Eks Pengacara Bharada E Gugat Rp 15 T

Surat Kuasa Dicabut, Mantan Pengacara Bharada E Bakal Gugat Bareskrim

Liputan6.com 2022-08-12 17:52:05
Deolipa Yumara dan Burhanuddin ditunjuk menjadi pengacara baru Bharada E dalam kasus kematian Brigadir J. Penunjukan ini setelah Andreas Nahot Silitonga mengundurkan diri sebagai kuasa hukum

Usai pencabutan kuasa sebagai pengacara Bharada E atau Richard Eliezer atas kasus dugaan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Mantan pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin dan Deolipa Yumara berencana menggungat Bareskrim Polri ke pengadilan.

"Kami akan mengajukan gugatan, iya dalam waktu dekat ini," kata Muhammad Boerhanuddin saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Muhammad Boerhanuddin menerangkan, tim penasihat hukum menuntut biaya kompensasi atau ganti rugi sebesar Rp15 triliun atas pencabutan surat kuasa yang dinilai menyalahi prosedur.

"Iya (informasi dari Deolila Rp 15 triliun). Tapi kami sedang mengkaji lagi formulasikan," ujar dia.

Muhammad Boerhanuddin mengungkit kembali penunjukkan sebagai penasihat hukum Bharada E. Ia menegaskan, bekerja secara ikhlas dan tidak menerima bayaran sepeser pun.

"Kita ini bekerja ditugasin negara kan, kita tidak ada bayaran lho kan gitu, enggak ada bayarannya. Kita murni bekerja atas dasar professional dan kebenaran gitu," ujar dia.

Dia melanjutkan, pengacara telah bekerja secara profesional. Namun, malah dipandang sebelah mata. Sehingga, merasa perlu untuk melayangkan gugatan ke pengadilan.

Muhammad Boerhanuddin, mengklaim upayanya ini mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Organisasi Advokat yang juga mengecam pencabutan surat kuasa tersebut.

"Ini ada langkah-langkah hukum. Intinya pembelajaran bahwa kita semua jangan seenaknya juga dong cabut-cabut," ujar dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Polisi Sebut Deolipa Bukan Pengacara Bharada E Lagi

Sebelumnya, Polri menyatakan bahwa Bharada E telah mencabut surat kuasa atas pengacaranya, yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanudin. Dengan begitu, keduanya tidak lagi menjadi tim advokat Bharada E dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

"Iya betul (sudah dicabut)," tutur Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Menurut Andi, kedua pengacara tersebut tidak lagi menjadi kuasa hukum Bharada E per tanggal 10 Agustus 2022, sebagaimana yang tertera di dalam Surat Pencabutan Kuasa yang telah ditandatangani di atas materai.

"Iya (tanggal 10 Agustus)," kata Andi.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

<p>Infografis Pengakuan Baru Bharada E dan Pengajuan Justice Collaborator. (Liputan6.com/Abdillah)</p>

LPSK Tolak Amplop dari Ferdy Sambo

LPSK Kembalikan Amplop Diduga Berisi Uang Pemberian Ferdy Sambo

Liputan6.com 2022-08-12 16:02:54
Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022). Irjen Pol Ferdy Sambo meninggalkan Bareskrim Mabes Polri us

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, anggotanya tidak menerima dua amplop coklat yang diduga berisi uang dari orang suruhan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Hasto, pada Rabu 13 Juli 2022 lalu, pihak LPSK berkoordinasi dengan Ferdy Sambo terkait kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Setelah pertemuan tersebut, petugas LPSK tiba-tiba disodori dua amlop besar berwarna coklat yang diduga berisi uang dari orang suruhan Ferdy Sambo.

"Langsung dikembalikan," tegas Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo saya dihubungi, Jumat (12/8/2022).

Hasto mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan diduga amplop tersebut dari orang suruhan Ferdy Sambo. Sebab kala itu petugas LPSK masih berada di Kantor Propam Polri tempat Ferdy Sambo bekerja.

"Saya kurang tahu persis apakah ajudannya apakah stafnya, karena masih di kantor Pak Sambo di Propam," ungkap Hasto.

Hasto menduga bahwa isi amplop tebal tersebut adalah uang, namun pihaknya tidak membuka amplop tersebut dan langsung segera mengembalikannya. Sehingga dia mengaku tidak tahu nominal uang dalam amplop pemberian Ferdy Sambo tersebut.

"Tapi dikembalikan langsung," ujar Hasto

Hasto menuturkan, pihaknya memang kerap dirayu dengan amplop yang serupa, terlebih dari kalangan orang mampu.

"Biasanya ada amplop-amplop kayak gitu tapi kita tolak untuk itu," imbuhnya.

Adapun Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka kasus penembakan dan pembunuhan terhadap Brigadir J. Mereka adalah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Richard Eliezer alias Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus sopir Kuwat Ma'ruf alias KM, dan Brigadir RR alias Ricky Rizal.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ferdy Sambo Jadi Tersangka Pembunuhan

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Dari hasil pemeriksaan tim khusus, kata Kapolri, telah ditemukan bahwa tidak ada peristiwa tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, tapi hanya penembakan terhadap Brigadir Yoshua yang mengakibatkan meninggal dunia.

Kapolri mengungkap bahwa penembakan dilakukan oleh Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu atas perintah atasannya, yakni Ferdy Sambo.

Listyo mengatakan, penembakan terhadap Brigadir Yoshua dengan menggunakan senjata milik Bharada Eliezer. Ferdy Sambo kemudian membuat skenario dengan menembakkan senjata milik Brigadir Yoshua ke dinding berkali-kali. Hal itu dilakukan untuk membuat kesan bahwa seolah-olah terjadi tembak-menembak antara Brigadir Yoshua dan Bharada Eliezer.

Pada kasus ini, Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto 55 dan 56 KUHP. Sedangkan, Ferdy Sambo dan Brigadir RR dipersangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Adapun Bharada E adalah tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J. Kasus itu berawal dari adu tembak antara Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Karena diduga Brigadir J melakukan pelecehan seksual ke Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.


Skenario Ferdy Sambo Membunuh Brigadir J

Skenario pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat terbongkar. Satu per satu aktor di balik pencabut nyawa Brigadir J terungkap. Didalangi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Jenderal polisi bintang dua tersebut menjadi tersangka anyar pembunuhan Brigadir J.

Penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka setelah tim khusus (timsus) Polri melakukan pemeriksaan maraton sejak kasus kematian Brigadir J mencuat ke publik pertengahan 11 Juli 2022 lalu.

Dalam keterangan awal polisi disebutkan bahwa kematian Brigadir J akibat baku tembak dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, salah satu ajudan Ferdy Sambo. Baku tembak dipicu dugaan pelecehan dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, oleh Brigadir J. Insiden itu terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan 8 Juli 2022 lalu.

Dari hasil penyelidikan dilakukan Timsus Polri dipastikan tidak ada peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E. Fakta yang terungkap adanya rekayasa dilakukan Ferdy Sambo.

Mantan Kadiv Propam itu yang menskenariokan peristiwa seolah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya. Selain itu, Ferdy Sambo juga memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Penembakan menggunakan senjata Brigadir RR alias Ricky Rizal.

Bharada E berperan mengeksekusi Brigadir J sesuai perintah Ferdy Sambo. Sedangkan Brigadir RR turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

Kedua ajudan Ferdy Sambo itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kematian Brigadir J. Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J dan dijerat pasal 338 KUHP junto 55 dan 56.

Sementara Brigadir RR, dipersangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana. Keduanya saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Reporter: Rahmat Baihaqi

Sumber: Merdeka.com

<p>Infografis Menguak Misteri Motif Pembunuhan Brigadir J (Liputan6.com/Triyasni)</p>

Pengacara Baru Bharada E, Kader PDIP

Kader PDIP Ronny Talapessy Ditunjuk Jadi Pengacara Baru Bharada E

Liputan6.com 2022-08-12 14:35:25
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (baju hitam) berjalan keluar usai pemeriksaan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Ad

Muhammad Burhanuddin dan Deolipa Yumara sudah tak lagi menjadi kuasa hukum atau pengacara Bharada E alias Richard Eliezer, sejak 10 Agustus 2022. Kini, Bharada E sudah didampingi seorang pengacara yang baru yakni Ronny Talapessy.

Adapun Bharada E sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Bharada E mengaku diperintah mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo untuk menembak Bharada E.

"Betul, saya lawyer Bharada E, ditunjuk langsung oleh orangtua dan Bharada E. Sudah dari per tanggal 10 kamarin," kata Ronny saat dihubungi, Jumat (12/8/2022).

Ronny Talapessy menjelaskan, penunjukan langsung dirinya itu berdasarkan pembicaraan dengan keluarga Bharada E yang disebutnya ingin nyaman dengan pengacara yang dikenalnya.

"Jadi saya bertemu keluarga, sesudah itu sepakat saya akan membantu Bharada E. Akhirnya saya ditunjuk sebagai lawyernya," jelasnya.

Ronny Talapessy menyebut, dalam langkah awal yang akan dilakukannya itu yakni mempersiapkan pembelaan terhadap kliennya. Salah satunya dengan mendapatkan haknya Bharada E selama proses penyidikan.

"Haknya contohnya untuk nanti ke depannya kita rencanakan menghadirkan saksi yang meringankan, saksi ahli. Kemudian beberapa point yang memang kita ajukan. Tetapi sekarang kita memang fokus di materi penyidikan dulu, kita harapan kita adalah Bharada E mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, menurut keadilan masyarakat juga," sebutnya.

"Jadi ke depannya kita menyiapkan strategi untuk dapat membela Bharada E secara maksimal, masih proses penyidikan kita mencari saksi-saksi yang meringankan. Kalau untuk lainnya kita masih menunggu dari Timsus dan penyidik bekerja dulu sambil melihat perkembangannya, kalau kita dari ini kita akan bekerja maksimal untuk pembelaan seadil-adilnya," sambungnya.

Setelah resmi menjadi kuasa hukum Bharada E, ia langsung melakukan pendampingan terhadap kliennya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Saya sudah dampingi Bharada E, kemarin BAP (di Mako Brimob). Pastinya (bakal dampingi). Semua kepentingan hak hukum dari Bharada E, semua proses ini harus berjalan sesuai koridornya," ungkapnya.

Adapun Ronny Talapessy merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Di partai besutan Megawati Soekarnoputri ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Bidang Hukum. Saat ini dia dipercaya menjadi pendamping Bharada E dalam menghadapi kasus hukum kematian Brigadir J.

Sementara Bharada E sudah dua kali mengganti kuasa hukumnya. Pengacara pertama Bharada E ialah Andreas Nahot Silitonga. Kemudian pengacara kedua adalah bernama Muhammad Burhanuddin dan Deolipa Yumara.


Deolipa dan Burhanudin Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Bharada

Polri menyatakan bahwa Bharada E telah mencabut surat kuasa atas pengacaranya, yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanudin. Dengan begitu, keduanya tidak lagi menjadi tim advokat Bharada E alias Richard Eliezer dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

"Iya betul (sudah dicabut)," tutur Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Menurut Andi, kedua pengacara tersebut tidak lagi menjadi kuasa hukum Bharada E per tanggal 10 Agustus 2022, sebagaimana yang tertera di dalam Surat Pencabutan Kuasa yang telah ditandatangani di atas materai.

"Iya (tanggal 10 Agustus)," kata Andi.

Beredar di kalangan wartawan Surat Pencabutan Kuasa yang ditandatangani Bharada E, tersangka kasus kematian Brigadir J, terhadap dua kuasa hukumnya yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanudin. Adapun surat tersebut ditandatangani di atas materai tertanggal 10 Agustus 2022.

Deolipa Yumara menyatakan bahwa sejauh ini belum ada pencabutan resmi sebagai kuasa hukum Bharada E.

"Belum ada pencabutan resmi," kata Deolipa saat dikonfirmasi Liputan6.com perihal Pencabutan Surat Kuasa, Jumat (12/8/2022).

Menurut Deolipa, sampai dengan saat ini dirinya masih Kuasa Hukum Bharada E bersama dengan Muhammad Burhanudin. Namun begitu, dia enggan menjelaskan kapan berencana menemui kliennya terkait beredarnya tangkapan layar Pencabutan Surat Kuasa.

"Belum ada pencabutan kuasa," kata Deolipa.


Pengacara Pertama Bharada E Mengundurkan Diri

Kuasa Hukum Bharada E, Andreas Nahot Silitonga menyatakan mengundurkan diri sebagai pengacara Bharada E. Hal itu disampaikannya di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

"Kita nggak berlama-lama di sini, kami sebagai dahulu Tim Penasehat Hukum Richard Eliezer yang dikenal Bharada E, pada hari ini datang ke Bareskrim untuk menyampaikan pengunduran diri kami sebagai penasehat hukum Bharada E," tutur Andreas di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu 6 Agustus 2022.

Andreas enggan membeberkan alasannya mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Bharada E .

"Mengenai alasan-alasan pengunduran diri kami, itu sudah kami sampaikan dalam surat kami pada Kabareskrim, selanjutnya dapat diberlakukan sebagaimana mestinya, dan kami juga tidak akan membuka kepada publik pada saat ini apa sebenarnya alasan untuk mengundurkan diri," jelas dia.

"Karena kami sangat menghargai hak-hak hukum dari setiap pihak yang terlihat dalam perkara ini, dan terlebih kami sangat menghargai proses hukum yang sedang diberlakukan Bareskrim Mabes Polri," sambungnya.

Andreas menyayangkan tidak adanya petugas yang dapat menerima surat pemberitahuan pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum Bharada E.

"Satu lagi, cuman tadi kami sangat sayangkan kami maksudnya baik menyampaikan surat, cuma tadi tidak ada yang menerima, mungkin karena hari libur juga makanya kami memutuskan untuk menyampaikan via WA dulu sementara, tapi kami akan kembali hari Senin untuk menyampaikan suratnya secara fisik," Andreas menandaskan.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

<p>Infografis Pengakuan Baru Bharada E dan Pengajuan Justice Collaborator. (Liputan6.com/Abdillah)</p>

Dalih atau Motif?

HEADLINE: Ferdy Sambo Perintahkan Bunuh Brigadir J demi Jaga Martabat Keluarga, Dalih atau Motif?

Liputan6.com 2022-08-13 00:03:34
Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo menghadiri pemeriksaan Bareskrim Polri atas laporan dari keluarga Brigadir J. Ferdy Sambo di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/20

Dua hari setelah Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap anak buahnya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Sambo akhirnya mengungkapkan motif melakukan kejahatan tersebut.

Melalui Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Ferdy Sambo menyebut dirinya marah terhadap Brigadir J. Hal tersebut diungkapkannya usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dari pukul 11.00 WIB sampai 18.00 WIB, Kamis 11 Agustus 2022.

Adapun yang membuatnya naik pitam, adalah laporan istrinya Putri Candrawathi yang disebut telah mengalami tindakan yang melukai harkat martabat keluarga yang terjadi di Magelang oleh Brigadir J.

Dengan alasan itulah Ferdy lalu merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J. Dalam hal ini, dia memberikan perintah kepada Bripka Ricky Rizal alias RR, Richard Eliezer alias Bharada E, di mana keduanya pun juga sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan.

Meski demikian, tak ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Polri. Keputusan ini diambil karena ingin menjaga perasaan dua pihak, yakni Ferdy Sambo dan keluarga Brigadir J.

Sehingga disebutnya motif pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sangatlah sensitif, dan baru bisa dibuka di meja hijau atau pengadilan.

Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakkir menyadari itu bisa saja alasan dari Ferdy membunuh Brigadir Yosua. Namun, semua itu harus dibuktikan.

"Saksinya siapa dan apa yang diperbuat terhadap istri Sambo. Apa berani Brigadir J bertindak melakukan pelecehan seksual dengan istri bosnya? Jika di Magelang, di hotel atau tempat umum lainnya kan ada CCTV dan saksi. Mengapa pada saat yang hampir bersamaan ada ancaman kepada Brigadir J?," kata dia kepada Liputan6.com, Jumat (12/8/2022).

Selain itu, Mudzakkir pun berkeyakinan, Bharada E pasti mengetahui dialog antara Brigadir J dengan Ferdy Sambo. "Bharada E seharusnya mengetahui dialog antara Brigadir J dengan Sambo yang menjadi bosnya. Pada saat itu marah dengan umpatan-umpatan sebelum membunuhnya. Mengapa tidak pada saat di Semarang menegur dan menyelesaikan masalah tersebut?" tanya Mudzakkir.

Dia menyebut hal yang wajar jika banyak pertanyaan yang timbul. Sebab, menuduh Brigadir J yang sudah meninggal melakukan tindak pidana pelecehan seksual, harus dibuktikan dengan alat bukti menurut hukum acara pidana.

"Tuduhan saja belum cukup tanpa ada bukti menurut hukum pidana. Apakah masih ada alasan lain atas perbuatan yang dilakukan oleh Brigadir J sehingga tega menghabisi nyawanya," jelas Mudzakkir.

Karena itu, dia berharap penyidik Bareskrim Polri bisa transparan untuk benar-benar mengungkapkan motif di balik kasus pembunuhan polisi dengan polisi ini.

"Penyidik harus transparan mengungkap alasan menjadi motif melakukan pembunuhan," kata Mudzakkir.

Senada, akar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengingatkan bahwa tersangka mempunyai hak ingkar. Sehingga, perlu diselidiki dan tak asal percaya terhadap motifnya.

"Jadi, tersangka bisa bilang apa saja semaunya. Tetapi dalam proses perkara pidana yang penting, ada pelaku, ada perbuatan, dan ada korbannya. Motif akan tergambarkan pada unsur kesengajaan atau kelalaian ketika seoran melakukan kejahatan," jelas dia kepada Liputan6.com, Jumat (12/8/2022).

Abdul mengingatkan, motif adalah hal yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan atau alasan seorang untuk melakukan suatu perbuatan. Dalam konteks kejahatan berarti dorongan yang ada dalam sikap batin pelaku untuk melakukan perbuatan jahat.

"Dalam kriminologi (di luar konteks hukum pidana), dikenal macam-macam motif kejahatan," ungkapnya.

Abdul pun mengutip pernyataan yang disampaikan oleh Willem Adriaan Bonger, seorang kriminolog asal Belanda, yang menggolongkan delik dalam empat jenis, yaitu: 1) kejahatan ekonomi; pencurian, perampokan, penipuan dan lain-lain, 2) kejahatan seksual; pemerkosaan, penyimpangan seksual dan sebagainya, 3) kejahatan kekerasan seperti penganiayaan, pembunuhan dan lainnya, 4) kejahatan politik seperti makar untuk menggulingkan pemerintahan atau pemberontakan.

"Penggolongan delik yang dilakukan oleh Bonger ini adalah penggolongan berdasarkan motif pelaku," kata dia.

<p>Infografis Motif Pembunuhan Brigadir J Konsumsi Penyidik & Pengakuan Irjen Ferdy Sambo. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Ada Kontradiktif

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan, motif Ferdy Sambo yang disampaikan Dirtipidum Bareskrim Polri tak masuk akal.

Dia menyebut, umumnya para penyidik tidak akan men-quote atau menggunakan keterangan tersangka sebagai sesuatu fakta yang dinyatakan disetujui oleh penyidik kepada publik.

"Karena keterangan seorang tersangka tidak mempunyai nilai pembuktian. Kedua, justru saya ingin menyampaikan kepada publik pernyataan Ferdy Sambo ini akan menjerat dirinya sendiri," kata dia kepada Liputan6.com, Jumat (12/8/2022).

Menurut Sugeng, dengan persangkaan pembunuhan berencana artinya dengan adanya pernyataan melukai harkat martabat sejak kejadian di Magelang, Ferdy Sambo punya waktu dua hari untuk dapat menghentikan rencana membunuh Yoshua.

"Tetapi itu dilakukan juga, artinya unsur pembunuhan berencana semakin terbukti. Apakah FS ini terjebak dengan skenario ini atau dia tidak menyadari implikasi daripada pernyataannya ini," ungkapnya.

Selain itu, jika memang terjadi kejadian yang melukai harkat martabat keluarga Ferdy Sambo di Magelang, apakah mungkin istrinya dipercaya disopiri lagi oleh Yoshua dari magelang ke Jakarta dan diperbolehkan mendampingi. "Ini suatu pernyataan yang kontradiksi ya," jelas Sugeng.

Seperti yang sudah dijelaskan, Sugeng juga mengingatkan bahwa Ferdy Sambo sebagai tersangka memiliki hak ingkar. Meski demikian, benar atau tidaknya motif yang disampaikannya, jelas itu sudah bermasalah sebagaimana dijelaskannya diawal.

"Menurut saya, karena tekanan publik, penyidik atau Bareskrim harus menyampaikan satu motif kepada publik. Dan motif yang kemudian bisa membantu dua hal ya. Satu tidak mempermalukan FS atau pihak lain, yang kedua membantu dia menggenapi unsur perbuatan secara berencana dengan mudah. Maka motif yang disampaikan FS ini dapat memenuhi dua tujuan dari penyidik tersebut," ungkapnya.

Sugeng juga melihat, apapun motifnya dan akan disampaikan ke pengadilan, jelas memperkuat dakwaan polisi ke Ferdy Sambo.

"Karena sebagai suatu tindak pidana pembunuhan berencana, apabila FS mengakui bahwa dia dari Magelang sudah merasa tersinggung atau marah, kemudian membunuh esoknya, itu maka unsur perbuatan pembunuhan berencana sangat sempurna terpenuhi. Dan FS punya potensi dengan pembuktian sempurna ini tinggal menerima sanksi yang berat, bahkan hukukan mati," tutupnya.


Saling Adu Kuat

Kuasa Hukum Brigadir J alias Nofryansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak menilai Irjen Ferdy Sambo berbohong terkait alasannya yang melakukan pembunuhan berencana terhadap Yoshua.

Menurut dia, tak ada orang serahkan istrinya ke pelaku pelecehan. Karena masih mengantarkan istri Sambo dari Magelang untuk balik ke Jakarta.

"Jadi begini, kalau istrimu sudah dilecehkan di Magelang, kamu sebagai Kadiv Propam mungkin enggak kamu kasih istrimu dikawal orang yang sudah melecehkan balik ke Jakarta," kata Kamaruddin saat dihubungi wartawan, Jumat (12/8/2022).

Simanjuntak menuding Sambo tengah menggali kebohongan untuk menutupi kebohongan lainnya.

"Tidak ada orang yang menyerahkan istrinya untuk dikawal orang yang telah melecehkan istrinya, kecuali Ferdy Sambo. Itu enggak masuk akal. Anak SD saja bisa mencerna," ujar Kamaruddin.

Kejanggalan pernyataan Sambo lainnya adalah ketika peristiwa awal disebutkan bahwa pelecehan dilakukan di rumah dinas Sambo di Duren Tiga dan dilaporkan ke Polrestro Jakarta Selatan.

"Sekarang jadi bergeser ke Magelang. Ini namanya mabuk tanpa minum," kata dia.

Maka demikian, dengan berubahnya keterangan tersebut, maka dia mempertanyakan laporan awal yang dibuat kepolisian sendiri, padahal kejadian itu terjadi di Magelang.

"Kenapa dia bikin laporan di Jaksel kalau kejadiannya di Magelang. Kenapa dia tidak perintahkan Kabid Propamnya untuk menangkap Yosua waktu di Jawa Tengah sana," ujarnya.

Kamaruddin juga mempertanyakan sikap Sambo yang malah membiarkan istrinya dikawal oleh Brigadir J, meski dia tahu sang istri mendapat pelecehan dari Brigadir J.

"Malah istrinya dikawal-kawal dengan baik dan tidak masalah sampai Jakarta, itu ngawur itu. Itu karena dia sudah terpojok, sudah tidak bisa ngomong apa-apa lagi. Karena sudah terang-benderang dia ada di lokasi, tidak benar dia tes PCR. Maka dia ciptakan lagi alibi-alibi lainnya yang lebih konyol," kata dia.

Kamaruddin meminta Sambo untuk merenungkan sikapnya agar tidak terus berbohong untuk menutupi motif di balik pembunuhan berencana itu.

"Seharusnya masuk kamar, suruh dia merenung, bertaubat, supaya tidak capek bikin bohong-bohongan," ujar Kamaruddin.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo, Arman Haris menjawab singkat bahwa pihaknya kini fokus menindaklanjuti proses hukum kliennya.

"Saat ini, tim kuasa hukum masih fokus menindak lanjuti proses hukum klien kami dan belum memiliki penjelasan tambahan terkait perkembangan kasus ini," kata dia kepada Liputan6.com, Jumat (12/8/2022).

Menurut Arman, pihaknya mempercayai kinerja para penyidik Polri dalam menangani kasus ini. "Kami mempercayakan kepada penyidik, terkait seluruh proses yang saat ini sedang berjalan," tutupnya.

<p>Infografis Ferdy Sambo Jaga Martabat Keluarga hingga Skenario Keliru Kematian Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>


Serahkan ke Polri

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan penanganan kasus pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo sepenuhnya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Termasuk, soal motif pembunuhan Brigadir J yang hingga kini belum dibuka Polri secara terang benderang ke publik.

"Tanyakan ke Kapolri, karena sudah jelas semuanya. Tanyakan Kapolri," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku sudah berulang kali menyampaikan pendapatnya terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Salah satunya, agar kebenaran kasus tersebut diungkap dan diusut hingga tuntas.

"Ya tanyakan ke Kapolri, saya udah keseringan menyampaikan itu. Tanyakan ke Kapolri. Kan sudah jelas semuanya," ujarnya.

Di kesempatan berbeda, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Nasional (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengaku, sejak awal sudah curiga dengan latar belakang kematian Brigadir J. Hal itu lantaran ketidaksingkronan antara saksi satu dengan yang lainnya.

"Pastilah, Kan dari awal sudah kelihatan tidak sinkron antara satu keterangan dengan keterangan lain," ungkap Ahmad Taufan Damanik saat dihubungi, Jumat (12/8/2022).

Dari isu awal yang beredar telah terjadi aksi saling tembak menembak antara Brigadir Yosua dengan Bharada E alias Richard Eliezer di rumah dinas Ferdy Sambo kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Pada akhirnya kejadian tersebut membuat Brigadir J meregang nyawa di tempat.

Meskipun Komnas HAM sudah mencurigai kasus tersebut, kata Taufan, pihaknya tidak serta merta menerima informasi yang beredar karena ada proses penyelidikan terlebih dahulu.

"Prinsip di dalam penyelidikan itu setiap data, informasi pasti di-cross check dulu, bukan diterima begitu saja," ungkap Damanik.

Damanik memberikan contoh, selama proses penggalian informasi dari Bharada E tentu banyak hal yang didapatnya. Namun pihak Komnas HAM juga memiliki data tersendiri yang pada akhirnya akan dicocokkan dengan keterangan Bharada E.

"Jadi bohong atau tidak, benar atau tidak, mesti lewat suatu pengujian," ujarnya.

<p>Infografis Ragam Tanggapan Motif Pembunuhan dan Pengakuan Irjen Ferdy Sambo. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Respons Jokowi soal Motif Pembunuhan

Respons Jokowi soal Polri Rahasiakan Motif Pembunuhan Brigadir J

Liputan6.com 2022-08-12 17:22:46
Presiden Jokowi saat berpidato di hadapan menteri-menterinya

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan penanganan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat, dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo sepenuhnya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Termasuk, soal motif pembunuhan Brigadir J yang hingga kini belum dibuka Polri secara terang benderang ke publik.

"Tanyakan ke Kapolri, karena sudah jelas semuanya. Tanyakan Kapolri," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku sudah berulang kali menyampaikan pendapatnya terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Salah satunya, agar kebenaran kasus tersebut diungkap dan diusut hingga tuntas.

"Ya tanyakan ke Kapolri, saya udah keseringan menyampaikan itu. Tanyakan ke Kapolri. Kan sudah jelas semuanya," ujarnya.

Sebelumnya, Penyidik Tim Khusus (Timsus) kemungkinan tidak akan membeberkan motif dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan alasannya.

"Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah (motif) jadi konsumsi penyidik. Nanti mudah-mudahan terbuka saat persidangan," kata dia dalam keteranganya, Kamis 11 Agustus 2022.

Agus menyinggung kembali pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md yang menyebut motif pembunuhan terhadap Brigadir J merupakan hal yang sensitif, dan mungkin hanya bisa didengar oleh orang-orang dewasa.

"Kalau tidak, izin pakai aja narasi Pak Menkopolhukam ya," ujar Agus.


Rahasiakan Motif Pembunuhan Brigadir J, Polisi Ingin Jaga Perasaan Ferdy Sambo

Bareskrim Polri telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka terkait pembunuhan terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Selain itu, ada tiga tersangka lain, yakni Bripka Ricky Rizal alias RR, Richard Eliezer alias Bharada E dan Kuwat Maruf alias KM.

Namun, untuk motif terkait kasus tersebut hingga kini belum diungkapkan ke publik. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, harus menjaga perasaan dua pihak, yakni Ferdy Sambo dan keluarga Brigadir J. Sehingga alasan itu membuat Bareskrim Polri belum bisa mengungkap motif pembunuhan terhadap Brigadir J.

"Baik rekan-rekan, Pak Kabareskrim sudah menyampaikan untuk motif ini Pak Kabareskrim menyampaikan harus menjaga perasaan dua pihak, baik pihak dari Brigadir Yosua maupun pihaknya dari saudara Ferdy Sambo," kata Dedi kepada wartawan, Kamis 11 Agustus 2022.

Sehingga, untuk motif kasus tewasnya Brigadir J tersebut nantinya biar dibuka pada saat persidangan kasus ini digelar. Apalagi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan, motif pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sangatlah sensitif.

"Dan Pak Menko Polhukam sudah menyampaikan juga. Karena ini masalah sensitif, nanti akan dibuka di persidangan. Di persidangan silahkan, kalau dikonsumsi ke publik nanti timbul image yang berbeda-beda," ujarnya.

"Karena ini materi penyidikan dan semuanya nanti akan diuji di persidangan, Insya Allah nanti akan disampaikan di persidangan," ungkapnya.


Mahfud Md: Motif Pembunuhan Brigadir J Sangat Sensitif

Polisi telah menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Namun begitu, polisi belum bisa mengungkap motif pembunuhan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menduga motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J sensitif. Menurut dia, motif pembunuhan terhadap Brigadir J mungkin hanya bisa didengar oleh orang-orang dewasa.

"Soal motif kita tunggu karena mungkin sensitif hanya boleh didengar oleh orang dewasa," kata Mahfud dalam konferensi pers, Selasa 9 Agustus 2022.

Dia menuturkan bahwa polisi akan melakukan konstruksi untuk mengetahui penyebab Ferdy Sambo membunuh Brigadir J. Mahfud menyebut yang terpenting saat ini, Polri sudah berhasil membuka kasus ini secara terang.

"Biar nanti dikonstruksi polisi apa motifnya, kan sudah banyak di tengah masyarakat," ujar Mahfud Md.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengumumkan tersangka baru terkait penyidikan kematian Brigadir J. Irjen Ferdy Sambo ditetapkan tersangka pembunuhan.

"Ditemukan perkembangan baru, bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan," kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J, yang dilakukan saudara RE atas perintah Saudara FS," kata Listyo.

Listyo mengatakan, agar seolah-oleh terjadi tembak-menembak, Ferdy Sambo melakukan penembakan ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah terjadi tembak- menembak.

<p>Infografis Pentingnya Menguak Motif Pembunuhan Brigadir J (Liputan6.com/Triyasni)</p>

Mike Tyson Murka

Mike Tyson Marah Besar Kisah Hidupnya Diduga Digunakan Tanpa Izin untuk Drama Televisi

Liputan6.com 2022-08-12 13:30:00
Petinju kelas berat Mike Tyson menunggu untuk menimbang berat badan di Blackburn Center, Howard Univeristy, Washington DC (09/06/2005). (AFP PHOTO/Jim WATSON)

Mantan petinju profesional Mike Tyson memang akhir-akhir ini jarang disorot. Namun bukan berarti kisah hidupnya tak menarik untuk diangkat menjadi film atau serial drama. Sayangnya, ada pihak yang diduga hendak memanfaatkan lika-liku kehidupannya untuk mengeruk keuntungan tanpa izin.

Hal itu diketahui melalui unggahan terbaru Mike Tyson melalui akun Instagram @miketyson pada akhir pekan lalu. Dalam keterangan fotonya bersama presiden Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White, Mike Tyson membeberkan pihak yang berniat menggunakan kisah hidupnya tanpa membayar langsung kepadanya.

Menurut bintang film Ip Man 3, Dana White bercerita sempat dihampiri oleh salah satu pihak layanan streaming OTT ternama untuk membayarnya. Tujuannya agar mereka mendapatkan lampu hijau untuk memproduksi serial tentang sang petinju legendaris yang populer di era 1990-an itu.

Rupanya, pihak layanan tersebut tak menduga bahwa Dana White bersahabat erat bak saudara dengan Mike Tyson dan ia sangat menghormatinya. Alhasil, Dana pun menolak tawaran dari pihak layanan tersebut hingga akhirnya sampailah cerita itu ke telinga Mike Tyson.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kesal Tak Dibayar

Dalam keterangannya, tampak Mike Tyson meluapkan kekesalannya kepada pihak layanan streaming lantaran ia tak dihampiri untuk dibayar dalam rangka mengangkat kisah hidupnya. Namun ia sangat hormat dengan sikap Dana White yang tak menerima tawaran.

"Hulu berusaha mati-matian membayar saudara saya @danawhite jutaan (dolar Amerika) tanpa menawarkan saya satu dolar pun untuk mempromosikan tuan budak mereka mengambil alih cerita tentang hidup saya," ungkap Mike Tyson melalui Instagram @miketyson, diunggah akhir pekan lalu.

"Dia menolaknya karena dia menghormati persahabatan dan memperlakukan orang dengan bermartabat," sambungnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tak Akan Mendukung

Mike Tyson lalu melanjutkan luapan hatinya dengan mengatakan bahwa ia tidak mendukung apapun tentang kisah hidupnya bila ia tak dihampiri secara langsung. Tyson juga secara tak langsung berterima kasih kepada Dana White dengan terus mengingat sikap sahabatnya itu.

"Saya tidak akan pernah melupakan apa yang dia lakukan untuk saya seperti saya tidak akan pernah melupakan apa yang dicuri Hulu dari saya," tegas Mike Tyson.

"Sata tak akan mendukung cerita mereka tentang kehidupan saya. Ini bukan 1922. Ini tahun 2022. Mereka mencuri cerita kehidupan saya dan tidak membayar saya," sambungnya sambil memberi peringatan kerasa kepada pihak eksekutif.


Dukungan

Sejumlah warganet menyampaikan dukungan mereka kepada Mike Tyson atas kisah tersebut. Bahkan, Jamie Foxx yang memerankannya di proyek Finding Mike, ikut bersuara.

"Love u bro," tulis Jamie Foxx.

"Saudaraku - itu adalah berita terbaik yang pernah ada. @danawhite adalah kelas dunia seperti itu, dan begitu juga kamu. Cinta yang besar," tulis @chervin333.

"Tidak percaya mereka akan membuat film tentang seorang pria tanpa bertanya pada pria itu!" ceplos @angel.ibarrrraa.

Indeks Kualitas Siaran Program Televisi Nasional

Curhat Pilu Sarwendah

Curhat Sarwendah Soal Penyakit Kista di Otak, Bikin Pilu

Liputan6.com 2022-08-12 11:00:00
Sarwendah (Instagram/sarwendah29)

Sarwendah diketahui menderita penyakit yang mengkhawatirkan. Istri Ruben Onsu itu menceritakan kisah pilu tentang penyakit kista di dalam otaknya.

Menurut Sarwendah, seandainya kista yang ada di otaknya tidak terdeteksi dan pecah, maka nyawanya bisa terancam dan membahayakan.

"Ya berarti kalau dia (kista) amit-amit pecah atau dia terjadi apa-apa, ya mungkin bisa lewat (meninggal)," kata Sarwendah dilihat dalam acara FYP Trans7.

Diakui oleh Sarwendah penyakitnya ini membuat beberapa organnya terganggu.

"Karena batang otak kita keseimbangannya di situ mungkin matanya akan miring sebelah, berdiri juga nggak bisa lurus, dengar pun mungkin nggak bisa," imbuhnya.


Observasi

Kini Sarwendah sedang melakukan observasi terlebih dulu, belum disarankan untuk menjalani operasi oleh dokter. Istri Ruben Onsu ini masih menjalani perawatan dan akan melihat ukuran kista tersebut apakah akan membesar atau mengecil.

"Ini baru satu bulan kata dokter baru observasi dlu jadi tiga sampai enam bulan kemudian baru cek lagi apakah itu membesar atau dia disitu saja dan tidak mengganggu tidak membesar ya diemin saja," kata Sarwendah.

Ibu tiga anak ini mengaku, awal merasakan gejala kista dari sakit kepala secara terus menerus. Pusing yang dirasakan secara tiba-tiba datang dan pergi.

"Disni (pegang kepala belakang) pusing banget. Perginya kayak jaelangkung nggak dijemput nggak diantar jadi kek tiba-tiba pusing dan tiba-tiba hilang sendiri nonstop seharian dan itu mengganggu banget," tuturnya.


Tak Dipungkiri

Wanita 32 tahun ini tidak memungkiri dirinya sedih divonis ada kista di dalam otaknya. Lebih dari itu, suaminya juga sedang sakit.

Namun Sarwendah percaya bahwa dia dan suaminya adalah orang-orang yang dipilih Tuhan.

"Dibilang sedih, ya sedih, mungkin kita orang-orang yang berbeda, karena kan ini bukan sesuatu karena keluar, batuk pilek yang semua orang bisa kena. Mungkin ini sesuatu yang memang sudah dipilih emang udah jalannya," kata Sarwendah.


Sedih

Sebelumnya Betrand Peto mengaku sedih dan belum siap kehilangan orangtuanya yang sedang sakit.

Sebab, keduanya saat ini divonis mengidap penyakit langka. Belakangan ini, Ruben bahkan sudah menitipkan banyak pesan untuk putranya, Betrand Peto, untuk bisa menjaga kedua adiknya, Thalia dan Thania.

Betrand pun merasa sedih dengan kondisi itu. Apalagi melihat Wendah dan Ruben yang harus bolak balik ke rumah sakit.

"Aku selalu bilang sama Tuhan, Tuhan kalau memang sakitnya bisa dibagi aku mau ikut," kata Betrand Peto.

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Usia 70 Tahun Lahirkan Anak Pertama

54 Tahun Menanti, Wanita Berusia 70 Tahun Ini Lahirkan Anak Pertama

Liputan6.com 2022-08-12 09:45:27
Pasangan lansia dikaruniai anak pertama setelah menanti 54 tahun. (Sumber: India Today)

Memiliki anak setelah menikah tentu menjadi impian setiap pasangan. Namun, tak bisa disangkal bahwa rezeki berupa bayi merupakan kehendak dari Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha, dan Sang Pencipta lah yang menentukan. Bahkan, ada pasangan yang menanti hingga 50 tahun lebih.

Seorang pria bernama Gopi Singh berusia 75 tahun dan pasangannya Chandrawati yang berusia 70 tahun menyambut anak pertama mereka di distrik Alwar Rajasthan pada hari Senin, (8/8). Bayi tersebut dilahirkan setelah 54 tahun mereka menikah.

Melansir dari India Today, pasangan lanjut usia itu menjadi orangtua dengan perawatan fertilisasi in vitro (IVF). Bayi laki-laki itu lahir di Tabung Uji Indo IVF Baby Center, satu-satunya pusat IVF yang terdaftar di Alwar.

"Sekitar satu setengah tahun yang lalu, Gopichand datang ke pusat ini bersama kerabatnya, Chandrawati dan Gopi Singh Chandravati Devi yang tinggal di sebuah desa dekat perbatasan Haryana di Jhunjhunu Rajasthan," kata ahli IVF Dr Pankaj Gupta, seperti dilansir Liputan6.com dari India Today pada Jumat (12/8/2022).


Jalani proses bayi tabung

Ahli IVF Dr Pankaj Gupta melanjutkan sebelum menjalani proses bayi tabung di Tabung Uji Indo IVF Baby Center, pasangan lansia tersebut sempat pergi ke beberapa kota metropolitan untuk mencoba hal yang sama. Tapi sia-sia.

"Chandrawati hamil sembilan bulan lalu dalam upaya ketiga perawatan IVF. Di balik kegembiraannya, ada juga ketakutan karena usianya yang sudah lanjut. Tetapi akhirnya pada hari Senin, dia melahirkan bayi laki-laki yang sehat dengan selamat," kata spesialis IVF di pusat tersebut, Dr Pankaj Gupta.


Bayi lahir sehat

Keduanya dilaporkan dalam keadaan sehat dan berat bayi sekitar 3,5 kilogram. Gopi Singh, ayah bayi tersebut, adalah seorang pensiunan tentara yang bertugas di desa Nuhaniya, Jhunjhunu.

Pasangan itu beruntung bisa hamil sebelum Parlemen India mengesahkan undang-undang terkait perawatan IVF yang mulai berlaku Juni lalu. Menurut undang-undang saat ini, tidak ada pusat perawatan IVF yang diizinkan untuk menawarkan perawatan kepada wanita dan pria di atas usia 50 tahun.

Anggun Ikut Kontes Menari

Anggun Tampil Sebagai Peserta Dancing With The Stars, Tayang di Saluran Televisi Terbesar Eropa

Liputan6.com 2022-08-12 06:45:36
Penampilan Anggun menyinden ini adalah kali pertama. Terlebih tampil dengan membawakan lagu Jawa di hadapan penonton mancanegara. (Instagram/anggun_cipta)

Penyanyi internasional Anggun dipastikan berpartisipasi sebagai peserta dalam program acara Danse Avec Les Stars di Prancis. Acara tersebut merupakan franchise program Dancing With The Stars yang sudah mendunia.

Dancing With The Star merupakan program acara yang memasangkan selebritas dengan dancer profesional. Di Prancis, acara ini ditayangkan di stasiun televisi TF1, yang juga merupakan saluran terbesar di Eropa.

Program acara tersebut mengumumkan keterlibatan pelantun lagu "Snow On The Sahara" dan "Summer In Paris" melalui akun Instagram terverifikasinya, 11 Agustus 2022.

"PENGUMUMAN RESMI Penyanyi Anggun bergabung dengan #DALSfamilySiapa yang akan menjadi pasangannya menurut Anda? Sampai jumpa di Dancing With The Stars di @tf1 dan @mytf1_off#Anggun #Dance #DALS #ComingSoon," tulis akun acara @dals_tf1.


Semoga Beruntung

Anggun melalui akun Instagram terverifikasinya mengunggah ulang pengumuman yang dibagikan program acara Danse Avec Les Stars.

Melalui unggahan video berdurasi singkat, Anggun mengungkapkan rasa senang sekaligus antusias bisa terlibat di acara sebesar dan dikenal luas di berbagai dunia.

"Yeaaaaaaah #DALS Semoga saya beruntung #Repost @dals_tf1 dengan @use.repost," tulis Anggun membalas unggahan stasiun televisi TF1 yang mengumumkannya sebagai peserta acara tersebut.


Artis Kelahiran Asia dan Indonesia Pertama

Dengan tampilnya Anggun di acara tersebut, ia sekaligus menorehkan catatan bersejarah. Sebab, ibu satu anak ini merupakan satu-satunya artis kelahiran Asia dan Indonesia pertama yang berpartisipasi dalam acara itu.

"Saya sangat gugup untuk berpartisipasi dalam acara yang sangat populer ini, terutama di TF1, saluran TV Eropa terbesar dengan jutaan penonton," kata Anggun melalui keterangan tertulis.

Anggun akan memulai latihan untuk tampil maksimal di acara tersebut pada akhir musim panas ini. Sementara itu, program acara Dancing With The Stars yang diikuti Anggun sebagai peserta akan tayang pada September 2022.


Diyakinkan Anak

Anggun menuturkan, ia sudah lama dihubungi oleh produser program acara franchise yang mendunia itu. Akan tetapi, Anggun selalu menolak untuk tampil sebagai peserta.

Yang menarik, Kirana, anak penyanyi bernama lengkap Anggun Cipta Sasmi, rupanya penggemar berat acara yang memadukan dansa selebriti dan dancer profesional.

"Tapi kali ini putri saya meyakinkan saya. Saya melakukannya untuknya," Anggun menjelaskan.

3 Maskapai Indonesia Keluar dari 'Daftar Hitam' Uni Eropa (Liputan6.com/Abdillah)

Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia

10 Kota Paling Layak Huni dan Tidak Layak Huni di Dunia

Liputan6.com 2022-08-12 12:41:43
Foto yang diabadikan menggunakan ponsel pada 8 September 2020 ini menunjukkan sebuah pemandangan kota di Wina, Austria. (Xinhua/Guo Chen)

Economist Intelligence Unit (EIU) merilis peringkat kota paling layak huni di dunia atau The World's Most Liveable Cities 2022. Peringkat tersebut terangkum dalam laporan riset Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship.

EIU yang merupakan bagian dari The Economist, rutin mengadakan riset Global Liveability Index. Tahun ini, EIU menilai 172 kota dari seluruh negara di dunia untuk menentukan peringkat kota paling layak huni.

Pengukuran kota layak huni melalui beberapa faktor, misalnya stabilitas politik, budaya dan lingkungan, pendidikan dan infrastruktur. Setiap kota bisa diberikan poin antara 1 (tidak dapat ditoleransi) hingga 100 (ideal).

Selain itu juga ada dampak dari kerusuhan geopolitik. Pada akhirnya menyebabkan kota-kota Rusia dan Eropa Timur mengalami penurunan, termasuk Kyiv yang dihapus dalam daftar.

Berikut 10 besar kota layak huni, dikutip dari CNBC:

1. Wina

Menurut EIU, Wina menunjukkan stabilitas dan infrastruktur yang baik termasuk juga layanan kesehatan.

Wina kembali menduduki peringkat pertama setelah 2018 dan 2019. Ini terjadi setelah atraksi budaya dan hiburan kembali dibuka.

"Stabilitas dan infrastruktur yang baik adalah daya tarik utama kota untuk penduduknya, didukung oleh layanan kesehatan yang baik dan banyak peluang bagi budaya dan hiburan," tulis EIU.

2. Kopenhagen

Pada tahun lalu, kota ini berada di urutan ke-15. Sementara tahun ini, ibu kota Denmark mendapatkan skor 100 untuk stabilitas, pendidikan, dan infrastruktur.


Kota Lainnya

3. Zurich

Tahun lalu ibu kota Swiss masuk ke dalam peringkat ketujuh. Zurich kembali masuk 10 besar dalam daftar tersebut.

4. Calgary

Calgary menjadi kota di Kanada yang menempati posisi tertinggi. Kota tersebut naik 15 peringkat dari tahun lalu di saat pelonggaran lockdown Covid-19 juga dilakukan.

5. Vancouver

Vancouver berhasil bertahan menjadi kota nomor satu layak huni sejak 2002 hingga 2010. Saat pandemi sempat mengalami penurunan lalu kembali ke 10 besar tahun ini.

6. Jenewa

Kota di Swiss berhasil mendapatkan skor keseluruhan 95,9 dari indeks tersebut.

7. Frankfurt

Peringkat Frankfurt berhasil masuk 10 besar tahun ini, melonjak dari ranking 39 yang diterima tahun lalu. Sementara beberapa kota besar Eropa tidak, seperti London, Berlin, dan Paris.

8. Toronto

Peringkat Toronto sempat jatuh pada tahun 2021. Lalu kota di Kanada ini kembali masuk ke daftar dengan skor indeks keseluruhan 95,4

9. Amsterdam

Setelah pelonggaran pembatasan Covid-19, peringkat Amsterdam mengalami lompatan besar. Pada tahun 2021, ibu kota Belanda ini berada dalam peringkat 30.

10. Osaka dan Melbourne

Osaka dan Melbourne berbagi tempat di peringkat 10. Osaka mencapai skor 100 untuk stabilitas, perawatan kesehatan dan pendidikan. Serta skor 83,1 untuk budaya dan lingkungan.


Sementara 10 tempat terburuk untuk ditinggali

1. Teheran, Iran

Teheran masuk dalam daftar sepuluh kota peringkat paling bawah dalam survei Global Liveability Index 2022. Padahal tahun lalu, ibu kota Iran ini tidak berada di peringkat sepuluh terbawah.

2. Douala, Kamerun

Posisi Douala menetap dari hasil survei tahun lalu yakni peringkat kedua kota paling tidak layak huni 2022. Namun, total skor kota terbesar di Kamerun ini naik dari 38,6 poin tahun lalu, menjadi 43,3 poin.

3. Harare, Zimbabwe

Posisi Harare menetap dari hasil survei tahun lalu yakni peringkat ketiga kota paling tidak layak huni 2022. Namun, total skor ibu kota Zimbabwe ini naik dari 36,6 poin tahun lalu, menjadi 40,9 poin.

4. Dhaka, Bangladesh

Serupa dengan Port Moresby, peringkat Dhaka juga membaik menjadi rangking keempat kota paling tidak layak huni. Tahun lalu, ibu kota Bangladesh ini masih berada di posisi keempat kota paling tidak layak huni.

5. Port Moresby, PNG

Ibu kota Papua Nugini ini berhasil memperbaiki posisinya menjadi peringkat kelima kota paling tidak layak huni 2022. Tahun lalu, Port Moresby berada di rangking ketiga kota paling tidak layak huni.

Total skor Port Moresby naik signifikan dari 32,5 poin menjadi 38,8 poin tahun ini. EIU menilai ada perbaikan pada indikator kesehatan, kebudayaan dan lingkungan, serta pendidikan.

6. Karachi, Pakistan

Karachi, Pakistan menempati posisi keenam kota paling tidak layak huni 2022. Tahun lalu, kota terbesar di Pakistan ini berada di peringkat ketujuh kota tidak layak huni

7. Aljir, Aljazair

Serupa dengan Tripoli, peringkat Aljir juga memburuk tahun ini menjadi kota paling tidak layak huni keempat. Tahun lalu, ibu kota sekaligus kota terbesar di Aljazair ini berada di posisi kelima kota paling tidak layak huni.

Namun, total skor Aljir naik dari 34,1 poin tahun lalu, menjadi 37,0 poin.

8. Tripoli, Libya

Peringkat Tripoli memburuk dibandingkan tahun lalu. Pada survei tahun ini, ibu kota sekaligus kota terbesar Libya ini berada di peringkat ketiga kota paling tidak layak huni.

Sedangkan tahun lalu, tripoli berada di posisi keenam kota paling tidak layak huni. Berbeda dengan kota lainnya di peringkat 10 terbawah yang mengalami kenaikan skor, Tripoli justru stagnan sebesar 34,2 poin.

9. Lagos, Nigeria

Kota terbesar di Nigeria ini berada di peringkat 171 dari 172 negara yang disurvei oleh EIU. Posisinya masih tetap dibandingkan tahun lalu, yakni berada di peringkat kesembilan kota paling tidak layak huni.

Seperti disampaikan sebelumnya, faktor yang membebani kota ini adalah perang, konflik, dan terorisme. Namun, total skor Lagos naik dari 31,2 poin tahun lalu, menjadi 32,2 poin.

10. Damaskus, Suriah

Damaskus berada di peringkat paling bawah yaitu 172, sehingga ibu kota Suriah ini menjadi kota paling tidak layak huni di dunia 2022. Tahun lalu, Damaskus juga berada di posisi paling bawah dalam laporan Global Liveability Index 2021.

Kesamaan kota-kota dalam daftar terburuk adalah beberapa masalah sosial yang serius dan masalah keamanan.

Reporter: Firda Makarimah