Misteri di Balik Status Tersangka Bharada E

HEADLINE: Bharada E Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Yoshua, Pelaku Tunggal?

Liputan6.com 2022-08-05 00:00:32
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (baju hitam) berjalan keluar usai pemeriksaan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Ad

Kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo mulai menemukan titik terang.

Polisi menetapkan Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu sebagai tersangka dalam insiden yang terjadi di Kompleks Perumahan Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat sore, 8 Juli 2022 itu. Bharada E pun dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Juncto 55 dan 56 KUHP dan langsung ditahan di Rutan Bareskrim.

Berbeda dengan keterangan sebelumnya, polisi kini menyebut Bharada E tidak dalam kondisi membela diri saat menembak Brigadir J.

"Pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP, jadi bukan bela diri," tutur Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian dalam konferensi pers, Rabu (3/8/2022) malam.

Menurut Andi, pemeriksaan dan penyidikan tidak berhenti sampai di sini dan tetap berkembang. Andi menyebut masih ada sejumlah saksi yang akan dimintai keterangan terkait kasus kematian Brigadir J, termasuk Irjen Ferdy Sambo.

"Pemeriksaan atau penyidikan tidak berhenti sampai di sini, ini tetap berkembang," kata Andi.

Sementara Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah memeriksa 43 saksi. Selain itu, Timsus juga tengah memeriksa 25 personel polisi mulai dari Propam, Bareskrim, Polres dan juga Polda Metro Jaya di mana sebagian dari mereka akan ditempatkan di tempat khusus.

Nantinya, kata Agus, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan pelanggaran pidana baik menghalangi proses penyidikan, menghilangkan, menyembunyikan barang bukti sehingga menghambat proses penyidikan, akan jadikan dasar apakah perlu lakukan peningkatan status mereka menjadi bagian dari para pelaku di dalam Pasal 55 dan 56 berdasarkan rekomendasi Irwasum.

"Apakah perlu kita lakukan peningkatan status mereka menjadi bagian daripada para pelaku di dalam Pasal 55 dan 56 adalah ada yang melakukan, menyuruh melakukan perbuatan pidana ataupun karena kuasanya ia memberikan perintah untuk melakukan kejahatan termasuk memberi kesempatan dan bantuan sehingga kejahatan itu bisa terjadi. Ini akan menjadi landasan kita dalam melakukan proses penyidikan yang kita lakukan," kata Kabareskrim.

Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, ada 3 personel pati bintang 1, Kombes 5 personel, AKBP 3 personel, Kompol 2 personel, Pama 7 personel, serta Bintara dan Tamtama 5 personel dari kesatuan Divpropam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda dan Bareskrim yang diperiksa dalam kasus ini.

"Saat ini sedang berproses dan kemungkinan akan berkembang nama-nama lain atau ke pangkat-pangkat lain. Yang jelas rekan-rekan tahu ada CCTV rusak yang diambil pada saat di satpam dan itu juga sudah kita dalami dan kita sudah mendapatkan bagaimana proses pengambilan dan siapa yang mengambil, juga sudah kita lakukan pemeriksaan. Dan saat ini, tentunya kita akan melakukan proses selanjutnya," kata Kapolri.

Namun, kata Listyo, pihaknya sudah mengantongi identitas siapa yang mengambil dan menyimpan CCTV. Nantinya, hal tersebut akan diumumkan pada saat proses pemeriksaan tuntas.

"Yang jelas kita tentunya akan mengambil langkah-langkah secara cepat. Ada 4 orang yang kita tempatkan di tempat khusus selama 30 hari dan sisanya akan kita proses sesuai dengan keputusan dari timsus apakah masuk pidana atau masuk etik," kata dia.

Selain memeriksa saksi dan para personel polisi yang diduga terlibat, kata Listyo, Polri juga tengah menunggu hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J.

"Ke depan kita masih menunggu (hasil) autopsi ulang jadi semuanya jadi satu rangkaian pemeriksaan pembuktian secara scinetific tentunya selalu menjadi salah satu yang akan kita pertanggungjawabkan kepada publik. Kemarin kita sudah melakukan pemeriksaan balistik forensik, metalogi forensik ,dan DNA, dan hal-hal lain yang harus kita lakukan," tandas Listyo.

<p>Infografis Bharada E Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Siapa Otak Pembunuhan Brigadir J?

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hajar mengatakan, penggunaan Pasal 55 dan 56 KUHP terhadap penetapan tersangka Bharada E ini menyiratkan bahwa pembunuhan tersebut tidak dilakukan oleh seorang diri.

"Perbuatan pembunuhan itu tidak ditanggung jawabi oleh satu orang, tetapi ada peserta yang bersama-sama (Pasal 55 KUHP) umpamanya. Yang menyuruh dan sebagainya juga ada yang membantu dan berkedudukan sebagai pembantu (Pasal 56 KUHP). Jadi (Bharada E) hanya peran membantu saja," kata Fickar kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis, (4/8/2022).

Diketahui penyertaan Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP yakni dimaknai terdiri dari 'pembuat' yaitu orang yang memberikan perintah, 'penyuruh' yaitu orang yang bersama-sama melakukan, 'pembuat peserta' yaitu orang yang memberi perintah dengan sengaja, 'pembuat penganjur' dan 'pembantu'. Adapun secara rinci adalah sebagai berikut:

Pasal 55 KUHP:

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

Mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan;

Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman, penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana, keterangan, atau sengaja menganjurkan orang lain agar melakukan perbuatan.

(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan beserta akibat-akibatnya.

Pasal 56 KUHP:

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:

1. Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan.

2. Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

"Artinya ada orang lain yang seharusnya bertanggung jawab selain Bharada E. Siapa otaknya di antara para pelaku? itu yang akan digali JPU di pengadilan," kata dia.

Terlebih kata Fickar, ada banyak kejanggalan dalam kasus ini di mana saat melakukan penembakan, Bharada E menggunakan pistol jenis Glock yang umumnya hanya digunakan oleh polisi berpangkat perwira. Senjata inilah, kata dia, seharusnya bisa mengungkap siapa dalang pembunuhan Brigadir J.

"Kalau dari jenisnya kan bukan senjata untuk setingkat Bharada, alat itu (senjata) yang bisa menunjukan siapa yang memiliki atau berwenang menguasai alat itu," ujar Fickar.

Dia berharap dengan instruksi Kapolri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kasus ini dijadikan kesempatan untuk membersihkan oknum-oknum polisi yang terlibat. "Dengan Tim Khusus bisa ditembus semua hambatan yuridis maupun psikologis," tandasnya.

Sementara Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan dalam kasus ini kepolisian tampak sangat berhati-hati dalam mengumumkannya ke publik. Sebab sampai saat ini polisi hanya mengumumkan satu tersangka, yaitu Bharada E yang sebenarnya sudah diprediksi.

"Dari awal Bharada E sudah disudutkan atau ditempatkan menjadi pelaku pembunuhan Brigadir J," kata Usman Hamid.

Namun, Usman meragukan seorang Bhayangkara tingkat 2 berani menembak seorang Brigadir polisi seperti Yoshua. Terlebih Brigadir J merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo yang sudah cukup senior. "Sementara Bharada E ini baru baru berapa bulan saja bertugas, ini sepertinya tidak mungkin melakukan perbuatan tersebut," ujarnya.

Usman meyakini ada dalang di balik pembunuhan Brigadir J mengingat polisi juga menyertakan pasal 55 dan 56 KUHP, apalagi jika polisi bisa membuktikan adanya luka-luka di seluruh tubuh Brigadir J selain luka tembakan.

"Betul (ada dalangnya), karena polisi pakai rujukan Pasal 55-56, kalau kita ingat, maka ini tidak sekadar aksi menggunakan senjata, tetapi menggunakan kekerasan lainnya terhadap Brigadir J.Kalau itu bisa dibuktikan, kita bisa mengerti luka-luka di tubuh Brigadir J memberi kesan adanya penyiksaan," ujarnya.

Sementara terkait dugaan pembunuhan berencana, kata Usman, bisa dibuktikan melalui riwayat telepon seluler atau saksi-saksi yang bisa mengarah ke pembunuhan berencana.

"Apakah benar Bharada E menghendaki kematian Brigadir J, atau orang yang menyuruh, atau turut serta melakukan pembunuhan. Ini orang yang punya motif lah yang menyuruh melakukan pembunuhan," tandas Usman.

<p>Infografis Jeratan Pidana Pasal Pembunuhan untuk Bharada E. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Pengusutan Kasus Terkendala Faktor Psikologis Akibat Struktur Hierarki?

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai pemeriksaan terhadap Irjen Ferdy Sambo terkendala faktor psikologis akibat struktur hirarki, baik pangkat maupun jabatan sehingga sulit mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J ini.

"Bahkan saya setuju dengan Menkopolhukam soal adanya kendala psiko-politis. Kendala-kendala itulah yang menyebabkan mengapa baru sekarang ada penetapan tersangka dan itu pun merupakan anggota polisi yang rendah pangkatnya," kata Usman Hamid.

Dia pun berharap dalam kasus ini Bharada E tidak hanya dijadikan sebagai kambing hitam.

Selain Ferdy Sambo, kata Usman, seharusnya sang istri, Putri Candrawati juga perlu diperiksa secara intensif karena tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J merupakan tuduhan yang serius.

"Mungkin kendalanya juga mirip, yaitu psiko hirarkis dan psiko politis. Namun begitu pemeriksaan intensif ini tetap diperlukan tanpa mengesampingkan hak-haknya," kata dia.

Usman yakin kasus ini akan menemui titik terang jika memenuhi syarat hukum dan politis. Syarat hukumnya, kata dia, terkait pembuktian yaitu bahwa seluruh bukti yang dirusak atau hilang segera ditemukan dan dijelaskan kepada masyarakat secara terbuka.

"Syarat ini termasuk berupa penindakan siapa pun yang merusak atau menghilangkan barang bukti," kata dia.

Sementara syarat politiknya adalah dikikisnya kendala psikologis di internal kepolisian. "Penentu proses dan hasil penyelidikan harus merupakan sosok yang tidak memiliki konflik kepentingan karena relasi tertentu dengan Ferdy Sambo," katanya.

Mengenai penetapan tersangka Bharada E ini, kata Usman, belum memenuhi keseluruhan hak asasi yang dimiliki oleh keluarga Brigadir J dan masyarakat umum untuk tahu tentang kebenaran, dan rasa keadilan hukum.

Selain itu, perlunya hak pemulihan nama baik Brigadir J yang sebelumnya sempat dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawati serta hak untuk memperoleh jaminan tidak adanya keberulangan di masa depan.

Sementara Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengatakan, motif pembunuhan Brigadir J ini perlu dilakukan dengan uji balistik dan olah tempat kejadian perkara yang hasilnya harus dibuka oleh kepolisian. Hal ini perlu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada polisi.

"Bagi saya bukan hanya mentersangkakan orang, atau sejumlah orang tapi bagaimana mengembalikan masyarakat kepada Polri mengingat banyak kejanggaalan diawali narasi-narasi awal yang disampaikan Polri sendiri," ujarnya kepada Liputan6.com

Untuk itu, Bambang mendorong agar Polri menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J termasuk adanya motif menghalangi penyidikan. Mengingat ada ketidak-konsistenan Polri dalam membuka kasus ini. Di mana narasi yang disampaikan polisi di awal kasus berbeda dengan keterangan polisi saat ini.

"Narator yang menyampaikan juga diperiksa gimana bisa narasi janggal disampaikan di awal, kalau itu disampaikan oleh Polri sendiri artinya ada pihak yang membelokkan dari awal itu termasuk obstruction of jusctice atau bagian dari mengalang-halangi penyidikan, jadi itu yang harus dituntaskan, mengapa kok awalnya begitu," ujarnya.

Bambang sendiri mengaku tak yakin kasus ini akan terungkap dengan terang benderang meski polisi sudah menetapkan tersangka. Seperti dalam kasus penembakan Laskar FPI di KM 50 Jakarta-Cikampek yang hingga saat ini masih banyak kejanggalan.

"Saya sebagai masyarakat skeptis kalau kasus ini akan terang benderang, seperti KM 50 masih banyak kejanggalan dan penyidiknya Dirtipidumnya juga masih sama soalnya, jadi jangan-jangan ini akan mengulang lagi penyelesaian kasus KM 50," tandas Bambang.


Irjen Ferdy Sambo Dimutasi dan Diperiksa Timsus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam Polri. Posisinya kini digantikan oleh Irjen Syahardiantono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakabareskrim Polri.

"Irjen Pol Ferdy Sambo Kadiv Propam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri. Irjen Pol Syahardiantono Wakabareskrim Polri diangkat sebagai Kadiv Propam Polri," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (4/8/2022).

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor: 1628/VIII/Kep/2022 tanggal 4 Agustus 2022.

"Yang dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri dalam status proses riksa oleh Irsus Timsus," tutur Dedi.

Adapun daftar anggota yang masuk mutasi ke Pamen Yanma Polri antara lain sebagai berikut:

1. Irjen Pol Ferdy Sambo Kadiv Propam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri

2. Irjen Pol Syahardiantono Wakabareskrim Polri diangkat sebagai Kadiv Propam Polri

3. Brigjen Pol Hendra Kurniawan Karo Paminal Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri

4. Brigjen pol Anggoro Sukartono Karo Waprof Divpropam Polri diangkat sebagai Karo Paminal Divpropam Polri.

5. Kombes Pol Agus Wijayanto Sesro Waprof Divpropam Polri diangkat jabatan baru sebagai Karo Waprof Divpropam Polri

6. Brigjen Pol Benny Ali Karo Provos Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri

7. Kombes Pol Gupuh Setiono Kabag Yanduan Divpropam Polri diangkat sebagai jabatan baru Karo Provos Divpropam Polri

8. Kombes Pol Denny Setia Nugraha Nasution Sesro Paminal Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri

9. Kombes Pol Edgar Diponegoro Kabag Bin Pamropaminal Divpropam Polri diangkat sebagai Sesro Paminal Divpropam Polri

10. Kombes Pol Agus Nur Patria Kaden A Ropaminal Divpropam Polri dimutasikan sebagai pamen yanma polri

11. AKBP Arif Rahman Arifin Wakaden B Ropaminal Propam Polri dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri

12. Kompol Paiquni Wibowo PS Kasubbag Riksa Rowatprof Propam Polri dimutasikan sebagai pamen yanma polri

13. Kompol Chuck Putranto PS Kasubag Audit Rowatprof Oropam Polri dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri

14. AKBP Ridwan Nelson Subangkit Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan dimutasikan sebagai Pamen yanma Polri

15. AKP Rifaizal Samual Kanit I Satreskrim Polres Jakarta Selatan dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri.

<p>Infografis Ragam Tanggapan Bharada E Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Bonge Tolak Uang Raffi Ahmad

Bonge Tolak Uang Rp 50 Juta dari Raffi Ahmad

Liputan6.com 2022-08-04 10:30:00
Foto: Bonge di Citayam Fashion Week. Hak Cipta: KapanLagi.com/Bambang E Ros/glk

Kesuksesan Citayam Fashion Week ikut melambungkan nama Bonge. Pemilik nama asli Eka Satria Saputra menjadi salah satu ikon remaja SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok) yang mempopulerkan kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat sebagai pusat mode anak muda saat ini.

Tak hanya dikenal dengan pakaiannya yang nyentrik, rambut panjang Bonge juga menjadi salah satu identitas yang membuat dirinya terkenal publik. Oleh karenanya Bonge sangat mempertahankan rambutnya dan tak berniat untuk memotongnya.

"Enggak mau (potong rambut)," kata Bonge dikutip dari kanal YouTube Trans tv Official, Rabu (3/7/2022). Mendengar hal itu, Raffi Ahmad langsung menawarkan sejumlah uang kepada Bonge, agar mau memotong rambutnya.

Tawaran pertama, suami Nagita Slavina akan memberikan uang sebesar 10 juta kepada Bonge bila mau memotong rambutnya. "Potong gue kasih Rp 10 juta, hari ini potong. Elo berani enggak?" tantang Raffi Ahmad.

"Enggak, enggak," jawab Bonge. "Rp 20 juta? Rp 30 juta?" imbuh Raffi Ahmad. "Enggak mau," kata Bonge lagi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rp 50 juta

Raffi AHmad memberikan tawaran tertinggi buat Bonge, agar mau memangkas rambutnya. Namun lagi-lagi tawaran tersebut ditolak oleh remaja 17 tahun itu.

"Rp 50 juta?," timpal Raffi lagi

"Enggak mau," sahut Bonge.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Alasan Tak Mau Potong

Lantaran Bonge kekeuh dengan pendiriannya, Raffi Ahmad akhirnya menanyakan alasan mengapa dirinya tidak mau memotong rambutnya meski diberi uang puluhan juta.

"Enggak mau lo potong rambut? Kenapa sih nggak mau?" tanya Raffi Ahmad.

"Ini rambut menjanjikan duit," jawab Bonge seraya tertawa.


Pernah Ditawar Rp 100 Juta

Ternyata sebelum Raffi Ahmad, sudah ada orang yang menawarkan uang hingga ratusan juta untuk memotong rambutnya. Namun Bonge tetap menolak lantaran rambut miliknya menghasilkan uang buat dirinya selama ini.

"Sudah pernah ada yang nawarin potong rambut?" tanya Ruben Onsu.

"Sudah. Dikasih Rp 100 juta Bonge nggak mau," tutur Bonge.

Infografis Menerapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan. (Liputan6.com/Triiyasni)

Ferdy Sambo: Jangan Berasumsi

Ferdy Sambo: Jangan Berasumsi soal Peristiwa di Rumah Saya

Liputan6.com 2022-08-04 12:01:56
Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo memenuhi panggilan tim khusus (timsus) terkait kematian ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Gedung Bareskrim Mabes Polri, J

Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Irjen Ferdy Sambo terkait kasus Brigadir J. Saat menyambangi Mabes Polri, Ferdy Sambo di hadapan awak media, meminta publik tidak membuat asumsi sepihak atas kejadian di rumahnya.

"Saya harapkan kepada seluruh pihak-pihak dan masyarakat untuk bersabar, tidak memberikan asumsi, persepsi peristiwa di rumah dinas saya," tutur Ferdy Sambo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Ferdy turut menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri atas peristiwa yang terjadi kediamannya. Dalam kasus tersebut, Brigadir J tewas dan Bharada E ditetapkan sebagai tersangka.

"Kemudian yang kedua, saya selaku ciptaan Tuhan menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri, demikian juga saya menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Brigadir Yoshua. Semoga keluarga diberikan kekuatan, namun semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan saudara Yoshua kepada istri dan keluarga saya," kata Ferdy.

Sebelumnya, Polri resmi menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J atau Yoshua dalam peristiwa adu tembak ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Penyidik pun mengenakan Bharada E dengan pasal sangkaan pembunuhan, yaitu Pasal 338 Juncto 55 dan 56 KUHP.

"Pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2022).


Rincian

Merujuk dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, isi Pasal 338 adalah 'Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun'.

Sementara penyertaan Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP yakni dimaknai terdiri dari 'pembuat' yaitu orang yang memberikan perintah, 'penyuruh' yaitu orang yang bersama-sama melakukan, 'pembuat peserta' yaitu orang yang memberi perintah dengan sengaja, 'pembuat penganjur' dan 'pembantu'. Adapun secara rinci adalah sebagai berikut:

Pasal 55 KUHP:

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

Mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan;

Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman, penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana, keterangan, atau sengaja menganjurkan orang lain agar melakukan perbuatan.

(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan beserta akibat-akibatnya.

Pasal 56 KUHP:

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:

1. Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan.

2. Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.


Bukan untuk Membela Diri

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi pun menegaskan, dengan pasal tersebut artinya Bharada E tidak tengah melakukan upaya pembelaan diri saat peristiwa adu tembak ajudan Irjen Ferdu Sambo terjadi.

"Jadi bukan bela diri," kata dia.

Polri menegaskan bahwa penanganan dan pengembangan kasus kematian Brigadir J tidak akan berhenti di penetapan tersangka Bharada E. Tidak menutup kemungkinan sosok lain akan terseret dalam perkara tersebut.

"Tadi sudah saya sampaikan pemeriksaan belum selesai, masih dalam pengembang terus," tutur Andi.

Terlebih, penyidik mengenakan Bharada E dengan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Untuk itu, kata Andi, pihaknya masih terus mengejar pemeriksaan saksi-saksi lainnya.

"Sampai dengan hari ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada 42 orang saksi, kemudian juga termasuk di dalamnya adalah ahli-ahli, baik dari unsur biologi kimia forensik dan metalurgi balistik forensik, IT Forensik, dan kedokteran forensik. Termasuk telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti baik berupa alat komunikasi, cctv, dan barang bukti yang ada di TKP, sudah diperiksa atau diteliti oleh laboratorium forensik maupun yang sedang dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik," jelas dia.

Panggil Suami "Mas Oppa"

Gemas, Maudy Ayunda Jadi Trending Topic karena Panggil Suami Mas Oppa

Liputan6.com 2022-08-04 14:30:17
Maudy Ayunda tertawa bahagia bersama suaminya, Jesse Choi (Instagram/maudyayunda)

Maudy Ayunda saat ini sedang berada di Seoul, Korea Selatan, yang merupakan tempat kelahiran sang suami, Jesse Choi.

Melalui akun media sosialnya, bintang film Habibie Ainun 3 itu memperlihatkan berbagai aktivitasnya di Korea bersama sang suami tercinta.

Selain mencicipi berbagai hidangan, dan mengunjungi tempat-tempat menarik, Maudy Ayunda juga menemani sang suami potong rambut. Inilah yang jadi perhatian para warganet.

Dari unggahannya akhirnya publik tahu bahwa Maudy Ayunda memiliki panggilan yang cukup unik untuk Jesse Choi. "Mas Oppa gets a Korean haircut in Seoul!" tulis Maudy Ayunda di Instagram Story pada Rabu (3/8/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Potret Si Mas Oppa

Seperti diketahui, mas oppa merupakan kombinasi kata sapaan untuk kakak laki-laki dalam bahasa Jawa dan Korea.

Bersama keterangan itu, dia menyertakan foto sang suami yang tersenyum dengan eye smile-nya yang khas. Maudy pun memperlihatkan penampilan sang suami sebelum dan sesudah potong rambut.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Trending Topic

Gara-gara unggahan ini, nama Maudy Ayunda jadi trending topic di Twitter pada Kamis pagi. Warganet berkomentar dengan kalimat-kalimat jenaka.


Respons

"Maudy ayunda manggil suaminya mas oppa berarti gak ada yg gak mungkin bismillah lee haechan," kata salah satu warganet.

"Belajar dari maudy ayunda ga ada yang ga mungkin walau kemungkinannya cuma 0,01% so manifesting," tambah yang lainnya.

<p>Infografis Kronologi Baku Tembak Anak Buah Irjen Ferdy Sambo Versi Polisi. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Usai Cerai, Cari Uang Banyak

Rencana Nathalie Holscher Setelah Cerai dari Sule: Kerja Dulu, Cari Uang Yang Banyak

Liputan6.com 2022-08-04 08:00:00
Nathalie Holscher. (Foto: Dok. Instagram @nathalieholscher)

Sidang cerai Sule dan Nathalie Holscher kembali digelar di Pengadilan Cikarang Jawa Barat, Rabu (3/8/2022). Beberapa jam sebelumnya, Nathalie Holscher diwawancara awak media.

Ia diajak berandai-andai, majelis hakim akhirnya ketok palu mengesahkan perceraian dari ayah Putri Delina. Andai itu benar terjadi, apa rencana Nathalie Holscher selanjutnya?

Rupanya, mantan disjoki ini ogah buru-buru cari suami baru. Fokusnya melanjutkan hidup untuk diri sendiri dan bayinya, Adzam Adriansyah Sutisna. Cari uang halal demi masa depan.

"Kerja dulu, cari uang yang banyak. Itu saja sih. Aku harus berhati-hati lagi (cari pasangan ke depan)," ujarnya, kami lansir dari video interviu di kanal YouTube KH Infotainment, Rabu (3/8/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kerja Dulu

"Aduh nanti dulu, deh. Cari saja belum. Pokoknya kerja dulu, semangat semangat semangat move on," ia menyambung. Belum terlintas sama sekali di benaknya cari suami lagi.

Selebgram dengan 5 jutaan pengikut ini tak bisa berpikir jernih soal jodoh mengingat konflik rumah tangganya belum diputus hakim. Nathalie Holscher ogah berpikir kejauhan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Enggak Mikir Pasangan

"Enggak tahu, lihat nanti deh. Kalau sekarang disuruh mikir soal pasangan, belum bisa berpikir karena kan lagi (proses perceraian) begini," Nathalie Holscher menambahkan.

Dalam kesempatan itu, ia ditanya kondisi kesehatan Sule yang dikabarkan menurun. Ia mengaku tak tahu mengingat komunikasi dengan bintang film Hong Kong Kasarung tak seintens dulu.


Tak Berkabar

"Enggak tahu kalau (Sule sakit) itu. Enggak berkabar, paling (komunikasi) ke Adzam saja sih. Ke suster, ke Adzam, kalau enggak menghubungi aku untuk lihat Adzam," ungkapnya.

Ia berharap sidang cerai berjalan mulus. Nathalie Holscher memastikan kondisinya dan si kecil baik-baik saja. Tumbuh kembang Adzam yang optimal menumbuhkan syukur di benaknya.

Perceraian di Indonesia 2016 (liputan6.com/trie yas)

Salima, Wasit Perempuan di Piala Dunia

Piala Dunia dan Mimpi Salima yang Jadi Kenyataan

Liputan6.com 2022-08-04 15:00:50
Salima Mukansanga, wasit wanita pertama yang memimpin pertandingan Piala Afrika (Kenzo Tribouillard / AFP)

Piala Dunia tak hanya menghadirkan pertandingan yang seru, tapi juga kisah tentang perjuangan pemain, wasit dan ofisial. Salima Mukansanga misalnya tak hanya menjadi salah satu wasit wanita yang akan memimpin pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar, tapi juga perjalanan hidupnya yang bisa jadi inspirasi.

Di usianya yang baru 15 tahun Salima harus melepaskan mimpinya, menjadi pemain basket profesional. Usia yang belum cukup untuk menjadi bagian dari Timnas Basket U-17 Rwanda.

Ia harus menunggu untuk itu. Dan dalam penantiannya itu, suatu keputusan besar diambilnya : bermain sepakbola.

"Saya berusia 15 tahun dan diberitahu 'kamu masih muda, mungkin kamu akan mendapatkan kesempatan dalam dua tahun lagi.' Jadi, saya mencoba sepak bola. Saya tidak pernah bermain sepak bola. Tapi saya bilang biarkan saya fokus pada hal lain," kata Salima kepada DW.

Tak hanya itu, perempuan bernama lengkap Salima Rhadia Mukansanga itu juga mengambil keputusan lain yang akan merubah jalan hidupnya : menjadi wasit wanita. Itu dilakukannya setelah menemukan sebuah iklan tentang pelatihan wasit sepakbola.

Sebuah keputusan yang menempatkannya di jalur untuk menjadi pionir: wanita pertama dari Rwanda yang memimpin Piala Dunia Wanita FIFA, dan wanita pertama yang memimpin laga Piala Afrika putra di Kamerun.

Salima memimpin pertandingan penyisihan grup antara Guinea dan Zimbabwe di Stadion Ahmadou Ahidjo di Yaounde.


Pujian

Dia tampak percaya diri, tenang dan mampu mengontrol emosi dalam permainan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Zimbabwe. Dari beberapa pelanggaran yang terjadi dia mengeluarkan enam kartu kuning, termasuk satu untuk pemain bintang Guinea yang juga gelandang Liverpool, Naby Keita.

Laga itu juga menjadi lebih bersejarah dengan tiga Wanita hebat lainnya yang bertindak sebagai asisten wasit. Mereka adalah Fatiha Jermoumi dari Maroko dan Carine Atemzabong dari Kamerun. Sedangkan Bouchra Karboubi dari Maroko ditugaskan di bagian VAR.

"Kami ingin tunjukkan kepada dunia, kami bisa melakukan sesuatu," kata Salima kepada ESPN usai laga itu.

Kiprah Salima juga membuat bangga ketua komite wasit Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF), Eddy Maillet. Ia menilai bahwa wanita yang akrab dipanggil Salima itu telah bekerja keras untuk sampai tahapan ini.

"Kami tahu bahwa, bagi seorang wanita, dia harus mengatasi rintangan serius untuk mencapai level ini dan dia pantas mendapatkan banyak pujian," katanya.


Jadi Ikon

"Momen ini bukan hanya untuk Salima tetapi untuk setiap gadis muda di Afrika yang memiliki hasrat untuk sepak bola dan yang melihat dirinya sebagai wasit di masa depan," Maillet menambahkan.

"Setelah pertandingan saya begitu emosional, menangis di ruang ganti. Saya sangat senang, sangat senang dan bersemangat karena mimpi saya menjadi kenyataan," katanya.

Kini Salima telah menjadi ikon bagi kaum wanita di negaranya. Ia menjadi inspirasi bagi anak-anak dan remaja perempuan untuk menjadi pemain sepakbola.

Salima yang pernah memimpin pertandingan sepakbola Wanita Olimpiade 2020 dan Piala Bangsa-Bangsa Afrika Wanita 2016, menilai bahwa dirinya seorang Wanita yang beruntung.

"Saya berasal dari negara yang memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan untuk melakukan apa yang mereka inginkan yang menguntungkan mereka sesuai dengan kemampuan dan komitmen mereka. Itu yang mendorong saya untuk lebih aktif dan bekerja keras dalam karir saya."


Tekanan

Tentang tekanan yang ada Salima tak menampik bahwa itu ada. Ia mencoba mengelola tekanan itu.

"Saya memiliki rekan-rekan saya di sekitar saya.. Mereka terus berkata: 'lupakan tekanan, tunjukkan kepada dunia bahwa Anda siap sehingga para wanita yang menonton dapat berkata,"ya, dia melakukannya karena dia percaya diri, dia membuat keputusan sesuai dengan hukum permainan, dan dia memberikan apa yang dia miliki."

Perempuan kelahiran 25 Juli 1988 itu berharap perjalanannya dapat menerangi jalan bagi wanita di seluruh dunia yang ingin terjun ke sepakbola profesional.

"Jika Anda memiliki gairah, apapun rintangan yang ada, anda akan menyingkirkannya. Dan kemudian memiliki orang-orang yang mendukung Anda. Saya memiliki banyak orang yang mendukung saya; negara saya, rakyat saya, FA saya, rekan-rekan saya, mereka mendukung saya. .

Rintangan itu, tambahnya, termasuk bagaimana beradaptasi dengan cuaca. Meski sudah terbiasa dengan cuaca panas di Rwanda, dan itu tak berbeda di Piala Dunia 2022 Qatar, Salima tidak mau menganggap hal itu sebagai sesuatu yang mudah.

Salima Mukansanga, wasit pertama yang memimpin pertandingan Piala Afrika (Kenzo Tribouillard / AFP)


Proses

Ketenaran Salima makin meroket setelah terpilih Bersama Stephanie Frappart dari Prancis dan Yoshimi Yamashita dari Jepang sebagai tiga wasit perempuan yang akan memimpin laga Piala Dunia 2022 Qatar.

Ini merupakan sejarah baru bagi kompetisi nomer wahid di dunia itu setelah selama 92 tahun didominasi oleh wasit laki-laki.

"Ini mengakhiri proses panjang yang dimulai beberapa tahun lalu dengan penempatan wasit wanita di turnamen junior dan senior FIFA," kata Pierluigi Collina, ketua Komite Wasit FIFA, dalam sebuah pernyataan. "Dengan cara ini, kami dengan jelas menekankan bahwa kualitaslah yang penting bagi kami dan bukan gender."

Memang belum ada kepastian bahwa semua wasit perempuan itu akan menjalani pertandingan di Qatar. Ke-129 kandidat harus melalui proses pemeriksaan akhir menjelang Piala Dunia, yang dimulai 21 November.

"Mereka yang memimpin pertandingan harus dalam kondisi terbaik," kata Direktur Wasit FIFA, Massiomo Busacca.


Selangkah

Hal itu juga diamini oleh Collina. Semua wasit yang sudah ditunjuk harus bekerja keras, dan FIFA terus memantau dalam beberapa bulan hingga tiba saatnya Piala Dunia 2022 bergulir.

"Pesannya jelas: Jangan berpuas diri, terus bekerja keras dan persiapkan diri Anda dengan sangat serius untuk Piala Dunia," kata Collina.

Kini selangkah lagi Salima bersama Stephanie Frappart dari Prancis dan Yoshimi Yamashita dari Jepang akan menorehkan sejarah baru : memimpin Piala Dunia 2022 di Qatar. Mendobrak dominasi wasit pria yang sudah berjalan selama 92 tahun.

Ketiganya tak sendirian, ada tiga asisten wasit Wanita juga yakni Neuza Back dari Brasil, Karen Diaz Medina asal Meksiko, dan Kathryn Nesbitt dari Amerika Serikat.

Semoga langkah Salima menjadi inspirasi dan penerang jalan bagi semua perempuan yang ingin menjadi bagian dari sepakbola.

<p>Infografis Grup F Piala Dunia 2022. (Liputan6.com/Abdillah)</p>

Fenomena Pengantin Pesanan

Menyibak Fenomena Pengantin Pesanan, Bilang Cinta Padahal Dusta

Liputan6.com 2022-08-04 10:00:00
Monika, salah satu korban human trafficking atau perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan. (Genantan Saputra)

Persoalan pengantin pesanan menjadi perlu menjadi fokus pemerintah. Yulianto Achmad, Dosen Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama dengan mahasiswanya, Salsabila Husna Salwa mengangkat isu pengantin pesanan ini dalam penelitian yang berjudul Implementasi Protokol Palermo Tahun 2000 Dalam Mengatasi Kasus Pengantin Pesanan Tahun 2019 di Indonesia.

Yulianto menerangkan fenomena pengantin pesanan ini diteliti secara mendalam pada Januari hingga April 2022. Para pemesan kebanyakan merupakan pria yang berasal dari Tiongkok. Mereka memesan wanita dari Indonesia untuk diboyong pulang ke negaranya untuk dijadikan istri. Hal ini ia kaitkan dengan peraturan ketat yang ada di Tiongkok mengenai pernikahan.

"Di sana tidak diperbolehkan berpoligami, punya anak lebih dari satu juga tidak boleh, juga ada ketimpangan jumlah perempuan dan laki-laki, untuk menikah pun persyaratan maharnya sangat tinggi. Banyak yang tidak mampu tapi ingin menikah sehingga mereka memilih alternatif dengan mencari istri dari luar negaranya dengan biaya yang bisa mereka jangkau, akhirnya mereka mencari agen sebagai 'mak comblang'," ungkapnya.

Fenomena pengantin pesanan ini erat kaitannya dengan faktor persoalan ekonomi. Para wanita pesanan biasanya berasal dari keluarga tidak mampu yang tergiur dengan iming-iming untuk kehidupan yang lebih layak dan berkecukupan. Selain itu, para wanita dijanjikan akan diperlakukan dengan baik dan tetap diberikan kemudahan akses kepada keluarganya di Indonesia.

"Yang menjadi masalah adalah setelah sampai ke Tiongkok, semuanya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Katanya akan dimakmurkan, ternyata mereka dieksploitasi. Disuruh bekerja dengan upah yang kurang, bahkan mendapatkan kekerasan dan pelecehan seksual," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Eksploitasi Atas Nama Pernikahan

Isu pengantin pesanan menurut Yulianto menarik dan belum banyak diteliti secara spesifik oleh banyak orang, sehingga ingin mengetahui secara mendalam upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar kejadian pengantin pesanan ini tidak terulang. Output yang didapatkan adalah, ia bisa memberikan gambaran kondisi tentang pengantin pesanan yang sebenarnya hanyalah kedok untuk perdagangan manusia yang dikemas secara rapi kepada masyarakat agar lebih waspada.

"Yang kami temukan dalam penelitian ini, pemerintah telah bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri khususnya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok untuk mengatasi hal ini. Kendalanya adalah pemahaman mengenai pengantin pesanan yang dipahami oleh pemerintah Indonesia sebagai kejahatan perdagangan manusia tidak dianggap demikian oleh pemerintah Tiongkok," katanya.

Yulianto mengatakan, perkembangan teknologi juga turut mengembangkan bentuk, modus, dan tujuan dari perdagangan manusia dalam bentuk pengantin pesanan. Dalam fenomena ini, wanita dan anak diperdagangkan dengan modus perkawinan yang kerap kali berujung pada perbudakan, pemerkosaan, dan pelecehan.

"Pemerintah telah melakukan pemulangan para wanita pengantin pesanan ke Indonesia. Ini tidak mudah, karena status pernikahan yang sah, izin dari suami menjadi kendala juga. Agak alot lah. Dari 42 orang, baru bisa dipulangkan 36 orang," jelas Yulianto. Lewat penelitiannya ini, ia pun berharap agar fenomena pengantin pesanan ini tidak terjadi lagi.

Taiwan Tak Gentar Hadapi China

China Gelar Latihan Militer Terbesar, Taiwan Bersiap Hadapi Konflik

Liputan6.com 2022-08-04 14:30:30
Dalam foto yang dirilis Kementerian Luar Negeri Taiwan ini, Ketua DPR AS Nancy Pelosi disambut oleh Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu saat tiba di Taipei pada 2 Agustus 2022. (Kementerian

Latihan militer terbesar China yang mengelilingi Taiwan dimulai pada Kamis (4 Agustus), dalam unjuk kekuatan yang melintasi jalur pelayaran internasional yang vital setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau itu.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis (4/8/2022), Pelosi meninggalkan Taiwan pada hari Rabu setelah perjalanan yang menentang serangkaian ancaman nyata dari Beijing, yang memandang pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai wilayahnya.

Kedua dalam garis kepresidenan, Pelosi adalah pejabat AS terpilih dengan profil tertinggi yang mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun.

Dia mengatakan kehadirannya membuat "sangat jelas" bahwa Amerika Serikat "tidak akan meninggalkan" sekutu demokratis seperti Taiwan.

Ini memicu reaksi marah dari Beijing, yang bersumpah "hukuman" dan mengumumkan latihan militer di laut sekitar Taiwan - beberapa jalur air tersibuk di dunia.

Latihan, yang dimulai sekitar pukul 12 siang (0400 GMT), melibatkan "penembakan langsung", menurut media pemerintah.

"Enam area utama di sekitar pulau telah dipilih untuk latihan tempur yang sebenarnya ini dan selama periode ini, kapal dan pesawat yang relevan tidak boleh memasuki perairan dan wilayah udara yang relevan," lapor penyiar negara CCTV.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Taiwan Bersiap Hadapi Konflik

Latihan akan berlangsung di beberapa zona di sekitar Taiwan - di beberapa titik dalam jarak hanya 20 km dari pantai pulau - dan akan berakhir pada tengah hari pada hari Minggu.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya mengamati dengan cermat latihan tersebut dan bahwa pulau itu siap menghadapi konflik, tetapi tidak akan mengupayakannya.

"Kementerian Pertahanan Nasional menekankan bahwa mereka akan menjunjung tinggi prinsip mempersiapkan perang tanpa mencari perang, dan dengan sikap tidak meningkatkan konflik dan menyebabkan perselisihan," katanya dalam sebuah pernyataan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Latihan Besar Pertama

Tabloid nasionalis Beijing Global Times mengatakan, mengutip analis militer, bahwa latihan itu "belum pernah terjadi sebelumnya" dan bahwa rudal akan terbang di atas Taiwan untuk pertama kalinya.

"Ini adalah pertama kalinya PLA akan meluncurkan artileri jarak jauh langsung melintasi" Selat Taiwan, kata surat kabar itu menggunakan nama resmi militer China, Tentara Pembebasan Rakyat.

Taiwan menggambarkan latihan itu sebagai "langkah irasional untuk menantang tatanan internasional".

Kelompok Tujuh negara industri juga mengutuk latihan tersebut, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan "tidak ada pembenaran untuk menggunakan kunjungan sebagai dalih untuk aktivitas militer agresif di Selat Taiwan".


Militer Taiwan Bersiap

Biro Maritim dan Pelabuhan Taiwan mengeluarkan peringatan pada hari Rabu kepada kapal untuk menghindari area yang digunakan untuk latihan China.

Kabinet Taiwan mengatakan latihan itu akan mengganggu 18 rute internasional yang melewati wilayah informasi penerbangan (FIR).

Beijing telah membela operasi militernya sebagai "perlu dan adil", yang menyalahkan Amerika Serikat dan sekutunya atas eskalasi.

"Dalam perjuangan saat ini seputar kunjungan Pelosi ke Taiwan, Amerika Serikat adalah provokatornya, China adalah korbannya," kata juru bicara kementerian luar negeri Hua Chunying pada briefing reguler Rabu.

Sebuah sumber militer China juga mengatakan kepada AFP bahwa latihan itu akan dilakukan "sebagai persiapan untuk pertempuran yang sebenarnya".

"Jika pasukan Taiwan melakukan kontak dengan PLA dengan sengaja dan secara tidak sengaja menembakkan senjata, PLA akan mengambil tindakan tegas, dan semua konsekuensinya akan ditanggung oleh pihak Taiwan," kata sumber tersebut.

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Bakal Laporkan Eks Suami ke Polisi

Dewi Perssik Merasa Uang Hasil Manggung Disunat, Bakal Laporkan Angga Wijaya ke Polisi?

Liputan6.com 2022-08-04 11:30:36
Angga Wijaya dan Dewi Perssik. (Foto: Dok. Instagram @anggawijaya88)

Dewi Perssik mulai mengumbar tabir buruk tentang mantan suaminya, Angga Wijaya ke publik usai resmi menjanda. Ia menduga bahwa pria yang telah menikahinya selama lima tahun sudah memalsukan tanda tangannya.

Wanita yang akrab disapa DePe ini juga mempertanyakan nama Budianto yang selama ini telah menerima honor manggungnya. Padahal, Dewi Perssik tak pernah menggunakan nama lain untuk transferan honornya.

Rupanya, Dewi Murya Agung ini juga telah menemukan bukti-bukti lainnya yang sudah diserahkan kepada kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Hal itu diungkapkannya di kanal YouTube KH Infotainment, Kamis (4/7/2022).

Diakui Dewi Perssik, selama ini bungkam mengenai semua permasalahan ini. Namun, akhirnya gerah juga setelah melihat Angga bicara di setiap podcast yang mengundangnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tak Menjaga Marwah

Dalam pembicaraan Angga Wijaya saat menjadi bintang tamu, Dewi Perssik merasa seolah selama menjadi istri tak menjaga marwahnya. Dan hal itu menjadi penyebab Angga Wijaya mentalak cerai pemilik Goyang Gergaji.

"Sebenarnya ya perpisahan kami karena ini," ungkapnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Lapor Polisi?

Apakah Dewi Perssik bakal melaporkan mantan suaminya ke polisi terkait dugaan penggelapan uang honor yang selama ini disunatnya?

"Apa kata Bang Sandy," jawabnya lugas.

"Ya masih pelajarin dulu lah. Yang penting sudah menerima dari Mbak DePe beberapa, nanti setelah ikrar talak kita pelajari lebih lanjut. Nanti kita ketemu dulu dengan Angga," timpal Sandy Arifin.


Minta Maaf

Dewi Perssik tak ingin masalah dugaan penggelapan uang yang dilakukan Angga Wijaya berkepanjangan. Ia pun tak ingin berurusan dengan pihak berwajib, asalkan keinginannya diwujudkan oleh mantan suaminya.

"Kalau saya intinya minta maaf saja kalau memang merasa bersalah. Nanti kalau enggak merasa bersalah biar pengadilan bener enggak saya. Dia bener atau saya yang salah," sambungnya.

<p>Infografis Kronologi Baku Tembak Anak Buah Irjen Ferdy Sambo Versi Polisi. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Icip-Icip Permen Digaji Rp1 M

Perusahaan Kanada Tawarkan Gaji Rp1 Miliar, Kerjanya Hanya Cicipi Permen dari Rumah

Liputan6.com 2022-08-04 05:02:16
Ilustrasi permen (Dok.Unsplash)

Sebuah perusahaan permen di Kanada menawarkan pekerjaan yang sangat manis dan mungkin jadi impian banyak orang. Candy Funhouse, pengecer online penganan manis dari batangan cokelat hingga permen karet dan licorice asal Kanada, menawarkan pekerjaan menarik bernama Chief Candy Officer.

Lowongan ini terbuka untuk umum, bahkan bagi anak berusia lima tahun. Bukan gurauan, syarat untuk mendapatkan pekerjaan ini memang minimal berusia lima tahun dan tinggal di Amerika Utara.

Gaji yang mereka tawarkan 78 ribu dolar AS atau Rp1,1 miliar per tahun. Tugasnya meliputi memimpin rapat dewan permen dan jadi kepala penguji rasa. "Dan tentunya, semua hal yang menyenangkan," kata mereka seperti dilansir dari CNN, Rabu, 3 Agustus 2022.

Chief Executive Officer Candy Funhouse, Jamal Hejazi, mengatakan sejak lowongan dibuka melalui LinkedIn Juli lalu, ribuan kandidat telah melamar posisi tersebut. Ia terkejut dengan jumlah pelamar itu, dan memperkirakan pelamar mungkin tertarik dengan tawaran yang diberikan.

"Bayangkan, pekerja bisa bekerja dengan kenangan terbaik tentang permen, dan memiliki permen itu setiap hari di tempat kerja," ucapnya.

Candy Funhouse, yang berbasis di luar Toronto, Kanada, dipimpin empat bersaudara berusia 20 dan 30-an yang tumbuh di daerah tersebut. Orangtua mereka memiliki toko donat dan restoran lokal.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Persyaratan Lainnya

Hejazi berkata, "Kakak saya Mo, seorang candyhead, mendirikan perusahaan pada 2018 dan ibu saya adalah karyawan nomor dua." Ia menambahkan bahwa ia dan seorang saudara perempuan dan laki-lakinya kemudian bergabung dengan perusahaan tersebut.

Perusahaan ini memiliki 340 ribu pengikut di Instagram dan tiga juta di TikTok. Salah satu pengikutnya adalah seorang anggota keluarga Kardhasian, tapi Hejazi menolak mengungkap namanya.

Pada 2021, penjualan toko tersebut sempat tertekan hebat oleh pandemi. "Penjualan hanya di bawah 15 juta dolar AS (sekitar R217 miliar). Saya tidak bercanda," ungkap Hejazi.

Meski begitu, mereka tetap mempertahankan saham kepemilikan sebesar 90 persen dan optimis situasi ekonomi akan semakin membaik. Saat ini, mereka akan menggenjot produksi karena permintaan semakin meningkat menjelang perayaan Halloween.

Di sisi lain, pelamar memiliki waktu hingga 31 Agustus 2022 untuk mendaftar. Tidak diperlukan pengalaman sebelumnya. Posisi ini tidak diragukan lagi akan melibatkan konsumsi gula yang berlebihan, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membatasi hingga 10 persen dari kalori harian seseorang. Terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Profesi Unik

Hejazi membantah laporan di media sosial bahwa orang yang akan jadi Chef Candy Officer bakal mencicipi sekitar 3.500 permen per bulan. "Jumlah itu terlalu banyak, tak mungkin mencoba 117 permen per hari atau 3.500 permen per bulan," ia menegaskan.

Tak hanya pencicip permen, ada berbagai pekerjaan unik di dunia yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh Anda sebelumnya. Melansir Bright Side yang dirangkum kanal Global Liputan6.com, salah satunya adalah pencicip es krim.

Tugasnya adalah menilai kualitas, rasa, konsistensi, bau, dan penampilan rasa es krim. Untuk memenuhi syarat pekerjaan tersebut, Anda memerlukan setidaknya gelar sarjana dalam ilmu makanan atau susu, pengalaman yang signifikan dalam industri es krim, dan memiliki selera yang sehat.

Lalu, ada pengulas film anjing. Mereka akan menonton film-film yang menyenangkan tentang anjing, seperti Marley and Me dan A Dog's Journey, lalu menulis ulasan film untuk blog perusahaan. Persyaratan untuk pekerjaan itu adalah seseorang yang mencintai anjing, tapi belum tentu seorang pemilik anjing, dan orang yang tidak keberatan menulis ulasan seribu kata untuk setiap film.


Putri Duyung

Selanjutnya ada putri duyung profesional yang bekerja sebagai penghibur pesta anak-anak, festival, dan acara kolam renang atau pantai. Mereka juga mengajar dan melatih calon putri duyung lainnya di sekolah putri duyung. Untuk memenuhi syarat, Anda harus menjadi perenang yang baik, punya sertifikasi terkait renang dan penjaga pantai, serta dapat berpose di bawah air.

Selain itu, ada penguji video gim yang sepertinya jadi pekerjaan impian para pecinta gim. Sebelum video game diluncurkan ke publik, ada penguji yang memainkannya untuk menemukan dan melaporkan kesalahan, sehingga programmer dapat memperbaikinya.

Pada 2020, gaji tahunan penguji berkisar sekitar sekitar Rp761 juta. Gelar tidak selalu diperlukan untuk jadi penguji video game, meskipun gelar dalam desain atau pemrograman video game dapat membantu.

Tak kalah unik adalah pekerjaan sebagai pemeluk profesional. Cuddlers profesional dibayar untuk memeluk orang asing dengan cara yang sepenuhnya platonis. Artinya, tidak ada keintiman sama sekali. Pelukan disebut sebagai bentuk terapi sentuhan untuk orang yang menderita masalah traumatis, cacat, atau tekanan emosional.

infografis tenaga kerja asing di Indonesia(Liputan6.com/Triyasni)