisah cinta Nikita Mirzani dan John Hopkins yang tak berakhir indah. Yang ini pun tak membuat Nikita Mirzani gusar.


Saya yang Putusin Dia

Nikita Mirzani menegaskan, dialah yang mengakhiri hubungan. "Mohon maaf, saya yang putusin dia. Jangan mengartikan sendiri," aktris kelahiran Jakarta 17 Maret 1986 mencuap.

Pantauan Showbiz Liputan6.com, Rabu (13/7/2022) memperlihatkan sejumlah foto Nikita Mirzani bersama John Hopkins dan American Racing Team masih bertengger di etalase.

Publik makin menyorot ketika Nikita Mirzani pada Mei 2022 mengungkap rencana John Hopkins mualaf. Setelahnya, isu pasangan ini mau naik pelaminan menguat.

Perceraian di Indonesia 2016 (liputan6.com/trie yas)

Gua Purba Diubah Jadi Resto Mewah

Gua Berumur Jutaan Tahun di Bali Ini Dijadikan Restoran Mewah, Jadi Sorotan

Liputan6.com 2022-07-13 10:10:46
Gua Berumur Jutaan Tahun Ini Dijadikan Restoran Mewah, Jadi Sorotan (Sumber: Twitter/bacangspecial)

Demi menarik perhatian para pengunjung, sebuah restoran bakal dibuat semenarik mungkin. Mulai dari menu andalan, hingga lokasi dan potret bangunan yang tampil lain daripada yang lain. Seperti sebuah restoran yang tengah jadi sorotan karena menjadikan sebuah gua tua jadi bangunan utamanya.

Hotel unik ini dibangun di kawasan Hotel The Edge Pecatu Bali. Sebuah restoran yang menyajikan hidangan khas Hawaian Seafood. Menu yang ditawarkan layaknya menu masakan mewah pada umumnya. Namun yang menjadi magnet ialah pemandangan dan sensasi makan di dalam gua yang disebut telah berumur jutaan tahun.

"Gua ini sudah terbentuk jutaan tahun lalu, dan setiap senti stalaktit ini membutuhkan 300 tahun untuk terbentuknya," ungkap Selphie Bong, pengunggah video restoran gua yang kini viral.

Punya nuansa indah dengan hiburan light show, tak sedikit netizen yang melihat penampakan video restoran gua mewah di Bali ini jadi takjub. Namun ada juga yang menyayangkan gua bersejarah itu jadi restoran. Bahkan mereka khawatir keamanan gua tak ada yang tahu jika tiba-tiba runtuh.


Lampu Hiburan di Dinding Gua

Melansir dari akunTwitter @BacangSpecial, video restoran gua mewah tersebut menunjukkan berbagai fasilitas menarik. Lampu jadi daya tarik utama restoran bernama The Cave. Bukan penerangan biasa, namun ada lampu hiburan atau light show dengan 7 jenis light show yang berbeda-beda.

Para pengunjung akan duduk layaknya di hotel mewah pada umumnya. Sambil memandangi langit-langit gua yang tersorot oleh proyektor lampu hiburan. Nuansa remang-remang jadi kesan tersendiri saat berada di dalam restoran gua berumur jutaan tahun ini.

Meski berada di dalam gua tua, namun dekorasi yang dibawa masuk mencerminkan bak restoran hotel bintang 5. Perut gua ini terbilang luas, di dalamnya bisa dijadikan tempat para koki memasak, hingga deretan kursi para tamu. Tak heran sajian menu yang ditawarkan dipatok mulai dari ratusan hingga jutaan.

Mulut gua ini juga telah berpadu dengan arca khas Bali yang menyambut setiap pengunjung. Tak heran, cahaya remang-remang ini juga menghasilkan nuansa mistis tersendiri.


Jadi perdebatan Netizen

Meski terlihat eksotis dan lain daripada yang lain, sensasi restoran mewah di dalam gua ini juga menyulut perdebatan netizen. Tak sedikit yang menganggap keberadaan restoran ini merusak gua yang seharusnya natural. Namun tak sedikit beranggapan justru jadi nilai jual destinasi wisata itu sendiri.

"Apa ga takut makananya kejatohan eek kelelawar ya?" komentar @aprprmt.

"pasti ngerusak sih. itu apakah tidak takut dihinggapin binatang pas makan atau tiba2 goa nya kolaps?" tanggap akun @NonaMaya222.

"Tempat yang (mungkin) seharusnya bisa dinikmati semua kalangan sekarang banyak yang dieksklusifkan hanya bagi yang berduit ya," keluh pengguna @yobluga.

"Kalau dibilang merusak jelas merusak, tp ini menambah nilai jual destinasi wisata di Indonesia. Di luar negri banyak juga restaurant dengan konsep seperti ini. Gua yg masuknya gratis di Indonesia juga ada, itu pun juga dirusak oleh wisatawan," komentar pengguna @Merdie_M.

Presiden Sri Lanka Kabur ke Maldives

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Kabur ke Maldives Pakai Jet Militer

Liputan6.com 2022-07-13 12:33:19
Presiden Gotabaya Rajapaksa, kanan, dengan Ranil Wickremesinghe saat upacara pengambilan sumpah yang terakhir sebagai perdana menteri baru di Kolombo, Sri Lanka, Kamis, 12 Mei 2022.(Kantor Pr

Presiden Gotabaya Rajapaksa dilaporkan telah meninggalkan Sri Lanka dengan jet militer, di tengah protes massal atas krisis ekonominya.

Angkatan udara negara itu mengkonfirmasi pria berusia 73 tahun itu terbang ke Maldives (Maladewa) bersama istri dan dua pejabat keamanan, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (13/7/2022).

Mereka tiba di ibu kota, Male, sekitar pukul 03:00 waktu setempat, menurut BBC Sinhala.

Kepergian Rajapaksa mengakhiri jabatan 'dinasti keluarga' yang telah memerintah Sri Lanka selama beberapa dekade.

Dia telah bersembunyi setelah orang banyak menyerbu kediamannya pada Sabtu kemarin, dan Presiden sebelumnya telah berjanji untuk mengundurkan diri pada Rabu 13 Juli.

Sebuah sumber mengatakan kepada BBC bahwa Rajapaksa tidak akan tinggal di Maladewa dan berniat untuk melakukan perjalanan ke negara ketiga.

Saudaranya, mantan Menteri Keuangan Basil Rajapaksa, juga telah meninggalkan Sri Lanka dan dikatakan akan menuju Amerika Serikat.

Saat warga Sri Lanka terbangun karena berita kepergian presiden, ribuan orang turun ke jalan-jalan di ibu kota, Kolombo.

Banyak yang berkumpul di Galle Face Green, tempat protes utama kota itu.

Disela-sela teriakan pendemo dan seruan gerakan protes, para pembicara mencerca pemerintah dan para pemimpin yang mereka rasa telah mengecewakan banyak rakyat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rajapaksa Dianggap Tak Bertanggung Jawab

Yang lain marah akibat kepergian Rajapaksa, melihat kurangnya pertanggungjawaban.

"Kami tidak menyukainya. Kami ingin menahannya. Kami ingin uang kami kembali! Dan kami ingin menempatkan Rajapaksa di penjara," kata pengunjuk rasa GP Nimal.

Mahasiswa berusia 23 tahun Reshani Samarakoon mengatakan kepada BBC bahwa pengasingan mantan presiden itu menawarkan "harapan bahwa di masa depan kita akhirnya bisa menjadi negara maju, secara ekonomi dan sosial".

Warga Sri Lanka menyalahkan pemerintahan Presiden Rajapaksa atas krisis ekonomi terburuk mereka dalam beberapa dasawarsa.

Selama berbulan-bulan mereka berjuang dengan pemadaman listrik setiap hari dan kekurangan kebutuhan pokok seperti bahan bakar, makanan dan obat-obatan.


Istana Diserbu Massa

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah mengumumkan dia akan mundur setelah pengunjuk rasa menyerbu kediaman resminya dan membakar rumah perdana menteri.

Namun, dilansir BBC, Minggu (10/7/2022), baik PM maupun presiden tidak berada di gedung pada saat itu.

Ratusan ribu orang turun ke ibu kota Kolombo, mendesak Gotabaya Rajapaksa untuk mengundurkan diri setelah berbulan-bulan protes atas salah urus ekonomi. Rajapaksa akhirnya menyatakan akan mengundurkan diri pada 13 Juli.

PM Wickremesinghe telah setuju untuk mengundurkan diri.

Ketua parlemen mengatakan presiden memutuskan untuk mundur "untuk memastikan penyerahan kekuasaan secara damai" dan meminta masyarakat untuk "menghormati hukum".

Pengumuman itu pun memicu letusan kembang api perayaan di kota.

Seorang pengunjuk rasa, Fiona Sirmana, yang berdemonstrasi di rumah presiden, mengatakan sudah waktunya "untuk menyingkirkan presiden dan perdana menteri dan memiliki era baru untuk Sri Lanka".

"Saya merasa sangat, sangat sedih karena mereka tidak pergi lebih awal karena jika mereka pergi lebih awal tidak akan ada kehancuran," katanya kepada Reuters.

Sri Lanka mengalami inflasi yang merajalela dan berjuang untuk mengimpor makanan, bahan bakar dan obat-obatan di tengah krisis ekonomi terburuk negara itu dalam 70 tahun.

Negara tersebut kehabisan mata uang asing dan harus memberlakukan larangan penjualan bensin dan solar untuk kendaraan pribadi, yang menyebabkan antrean bahan bakar selama berhari-hari.


Protes di Sri Lanka

Peristiwa luar biasa yang terjadi hari Sabtu tampaknya merupakan puncak dari protes damai selama berbulan-bulan di Sri Lanka.

Kerumunan besar berkumpul di kediaman resmi Presiden Rajapaksa, meneriakkan slogan-slogan dan mengibarkan bendera nasional sebelum menerobos barikade dan memasuki properti.

Rekaman online menunjukkan orang-orang berkeliaran di rumah dan berenang di kolam renang presiden, sementara yang lain mengosongkan laci, mengambil barang-barang presiden dan menggunakan kamar mandi mewahnya.

Kontras antara kemewahan istana dan bulan-bulan kesulitan yang dialami oleh 22 juta orang di negara itu tidak hilang dari para pengunjuk rasa.

"Ketika seluruh negeri berada di bawah tekanan seperti itu, orang-orang datang ke sini untuk melepaskan tekanan itu. Ketika Anda melihat kemewahan di rumah ini, jelas bahwa mereka tidak punya waktu untuk bekerja untuk negara," kata Chanuka Jayasuriya kepada Reuters.

Infografis 8 Ledakan Bom Teror Sri Lanka (Liputan6.com/Triyasni)

Anak Anggota DPRD Batasi Jalan Warga

Heboh Nikahan Anak Anggota DPRD Batasi Akses Jalan Warga di Jagakarsa, Ini Penjelasan Camat

Liputan6.com 2022-07-13 13:20:54
Spanduk permintaan warga agar mencari jalan alternatif karena ada pesta pernikahan anak Anggota DPRD DKI jakarta Purwanto. (Istimewa)

Surat edaran berisi himbauan terkait resepsi pernikahan anak anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Purwanto viral di media sosial.

Surat edaran dan himbauan ini ditujukan kepada para Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW, Ketua RW, dan dan para ketua RT di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Sehubungan akan di laksanakannya resepsi Pernikahan anak dari Bapak H. Purwanto, SH Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta pada Sabtu, 16 Juli 2022," demikian bunyi surat edaran tersebut yang dikutip Liputan6.com, Rabu (13/7/2022).

Surat edaran ini berisi empat poin himbauan kepada seluruh masyarakat yang tinggal di dekat kediaman anggota dewan DKI Jakarta itu. Pernyataan poin satu yang berisi himbauan untuk tidak melintas di ruas jalan Setu Babakan (zona A) Kelurahan Srengseng Sawah, menjadi yang paling disorot warganet.

"Menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk sementara waktu tidak melintas / menghindari ruas jalan tersebut pada waktu dan tanggal tersebut diatas untuk menghindari penumpukan kendaraan dan menyebabkan kemacetan," demikian bunyi surat edaran tersebut.

Menanggapi hal ini, Camat Jagakarsa Santoso selaku salah satu pihak yang memberikan tembusan mengatakan dikeluarkannya surat edaran tersebut adalah sebagai dukungan kepada masyarakat yang mempunyai aktivitas seperti hajatan.

"Ada warga kami, mau beliau jabatannya apa tidak memandang itu, intinya ada warga yang akan melaksanakan aktivitas dan terkait dengan aktivitas yang akan dilaksanakan adalah rencana hajatan pernikahan," kata Santoso kepada Liputan6.com, Rabu (13/7/2022).

Terlebih kata Santoso, hajatan itu digelar dengan prosesi adat Betawi. Sehingga, Santoso memandang hal itu juga sebagai bentuk pelestarian budaya Betawi.

"Kedua yang diundang ternyata banyak, sebagai tokoh beliau mempunyai yang akan diundang banyak dan jumlahnya ribuan. Saya sebagai camat diundang, lurah saya juga diundang, dan warga masyarakat saya banyak yang diundang," kata Santoso.

Santoso menjelaskan esensi dari surat edaran itu ialah himbauan kepada masyarakat yang akan menghadiri atau pun tidak menghadiri acara hajatan agar tidak terjebak macet atau mengalami penumpukan kendaraan. Mengingat banyaknya tamu yang diundang.

"Terus kemudian kalau warga yang kebetulan tidak diundang ya saya harapkan kalau memang ada aktivitas melintasi wilayah tersebut saya sarankan untuk melalui jalur alternatif lain," jelas Santoso.

Selain itu, Santoso mengungkapkan bahwa ini hanya sekedar surat edaran dan himbauan, sehingga tidak ada unsur paksaan di dalamnya. Namun, dia mengaku belum menerima protes apapun dari masyarakat sekitar.

"Saya biar jelas saya bikin surat, suratnya itu edaran dan himbauan. Kalau himbauan edaran kan tidak ada paksaan. Kecuali surat keputusan mengingat menimbang gitu. Ini kan himbauan edaran, kalau relevan silahkan gunakan kalau tidak mohon pengertiannya gitu," kata dia.


Tidak Keberatan Diprotes Warga

Santoso juga tidak mempermasalahkan jika ada masyarakat yang protes dengan surat edaran itu. Bagi dia, perbedaan pendapat antar warga itu adalah hal yang wajar.

"Saya menghargai ketika ada perbedaan di masyarakat. Dan harapan saya ketika ada perbedaan ini saling memahami. Yang jelas kita hidup harus saling menjaga kerukunan," ujarnya.

Namun, Santoso mengatakan hingga saat ini tidak ada penutupan jalan yang dilakukan. Apabila dilakukan penutupan jalan, nantinya hal itu akan menjadi kewenangan dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian.