Sosok dan Karakter Putri Candrawathi

Pernah Menata Rambutnya, MUA Ungkap Sosok dan Karakter Istri Ferdy Sambo

Liputan6.com 2022-08-14 17:30:33
Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawathi. (Instagram @divpropampolri)

Kasus pembunuhan Anggota Polisi Brigadir J yang terjadi di kediaman Irjen Ferdy Sambo melibatkan Jendral Bintang 2 Polri hingga kini masih menjadi perhatian publik. Warganet menyoroti kemunculan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo ke publik dengan riasan ala kadarnya saat menjenguk sang suami.

Putri Candrawathi tak lepas dari sorotan publik karena sempat disebut menjadi korban pelecehan Brigadir J. Saat kasus ini pertama kali menyita perhatian publik, sosok Putri seolah bersembunyi dengan alasan masih mengalami trauma.

Beberapa waktu lalu, Putri akhirnya muncul ke publik saat menjenguk Ferdy Sambo. Namun, beredar asumsi bahwa Putri yang muncul pertama kali ke publik saat itu bukanlah sosok Putri yang sebenarnya.

Anggapan bahwa itu bukan sosok Putri juga dilontarkan pengacara Brigadir J, Kamaruddin. Alasannya, Putri Candrawathi yang sempat berbicara kepada wartawan usai menjenguk suaminya terlihat berbeda dengan foto-foto yang banyak beredar di media sosial.

Publik pun dibuat semakin penasaran dan tak sedikit yang masih meragukan apakah Putri yang muncul ke publik memang benar sosoknya yang asli.

Seorang pria bernama Reval Alip, seorang make up artist (MUA) yang mengaku pernah merias dan menata rambut Putri Candrawathi membuat heboh dengan sebuah pengakuannya di TikTok. Lewat akun @revalalip, dia mengunggah video saat merias Putri.

Dia juga menyertakan sebuah pertanyaan dari pengikutnya yang meminta dia menceritakan secara jujur apakah Putri yang muncul ke publik benar yang asli.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Perlakuan Putri

"Hayo bg ceritakan yg sejujurnya apakah yg kmrn muncul itu bu PC? kami netizen sgt mengharapkan kejujuran mu," bunyi pertanyaan tersebut. Melalui kolom keterangan, Reval menggambarkan sosok Putri yang dikenalnya.

Reval mengungkapkan pernah mendapatkan perlakuan baik dari Putri dan Brigadir J. Ia berharap yang terbaik untuk kedua belah pihak keluarga.

"Yang aku tau ibu tuh cantik berwibawa dan sangat humble, makanya mari kita doakan yang terbaik aja untuk kluarga ibu dan kluarga alm Josua, sedihh bngt rasanya, karena kluarga ibu dan brigadir josua pernah sangat baik ke aku, apalagi anak nya," tulis Reval dalam unggahan pada 10 Agustus 2022.

Unggahan itu pun mendapat banyak tanggapan dari para pengguna TikTok. Sebagian masih tetap meragukan keaslian sosok Putri Candrawati yang muncul ke publik.

"Kalo bener kemrn bu PC, berarti MUA nya hebat ya selama ini," tulis seorang warganet. "Ini sih walpun gak makeup juga ettep cantik. Yg kmrin bukan si ibu, yakin," komentar warganet lainnya.

"Fix yg kmarin itu putri yg tertukar," timpal warganet lainnya. Sampai berita ini ditulis, unggahan tersebut sudah dilihat lebih dari 13 juta kali dan mendapatkan lebih dari 5.700 komentar.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Dugaan Pelecehan

Kabar terbaru dari istri Irjen Ferdy Sambo itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menolak permohonan perlindungan yang diajukan Putri Candrawathi dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Ketua LPSK, Hasto Atmojo menyampaikan, pihaknya mempertimbangkan hasil gelar perkara Tim Khusus (Timsus) terhadap laporan dugaan pelecehan seksual dan dugaan percobaan pembunuhan oleh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Adapun, keputusannya adalah Timsus Polri tidak menemukan unsur pidana di dalam laporan tesebut. "Ya (perlindungan ditolak) karena ternyata aparat penegak hukum menetapkan tidak ada tindak pidana seperti yang dilaporkan yang bersangkutan. Jadi ya kami tidak bisa memberikan perlindungan," kata Hasto Atmojo, melansir kanal News Liputan6.com, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Hasto menambahkan, Putri Candrawathi juga dinilai tidak memberikan informasi secara gamblang terkait dengan dugaan pelecehan yang dialaminya. Hasto menyebut, sejak awal Putri menunjukkan sikap yang tak kooperatif.

"Dari kemarin saya juga heran, ini kok mengajukan permohonan tapi sulit ditemui sulit dimintai keterangan, jadi apakah yang bersangkutan sebenernya benar-benar membutuhkan perlindungan LPSK dan ternyata kemudian tapi tidak ada pidana seperti yang dilaporkan yang bersangkutan," terang Hasto. Meski begitu, Hasto mengatakan, akan mengumumkan sikap LPSK terhadap permohonan perlindungan Putri pada Senin, 15 Agustus 2022.


Pendamping atau Psikolog

Tim Khusus (Timsus) Polri menghentikan proses penyidikan terhadap laporan dugaan pelecehan seksual dan dugaan percobaan pembunuhan dengan terlapor Brigadir J.Keputusan itu diambil berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik timsus pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Sementara itu, Komnas HAM (Hak Asasi Manusia) telah membatalkan pemeriksaan Putri Candrawathi, pada Jumat, 12 Agustus 2022. Menurut Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pihaknya telah berkoordinasi dengan pendamping atau psikolog Putri Candrawathi.

Menurut keterangan, kondisi Putri Candrawathi tak memungkinkan untuk dimintai keterangan. "Ibu PC masih menunggu kesiapannya," kata Taufan saat dikonfirmasi, Jumat, 12 Agustus 2022.

Taufan menyampaikan, kondisi Putri Candrawathi belum stabil pasca meninggalnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat di Rumah Dinas Kadiv Propam, Kompleks Polri RT 5/RW 1, Duren Tiga Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu.

"Iya (belum stabil). Itu keterangan dari pendamping psikologisnya," ujar dia.

Diketahui, Putri akan diperiksa untuk menggali informasi tentang fakta dibalik kematian Brigadir J yang terjadi sebulan lalu di rumah dinas Ferdy Sambo.

<p>Infografis Ferdy Sambo Jaga Martabat Keluarga hingga Skenario Keliru Kematian Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Bharada E Masih Ingin Jadi Polisi

LPSK Tolak Permintaan Istri Ferdy Sambo

LPSK Tolak Beri Perlindungan ke Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi

Liputan6.com 2022-08-13 16:39:24
Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawathi. (Instagram @divpropampolri)

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menolak permohonan perlindungan yang diajukan Putri Candrawathi dalam kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ketua LPSK, Hasto Atmojo menyampaikan, pihaknya mempertimbangkan hasil gelar perkara Tim Khusus (Timsus) terhadap laporan dugaan pelecehan seksual dan dugaan percobaan pembunuhan oleh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Adapun, keputusannya adalah Timsus Polri tidak menemukan unsur pidana di dalam laporan tesebut.

"Ya (perlindungan ditolak) karena ternyata kan aparat penegak hukum menetapkan tidak ada tindak pidana seperti yang dilaporkan yang bersangkutan. Jadi ya kami tidak bisa memberikan perlindungan," kata Hasto Atmojo saat dihubungi, Sabtu (13/8/2022).

Selain itu, Hasto menerangkan, Putri Candrawathi juga dinilai tidak memberikan informasi secara gamblang terkait dengan dugaan pelecehan yang dialaminya. Hasto menyebut, sendari awal Putri Candrawathi menunjukkan sikap yang tak kooperatif.

"Kan dari kemarin saya juga heran, ini kok mengajukan permohonan tapi sulit ditemui sulit dimintai keterangan, jadi apakah yang bersangkutan sebenernya benar-benar membutuhkan perlindungan LPSK dan ternyata kemudian tapi tidak ada pidana seperti yang dilaporkan yang bersangkutan," ujar dia.

Kendati, Hasto mengatakan, akan mengumumkan sikap LPSK terhadap permohonan perlindungan Putri Candrawathi pada Senin, 15 Agustus 2022.

"Iya (gugur permohonannya), nanti diputuskan paling hari senin nanti," ujar dia.


Kabareskrim Tegaskan Tidak Ada Pelecehan Brigadir J ke Istri Ferdy Sambo di Rumah Dinas

Tim Khusus (Timsus) Polri menghentikan proses penyidikan terhadap laporan dugaan pelecehan seksual dan dugaan percobaan pembunuhan dengan terlapor Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik timsus pada Jumat, (12/8/2022) sore kemarin.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto turut memimpin jalannya gelar perkara.

Agus menggulang kembali hal-hal yang dipaparkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Menurut kesaksian orang-orang berada di lokasi kejadian bahwa Brigadir J ketika itu berada di pekarangan rumah.

"Berdasarkan pemaparan Dirtipidum, semua saksi kejadian menyatakan almarhum Brigadir Josua tidak berada di dalam rumah, tapi di taman pekarangan depan rumah," kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/8/2022).

Agus menyampaikan, Brigadir J justru masuk ke dalam usai dipanggil oleh Irjen Ferdy Sambo. "Almarhum J masuk saat dipanggil ke dalam oleh FS (Ferdy Sambo)," ujar dia.

Sebelumnya, ada Laporan Polisi (LP) terhadap Brigadir J terkait dugaan pembunuhan berencana masuk ke Bareskrim Polri. Istri dari Ferdy Sambo membuat LP terkait dugaan pelecehan dengan terlapor Brigadir J di Polres Jakarta Selatan. Selain itu, ada juga LP terkait dugaan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E dengan pelapor Briptu Martin selaku anggota Polres Jaksel, dan terlapor masih Brigadir J.

"Ada 2 LP yang sebelumya dilaporkan di Polres Jaksel yaitu percobaan pembunuhan dan pelecehan itu tidak ada, sehingga dihentikan penanganannya," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.


Ferdy Sambo Akui Perbuatannya

Ferdy Sambo mengakui dan akan bertanggung jawab atas segala peristiwa yang telah terjadi dan pada persidangan nanti menghasilkan putusan yang seadilnya dan merupakan fokus dari Komnas HAM.

"Proses hukum yang fair sehingga semua pihak terutama yang menjadi korban dapat mendapat keadilan," ucap Taufan.

Komnas HAM tidak memberikan jawaban yang pasti saat disinggung soal FS melakukan penembakan terhadap korban. Namun Komnas HAM menegaskan bahwa FS merupakan aktor utama dalam kasus kematian Brigadir J.

"Biarlah penyidik yang menjawab, yang pasti dia menjawab dia aktor utamanya. Dia mengakui dia yang merekayasa, detail tentang itu penyidik yang jawab," terang Taufan.

Taufan menambahkan, Komnas HAM berencana akan melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan terhadap isteri FS yakni PC, dan Bharada E. Rencananya pemeriksaan terhadap PC akan dilaksanakan di tempat tertentu bekerja sama dengan Komnas Perlindungan Perempuan.

"Di tempat tertentu karena ada situasi tertentu kita asumsikan dia mendapat perlakukan tertentu, kita cari juga tempat agar dia bebas menceritakan," pungkas Taufan.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebut, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo telah mengungkapkan sendiri motif merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Hal itu disampaikan saat pemeriksaan perdana tersangka di Mako Brimob Kelapa 2 Depok, Kamis (11/8/2022).


Motif Pembunuhan Brigadir J

Irjen Ferdy Sambo diperiksa sejak pukul 11.00 WIB sampai 18.00 WIB. Kepada penyidik, Ferdy Sambo mengaku marah terhadap Brigadir J.

"Dalam kesempatan ini tolong dicatat saya sampaikan satu hal bahwa di dalam keterangan tersangka FS mengatakan bahwa dirinya marah dan emosi setelah mendapat dapat laporan dari istrinya PC yg telah mengalami tindakan yang melukai harkat martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Yoshua," kata Andi dalam keteranganya di Mako Brimob Kelapa 2 Depok, Kamis 11 Agustus 2022.

Andi menerangkan, Irjen Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J, dalam hal ini memberikan perintah kepada Bripka RR dan Bharada RE.

"Oleh karena itu, kemudian tersangka FS memanggil tersangka RR, tersangka RE untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Yosua," katanya.

Bareskrim Polri sendiri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal alias RR, Richard Eliezer alias Bharada E, dan Kuwat Maruf alias KM.

<p>Infografis Pengakuan Baru Bharada E dan Pengajuan Justice Collaborator. (Liputan6.com/Abdillah)</p>

Ganti Pengacara Karena Tak Nyaman

Tak Nyaman Sejak Awal Jadi Alasan Bharada E Cabut Deolipa Yumara Jadi Pengacara

Liputan6.com 2022-08-14 12:36:46
Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara saat memberikan keterangan terkait pemecatan terhadap dirinya di Perumahan Bella Cassa, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agun

Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin sudah tak lagi menjadi kuasa hukum atau pengacara Bharada E alias Richard Eliezer sejak 10 Agustus 2022 dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kini Bharada E sudah didampingi pengacara baru yakni Ronny Talapessy. Ronny merupakan pengacara ketiga yang ditunjuk untuk mendampingi Bharada E dalam kasus kematian Brigadir J di rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Lewat Ronny, Bharada E mengaku bahwa keputusannya mengganti tim kuasa hukum karena merasa tidak nyaman dengan sikap Deolipa Yumara sejak hari pertama bertemu.

"Saya dampingi dari hari Rabu sampai hari Sabtu. Mengenai Deolipa perlu kita sampaikan, bahwa Bharada E ini tidak nyaman terhadap sikap pengacara Deolipa sejak hari pertama," ucap Ronny saat dihubungi, Minggu (14/8/2022).

Pasalnya, menurut Ronny, sejak hari pertama mendapatkan surat kuasa Boerhanuddin dan Deolipa malah sibuk menggelar jumpa pers ke awak media, bukan mendampingi Bharada E.

"Karena sejak hari pertama penandatanganan kuasa, ini yang sampaikan Bharada e ya, bukan pengacara ini mendampingi, mencari tahu kronologis perkara ini seperti apa. Tetapi setelah tanda tangan kuasa dia malah turun minta press conference sama media," katanya membeberkan.

"Sejak itulah Bharada E ini tidak merasa nyaman. Ini dia sampaikan langsung ke saya. Dan ini bisa menjawab ke publik. Harusnya kan dia ditemani, harusnya dia didampingi. Dia tidak nyaman," imbuh Ronny.

Di samping itu, Ronny juga mengungkap bahwa sejak lima hari kerja, Deolipa Yumara dan Boerhanuddin malah sibuk dengan agenda pribadinya, bukan mendampingi Bharada E. Karena itu, pihak keluarga bahkan meminta agar surat kuasa dua pengacara itu dicabut.

"Dibilang lima hari dia bekerja. Dia tidak bekerja lima hari. Karena dia sibuk manggung dari panggung ke panggung. Bukan dia mendampingi kliennya dia, untuk membela kliennya dia. Itulah yang menyebabkan Bharada E mencabut kuasa saudara Deolipa dan permintaan keluarga," ucap kader PDIP ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Siapkan Strategi Bharada E Lolos dari Pidana

Saat ini, Ronny yang telah resmi menjadi pengacara Bharada E tengah menyiapkan strategi agar kliennya bisa bebas dari jeratan hukum pidana dengan mendorong penerapan Pasal 51 ayat 1 KUHP.

"Target kita untuk dukungan publik agar Bharada E bebas. Karena itu 338 dan 340 dengan sengaja. Bahwa dalam faktanya bahwa dia itu dibawah perintah dan di bawah tekanan," tuturnya.

Menurut Ronny, penggunaan Pasal 51 Ayat 1 KUHP ini bisa dipakai karena Bharada E sama sekali tidak mengetahui masalah yang terjadi antara Brigadir J dan Irjen Ferdy Sambo. Dia hanya diperintah untuk menembak rekan seniornya tersebut.

"Tidak. Tidak tahu. Tidak tahu ya. Perlu saya garis bawahi bahwa Bharada E tidak mengetahui kronologis apa yang terjadi. Bharada E itu tidak mengetahui dan tidak bagian dalam rencana pembunuhan," sebutnya.

Sementara terkait pencabutan kuasa kepada Muhammad Burhanuddin dan Deolipa Yumara, terang Ronny, bisa dilakukan secara sepihak sebagaimana tertuang dalam pasal 5 kode etik advokat Indonesia.

"Bahwa pencabutan kuasa itu bisa dilakukan sepihak tanpa adanya konfirmasi atau persetujuan kedua belah pihak," katanya menandaskan.


Tunjuk Ronny Talapessy Jadi Pengacara

Sebelumnya, Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Bharada E alias Richard Eliezer menunjuk Ronny Talapessy sebagai pengacara barunya. Ronny menggantikan Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin.

"Betul, saya lawyer Bharada E, ditunjuk langsung oleh orangtua dan Bharada E. Sudah dari per tanggal 10 kemarin," kata Ronny saat dihubungi, Jumat (12/8).

Ronny mengaku sudah bertemu dengan keluarga Bharada E. Dalam pertemuan, keluarga Bharada E mengaku nyaman sehingga menunjuk Ronny sebagai pengacara baru.

"Jadi saya bertemu keluarga, sesudah itu sepakat saya akan membantu Bharada E. Akhirnya saya ditunjuk sebagai lawyernya," ucap kader PDIP ini.

Dia menyebut, usai ditunjuk menjadi pengacara Bharada E dirinya mempersiapkan pembelaan. Salah satunya, dengan mendapatkan hak Bharada E selama proses penyidikan.

"Haknya contohnya untuk nanti kedepannya kita rencanakan menghadirkan saksi yang meringankan, saksi ahli. Kemudian beberapa point yang memang kita ajukan. Tetapi sekarang kita memang fokus di materi penyidikan dulu, kita harapan kita adalah Bharada E mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, menurut keadilan masyarakat juga," sebutnya.

"Jadi kedepannya kita menyiapkan strategi untuk dapat membela Bharada E secara maksimal, masih proses penyidikan kita mencari saksi-saksi yang meringankan. Kalau untuk lainnya kita masih menunggu dari Timsus dan penyidik bekerja dulu sambil melihat perkembangannya, kalau kita dari ini kita akan bekerja maksimal untuk pembelaan seadil-adilnya," sambungnya.

Setelah resmi menjadi kuasa hukum Bharada E, Ronny langsung melakukan pendampingan terhadap kliennya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Saya sudah dampingi Bharada E, kemarin BAP (di Mako Brimob). Pastinya (bakal dampingi). Semua kepentingan hak hukum dari Bharada E, semua proses ini harus berjalan sesuai koridornya," tutupnya.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Merdeka.com

<p>Infografis Motif Pembunuhan Brigadir J Konsumsi Penyidik & Pengakuan Irjen Ferdy Sambo. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Strategi Agar Bharada E Tak Dipidana

Penembakan atas Tekanan Ferdy Sambo, Pengacara Siapkan Strategi Bharada E Tak Dipidana

Liputan6.com 2022-08-14 12:05:32
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (baju hitam) berjalan keluar usai pemeriksaan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Bh

Pengacara Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ronny Talapessy tengah menyiapkan strategi agar kliennya tidak dipidana dalam kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Sebab, penembakan terhadap Brigadir J dilakukan Bharada E di bawah perintah dan tekanan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

"Pengin kita luruskan dari pernyataan Komnas HAM, LPSK, bahwa Bharada E tidak mengetahui dan tidak bagian dalam rencana pembunuhan. Mengingat pasal 338 dan 340 itu kan dengan sengaja. Klien saya tidak bisa dibilang dengan sengaja. Karena apa? Dia waktu kejadian itu di bawah tekanan dan dia tidak ada pilihan yang lain," kata Rony saat dihubungi, Minggu (14/8/2022).

Karena kondisi itulah, kata Rony, maka Bharada E seharusnya tidak bisa dipidana. Ini juga yang tengah diperjuangkan oleh tim pengacara, merujuk pada Pasal 51 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Adapun bunyi Pasal 51 ayat 1 KUHP adalah: "Barang siapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang, tidak dipidana."

Sementara ayat 2 pasal yang sama menyatakan, "Perintah jabatan tanpa wewenang, tidak menyebabkan hapusnya pidana, kecuali jika yang diperintah, dengan itikad baik mengira bahwa perintah diberikan dengan wewenang dan pelaksanaannya termasuk dalam lingkungan pekerjaannya."

"Harus gitu loh. Keadaan terpaksa. Karena yang memerintah dia ini jauh pangkatnya di atas dia. Harapan kita supaya dimasukin pasal 51 ini. Kalau seandainya pasal 51 ayat 1 ini tidak bisa dimasukin di penyidikan, itu bisa nanti di pengadilan. Walaupun tidak di dakwaan," jelas Rony.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hakim Bisa Meniadakan Sanksi Pidana Bharada E

Dengan memakai Pasal 51 ayat 1 KUHP, maka nantinya Bharada E bisa dikenakan peniadaan hukuman oleh majelis hakim. Terdakwa tidak bisa dipidana karena beberapa alasan yang dapat menyebabkan pelaku dikecualikan dari penjatuhan sanksi pidana.

"Bharada E itu tingkatan paling bawah. Untuk ke brigadir itu ada 5 atau 6 tingkatan di atas dia. Dan tipikal pasukan Brimob itu tidak berani pengin tahu ada urusan apa dia. Mereka tidak berani. Mereka cuma perintah, perintah, perintah, mereka jalankan," sebutnya.

Terlebih, Rony mengatakan bahwa kejadian berdarah penembakan Brigadir J terbilang cepat. Ketika diperintah Ferdy Sambo, Bharada E berada di bawah tekanan dan tidak bisa menolak.

"Iya. Perintah. Waktunya sangat cepat. Udah dor dor dor dor. Udah enggak ada pilihan yang lain. Di bawah tekanan dan takut sama pimpinan. Mana berani menolak. Jadi tolong jangan pakai kronologis yang lama, skenario dari Pak FS yang lama. Ini klien kita sudah terbuka ini," ujarnya.


Bharada E Tunjuk Pengacara Baru

Sebelumnya, Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Bharada E alias Richard Eliezer menunjuk Ronny Talapessy sebagai pengacara barunya. Ronny menggantikan Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin.

"Betul, saya lawyer Bharada E, ditunjuk langsung oleh orangtua dan Bharada E. Sudah dari per tanggal 10 kemarin," kata Ronny saat dihubungi, Jumat (12/8).

Ronny mengaku sudah bertemu dengan keluarga Bharada E. Dalam pertemuan, keluarga Bharada E mengaku nyaman sehingga menunjuk Ronny sebagai pengacara baru.

"Jadi saya bertemu keluarga, sesudah itu sepakat saya akan membantu Bharada E. Akhirnya saya ditunjuk sebagai lawyernya," jelasnya.

Dia menyebut, usai ditunjuk menjadi pengacara Bharada E dirinya mempersiapkan pembelaan. Salah satunya, dengan mendapatkan hak Bharada E selama proses penyidikan.

"Haknya contohnya untuk nanti kedepannya kita rencanakan menghadirkan saksi yang meringankan, saksi ahli. Kemudian beberapa point yang memang kita ajukan. Tetapi sekarang kita memang fokus di materi penyidikan dulu, kita harapan kita adalah Bharada E mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, menurut keadilan masyarakat juga," sebutnya.

"Jadi kedepannya kita menyiapkan strategi untuk dapat membela Bharada E secara maksimal, masih proses penyidikan kita mencari saksi-saksi yang meringankan. Kalau untuk lainnya kita masih menunggu dari Timsus dan penyidik bekerja dulu sambil melihat perkembangannya, kalau kita dari ini kita akan bekerja maksimal untuk pembelaan seadil-adilnya," sambungnya.

Setelah resmi menjadi kuasa hukum Bharada E, Ronny langsung melakukan pendampingan terhadap kliennya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Saya sudah dampingi Bharada E, kemarin BAP (di Mako Brimob). Pastinya (bakal dampingi). Semua kepentingan hak hukum dari Bharada E, semua proses ini harus berjalan sesuai koridornya," tutupnya.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Merdeka.com

Tak Mungkin Balikan Sama Ariel NOAH

Luna Maya Sebut Ariel NOAH Sudah Punya Pacar, Tak Mungkin Balikan jadi Kekasih

Liputan6.com 2022-08-14 09:00:00
Memiliki segudang kesibukan, Luna Maya tetap terlihat bugar dan awet muda. Ini rahasianya! (Instagram/lunamaya).

Prost Fest 2022 hari pertama yang berlangsung di pantai Sanur Mertasari, Bali mempertemukan Ariel NOAH dan mantan kekasihnya Luna Maya dalam satu panggung. Para penonton yang mengetahui keduanya dalam satu panggung meneriaki Luna Maya untuk balikan dengan Ariel.

Ini berawal ketika dalam sebuah sesi saat Luna Maya, Boy William, Gofar Hilman, dan Oka Antara naik ke atas panggung.

Lalu suasana seketika ramai karena para penonton yang mengetahui bahwa setelah itu NOAH akan tampil meneriaki Luna Maya balikan dengan Ariel NOAH. Mendengar hal tersebut Luna Maya pun tak bisa berkata.


Reaksi Luna Maya

Luna Maya mengaku dirinya tak bisa balik menjadi kekasih Ariel karena sudah memiliki pacar.

"Aku speechless, jangan gitu kan harus saling menghargai, kan udah punya pasangan," ungkap Luna Maya di Prost Stage, Pantai Sanur, Bali, Sabtu (13/8/2022).


Penampilan NOAH

Setelah itu, NOAH pun memasuki panggung dan seketika kehebohan yang terjadi sebelumnya hilang. Grup band asal Bandung, Jawa Barat itu memulai penampilan mereka dengan tiga lagu sekaligus yakni Separuh Aku, Langit Tak Mendengar, dan Kisah Cintaku lalu mereka pun menyapa seluruh pengunjung Prost Fest 2022.

"Oh my god, halo selamat malam semuanya, apa kabar semua? Baik-baik aja," ucap Ariel.

"Lumayan lama ya, saya tahu ini udah dari siang di sini betul? Terimakasih banyak buat semuanya, respect buat semua musik Indonesia," lanjutnya.


Lagu Andalan

Setelah itu, NOAH melanjutkan aksi panggung mereka dengan lagu andalan mereka seperti Menghapus Jejakmu dan Yang Terdalam. Setelahnya, NOAH pun membawakan jajaran lagu lama yang baru baru ini mereka aransemen ulang dengan video klip terbaru.

"Luar biasa, semua luar biasa tapi kita butuh suara yang lebih besar ya, semua siap?," ujar Ariel melanjutkan penampilan NOAH.

Bikin Job Dukun Sepi?

Singgung Dukun Penipu, Pesulap Merah Dilaporkan ke Polres Jaksel

Liputan6.com 2022-08-13 19:08:53
Sosok Pesulap Merah mendadak jadi sorotan warganet TikTok. (Sumber: Instagram/marcelradhival1)

Marcel Radhival atau yang dikenal Pesulap Merah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan itu dilayangkan oleh seseorang bernama Agustiar pada Rabu 10 Agustus 2022 kemarin.

PLT Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Yandri Irsan, membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menyampaikan, pelapor mempersangkakan Pesulap Merah dengan tuduhan melanggar Undang-Undang ITE.

"Iya ada laporan Tanggal 10 Agustus 2022 seseorang saudara Agustiar melaporkan terkait UU ITE," kata Yandri dalam keterangannya, Sabtu (13/8/2022).

Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi menerangkan, pelapor merasa tersinggung dengan konten-konten yang dibuat oleh pesulap merah di media sosial. Ada ucapan pesulap merah yang menyebut dukun sebagai penipu.

"Katanya pesulap itu kan penipuan semua gitu, lho. Kan ada tuh di videonya," ujar dia.


Bukti Video

Nurma menyampaikan, pelapor turut membawa barang bukti berupa rekaman video yang diunggah pesulap merah di media sosial.

"Dia bawa bukti video di unggah sama pesulap merah itu," ujar dia.


Pelajari Laporan

Nurma menerangkan, pihaknya masih menyelidiki laporan tersebut.

"Kita tetap terima LP nya, kemudian kita cari saksi, dan BB. Kemudian kita panggil saksi-saksi," ujar dia.

Infografis 9 Maskapai Penerbangan Nasional Tak Lagi Mengudara (Liputan6.com/Triyasni)

BTS Cetak Sejarah di Youtube

BTS Jadi Musisi yang Videonya Paling Banyak Ditonton Sepanjang Sejarah YouTube

Liputan6.com 2022-08-14 14:00:00
BTS. (Foto: Big Hit Music via Facebook/ BTS ())

BTS kembali menunjukkan taringnya. Kali ini lewat platform video terbesar, YouTube. Dilansir dari Soompi pada Minggu (14/8/2022), grup tujuh member ini menjadi artis yang videonya paling banyak ditonton sepanjang sejarah YouTube.

Pencapauan ini diraih Jimin dkk pada 13 Agustus 2022 kemarin. Total views dalam video di kanal resminya mencapai 26,737 miliar. Angka ini termasuk total views video musik dan juga latihan.

BTS berhasil melampaui Justin Bieber yang sebelumnya memegang posisi perdana. Pelantun "Yummy"tersebut berada di posisi kedua dengan 26,732 miliar views.

Sementara di posisi ketiga, ada Ed Sheeran dengan total 26, 1 miliar views.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Daftar 10 Artis

Berikut 10 besar artis dengan jumlah views terbanyak untuk video mereka (dalam miliar).

1. BTS (26,737)

2. Justin Bieber (26,732)

3. Ed Sheeran (26,169)

4. Bad Bunny (24,677)

5. Taylor Swift (23,348)

6. Katy Perry (23,075)

7. Shakira (22,623)

8. Ozuna (21,634)

9. Eminem (20,115)

10. Ariana Grande (20,112)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tiga Teratas

BTS sendiri memang kerap mencetak pencapaian besar di YouTube. Tak sedikit video musik terbarunya yang menembus angka jutaan views dalam hitungan jam saja.

Sementara itu, tiga video yang paling banyak disaksikan adalah MV untuk "Boy With Luv," "Dynamite," dan "DNA." Masing-masing sudah menembus 1,4 miliar views.


Kolaborasi BTS

Sementara kabar terbaru dari BTS, adalah perilisan kolaborasi empat vokalis grup ini dengan Benny Blanco dan Snoop Dogg. Lagu bertajuk "Bad Decisions" yang ikut dimeriahkan oleh Jin, Jimin, V, dan Jungkook, akan dimasukkan dalam album Benny Blanco yang akan datang.

INFOGRAFIS: Deretan Prestasi Mendunia Artis Korea (Liputan6.com / Abdillah)

Kalah 2 Kali Masih Nyapres Lagi

Prabowo Jawab Sindiran 2 Kali Kalah di Pilpres: Mereka Tidak Mengerti Arti Pejuang

Liputan6.com 2022-08-13 09:53:32
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mendaftarkan partai politiknya sebagai calon peserta Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Senin (8/8/2022). Pada hari kedelapan ini, KPU meneri

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjawab sindiran yang kerap diterima mengenai dua kali kekalahan saat menjadi calon presiden (capres) di Pemilu tahun 2014 dan 2019.

"Ada yang bertanya ya mungkin nyindir-nyindir, sudah sekian kali kalah kok mau maju lagi. Mungkin mereka tidak mengerti arti pejuang," ungkapnya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 12 Agustus 2022.

Menurut dia, mereka yang melontarkan sindiran tersebut tidak mengetahui arti dari perjuangan. Prabowo menyebutkan bahwa bagi pejuang tidak ada istilah kalah.

"Waktu Bung Karno dipenjara oleh Belanda, apakah dia menghentikan perjuangannya. Bagi seorang pejuang, jatuh itu biasa," ujarnya yang dilansir dari Antara.

Prabowo yang juga Ketua Dewan Pimpinan di Pratai Gerindra menyatakan siap maju sebagai calon presiden ketiga kalinya di Pemilu 2024.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim setelah saya mempelajari dan mendengarkan dengan seksama, sikap setiap DPD dan setiap sayap partai, yang mengharapkan saya untuk menerima pencalonan sebagai presiden Republik Indonesia tahun 2024," kata Prabowo.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan bahwa 34 DPD Partai Gerindra telah menyatakan dukungan agar Prabowo Subianto maju dalam Pilpres 2024.

"Sebanyak 34 Dewan Perwakilan Daerah Partai Gerindra dan seluruh Indonesia dan organisasi-organisasi sayap di bawah Partai Gerindra menyampaikan aspirasi meminta kepada Prabowo Subianto untuk maju kembali menjadi calon presiden dari Partai Gerindra tahun 2024," kata Dasco.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Cawapres Ditentukan Prabowo

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebutkan bahwa sosok calon wakil presiden (Cawapres) yang diusung partainya akan ditentukan oleh Prabowo Subianto.

"Soal (calon) wapres, soal koalisi dan seterusnya, semua diserahkan kepada kebijakan dan keputusan dewan pembina," kata Muzani.

Baca juga: Prabowo Subianto buka Rapimnas Gerindra di Sentul Bogor

Partai Gerindra perlu berkoalisi dengan partai lain untuk dapat mengusung capres dan cawapres pada Pemilu 2024. Tapi, Muzani menyebutkan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan hadir pada hari kedua pelaksanaan Rakernas, Sabtu (13/8).

"Rencananya besok kita akan kedatangan tamu yang mulia saudara seperjuangan dari partai kebangkitan bangsa," ujarnya.

Muzani menyebutkan, dalam Rapimnas yang diikuti 8.500 kader itu, seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Indonesia meminta agar Prabowo Subianto maju di Pilpres 2022.(KR-MFS)Pewarta: M Fikri Setiawan

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Infografis Mengintip Survei Bursa Capres 2024 (Liputan6.com/Triyasni)

Kasus Kuburan beras yang Ditutup Polisi

Journal: Menguak Perjalanan Kasus Penimbunan Beras Bansos di Depok yang Ditutup Polisi

Liputan6.com 2022-08-15 01:15:51
Menguak Perjalanan Kasus Penimbunan Beras Bansos di Depok yang Ditutup Polisi (Liputan6.com/Abdillah)

Akhir Juli lalu masyarakat sempat dihebohkan dengan penemuan bantuan sosial (bansos) presiden berupa beras untuk warga terdampak Covid-19 di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Timbunan beras ditemukan di sebuah lahan kosong yang disewa salah satu perusahaan ekspedisi yaitu PT JNE.

Awalnya, informasi mengenai adanya timbunan beras diterima oleh pemilik lahan yakni Rudi Samin dari seorang pegawai perusahaan ekspedisi tersebut. Lalu, Rudi membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa warga sekitar untuk melakukan pengecekan di lokasi.

Berdasarkan penuturan salah satu anggota tim tersebut, Nazim, awalnya pada 25 Juli 2022 dilakukan penggalian secara manual di sejumlah titik dan tidak ditemukan. Akhirnya pemilik lahan menyewa ekskavator untuk melakukan penggalian dan ditemukan di sekitar kedalaman 3 meter.

Beras yang ditemukan masih terbungkus plastik ukuran 20 kilogram dengan tulisan Beraskita dengan logo BUMN. "Jadi kalau diurut penemuan itu, 5 hari sebelum (ditemukan) nya itu itu dibuat timnya sama Pak Rudi (kerjasama) dengan warga. Ya isinya sekitar 5-7 orang," kata Nazim kepada Liputan6.com.

Penemuan sejumlah beras yang ditimbun tersebut langsung dilaporkan kepada pihak Kepolisian. Saat Liputan6.com mendatangi lokasi penimbunan tersebut, sebuah ekskavator masih melakukan perataan tanah. Sebab sebelumnya lahan kosong tersebut tertutup dengan sejumlah pohon dan tanahnya tidak rata.

Sejumlah beras temuan tersebut telah tertutup terpal biru dan diberikan garis polisi. Bahkan aroma tidak sedap juga tercium disekitar beras yang ditemukan tersebut. Nazim mengaku sebelum adanya penemuan timbunan beras banyak warga sekitar lokasi tidak menerima bansos dampak Covid-19.

"Kita bisa hitung satu RT itu warganya 100, tapi yang dapet bansos itu paling juga 30, sisanya enggak dapat. Mau itu berbentuk beras, itupun udah dibagi provinsi terus kota, kabupaten, pusat. Harusnya kalau distribusinya benar semua warga ini dapat," ucap Nazim.

Kasus tersebut sempat ditangani oleh Polres Metro Depok dan kemudian dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda Metro yang dipimpin oleh Kombes Pol Auliansyah Lubis. Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengajak Kemensos, dan Bulog mengecek langsung lokasi penimbunan.

<p>INFOGRAFIS JOURNAL Negara dengan Konsumsi dan Produksi Beras Jadi Nasi Terbanyak di Dunia (Liputan6.com/Abdillah)</p>

Temuan Kemensos

Saat di lokasi, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemensos Dadang Iskandar menyatakan pihaknya melakukan pengecekan untuk memastikan penemuan Banpres tersebut. Dia menduga, beras yang ditimbun tersebut bukan milik Kemensos. Hal tersebut berdasarkan kemasan plastik pembungkusnya.

"Ada ciri yang berbeda, itu seinget saya zaman Pak Menteri Juliari, karena kita minta sama Bulog untuk disalurkan ke masyarakat dengan memiliki ciri," kata Dadang kepada Liputan6.com, Selasa (2/8/2022).

Dadang mengungkapkan, pengadaan beras di Bulog yang menggunakan dana dari kementeriannya diberi label Bantuan Presiden melalui Kemensos. Label tersebut sengaja dibuat berbeda untuk mengantisipasi apabila terjadi suatu hal terhadap bantuan yang bersumber dari Kemensos.

"Kalau di lokasi penemuan ini ada bedanya, di sini tidak ada tulisan bantuan dari Presiden melalui Kemensos, kalau ini polos saja," ucapnya.

Menurut dia, saat pemberian bantuan dampak Covid-19 tak hanya Kemensos yang turut memberikan bantuan berupa beras. Namun adapula dari kementerian lain ataupun melalui Pemda setempat.

Dadang memastikan, setiap bantuan yang diberikan Kemensos memiliki label sendiri, salah satunya bantuan Presiden melalui Kemensos. Selain itu, Kemensos pada penyaluran Banpres tidak bekerja sama dengan JNE. "Penyaluran bantuan melalui Bulog pada pengadaan beras lalu bekerja sama dengan SSI," dia menjelaskan.

Tim Inspektur Jenderal (Itjen) Kemensos membeberkan sejumlah temuannya. Yakni sembako tersebut merupakan bansos yang diberikan di 2020. Namun saat pengiriman terjadi hujan deras, membuat kerusakan bahan makanan sehingga tidak layak konsumsi.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan kerusakan telah diganti oleh penyedia jasa transporter atau pihak PT JNE. "JNE telah membeli beras yang sama kepada Perum Bulog lalu menyalurkan kembali kepada KPM sesuai daftar penerima," kata Risma dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).


Prosedur Pengambilan Beras di BULOG

Pihak ekspedisi JNE Express sendiri turut mendatangi tempat penimbunan beras yang berlokasi di depan kantor mereka. JNE memastikan bahwa beras yang dikubur tersebut bukan paket bansos presiden.

"Hari ini ditahan saja, teknis besok kita jelaskan beras yang hari ini, saudara lihat di kubur itu bukan beras bansos, itu adalah beras milik JNE," ujar Kuasa Hukum JNE Express, Anthony Djono saat ditemui Liputan6.com di lokasi, Rabu (3/8/2022).

Anthony menjelaskan, beras tersebut diterima JNE dari gudang Bulog untuk nantinya didistribusikan kepada masyarakat penerima bansos presiden. Namun dalam perjalanan, beras tersebut rusak terkena hujan.

Beras yang rusak tersebut kemudian dikubur karena dinilai tidak layak untuk diberikan kepada masyarakat. Beras yang terkena hujan itu basah dan berjamur, sehingga tidak layak dikonsumsi.

Sebagai transporter, JNE bertanggung jawab melakukan penggantian beras yang rusak. JNE telah mengganti seluruh beras yang rusak untuk didistribusikan kepada masyarakat penerima bansos. Anthony mengklaim, hingga saat ini tidak komplain terkait beras yang disalurkan.

"Sudah kita ganti semua, jadi tidak ada kerugian sedikit pun dari penerima manfaat," ucapnya.

JNE memastikan beras yang didapat dari gudang Bulog memiliki stiker khusus untuk dibagikan sebagai bansos. Dikarenakan beras awal rusak, pihak JNE kemudian membawa beras pengganti ke gudang untuk diberikan kemasan dan stiker baru.

"Ini barang yang sama tapi bukan beras bansos, jadi intinya hak masyarakat tidak berkurang sama sekali," Anthony menegaskan.

Bantuan Beras dalam Keadaan Baik

Di sisi lain, sebagai pihak penyedia beras, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Awaludin Iqbal menyatakan, bantuan beras untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam kondisi yang baik. Untuk mempercepat penerimaan beras bantuan presiden tersebut, Bulog bekerjasama dengan pihak lain sebagai transporter yang mengantarkan beras tersebut kepada penerima bantuan.

"Dalam program tersebut tidak ada warga yang dirugikan, mengingat hasil evaluasi dan monitor yang dilakukan Bulog, termasuk peran pengantarnya pada saat itu berjalan baik sebagaimana mestinya," ucap Iqbal dalam keterangan resminya, Selasa (2/8/2022).

Iqbal menegaskan pihaknya memiliki standar tersendiri saat proses pengeluaran beras dari gudang. Hal tersebut yaitu untuk memastikan proses quality control betul-betul berjalan dengan baik.

Lanjut dia, pelaksanaan tugas antara Perum Bulog sebagai penyedia beras dan pihak ketiga sebagai transporter atau pengantar juga sudah jelas beban dan tanggung jawabnya. Bahkan setiap proses tersebut dilakukan dengan sejumlah pencatatan.

"Setiap pengeluaran beras dari gudang ada dokumen serah terima barang yang menyebutkan beras diterima dalam kondisi baik, dan selanjutnya penyaluran beras tersebut menjadi tanggung jawab pihak transporter. Memang dalam proses pengangkutan terbuka kemungkinan terjadi gangguan-gangguan cuaca seperti hujan, kemasan pecah dan lainnya," paparnya.

Iqbal menegaskan pihaknya memiliki alasan tersendiri dalam melakukan kerjasama dengan pihak ketiga atau PT SSI dalam penyaluran beras bantuan presiden. "Kerja sama ini bertujuan agar warga terkena dampak pandemi Covid-19 tetap tenang dan bisa melanjutkan aktivitas di rumah walau secara terbatas," ucap Iqbal.

Kendati begitu dia memastikan jika program bantuan beras dan bahan pokok presiden periode Mei-Juni 2020 telah diterima warga dalam kondisi baik. Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang yang terkena dampak dari pandemi Covid -19.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penghentian Penyelidikan Kasus Penimbunan Beras

Beberapa hari setelah kunjungan ke lokasi penimbunan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya memutuskan menghentikan penyelidikan kasus dugaan penguburan bantuan sosial (bansos) presiden atau Banpres di Jalan Raya Tugu, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok.

Penghentian dilakukan lantaran tidak ditemukan adanya unsur pidana dalam kasus penemuan beras diduga bansos presiden ditimbun tanah di lahan kosong Depok.

"Proses penyelidikan kita hentikan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis saat konferensi pers, Kamis (4/8/2022).

Auliansyah mengatakan, beras yang dipendam di lahan bekas parkir mobil perusahaan jasa ekspedisi JNE itu dipastikan dalam kondisi rusak. "Kenapa ditanam di situ, karena dia merasa berhak menanam di situ, dia menyewa lahan di situ," terang dia.

Auliansyah membenarkan bahwa PT JNE mendapatkan instruksi untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras. Barang itu diambil dari Jakarta Timur untuk dibawa menuju ke Kota Depok.

Pada saat itu, kata Auliansyah, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut bantuan beras tidak tertutup. Sehingga, ketika diguyur hujan, sebagian beras terkena air hingga rusak.

Berdasarkan ilustrasi melalui Google Maps perjalanan dari kawasan Pulogadung, Jakarta Timur menuju Depok, Jawa Barat memakan waktu sekitar dua jam.

Dorongan Pengapusan Bantuan Nontunai

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta agar pemerintah pusat dapat meningkatkan pengawasan yang tepat dalam penyaluran bantuan non tunai kepada masyarakat. Sebab saat ini krisis pangan sudah mulai menghantui sejumlah negara termasuk Indonesia.

Menurut dia, saat ini pengawasan tersebut belum berjalan secara optimal. "Sebenarnya kan kalau satgasnya sudah ada, satgas pangan juga sudah ada, lembaganya juga lengkap, dari Kepolisian juga ada kok, dari Bareskrim ada satgas pangan. Tapi, masalahnya kemudian masyarakat sendiri enggak ada tempat pengaduannya, sulitnya itu," kata Trubus kepada Liputan6.com.

Trubus menilai masyarakat tidak memiliki ruang gerak untuk melakukan pengaduan mengenai penyimpangan pemberian bantuan nontunai. Selain itu, dia meminta agar pemerintah dapat menghapuskan pemberian bantuan nontunai.

"Dihapus saja, semuanya jadi tunai gitu. Tunai itu artinya hanya berupa uang, penyalurannya sudah jelas melalui bank negara atau melalui PT POS," ucapnya.


Kategori Beras Rusak Tak Layak Konsumsi

Dekan Fakultas Teknik Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Slamet Budijanto menyatakan terdapat sejumlah ciri atau kategori beras rusak di masyarakat. Dia menyebut beras merupakan jenis yang memiliki kadar air yang rendah.

Menurut Slamet, salah satu yang mudah dikenali yaitu perubahan warna pada beras tersebut. Yakni sudah tidak putih lagi atau berubah menjadi hitam atau kuning.

"Jadi hal tersebut gampang kan dilihat. Kedua, katakanlah beras tersebut bisa menyatu kalau kena hujan seperti yg disampaikan tadi, jadi beras tidak individu lagi, tidak pisah-pisah tapi malah menyatu karena kadar airnya meningkat. Nah, satu lagi yang tidak perlu pakai alat, yaitu baunya menyimpak. Jadi, apek lah, tengik, biasanya apek lah, apek itu awal dari tengik," kata Slamet kepada Liputan6.com.

Untuk beras, kata dia hal yang ditakutkan yaitu bertumbuhnya jamur yang menghasilkan toksin atau racun yang disebut aflatoksin. Slamet mengatakan sebenarnya beras berjamur juga tidak langsung memberikan dampak secara langsung pada tubuh.

"Kalau itu kemakan enggak langsung meninggal sih sebenarnya, sifatnya dari aflatoksin ini adalah karsinogenik. Jadi, kalau karsinogenik dikonsumsi dalam jumlah relatif di atas dari yang diizinkan dan terus menerus itu bisa menyebabkan kanker dan itu sebenarnya tidak hanya dari beras, dari kacang-kacangan yang sering kita jumpai racun aflatoksin tersebut bisa muncul," papar dia.

Slamet menyatakan beras dapat dinyatakan tidak layak tergantung dari cara penyimpanannya. Lokasi yang lembab akan mudah menjadikan beras rusak. Sebab lembab dapat berdampak pada meningkatnya air, kemunculan jamur dan lain sebagainya.

"Jadi, kalau kita menyimpan suatu barang atau katakanlah beras di suatu gudang, jika gudangnya lembab, air yang ada di udara itu akan diserap oleh beras, itu beras kan kadar airnya akan meningkat. Kalau beras kadar airnya meningkat, maka jamur macam-macam akan muncul," ujar Slamet.


Cara Penyimpanan Beras yang Benar

Bagaimana sebenarnya beras bisa sampai rusak? Bagaimana kita menyimpan beras agar bisa tetap aman dikonsumsi?

Slamet Budijanto menilai beras yang dibungkus plastik dinilai relatif lebih aman dibandingkan dengan karung goni. Tapi kata dia hal tersebut tidak menjadi jaminan beras tetap awet.

"Cara menjaganya itu ya menggunakan kemasan yang kedap udara, kalau kemasannya hanya plastik, orang awam melihatnya kemasan plastik ini kan dianggapnya sudah tidak berhubungan dengan dunia luar, padahal itu masih ada pori-porinya. Jadi, udara pasti bisa masuk. Tentunya (udara) yang masuk juga sedikit. Intinya, udara masih bisa masuk," kata Slamet kepada Liputan6.com.

Lalu kondisi penyimpanan yang kering juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab Indonesia memiliki kondisi yang lembab. Idealnya, kata dia, kadar air dalam beras adalah 14 persen.

Kondisi lembab lanjut Slamet dapat berdampak pada meningkatnya kadar air yang menyebabkan munculnya jamur hingga bau apek pada beras. Saat beras sudah berjamur dan kutuan tentunya kualitasnya sudah jelek dan nilai gizinya sudah berkurang.

"Kalaupun enggak kehujanan tapi gudangnya jelek atau dia bersinggungan dengan lantai, makanya gudang beras di manapun, gudang Bulog sekalipun kan ada palet-palet gitu, ada jarak dari dinding ada palet, nah itu untuk menghindari bersinggungan dengan itu yang menyebabkan lembab," papar dia.

<p>Kronologi Kasus Penimbunan Beras di Depok yang Kasusnya Ditutup Polisi (Liputan6.com?Abdillah)</p>