Sudah Dipecat, Masih Dipanggil Jenderal

Saat Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Masih Dipanggil Jenderal

Liputan6.com 2022-09-01 09:51:26
Irjen Ferdy Sambo bersama istrinya, Putri Candrawathi, saat rekonstruksi pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta, Selasa (

Saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat pada Selasa 30 Agustus 2022, di rumah dinas Ferdy Sambo. Salah seorang polisi kedapatan masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan 'Jenderal'.

Melansir dari akun Tik Tok wahwigrafer, dalam cuplikan video adegan rekonstruksi 54 E. Polisi yang mengenakan kaus merah ini masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan Jenderal.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) hal tersebut biasa-biasa saja. Terlebih Ferdy Sambo yang baru saja dipecat oleh kepolisian, kharisma sebagai mantan 'Jenderal' masih melekat di dirinya.

"Biasa saja karena orang yang sudah pensiun pun pasti masih bisa dipanggil Jenderal," ungkap ketua IPW Sugeng Santoso saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (31/8/2022).

Menurut Sugeng, hal yang lebih penting kebanding panggilang 'Jenderal' tersebut, kepolisian tidak boleh merasa terpengaruh dengan posisi Irjen Ferdy Sambo yang pernah menjabat sebagai Kadiv Propam Polri tersebut. Polisi harus tetap bersikap profesional selama proses hingga hasil penyidikannya.

"Karena dia adalah tersangka, harus diperlakukan sama di dalam proses hukumnya," ujarnya.

Sementara Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon menilai rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mulai membuka tabir terjadinya suatu peristiwa tindak pidana.

Josias mengatakan, meski rekonstruksi tersebut mulai menguak fakta baru pembunuhan Brigadir J, namun menurut dia masih ada perbedaan petunjuk dan informasi yang diperoleh dari tiga lokasi rekonstruksi.

"Rekonstruksi kemarin mulai membuka kejelasan bagaimana sebenarnya peristiwa itu, meski ada perbedaan petunjuk dan informasi yang diperoleh," ujar Josias dalam keterangannya, Rabu 31 Agustus 2022.

Kendati masih ada perbedaan informasi, menurutnya Polri telah transparan saat menggelar rekonstruksi. Transparansi itu menyangkut akses informasi publik, dimana masyarakat bisa melihat proses rekonstruksi secara daring.

"Transparan dalam arti bisa diakses publik secara online dan prosedurnya," kata Josias.

Kini, menurut Josias, masyarakat menunggu Polri untuk mengungkap kebenaran informasi dan meluruskan segala perbedaan petunjuk serta pernyataan para tersangka.


Sebutan Jenderal Saat Rekonstruksi

Melansir dari akun TikTok wahwigrafer, dalam cuplikan video adegan rekonstruksi 54 E. Polisi yang mengenakan kaus merah ini masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan Jenderal.

Hal ini terekam saat polisi ini menanyakan terkait adegan rekonstruksi pistol jatuh kepada Ferdy Sambo.

TikTok wahwigrafer 2022 Merdeka.com

"Tapi setiap senti nya benar Jenderal ya?," tanya polisi ini kepada Ferdy Sambo terkait adegan pistol jatuh sambil agak membungkuk.

"Iya," jawab Ferdy Sambo.

Bukan hanya panggilan saja. Netizen juga menyoroti sikap para polisi ini kepada tersangka Ferdy Sambo.

Terlihat dalam video adegan rekonstruksi 54 E yang tersebar luas, bagaimana sikap sopan para polisi ini kepada Ferdy Sambo. Netizen bahkan menyoroti gestur tubuh anggota polisi yang santun dan agak sedikit membungkuk serta menunduk saat bertanya atau berbicara pada Ferdy Sambo.

Tak cuma itu, ada juga terdengar Sambo masih dipanggil dengan panggilan 'bapak' oleh seorang polisi.

Tidak sedikit dari masyarakat yang begitu jeli akan hal tersebut. Khususnya panggilan Jenderal untuk Ferdy Sambo dari para polisi saat rekonstruksi kemarin.

"Aku heran kenapa masih dinpanggil jenderal," tulis akun scorpio.

"Masih munduk-munduk dan panggil Jenderal," tulis akun KANABI99.

Berdasarkan pantauan dari YouTube Polri TV, Selasa 30 Agustus 2022 Ferdy Sambo tiba di rumah dinasnya usai dari rumah pribadi di Jalan Saguling Tiga, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Jarak antara rumah pribadi ke rumah dinas hanya sekitar 600 meter.

Mengenakan baju tahanan Bareskrim Polri berwarna oranye, Ferdy Sambo turun dari mobil. Saat inilah, pistol hitam yang ada di genggamannya sempat terjatuh. Dia kemudian mengambil pistol tersebut.

Tampak Ferdy Sambo sudah menggunakan sarung tangan pada tangan kirinya. Setelah mengambil pistol yang terjatuh, Ferdy Sambo memasuki rumah dinasnya.


Sebelum Tewas Brigadir J Diancam Pisau

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, terkait pisau yang dipegang oleh Kuwat Ma'ruf (KM) pada saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat, pada Selasa 30 Agustus 2022.

Menurut Agus, pisau itu digunakan oleh Kuwat Ma'ruf untuk mengancam Brigadir J.

"Kan sudah banyak beredar info keterangan pacar almarhum J yang menyatakan diancam squad-squad lama," kata Agus saat dihubungi, Rabu 31 Agustus 2022.

"Si Kuwat orang lama bawa pisau (mengancam kalau Almarhum J naik ke atas)," sambungnya.

Ia menegaskan, pisau yang dipakai oleh Kuwat Ma'ruf tersebut digunakan untuk melakukan pengancaman. Hal ini juga dikuatkan dengan pemeriksaan atau keterangan saksi.

"Seperti itu kan cerita almarhum kepada pacarnya (pengancaman) dikuatkan keterangan saksi," tegasnya.

Sebelumnya, Reka adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J ditutup dengan adegan penyerahan dua buah pisau Kuwat Ma'aruf kepada salah satu ajudan eks Irjen Ferdy Sambo, Deden. Pisau tersebut menjadi pertanyaan apakah dugaan Brigadir J benar dianiaya.

Diketahui pisau yang dibawa oleh sopir Ferdy Sambo, Kuat berawal dari peristiwa di Magelang. Tidak hanya sebuah pisau, Kuat juga membawa satu unit Handy Talky (HT) yang digunakan untuk berkomunikasi.

Dari keterangan Dirtipidum Brigjen Andi Rian pisau yang dibawa Kuat ada kaitannya dengan peristiwa yang ada di Magelang.

"Pisau itu barang bukti terkait satu peristiwa di Magelang, begitu," ungkap Andi saat ditemui oleh wartawan usai rekonstruksi di rumah dinas Sambo, Selasa 30 Agustus 2022.

Tetapi, Andi tidak merinci fungsi pisau tersebut digunakan pada saat peristiwa apa. Kendati demikian Brigjen Andi Rian menjelaskan pihaknya bakal kembali memeriksa peristiwa di Magelang.

Dia mengatakan bakal menggali keterangan dari lima orang, empat tersangka terkait peristiwa tersebut.

"Besok konfrontir ada lima orang, PC (Putri Candrawathi), Susi, Kuwat Maruf, Ricky Rizal, dan Bharada E alias Richard Eliezer," jelasnya.

Reporter: Rahmat Baihaqi7

Sumber: Merdeka.com

<p>Infografis Peluk Cium Ferdy Sambo untuk Putri Candrawathi di Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J (Liputan6.com/Triyasni)</p>

Jadi Tersangka tapi Tak Ditahan

HEADLINE: Kontroversi Penangguhan Penahanan Putri Candrawathi, Cederai Rasa Keadilan?

Liputan6.com 2022-09-02 00:00:14
Irjen Ferdy Sambo bersama istrinya, Putri Candrawathi, saat rekonstruksi pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta, Selasa (

Berselang sehari dengan pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri kembali melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka Putri Candrawathi.

Istri mantan Kadiv Propam tersebut menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat dan telah dicecar sebanyak 23 pertanyaan oleh penyidik dengan mengkonfrontir tersangka lain kecuali Ferdy Sambo.

Usai diperiksa, tersangka Putri Candrawathi tidak langsung ditahan dan hanya dikenai wajib lapor dua kali dalam seminggu. hal ini dikarenakan Putri Candrawathi telah mengajukan pemohonan penangguhan penahanan sesuai dengan Pasal 31 ayat 1 KUHP dengan alasan kemanusiaan dan mempunyai anak yang masih kecil atau balita.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto mengungkapkan pertimbangan Tim Khusus (Timsus) Polri tak menjebloskan Putri Candrawathi ke ruang tahanan. Kata dia, pertimbangannya adalah alasan kesehatan dan kemanusiaan.

"Penyidik masih mempertimbangkan pertama alasan kesehatan, yang kedua kemanusiaan, yang ketiga masih memiliki balita," kata Agung di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Lebih lanjut, Agung turut menjelaskan mengenai alasan kemanusiaan yang dimaksud. Kata dia, Ferdy Sambo telah ditahan untuk mempertangung jawabkan perbuatannya di kasus pembunuhan Brigadir J. "Ya kondisi bapaknya kan juga sudah ditahan," ujar dia.

Menanggapi hal itu, Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Mudzakir, menilai bahwa penangguhan penahanan yang dilakukan Polri terhadap tersangka Putri Candrawathi adalah bentuk perlakukan yang tidak adil. Menurutnya Putri Candrawathi seharusnya ditahan terlebih dahulu setelahnya baru dapat mengajukan penanangguhan.

"Seharusnya ditahan dulu baru nanti ada permohonan penangguhan. Kalau belum ditahan sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan ya menurut saya nggak adil lah itu" Kata dia kepada Liputan6.com. Kamis, (1/8/2022)

Mudzakir menerangkan bahwa meskipun alasan penangguhan penahanannya berkaitan dengan soal kemanusiaan, baginya hal tersebut tetap dirasa tidak adil dan tidak dapat dijadikan dasar dari penangguhan penahanan.

"Kalau bilangnya ada alasan kemanusiaan. yang lain juga sama kemanusiaan. Bayangkan ibu yang menjadi anggota DPR yang ditahan, ia memiliki anak dan suaminya sudah tidak ada, tapi tetap ditahan," Ujar dia.

Lebih lanjut, Mudzakir menyinggung soal keterlibatan Putri Candrawathi dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Menurutnya, peran istri Ferdy Sambo tersebut sudah jelas dan terbilang memiliki peran penting dalam pembuhuhan berencana terhadap Brigadir J. Maka, sudah seharusnya dapat dilakukan penahanan.

"Dari sisi rekayasa yang menggunakan animasi sudah jelas memperlihatkan keterlibatannya (Putri Candrawathi) yang juga punya peran penting dalam pembuhuhan berencana. Tapi kok tiba-tiba dia tidak ditahan," Kata dia.

Mudzakir menegaskan bahwa dalam prinsip hukum, semua orang seharusnya mendapatkan perlakukan yang sama, tidak ada yang harus mendapat keistimewaan di mata hukum. Apalagi, yang dapat menguntungkan pihak-pihak tertentu dan dalam hal ini tersangka Putri Candrawathi.

"Dengan prinsip yang sama di depan hukum, seharusnya dia (Putri Candrawathi) dapat ditahan. Jangan sampai diperlakukan dalam tanda petik istimewa-lah. Harus sama dengan yg lain. Itu hanya menguntungkan dia," Jelas Mudzakir.

<p>Infografis Putri Candrawathi Belum Ditahan sejak Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Sementara itu, Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menilai bahwa alasan pertimbangan kemanusiaan dan mempunyai balita seharusnya tidak bisa dijadikan kendala bagi Polri untuk melakukan penangguhan penahanan tersangka Putri Candrawathi. Justru Polri sudah seharusnya menyediakan ruang yang dapat menampung tersangka perempuan atau seorang ibu yang memiliki balita.

"Kasus PC (Putri Candrawthi) seharusnya dapat dijadikan pelajaran bagi Polri untuk dapat membenahi rutan yang dapat menampung perempuan dan anak, sehingga tidak ada kendala bagi otoritas kepolisian dengan menjadikan anak sebagai alasan untuk tidak melakukan penahanan terhadap PC," Kata dia kepada Liputan6.com Kamis, (1/8/2022).

Kendati demikian, Reza mengatakan bahwa sebenarnya ruang tahanan atau rutan adalah bukan tempat yang ideal bagi tumbuh kembang anak. Namun, menurutnya hal tersebut masih lebih baik dari pada harus mengalihkan pengasuhan anak kepada orang lain atau kepada keluarga besarnya.

"Umumnya ruang tahanan atau rutan adalah tempat yang tidak ideal untuk membesarkan anak. Namun, banyak studi yang mendorong bahwa seorang perempuan atau ibu lebih baik di asuh sendiri di rutan dari pada harus diasuh oleh keluarga besarnya". Ujar dia

Lebih lanjut, Reza menerangkan bahwa perlakuan terhadap Putri Candrawathi ini adalah pertaruhan Polri untuk menegakkan keadilan di Masyarakat. Publik pasti akan menilai perlakuan Polri terhadap PC dengan membandingkan kasus PC dengan kasus perempuan-perempuan lainnya.

"Hal yang dinilai masyarakat dalam kasus ini adalah terkait Equity. jika Equity Polri terhadap PC ini terkesan ada perbedaan, publik pastinya akan membandingkan kasus PC dengan kasus perempuan yang lain. Jika demikian, Equity-nya akan menunjukkan kepada hal yang negatif,"


Dilematisme Polri: Antara Keadilan dan Kemanusiaan

Di samping itu, Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon mengungkapkan bahwa penangguhan penahanan yang dilakukan Polri terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dapat menciptakan dilematisme tersendiri bagi institusi. Terlebih hal ini berkaitan dengan persoalan kemanusiaan.

"Alasan penyidik tentu harus dihormati karena ada alasannya meski sudah tersangka. Memang dilematis, tapi mungkin saja ini strategi untuk mendapatkan petunjuk dan keterangan lebih dalam mengingat PC kunci utama saat ini, sebelumnya terkendala alasan psikologis dan pernyataan yg tidak konsisten," Kata dia kepada Liputan6.com Kamis (1/8/2022)

Lebih lanjut, Josias menanggapi perihal keramaian publik yang membandingkan kontroversi penangguhan penahanan PC dengan kasus Angelina Sondakh. Menurutnya, dua kasus tersebut sepintas memang memiliki kesamaan. Namun, keduanya memiliki substansi yang berbeda.

"Soal perbandingan dengan Angelina, Sepintas terlihat sama tapi substansinya berbeda. Tidak apple to apple perbadingannya. Sebab peran publik melalui medsos saat ini sangat besar, apalagi untuk membongkar kasus saat ini," Ujar dia.

Josias menilai bahwa penangguhan penahanan Putri Candrawathi dirasa belum bisa disebut dapat menciderai rasa keadilan, khususnya bagi keluarga Almarhum Nofriansyah Yohsua Hutabarat. Menurutnya, masih terlalu dini untuk menilai hal ini khususnya yang berkaitan dengan penegakkan rasa keadilan di ranah publik.

"Terkait menciderai rasa keadilan bagi keluarga korban karena tidak ditahannya PC, menurut saya masih terlalu dini untuk dilihat karena kasus ini masih berproses hingga vonis dan dari situ baru bisa ya menjadi tolak ukur apakah hukuman diberikan cukup memenuhi rasa keadilan atau tidak," Kata dia.

Di sisi lain, Pakar Kriminologi dan Kepolisian dari Universitas Indonesia dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menyatakan bahwa yang pasti tersangka Putri Candrawathi akan tetap ditahan. Mungkin Polri hanya ingin memberi waktu kepadanya untuk dapat berkumpul terlebih dahulu dengan anak-anaknya sebelum ia ditahan.

"Putri ini kan pada akhirnya dibui juga. Setelah penyerahan tahap 2 dilakukan, jaksa kemungkinan besar akan menahan Putri. Paling lama 2 minggu lagi. Jadi, mungkin Polri mau memberi kesempatan kepada anak-anaknya berkumpul lebih lama dengan ibunya yang terancam hukuman mati," Kata dia kepada Liputan6.com Kamis (1/8/2022)

Sementara itu, pandangan berbeda disampaikan oleh Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto. Menurutnya, penangguhan penahanan Putri Candrawathi telah mengganggu rasa keadilan publik yang saat ini sedang menunggu babak akhir dari kasus kematian Brigadir J.

"Terkait dengan penangguhan penahanan PC memang mengusik rasa keadilan kita. Mengingat seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman lebih dari 5 tahun harus dilakukan penahanan. Ancaman hukuman untuk PC maksimal adalah mati. Artinya sudah memenuhi syarat untuk ditahan," Kata dia kepada Liputan6.comKamis (1/8/2022)

<p>Infografis Ragam Tanggapan Penangguhan Penahanan Putri Candrawathi. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Bambang menegaskan bahwa alasan penangguhan penahanan Putri Candrawathi dan tidak akan melarikan diri dari jerat hukuman mati sangat terkesan subyektif dan menjadi alasan yang sangat bias.

"Sementara pertimbangan subyektif terkait tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dll itu masuk dalam diskresi penyidik, yg notabene-nya sebagian adalah kolega atau anak buah FS," Ujar dia.

"Alasan kemanusiaan itu salah satu alasan subyektif penyidik yang sangat bias. Karena faktanya alasan kemanusian untuk PC bisa jadi tak berlaku pada manusia lain," Kata dia.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan dirinya tidak berharap banyak terkait penegakkan keadilan yang dilakukan Polri. Khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan harapan publik terkait kasus Putri Candrawathi ini.

"Makanya sulit berharap untuk polisi bertindak adil seperti harapan publik dalam kasus PC ini," Jelas Bambang.

Senada, kuasa hukum keluarga Almarhum Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J Kamarudin Simanjuntak menilai penangguhan penahanan tersangka Putri Candrawathi telah mengusik rasa keadilan publik, khususnya bagi pihak keluarga Brigadir J.

"Pencuri sendal jepit saja ditahan, masa pembunuh berencana dimanjakan?," Kata dia kepada Liputan6.com Kamis (1/8/2022)

Lebih lanjut, Kamarudin menegaskan bahwa dengan alasan apapun penangguhan penahanan yang dilakukan Polri terhadap tersangka Putri Candrawathi tidak bisa dikatakan wajar.

"Semua pelaku kejahatan hukum adalah manusia," Jelas dia.


Putri Candrawathi Diperiksa Selama 12 Jam

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri selesai memeriksa Putri Candrawathi, pada Rabu 31 Agustus 2022. Pemeriksaan ini terkait dengan tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat.

Pengacara Keluarga Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis mengatakan, istri eks Kadiv Propam Polri ini telah dicecar sebanyak 23 pertanyaan oleh penyidik dengan mengkonfrontir tersangka lain kecuali suaminya Ferdy Sambo.

"Ada 23 pertanyaan, pertanyaan itu konfrontir terhadap seluruh tersangka, materi penyidikan silakan tanya ke penyidik, intinya seperti itu," kata Arman di Bareskrim Polri, Rabu, 31 Agustus 2022 malam.

Usai diperiksa, Putri Candrawathi tidak langsung ditahan karena telah mengajukan penangguhan penahanan.

"Kami sudah mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan karena alasan-alasan sesuai Pasal 31 ayat 1 KUHAP itu kita boleh mengajukan permohonan itu dan kita mengajukan karena alasan kemanusiaan," ujarnya.

"Ibu Putri masih mempunyai anak kecil dan Ibu Putri masih dalam kondisi tidak stabil, sehingga kami mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan terhadap Ibu Putri tetapi diberikan wajib lapor dua kali seminggu," sambungnya.

Arman memastikan, kliennya itu tidak akan melarikan diri meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi, Putri sudah dilakukan pencekalan.

"Jadi mohon pengertian teman-teman semua bahwa ini sesuai dengan aturan yang ada. Dan juga Ibu Putri sudah dicekal, jadi enggak mungkin ke mana-mana. Kami menjamin juga sebagai tim penasihat hukum kami menjamin Ibu Putri akan kooperatif setiap ada pemanggilan untuk pemeriksaan sampai dengan tahap persidangan," tegasnya.

Diketahui, polisi telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir Yoshua. Mereka diketahui Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal alias Brigadir RR, Bharada E alias Richard Eliezer, Kuwat Maruf, serta Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.

Sebanyak empat tersangka telah ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri di lokasi yang berbeda-beda. Namun penahanan tidak dilakukan ke Putri Candrawathi. Hal ini karena Putri Candrawathi masih memiliki balita. Lima tersangka tersebut juga dihadirkan dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J pada Selasa 30 Agustus 2022.

Tim Khusus Polri pada Selasa 30 Agustus 2022, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Reka adegan dimulai sekira pukul 10.00 hingga 17.10 WIB. Rekonstruksi tersebut dilakukan di tiga tempat, yakni di lokasi pertama di sebuah aula menjadi lokasi penggantian peristiwa di Magelang, Jawa Tengah.

Lokasi kedua adalah di rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling. Adegan itu disebut jadi proses perencanaan Irjen Ferdy Sambo kala itu untuk merancang skema pembunuhan berencana.

Lalu, lokasi ketiga berada di rumah dinas (rumdin), Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga. Di mana lokasi itu diketahui menjadi titik tempat eksekusi penembakan Brigadir J.

Namun hingga rekonstruksi pembunuhan Brigadir J usai. Reka adegan tidak memperlihatkan adanya dugaan pelecehan seksual Brigadir J ke istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Sebab sampai saat ini Putri Candrawathi bersikukuh jika Brigadir J telah melakukan dugaan pelecehan terhadapnya.

Termasuk juga Ferdy Sambo yang menyebut menembak Brigadir J karena kesal yang tidak bisa terbendung. Menurut Sambo, Brigadir J telah melukai harkat dan martabat keluarganya tersebut.

Putri Candrawathi Dihadirkan dalam Rekonstruksi

Lima tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, diantaranya Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuwat Maruf atau KM, dan Brigadir RR Ricky Rizal atau Brigadir RR.

Selama proses rekonstruksi ini, hadir tim jaksa penuntut umum, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai pihak pengawas eksternal.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, rekontruksi dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB. Beberapa pihak dari eksternal Polri seperti Komnas HAM dan Kompolnas turut mengawasi jalannya rekonstruksi.

Polri menyatakan, rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J digelar di tiga tempat. Totalnya, ada 78 adegan reka ulang yang akan dilakukan.

"Rekonstruksi hari ini akan meliputi 78 adegan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di rumah dinas Ferdy Sambo, di Jalan Saguling III, Duren Tiga Barat, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa 30 Agustus 2022.

Polri pun memulai tahapan demi tahapan untuk merangkai potongan-potongan cerita dari reka adegan pembunuhan Brigadir J. Di reka adegan tersebut juga diperlihatkan masing-masing aktivitas dari para tersangka sebelum kematian Ferdy Sambo.

<p>Infografis Kontroversi Penangguhan Penahanan Putri Candrawathi. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

Penembak Pertama Masih Misterius

Komnas HAM: Sosok Penembak Pertama Brigadir J Masih Misterius

Liputan6.com 2022-09-01 17:41:30
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan Beka Ulung Hapsara saat tiba untuk meninjau TKP kasus penembakan Brigadir Yosua Nofriansyah Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Po

Sosok penembak pertama Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat masih misterius. Hal ini sebagaimana penyelidikan dan pemantauan dari Komnas HAM.

Brigadir J ditemukan tewas dengan luka tembak di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri RT 5/RW 1, Duren Tiga Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022.

"Terkait peristiwa tanggal 8 Juli 2022 di rumah dinas nomor 46 terdapat peristiwa penembakan Brigadir J dengan beberapa versi berdasarkan keterangan beberapa pihak yang harus dibuktikan dengan proses pengadilan," kata Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, saat konferensi pers, Kamis (1/9/2022).

Anam menerangkan, ada beberapa versi terkait dengan siapakah orang yang menembak lebih dahulu. Namun, Anam tak mau berspekulasi lebih jauh. Menurut dia, biarkan proses pengadilan yang akan menguji.

"Kita menghormati proses penegakan hukum dan kita semuanya harus menunggu apa yang akan diyakini oleh hakim dan diputuskan siapa yang bersalah, siapa yang nembak duluan dan sebagainya," ujar dia.


Luka Tembak

Anam menjelaskan hasil pemeriksaan luar dan otopsi pertama kali terhadap jasad Brigadir J. Adapun ditemukan 7 luka tembak masuk dan ditemukan 6 luka tembak keluar.

Sementara itu pada otopsi kedua yang dilakukan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) ditemukan 5 luka tembak masuk dan 4 luka tembak keluar.


Perbedaan

"Ini memang ada perbedaan karena kalau menurut penjelasan ya karena memang perubahan ini terkait kondisi jenazah dan konsekuensi adanya formalin," ujar dia.

<p>Infografis Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J (Liputan6.com/Abdillah)</p>

Barisan Para Mantan DiCaprio

Leonardo DiCaprio Putus dengan Camila Morrone, Warganet Soroti Kesamaan Umur Barisan Para Mantan Sang Aktor

Liputan6.com 2022-09-01 11:30:00
Walau hubungan keduanya baru berusia 8 bulan, namun Leo tak pernah jatuh cinta sedalam cintanya pada Camila. (ALBERTO E. RODRIGUEZ GETTY IMAGES NORTH AMERICA AFP)

Selama empat tahun terakhir, Leonardo DiCaprio menjalin hubungan asmara dengan model Camila Morrone. Namun kini hubungan keduanya dikabarkan ambyar.

Sejumlah media hiburan ternama internasional seperti People, E! News, Page Six dan lainnya, memberitakan kabar ini dengan sumber anonim masing-masing pada Rabu (31/8/2022). Hanya saja, perwakilan kedua pesohor Hollywood ini enggan mengonfirmasi kabar tersebut.

Bersamaan dengan merebaknya kabar ini, publik mengamati satu "tren" dari kehidupan asmara sang aktor Titanic. Page Six mencatat bahwa Leonardo DiCaprio tak pernah secara terbuka berkencan dengan wanita di atas usia 25 tahun.

Newsweek bahkan memublikasikan artikel bertajuk "Fact Check: Has Leonardo DiCaprio Dated Women Over the Age of 25? (Cek Fakta: Pernahkah Leonardo DiCaprio Berkencan dengan Wanita di Atas Usia 25?)."


25 Tahun

Newsweek dan Page Six mengabarkan bahwa memang ada sejumlah wanita yang menjalin hubungan dengan Leonardo DiCaprio saat berusia 25 tahun atau lebih muda.

Mereka antara lain Giselle Bundchen, Bar Rafaeli, Blake Lively hingga model Jerman Toni Garrn. Namun Newsweek mengingatkan bahwa ini hanya daftar kekasih yang "ketahuan" publik, ada kemungkinan ia menjalin hubungan yang tak diketahui secara umum.

Namun, tetap saja banyak orang yang meyakini bahwa aktor 47 tahun ini hanya mau menjalin asmara dengan wanita di bawah 25 tahun.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Disukai Ratusan Ribu Warganet

Di media sosial, hal ini lantas jadi bahan guyonan.

"Aku ingin tahu bagaimana Leonardo DiCaprio melakukan perpisahan ini. Apa dia memulai perkelahian beberapa bulan sebelum (sang kekasih) ultah ke-25 agar tidak terlalu mencolok? Apakah ia bangun pada hari ultah (kekasih)dan meninggalkan surat bertuliskan, "maaf aku tak bisa melakukannya, mohon jangan membenci saya." Tolong diselidiki," cuit weganmilliam*** yang mendapat 234 ribu tanda suka.

"Tak ada fenomena di planet ini yang lebih meyakinkan dari Leonardo DiCaprio putus dengan kekasihnya pada usia 25, statistiknya menakjubkan," cuit @zedonarri*** yang disukai 385 ribu pengguna Twitter lain.

Ada pula sejumlah gambar bergerak yang dibagikan di medsos si burung biru ini, seperti seorang balita yang dilempar ke api unggun, pria menangis, hingga orang yang didorong jatuh ke tebing. Warganet mengibaratkan hal-hal ini dilakukan sang aktor saat sang kekasih masuk usia 25 tahun, dan unggahan ini disukai ratusan ribu warganet.


Sejak 2017

Hubungan Leonardo dan Camila sendiri pertama kali terendus publik pada Desember 2017 saat keduanya terlihat meninggalkan rumah sang model. Pada bulan yang sama, pasangan itu menghabiskan liburan bersama di Colorado dengan Tobey Maguire, kawan lama Leo.

Keduanya jarang memperlihatkan kebersamaan mereka di hadapan publik. Kasus langka terjadi saat mereka menghadiri Coachella 2018 bersama, dan terlihat mesra.

<p>Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)</p>

25 Tahun Kematian Putri Diana

25 Tahun Kematian Putri Diana, Perempuan yang Dijuluki Paling Banyak Difoto

Liputan6.com 2022-09-01 15:07:58
Dua wanita melihat potret Putri Diana dan kenangan lainnya yang dipajang di gerbang Istana Kensington, London, Selasa (30/8/2022). Minggu ini menandai peringatan 25 tahun kematian Putri Diana

31 Agustus 1997, Putri Diana dikabarkan meninggal dunia. Tahun ini, peringatan kematiannya yang ke-25.

Mengutip DW Indonesia, Kamis (1/9/2022), baik dalam karya seni Banksy atau lagu Elton John, legenda Putri Diana menembus budaya pop, bahkan 25 tahun setelah kematiannya. Lady Di diyakini menjadi kunci dari budaya pop.

"Ini adalah hal yang perlu diingat bahwa dari semua ironi tentang Diana, mungkin yang terbesar adalah ini: Seorang gadis yang diberi nama dewi berburu kuno, pada akhirnya, ialah orang yang paling diburu di zaman modern."

Sulit untuk melupakan ungkapan keras yang menjadi bagian dari penghormatan menggetarkan, terkadang pedas, yang disampaikan oleh Charles, Earl Spencer ke-9, pada pemakaman kakak perempuannya 25 tahun yang lalu.

Diana, Princess of Wales meninggal pada usia 36 tahun dalam kecelakaan mobil pada 31 Agustus 1997 di Paris, bersama rekannya saat itu, Dodi Al-Fayed, dan pengemudi kendaraan, Henri Paul. Hanya pengawalnya yang terluka parah, Trevor Reese-Jones, yang selamat dari kecelakaan itu.

Kematian Putri Diana mengirimkan gelombang kejut ke seluruh dunia, tetapi justru keadaan di sekitarnyalah yang pada akhirnya memicu curahan kesedihan dan kemarahan.

Pernah dianggap sebagai "perempuan yang paling banyak difoto di dunia", Lady Di diburu oleh paparazzi saat mobilnya melaju melalui terowongan pada saat kecelakaan. Media tabloid disalahkan atas kematiannya hingga memicu kemarahan atas kematian Diana bukan hanya dari saudara laki-lakinya, tetapi juga kedua putranya, Pangeran William dan Harry, dan masyarakat luas.

Namun, pada 1999, penyelidik Prancis menganggap supir Diana, Paul bertanggung jawab penuh atas kecelakaan itu, karena ia ditemukan mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan obat yang diresepkan.

Pada 2008, juri pada pengadilan di Inggris memvonis kembali Paul dengan pembunuhan di luar hukum melalui mengemudi yang sangat lalai oleh dan juga kendaraan para paparazzi.


Memiliki Hubungan yang Sulit dengan Media

Putri Diana juga menarik perhatian media, baik itu melalui pilihan busananya, buku paling laris yang ditulis oleh Andrew Morton pada tahun 1992, atau wawancaranya tahun 1995 dengan jurnalis Martin Bashir yang juga menyebabkan BBC dikritik karena "tidak memenuhi standar integritas dan transparansi yang tinggi."

Selama wawancara dengan Bashir untuk Panorama BBC inilah Diana dengan terkenal mengatakan, "ada tiga dari kami dalam pernikahan ini, jadi agak ramai." Hal ini mengacu pada perselingkuhan Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles, yang saat ini menjadi istrinya.

Selain itu, dia berbicara tentang permasalahan pribadinya yakni bulimia dan upayanya untuk bunuh diri karena tekanan kehidupan dan protokol istana yang kaku.

Namun, dia tetap sangat dicintai di kalangan publik, mungkin karena keunggulannya seperti kehidupan yang dapat dikaitkan dengan beragam orang, istri yang patuh, ibu yang penuh kasih dan setia, ikon fesyen yang glamor, anggota kerajaan yang sederhana, penggemar musik pop, dan penari yang lincah, serta juara welas asih dari para tunawisma dan orang sakit.

Keputusannya yang berani untuk melawan protokol kerajaan dengan pergi tanpa sarung tangan dan berjabat tangan dengan seorang pasien AIDS, sesuatu yang tidak lazim pada medio 1987.

Apa yang dilakukan Diana digambarkan oleh Insider.com sebagai "salah satu momen kemanusiaan terbaiknya." Dia akan terus memanfaatkan selebritasnya untuk memperjuangkan beragam tujuan mulai dari advokasinya melawan ranjau darat hingga mempromosikan seni.


Ikon Budaya Pop Inspirasi Dokumenter

Dengan demikian, ia mengukuhkan statusnya sebagai ikon budaya pop. Dan hal-hal kecil dalam hidupnya telah menjadi inspirasi untuk banyak orang menceritakan kembali kehidupan Diana dalam bentuk dokumenter, wawancara, film, serial Netflix yang berhasil memenangkan penghargaan, dan bahkan musikal yang banyak disorot.

Putri di hati rakyatSetelah dia dinyatakan meninggal pada 31 Agustus 1997, Perdana Menteri Inggris saat itu Tony Blair yang tampak terguncang, berbicara kepada media di mana dia memperkenalkan istilah "putri di hati rakyat."

"Anda tahu betapa sulitnya hal-hal baginya dari waktu ke waktu, saya yakin kita hanya bisa menebak, tetapi orang-orang di mana-mana, tidak hanya di sini di Inggris, di mana-mana, mereka tetap percaya dengan Putri Diana," ungkap Blair. "Mereka menyukainya, mereka mencintainya, mereka menganggapnya sebagai salah satu orang. Dia adalah 'putri di hati rakyat.' Dan begitulah dia akan dikenang, bagaimana dia akan tetap ada, di hati dan ingatan kita, selamanya."


Latar Belakang Putri Diana

Terlahir sebagai Diana Frances Spencer, dia mendapatkan beberapa gelar setelah menikahi Pangeran Charles, tetapi begitu mereka bercerai, dia kehilangan gelar Her Royal Highness yang dilaporkan membuatnya kesal. Itu juga berarti bahwa dia tidak akan pernah menjadi ratu Inggris.

Namun, dia menyatakan bagaimana dia ingin dikenali dalam wawancara Panorama-nya yang sekarang terkenal: "Saya ingin menjadi ratu hati rakyat, di hati setiap orang."

Itu mungkin menjelaskan hampir 2,5 miliar orang yang telah menonton pemakamannya 25 tahun yang lalu, dan mengapa dia tetap menjadi subjek budaya pop yang memikat hingga hari ini.

Infografis Putri Diana (Liputan6.com/Abdillah)

Cabut dari Medsos, Gara-Gara Dibilang Gemuk

Jimin BTS Keluar dari Media Sosial Gara-Gara Merasa Gemukan

Liputan6.com 2022-09-01 17:30:00
Jimin BTS. (Twitter/ bts_bighit)

Park Jimin alias Jimin BTS sempat membuat publik dunia terutama para ARMY kebingungan. Pasalnya, pria kelahiran 13 Oktober 1995 ini sudah sudah sepekan lamanya keluar dari media sosial alias vakum. Namun baru-baru ini ia menyapa penggemar di salah satu platform khusus.

Melansir berbagai sumber, Jimin BTS akhirnya muncul di Weverse untuk mengobati kerinduan para penggemarnya. Selama online di platform tersebut pada tengah malam, Jimin membalas hangat pesan-pesan dari para penggemarnya.

Selain mengungkapkan perasaan kangen dan sayang kepada ARMY BTS, pemilik nama lengkap Park Jimin ini juga melontarkan janji yang menimbulkan satu harapan besar. Jimin mengatakan dirinya akan melakukan streaming video dalam waktu dekat.

"Aku akan melakukan live dalam waktu dekat. Aku baru saja mengerjakan beberapa proyek musik akhir-akhir ini. Hal itu membuatku berpikir 'Wow, member kami benar-benar orang yang sangat luar biasa'," ceplos Jimin kepada para penggemar di Weverse, baru-baru ini.


Alasan Tak Eksis di Medsos

Selain mengungkapkan perasaannya kepada fans sekaligus proyek terbarunya, Jimin juga turut membeberkan alasannya tak muncul-muncul lagi di media sosial. Rupanya itu semua karena perkara berat badannya yang sudah makin naik.

"Ini juga berlaku untuk Instagram. Tapi berat badanku sedikit bertambah jadi aku tidak banyak menunjukkan wajahku. Tapi aku mulai berdiet lagi, jadi tunggu sebentar!" ungkap Jimin kepada para penggemarnya.

Namun begitu, reaksi ARMY sungguh tak terduga. Mereka menganggap seharusnya Jimin tampil setelah gemukan lantaran sangat ingin melihat pipi sang idola yang sudah tembam.


Sosok yang Inspiratif

Selain bakatnya menyanyi dan menari, Jimin juga seringkali viral dan menjadi berita utama. Seperti ketika BTS menghadiri acara penghargaan di AS. Pesona Jimin BTS memikat banyak seniman untuk menjadikannya inspirasi. Para seniman masing-masing menghasilkan beberapa karya seni yang terinspirasi oleh Jimin baik di dalam maupun di luar panggung.

Sebagian besar dari karya-karya seni ini bahkan telah berhasil menjadi pameran seni nasional dan internasional di negara-negara seperti Korea Selatan, Prancis, Portugal, dan Inggris. Bahkan suaranya adalah sebuah karya seni, dan pria kelahiran 13 Oktober 1995 ini telah menjadi salah satu nama yang berpengaruh di dunia seni. Jimin pun dinobatkan sebagai 'pemandu istimewa' untuk pameran seni Futura x BTS pertama yang diadakan beberapa bulan yang lalu.

Mengutip dari Allkpop, Kamis (1/9/2022), seorang seniman, ilustrator terkenal Korea Selatan Lee K., secara khusus konsisten dalam menunjukkan cinta dan penghargaannya terhadap pesona Jimin. Setelah menciptakan beberapa lukisan cat minyak tentang Jimin dan memamerkannya di berbagai galeri seni, pekan raya, dan pameran di seluruh dunia, muncul berita luar biasa.

Disampaikan bahwa beberapa mahakarya seniman di antaranya termasuk karya yang terinspirasi oleh Jimin, akan dipamerkan di 'FOCUS ART FAIR' di Carrousel du Louvre 'Museum Louvre' di Paris, Prancis, mulai 1 September hingga 4 September 2022.

INFOGRAFIS: Deretan Prestasi Mendunia Artis Korea (Liputan6.com / Abdillah)

Blak-Blakan Soal Rumah Tangga

Sebelum Cerai, Ririn Dwi Ariyanti Tak Komunikasi dengan Aldi Bragi Bertahun-tahun hingga Pisah Kamar

Liputan6.com 2022-09-01 13:30:17
Ririn Dwi Ariyanti (Sumber: Instagram/ririndwiariyanti)

Untuk pertama kalinya Ririn Dwi Ariyanti buka-bukaan soal penyebab kandasnya rumah tangga bersama Aldi Bragi. Seperti diketahui, keduanya telah bercerai sejak Februari 2022.

Dalam preview sesi bincang-bincangnya bersama Alvin Adam, Ririn Dwi Ariyanti mengungkap perihal kehidupan rumah tangganya yang terasa hampa.

"Kayak aku enggak merasakan berumah tangga. Ada enggak yang bisa aku certain soal pernikahan aku? I don't know," tutur bintang sinetron Cinta setelah Cinta dikutip dari TikTok Cumicumi, Kamis (1/9/2022).

"Aku ngerasa kayak aku sendirian aja, enggak punya teman hidup, berjuang sendiri, sampai aku berpikir kalau nikah untuk apa?" sambungnya.


Apa yang Dilakukan?

Sampai-sampai Ririn Dwi Ariyanti tak mengerti apa fungsi pasangan itu sendiri. Untuk diketahui, Ririn dan Aldi Bragi menjalani biduk rumah tangga selama 11 tahun.

"Ada pasangan di samping aku tapi aku lihat apa sih yang aku lakukan dengan pasanganku ini?" tuturnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tak Bicara

Komunikasi keduanya bahkan tidak berjalan dengan baik sampai anak-anaknya menyadari hal ini.

"'Why mommy sama bapak don't talk to each other anymore?'" We better not to talk," kata aktris berusia 36 tahun tersebut.


Komunikasi

Komunikasi yang tidak baik membuat Ririn Dwi Ariyanti tak mengenal sosok Aldi Bragi.

"Aku sampai enggak tahu orang yang aku nikahi orang seperti apa. Sampai kita tinggal serumah enggak ngomong bertahun tahun, pisah kamar. Aku yang ngalah. Aku yang tidur di luar kamar," tutupnya.

<p>Infografis Respons LPSK Bharada E Ingin Jadi Justice Collaborator. (Liputan6.com/Abdillah)</p>

Nikita Mirzani Kapok Wajib Lapor

Diperlakukan Tidak Adil, Nikita Mirzani Kapok Lakukan Lagi Wajib Lapor

Liputan6.com 2022-09-01 16:10:07
Nikita Mirzani Saat Mendatangi Polresta Serkot. (Kamis, 01/09/2022). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).

Nikita Mirzani tidak akan menjalani wajib lapor lagi di Mapolresta Serkot. Hal itu dikatakan NikitaMirzani dengan alasan perlakuan hukum yang sama tidak diberikan kepada Nindy Ayunda dan Dito Mahendra.

Artis yang penuh kontroversi ini mengaku telah memberi contoh sebagai warga negara yang baik, dengan menjalani proses wajib lapor di Polresta Serkot, namun tidak dengan Dito Mahendra ataupun Nindy Ayunda di Polres Metro Jakarta Selatan. Sehingga Nyai merasa, pelayanan hukum tidak adil baginya.

"Ini adalah wajib lapor terakhir aku di Serang Banten, bukan amin, aku yang pengen ini terakhir, karena menurut aku enggak fair. Karena si pelapor, Dito Mahendra di polres Jaksel udah dua kali tidak patut aja enggak papa. Ini Nikita Mirzani kasih contoh, patut wajib lapor," kata Nikita Mirzani, Di Mapolresta Serkot, Kamis (01/09/2022).

Selain itu, dia mengaku lelah setiap pekan harus berangkat dari Jakarta ke Kota Serang, hanya untuk menjalani wajib lapor. Karenanya, dia memastikan tidak akan menjalani wajib lapor di pekan depan.

"Aku enggak mau dateng lagi, karena capek bolak balik, bisa sempoyongan," terangnya.

Lantas jika nanti kembali ditangkap karena tidak menjalani wajib lapor?. Nikita Mirzani mengatakan, ada empat syarat agar dirinya bisa ditangkap lagi. Pertama jangan menangkapnya saat dini hari. Kedua tidak menangkapnya di tempat ramai dan dihadapan anak-anaknya.

Kemudian ketiga Polres Metro Jakarta Selatan menangkap terlebih dahulu Dito Mahendra dan Nindy Ayunda. Terakhir keempat, Nikita bisa satu kamar di penjara bersama Nindy Ayunda.

"Aku mau kasus ini jalan lagi kalau empat syarat itu dilakukan oleh Polres Jaksel dan Polresta Serang Kota. Pas di sampein (ke penyidik) ketawa doang, mungkin dikira lelucon," jelasnya.


Anak Nikita Mirzani Trauma ke Mal Akibat Ibunya Ditangkap Polisi

Insiden Nikita Mirzani ditangkap polisi di mal Senayan City Jakarta pada Juli 2022 rupanya menyisakan trauma mendalam di benak salah satu anaknya, yakni Azka Raqilla Mawardi.

Hingga kini, Azka tak mau diajak jalan-jalan ke mal yang sama. Sudah tiga kali Nikita Mirzani mengajak namun ia berkukuh. Alasannya mengharukan. Ia tak mau ibunya diambil orang.

Masih segar dalam ingatan bintang film Nenek Gayung dan Comic 8 momen penangkapan yang memantik trauma terjadi tak lama setelah ia mengajak tiga anaknya main lalu makan bareng di mal.

"Tiga-tiganya ada, yang terakhir juga ada semua. (Polisi) bilang: Jangan bergerak. Terus aku bilang: Siapa yang bergerak, (terus habis itu aku bilang) boleh enggak, Pak saya taruh anak saya dulu di mobil?" kata Nikita Mirzani.

"(Polisi menjawab) sudah, enggak usah. Ikut saja. Kooperatif saja. Ya karena di depan umum, public area dan ada anak enggak mungkin dong aku ngapa-ngapain. Makanya aku terlihat santai di situ," ia menyambung.

Walhasil anak ketiga Nikita Mirzani menangis dan tak mau dipisahkan dari ibunya. Ini disampaikannya dalam video interviu FYP di kanal YouTube Trans7 Official, Kamis 18 Agustus 2022.


Nikita Mirzani Ceritakan Awal Perseteruannya dengan Nindy Ayunda dan Dito Mahendra

Nikita Mirzani terang-terangan menceritakan awal mula perseteruannya dengan Nindy Ayunda. Ternyata hal itu berkaitan dengan Askara Parasady Harsono yang merupakan mantan suami pelantun "Buktikan".

Niki begitu sapaan akrabnya mengatakan, kala itu ia sempat bertemu dengan Askara Parasady Harsono di Polres Metro Jakarta Barat. Saat pria yang masih berstatus suami Nindy Ayunda sedang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

"Mantan suaminya (Nindy Ayunda) kan dipenjara gara-gara kasus narkoba di Polres Jakarta Barat, nah di situ ada kakak (angkat) aku. Pas aku lagi ngurus sesuatu, aku lihat Askara lagi di-BAP," kisah Nikita Mirzani dalam kanal YouTube Demian Aditya dikutip Senin 15 Agustus 2022.

Meski baru bertemu Nikita Mirzani mengaku tertarik dengan ketampanan Askara Parasady Harsono. Bahkan dirinya mengaku ingin bisa berkenalan.

Namun saat itu dirinya tidak tahu kalau ternyata pria yang disukainya ternyata suami Nindy Ayunda.

"Aku bilang, 'Itu siapa cowok ganteng banget? Kenalin dong'," tutur Nikita Mirzani.

Keinginan Nikita Mirzani untuk bisa berkenalan akhirnya terwujud. Namun saat itu dirinya belum berbincang banyak lantaran masih banyak yang harus diselesaikan .Setelah berkenalan Nikita Mirzani langsung pergi untuk menyelesaikan urusannya.

"Jadi aku nggak ngobrol," kata Nikita Mirzani.

Pernah Diusir dari Rumah

Nita Gunawan Cerita soal Pindah Keyakinan, Diusir dari Rumah Namun Tetap Silaturahmi Saat Lebaran

Liputan6.com 2022-09-01 17:00:00
Nita Gunawan (Sumber: Instagram/nitagunawan09)

Selebgram Nita Gunawan yang sebelumnya dituding sebagai orang ketiga di rumah tangga Raffi Ahmad, akhirnya bicara blak-blakan seputar kehidupannya. Kisahnya itu disampaikan saat menjadi tamu di video podcast Close the Door di kanal YouTube milik Deddy Corbuzier.

Pada awalnya, Nita Gunawan secara tegas membantah tudingan dirinya adalah wanita yang pernah terlibat skandal terselubung dengan Raffi Ahmad. Lalu topik pun bergeser menjadi pengalaman Nita Gunawan saat memutuskan untuk pindah keyakinan sewaktu masih remaja.

Wanita asal Kudus yang dikenal sebagai selebgram ini mengakui bahwa keluarganya sangat tidak menyetujui keputusannya tersebut. Alhasil, Nita Gunawan pun diusir dari rumah namun ia memahami isi hati keluarganya dan secara baik-baik meninggalkan rumah orangtuanya.

Namun begitu, Nita Gunawan dan keluarganya masih menjalin silaturahmi, terutama pada Hari Raya Idul Fitri alias Lebaran. Bahkan setelah sang ayah meninggal dunia, ia tetap mengunjungi sang ibunda serta saudara-saudara kandungnya.


Awal Pindah Keyakinan

Nita membeberkan bahwa keputusannya untuk pindah keyakinan sudah dilakukan beberapa tahun sebelum sang ayah meninggal dunia. Bahkan, usia Nita saat memutuskan hal itu terbilang masih sangat belia.

"Papa aku muslim, ceritanya panjang, sih. Sejak papaku meninggal aku sudah pindah Kristen... Jadi orang tua aku muslim, kakak muslim, adik aku muslim," ungkap Nita seperti disampaikannya di kanal YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah Kamis (1/9/2022).

"Aku beralih saat usia 13 tahun. Tapi ayah meninggal pas aku umur 16 dan aku pindah sejak umur 13 sendirian," ujar Nita Gunawan melanjutkan.


Pertentangan Keluarga

Nita Gunawan pun sempat mengakui bahwa selama masih menjadi muslimah, ia taat menjalankan ibadah bahkan kerap mengenakan hijab saat ke luar rumah. Setelah pindah keyakinan, keluarganya pun tak terima hingga ia diminta tinggal di luar rumah orangtuanya.

"Saat pindah aku ditentang. Aku dulu sekolah pake hijab, salat 6 waktu, satunya tahajud. Terus tiba-tiba umur 13, aku pindah agama. Bagaiimana rasanya kalau jadi orang tua aku?" ungkap Nita Gunawan.

"Aku pernah diusir juga dari rumah, aku inget banget umur 15 tahun aku diusir dan pilih kos," lanjutnya.


Tetap Silaturahmi

Namun bersyukurnya, keluarga Nita tetap menerima kehadirannya sebagai anggota keluarga meskipun sudah dibedakan oleh keyakinan. Nita pun sering datang saat orangtua dan saudara-saudaranya sedang berkumpul, terutama saat Lebaran.

"Awalnya, keluarga aku menentang keras aku pindah. Tapi enggak apa-apa. Dan sekarang mereka bisa menerima dan kita kalau Lebaran, aku pasti pulang dan enggak ada membeda-bedakan," terang Nita memungkasi.

Infografis Mengenal 8 Fungsi Keluarga. (Liputan6.com/Niman)