Tangisan Ayah Brigadir J di Wisuda Anaknya

Tangis Ayah Brigadir J Pecah saat Menghadiri Wisuda Anaknya

Liputan6.com 2022-08-23 14:50:45
Ketua Komunitas Civil Society Indonesia Irma Hutabarat (kiri) mendampingi ayah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat saat mewakili anaknya mengikuti prosesi w

Ayah dari Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Samuel Hutabarat, mewakili anaknya untuk menghadiri acara wisuda. Kegiatan wisuda ini dilakukan di Universitas Terbuka (UT) Tangerang.

Samuel Hutabarat, yang saat itu menggunakan jas warna hitam, kemeja merah muda (pink) dan dasi berwarna ungu itu menangis saat nama anaknya dipanggil untuk maju ke podium menerima ijazah kelulusannya.

Tak hanya tangisan dari Samuel, para peserta wisuda serta para pengajar pun ikut memberikan tepuk tangan atau support saat nama Brigadir J dipanggil oleh pembawa acara.

Kemudian, tangis itu pecah saat Samuel menerima ijazah milik Brigadir J dari seorang Rektor Universitas Terbuka. Tak jarang, ia selalu mengusap air matanya dengan dasi yang dikenakan serta tisu yang dibawa oleh aktivis 98 Irma Hutabarat yang juga mendampinginya.

Usai menerima ijazah, salah seorang dosen pun maju naik ke atas podium untuk menyanyikan sebuah lagu yang berjudul "Anakku Na Burju". Disela-sela nyanyian itu, tangis Samuel kembali pecah sambil mencium foto yang berada di ijazah Brigadir J.

Melihat hal itu, Dekan Fakultas Hukum beserta Rektor UT pun juga terlihat ikut mengeluarkan air matanya. Sesekali, tangan dari seorang Dekan itu mengusap atau mengelus punggung dari Samuel.

"Bapak adalah orang yang hebat dan kuat," kata salah dosen yang juga mengiringi lagi tersebut.

Setelahnya lagu selesai, Samuel yang juga didampingi oleh sang Rektor langsung turun dari panggung dan meninggalkan aula acara wisuda tersebut.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kerabat Brigadir J Ungkap Almarhum Niat Menikah Usai Diwisuda

Sebelumnya, Kerabat almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua atau Brigadir J, mengungkapkan setelah wisuda, seharusnya Brigadir J berencana akan menikahi kekasihnya, Vera Simanjuntak.

"Memang cita-citanya Yoshua itu untuk menjadi perwira, supaya bisa menikah setelah diwisuda sebetulnya," kata kerabat dari Brigadir J, Irma Hutabarat, di UTCC Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (23/8/2022).

Irma pun membenarkan, Brigadir J merupakan mahasiswa Fakultas Hukum yang berprestasi di Jambi. Bahkan, saat mulai kuliah dulu, dia sudah menargetkan bisa lulus dan diwisuda dengan IPK yang tinggi.

"Joshua itu anak pandai, dia selesai tepat waktunya dan IPK-nya 3,28. Jadi memang dari awal cita-citanya supaya bisa sarjana, dan hari ini lah kita melihat tercapai cita-citanya, walaupun orangnya sudah tidak ada," papar Irma lirih.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

<p>Infografis Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J (Liputan6.com/Abdillah)</p>

24 Polisi Dicopot di Kasus Sambo

Polri Copot Jabatan 24 Anggota di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Liputan6.com 2022-08-23 15:40:06
Ilustrasi Polisi gadungan (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Polri mencopot 24 jabatan anggota terkait dengan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Dalam kasus ini, tim telah melakukan pemeriksaan khusus terhadap sebanyak 83 polisi.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram nomor ST/1751/VIII/KEP./2022 dan telah diaudit ulang dengan teliti.

"Sebanyak 24 personel," tutur Dedi kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).

Adapun secara rinci, 24 anggota itu terdiri dari 4 Kombes, 5 AKBP, 2 Kompol, 4 AKP, 2 Iptu, 1 Ipda, 1 Bripka, 1 Brigpol, 2 Briptu, dan 2 Bharada.

"Ke-24 personel di atas meliputi Satuan Kerja Divpropam 10 personel, Bareskrim Polri 2 personel, Korbrimob BKO Propam 2 personel, Polda Metro atau Polres Jaksel 9 personel, Polda Jateng BKO Propam 1 personel," ujar Dedi.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya batal menggelar sidang etik terhadap tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo pada Selasa, 23 Agustus 2022.

"Sementara belum jadi hari ini, menunggu info dari Divkum," kata Dedi saat dihubungi.

Kendati demikian, rencananya eks Kadiv Propam Polri tersebut akan menjalani sidang kode etik pada Kamis, 25 Agustus 2022 mendatang.

"Infonya kemungkinan Kamis," ujarnya.

Diketahui, Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Sambo diketahui menjadi otak dalam perencanaan pembunuhan terhadap ajudannya itu.

Tak hanya Sambo, ternyata isterinya yakni Putri Candrawathi juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang sama. Dalam kasus ini, keduanya dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Meski begitu, Putri belum dilakukan penahanan karena sakit dan izin selama tujuh hari. Sedangkan, untuk Sambo sudah dilakukan penahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Bahkan, untuk berkas perkaranya pun sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung, pada Jumat 19 Agustus 2022 lalu berbarengan dengan berkara perkara milik Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer dan Kuwat Maruf (KM).


Skenario Jahat Ferdy Sambo

Skenario pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat terbongkar. Satu per satu aktor di balik pencabut nyawa Brigadir J terungkap. Didalangi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Jenderal polisi bintang dua tersebut menjadi tersangka anyar pembunuhan Brigadir J.

Penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka setelah tim khusus (timsus) Polri melakukan pemeriksaan maraton sejak kasus kematian Brigadir J mencuat ke publik pertengahan 11 Juli 2022 lalu.

Dalam keterangan awal polisi disebutkan bahwa kematian Brigadir J akibat baku tembak dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, salah satu ajudan Ferdy Sambo. Baku tembak dipicu dugaan pelecehan dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, oleh Brigadir J. Insiden itu terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan 8 Juli 2022 lalu.

Dari hasil penyelidikan dilakukan Timsus Polri dipastikan tidak ada peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E. Fakta yang terungkap adanya rekayasa dilakukan Ferdy Sambo.

Mantan Kadiv Propam itu yang menskenariokan peristiwa seolah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya. Selain itu, Ferdy Sambo juga memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Penembakan menggunakan senjata Brigadir RR alias Ricky Rizal.

Bharada E berperan mengeksekusi Brigadir J sesuai perintah Ferdy Sambo. Sedangkan Brigadir RR turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

Kedua ajudan Ferdy Sambo itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kematian Brigadir J. Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J dan dijerat pasal 338 KUHP junto 55 dan 56.

Sementara Brigadir RR, dipersangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana. Keduanya saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.


Ferdy Sambo 2 Kali Tembak Brigadir J

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengaku, telah mendapatkan informasi dari Bharada E alias Richard Eliezer, bahwa Irjen Ferdy Sambo menembak Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J sebanyak dua kali.

Adapun Bareskrim Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J. Mereka adalah, Irjen Ferdy Sambo, Bribda RR alias Ricky Rizal, Bharada E, Kuwat Maruf, serta Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo.

"Jadi itu keterangan Bharada E (Ferdy Sambo menembak Brigadir J dua kali), tugas penyidik untuk mendalaminya lagi dengan bukti yang kuat," kata Ahmad Taufan Damanik, Sabtu 20 Agustus 2022.

Taufan menyakini, penembakan terhadap Brigadir J tidak hanya dilakukan oleh satu orang saja. Hal ini diyakini berdasarkan hasil forensik serta uji balistik.

"Di pengadilan nantinya, tidak cukup hanya dengan pengakuan. Kami meyakini eksekutornya tidak satu orang, berdasarkan hasil forensik dan balistik," ujarnya.

Taufan ingin agar Penyidik Bareskrim Polri agar dapat mencari tahu, siapa eksekutor lainnya yang melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

"Tugas penyidik mencari bukti siapa lainnya eksekutor itu. Menurut Barada E, ya FS. Sekali lagi, ingat di pengadilan akan sangat riskan kalau hanya berdasarkan keterangan itu," tutupnya.

Diketahui, Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yosua Hutabarat. Kelimanya yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi.

Dari lima orang tersebut, berkas milik empat orang tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung, pada Jumat 19 Agustus 2022 kemarin.

<p>Infografis Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J (Liputan6.com/Abdillah)</p>

Hari Ini Harusnya Diwisuda

Seharusnya Brigadir Yoshua Diwisuda di Universitas Terbuka Hari Ini

Liputan6.com 2022-08-23 10:10:32
Peserta aksi dari berbagai elemen masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas untuk mengenang Brigadir Novriansyah Joshua Hutabarat alias Brigadir J di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jak

Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat seharusnya diwisuda di Universitas Terbuka hari ini, Selasa, (23/8/2022).

Rektor Universitas Terbuka Profesor Ojad Darojat mengatakan, seharusnya Brigadir Yoshua menerima ijazah hari ini. Namun, penerimaan ijazah tersebut harus diwakilkan oleh ayahanda Samuel Hutabarat usai Brigadir Yoshua telah tiada.

"Dalam kesempatan ini, saya juga merasa ada yang luar biasa, dan secara khusus ingin menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalkan salah satu calon wisudawan yaitu ananda Nofriansyah Yoshua Hutabarat yang seharusnya ikut diwisuda dan menerima ijazah hari ini," kata Ojad, Selasa (23/8/2022).

"Namun yang bersangkutan telah meninggal dunia dipanggil yang maha kuasa, sehingga pengambilan ijazah diwakili oleh ayahanda tercinta Bapak Samuel Hutabarat," sebutnya.

Dihadapan ayah Brigadir J, Ojad pun menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa yang dialami putranya.

"Bapak Samuel Hutabarat kita semua civitas akademia Universitas Universitas Terbuka, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Ananada Nofriansyah Yoshua Hutabarat, semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi yang maha kuasa, serta bapak dianugerahi kekuatan, ketabahan dalam menghdapi ujian ini," sambungnya.

Ojad menjelaskan, Brigadir J menjadi mahasiswa Universitas Terbuka sejak 2015 silam dengan mengambil program studi Ilmu Hukum.

"Sebelum meninggal, Ananada Nofriansyah tercatat sebagai anggota kepolisian RI dan menjadi mahasiswa Universitas Terbuka sejak tahun 2015 dengan mengambil program studi ilmu hukum," jelasnya.

"Beliu telah dinyatakan lulus pada April 2022 dengan IPK 3,28. Sehingga, beliau memperoleh peringkat sangat memuaskan. Prosesi wisudan ini tentu jadi suatu momentum yang sangat mengharukan bagi keluarga dan seluruh civitas akadimika UT," tutupnya.


Isi Pesan Ancaman Pembunuhan ke Brigadir J

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan isi pesan ancaman pembunuhan yang diterima Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, semalam sebelum yang bersangkutan meninggal dunia.

Diketahui, Brigadir J meninggal dunia akibat dibunuh oleh atasannya sendiri, Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga Jakarta.

Anam mengaku, ancaman itu didapat dari Vera, kekasih Brigadir J yang mendapat pengakuan ancaman itu dari Yosua. Dia pun merinci perkataan tersebut di hadapan rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

"Yosua dilarang naik ke atas menemui Ibu P karena membuat Ibu P sakit, kalau naik ke atas akan dibunuh, itu jam 7 malam," kata Anam menirukan isi pesan yang diterima Vera dari Yosua saat diinterogasi Komnas HAM pada awal penyelidikan kasus dugaan kematian janggal ini.

Dia lalu kembali bertanya kepada Vera terkait yang mengirim pesan ancaman tersebut, dan disebut adalah squad.

Anam pun sempat tak mengetahui siapa squad yang dimaksud. Awalnya, dia menduga itu dimaksud ke kelompok ajudan atau Adc Ferdy Sambo.

Namun belakangan, Anam baru mengerti bahwa Squad dimaksud adalah Si Kuat atau KM alias Kuat Ma'ruf pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah Ferdy Sambo dari kelompok sipil.

"Ujungnya nanti Squat yang dimaksud Kuat Ma'ruf ternyata Si Kuat," jelas Anam.

Anam memastikan, temuan itu adalah bukti penting untuk Komnas HAM yang bisa membuktikan bahwa benar telah terjadi dugaan pelanggaran HAM dan dugaan pembunuhan di balik kematian Brigadir J.

"Itu satu yang penting, satu soal dugaan penyiksaan dan kedua soal dugaan pembunuhan," kata dia.


Hasil Autopsi Ulang Brigadir J

Ketua Tim Dokter Forensik Autopsi Ulang Brigadir J, Ade Firmansyah Sugiharto memaparkan sedikit hasil dari autopsi ulang jasad Brigadir J.

Dia menyatatakan bahwa ada lima luka tembakan di tubuh almarhum dengan 4 peluru tembus.

"Kita melihat bukan arah tembakan, forensik ya, tetapi arah masuknya peluru. Kita lihat ada lim luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar," tutur Ade di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2022).

Ade menyatakan tidak dapat menentukan jumlah penembak Brigadir J. Dia hanya bisa menganalisis berapa peluru yang masuk berdasarkan hasil luka yang ada di tunuh almarhum.

"Tetapi dari luka-luka yang tadi ada luka lima tembak masuk dan 4 empat luka tembak keluar," kata Ade.

Reporter: Nur Habibie/Merdeka

Akan Menikah Usai Wisuda

Kerabat Brigadir J Ungkap Almarhum Niat Menikah Usai Diwisuda

Liputan6.com 2022-08-23 12:06:48
Para aktivis dari berbagai elemen masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas menyalakan lilin untuk mengenang Brigadir Novriansyah Joshua Hutabarat alias Brigadir J di kawasan Taman Ismail M

Kerabat almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua atau Brigadir J, mengungkapkan setelah wisuda, seharusnya Brigadir J berencana akan menikahi kekasihnya, Vera Simanjuntak.

"Memang cita-citanya Yoshua itu untuk menjadi perwira, supaya bisa menikah setelah diwisuda sebetulnya," kata kerabat dari Brigadir J, Irma Hutabarat, di UTCC Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (23/8/2022).

Irma pun membenarkan, Brigadir J merupakan mahasiswa Fakultas Hukum yang berprestasi di Jambi. Bahkan, saat mulai kuliah dulu, dia sudah menargetkan bisa lulus dan diwisuda dengan IPK yang tinggi.

"Joshua itu anak pandai, dia selesai tepat waktunya dan IPK-nya 3,28. Jadi memang dari awal cita-citanya supaya bisa sarjana, dan hari ini lah kita melihat tercapai cita-citanya, walaupun orangnya sudah tidak ada," papar Irma lirih.

Seperti diketahui sebelumnya, Almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua atau Brigadir J terdaftar sebagai wisudawan dengan IPK Predikat sangat memuaskan, yakni 3.28 di Universitas Terbuka (UT). Pihak kampus pun mengundang keluarga untuk mengikuti prosesi wisuda mewakili anaknya yang sudah tiada, di UTCC, Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan Universitas Terbuka, Maya Maria menjelaskan, bila almarhum Brigadir Yoshua terdaftar sebagai wisudawan Periode II tahun 2022.

"Salah satu wisudawan dengan Predikat sangat memuaskan mencapai memperoleh IPK 3,28, yaitu almarhum Nofriansyah Yoshua atau Brigadir Yoshua. Untuk itu, UT mengundang keluarga almarhum untuk mewakili menerima ijazah, karena qlmarhum Bigadir Yoshua telah terdaftar menjadi wisudawan yang akan hadir pada Wisuda Periode II, 23 Agustus 2022ini," ungkap Maya dalam rilis tertulis yang diterima awak media, Selasa (23/8/2022).

Dalam daftar, Brigadir Yoshua menyelesaikan pendidikannya di Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), UPBJJ-UT Jambi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penerimaan Ijazah Diwakilkan

Rektor Universitas Terbuka Profesor Ojad Darojat mengatakan, seharusnya Brigadir Yoshua menerima ijazah hari ini. Namun, penerimaan ijazah tersebut harus diwakilkan oleh ayahanda Samuel Hutabarat usai Brigadir Yoshua telah tiada.

"Dalam kesempatan ini, saya juga merasa ada yang luar biasa, dan secara khusus ingin menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalkan salah satu calon wisudawan yaitu ananda Nofriansyah Yoshua Hutabarat yang seharusnya ikut diwisuda dan menerima ijazah hari ini," kata Ojad, Selasa (23/8/2022).

"Namun yang bersangkutan telah meninggal dunia dipanggil yang maha kuasa, sehingga pengambilan ijazah diwakili oleh ayahanda tercinta Bapak Samuel Hutabarat," sebutnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

<p>Infografis Ragam Tanggapan Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J. (Liputan6.com/Abdillah)</p>

"Anak-anak Ferdy Sambo Jadi Korban Bullying "

Kak Seto Ungkap Anak-anak Ferdy Sambo Jadi Korban Bullying

Liputan6.com 2022-08-23 16:51:01
Kak Seto (Nurwahyunan/Bintang.com)

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengungkapkan anak-anak dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terkena dampak langsung akibat ulah yang dilakukan kedua orangtuanya tersebut.

Kak Seto Mulyadi, anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kerap mendapat perundungan atau bullying hingga tindakan tidak menyenangkan. Ia mendapat kabar tersebut berdasarkan media sosial dan berita yang beredar.

"Ada cyber bullying melalui media sosial, kemudian di sekolah ya mungkin bullying secara psikologis dengan dipandang dengan sinis, dijauhi, ya mngkin beberapa komentar yang sedikit nyelekit," ujar Seto saat ditemui di Bareskrim, Selasa (23/8/2022).

Adapun Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi telah ditetapkan tersangka terkait pembunuhan berencana ke Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Pasangan suami-istri tersebut terancam hukuman mati dan pidana seumur hidup.

Kak Seto tersebut menyebutkan, semua anak-anak yang terkena perundungan harus dilindungi. Terlebih dalam kasus anak-anak Sambo yang menjadi tersangka harus menjadi atensi.

"Ini amanat Undang-Undang Perlindungan Anak. Siapa pun yang terjadi diskriminasi anak-anak wajib dilindungi dari berbagai tindak kekerasan, nah kekerasan itu bisa dari orangtuanya, dari gurunya, dari orang dewasa, masyarakat atapun justru dari teman temannya sendiri," terangnya.

Terlebih menurut Kak Seto, dari anak-anaknya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ada yang masih berumur balita. Hal tersebut yang harus menjadi perhatian utama karena anak tersebut belum mengerti apa-apa.

"Ada yang masih kecil di SD dan yang paling bungsu masih 1,5 tahun. Ini tentu sangat membutuhkan perlindungan khusus," tegas Kak Seto.


Berhenti Lakukan Bully ke Anak Ferdy Sambo

Di sisi lain, Kak Seto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengungkit permasalahan yang terjadi kepada orangtuanya.

"Jadi mohon dipidahkan dari kasus berdarah yang mungkin menimpa orangtuanya, tapi anak ini berada dalam situasi yang membutuhkan perlindungan," ungkap Ketua LPAI.

Lebih lanjut, kata Kak Seto pihaknya berharap agar dapat segera memberikan perlindungan ke anak-anak Putri Candrawathi usai melakukan kordinasi hari ini agar tidak terlalu berlarut.

"Kalau kemudian dimungkinkan misalnya kami mempunyai jalur langsung bisa bertemu dengan anak-anak tersebut, ya kami bisa saja melakukannya untuk sekadar mengetahui bagaiamana sih dan sebagainya," imbuh ketua LPAI.

Adapun Kak Seto telah hadir di Gedung Bareskrim, Polri pada hari ini untuk berkordinasi dengan kepolisian perihal perlindungan kepada anak-anak Putri. Ia juga menanyakan apakah kepolisian sudah mengambil langkah perihal perlindungan tersebut.

"Kami di sini menyakan seberapa jauh langkah dari Polri untuk melindungi warganya sendiri. Artinya warga ini anak yang sedang dalam keadaan membutuhkan perlindungan," ujarnya.

Meskipun demikian kehadiran sekaligus mengingatkan kepolisian untuk tidak lupa memberikan atensi kepada anak-anak Sambo. Namun bila kepolisian telah memberikan langka-langkah perlindungan kak Seto turut mengapresiasi.

"Kami turut apresiasi dari pihak kepolisian apabila sudah memberikan perlindungan kepada anak - anak tersebut," tutup kak Seto.

Brigadir J meninggal pada 8 Juli 2022 di Kompleks Polri Duren Tiga Jakarta. Tewasnya almarhum disinyalir karena emosi Irjen Ferdy Sambo yang terpantik akibat dugaan perbuatan yang melecehkan harkat dan martabat keluarga yang dilakukan Brigadir J terhadap istrinya, Putri Candrawathi.

Dalam kasus ini, Bareskrim Polri telah menetapkan lima orang tersangka kasus penembakan dan pembunuhan terhadap Brigadir J. Mereka adalah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Richard Eliezer alias Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus sopir Kuwat Ma'ruf alias KM, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.


Skenario Jahat Ferdy Sambo

Skenario pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat terbongkar. Satu per satu aktor di balik pencabut nyawa Brigadir J terungkap. Didalangi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Jenderal polisi bintang dua tersebut menjadi tersangka anyar pembunuhan Brigadir J.

Penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka setelah tim khusus (timsus) Polri melakukan pemeriksaan maraton sejak kasus kematian Brigadir J mencuat ke publik pertengahan 11 Juli 2022 lalu.

Dalam keterangan awal polisi disebutkan bahwa kematian Brigadir J akibat baku tembak dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, salah satu ajudan Ferdy Sambo. Baku tembak dipicu dugaan pelecehan dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, oleh Brigadir J. Insiden itu terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan 8 Juli 2022 lalu.

Dari hasil penyelidikan dilakukan Timsus Polri dipastikan tidak ada peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E. Fakta yang terungkap adanya rekayasa dilakukan Ferdy Sambo.

Mantan Kadiv Propam itu yang menskenariokan peristiwa seolah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya. Selain itu, Ferdy Sambo juga memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Penembakan menggunakan senjata Brigadir RR alias Ricky Rizal.

Bharada E berperan mengeksekusi Brigadir J sesuai perintah Ferdy Sambo. Sedangkan Brigadir RR turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

Kedua ajudan Ferdy Sambo itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kematian Brigadir J. Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J dan dijerat pasal 338 KUHP junto 55 dan 56.

Sementara Brigadir RR, dipersangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana. Keduanya saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Reporter: Rahmat Bayhaqi

Infografis - Mengenal siapa dan peran dalam lingkaran bullying. (Liputan6.com/Kusfitria Marstyasih)

Dilaporkan Kasus Dugaan Penipuan

Angel Lelga Akan Dilaporkan Deolipa Yumara Atas Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Liputan6.com 2022-08-23 10:30:00
Aktris Angel Lelga saat berada di kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Semenjak memutuskan masuk Islam dan memilih berhijab, perubahan drastis membuat aktris berdarah c

Angel Lelga, dianggap telah menyebarkan fitnah terhadap Deolipa Yumara, yang merupakan mantan pengacara Brigadir E. Untuk itu, Deolipa berencana untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

Deolipa Yumara, menjelaskan awal masalahnya dengan mantan istri Vicky Prasetyo. Diakuinya bahwa ia minta diorbitkan sebagai artis.

"Aku harus menyiapkan uang 6 miliar rupiah. Pertama untuk membelikan dia (Angel Lelga) Hermes, kemudian aku membelikan dia juga kamera, dan belikan dia tas-tas," ungkap Deolipa Yumara, di kanal YouTube KH Infotainment, Selasa (23/8/2022).

Wanita bernama asli Lely Anggraeni ini disebut meminta uang sebesar Rp 1,2 miliar dengan alasan untuk membayar beberapa produser televisi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Transfer Rp 600 Juta

Deolipa pun mengikuti keinginan Angel Lelga. Ia pun lagsung menstranfer uang sebesar Rp 600 juta.

"Aku dalam posisi belaga bodoh, Angel bilang 'Bang kalau mau diorbitin nanti kita akan bayar oknum-oknum produser masing-masing 300 juta per TV'. Semua senilai 1,2 miliar rupiah, ok saya transfer 600 juta. Enggak tahu dia bayar atau enggak aku enggak peduli. Tapi semua rasanya bohong," bebernya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Laporkan

Rupanya, Deolipa Yumara juga merupakan kuasa hukum Angel Lelga untuk kasus dugaan penipuan kripto. Dan ia menyatakan mengundurkan diri.

"Saya Deolipa Yumara menyatakan mengundurkan diri dari kuasa hukumnya Angel Lelga dari kasus kriptonya. Selanjutnya saya akan melaporkan Angel Lelga ke ranah kepolisian dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan," sambungnya.


Mau Menagih

Deolipa merasa kesal karena Angel Lelga menyampaikan berita yang tidak benar kepada publik. Itu yang membuat Deolipa akhirnya memutuskan untuk melaporkannya.

"Tadi saya enggak mau ikut-ikut, hasil kerja saya dapat. Tapi dia bicara macam-macam seolah saya berutang sama dia, tidak semua uang saya nilainya 6 miliar rupiah akan saya tagih ke dia. Saya enggak bisa menerima setelah kita bantu keuangannya dia sampai semuanya tiba-tiba dia bertindak seolah-olah saya berutang kepadanya. Utangnya apa? Utangnya adalah saya harus membayar sisanya 600 juta di mana itu untuk produser tv ini, produser tv ini. Katanya pakai uangnya dia, mari kita lihat," imbuhnya.

Infografis Deretan Efek Negatif Marah bagi Kesehatan Tubuh. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)

Eks Pengacara Brigadir E Gelar Konser

Deolipa Yumara Gelar Konser, Usai Tak Lagi jadi Pengacara Brigadir E

Liputan6.com 2022-08-23 09:30:00
Deolipa Yumara melaporkan pengacara baru Bharada E, Ronny Talapessy ke Polres Jaksel atas dugaan pencemaran nama baik. (Merdeka.com)

Nama Deolipa Yumara mendadak heboh karena menjadi pengacara Brigadir E, salah satu tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Namun kini dirinya tak lagi menjadi pengacara yang bersangkutan.

Kini, Deolipa Yumara kembali membuat kehebohan dengan menggelar konser Nyanyian Penyatu Negeri di Birawa Assembly Hall Bidakara, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2022).

Selain sebagai pengacara, dirinya memang dikenal sebagai penyanyi. Konser tersebut digelar Deolipa Yumara saat kasus kematian Brigadir J belum tuntas.

"Memang konser ini tuh sudah disiapkan setahun lalu kalau tidak salah," kata Deolipa Yumara.


Lagu

Saat berada di atas panggung Deolipa Yumara menyanyikan beberapa lagu yang pernah dirilisnya. Acaranya sendiri dimulai sejak pukul 15:00 WIB. Deolipa membuka konsernya dengan menyanyikan lagu Tak Bisa Kembali dan Mencari Kekasih.

Konser Deolipa dinyanyikan ratusan penonton yang hadir di Birawa Assembly Hall Bidakara. Mereka ikut berteriak histeris. Setelah itu Deolipa menyanyikan Ke Tanah Jawa, lagu yang disebutnya sebagai doa.

"Lirik lagunya universal dan lagu ini untuk Indonesia," kata Deolipa Yumara.

Deolipa kemudian membakar semangat nasionalisme dengan menyanyikan lagu Ibu Pertiwi. "Terima kasih Ibu Pertiwi," ucap Deolipa Yumara.

"Saya jadi penyanyi sudah lama. Dulu sempat bermusik sama Ridho Hafidz dan Gilang Ramadhan sampai membuat Institut Musik Indonesia (IMI)," ujarnya.


Lagu Terakhir

Deolipa Yumara mengakhiri aksi panggungnya dengan menyanyikan Preman Tanah Abang.

Deolipa Yumara dikenal setelah menangani kasus crypto Angel Lelga. Namanya semakin dikenal saat dipilih Bareskrim Mabes Polri menjadi pengacara Bharada E.


Persiapan Konser

Dia menambahkan, dalam perjalanan persiapan konsernya itu, dia diminta Mabes Polri untuk menangani Bharada E dalam kasus kematian Brigadir J.

"Cuma tidak membuat konser ini tertunda. Dalam perjalanannya ya disuruh menangani Bharada E, itu jadi satu kesatuan. Setelah diminta sama polisi, ya saya juga meminta kepada tim konser tetap berjalan," pungkasnya.

<p>Deolipa Yumara Naikkan Tuntutan Jadi Rp 25 Triliun!</p>

Dokumen FBI Penyebab Perceraian Terkuak

Dokumen FBI soal Cekcok Angelina Jolie - Brad Pitt yang Berujung Perceraian Bocor ke Publik

Liputan6.com 2022-08-23 13:30:00
Perceraian Angelina Jolie dan Brad Pitt belum juga usai. Kini Angelina Jolie bahkan menyesali hubungannya dengan Brad. (CARL COURT AFP)

Sebuah dokumen FBI yang menampilkan nama Angelina Jolie dan Brad Pitt baru-baru ini dibocorkan. Isinya memang kejadian yang sudah lama, terjadi pada tahun 2016, tapi isinya tetap mengagetkan publik.

Pasalnya, isi dokumen tersebut mengungkap insiden pertengkaran mereka di pesawat pribadi, yang memantik perceraian mereka.

Dilansir dari Entertainment Weekly, Selasa (23/8/2022), aktris Eternal tersebut dimuat dalam dokumen dengan nama panjangnya, dan juga sebagai "AJ." Sementara nama Brad Pitt disensor.

Insiden ini disebut terjadi saat Angelina Jolie, Brad Pitt, dan anak-anaknya kembali ke California setelah melakukan perjalanan selama dua minggu. Sang aktor Bullet Train disebut menuntut istrinya saat itu ke bagian belakang pesawat, mencengkram kepala dan bahu Angelina Jolie kemudian mengguncangnya.

Brad Pitt disebut berteriak, "You're f***ing up this family (Kamu mengacaukan keluarga ini)."

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Are You Okay, Mommy?

Tak berhenti sampai di sana, Brad Pitt juga disebut meninju langit-langit pesawat sebanyak empat kali. Saat Angelina Jolie masuk pesawat, dua anaknya yang tak disebut identitasnya menangis dan bertanya kepada sang aktris, "Are you okay, mommy?"

Yang menjawab pertanyaan ini, menurut dokumen, adalah Brad Pitt.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Disiram Bir

Brad Pitt---yang diduga Angelina Jolie tengah mabuk---dituding berteriak. "Enggak, Mommy enggak baik-baik saja. Dia menghancurkan keluarga ini."

Brad Pitt juga dituduh menyiram aktris Tomb Raider itu dengan bir saat Angelina sedang berada dalam selimut bersama anak-anaknya.


Bikin Sakit Hati

Seorang sumber yang dekat dengan Brad Pitt mengatakan bahwa kedua belah pihak sudah memiliki dokumen FBI ini sejak lama. Sumber anonim ini menduga dokumen dibocorkan dengan maksud yang tak baik.

"Kedua belah pihak sudah punya informasi ini selama hampir enam tahun dan bahkan digunakan dalam proses hukum. Tak ada maksud lain dari hal ini, selain cari perhatian media dan untuk memberikan rasa sakit hati," kata sumber ini.

Infografis 12 Cara Sehat Hadapi Stres Era Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Niman)

Raja, Mahasiswa Termuda UGM

Kisah Raja Muhammad, Lulusan Madrasah yang Jadi Mahasiswa Termuda UGM

Liputan6.com 2022-08-23 12:30:21
Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Pekanbaru, Riau, Raja Muhammad Hayuri Islami menjadi mahasiswa baru termuda dengan usia 15 tahun saat diterima di UGM, Yogyakarta. (Foto: Kemenag/Li

Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Pekanbaru, Riau, Raja Muhammad Hayuri Islami menjadi mahasiswa baru termuda dengan usia 15 tahun saat diterima di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun angkatan 2022 ini.

Mahasiswa termuda UGM itu diketahui menempuh pendidikan di MAN 2 Kota Pekanbaru pada peminatan Ilmu pengetahuan Sosial (IPS).

Raja atau Ja, demikian guru dan teman-teman memanggilnya adalah angkatan kedua siswa Sistem Kredit Semester (SKS) 2 tahun yang merupakan alumni kedua yang berusia termuda di perguruan favorit di Indonesia.

Sebelumnya di angkatan pertama, siswa SKS 2 tahun peminatan IPS pada tahun 2021 atas nama Salwa Naya juga menjadi mahasiswa termuda di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung.

Wali Kelas Raja di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru, Bunda Diah yang juga Guru Mapel Sejarah Peminatan MAN 2 Pekanbaru mengatakan Raja dikenal tekun dan hormat kepada para guru. Pembawaan keseharian Raja sedikit bicara dan selalu menyelesaikan tugas dengan hasil bagus.

"Kalau bicara sangat tenang dan tidak pernah menunjukkan sikap emosional. Usianya memang muda tapi cara berpikir dan bersikap sangat dewasa," katanya, dikutip dari laman Kemenag, Senin (22/8/2022).

Dia menjelaskan, Ja bercita-cita ingin jadi filsuf. Menurut dia, ini hal luar biasa karena jarang sekali anak muda punya cita-cita seperti itu.

"Alhamdullilah Allah mempermudah jalannya untuk mencapai cita-citanya, kuliah di universisitas dengan jurusan filsafat sesuai yang diinginkannya," ucap dia.


Lulusan MAN 2 Pekanbaru Termuda di UGM-Unpad

Kepala MAN 2 Kota Pekanbaru, Ghafardi menambahkan lama studi yang dijalani Raja selama di MAN 2 Kota Pekanbaru adalah 2 tahun.

Hal ini dialami Raja karena MAN 2 Kota Pekanbaru menerapkan sistem pembelajaran dengan SKS, di mana siswa bisa menyelesaikan masa studinya dalam waktu 2 tahun, 3 tahun, dan 4 tahun, sebagaimana tertuang dalam PERMENDIKBUD No. 158 tahun 2014 dan SK DIRJEN PENDIS No. 2852 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester Madrasah Aliyah.

"Semoga ananda Raja Muhammad Hayuri Islami menjadi Raja Ilmu Filsafat yang menjaga Agamanya dan membangun bangsanya," kata Ghafardi.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Riau Mahyudin mengharapkan dengan lulusnya alumni MAN 2 Pekanbaru masuk perguruan tinggi favorit di Indonesia seperti di UGM dan Padjajaran tentunya dapat melecut semangat guru dan siswa madarasah lainnya.

"Semoga dengan lulusnya ananda Raja Muhammad masuk perguruan tinggi favorit dapat menjadi pelecut semangat siswa madrasah lainnya. Ini membuktikan lulusan madrasah bisa diterima di perguruan tinggi favorit tanah air dan luar negeri," harap Mahyudin.

Tim Rembulan


Saksikan Video Pilihan Ini: